spot_imgspot_img
Senin 4 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 449

Sampah jadi Sorotan, Pemkot Bandung Minta Tambahan Anggaran Rp96 M

0
Pemkot Bandung fokusjabar.id
Mesin Olahan Runtah (Motah) di Kelurahan Kacapiring Kec.Batununggal Kota Bandung

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Persoalan sampah dan kebersihan menjadi perhatian utama Pemkot Bandung dalam penyusunan RAPBD 2026 menyusul evaluasi Gubernur Jawa Barat yang menyoroti masih lemahnya sistem pengelolaan sampah.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, Gubernur Jawa Barat memberikan perhatian khusus terhadap kebersihan Kota Bandung. Termasuk penguatan SDM dan sarana pendukung pengelolaan sampah.

BACA JUGA:

Sidang Praperadilan Wawalkot Bandung Ditunda, Kuasa Hukum Siapkan 7 Poin Materi

“Dalam evaluasi RAPBD 2026, salah satu yang menjadi sorotan Pak Gubernur adalah kebersihan kota. Penekanannya diarahkan pada penambahan jumlah penyapu jalan agar cakupan wilayah yang dibersihkan bisa lebih luas,” kata Farhan, Rabu (24/12/2025).

Farhan menyebut, saat ini jumlah penyapu jalan di Kota Bandung sekitar 800 orang dan baru mampu menjangkau sekitar 52 persen ruas jalan.

Selain itu, sebagian besar kegiatan penyapuan masih dilakukan dalam satu shift. Sehingga kebersihan jalan kerap tidak bertahan lama.

“Ke depan harapannya jumlah penyapu jalan bisa bertambah. Sehingga penyapuan tidak hanya satu shift tapi bisa dua bahkan tiga shift terutama di pusat kota. Dengan begitu, kebersihan bisa terjaga sepanjang hari,” katanya.

Selain kebersihan jalan, Pemkot Bandung juga menaruh perhatian besar pada penguatan sistem pengolahan sampah.

BACA JUGA:

Angkot Libur 2 Hari, Pemkot Bandung Pusing untuk Kompensasi

Farhan menyebut, dari sisi armada pengangkutan dan alat berat kondisi Kota Bandung dinilai cukup memadai. Namun, kemampuan pengolahan sampah masih perlu ditingkatkan.

“Pengangkutan sudah cukup mumpuni. Hal yang masih kurang adalah pengolahan sampah. Sehingga perlu penambahan mesin-mesin pengolahan,” ucapnya.

Untuk mendukung upaya tersebut, DLH Kota Bandung mengusulkan penambahan anggaran sebesar Rp96 milyar pada 2026.

Anggaran itu mencakup penambahan petugas penyapu jalan, pengadaan mesin pengolahan atau pemusnah sampah serta penguatan pengelolaan sampah di tingkat kewilayahan.

BACA JUGA:

Rentetan Kasus Keracunan Jadi Alarm MBG, Netty Prasetiyani Desak BGN Tutup SPPG Bermasalah

“Penambahan Rp96 milyar ini diluar anggaran eksisting persampahan Rp240 milyar,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Pemkot Bandung juga akan menempatkan petugas pemilah dan pengolah sampah di kecamatan dan kelurahan.

Fokus utamanya adalah pengolahan sampah organik di tingkat RW, dengan jumlah personel yang direncanakan mencapai sekitar 1.597 orang.

Dari sisi teknologi, DLH Kota Bandung merencanakan penambahan mesin pemusnah sampah yang selama ini dikenal sebagai insinerator. Namun, rencana tersebut masih akan dikaji lebih lanjut.

“Masukan dari DLH Provinsi Jawa Barat, tidak hanya mengandalkan insinerator. Alternatif seperti optimalisasi TPS 3R, bank sampah, dan metode RDF juga perlu diaktifkan,” jelasnya.

Dalam anggaran 2026, DLH Kota Bandung telah mengalokasikan sembilan unit mesin pengolahan sampah dan mengusulkan tambahan 16 unit. Sehingga totalnya mencapai sekitar 25 unit.

Jumlah serta metode pengolahannya masih akan dikomunikasikan lebih lanjut dengan pemerintah provinsi.

