spot_imgspot_img
Selasa 5 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 456

Pemkab Garut Percepat Pembangunan Jembatan Cibera di Cigaronggong

0
jembatan cibera garut
Pembangunan Jembatan Cibera Garut. (Y.A. Supianto)

GARUT,FOKUSJabar.id: “Kami tidak menuntut bantuan benih atau pupuk, yang kami butuhkan adalah akses transportasi yang memadai untuk meningkatkan pendapatan warga,” kata Kepala Desa Mekarmukti sekaligus Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Cibalong, Hidmatdijaya.

Pernyataan ini mewakili antusiasme warga Desa Mekarmukti, Karyamukti, dan Cihaurkuning atas pembangunan Jembatan Cibera di Desa Cigaronggong yang kini menjadi titik balik kemajuan ekonomi masyarakat Garut Selatan.

Hidmat menguraikan bahwa selama ini petani karet di wilayahnya terbebani biaya angkut sebesar Rp2.000 per kilogram untuk total produksi mencapai 20 ton per bulan. Tidak hanya karet, potensi kayu sengon sebesar 1.000 kubik per tahun juga selama ini memakan biaya ojek palang hingga Rp400.000. 

Keberadaan jembatan, kata Hidmat, akan memangkas biaya-biaya tersebut dan langsung menjadi pendapatan tambahan bagi para petani.

BACA JUGA: Strategi Pemkab Garut Tekan Angka Kemiskinan Menuju Kemandirian Ekonomi

Hal senada diungkapkan Kepala Desa Cigaronggong, Supardin, yang menyoroti potensi komoditas karet di wilayahnya.

“Warga kami sebagian besar memproduksi karet. Kami sangat menantikan jembatan ini rampung agar distribusi hasil tani lancar dan taraf hidup masyarakat meningkat,” jelas Supardin.

Penantian Panjang Satu Dekade

Realisasi jembatan ini merupakan jawaban atas penantian panjang selama 4 hingga 10 tahun. Sebelumnya warga seringkali harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai dengan cara berenang atau menggunakan rakit. Bahkan, saat musim banjir tiba, seluruh aktivitas ekonomi lumpuh total karena jalur sama sekali tidak bisa dilalui.

Aspirasi serupa datang dari warga Desa Cihaurkuning, Kecamatan Cisompet. Kepala Desa Cihaurkuning, Arie Amar Makruf, menyampaikan bahwa jika akses jalan (yang saat ini masih jalan setapak) ikut diperlebar, maka waktu tempuh menuju Cibalong akan terpangkas drastis dari 1 jam menjadi hanya 15 menit karena warga tidak perlu lagi memutar jauh lewat Pameungpeuk.

BACA JUGA: Bupati Garut: Pantai Rancabuaya Aman

Komitmen Pemerintah Kabupaten Garut

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, saat meninjau lokasi pada Minggu (21/12/2025), menegaskan bahwa pembangunan ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam merespons kebutuhan mendasar infrastruktur transportasi masyarakat. Syakur mengakui pentingnya akses ini untuk mempermudah mobilitas masyarakat antar-kecamatan.

“Alhamdulillah sudah ada progres, namun tanah ke arah sana harus segera diamankan agar jembatan benar-benar berfungsi,” ujar Syakur. 

Ia pun mengajak masyarakat untuk berperan aktif melalui skema swadaya lahan guna mengatasi hambatan teknis di lapangan. 

“Supaya jembatan ini segera tuntas dan bisa bermanfaat lintas generasi,” kata dia.

(Y.A. Supianto) 

Hari Ibu ke-97 di Kota Tasikmalaya, Seluruh Petugas Upacara Kaum Perempuan

0
hari Ibu ke 97
Wali Kota Viman Alfarizi, saat menghadiahkan serangkai bunga indah kepada sang istri tercintanya dr. Elvira Kamarrow Putri, pada peringatan hari ibu Ke-97 Tingkat Kota Tasikmalaya. (Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemandangan berbeda menghiasi halaman Balai Kota Tasikmalaya Senin (22/12/2025). Dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-97, seluruh petugas upacara mulai dari komandan, perwira, hingga pembaca doa semuanya dilakukan oleh kaum perempuan.

Aksi ini bukan sekadar formalitas, melainkan simbol penghormatan setinggi-tingginya bagi peran ibu dan perempuan dalam membangun bangsa.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menegaskan bahwa Hari Ibu di Indonesia memiliki makna historis yang mendalam. Menurutnya, ini adalah pengakuan negara atas pengabdian perempuan sejak masa perjuangan kemerdekaan.

