spot_imgspot_img
Selasa 5 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 457

Jabar Sumbang 124 Medali bagi Indonesia di SEA Games ke-33

0
SEA Games XXXIII KONI Jabar
Ketua Umum KONI Jabar, M. Budiana menyampaikan keterangan pers terkait pencapaian atlet Jabar di SEA Games XXXIII. (FOTO: Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Jawa Barat memberikan kontribusi 124 medali bagi kontingen Indonesia di ajang SEA Games XXXIII yang digelar di Bangkok, Chonburi, dan Songkhla, Thailand, 9–20 Desember 2025. Kontingen Indonesia sendiri finish di peringkat dua dengan raihan 91 emas, 112 perak dan 130 perunggu.

Ketua Umum KONI Jabar, M. Budiana mengatakan, atlet Jabar yang tergabung dalam kontingen Indonesia di SEA Games ke-33 mencapai 237 orang ditambah 54 orang pelatih. Sementara, jumlah total atlet yang dikirimkan Indonesia pada SEA Games XXXIII tahun 2025 di Thailand pada 9–20 Desember 2025 sebanyak 1.021 orang.

BACA JUGA: Mahasiswa dan Dosen UPI Sumbang 14 Medali di SEA Games ke-33

“Di SEA Games ke-30, atlet-atlet asal Jabar menyumbangkan total 124 medali dengan rincian 33 emas, 43 perak, dan 48 perunggu. Raihan ini mencapai 33 persen dari raihan kontingen Indonesia di SEA Games kemarin,” kata Budiana saat menyampaikan keterangan pers di gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Senin (22/12/2025).

Sebanyak 33 medali emas tersebut, lanjut Budiana, disumbangkan oleh 59 atlet asal Jabar. Rinciannya, 9 medali emas dari nomor perorangan dan 24 medali emas dari nomor beregu.

Lalu 43 medali perak disumbangkan 89 atlet yang terdiri dari 13 medali perak diraih dari nomor perorangan dan 30 medali perak dari nomor beregu. Sedangkan 48 medali perunggu disumbangkan 71 atlet dengan rincian 19 medali perunggu nomor perorangan dan 29 medali perunggu nomor beregu.

“Alhamdulillah, itu raihan terbanyak ya sumbangan dari provinsi, atlet yang berasal dari provinsi di Indonesia dalam kontingen SEA Games ke-30 di Thailand kemarin. Kami pun mengundang perwakilan beberapa atlet SEA Games 2025 untuk hadi dia acara rapat kerja yang akan dilaksanakan besok,” Budiana menegaskan.

Seperti diketahui, SEA Games XXXIII tahun 2025 di Thailand resmi berakhir pada Sabtu (20/12/2025). Tuan rumah Thailand keluar sebagai juara umum dengan raihan 233 emas, 154 perak, dan 108 perunggu.

Kontingen Indonesia finish di peringkat dua dengan raihan 91 emas, 112 perak dan 130 perunggu. Perolehan kontingen Indonesia melebihi target yang diberikan Kemenpora yakni 80 emas serta total 333 medali yang dikumpulkan menjadi salah satu raihan terbesar Indonesia dalam sejarah keikutsertaan di multieven olahraga se-Asia Tenggara.

(ageng)

Atmosfer Memanas di Dadaha Tasikmalaya! Puluhan Tim Voli Berebut Tahta Jabar XI Cup 2025

0
Perebutan Takhta Juara! 64 Tim Voli Garut dan Tasikmalaya Bertarung di Jabar XI Cup 2025
Perebutan Takhta Juara! 64 Tim Voli Garut dan Tasikmalaya Bertarung di Jabar XI Cup 2025

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Suasana GOR Sukapura dan GOR Omera di Kompleks Dadaha Kota Tasikmalaya memanas sejak Senin (22/12/2025). Sebanyak 64 tim voli terbaik dari Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Garut resmi mengawali perjuangan mereka di ajang bergengsi Kejuaraan Bola Voli Jabar XI Cup 2025.

Turnamen yang sudah lama dinantikan ini menjadi arena unjuk strategi para pelatih berpengalaman dan panggung pembuktian bagi sederet atlet Porda Jawa Barat yang turun langsung untuk memperebutkan total hadiah senilai Rp44 juta.