Saat ini, timbulan sampah di Kota Bandung mencapai sekitar 1.500 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 981 ton masih dibuang ke TPA Sarimukti.

Kemampuan pengolahan yang ada baru sekitar 350 ton per hari. Sehingga masih terdapat selisih sekitar 200 ton.

BACA JUGA:

Pungli Parkir di Braga, Dishub Kota Bandung Perkuat Pengawasan

“Dengan tambahan mesin pengolahan dan penguatan peran petugas pemilah di kewilayahan, diharapkan gap 200 ton ini bisa tertangani. Targetnya, satu petugas mampu mengolah sekitar 25 kilogram sampah per hari. Secara total bisa mengurangi timbulan sampah hingga puluhan ton,” ujarnya.

Farhan menargetkan seluruh fasilitas pengolahan baru dapat terpasang dan beroperasi pada triwulan pertama 2026.

Dengan begitu, April 2026 Kota Bandung diharapkan sudah lebih mandiri dalam mengelola sampah dan potensi darurat sampah dapat dihindari.

Saat ini, seluruh usulan tersebut masih dalam tahap evaluasi gubernur dan penyusunan ulang anggaran.

“Pemkot Bandung juga akan melakukan efisiensi pada sejumlah pos anggaran yang dinilai kurang optimal. Kita fokus pada sektor-sektor prioritas. Termasuk persampahan dan kebersihan kota,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Tampil Apik, Bojan Hodak Puji Eliano Reijnders

0
bojan hodak fokusjabar.id
Bojan Hodak (foto: Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak memberikan pujian kepada Eliano Reijnders yang tampil apik saat menghadapi Bhayangkara FC.

Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung Jawa Barat (Jabar), Minggu (21/12/2025), Eliano Reijnders tampil sebagai gelandang mengisi posisi Marc Klok.

BACA JUGA:

Eliano Reijnders Fokus Latihan

Menurutnya, Eliano Reijnders merupakan pemain yang bisa bermain di berbagai posisi. Kecuali menjadi stoper atau penjaga gawang.

“Mungkin dia bisa bermain sebagai penjaga gawang sekarang, dia belum pernah mencobanya. Tapi dia sedikit terlalu pendek untuk itu. Tapi dia bisa bermain di posisi yang lainnya,” kata Bojan Hodak.

Pelatih asal Kroasia ini menuturkan, kualitas Eliano Reijnders yang dapat bermain di berbagai posisi menjadi alasan skuad Maung Bandung mendatangkannya untuk mengarungi musim 2025/2026.

“Ketika kami mendatangkaannya, dia bisa bermain di semua posisi kecuali stoper dan penjaga gawang,” jelasnya.

Pada pertandingan tersebut, Persib berhasil meraih kemenangan atas Bhayangkara FC dengan skor 2-0 melalui gol yang di cetak oleh Ramon Tanque.

BACA JUGA:

Jadwal Padat, Eliano Reijnders: Tak Masalah

Setelah pertandingan tersebut, skuad Maung Bandung fokus menghadapi laga selanjutnya di kompetisi Super League 2025/2026.

Tim Persib Bandung dijadwalkan akan menghadapi PSM Makassar pada pertandingan kandang kompetisi Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Sabtu (27/12/2025).

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Eliano Reijnders sempat pulang kampung ke Belanda. Kini, Dia sudah bergabung dalam sesi latihan.

Eliano Reijnders mengaku kembali bersemangat setelah rehat sejenak dari kesibukan bermain bola.

BACA JUGA:

Ramon Tanque Cetak Gol Lagi, Bojan Hodak Senang

“Bagus, bagus karena bisa pulang ke Belanda bertemu keluarga saya. Sekarang kami memulai lagi (latihan). Kami mulai melakukan persiapan menghadapi Dewa United,” ungkapnya.

Eliano Reijnders menilai, masa libur yang diberikan coach Bojan Hodak sangat membantu pemulihan fisik para pemain.

(Arif)

Persib Bandung Fokus Hadapi PSM Makasar

0
persib bandung fokusjabar.id
Persib saat latihan (foto: Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Persib Bandung fokus menyiapkan diri menghadapi PSM Makassar pada pertandingan kandang kompetisi Super League 2025/2026, Sabtu (27/12/2025).

