DEPOK, FOKUSJabar.id: Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Depok Jawa Barat (Jabar) tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat.
Momentum tersebut di manfaatkan sebagai ruang penyampaian arah pembangunan daerah ke depan.
BACA JUGA:
Urai Kemacetan Tapos, Pemkot Depok Uji Coba Sistem Satu Arah di Leuwinanggung Mulai 7 Mei
Dalam rangkaian acara puncak yang berlangsung meriah, berbagai rencana strategis mulai di ungkap kepada publik. Hal ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Selain itu, momen tersebut juga memperlihatkan sinergi antara pemerintah dan warga dalam membangun kota yang lebih baik. Harapan akan pembangunan yang merata pun semakin menguat.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan sejumlah program prioritas yang di fokuskan pada peningkatan infrastruktur serta kesejahteraan masyarakat.
Dia menekankan pentingnya pengelolaan anggaran daerah yang berpihak kepada masyarakat. Salah satu sumber utama yang di soroti adalah pemanfaatan pendapatan dari pajak daerah.
“Pendapatan daerah harus kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan yang nyata. Seperti perbaikan jalan lingkungan, saluran air serta fasilitas pendidikan,” ujarnya.
Sejumlah rencana pembangunan pun mulai di paparkan secara rinci. Salah satunya adalah pembangunan underpass di kawasan Citayam yang di tujukan untuk mengurai kemacetan lalu lintas.
Tak hanya itu, pemerintah juga berencana membangun flyover yang akan menghubungkan Kota Depok dengan Kabupaten Bogor. Proyek ini di harapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah.
BACA JUGA:
Viral Sekeluarga Makan Kertas di Depok, Ini Kata Wali Kota
Ruang publik juga menjadi perhatian dalam rencana pembangunan. Salah satu yang di ungkap adalah pembangunan taman air mancur yang dapat di manfaatkan masyarakat sebagai tempat rekreasi.
Pada sektor perumahan, Dedi Mulyadi turut menyoroti kebutuhan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ia menegaskan pentingnya percepatan pembangunan rumah layak huni.
Pemerintah juga di harapkan dapat mendorong pembangunan hunian vertikal sebagai solusi keterbatasan lahan. Upaya ini di nilai penting untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal masyarakat.
“Pemenuhan kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah menjadi prioritas yang harus segera di tuntaskan,” jelasnya.
Selain pembangunan fisik, pelestarian budaya juga menjadi perhatian. Ia mengungkapkan rencana pembangunan Kampung Budaya Betawi sebagai upaya menjaga identitas lokal di tengah pesatnya perkembangan kota.
Dia mengajak masyarakat untuk memiliki pola pikir yang lebih positif dalam menghadapi kondisi ekonomi. Semangat untuk terus berusaha di nilai menjadi kunci kesejahteraan.
“Masyarakat perlu memiliki semangat untuk terus berusaha dan tidak bergantung pada bantuan. Dengan demikian, kesejahteraan dapat terwujud secara berkelanjutan,” pungkasnya.
(Jingga Sonjaya)


