spot_imgspot_img
Minggu 3 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 428

Kejar Ketertinggalan RLS, Garut Fokus Wilayah Pelosok

0
rls garut fokusjabar.id
Kepala Disdik Garut, Asep Wawan

GARUT, FOKUSJabar.id: Rata-rata Lama Sekolah (RLS) di Kabupaten Garut pada tahun 2024 masih 7,85 tahun (dibawah Jawa Barat 8,87 tahun dan Nasional 8,85 tahun).

Pemkab Garut kini  telah menyiapkan strategi khusus. Pada tahun 2025, RLS Garut hanya meningkat tipis menjadi 7,86 tahun.

BACA JUGA:

Libur Nataru, Polres Garut Atur One Way untuk Antisipasi Macet Cipanas

Akhir tahun 2025, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut memberikan perhatian serius terhadap dua tantangan besar. Yakni, disparitas kualitas pendidikan di wilayah pelosok dan peningkatan RLS.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Asep Wawan menegaskan, transformasi digital dan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) menjadi pilar utama kebijakan pendidikan di tahun mendatang.

Membedah Disparitas, Afirmasi untuk Pelosok

Hingga saat ini, kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan pelosok Garut masih menjadi tantangan nyata.

Menanggapi hal tersebut, Asep Wawan menjelaskan, pihaknya tengah menggencarkan program afirmasi untuk mengejar ketertinggalan di daerah terpencil.

“Kami fokus pada pemerataan sarana dan prasarana di seluruh wilayah tanpa terkecuali. Selain fisik, kompetensi guru di pelosok ditingkatkan secara berkala melalui bimbingan teknis rutin,” kata Dia kepada FOKUSJabar, Senin (29/12/2025).

BACA JUGA:

Polisi Garut Amankan ‘Jeger’ Pemabuk yang Rusak Meja Kantor dengan Sajam Ilegal

Salah satu langkah taktis yang diambil adalah memperluas jangkauan sekolah melalui model Sekolah Satu Atap di daerah yang sulit dijangkau.

Selain itu, membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat melalui izin pendirian sekolah swasta yang memenuhi standar operasional.

Untuk mendongkrak RLS agar mampu bersaing di level provinsi, Disdik Garut melakukan lompatan besar dalam aspek digitalisasi. Bukan sekadar pengadaan alat, namun juga penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Strategi yang diusung:

  1. Distribusi Teknologi

Penyaluran bantuan Interactive Flat Panel (IFP) dan Chromebook yang bersumber dari bantuan Provinsi Jabar serta Kemendikdasmen.

2. Kurikulum Masa Depan

Pelatihan khusus bagi guru dalam metode Deep Learning serta pengenalan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).

3. Budaya E-Learning

Penerapan sistem pembelajaran elektronik secara masif di jenjang SD dan SMP.

“Target kami adalah lulusan yang literat secara digital. Dengan e-learning, jarak bukan lagi penghalang untuk mendapatkan materi berkualitas,” tegas Asep.

Menurut Dia, masalah pendidikan di Garut tidak hanya soal teknis di dalam kelas. Namun juga dipengaruhi faktor ekonomi dan sosial seperti pernikahan dini.

BACA JUGA:

Sekolah Sungai Cimanuk Garut Segera Sosialisasi Mitigasi Bencana di Teras Cimanuk

Untuk menekan angka putus sekolah, Pemkab Garut meluncurkan inovasi program “Ayo Kembali Aktif Sekolah” melalui Kartu Garut Hebat (KGH).”

Sedikitnya ada tiga tahapan krusial dalam program mitigasi tersebut.

  1. Verval Data ATS

Pencocokan data di lapangan untuk mengetahui secara presisi siapa, di mana dan mengapa anak tersebut putus sekolah.

2. Konfirmasi dan Identifikasi Kebutuhan

Mengumpulkan anak-anak tersebut untuk mengidentifikasi hambatan mereka. Mulai dari alat tulis hingga akomodasi transportasi.

3. Reintegrasi Pendidikan

Mengembalikan siswa kebangku sekolah sesuai minat dan jenjang yang sempat terputus.

BACA JUGA:

Muhammadiyah Garut Canangkan Pembangunan Rumah Sakit Bersejarah

“Pemerintah menjamin keberlangsungan pendidikan mereka melalui KGH. Ini bukan sekadar kartu, tapi jaminan beasiswa dari Pemkab Garut agar tidak ada lagi anak yang berhenti sekolah karena kendala biaya,” tegasnya.