Menjelang pertandingan tersebut, Persib Bandung mulai berlatih di Lapangan Pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung Jawa Barat (Jabar), Selasa (23/12/2025).

BACA JUGA:

Ramon Tanque Cetak Gol Lagi, Bojan Hodak Senang

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak membeberkan kondisi anak asuhnya. Menuru Dia, pasukannya dalam kondisi bugar dan antusias mengikuti program latihan.

“Semua bagus, kemenangan adalah recovery yang terbaik,” ungkap Bojan Hodak di Lapangan Pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

“Jadi bagi kami, setelah enam pertandingan dalam jeda yang singkat, kini ada waktu selama satu pekan untuk melakukan persiapan dan semuanya melakukan pemulihan dengan baik,” ujarnya.

Lebih lanjut Bojan Hodak menuturkan, dari segi fisik dan motivasi anak asuhnya dalam kondisi bagus, lantaran di laga sebelumnya berhasil meraih kemenangan atas Bhayangkara FC.

“Bisa dilihat mereka secara fisik nampak jauh lebih baik dan semua dalam mood yang bagus saat menang,” ujarnya.

BACA JUGA:

Persib Bandung kembali ke Jalur Kemenangan

“Jadi sekarang kami hanya terpaut tiga poin dari Borneo, semuanya antusias melihat ke depan untuk laga berikutnya,” katanya.

Pemain sendiri pada sesi latihan tersebut hanya mendapatkan program latihan dengan intensitas ringan, terutama bagi mereka yang tampil menghadapi Bhayangkara FC.

“Hari ini kami hanya melakukan latihan recovery bagi sebelas pemain pertama dan pemain yang lain mendapat latihan tambahan,” ujarnya.

“Saya yakin besok semuanya sudah siap dan pada dasarnya akan mulai mengasah taktikal sebelum pertandingan melawan PSM,” tegasnya.

(Arif)

Kades Gelar Aksi Damai, Purbaya Yudhi Sadewa Angkat Bicara

0
Purbaya Yudhi Sadewa fokusjabar.id
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa (foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, beberapa waktu lalu Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) gelar aksi damai terkait Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No81 Tahun 2025.

Mereka menuntut PMK No81 tahun 2025 dicabut Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.

BACA JUGA:

Sampaikan Tuntutan ke Presiden Prabowo, Ribuan Kades Gelar Aksi Damai

Mengutip jawapos.com, Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pada tahap 2, pemerintah hanya mengucurkan Dana Desa (DD) mencapai Rp7 trilyun.

Menurut Purbaya Yudhi Sadewa, sebagian anggaran itu ditahan untuk pembiayaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

“DD tahap 2 yang diluncurkan sekitar Rp7 trilyun. Ada sebagian ditahan untuk pembiayaan KDMP,” kata Menkeu di Jakarta.

Purbaya menegaskan, tidak ada perubahan kebijakan DD tahun ini. Menurutnya, kebijakan pemerintah sudah final.

“Jadi kita enggak berubah policy setelah demo itu. Jadi biar saja mereka demo. Tapi kebijakan sudah seperti itu,” tegas Menkeu.

Sebagai informasi, ribuan Kades bersama perangkat desa dari berbagai daerah turun ke jalan, Senin (8/12/2025) lalu.

Aksi yang digelar di kawasan Monas dan depan Istana Negara tersebut dipimpin oleh Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi).

BACA JUGA:

Polri Amankan Pemilik Akun ‘Resbob’ Terkait Dugaan Ujaran Kebencian

Surat edaran resmi DPP Apdesi yang beredar di media sosial menyebutkan, aksi damai diikuti sekitar 50 ribu orang.

Mereka terdiri dari Kades, BPD, perangkat desa, RT/RW, PKK hingga kader Posyandu.

Ribuan massa yang tersebut datang dari 37 provinsi menggunakan 880 bus dan 600 kendaraan kecil.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, ribuan Kepala Desa meminta Presiden RI mencabut PMK No81 tahun 2025 tentang perubahan atas PMK No108 tahun 2024 karena merugikan desa dengan tidak dicairkannya DD tahap 2 (non earmark).

