spot_imgspot_img
Jumat 1 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 409

Fakta Menarik Malam Pergantian Tahun di Dunia

0
Pergantian tahun fokusjabar.id
Pergantian tahun (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pergantian tahun selalu menjadi momen yang di tunggu dan di rayakan oleh banyak orang di belahan dunia.

Dalam merayakannya, Mereka memiliki tradisi unik untuk mendatangkan keberuntungan saat malam pergantian tahun.

BACA JUGA:

Banyak Sampah di Alun-alun dan Objek Wisata Cipanas Garut

Mereka beranggapan bahwa dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan tertentu dapat meningkatkan peluang keberuntungan. Di antaranya, kemakmuran, kebahagiaan dan kesehatan.

  1. Spanyol

Masyarakat Spanyol merayakannya dengan memakan 12 biji buah Anggur. Tepatnya saat pergantian tahun.

Mereka menyebutnya “las doce uvas de la suerte.” Di mana harus memakannya bersamaan dengan bunyi lonceng.

Pergantian tahun fokusjabar.id
Makan Anggur (foto: web)

Setiap anggur mewakili satu bulan dalam setahun. Jika berhasil memakan 12 biji sebelum jam berganti ke pukul 00.01 di percaya dapat membawa keberuntungan, kesehatan, kemakmuran.

Selain itu, dapat mendatangkan jodoh jika memakan Anggur di bawah meja.

2. Swiss

Masyarakat Swiss menjatuhkan es krim ke lantai tepat saat tengah malam pergantian tahun.

Pergantian tahun fokusjabar.id
(foto: web)

Tradisi tersebut dipercay a dapat mendatangkan keberuntungan, kelimpahan dan kesejahteraan yang berlimpah.

3. Jepang

Makan mie soba (Toshiko Soba) merupakan tradisi masyarakat Jepang dalam menyambut tahun baru.

Mereka menyantap mie soba pada malam tahun baru (Omisoka). Tradisi itu  sebagai simbol pemutus ketidakberuntungan.

BACA JUGA:

Tahun 2025, Bencana Hingga Kasus Hukum Warnai Kota Bandung

Konon, bentuk mie soba yang panjang dan mudah putus melambangkan harapan umur panjang, kesehatan serta keberuntungan.

Mereka menambahkan tempura udang untuk simbol umur panjang dan kekayaan.

Selanjutnya, Mereka pergi ke kuil untuk mendengarkan 108 bunyi lonceng (Joya no Kane).

Tradisi tersebut katanya sudah ada sejak zaman Edo. Dan menjadi ritual penting untuk menyambut tahun baru dengan positif.

4. Denmark

Masyarakat Denmark memiliki tradisi dalam menyambut tahun baru. Mereka memecahkan piring atau peralatan dapur bekas ke pintu rumah teman atau tetangga.

BACA JUGA:

Ormas GAS Dukung Langkah Wakil Bupati Garut Bongkar Pungli

Tujuannya, untuk mengusir roh jahat dan mendatangkan keberuntungan serta kemakmuran.

Pergantian tahun fokusjabar.id
(foto: web)

Menurut Mereka, semakin banyak pecahan piring di depan pintu. Maka di percaya kian besar keberuntungan yang akan datang.

Kabarnya, tradisi tersebut menjadi simbol persahabatan dan kebersamaan.

5. Kolumbia

Masyarakat Kolombia merayakan tahun baru dengan tradisi “Agüero.”

Pada malam 31 Desember, mereka akan meletakkan tiga kentang berbeda di bawah tempat tidur. Yakni, kentang utuh, setengah terkupas dan seluruhnya di kupas.

Saat pukul 24.00 waktu setempat, mereka akan mengambil 1 dari 3 kentang tersebut secara acak dengan mata tertutup.

Kentang utuh menandakan keberuntungan dan kemakmuran. Kentang setengah terkupas berarti keuangan sedang-sedang saja. Sementara yang sepenuhnya terkupas menunjukkan masalah finansial di tahun mendatang.

6. Yunani

Masyarakat Yunani memiliki tradisi menggantung Bawang Bombay di pintu rumah sebagai simbol keberuntungan, kemakmuran dan kelahiran kembali.

Mereka mengenal tradisi tersebut sebagai “kremmida” atau bawang liar.

Pada pagi hari, orangtua di Yunani membangunkan anak mereka dengan mengetuk kepala menggunakan bawang tersebut.