Baca Juga: Raih Sukses Lewat Usaha Lemon Serai, Kisah Inspiratif Tiga Gadis Tunarungu Tasikmalaya

Kolaborasi untuk Pembinaan Atlet Muda

Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansah Dalam sambutan pembukaannya menegaskan kompetisi ini bukan hanya soal meraih gelar. Namun juga bagian dari upaya serius menemukan bibit unggul bola voli di wilayah Tasikmalaya dan Garut.

Ferdiansyah merupakan penggagas terselenggaranya Kejuaraan Bola Voli Jabar XI Cup 2025.

“Tujuan utama kita adalah mencari talenta muda agar Tasikmalaya dan Garut dapat semakin maju. Sportivitas adalah pondasi utama,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Ketua Umum PBVSI Pengkot Tasikmalaya, H. Oman Rohman, yang menyebut penyelenggaraan Jabar XI Cup 2025 sebagai energi baru bagi pembinaan voli di Jawa Barat.

Peta Persaingan: 64 Tim, Sistem Gugur

Pertandingan akan berlangsung selama tiga hari dengan sistem gugur yang pasti menyajikan duel-duel panas. Total ada 64 tim yang bertarung, terdiri dari 32 tim putra dan 32 tim putri.

Rinciannya:

  • Tim Putri:
    • 16 tim dari Kota Tasikmalaya
    • 12 tim dari Kabupaten Tasikmalaya
    • 4 tim dari Kabupaten Garut
  • Tim Putra:
    • 20 tim asal Kota Tasikmalaya
    • 9 tim dari Kabupaten Tasikmalaya
    • Kabupaten Garut tidak mengirimkan tim putra tahun ini

Menuju Agenda Tahunan

Kepala Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Deddy Mulyana, yang hadir bersama Ketua KONI Kota Tasikmalaya Anton Suherlan, berharap Jabar XI Cup dapat terus digelar setiap tahun.

“Kami berharap turnamen ini berlanjut menjadi agenda tahunan. Ini tradisi kompetisi berkualitas yang berpotensi mendorong prestasi voli hingga tingkat provinsi bahkan nasional,” kata Deddy.

Tasikmalaya dan sekitarnya, aksi smes keras dan pertahanan solid para calon bintang bola voli Jawa Barat dapat masyarakat Tasikmalaya dan sekitarnya langsung saksikan setiap hari mulai pukul 08.00 WIB di GOR Sukapura dan GOR Omera.

(Abdul)

Raih Sukses Lewat Usaha Lemon Serai, Kisah Inspiratif Tiga Gadis Tunarungu Tasikmalaya

0
Keterangan foto: tiga gadis tangguh dengan keterbatasan fisik sukses merintis kuliner minuman segar.
Keterangan foto: tiga gadis tangguh dengan keterbatasan fisik sukses merintis kuliner minuman segar.

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Keterbatasan fisik tidak pernah menjadi batas bagi semangat berkarya. Hal itu dibuktikan oleh tiga gadis tangguh asal Kota Tasikmalaya, Aisyah, Tita, dan Ratih. Meski merupakan penyandang disabilitas tunarungu, mereka mampu mencuri perhatian publik berkat kegigihannya merintis usaha minuman sehat di jantung Kota Tasikmalaya.

Di depan Alun-alun Kota Tasikmalaya, ketiganya kompak menjajakan minuman segar kaya manfaat, Lemon Serai. Bukan hanya kelezatan rasa yang menjadi daya tarik, tetapi juga cara mereka melayani pelanggan. Tanpa suara, tanpa keraguan, dan hanya mengandalkan komunikasi gestur.

Baca Juga: 3 Pantai Keren di Tasikmalaya untuk Libur Nataru 2026, Indah dan Bebas Macet!

Transaksi Lewat Gerak Tubuh

Lapak kecil mereka menawarkan dua varian menu: panas dan dingin. Untuk memesan minuman dingin, pembeli cukup memperagakan gestur seperti menggigil. Sementara untuk minuman panas, cukup menunjukkan gestur tubuh seolah kepanasan.
Metode unik ini bukan hanya efektif, tetapi juga menciptakan pengalaman tersendiri bagi pelanggan, hangat, inklusif, dan penuh empati.

