spot_imgspot_img
Senin 4 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 455

18 Orang Tidak Lolos PPPK Paruh Waktu, Begini Kata BKPSDM Kabupaten Ciamis

0
pppk paruh waktu@fokusjabar.id
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya saat menyerahkan SK PPPK paruh waktu.(foto; Husen Maharaja/fokusjabar.id)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Terkait ada 18 orang yang tidak lolos sebagai PPPK paruh waktu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Kabupaten Ciamis Ai Rusli Suargi menyampaikan bahwa karena tidak memenuhi persyaratan.

“Gagal di lantik, karena memang tidak memenuhi persyaratan, ada yang tidak aktif dan batas usia tidak memenuhi syarat,” ungkap Ai Rusli Suargi. Selasa (23/12/2025).

Ai juga menjelaskan, bahwa ribuan PPPK paruh waktu yang hari ini di lantik Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya tentu telah lolos adminitrasi sesuai peraturan Undang-undang yang berlaku. Sehingga langsung di berikan Surat Keputusan (SK) pengangkatan.

Baca Juga: Kado Akhir Tahun, Bupati Ciamis Lantik 3554 PPPK Paruh Waktu 

“Salah satu persyaratannya adalah mereka telah mengabdi sekurang kurangnya dua tahun secara berturut turut di instansi Pemerintah,”ucapnya.

Salah seorang PPPK paruh waktu, Nunung Suryati seusai di lantik Bupati Ciamis, mengaku sangat bahagia telah menerima SK pengangkatan.

Baca Juga: Siswa SMPN 2 Ciamis Tewas Mengenaskan di Jalan Sudirman

“Selama puluhan tahun mengabdi sebagai pendidik di sekolah dasar. Alhamdulillah saya bersyukur hari ini telah di angkat sebagai PPPK paruh waktu,” ucapnya.

Selain itu, setelah menjadi PPPK paruh waktu, Nunung juga berharap bisa di angkat sebagai PPPK penuh waktu.

“Keinginan ini bukan hanya saya tapi semua juga menginginkan di angkat sebagai P3K penuh waktu,” pungkasnya.

(Husen Maharaja) 

Kado Akhir Tahun, Bupati Ciamis Lantik 3554 PPPK Paruh Waktu 

0
Bupati ciamis, paruh waktu@fokusjabar.id
Bupati Ciamis, Dr. H Herdiat Sunarya ketika foto bersama PPPK Paruh Waktu di Stadion Galuh.(foto; Nank Irawan/fokusjabar.id)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Jelang akhir tahun 2025, Bupati Ciamis, Dr. H Herdiat Sunarya memberikan kado spesial dengan di lantiknya 3554 orang. Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Tahun 2025 di Stadion Galuh Ciamis, Selasa (23/12/2025). 

Pelantikan tersebut bukan sekedar menjadi seremoni pengangkatan aparatur sipil negara. Tetapi juga momentum penguatan nilai etika, disiplin, dan keteladanan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Ciamis. 

Pelantikan kali ini juga mencatat sejarah tersendiri karena untuk pertama kalinya di gelar di Stadion Galuh Ciamis. 

Baca Juga: Polres Ciamis Amankan Ribuan Botol Miras di Sindangrasa

‎Bupati yang memimpin langsung prosesi pelantikan menegaskan, bahwa pengangkatan sebagai PPPK. Merupakan amanah besar yang harus dijawab dengan pengabdian tulus kepada masyarakat. ‎

Menurutnya, status paruh waktu atau penuh bukanlah tolok ukur utama kualitas ASN. Namun terpenting adalah komitmen dalam memberikan pelayanan publik yang profesional dan berintegritas. 

“Paling utama itu pengabdian. Jangan sampai masyarakat merasa tidak terlayani dengan baik. ASN hadir untuk melayani, bukan untuk dilayani,” tegas Bupati Herdiat. 

‎Selain soal kinerja, Bupati juga menyoroti pentingnya disiplin yang tumbuh dari kesadaran pribadi. Bukan karena rasa takut terhadap sanksi.