Selain itu, di Yunani ada tradisi menghancurkan buah Delima saat malam tahun baru.

Semakin banyak biji yang jatuh, maka kian besar keberuntungan yang di harapkan.

Tradisi lainnya, memotong roti spesial bernama “Vasilopita.” Yakni, roti manis yang memiliki koin di dalamnya.

Siapa pun yang menemukan koin di percaya akan mendapat keberuntungan.

7. Brasil

Masyarakat Brasil dan negara-negara Amerika Latin biasanya memperingati tahun baru dengan makan 7 anggur dan 7 biji delima.

Konon, di percaya dapat membawa keberuntungan, kemakmuran dan jodoh.

8. Eropa Timur

Masyarakat Eropa Timur dan Jerman memiliki tradisi makan asinan kubis (sauerkraut). Katanya di percaya dapat menarik kekayaan dan keberuntungan.

Warna hijau pada kubis di anggap melambangkan uang. Sementara untaian panjangnya diyakini membawa kemakmuran dan umur panjang.

BACA JUGA:

Awal 2026, Serunya Bermain Jetsky di Pantai Pangandaran

Hidangan tersebut sering di sajikan bersama daging babi yang melambangkan kemajuan ke depan.

Biasanya, koin bersih sering di selipkan dalam hidangan kubis tersebut.

Siapa saja yang menemukan koin saat makan di percaya akan mendapat keberuntungan finansial yang meningkat.

9. Meksiko

Masyaralat Meksiko menyantap Tamale bersama keluarga saat memperingati Natal dan Tahun Baru.

Hidangan tersebut terbuat dari adonan tepung jagung, daging babi/ayam, keju, cabai yang di bungkus daun pisang atau jagung.

Makan Tamale saat malam tahun baru melambangkan kebersamaan dan mengharapkan keberuntungan.

Pada hari pertama tahun baru, Tamale biasanya di sajikan bersama dengan sup tradisional dari perut sapi (Manudo).

Makanan tersebut melambangkan kehangatan keluarga dan berfungsi sebagai simbol keberuntungan dan kesehatan sepanjang tahun.

10. Italia

Kacang Lentil (lenticchie) sering di santap masyarakat Italia saat momen tahun baru.

Dalam budaya bangsa Romawi, lentil melambangkan keberuntungan dan kemakmuran.

BACA JUGA:

Rekomendasi Jenis dan Cara Merawat Ikan Koi

Dengan menyantapnya di percaya akan membawa kekayaan finansial.

Hidangan tersebut biasanya di sajikan sebagai sup hangat dengan tambahan daging. Terutama cotechino (sosis babi) atau zampone.

11. Indonesia

Momen malam tahun baru di Indonesia identik dengan kembang api. Meskipun ada larangan.

Mereka menyatakan, malam tahun baru tanpa kembang api kurang ramai.

Warna-warni kembang api di angkasa menambah keindahan di malam pergantian tahun.

Pergantian tahun fokusjabar.id
Pesta Kembang Api (foto: web)

Tak hanya itu, ada juga warga yang mendatangi Car Free Night hanya sekedar untuk membeli makanan, minuman.

Biasanya, pengunjung Car Free Night di dominasi usia remaja yang ingin melewatkan pergantian tahun bersama sang kekasih.

BACA JUGA:

Monitoring Malam Tahun Baru, Farhan Pastikan Bandung Aman dan Terkendali

Momen akhir tahun juga di manfaat banyak orang menginap di luar kota bersama keluarga. Mereka menyewa vila atau kamar hotel.

Tak lengkap rasanya, merayakan pergantian tahun tanpa meniup terompet.

Seiap tahun, bentuk terompet selalu berbeda. Ada yang berbentuk ular naga hingga tokoh kartun favorit anak-anak.

(Bambang Fouristian/berbagai sumber)

Julio Cesar Fokus AFC Champions League Two 2025/2026

0
Julio Cesar fokusjabar.id
Julio Cesar (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Bek Persib Bandung, Julio Cesar (JC) optimistis menatap pertandingan babak 16 besar AFC Champions League Two 2025/2026.

Menurut Julio Cesar, berdasarkan hasl undian yang dilakukan di Kuala Lumpur, 30 Januari 2025 lalu, Persib Bandung akan menghadapi Ratcahburi FC dari Thailand.