Omzet Terus Meroket

Perjalanan usaha mereka tidak mulus sejak awal. Saat merintis, mereka hanya mampu menjual sekitar 60 cup per hari. Namun berkat konsistensi dan cita rasa yang terjamin, kini penjualan harian melonjak hingga 180 cup.


Buka setiap hari pukul 07.00–14.00 WIB, lapak mereka telah menjadi salah satu tujuan favorit warga yang mencari minuman sehat di sekitar alun-alun.

Kesuksesan ini tidak lepas dari peran Aris, anggota komunitas peduli disabilitas di Tasikmalaya. Berawal dari rasa prihatin, Aris mendata anak-anak disabilitas dan menjalin kerja sama dengan pelaku kuliner seperti Rumah Makan Nini Anteh serta Minuman Arem.

“Dua tahun lalu ada 30 anak disabilitas yang magang. Sekarang sudah masuk periode ketiga. Untuk Aisyah, Tita, dan Ratih, mereka berjualan dengan sistem bagi hasil,” ungkap Aris baru-baru ini.

Kini, meski awalnya mendapat pendampingan intensif, ketiganya telah mampu mengelola usaha secara mandiri.

Mimpi Menjadi Pengusaha

Aisyah mengaku usaha ini merupakan langkah awal untuk mewujudkan cita-citanya menjadi pengusaha kuliner besar. Tita dan Ratih pun memiliki visi serupa: membuka usaha sendiri dan menciptakan lapangan kerja bagi sesama penyandang disabilitas.

Namun, keterbatasan modal menjadi hambatan utama. Mereka berharap adanya dukungan lebih, khususnya dari pemerintah daerah, agar usaha yang telah dibangun ini bisa berkembang lebih besar.

Pegiat disabilitas Kota Tasikmalaya, Herniawan Obech, menegaskan pentingnya dukungan berbagai pihak.


“Anak-anak disabilitas memiliki hak yang sama untuk sukses. Dengan pendampingan dan dukungan modal, mimpi mereka untuk menjadi pengusaha bukan sesuatu yang mustahil,” ujarnya, Senin (22/12/2025).

Herniawan berharap perhatian pemerintah dan masyarakat terhadap penyandang disabilitas terus menguat, sehingga mereka dapat berkembang dan meniti masa depan sesuai minat serta potensi yang dimiliki.

(Abdul)

InDrive Berikan Mobil dan Sepeda Motor kepada Pengemudi di Platinum Driver Giveaway Bandung 2025

0
Indrive
Sejahterakan pengemudi, inDrive Berikan BHR (ist)

BANDUNG, FOKUSJabar.id:  inDrive resmi menutup rangkaian Platinum Drivers Giveaway Bandung 2025. Acara ditutup dengan pemberian penghargaan kepada ratusan pengemudi mobil dan sepeda motor.

Penghargaan ini sebagai apresiasi atas dedikasi serta kinerja luar biasa selama periode tantangan Oktober-November 2025.

Indrive mengklaim bahwa para pengemudi berperan penting menjaga kelancaran mobilitas masyarakat Bandung, khususnya saat permintaan transportasi meningkat signifikan.

BACA JUGA: Apresiasi Pengemudi, inDrive Bagikan BHR

Adapun Program Platinum Drivers Giveaway, diluncurkan sebagai respons atas tantangan tingginya permintaan penumpang yang belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan pengemudi.

Melalui kampanye ini, inDrive mendorong pengemudi untuk lebih aktif menerima perjalanan, meningkatkan produktivitas, serta tetap menjaga kualitas layanan selama periode puncak.

Sepanjang pelaksanaan program, Platinum Drivers Giveaway terbukti efektif meningkatkan jumlah perjalanan baik pada kategori pengemudi mobil maupun motor.

Perkuat Komitmen Layanan Terbaik

Program ini turut memperkuat komitmen pengemudi dalam memberikan layanan terbaik kepada para penumpang.