‎Herdiat juga mengingatkan bahwa sikap, etika, dan penampilan ASN merupakan cerminan langsung dari wajah pelayanan pemerintah daerah.

Jaga Keharmonisan Keluarga

‎Dalam kesempatan itu, Bupati Herdiat turut mengingatkan para PPPK untuk menjaga keharmonisan keluarga.

Baca Juga: Keren! Pemkab Ciamis Terbitkan SE Keselamatan Wisatawan

‎Selain itu, dia juga menilai stabilitas rumah tangga berpengaruh besar terhadap kinerja dan etos kerja ASN. Terutama di tengah meningkatnya angka perceraian di kalangan aparatur sipil negara. 

‎‎“Jaga rumah tangga, saling menghormati, jangan mudah mengambil keputusan yang merugikan diri sendiri dan keluarga,” ungkapnya. 

Bupati Herdiat mengaku jarang mengizinkan stadion di gunakan di luar kegiatan olahraga. Namun saat ini dia memberikan dispensasi khusus sebagai bentuk penghargaan. Atas perjuangan panjang para peserta PPPK yang telah menanti pengangkatan selama bertahun-tahun.

‎Bupati Herdiat juga mengajak seluruh PPPK untuk bekerja lebih efisien dan penuh tanggung jawab. Mengingat kondisi keuangan daerah yang sedang mengalami tekanan.

‎‎“Pengabdian harus menjadi niat utama. Soal rezeki, serahkan kepada Allah SWT,” pungkasnya.

(Nank Irawan) 

Pungli Parkir di Braga, Dishub Kota Bandung Perkuat Pengawasan

0
pungli parkir braga@fokusjabar.id
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi.(foto; Yusuf Mugni/fokusjabar.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menindaklanjuti beredarnya video dugaan pungutan liar (pungli) parkir di kawasan Jalan Braga yang viral di media sosial.

Dinas Perhubungan Kota Bandung memastikan telah melakukan pengecekan lapangan serta penertiban guna menjaga ketertiban dan kenyamanan di kawasan wisata unggulan Kota Bandung tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan respons Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang turut menyoroti persoalan parkir di kawasan Braga.

Baca Juga: Libur Nataru, Pemkot Bandung Fokus Benahi 17 Ruas Jalan Padat Wisatawan

“Pemkot Bandung mengucapkan terima kasih atas perhatian Bapak Gubernur Jawa Barat. Masukan tersebut menjadi pengingat sekaligus penguat bagi kami untuk terus berbenah dan memastikan pelayanan publik berjalan sesuai aturan,” kata Rasdian Selasa (23/12/2025).

Rasdian menjelaskan, berdasarkan penelusuran awal, kejadian dalam video tersebut terjadinya di ketahui sekitar satu bulan lalu. Meski demikian, Dinas Perhubungan Kota Bandung tetap memproses dan menindaklanjuti pengaduan sesuai kewenangan yang ada.

Ia memastikan Dinas Perhubungan telah meminta jajaran terkait untuk melakukan pengecekan di lapangan, termasuk memastikan keberadaan juru parkir resmi serta kepatuhan terhadap ketentuan tarif dan mekanisme parkir.

“Kami menindaklanjuti setiap aduan masyarakat. Petugas di lapangan akan melakukan pengecekan dan penertiban apabila di temukan pelanggaran, termasuk dugaan praktik pungli parkir,” katanya.

Rasdian kembali mengingatkan masyarakat terkait ketentuan parkir di Kota Bandung. Apabila juru parkir tidak memberikan karcis parkir resmi, maka masyarakat tidak di kenakan biaya parkir atau gratis.

“Karcis parkir resmi merupakan bukti legalitas dan dasar penarikan retribusi. Jika tidak di berikan karcis, maka parkir tersebut tidak di pungut biaya,”ucapnya.