BACA JUGA: SANTUN Jadi Filosofi Baru, FKUB Kota Tasikmalaya Perkuat Moderasi Beragama

“Peringatan ini bukan sekadar seremoni atau perayaan Mother’s Day biasa. Ini adalah bentuk apresiasi tinggi terhadap kontribusi perempuan dalam membangun keluarga, masyarakat, hingga negara,” ujarnya.

Mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045”, Wali Kota menekankan bahwa memuliakan ibu adalah perintah moral sekaligus spiritual. Ibu dianggap sebagai sosok kunci dalam pembentukan karakter dan ketahanan keluarga.

“Menghormati ibu berarti memuliakan masa depan bangsa. Dari rahim ibu lahir generasi cerdas yang akan menentukan arah Indonesia ke depan,” ucap dia.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kota Tasikmalaya berkomitmen untuk memberikan ruang seluas-luasnya bagi perempuan untuk berkarya, menjamin perlindungan dan keadilan bagi kaum perempuan dan mendorong kesempatan yang setara di berbagai sektor pembangunan daerah.

BACA JUGA: Raih Sukses Lewat Usaha Lemon Serai, Kisah Inspiratif Tiga Gadis Tunarungu Tasikmalaya

Momen Haru: Kejutan Bunga untuk Ibu dan Istri

Suasana upacara yang khidmat berubah menjadi hangat dan penuh haru ketika Wali Kota Viman Alfarizi memberikan kejutan (surprise) berupa karangan bunga indah. Bunga tersebut dipersembahkan khusus kepada sang ibu, Evi Silviany, dan istri tercintanya, dr. Elvira Kamarrow Putri.

Momen pelukan hangat antara Wali Kota dengan orang-orang tercintanya tersebut disambut riuh tepuk tangan dari para tamu undangan, menciptakan atmosfer emosional yang menutup rangkaian upacara dengan indah.

(Seda)

Inspektorat Kota Banjar Periksa Pelapor Dugaan KKN Desa Rejasari

0
KKN Desa Rejasari
Andri Setiawan saat wawancara usai dimintai keterangan oleh Inspektorat Kota Banjar. (Agus)

BANJAR,FOKUSJabar.id: Inspektorat Kota Banjar hari ini memanggil, Andri Setiawan warga Desa Rejasari yang melaporkan dugaan korupsi, kopusi dan nepotisme (KKN) yang diduga terjadi di Pemerintah Desa (Pemdes) Rejasari. 

Andri datang ke Inspektorat Kota Banjar sekitar pukul 09.30 WIB. Andri mengenakan kaos berwarna putih, celana jeans, mengenakan topi dan membawa tas ransel. Dia dimintai keterangan oleh Inspektorat terkait pelaporan dirinya perihal dugaan KKN di Desa Rejasari. 

Ia mengatakan, dirinya diberikan pertanyaan sebanyak 29 pertanyaan. Kata Andri, pertanyaan yang diberikan berkaitan dengan apa yang telah dilaporkan oleh dirinya ke Inspektorat.

BACA JUGA: Desa Rejasari di Audit Inspektorat Kota Banjar, Hasilnya Bagaimana?  

“Ada 29 pertanyaan yang diberikan tadi,” kata Andri Senin (22/12/2025). 

Kata Andri, hasil pemeriksaan terkait Desa Rejasari menurutnya belum selesai. Kemungkinan menurut Andri, hasil pemeriksaan selesai di awal tahun 2026. 

“Pemeriksaan belum selesai semua. Kemudian mungkin beres tahun depan karena sekarang sudah akhir tahun,” kata Andri. 

Andri berharap, Inspektorat Kota Banjar transparan dalam melakukan audit pekerjaan di Desa Rejasari. Kata Andri, keterbukaan informasi publik itu sangat pentinglah demi menjaga integritas Inspektorat. 

“Inspektorat harus transparan karena ini berkaitan dengan integritas,” katanya. 

Selain itu kata Andri, Inspektorat juga hari ini memanggil penyedia jasa pekerjaan di Desa Rejasari. Menurut Andri, pemanggilan penyedia jasa oleh Inspektorat kemungkinan berkaitan dengan adanya pelaporan. 