BACA JUGA:

Drawing 16 Besar ACL Two, Persib Bertemu Ratchaburi FC

Julio Cesar menyebut, dari tiga calon lawan sebelum undian, tidak ada tim yang mudah. Oleh karena itu, dia dan teman-temannya memilih fokus pada persiapan tim.

“Ada tiga tim bagus. Yakni, Pohang, Ratchaburi dan Ha Noi. Kami ingin lolos ke babak berikutnya. Jadi, kami tidak memikirkan tim mana yang lebih baik,” tegas JC.

“Saya rasa Ratchaburi juga tim yang bagus sekarang. Mereka ada di posisi kedua di Liga Thailand. Dan semua klub akan sulit untuk dikalahkan,” Dia menambahkan.

Julio Cesar berjanji akan kerja keras untuk bisa lolos ke babak selanjutnya.

BACA JUGA:

Beckham Putra Nugraha Gelar E7AM Football Challenge

Cesar percaya, timnya mampu mengimbangi Ratchaburi dan meraih hasil maksimal untuk lolos ke babak selanjutnya.

“Saya tahu beberapa pemain asal Brasil ada di sana. Seperti Denilson, Negueba, Sidcley,” tutup JC.

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menyambut optimistis hasil undian babak 16 Besar AFC Champions League Two 2025/2026 yang mempertemukan dengan wakil Thailand, Ratchaburi FC.

Frans Putros fokusjabar.id
Bojan Hodak

Bagi Hodak, hasil undian ini membuka peluang yang realistis. Sekaligus menantang untuk melangkah lebih jauh di kompetisi Asia.

Menurut Hodak, Thailand bukan wilayah yang asing bagi Maung Bandung.

Pangeran Biru pernah menjalani pemusatan latihan pramusim di Negeri Gajah Putih. Selain itu, mencatatkan hasil positif saat bertandang ke markas Bangkok United pada fase grup.

Modal pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam menatap laga krusial melawan Ratchaburi.

BACA JUGA:

Manajemen Persib Optimis Hadapi Ratchaburi FC di 16 Besar ACL Two 

“Saya melihat, Ratchaburi bisa kami hadapi dan kami tantang. Kami juga diuntungkan karena laga kedua dimainkan di Stadion GBLA,” ungkapnya.

Meski begitu, Bojan Hodak juga menyoroti tantangan utama yang harus dikelola. Yakni padatnya jadwal pertandingan.

Saat ini, tim tengah mengupayakan penyesuaian jadwal di kompetisi Super League 2025/2026. Dengan begitu, persiapan menuju laga Asia bisa berjalan lebih ideal.

(Bambang Fouristian)

Pantai Batu Karas Pangandaran Dimata Wisatawan Asal Palu

0
pantai batu karas pangandaran@fokusjabar.id
Muhammad Ilham wisatawan asal Palu Sulawesi Tengah bersama rekannya tengah bermain banana boat di pantai batu karas pangandran.(foto:Yud's/fokusjabar.id)

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Pantai Batu Karas yang berada di Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Memiliki kesan tersendiri bagi wisatawan asal Palu Sulawesi Tengah, Muhammad Ilham (31).

Menurut Muhammad Ilham, pantai batu karas pangandaran memiliki daya tarik tersendiri yaitu suasananya yang tenang dan pemandangannya indah.

Selain itu, kata Ilham, ombak di pantai batu karas pangandaran sangat begitu ideal untuk surfing khususnya bagi para pemula. Juga air lautnya jernih dan bersih.

Baca Juga: Awal 2026, Serunya Bermain Jetsky di Pantai Pangandaran

“Saya dari Palu Sulawesi Tengah, sengaja datang ke pantai batu karas karena menurut kabar suasananya begitu indah. Nyatanya memang mempesona sekali,” ungkap Muhammad Ilham, Kamis (1/1/2026).

Ilham menyampaikan, bahwa suasana pantai batu karas sangat begitu damai. Sehingga membuat pikiran menjadi represh dan menenangkan.

“Saya belajar Surfing di sini, ada pemandunya juga pokoknya happy banget dan sangat mengesankan berlibur ke pantai batu karas ini, bikin adem suasananya,” jelasnya.

Dan memang, lanjut Ilham, bermain surfing di pantai batu karas membuat ketagihan dan juga pengalaman yang berharga, dan tidak tergantikan.