Lebih lanjut Rasdian mengatakan, Pemkot Bandung berkomitmen meningkatkan pengawasan dan penataan perparkiran, khususnya di kawasan wisata, guna menciptakan rasa aman dan nyaman bagi warga maupun wisatawan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan dugaan pungli parkir melalui kanal pengaduan resmi Pemkot Bandung agar dapat segera di tindaklanjuti.

Kejadian Pungli Parkir

Sementara itu, Koordinator Lapangan Bidang Operasional sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Seksi Ketertiban Dinas Perhubungan Kota Bandung, Ulloh Abdulloh, menjelaskan kejadian dugaan pungli parkir tersebut terjadi pada malam hari, 25 November lalu, dan pihaknya telah menangani bersama Polsek Sumur Bandung.

“Untuk kejadian yang viral di Braga itu sebenarnya sudah di tangani. Pada saat kejadian, kami langsung berkoordinasi dengan kepolisian, termasuk dengan Kanit Lantas. Penanganan terhadap parkir maupun juru parkir yang bersangkutan di lakukan oleh pihak kepolisian,” ujarnya.

Baca Juga: Wings Air Resmi Terbang Semarang–Bandung, Konektivitas Udara Bandung Makin Kuat

Ulloh mengatakan, lokasi kejadian bukan merupakan titik parkir resmi dan tidak masuk dalam area pengelolaan parkir yang memiliki setoran kepada pemerintah daerah.

“Di lokasi tersebut tidak ada titik parkir resmi, sehingga tidak ada setoran ke pemerintah. Karena itu, potensi munculnya juru parkir tidak bertanggung jawab bisa terjadi, terutama pada malam hari,” katanya.

Oleh karna itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat memarkirkan kendaraan, khususnya di kawasan wisata dan pada jam malam.

“Kami mengimbau pengemudi memperhatikan apakah terdapat marka parkir atau rambu yang memperbolehkan parkir. Jangan sembarangan parkir karena bisa di manfaatkan oleh oknum jukir tidak bertanggung jawab,” jelasnya.

Terkait upaya pencegahan, Dinas Perhubungan Kota Bandung telah melakukan penataan di lokasi kejadian dengan memasang water barrier.

“Pada saat itu, kami memasang water barrier untuk mencegah kendaraan parkir di lokasi tersebut, sesuai arahan Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung,”ucapnya.

(Yusuf Mugni)

Rekomendasi Jenis dan Cara Merawat Ikan Koi

0
Ikan Koi fokusjabar.id
Ikan Koi (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Ikan Koi merupakan salah satu jenis ikan hias yang populer dan sering di pelihara di kolam atau akuarium.

Ikan Koi yang bagus memiliki bentuk badan proporsional, warna solid dan menyala, pola yang rapi dan simetris tanpa pecah serta gerakan lincah dan sehat tanpa cacat fisik.

BACA JUGA:

Dusun Cigebot Ciamis Bakal Dijadikan Kampung Ikan Koi

Varietas populer yang sering di cari antara lain, Kohaku (putih-merah), Taisho Sanke (putih-merah-hitam), Showa (hitam-merah-putih) dan Tancho (putih dengan bintik merah di kepala).

Berikut beberapa jenis yang biasa di pelihara:

  1. Koi Tancho

Koi Tancho memiliki ciri khas bercak merah yang terletak di bagian kepala.

Ikan Koi
Tancho (foto: web)

Bercak merah tersebut seperti bunga Sakura yang indah dan menjadi daya tarik tersendiri.

2. Koi Chagoi

Koi Chagoi memiliki warna cokelat keemasan yang menawan. Ikan ini juga di kenal dengan sifatnya yang ramah. Sehingga cocok di pelihara bersama ikan koi lainnya.

3. Koi Showa

Koi Showa memiliki kombinasi warna hitam, putih dan merah yang kontras. Pola warnanya yang mencolok membuat ikan ini sangat menarik perhatian.

4. Koi Slayer

Koi Slayer memiliki pola warna yang mirip dengan Koi Showa. Namun dengan tambahan bercak warna oranye atau kuning yang menambah keunikannya.