Selain itu, meminta Presiden RI mencabut PMK No49 tahun 2025 tentang tata cara pinjaman dalam rangka pendanaan KDMP.

Purbaya Yudhi Sadewa fokusjabar.id
Aksi damai Kades seluruh Indonesia

Salah seorang peserta aksi damai, Kades Padawaras Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar), Yayan Siswandi menyampaikan, ribuan kades se-Indonesia sedang menyampaikan tuntutan.

BACA JUGA:

BNPB Sebut Bencana Sumatera Renggut 916 Nyawa hingga 7/12/2025

“Kami bersama rombongan berangkat sejak kemarin malam. Ini sebagai solidaritas dalam menyampaikan aspirasi kami kepada Pak Presiden,” ungkapnya kepada FOKUSJabar.

DPC Apdesi Merah Putih Kabupaten Garut gelar aksi damai dan audensi bersama DPRD Garut di Ruang Rapat Paripurna, Senin (15/12/2025).

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin dan Ketua DPRD, Aris Munandar merespons aksi damai dan audiensi DPC Apdesi Merah Putih.

Aksi tersebut menuntut kejelasan dan kepastian regulasi terkait Bantuan Keuangan (Bankeu) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Garut untuk desa.

Dalam audiensi tersebut, perwakilan DPC Apdesi Merah Putih menyampaikan beberapa poin krusial yang menjadi perhatian utama bagi pemerintahan desa.

BACA JUGA:

Pemkab Garut Percepat Pembangunan Jembatan Cibera di Cigaronggong

  1. Dampak PMK Nomor 81 Tahun 2025

Adanya kendala di beberapa desa. Di mana pekerjaan sudah dilaksanakan namun dana belum tersalurkan akibat regulasi tersebut.

  1. Efisiensi Anggaran

Pemahaman bahwa efisiensi anggaran tidak hanya terjadi pada Alokasi Dana Desa (ADD). Namun juga di seluruh satuan kerja di Kabupaten Garut, terkait masalah dana transfer 10 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH).

  1. Keberpihakan Program

Permintaan keberpihakan yang lebih besar kepada masyarakat desa dalam program seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG) agar dapat meningkatkan ekonomi lokal.

  1. Kesulitan Tanah Desa (Carik)

Aspirasi terkait masalah koperasi dan kesulitan ruislag (tukar guling) tanah carik desa yang posisinya tidak strategis agar dapat dipindahkan ke lokasi strategis untuk menunjang program KDMP.

(Bambang Fouristian)

Wow! Sadati Home Stay Batu Karas Pangandaran Ownernya Asal Swedia

0
sadati home stay batu karas pangandaran@fokusjabar.id
Owner Sadati Home Stay Batu Karas pangandaran, (Kanan) Ingrid bersama putrinya Linea.(foto; Yud's/fokusjabar.id)

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Pantas saja banyak wisatawan mancanegara yang menginap di Sadati Home Stay pantai batu karas , jalan Sanghiangkalang Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran. Ternyata ownernya berasal dari negara Swedia.

“Saya berasal dari Negara Belgia, sangat jauh kan. Dan saya menikah dengan orang sini (Batu karas-red),” ungkap Owner Sadati Home Stay, Ingrid saat berbincang dengan FOKUSJabar.id, Rabu (24/12/2025).

Walau berasal dari Negara Belgia, Ingrid juga mengaku bahwa dirinya pada saat ini sudah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Ingrid juga sedikit bercerita terkait perjalanan awal mendirikan Sadati Home Stay pantai batu karas Pangandaran. Yang di mulai pada tahun 2016 yang lalu.

Baca Juga: Cinyusu Kabuyutan Pantai Batu Karas Pangandaran, Tempat Mandi Aktris Ibu Kota

“Pertama mendirikan satu bangunan pada tahun 2016 lalu, dan kemudian bertambah lagi menjadi empat di 2018, dulu itu akses jalannya juga masih jelek,” ucap Ingrid.

Karena akses jalannya kurang baik, Ingrid berpikir, apakah bakal ada pengunjung ke Sadati Home Stay?. Namun, lama-lama akhirnya ada juga tamu yang menginap.