Puncak acara resmi dibuka oleh Business Growth & Development inDrive Indonesia Ryan Rwanda bersama Kasubdirektorat Keamanan dan Keselamatan Lalu Lintas AKBP Ety H.

Pengemudi dengan Performa Terbaik

Pada kesempatan tersebut, inDrive mengumumkan para pengemudi dengan performa terbaik berdasarkan jumlah dan konsistensi perjalanan selama periode tantangan.

Kategori pengemudi mobil inDrive memberikan satu unit mobil listrik BYD Atto kepada Handy Husada dan satu unit Yamaha NMAX untuk pengemudi sepeda motor atas nama Rizky Aminul.

Selain hadiah utama, puluhan pengemudi lainnya juga menerima berbagai hadiah menarik, mulai dari paket liburan keluarga, kamera dashboard, hingga voucher bahan bakar. Seluruh pemenang menerima penghargaan langsung di atas panggung utama, disaksikan oleh sesama pengemudi, perwakilan komunitas lokal, serta tim inDrive Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi kontribusi para pengemudi mobil dan motor yang setiap hari menjaga kelancaran mobilitas warga Bandung. Melalui Platinum Drivers Giveaway, kami ingin memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada pengemudi yang menunjukkan konsistensi dan kinerja luar biasa,” kata Ryan Rwanda.

Dia berharap, penghargaan ini dapat menjadi motivasi tambahan bagi para pengemudi untuk terus berkembang dan menjalani perjalanan yang lebih baik bersama inDrive.

Kedua pemenang hadiah utama, kata Ryan, adalah peraih nilai tertinggi berdasarkan jumlah perjalanan dan konsistensi layanan selama program berlangsung.

“Platinum Drivers Giveaway ini lebih dari sekadar kompetisi, tetapi bentuk apresiasi nyata inDrive terhadap peran strategis pengemudi dalam ekosistem transportasi perkotaan,” kata dia.

Program ini menegaskan komitmen untuk terus mendukung produktivitas pengemudi, memperkuat hubungan dengan komunitas lokal, serta menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

inDrive akan terus menghadirkan berbagai program inovatif yang berdampak positif bagi pengemudi di Bandung, sekaligus memperkuat ekosistem transportasi digital di tahun-tahun mendatang.

(LIN)

Mahasiswa dan Dosen UPI Sumbang 14 Medali di SEA Games ke-33

0
SEA Games XXXIII UPI
Nurevani Feraliana, Mahasiswa Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga, angkatan 2023 menjadi atlet paling produktif dengan raihan 3 medali dari cabang Dragon Boat, terdiri atas 1 emas dan 2 perak. (FOTO: DOK. UPI)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memberikan kontribusi prestasi melalui mahasiswa dan dosennya pada The 33rd Southeast Asian Games (SEA Games) Thailand 2025 yang berlangsung pada 9–20 Desember 2025 di Bangkok, Chonburi, dan Songkhla. Dalam ajang olahraga se-Asia Tenggara tersebut, sivitas akademika UPI berhasil menyumbangkan 14 medali bagi kontingen Indonesia dengan rincian 2 medali emas, 5 medali perak, dan 7 medali perunggu. dari tujuh cabang olahraga.

Berdasarkan rekapitulasi resmi, atlet UPI berpartisipasi pada tujuh cabang olahraga SEA Games XXXIII di Thailand. Yakni cabang olahraga rowing, dragon boat, baseball 5, squash, futsal putri, hockey, dan polo air.

BACA JUGA: Kota Bandung Raih Juara Umum Kejurda Modern Pentathlon Jabar Tahun 2025

Sebanyak 14 sivitas akademika UPI tercatat sebagai peraih medali bagi kontingen Indonesia pada ajang SEA Games XXXIII tahun 2025. Yang terdiri atas 13 mahasiswa dan 1 orang dosen.

Perolehan medali tertinggi disumbangkan cabang olahraga hockey dengan total raihan 1 medali perak dan 3 perunggu. Disusul dragon boat dengan 1 medali emas dan 2 perak, lalu rowing sebanyak 1 emas dan 1 perunggu, squash menyumbang 2 medali perunggu, baseball 5 dan futsal putri masing masing 1 perak, dan polo air menyumbang 1 perunggu.