5. Koi Sanke

Koi Sanke memiliki kombinasi warna putih, hitam dan merah. Pola warnanya terlihat lebih sederhana di bandingkan dengan Koi Showa. Namun tetap menarik perhatian.

Ikan Koi fokusjabar.id
foto: web

6. Koi Kohaku

Koi Kohaku merupakan jenis koi yang paling populer dan banyak di pelihara. Ikan ini memiliki warna putih dengan pola bercak merah yang terlihat elegan.

7. Koi Ochiba

Koi Ochiba memiliki warna dasar abu-abu dengan pola bercak cokelat atau kuning.

BACA JUGA:

Hartono Soekwanto: Yellow Monkey Bakal Dominasi Pasar Koi Global di 2025

Warna yang unik tersebut membuat ikan ini terlihat seperti sedang berenang di bawah daun-daun kering.

8. Koi Shiro Utsuri

Koi Shiro Utsuri memiliki warna dasar hitam dengan pola bercak putih yang mencolok. Kontras warnanya membuatnya menjadi salah satu jenis koi yang menarik perhatian.

BACA JUGA:

AmPlus Gandeng BUMDes di Cipaku Budidaya Ikan Koi

  1. Koi Ki Utsuri

Koi Ki Utsuri memiliki warna dasar hitam dengan pola bercak kuning yang mencolok. Keunikan warna kuning ini membuat ikan ini terlihat sangat eksotis.

  1. Koi Hi Utsuri

Koi Hi Utsuri memiliki warna dasar hitam dengan pola bercak merah yang mencolok. Kombinasi warna hitam dan merah ini menciptakan tampilan yang kontras dan menarik.

  1. Koi Kumonryu

Koi Kumonryu memiliki warna hitam dan putih yang berubah-ubah sesuai dengan musim. Ikan ini sering di sebut juga sebagai “ikan naga” karena pola warnanya yang unik.

  1. Koi Shusui

Koi Shusui memiliki warna biru cerah dengan pola sisik merah di sepanjang punggungnya. Kombinasi warna yang kontras membuatnya terlihat menarik dan eksotis.

  1. Koi Ogon

Koi Ogon memiliki warna dasar emas atau perak yang mencolok. Ikan ini terlihat sangat mewah dan elegan.

  1. Koi Goromo

Koi Goromo memiliki warna dasar putih dengan pola bercak merah dan hitam yang menyebar di tubuhnya. Pola yang unik ini membuatnya menjadi salah satu jenis koi yang di minati.

  1. Koi Asagi

Koi Asagi memiliki warna dasar biru keperakan dengan pola sisik merah di bagian atas tubuhnya. Keindahan warna biru pada ikan ini sangat menarik perhatian.

  1. Aka Matsuba

Ikan koi Aka Matsuba masih satu jenis dengan Shiro Matsuba. Pembedanya, terletak pada warna.

Ikan Aka Matsuba memiliki warna merah sementara Shiro Matsuba berwarna putih.

Ikan koi jenis Aka Matsuba juga memiliki motif jaring warna hitam di bagian punggunnya yang membuatnya cukup mudah di kenali.

Jika ingin memiliki Aka Matsuba, pastikan bahwa motif jaring pada punggung ikan merupakan motif alami.

  1. Yamabuki Ogon

Yamabuki Ogon adalah salah satu jenis ikan koi dari keluarga Ogon. Berbeda dengan Ogon biasa yang memiliki warna kuning emas dan putih.

Yamabuki Ogon memiliki warna metalik kuning emas pada tubuhnya.

  1. Kinginrin

Sekilas, ikan koi satu ini sangat mirip dengan ikan mas. Apalagi dengan corak warna kuning keemasan yang menjadi ciri khas ikan mas.

Namun, ikan satu ini ternyata termasuk varian ikan koi dari hasil persilangan.