Disdik Garut berkomitmen, pendidikan berkualitas harus dirasakan oleh seluruh anak. Baik mereka yang ada di pusat kota maupun yang berada di balik perbukitan Garut Selatan.

(Y.A. Supianto)

Cegah Bencana Ekologis, SPP Tanam Pohon Kelapa di Pesisir Pantai Pangandaran

0
sekjen spp agustiana Pantai pangandaran@fokusjabar.id
Sekjen SPP, Agustiana saat memberikan sambutan di Pangandaran (foto;Yud's/fokusjabar.id)

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Serikat Petani Pasundan (SPP) menggelar Evaluasi dan Refleksi Tahun 2025. Juga aksi reboisasi dan penyelamatan lingkungan sepanjang pesisir Pantai Pangandaran, dengan menanam pohon kelapa di kawasan Batu Hiu hingga Karang Tirta.

Kegiatan ini mengusung tema “Gerakan Reboisasi dan Penyelamatan Lingkungan Pesisir Pantai Pangandaran”.

Kegiatan SPP Kabupaten Pangandaran ini, di hadiri perwakilan SPP dari 10 Kabupaten. Pemerintah Daerah, TNI–Polri, organisasi masyarakat sipil, tokoh budaya, serta berbagai elemen pendidikan.

Baca Juga: Pengukuhan Badan Penanggulangan Bencana SPP Dihadiri Bupati Pangandaran

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Sarikat Petani Pasundan (SPP), Agustiana, menegaskan bahwa agenda ini merupakan bentuk konsolidasi gerakan petani.

Sekaligus, lanjut dia, sebagai respon atas meningkatnya ancaman bencana ekologis. Yang di akibatkan banyaknya alih fungsi lahan dan lemahnya pelaksanaan reforma agraria.

“Reforma agraria harus menjadi bagian dari mitigasi bencana dan solusi krisis pangan,” ungkap Agustiana, Senin, (29/12/2025).

Penguasaan sumber-sumber agraria oleh korporasi skala besar, kata Agustianan, telah menimbulkan kerusakan lingkungan juga penderitaan masyarakat. Oleh karena itu, SPP segera mengambil langkah nyata melalui gerakan reboisasi pesisir.

Sebagai aksi konkret, dia menegaskan, bahwa SPP segera melakukan penanaman pohon kelapa dan tanaman penguat abrasi lainnya. Di sepanjang pesisir Pantai Batu Hiu hingga Karang Tirta sejauh kurang lebih sepanjang 5 kilometer.

spp pangandaran@fokusjabar.id
Anggota SPP sedang menanam pohon kelapa di Pantai batu Hiu Pangandaran.(foto;Sajidin/fokusjabar.id)

“Setiap Organisasi Tani Lokal (OTL) di Pangandaran di wajibkan menanam. Sedikitnya 50 pohon kelapa sebagai bentuk tanggung jawab kolektif menjaga kelestarian pesisir,” katanya.

Pengukuhan Relawan

Selain reboisasi, Agustina menambahkan, SPP juga mengukuhkan relawan Badan Penanggulangan Bencana. Yang siap di terjunkan ke wilayah terdampak bencana, baik di Pangandaran maupun daerah lain di Indonesia.

Baca Juga: Ada Satu Pohon di Sodongkopo Pangandaran Tak Bisa Dirobohkan, Konon Tempatnya Kerajaan Jin

Menurut dia, gerakan ini sejalan dengan amanat Pasal 33 ayat (3) UUD 1945, UUPA Nomor 5 Tahun 1960. Serta TAP MPR Nomor IX Tahun 2001 tentang Pembaruan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam.

Ke depan, Agus menyatakan, bahwa hasil penanaman kelapa di rencanakan akan di kelola melalui koperasi anggota SPP Pangandaran. Guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani dan masyarakat pesisir.

Selain itu, Agus berharap, kegiatan tersebut di harapkan dapat direplikasi oleh SPP di wilayah lain seperti Tasikmalaya dan Garut.

“SPP berkomitmen untuk terus menjaga lingkungan hidup, memperkuat kedaulatan agraria, serta membangun masa depan pesisir yang lestari dan berkeadilan,” pungkasnya.