“Dengan ombaknya yang damai bermain Jetsky di pantai batu karas sangat menyenangkan, air lautnya pun terlihat hijau kebiru-biruan, jernih dan bersih lagi,” ucapnya.

Baca Juga: Pantai Pangandaran Suguhkan Pemandangan Eksotis

Tidak hanya itu, Ilham menjelaskan, bahwa permainan yang tak kalah menarik yaitu ketika naik banana boat. Suasana hati sangat bercampur, senang, gembira dan takut.

“Karena kita di bawa ke tengah laut dengan kencang oleh perahu boat, banting kiri kanan. Dan akhirnya kecebur juga ke laut. Pokoknya sangat mengesankan liburan ke pantai batu karas,” tegasnya.

Kulinernya pun, Ilham menambahkan, membuat lidah ketagihan. Seperti seefood, dengan berbagai ikan segar yang di hidangkan dengan berbagai resep makanan.

“Pokoknya, sebagai orang Palu saya begitu terkesan dengan objek wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran, khususnya pantai batu karas. Dan pasti kedepannya liburan ke sini lagi,” pungkasnya.

(Yud’s)

Anugerah Gapura Pancawaluya jadi Motor Transformasi Karakter di Jabar

0
anugerah Gapura Pancawaluya fokusjabar.id
Anugerah Gapura Pancawaluya

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemprov Jabar melalui Dinas Pendidikan (Disdik) gelar Anugerah Gapura Pancawaluya Tahun 2025.

Penyelenggaraan anugerah Gapura Pancawaluya merupakan instrumen kebijakan strategis untuk mengakselerasi transformasi pendidikan karakter secara masif.

BACA JUGA:

Antisipasi Kecurangan PPDB, Bey Machmudin Apresiasi Langkah Plh Kadisdik Jabar

Kepala Disdik Jabar, Purwanto mengatakan, langkah tersebut diambil sebagai bagian dari komitmen mewujudkan generasi yang unggul.

Menurut Dia, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan. Namun sebagai bentuk apresiasi produktif bagi satuan pendidikan yang berhasil mengimplementasikan nilai-nilai karakter dasar di lingkungan sekolah.

“Anugerah Gapura Pancawaluya adalah instrumen untuk mendorong budaya sekolah dan pembinaan karakter peserta didik,” kata Dia.

“Penghargaan yang diberikan berfungsi sebagai insentif bagi sekolah untuk terus meningkatkan mutu lingkungan belajar mereka,” Purwanto menambahkan, Kamis (1/1/2026).

Dia menjelaskan, keterlibatan jenjang pendidikan dasar sangat krusial untuk menjaga kesinambungan nilai.

Meski secara manajerial SD dan SMP berada dibawah wewenang Kabupaten/Kota, Pemprov Jabar memiliki fungsi pembinaan dan orkestrasi nilai strategis.

BACA JUGA:

Monitoring Malam Tahun Baru, Farhan Pastikan Bandung Aman dan Terkendali

Hal tersebut selaras dengan Surat Edaran No45/PK.03.03/KESRA tentang 9 Langkah Pembangunan Pendidikan Jawa Barat Menuju Terwujudnya Gapura Pancawaluya.

Selain itu, nilai-nilai Cageur, Bageur, Bener, Pinter dan Singer telah dipayungi Perda No5 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pendidikan.

“Kami ingin memastikan nilai karakter tidak terputus secara struktural. Provinsi menjalankan fungsi sinkronisasi agar penguatan karakter ini mengakar sejak jenjang dasar hingga menengah. Baik dibawah naungan Disdik maupun Kemenag,” ungkapnya.

Terkait opini mengenai proses yang instan, tahapan Anugerah Gapura Pancawaluya 2025 telah berjalan secara sistematis dan terukur sejak pertengahan tahun 2025.

  • Agustus-September 2025

Sosialisasi masif secara tatap muka dan virtual ke seluruh Kabupaten/Kota.

  • Agustus-Oktober 2025

Proses pendaftaran dan verifikasi administrasi.

  • November 2025

Penilaian Tahap 1 (dokumen dan praktik awal).

  • Desember 2025

Penilaian Tahap 2 dan 3 (pendalaman praktik baik) hingga penganugerahan pada 30 Desember 2025.