SEA Games XXXIII UPI
Rendi Setia Maulana (kanan), Mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga angkatan 2021, emas cabang Rowing, Men’s Double Sculls. (FOTO: DOK. UPI)

Secara individu, Nurevani Feraliana menjadi atlet paling produktif dengan raihan 3 medali dari cabang Dragon Boat terdiri atas 1 emas dan 2 perak. Atlet lainnya, Salma Maulani juga mencatatkan prestasi multi-medali dari cabang hockey dengan 1 perak dan 1 perunggu.

Selain atlet penerima medali, UPI juga berkontribusi melalui peran dosen sebagai pelatih dan ofisial. Di antaranya Prof. Dr. Yunyun Yudiana, M.Pd. (ofisial), Prof. Dr. Dik Dik Jafar Sidik, M.Pd. (pelatih angkat besi), Dr. Dede Rohmat Nurjaya, M.Pd. (pelatih dayung), Dr. Ira Purnamasari, M.Pd. (pelatih judo), Dr. Asep Sumpena, M.Pd. (pelatih taekwondo), serta Kuston Sultoni, S.Si., M.Pd., Ph.D. dan Ivan Firdaus, M.Pd. sebagai pelatih gateball.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis UPI, Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi para atlet UPI. Capaian prestasi yang diraih sivitas akademika UPI tidak hanya mengharumkan nama Indonesia, tetapi juga menunjukkan jika mahasiswa UPI mampu bersaing dan unggul di level internasional

“UPI secara konsisten memberikan dukungan kepada mahasiswa berprestasi, termasuk dalam bentuk penghargaan akademik, konversi poin, maupun pengurangan beban SKS. Mahasiswa berprestasi tentu layak mendapatkan apresiasi. Harapannya, prestasi seperti ini terus kita akomodasi dan kembangkan. Selamat, kami sangat bangga. Kalian adalah pahlawan UPI,” kata Prof. Yudi.

SEA Games XXXIII UPI
Fitri Sundari, Mahasiswi jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga angkatan 2020 dan Fitri Rosdiana, Dosen Kepelatihan Fisik Olahraga mendapat medali perak cabor futsal putri. (FOTO: DOK. UPI)

Capaian yang diraih di ajang SEA Games XXXIII, lanjut Yudi, menegaskan konsistensi UPI sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen kuat dalam sinergitas pendidikan tinggi dan prestasi internasional. UPI berkomitmen kuat dalam pembinaan prestasi olahraga mahasiswa melalui integrasi pendidikan akademik, kepelatihan berbasis sains, serta dukungan institusional yang berkelanjutan.

“Keberhasilan ini sekaligus mencerminkan sinergi antara pendidikan tinggi dan pembinaan atlet nasional serta membuktikan bahwa mahasiswa UPI mampu berprestasi tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga di panggung kompetisi olahraga internasional,” Prof. Yudi menegaskan.

(ageng)

Pengelolaan Sampah Diperkuat, Pemkot Bandung Siapkan 1.597 Petugas Gas Lah

0
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Bandung memperkuat sistem pengelolaan sampah dengan menyiapkan ribuan petugas Gerakan Sadar Lingkungan dan Kebersihan (Gas Lah) yang akan mulai bertugas pada Januari 2026. Upaya ini dilakukan untuk menekan volume sampah Kota Bandung yang saat ini mencapai sekitar 980 ton per hari.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto, mengatakan bahwa keberadaan petugas Gas Lah menjadi komponen penting dalam sistem pengolahan sampah, terutama pada tahap pemilahan di tingkat wilayah.

Baca Juga: Libur Nataru, Pemkot Bandung Fokus Benahi 17 Ruas Jalan Padat Wisatawan

“Januari nanti kita akan merealisasikan petugas pemilah sampah atau Gas Lah. Pemilah adalah bagian dari pengolahan sampah. Dari total 980 ton sampah per hari, kita masih bisa menanganinya dengan mekanisme di TPA Sarimukti,” ujar Darto, Senin (22/12/2025).