  1. Ikan Koi Goshiki

Ikan Koi Goshiki merupakan hasil perkawinan silang antara Kohaku dan Asagi.

Goshiki sendiri artinya ‘5 warna’ yang menjadi ciri khasnya. Warna pada Goshiki, hitam, biru, merah, putih dan perak atau abu-abu.

  1. Ikan Koi Hariwake

Jenis ikan koi Hariwake mungkin memiliki tampilan paling mewah dan menawan.

Hariwake memiliki corak warna kuning emas dan putih perak permata yang berkilau. Tidak hanya pada corak tubuhnya namun juga memiliki tampilan menarik pada kelopak matanya.

Di mana satu kelopak mata berwarna kuning emas dan satu lagi putih. Tentu perpaduan warna tersebut membuat ikan koi ini menjadi premium.

BACA JUGA:

Kisah Shiro Hartono Soekwanto, Koi Ginrin yang Bersinar Lewat Konsistensi dan Kualitas

Merawat ikan koi membutuhkan perhatian dan pengetahuan yang tepat agar ikan tetap sehat dan indah.

Berikut beberapa cara merawatnya:

  1. Kualitas Air yang Baik

Pastikan air dalam kolam atau akuarium memiliki kualitas yang baik. Monitor secara teratur suhu air, pH dan tingkat amoniak.

BACA JUGA:

Tepis Isu Pencemaran, SPPG Banjarhara Pangandaran Klaim Mesin IPAL Mampu Filterisasi Bakteri dan Bau

Bersihkan dan ganti air secara berkala untuk menjaga kebersihan.

  1. Pemberian Makanan yang Seimbang

Beri makan ikan koi dengan pakan yang berkualitas dan seimbang. Pilih pakan yang mengandung nutrisi lengkap. Seperti protein, lemak, karbohidrat dan vitamin.

Jangan memberi makanan berlebihan agar tidak menyebabkan masalah pencernaan.

  1. Jaga Kebersihan Kolam atau Akuarium

Membersihkan kolam atau akuarium secara rutin sangat penting untuk menjaga kebersihan ikan koi.

Bersihkan sisa makanan yang tidak di makan, serangga mati dan kotoran lainnya.

Gunakan alat penyaring dan pompa air untuk menjaga sirkulasi yang baik.

  1. Lindungi dari Predator

Pastikan kolam atau akuarium terlindungi dari predator (burung dan kucing).

Gunakan jaring atau penutup yang kokoh untuk mencegah serangan.

  1. Jaga Suhu yang Stabil

Ikan koi membutuhkan suhu yang stabil untuk tumbuh dengan baik. Gunakan pemanas atau pendingin air jika di perlukan. Tergantung pada kondisi lingkungan.

  1. Perhatikan Kesehatan Ikan

Perhatikan tanda-tanda penyakit seperti perubahan warna, lesu atau perilaku yang tidak normal.

Jika ada masalah, segera konsultasikan dengan dokter hewan atau ahli ikan koi.

  1. Hindari Stres

Hindari faktor-faktor yang dapat menyebabkan stres. Seperti perubahan suhu yang drastis, kelebihan populasi ikan dalam kolam atau interaksi yang berlebihan dengan manusia.

  1. Pertahankan Kualitas Makanan

Pastikan makanan yang di berikan kepada ikan koi selalu segar dan berkualitas.

Buang makanan yang tidak habis dalam waktu yang tepat untuk menghindari pencemaran air.

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, Anda dapat merawat ikan koi dengan baik dan memastikan kesehatan serta keindahannya tetap terjaga.

Sebagai informasi, di Jepang, koi menjadi semacam simbol cinta dan persahabatan karena merupakan homofon. Dengan kata lain bermakna kasih sayang atau cinta.

BACA JUGA:

Legenda Sanke Hartono Soekwanto, Koi Juara yang Mengubah Peta Persaingan Nasional

Koi adalah sejenis ikan yang termasuk carp amur (Cyprinus rubrofuscus) yang mempunyai ornamen menarik dan jinak.