BACA JUGA: Inspektorat Minta DPUTR Kota Banjar Uji Lab Pekerjaan Desa Rejasari

“Tadi pas keluar saya lihat penyedia jasa dipanggil juga,” ucap dia.

Kepala Inspektorat Daerah Kota Banjar, Agus Muslih membenarkan bahwa pelapor dipanggil Inspektorat untuk dimintai keterangan. Selain itu, Agus juga membenarkan penyedia barang dan jasa juga dipanggil hari ini. 

“Iya benar, pelapor dan penyedia barang dipanggil hari ini,” pungkasnya. 

(Agus)

Disdikpora Pangandaran Bingung, Libur Panjang Sudah Dekat Penyaluran MBG Belum Jelas

0
Poto: Plt Sekertaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Darso.
Poto: Plt Sekertaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Darso.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Ketidakjelasan mekanisme pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) selama libur panjang sekolah membuat Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran kebingungan dalam menentukan langkah.

Plt Sekdis Disdikpora Kabupaten Pangandaran, Darso, menyampaikan bahwa hingga kini pihaknya belum menerima instruksi maupun surat edaran resmi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat maupun Badan Gizi Nasional (BGN).

Baca Juga: Turnamen Kapolres Pangandaran Cup 2025 Rampung, Ini Daftar Juaranya

“Kami sebagai penerima manfaat masih bingung karena belum ada perintah ataupun surat edaran resmi. Baik itu peritantah dari Dinas Pendidikan Provinsi maupun dari pihak SPPG MBG atau BGN,” ujar Darso di ruang kerjanya, Senin (22/12/2025).

Darso mempertanyakan bagaimana teknis penyaluran MBG jika program tersebut tetap berjalan selama masa libur. Mengingat, menurut aturan, siswa akan mulai libur pada 25 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, dan baru kembali masuk sekolah pada 12 Januari.

“Nah, apakah selama libur anak-anak masih akan menerima MBG atau tidak? Kalau iya, prosedurnya seperti apa? Kami belum menerima informasi pasti,” katanya.

Darso menambahkan, apabila MBG tetap berjalan saat libur, Disdikpora siap mengoordinasikan hal tersebut bersama para kepala sekolah. Namun, pihaknya perlu mengetahui lebih dahulu skema pendistribusian makanan tersebut.

Ia menyebut beberapa kemungkinan, seperti apakah akan ada jadwal khusus. Ketika siswa harus datang ke sekolah, atau MBG akan dikirim langsung ke rumah masing-masing penerima.

“Jika didistribusikan setiap hari ke sekolah, secara tidak langsung liburan anak-anak bisa terganggu,” tutur Darso.

Menurutnya, pendistribusian harian ke sekolah selama libur tampaknya sulit. Karena itu, pihaknya masih menunggu arahan formal agar dapat memastikan mekanisme MBG di masa liburan.

“Jadi kami menunggu surat edaran resmi supaya jelas tata caranya,” tambahnya.

(Sajidin)

Turnamen Kapolres Pangandaran Cup 2025 Rampung, Ini Daftar Juaranya

0
Poto: Suasana pembagian hadiah kepada pemenang bola voli Kapolres Pangandaran Cup 2025.
Poto: Suasana pembagian hadiah kepada pemenang bola voli Kapolres Pangandaran Cup 2025.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Setelah berlangsung selama tiga hari, Turnamen Bola Voli Kapolres Pangandaran Cup 2025 resmi ditutup, Minggu (21/12/2025). Ajang bergengsi ini menghadirkan atmosfer persaingan sengit antar 20 tim putra dan putri dari berbagai daerah di Jawa Barat, seperti Pangandaran, Ciamis, Kota Banjar, hingga Tasikmalaya.

Inilah Hasil Akhir Turnamen Kapolres Pangandaran Cup 2025

Kategori Putri:
Juara I: Dishub Pangandaran
Juara II: Kota Impian Ciamis
Juara III: Aber Banjar
Juara IV: Silvas Pangandaran

Kategori Putra:
Juara I: Polres Pangandaran
Juara II: Serena 03 Pangandaran
Juara III: Borju Pangandaran
Juara IV: Kota Impian Ciamis

Baca Juga: Polres Pangandaran Juara Kapolres Cup 2025, Grand Final Berlangsung Dramatis

Para juara I hingga IV yang ditetapkan sebagai juara bersama menerima hadiah pembinaan senilai puluhan juta rupiah. Juga mendapat trofi Kapolres Pangandaran Cup 2025 sebagai bentuk apresiasi atas prestasi mereka.