“Dengan konsep serba di kelilingi pohon dan tanaman, ternyata tamu-tamu sangat menyukai hal tersebut. Karena menurut mereka membuat sejuk suasananya,” tuturnya.

sadati home stay batu karas@fokusjabar.id
Sadati home stay batu karas Pangandaran.(foto: Yud’s/fokusjabar.id)

Selain wisatawan lokal, lanjut Ingrid, banyak juga turis mancanegara yang sering menginap di Sadati Home Stay pantai Batu Karas Pangandaran.

“Iya sering jadi tempat mereka (Wisatawan mancanegara-red), mungkin dengan suasana seperti di perkampungan sehingga membuat betah,” ujarnya.

Baca Juga: Puluhan Kapal Nelayan Cilacap Tak Lagi Hiasi Pantai Batu Karas Pangandaran

Suasana Terasa Beda

Sebelumnya, Lita salah seorang pengunjung asal Tasikmalaya menilai, bahwa Sadati home stay, yang bernuansa perkampungan serta di kelilingi pepohonan dan tanaman hijau nan rindang, suasananya memang terasa beda.

“Sadati home stay ini memang sangat rekomended sekali, sangat nyaman, bersih dan asri banget,” ungkap Lita.

Lita menyampaikan, bahwa menginap di Sadati home stay seperti kembali ke zaman dahulu. Kenapa demikian, karena suasananya seperti di pegunungan.

“Walaupun memang lokasi Sadati home stay dekat pantai batu Karas namun suasana penginapan seperti di pegunungan,” tuturnya.

(Yud’s)

Cinyusu Kabuyutan Pantai Batu Karas Pangandaran, Tempat Mandi Aktris Ibu Kota

0
cinyusu kabuyutan pantai batu karas pangandaran@fokusjabar.id
Pantai batu karas Pangandaran terdapat Cinyusu Kabuyutan, sumber air dengan banyak khasiat.(foto; Yud's/fokusjabar.id)

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Tidak semua orang mengetahui, ternyata di pantai batu Karas, Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran ada sumber air yang keluar dari bukit, masyarakat di sana menyebutnya ‘Cinyusu kabuyutan’.

Sumber air (Cinyusu-red) tersebut akan terlihat keluar dari bukit kabuyutan, jika air laut pantai batu karas Pangandaran sedang surut.

Menurut kepercayaan masyarakat sekitar batu karas, bahwa sumber air (Cinyusu-red) kabuyutan tersebut memiliki khasiat bagi yang menggunakannya.

Baca Juga: Puluhan Kapal Nelayan Cilacap Tak Lagi Hiasi Pantai Batu Karas Pangandaran

“Kalau air lautnya surut, Cinyusu terlihat nyembur keluar dari bukit kabuyutan. Dan memang banyak khasiatnya,” ungkap Haldi (58) nelayan warga Batu Karas, Rabu (24/12/2025).

Bahkan, lanjut dia, Cinyusu Kabuyutan, pernah jadi tempat mandi aktris Ibu Kota pada saat berkunjung ke pantai batu karas Pangandaran.

“Karena saat air laut surut, Cinyusu kabuyutan bisa jadi tempat untuk mandi. Ada aktris juga yang pernah mandi di sana,” jelasnya.

Cinyusu kabuyutan, Haldi menjelaskan, bahwa airnya tawar dan bisa langsung di minum. Walau berada di pantai namun rasanya tidak asin.

cinyusu kabuyutan pantai batu karas pangandaran@fokusjabar.id
Menuju bukit kabuyutan pantai batu karas pangandaran.(foto; Yud’s/fokusjabar.id)

“Kalau musim kemarau, warga sini (batu karas-red) suka ngambil airnya di cinyusu kabuyutan untuk kebutuhan sehari-hari. Rasanya memang tawar dan menyegarkan,” tuturnya.

Baca Juga: Hati-hati! Menuju Pantai Batu Karas Pangandaran, Jalannya Berlubang

Khasiat Cinyusu Kabuyutan

Jika lelah atau capek, lanjut dia, mandi di Cinyusu kabuyutan, badan kembali segar dan fit lagi, apalagi airnya langsung di minum jadi lebih fresh.