Ia menjelaskan, petugas Gas Lah akan berada di bawah koordinasi camat dan lurah. Aparat kewilayahan tersebut akan menentukan area kerja petugas serta membuka ruang partisipasi bagi warga yang ingin turut terlibat dalam kegiatan pemilahan sampah.

“Gas Lah berada di bawah kendali camat dan lurah. Mereka yang menentukan lokasi kerja petugas sekaligus mengakomodir warga yang terlibat,” jelasnya.

Selain keberadaan Gas Lah, seluruh kelurahan di Kota Bandung telah memiliki petugas pendamping Kawasan Bebas Sampah (KBS). Mereka bertugas membantu proses pengolahan sampah, khususnya sampah organik, di tingkat masyarakat.

Pada 2026, DLH menargetkan merekrut 1.597 petugas Gas Lah. Proses rekrutmen secara daring.

“Rekrutmen secara online, lalu melalui verifikasi dan validasi dari camat dan lurah. Kinerja para petugas nantinya akan dipantau melalui dashboard aplikasi,” tambah Darto.

Ia berharap program Gas Lah mampu memperkuat pengelolaan sampah mulai dari tingkat kelurahan hingga mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Dengan langkah ini, harapannya pengelolaan sampah di tingkat kelurahan semakin optimal dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Libur Nataru, Pemkot Bandung Fokus Benahi 17 Ruas Jalan Padat Wisatawan

0
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Balai Kota Bandung Senin (22/12/2025)
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Balai Kota Bandung Senin (22/12/2025)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan langkah khusus untuk menghadapi lonjakan mobilitas warga dan wisatawan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan bahwa pihaknya akan memberikan perhatian ekstra pada 17 ruas jalan yang diprediksi menjadi titik paling padat saat libur panjang.

Farhan menegaskan bahwa penanganan Nataru tidak hanya fokus pada pengaturan lalu lintas. Pemkot Bandung juga memperkuat aspek kenyamanan dan estetika kota agar wisatawan maupun warga tetap merasa aman dan betah berada di Bandung.

Baca Juga: Wings Air Resmi Terbang Semarang–Bandung, Konektivitas Udara Bandung Makin Kuat

“Di 17 ruas jalan yang paling padat dan tinggi kunjungannya, terutama oleh wisatawan, kami berikan perhatian lebih. Ini bagian dari upaya beautifikasi Kota Bandung,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (22/12/2025).

Ia menjelaskan, ada empat aspek utama yang menjadi prioritas selama masa libur Nataru: kebersihan lingkungan, kondisi infrastruktur jalan, penerangan dan pengendalian lalu lintas, serta keindahan kota. Elemen tersebut meliputi perawatan taman, pepohonan, hingga pemeliharaan fasilitas publik.

“Yang paling penting tetap keamanan dan kenyamanan masyarakat,” tegasnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemkot Bandung menyiapkan penjagaan khusus pada beberapa titik strategis. Farhan mengakui bahwa aktivitas masyarakat dan volume kendaraan meningkat cukup signifikan menjelang libur panjang.

“Pengamanan ekstra, petugas kebersihan ekstra, semuanya ekstra. Sejak Jumat malam saya keliling, dan terlihat jalan-jalan sangat ramai,” ungkapnya.

Peningkatan Kunjungan Wisatawan

Farhan memperkirakan jumlah wisatawan yang datang ke Bandung dalam dua bulan terakhir mencapai sekitar satu juta orang per bulan. Angka ini dinilai meningkat dibandingkan periode sebelumnya.

“Kelihatannya naik dibanding tahun lalu,” ujarnya.

Untuk mengukur dampak ekonomi dari peningkatan aktivitas tersebut, Pemkot Bandung bersama Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan penghitungan ulang pada akhir Desember. Evaluasi ini mencakup efek berbagai event dan kebijakan, termasuk dibukanya kembali Bandung sebagai destinasi wisata utama.

“Nanti bersama BPS kita hitung ulang dampak ekonomi dari berbagai event dan peningkatan wisatawan. Karena setiap kenaikan kunjungan pasti ada konsekuensi yang harus dipikul,” tutupnya.

(Yusuf Mugni)