(Sajidin)

Hati-hati! Modus Penipuan Mengaku Kepala BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya

0
modus penipuan kepala bkpsdm kabupaten tasikmalaya@fokusjabar.id
Modus penipuan mengaku Kepala BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya, Drs. H. Iing Farid Khozin.{foto; Istimewa untuk fokusjabar.id)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Aparatur Sipil Negara (ASN) di himbau untuk berhati-hati jika mendapatkan pesan dari nomor yang tidak di kenal, yang mengaku sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tasikmalaya.

“Iya benar, saat ini beredar nomor 0813-2023-722 dengan foto profil saya bersama istri. Yang jelas itu bukan saya,” ungkap Kepala BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya, Drs. H. Iing Farid Khozin kepada FOKUSJabar.id, Senin (29/12/20250.

Dengan demikian, jika ada nomor tersebut menghubungi, kata Iing, kepada seluruh ASN Kabupaten Tasikmalaya tidak perlu di tanggapi. Karena, itu merupakan modus penipuan.

Baca Juga: Tak Lagi Menjabat, Ade Sugianto Tetap Dihormati: Resepsi Putri Jadi Simbol Kepemimpinan Yang Hidup

“Jadi saya mendapatkan informasi, bukan satu saja tapi ada beberapa nomor yang menggunakan foto profil saya bersama istri dan menghubungi beberapa ASN,” jelasnya.

Maka, bagi ASN Kabupaten Tasikmalaya atau masyarakat di hubungi nomor dengan foto profil dia, lanjut Iing, silahkan laporkan jika mendapat pesan mencurigakan.

“Silahkan untuk melapor, karena itu bukan pesan dari saya. Jadi harap untuk lebih berhati-hati, itu jelas modus untuk melakukan penipuan,” ucapnya.

Baca Juga: Ngeri! Dugaan TPPO Kamboja, Tak Bayar Denda Korban akan Disiksa

Karena memang, Iing menambahkan, modus penipuan yang mengatasnamakan dirinya, kini beredar di kalangan ASN di Kabupaten Tasikmalaya.

“Sekali lagi, saya tegaskan bahwa yang mengirim pesan, itu bukan nomor saya,” pungkasnya.

Beberapa waktu yang lalu, modus yang sama juga di alami Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi. Beredar nomor WhatAap dengan foto profil Wabup di masyarakat.

Maka dengan modus penipuan dengan mengatasnamakan pejabat daerah. Masyarakat untuk tidak mudah percaya, tetapi segera mencari informasi atau cek and ricek.

(Yud’s)

Pengukuhan Badan Penanggulangan Bencana SPP Dihadiri Bupati Pangandaran

0
Bupati pangandran Citra Fitriyami@fokusjabar.id
Kegiatan pengukuhan Badan Penanggulangan Bencana SPP di hadiri Bupati Pangandaran, Citra Fitriyami.(foto; Yud's/fokusjabar.id)

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Pengukuhan Badan Penanggulangan Bencana Sarikat Petani Pasundan (SPP) yang di laksanakan di Batu Karas di hadiri Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, Senin (29/12/2025).

Dalam acara tersebut, terlihat hadir Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin, Kapolres Pangandaran, AKBP Andri Kurniawan, Letkol CZI Ibnu Muntaha, Walhi Jabar, dan juga dari Konsorsium Pembaharuan Agraria.

Baca Juga: Ada Goa Jepang di Pantai Pasir Putih Pangandaran

Selain acara pengukuhan Badan Penanggulangan Bencana. Sarikat Petani Pasundan (SPP) juga melakukan kegiatan kerjabakti dan reboisasi di pesisir pantai selatan Pangandaran.

Badan Penanggulangan Bencana di kukuhkan langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Sarikat Petani Pasundan (SPP), Agustiana.

Agustiana dalam sambutannya menyampaikan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Sarikat Petani Pasundan (SPP), harus selalu siap siaga membantu masyarakat.

sekjen spp agustiana@fokusjabar.id
Sekjen SPP, Agustiana saat memberikan sambutan.(foto;Yud’s/fokusjabar.id)

“Kita dengan tulus menjelang tahun baru memperhatikan penyelamatan kawasan pantai yang luput dari perhatian dari pemerintah,” ungkapnya.