“Saya kalau malas karena badan lelah, dan ketika air laut surut. Suka mandi di Cinyusu Kabuyutan, Alhamdulillah khasiatnya badan kembali segar, banyak khasiatnya,” ucapnya.

Sebagai warga pribumi asli batu karas, Haldi menegaskan bahwa, sejak dulu Cinyusu kabuyutan di yakini memiliki khasiat untuk kebaikan.

“Air kan sumber kehidupan, dan Cinyusu Kabuyutan ini walaupun berada di pantai dengan air laut yang asin. Namun rasanya tidak asin, ini bukti keberkahan dari yang maha kuasa, Allah SWT,” pungkasnya.

(Yud’s)

Screening HIV Kota Tasikmalaya Tembus 21 Ribu Orang, Ini Strategi Dinkes Kendalikan Penularan

0
Ket foto : Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr. Asep Hendra (fokusjabar/Seda)
Ket foto : Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr. Asep Hendra (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya terus memperluas jangkauan penanganan HIV/AIDS melalui program screening massal kepada kelompok masyarakat yang dinilai memiliki risiko tinggi terpapar virus tersebut.

Hingga pertengahan Desember 2025, lebih dari 21 ribu warga telah menjalani pemeriksaan dini. Upaya ini dilakukan untuk menekan potensi penularan HIV/AIDS yang masih menjadi isu kesehatan serius di Kota Tasikmalaya.

Baca Juga: GOW Kota Tasikmalaya Meriahkan Hari Ibu dengan Peragaan Kebaya dan Aksi Penuh Keberkahan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr. Asep Hendra, mengatakan pihaknya berkomitmen menjaga laju penularan HIV/AIDS dengan menyasar kelompok rentan secara aktif.

“Petugas kesehatan terus bergerak menyambangi kelompok-kelompok yang berisiko. Tujuannya jelas: memutus dan mengendalikan penularan HIV/AIDS di masyarakat,” ujar dr. Asep Hendra saat ditemui di kantornya, Selasa (23/12/2025).

140 Orang Positif HIV/AIDS, Screening Diperluas, Edukasi Diperkuat

Tak hanya melalui pemeriksaan, Dinkes juga memperkuat edukasi dan penyuluhan ke sekolah, kampus, lingkungan masyarakat, dan keluarga. Langkah ini diambil agar masyarakat semakin sadar pentingnya deteksi dini.

“Screening bukan satu-satunya. Kami terus memberikan sosialisasi agar masyarakat tidak takut dan mau memeriksakan diri lebih awal,” jelasnya.

Dari 21 ribu warga yang sudah mengikuti screening, sekitar 140 orang terindikasi positif. Mereka langsung mendapatkan terapi obat anti-retroviral (ARV) secara gratis untuk dikonsumsi seumur hidup.

“Penderita yang rutin meminum ARV terbukti mampu mempertahankan kualitas hidupnya. Sistem imunnya tetap terjaga, sehingga bisa beraktivitas normal,” kata dr. Asep.

Kelompok Rentan Jadi Prioritas

Menurutnya, fokus utama Dinkes bukan sekadar menghitung jumlah kasus, tetapi memperkuat langkah promotif dan preventif pada kelompok berisiko tinggi.

“Ibu hamil, ibu rumah tangga, wanita usia subur, laki-laki yang sering bepergian ke luar kota, hingga calon pengantin, mereka kami masukkan ke kategori rentan,” ungkapnya.

Fasilitas Pemeriksaan Semakin Mudah

Saat ini, 4 rumah sakit dan 6 puskesmas telah ditetapkan sebagai fasilitas layanan pemeriksaan sekaligus pendampingan pengobatan HIV/AIDS. Sementara itu, 22 puskesmas di Kota Tasikmalaya siap melayani screening HIV secara gratis.

Dr. Asep memastikan kerahasiaan data pasien terjamin sepenuhnya.

“Masyarakat tidak perlu takut. Identitas pasien dijaga ketat dan tidak akan dibuka kepada siapa pun,” tegasnya.

(Seda)