Sering kali ikan ini di anggap varian dari ikan mas (Cyprinus carpio). Padahal secara genetik keduanya berbeda.

Koi biasanya di pelihara sebagai hiasan dengan tujuan keindahkan dan keberuntungan.

(Bambang Fouristian/berbagai sumber)

Rentetan Kasus Keracunan Jadi Alarm MBG, Netty Prasetiyani Desak BGN Tutup SPPG Bermasalah

0
MBG
Anggota DPRD RI Netty Prasetyani Kritik Pendekatan Kuantitatif dalam kasus keracunan MBG (LIN)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah sejumlah kasus keracunan makanan terjadi sepanjang 2025.

Rentetan insiden tersebut menjadi peringatan keras bahwa tata kelola MBG masih menyimpan persoalan serius yang tak bisa ditutupi dengan data statistik semata.

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Heryawan, menegaskan Badan Gizi Nasional (BGN) harus menjadikan kasus-kasus tersebut sebagai momentum evaluasi total menjelang pelaksanaan MBG pada 2026.

Menurut dia, evaluasi tidak boleh berhenti pada aspek administratif, lebih dari itu harus menyentuh pengawasan lapangan dan penindakan tegas.

BACA JUGA: Puluhan Kapal Nelayan Cilacap Tak Lagi Hiasi Pantai Batu Karas Pangandaran

MBG
Anggota DPR RI Netty Prasetyani soroti Tata kelola MBG (LIN)

“Kasus yang terjadi harus menjadi pijakan bagi BGN untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Tidak cukup hanya evaluasi administrasi, tetapi juga harus ada tahapan penindakan yang nyata,” kata Netty, Selasa (23/12/2025).

BGN, kata Netty, harus berani mengambil langkah tegas jika ditemukan pelanggaran serius dalam pengelolaan MBG. Salah satunya dengan menutup sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti bermasalah demi perbaikan menyeluruh.

“Jika memang ada SPPG yang melakukan kesalahan dan perlu ditutup sementara agar dilakukan pembenahan, maka BGN harus berani melakukannya,” tegas dia.

Netty Kritik Pendekatan Kuantitatif 

Dia juga mengkritik keras pendekatan kuantitatif yang kerap digunakan untuk meremehkan kasus keracunan. Menurut Netty, membandingkan jumlah korban dengan total SPPG secara nasional merupakan cara pandang yang keliru dan berbahaya.

“Kita tidak bisa menolerir pernyataan bahwa karena hanya sedikit, maka dianggap wajar. Satu saja korban dari penyelenggaraan MBG sudah menjadi alarm dan sinyal bahaya bagi tata kelola program ini,” kata dia.

Selain persoalan keamanan pangan, Netty turut menyoroti potensi fraud dalam setiap tahapan pelaksanaan MBG. Mulai dari penentuan lokasi SPPG, pendataan penerima manfaat, hingga distribusi makanan di lapangan.

Netty mengungkap adanya keluhan masyarakat yang kehilangan hak menerima MBG karena didahului atau ‘ditekel’ oleh pihak tertentu.

“Jangan ada fraud. Mulai dari penentuan titik SPPG, penetapan penerima manfaat, distribusi, hingga pengadaan bahan makanan. Semua harus diawasi secara ketat karena akan berdampak langsung pada kualitas MBG,” kata dia.

BACA JUGA:

Program MBG di Jawa Barat Libatkan Petani dan Sekolah

Tidak hanya itu, Netty juga menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia dalam mendukung keberhasilan program. Pelatihan bagi ahli gizi, kepala SPPG, hingga petugas quality control harus dilakukan secara serius dan berstandar tinggi.

Pelatihan tidak hanya menyangkut pemahaman gizi, tetapi juga proses pengolahan makanan, pemorsian, hingga pengemasan agar sesuai standar keamanan pangan.

“BGN perlu bekerja sama dengan berbagai pihak agar kualitas MBG benar-benar terjaga dari hulu ke hilir,” kata Netty menambahkan.