“Yang kami nilai bukan hasil instan saat acara berlangsung. Melainkan praktik baik (best practice) pendidikan karakter yang sudah konsisten dijalankan oleh satuan pendidikan di lapangan,” tegas Purwanto.

BACA JUGA:

Jelang Tahun Baru, Pemkot Bandung Kerahkan Personel Lintas Intansi

Disdik mengapresiasi kritik dan pengawasan yang disampaikan Anggota DPRD Jabar.

Hal tersebut sebagai mekanisme evaluasi yang konstruktif untuk meningkatkan kualitas kebijakan publik.

“Kami memiliki visi filosofis yang sama dengan DPRD mengenai pentingnya nilai Pancawaluya. Kami sangat terbuka untuk dialog lanjutan. Hal itu untuk memastikan program ini semakin tepat sasaran, transparan dan berdampak luas bagi dunia pendidikan,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

Banyak Sampah di Alun-alun dan Objek Wisata Cipanas Garut

0
sampah garut@fokusjabar.id
Pasukan kuning mulai menyisir jalanan sejak pukul 03.00 WIB guna memastikan aktivitas masyarakat di pagi hari tidak terganggu oleh tumpukan sampah, pasca perayaan pergnatian tahun, Kamis (1/1/2026)

GARUT, FOKUSJabar.id: Sejak dini hari puluhan petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut bergerak cepat membersihkan sampah pasca perayaan malam pergantian tahun di sejumlah titik keramaian. Sepeti Alun-alun dan kawasan objek wisata Cipanas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut, Jujun Juansyah, mengungkapkan, bahwa volume sampah yang terkumpul mencapai estimasi 10 meter kubik (10m3).

Menurut Jujun, bahwa jumlah volume sampah tidak menunjukkan lonjakan yang signifikan jika di bandingkan dengan tahun sebelumnya.

Baca Juga: IPM Garut Rendah, Deden Sopian Bilang Begini

“Tidak terjadi lonjakan sampah yang signifikan. Hal ini di karenakan adanya kebijakan larangan keramaian pada malam tahun baru, sehingga volume sampah yang terkumpul berkisar di angka 10 kubik,” ujar Jujun kepada FOKUSJabar.id, Kamis (1/1/2026).

Untuk menangani masalah sampah tersebut, lanjut dia, DLH menerapkan strategi pembersihan cepat dengan pembagian shif khusus.

Dan pasukan kuning mulai menyisir jalanan sejak pukul 03.00 WIB guna memastikan aktivitas masyarakat di pagi hari tidak terganggu oleh tumpukan sampah.

“Kami menurunkan 23 personel yang dikerahkan sejak dini hari. Untuk armada, kami mengoperasikan 5 unit motor sampah dan 1 unit dump truck agar pengangkutan lebih efektif dan menjangkau area sempit,” jelasnya. 

Soroti Kesadaran Masyarakat

Meski volume sampah tidak melonjak tajam, Namun, Jujun menilai, bahwa kesadaran masyarakat masih rendah dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Berdasarkan pantauan lapangan, kata dia, bahwa sampah di saat perayaan pergantian tahun baru masih banyak di temukan tercecer dan tidak di buang pada tempat yang semestinya.

Baca Juga: Diduga Ada Mafia Tanah, Ormas GAS Lapor Kejari Garut

“Kesadaran masyarakat kami nilai masih kurang. Terbukti dengan masih banyaknya sampah bekas perayaan yang tercecer di titik-titik keramaian, bukan di buang pada tempat sampah yang tersedia,” ujarnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Jujun menyampaikan, akan pentingnya penguatan regulasi dan sosialisasi ke depannya.

Dia juga berharap, bahwa adanya aturan terkait pengelolaan sampah yang ketat mengenai pembatasan kegiatan acara-acara besar.

“Kami berharap aturan larangan perayaan dapat lebih di perketat lagi dan di sosialisasikan secara masif kepada masyarakat. Kedisiplinan warga adalah kunci utama agar masalah sampah pasca acara besar seperti ini bisa lebih terkendali,” pungkasnya.

(Y.A. Supianto) 

Tahun 2025, Bencana Hingga Kasus Hukum Warnai Kota Bandung

0
kota bandung@fokusjabar.id
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.(foto; Yusuf Mugni/fokusjabar.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan merefleksikan bahwa tahun 2025. Merupakan awal kepemimpinannya yang penuh dengan tantangan dan menjadi fase pembelajaran penting bagi Pemkot Bandung.