Sportivitas dan Pembinaan Atlet Jadi Pesan Utama

Kapolres Pangandaran, AKBP Andri Kurniawan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet yang telah bertanding dengan penuh sportivitas. Ia menekankan bahwa turnamen ini bukan sekadar arena mencari juara, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan antar-klub.

“Semoga turnamen ini memberikan manfaat bagi dunia olahraga dan masyarakat,” ujar AKBP Andri Kurniawan, Senin (22/12/2025).

Ia menambahkan kegiatan ini harapannya mampu menjadi wadah pembinaan atlet muda. Sekaligus memunculkan bibit-bibit unggul yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Pangandaran maupun Jawa Barat di level yang lebih tinggi.

“Melalui turnamen ini, kami berharap muncul atlet-atlet bola voli yang berprestasi dan siap bersaing di tingkat regional hingga nasional,” tuturnya.

(Sajidin)

Meriah! Turnamen FKKS SMA Cup 2025 Libatkan 28 Sekolah Swasta di Garut

0
Keterangan Foto: 28 SMA Swasta se-Kabupaten Garut mengikuti turnamen Bola Voli FKKS SMA Cup Tahun 2025, di Lapangan SMA Al-Musadadiyah Garut, Senin (22/12/2025).
Keterangan Foto: 28 SMA Swasta se-Kabupaten Garut mengikuti turnamen Bola Voli FKKS SMA Cup Tahun 2025, di Lapangan SMA Al-Musadadiyah Garut, Senin (22/12/2025).

GARUT,FOKUSJabar.id: Sebanyak 28 SMA swasta di Kabupaten Garut ambil bagian dalam Turnamen Bola Voli FKKS SMA Cup 2025. Ajang yang digagas Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS) Swasta ini menjadi wujud nyata komitmen sekolah swasta dalam melahirkan generasi atlet yang siap bersinergi dengan PBVSI Kabupaten Garut.

“Sebanyak 28 sekolah berpartisipasi, dan kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan PBVSI demi melahirkan atlet-atlet bola voli baru dari Garut,” ujar Ketua Pelaksana, Ajang Setiana, saat pembukaan turnamen di Lapangan SMA Al-Musadadiyah Garut, Senin (22/12/2025).

Baca Juga: Bupati Garut: Pantai Rancabuaya Aman

Dukungan Dispora: Multi-Efek bagi Masyarakat

Plt. Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Muhammad Diki Hasbi secara resmi membuka kegiatan ini. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada FKKS karena kegiatan ini selaras dengan visi Bupati Garut untuk memasyarakatkan olahraga hingga level akar rumput.

Diki menegaskan, kompetisi bola voli bukan hanya soal fisik dan prestasi. Tetapi memiliki dampak berantai bagi kebahagiaan masyarakat serta perputaran ekonomi lokal.

“Pimpinan sangat mendukung agenda seperti ini karena memberikan multi-effect. Selain meningkatkan kebugaran dan prestasi, harapannya UMKM sekitar juga mendapatkan dampak ekonomi positif dari keramaian turnamen,” jelas Diki.

Ia turut berpesan agar para peserta memanfaatkan kesempatan ini sebagai wahana mengasah bakat dan mental bertanding. Kemudian juga memupuk kesiapan menuju level kompetisi yang lebih profesional.

Harapan Yayasan: Penyelenggaraan Turnamen Lebih Rutin

Ketua Yayasan Al-Musadadiyah Garut, Nahdi Hadiyanto, menyampaikan rasa bangga karena sekolahnya mendapat kepercayaan menjadi pusat penyelenggaraan turnamen. Sebagai bagian dari pengurus FKKS, ia mendorong agenda ini dapat terselenggara lebih rutin pada tahun-tahun mendatang.

“Saya bangga menjadi bagian dari masyarakat bola voli di Kabupaten Garut. Ke depan, kami berharap turnamen ini bisa terlaksana lebih intensif, terutama dalam hal pengembangan teknis dan pembinaan pemain,” ujar Nahdi.

Pembukaan Meriah

Pembukaan berlangsung meriah dengan kehadiran para pendidik, ofisial tim, dan ratusan siswa yang datang memberi dukungan penuh bagi sekolah masing-masing. Turnamen ini menjadi momentum penting bagi atlet muda Garut untuk menunjukkan kemampuan. Tentunya sekaligus memperkuat atmosfer kompetisi bola voli di tingkat pelajar.