Pihaknya mendorong keterlibatan aparat penegak hukum dalam pengawasan MBG. Langkah ini dinilai krusial mengingat besarnya anggaran negara yang digelontorkan untuk program tersebut.

“Pengawasan hukum diperlukan agar tidak terjadi penyimpangan anggaran. Harapannya, MBG benar-benar mencapai tujuan utamanya, yakni meningkatkan gizi masyarakat, membuka lapangan kerja, serta menggerakkan ekonomi di tingkat lokal,” kata dia.

Terkait rencana Kepala BGN Dadan Hindayana yang tetap ingin menjalankan MBG selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Netty meminta kebijakan tersebut dikaji dengan sangat hati-hati. Menurut dia, pelaksanaan MBG di masa libur berpotensi menimbulkan persoalan teknis hingga pemborosan anggaran.

Menurut Netty, harus ada kesepakatan yang jelas antara SPPG, pihak sekolah, dan orang tua sebelum kebijakan tersebut ditetapkan. Pasalnya, pelaksanaan MBG saat libur menuntut kehadiran siswa dan guru ke sekolah.

“Jangan sampai makanan sudah disiapkan, tetapi tidak diambil karena siswa dan keluarganya sedang bepergian. Ini perlu kehati-hatian dalam menetapkan kebijakan,” kata dia.

(LIN)

Strategi BKD Garut Jamin Profesionalisme ASN Pascapilkada

0
bkd garut fokusjabar.id
Pejabat adminstrator memgikuti uji kompetensi teknis di lingkungan Pemkab Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Menutup tahun anggaran 2025, Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Garut menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas birokrasi pascapilkada serta menyiapkan transformasi Sumber Daya Manusia (SDM) berbasis digital untuk tahun mendatang.

Kepala BKD Kabupaten Garut, Kristanti Wahyuni menekankan bahwa netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap menjadi prioritas utama.

Hal itu untuk menjamin pelayanan publik yang profesional dan bebas dari intervensi politik.

BACA JUGA: Pemkab Garut Percepat Pembangunan Jembatan Cibera di Cigaronggong

Menyikapi transisi kepemimpinan daerah, BKD Garut telah menyusun kerangka pengawasan ketat.

Kristanti menjelaskan, netralitas ASN merupakan amanat UU No20 Tahun 2023. Di mana setiap pegawai di larang berpihak pada kepentingan di luar bangsa dan negara.

“Kami memastikan fokus kerja ASN tidak beralih ke kepentingan politik melalui penilaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang terukur dan berorientasi hasil,” ungkap Kristanti kepada FOKUSJabar, Selasa (23/12/2025).

Selain itu, manajemen mutasi dan rotasi kini di lakukan murni berdasarkan kompetensi untuk menghapus kekhawatiran adanya praktik “balas jasa” politik.

bkd fokusjabar.id
Kepala BKD Garut, Kristanti Wahyuni

Beberapa langkah konkret yang telah di jalankan, sosialisasi masif dan penandatanganan kembali Pakta Integritas, penegakan disiplin sesuai PP No94 Tahun 2021 dan Perbup Garut No51 Tahun 2024 serta kolaborasi dengan Bawaslu untuk menindaklanjuti setiap laporan pelanggaran netralitas.

Menatap tahun 2026, BKD Garut akan mengadopsi pendekatan Corporate University dalam pengembangan kompetensi ASN.

Langkah tersebut di ambil untuk merespons kemajuan teknologi dan tuntutan masyarakat terkait pelayanan publik yang lebih cepat.

“Fokus kami di 2026 di awali dengan pemetaan talenta melalui uji kompetensi yang menjadi dasar penyusunan Human Capital Development Plan (HCDP),” jelas Kristanti.

BACA JUGA:

Bupati Garut: Pantai Rancabuaya Aman

Program ini mencakup pendidikan, magang hingga sertifikasi bagi ASN yang memiliki kelebihan kompetensi untuk menjadi mentor bagi rekan sejawatnya.