Baca Juga: Ada Satu Pohon di Sodongkopo Pangandaran Tak Bisa Dirobohkan, Konon Tempatnya Kerajaan Jin

Dan kegiatan tersebut, lanjut dia, sumbernya dari swadaya. Tetapi, tentunya akan menjadikan sumber PAD bagi Pemerintahan Desa maupun Pemkab Pangandaran.

“Pokoknya, kami tidak omon-omon, kegiatan ini bertujuan untuk menyelamatkan kawasan pesisir sepanjang pantai selatan Pangandaran,” jelasnya.

Kegiatan tersebut dengan tema,”Menjemput tahun baru dengan semangat jiwa kepeloporan yang baru serta demi lingkungan hidup baru demi keselamatan rakyat dan kemajuan bangsa”.

(Yud’s)

Damkar UPTD Ciamis Tangkap Ular Koros

0
uptd damkar ciamis fokusjabar.id
Petugas Damkar UPTD Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Personel Damkar UPTD Ciamis berhasil menangkap dengan selamat seekor ular Koros (Ptyas Korros) di mesin cuci (pencucian) milik Awan Gunawan di Perum Griya Banagara Asri B 4 Dusun Lebaklipung Desa Imbanagara Kecamatan/Kabupaten Ciamis Jawa Barat.

Pemilik rumah langsung melaporkan penemuan ular Koros tersebut kepada petugas Damkar.

BACA JUGA:

Damkar Banjarsari Musnahkan Tawon Vesva di Plafon Masjid

Kepala Satpol PP Kabupaten Ciamis, Ega Anggara Alqausar melalui Kasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran, Trisyanto mengatakan,  petugas piket UPTD Damkar Ciamis menerima permintaan bantuan untuk menangkap ular, Senin (29/12/2025) dini hari.

“Petugas piket UPTD Damkar Ciamis langsung menindaklanjuti laporan tersebut,” katanya.

Menurut Trisyanto, ular Koros terlihat cukup agresif. Sehingga petugas harus menangkapnya dengan penuh perhitungan dan hati-hati.

“Setelah berjibaku dalam beberapa waktu, akhirnya ular itu berhasil ditangkap,” ucapnya.

BACA JUGA:

Harga Ikan Laut di Pasar Manis Ciamis Melonjak Jelang Nataru

Trisyanto melanjutkan, ular Koros selanjutnya dibawa ke Mako Damkar UPTD Ciamis.

“Ular itu akan dilepas liarkan dihabitat aslinya yang jauh dari pemukiman penduduk,” pungkasnya.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, personel Damkar pos WMK Banjarsari berhasil memusnahkan sarang Tawon Vesva (Vesva Affinis) dari plafon masjid di wilayah  Dusun Talangbanteng, Desa Sidarahayu Kecamatan Purwadadi Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar).

Keberadaan sarang tawon vesva tersebut sangat membahayakan para jamaah.

petugas dengan sarpras lengkap langsung berjibaku mengevakusi sarang tawon tersebut.

Setelah berhasil dievakuasi, sarang tawon vesva itu dibawa ke lokasi aman untuk dimusnahkan.

(Husen Maharaja)

Mantan Kadisdik jadi Ketua Ika SMPN 2 Ciamis

0
ika smpn 2 ciamis fokusjabar.id
Mubes Pemilihan Ketua Ika SMPN 2 Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Perwakilan sejumlah alumni dari berbagai angkatan telah melaksanakan Musyawarah Besar (Mubes) pemilihan Ketua Ikatan Alumni (Ika) SMPN 2 Ciamis.

Peserta Mubes sepakat memilih (aklmasi) Ketua Panitia Reuni Akbar SMPN 2 Ciamis, H Akasah menjadi Ketua Ikatan Alumni (Ika).

Dia merupakan mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Ciamis.

BACA JUGA:

SMPN 2 Ciamis Raih Penghargaan PJAS BPOM Tasikmalaya

Ketua Mubes, Tonton Guntari mengatakan, seluruh peserta sepakat memilih mantan Kadisdik Ciamis.

“Pak Akasah terpilih menjadi Ketua Ikatan Alumni,” katanya, Senin (29/12/2025).

Menurut Tonton, Ketua Ika terpilih berwenang membentuk susunan pengurus.