Farhan mengatakan, sepanjang 2025 dia menghadapi berbagai ujian yang cukup lengkap, mulai dari bencana, kerusuhan, hingga persoalan hukum.

Menurutnya, dinamika tersebut menjadi pengalaman berharga dalam memahami cara menghadapi berbagai persoalan kota.

Baca Juga: Monitoring Malam Tahun Baru, Farhan Pastikan Bandung Aman dan Terkendali

“Saya kira ini tahun pertama saya menjadi wali kota. Ujiannya sudah komplet, dari masalah bencana, kerusuhan, hingga hukum. Tahun 2025 menjadi tahun pembelajaran,” kata Farhan Kamis (1/1/2026).

Farhan menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak, khususnya Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Yang di nilai sangat solid dalam menjaga stabilitas Kota Bandung.

Dukungan tersebut datang dari kepolisian, TNI tiga matra, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, hingga Badan Intelijen Negara (BIN).

Memasuki 2026, Farhan menyebut evaluasi paling utama dari tahun sebelumnya adalah pentingnya penguatan pembenahan permukiman dan kewilayahan melalui Program Prakarsa.

Selain itu, pengamanan dan penanganan bencana akan terus diperkuat melalui peran Forkopimcam, terutama dalam aspek deteksi dini dan penjagaan dini.

“Itu yang benar-benar kita pelajari selama 2025. Alhamdulillah, setiap kali terjadi bencana di Kota Bandung, semuanya bisa kita tangani dengan baik,”katanya.

Baca Juga: Jelang Tahun Baru, Pemkot Bandung Kerahkan Personel Lintas Intansi

Selain itu, dari sektor pembangunan, Pemkot Bandung mulai melakukan pembenahan terhadap 17 ruas jalan utama. Yang memiliki tingkat kepadatan tinggi sekaligus menjadi jalur wisatawan.

Farhan menegaskan, pembangunan infrastruktur ini sejalan dengan fokus pengembangan pariwisata Kota Bandung, khususnya wisata MICE dan sport tourism.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga dan meningkatkan kerja sama Antar forkopimda. Bahkan hingga tingkat provinsi, mengingat kompleksitas persoalan kota yang tidak dapat di tangani secara mandiri.

“Kerja sama ini menjadi pelajaran paling penting dari tahun 2025 menuju 2026,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Puluhan Pelajar Diamankan Polres Pangandaran

0
polres pangandaran@fokusjabar.id
polres [email protected]

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Polres Pangandaran mengamankan lebih dari 40 pelajar yang terlibat dalam aksi ugal-ugalan. Juga meresahkan masyarakat saat pergantian malam tahun baru.

Penindakan dari aparat keamanan di lakukan atas dasar laporan masyarakat, apalagi mereka berpotensi membahayakan keselamatan warga.

Kasat Sabhara Polres Pangandaran, IPTU Jaja Jatnika menyampaikan bahwa sebagian besar pengendara yang di amankan masih berstatus pelajar.

Baca Juga: Awal 2026, Serunya Bermain Jetsky di Pantai Pangandaran

“Kami telah mengamankan lebih dari 40 kendaraan bermotor yang terlibat dalam aksi ugal-ugalan. Untuk para pengendara tersebut akan kami lakukan pendataan secara menyeluruh,” ungkap IPTU Jaja Jatnika, Kamis (1/1/2026).

Polres Pangandaran juga mengimbau kepada para orang tua dari para pelajar tersebut untuk datang langsung ke Polres Pangandaran. Untuk menjemput anak-anaknya yang mayoritas dari mereka masih berstatus pelajar.

Lebih lanjut, IPTU Jaja Jatnika menegaskan bahwa kegiatan ini bukan semata-mata penindakan. Namun juga sebagai bentuk edukasi dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca Juga: Saksi Mata Ungkap Kejanggalan Lokasi Terjun Payung Sebelum Insiden Maut di Pangandaran

“Kami berharap peran serta orang tua dan masyarakat untuk bersama-sama mengawasi serta mengingatkan anak-anak. Agar tidak melakukan aksi yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” tambahnya.

Polres Pangandaran bersama masyarakat Kabupaten Pangandaran terus bersinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya pada momen-momen rawan seperti pergantian tahun.

“Upaya ini di harapkan mampu menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga,” pungkasnya.

(Sajidin)