Dalam hal promosi dan mutasi, BKD Garut menjamin proses yang transparan melalui Sistem Merit.

Kristanti menegaskan, penggunaan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian membuat seluruh data terekam secara digital dan dapat di lacak (traceable).

BACA JUGA:

Strategi Pemkab Garut Tekan Angka Kemiskinan Menuju Kemandirian Ekonomi

Khusus untuk pengisian jabatan struktural Eselon 2, BKD melibatkan tim penguji independen serta wajib mendapatkan rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Dengan langkah-langkah ini, kami ingin memastikan bahwa transisi kepemimpinan tidak menggangu tata kelola pemerintahan yang bersih dan tetap berorientasi sepenuhnya pada pelayanan masyarakat,” tutupnya.

(Y.A. Supianto)

Puluhan Kapal Nelayan Cilacap Tak Lagi Hiasi Pantai Batu Karas Pangandaran

0
goa kabuyutan pangandaran@fokusjabar.id
Pantai batu karas Pangandaran.(foto; Yud's/fokusjabar.id)

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Karena ada badai laut beberapa hari sebelumnya, kapal-kapal nelayan asal Cilacap yang bersandar kini tak lagi menghiasi pantai batu karas Pangandaran. Dan mereka telah kembali bisa melaut dan pulang ke tempat asalnya karena cuaca sudah membaik.

“Mereka sudah kembali lagi melaut dan pulang ke tempat asalnya, hampir seminggu cuaca ekstrim dan ada badai laut,” ungkap Hadli (58) nelayan asal Desa Batu Karas Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Selasa (23/12/2025).

Hadli melanjutkan, bahwa dalam waktu seminggu terakhir cuaca di laut memang sedang tidak baik karena adanya badai. Sehingga kapal-kapal nelayan dari luar batu karas Pangandaran bersandar ke tempat terdekat.

Baca Juga: Hati-hati! Menuju Pantai Batu Karas Pangandaran, Jalannya Berlubang

“Tidak hanya dari Cilacap, nelayan asal Jakarta juga bersandar di batu karas. Karena memang cuaca ekstrim dan badai laut mereka hampir seminggu ada di sini tidak bisa pulang,” jelasnya.

Para nelayan tersebut, lanjut dia, selain menghindari badai laut, dan untuk mencukupi kebutuhan selama melaut, mereka berbelanja pembekalan bahan pokon di batu karas.

pantai batu karas@fokusjabar.id
Sebelumnya kapal-kapal nelayan asal Cilacap terlihat bersandar di pantai batu karas Pangandran.(foto;Yud’s/fokusjabar.id)

“Kapal mereka cukup besar, karena memang untuk mencari ikan di laut selama berhari-hari. Dan kemarin saya berbincang sama mereka, ternyata di kapalnya sudah banyak tangkapan ikan,” tuturnya.

Baca Juga: Sadati Home Stay Tempat Istirahat Rekomended di Pantai Batu Karas Pangandaran

Suka Duka Nelayan

Walaupun sudah banyak tangkapan ikan, kata dia, mereka tidak bisa kembali ke tempat asalnya. Karena masalahnya ada badai laut akhirnya bersandar hampir seminggu di pantai batu karas.

“Memang inilah suka duka menjadi nelayan, kalau cuaca bagus dan harinya baik tangkapan ikan pun bagus. Tetapi kalau cuacanya sedak tidak baik-baik saja berarti tidak bisa melaut, dan tentunya tak dapat hasil,” ucapnya.

Pantauan FOKUSJabar.id, tidak hanya di pantai batu karas, puluhan kapal nelayan yang bersandar karena menghindari badai laut, nampak di pantai timur Pangandaran.

“Iya benar, tidak hanya di pantai batu karas, kapal-kapal nelayan ada juga yang bersandar di pantai timur pangandaran. Jadi mereka ini saat melaut mencari tempat terdekat,” pungkasnya.

(Yud’s)