(Y.A. Supianto)

SANTUN Jadi Filosofi Baru, FKUB Kota Tasikmalaya Perkuat Moderasi Beragama

0
Ketpot pengurus FKUB Kota Tasikmalaya yang baru resmi dilantik
Ketpot pengurus FKUB Kota Tasikmalaya yang baru resmi dilantik

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kota Tasikmalaya mencatat momentum penting bagi penguatan toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Bertempat di Hotel City, Jalan Sukalaya, kepengurusan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tasikmalaya periode 2025–2030 resmi dilantik dalam sebuah seremoni khidmat dan penuh semangat kebersamaan, Senin (22/12/2025).

Mengusung tema “Menjaga Stabilitas Daerah dalam Bingkai Kebinekaan”, agenda ini menegaskan kembali komitmen pemerintah, tokoh agama, serta masyarakat untuk mewujudkan visi besar Kota Tasikmalaya sebagai Kota Religius dan Kota Toleran.

Baca Juga: Atmosfer Memanas di Dadaha Tasikmalaya! Puluhan Tim Voli Berebut Tahta Jabar XI Cup 2025

Langkah Kota Menuju Toleransi yang Terukur

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menyampaikan arah pembangunan kota yang menempatkan moderasi beragama sebagai pondasi utama. Ia menekankan bahwa toleransi bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan melalui indikator yang jelas dan bisa dievaluasi.

Viman menjelaskan tiga pilar utama pembangunan religius di Tasikmalaya:

  1. Penyelesaian Potensi Konflik
    Mengukur kecepatan dan ketepatan penanganan gesekan antarumat, termasuk dukungan anggaran yang memadai.
  2. Pembinaan Berkelanjutan
    Menilai keberhasilan program pembinaan kerukunan hingga tingkat akar rumput.
  3. Indeks Kerukunan
    Menjadi output final dan cermin nyata bahwa Tasikmalaya aman dan nyaman bagi seluruh pemeluk agama.

“Kota Tasikmalaya adalah kota yang toleran. Pemerintah, organisasi, hingga individu harus saling terkoneksi dalam bingkai toleransi,” tegas Viman.

Makna ‘SANTUN’: Filosofi Kerja FKUB yang Baru

Dalam momen ini, Viman juga mengaitkannya dengan peringatan Hari SANTUN Nasional ke-24. Ia memperkenalkan akronim SANTUN sebagai pedoman kerja FKUB ke depan:

  • S – Selalu ada FKUB di tengah masyarakat
  • A – Always (Selalu) berempati
  • N – Nyaman bagi seluruh warga Tasikmalaya
  • T – Tulus memikirkan sesama
  • U – Unggul sebagai “Kota Mutiara”
  • N – Naikkan martabat bersama

Semangat ini, kata Viman, selaras dengan pesan Presiden Prabowo Subianto tentang pentingnya bekerja dari hati demi kepentingan rakyat.

FKUB Siap Jadi Jembatan Kokoh Kerukunan

Ketua FKUB Kota Tasikmalaya periode 2025–2030, H. Abun Sulaeman, S.Ag., menyampaikan rasa syukur dan kesiapan untuk mengemban amanah besar ini. Ia menegaskan bahwa FKUB tidak boleh hanya hadir saat konflik terjadi.

“Tugas kami adalah menjadi jembatan kuat antarumat. Kami akan fokus pada deteksi dini potensi konflik dan membangun pemahaman saling menghargai sejak dini melalui literasi keberagaman,” kata Abun.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya serta perwakilan Polres Tasikmalaya Kota hadir dalam pelantikan ini. Pihak kepolisian menegaskan stabilitas keamanan sangat terpengaruh dari komunikasi yang cair antara tokoh agama dan aparat.

Dalam rapat koordinasi, telah menyepakati sejumlah program prioritas, di antaranya:

  • Pelatihan Moderasi Beragama untuk generasi muda
  • Peningkatan Literasi Keberagaman di sekolah dan komunitas
  • Wadah dialog rutin antara pemerintah dan tokoh lintas agama

Dengan pelantikan kepengurusan baru ini, harapan besar bergantung pada FKUB untuk membawa Tasikmalaya kembali bersinar sebagai “Mutiara dari Timur” sebuah kota yang maju secara fisik, sekaligus damai, religius, dan harmonis dalam keberagaman.

(Abdul)