“Tugas kami sebagai penyelenggara telah selesai. Tugas selanjutnya diberikan kepada Ketua terpilih untuk membentuk susunan kepengurusan dan program kerja,” ucapnya.

BACA JUGA:

Siswi SMPN 2 Ciamis Pilih Puasa di Tengah Program Makan Bergizi Gratis

Toton menyebut, saat Mubes telah dilakukan sosialisasi kepada seluruh perwakilan alumni. Namun yang menyatakan siap ada dua orang. Yakni, Dirinya dan Akasah.

“Saya siap dengan sepenuhnya mendampingi Pak Akasah sebagai Ketua Ika,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Ada Goa Jepang di Pantai Pasir Putih Pangandaran

0
goa jepang pantai pasir putih pangandaran@fokusjabar.id
Para wisatawan di pantai pasir putih pangandaran.(foto;Yud's/fokusjabar.id)

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Selain menikmati suasana pantai pasir putih yang jernih dan tempat favoritnya para snorkeler. Para wisatawan juga bisa mengetahui bahwa ada jejak sejarah tentara Jepang di Pangandaran.

Jejak sejarah tersebut di buktikan dengan adanya bunker atau yang lebih di kenal dengan nama goa Jepang. Yang lokasinya berada di pantai pasir putih Pangandaran.

Dengan jejak sejarah tersebut, berarti pangandaran pernah di jadikan pangkalan laut tentara Jepang di Indonesia. Tujuannya dalam menghalau musuh yang akan masuk dari pantai selatan jawa Samudera Hindia.

“Memang asyik berwisata ke pantai pasir putih pangandaran, di sini airnya bersih dan jernih. Jadi ketika snorkling ikan-ikan di dasar laut kelihatan jelas,” ungkap Alvian wisatawan asal Gede Bage, Cibiru Bandung, Senin (29/12/2025).

Baca Juga: Ada Satu Pohon di Sodongkopo Pangandaran Tak Bisa Dirobohkan, Konon Tempatnya Kerajaan Jin

Selain itu, di pantai pasir putih Pangandran ini, kata Alvian, ada tempat bersejarah. Yaitu goa Jepang yang merupakan markas pangkalan para tentara Jepang.

“Saat masuk ke Goa Jepang, memang auranya membuat deg-degan juga. Katanya memiliki panjang 25 meter. Jadi selain berwisata pantai, di pangandaran ini juga bisa wisata sejarah,” tuturnya.

Tidak hanya ke Goa Jepang, di pantai pangandaran juga bisa menikmati cagar alam dengan suasanya hutan yang rindang dan menyejukan.

“Bahkan terlihat ada satwa yaitu monyet, rusa yang sepertinya sudah bersahabat dengan masyarakat. Yang ada di lingkungan pantai pasir putih dan pantai barat pangandaran,” jelasnya.

Jembatan Sodongkopo dan Masjid Ar Rohman

Yang lebih penasaran dari keberadaan Goa Jepang, lanjut dia, yaitu di dalamnya terdapat beberapa ruangan. Dan informasinya ada untuk tempat penyiksaan bagi tawanan.

“Objek wisata di Kabupaten Pangandaran memang memiliki daya tarik dan selalu membuat rindu para wisatawan. Dan yang lebih indahnya di pantai pangandaran bisa menyaksikan matahari terbit dan tenggelam (Sanset-sunrise-red),” ujarnya.

Baca Juga: Libur Nataru, Pantai Pasir Putih Pangandaran Idamannya Para Snorkeler

Yang menarik lagi, Alvian menambahkan, bahwa untuk menuju objek wisata lainnya di Kabupaten Pangandaran, wisatwan bisa menyusuri jalur pantai.

“Keren pokoknya, apalagi kalau ke grand canyon dan pantai batu karas sudah di bangun jembatan sodongkopo yang hampir rampung pembangunannya. Sehingga waktu tempuh semakin singkat,” tegasnya.

Dan salah satu ikon Kabupaten Pangandaran, yaitu Masjid Jami Ar Rohman di Kecamatan Cijulang. Yang di dirikan oleh Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto.

“Masjidnya unik kubahnya baret hijau dengan hiasi bintang empat, simbil dari Angkatan Darat. Sekarang ada jembatan Sodongkopo ikon baru Kabupaten Pangandaran. Pokoknya membuat happy,” pungkasnya.

(Yud’s)