spot_imgspot_img
Jumat 1 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 408

Damkar Kawali Ciamis Lepas Cincin Pelajar

0
Damkar Kawali fokusjabar.id
Personel Damkar Pos WMK Kawali saat melepaskan cincin

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Personel Damkar Pos WMK Kawali melepas cincin stainless dari jari manis Aditya, seoran pelajar warga Desa Maparah Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar).

Sebelumnya, Aditya sudah berupaya dengan berbagai cara untuk melepas cincin tersebut. Namun tidak membuahkan hasil.

BACA JUGA:

Ini Hasil Ramp Check dan Test Urine Dishub Ciamis

Selanjutnya Aditya mendatangi Pos WMK Damkar Kawali untuk meminta bantuan.

Demikian dikatakan Kasatpol PP Kabupaten Ciamis, Ega Anggar Alqausar. Menurutnya, petugas piket Damkar Pos WMK Kawali diminta bantuan untuk melepas cincin.

“Petugas piket langsung berusaha melepaskan cincin tersebut,” katanya, Jumat (2/1/2026).

Ega mengatakan, dengan menggunakan gerinda khusus untuk memotong barang-barang berukuran kecil petugas berusaha memotong cincin tersebutdengan hati-hati.

“Tidak butuh waktu lama, kami berhasil memotong cincin itu dan melapasnya,” kata Dia.

Ega menjelaskan, cincin stainless tersebut tidak bisa dilepas karena  jari pemilik mengalami pertumbuhan. Sehingga cincin itu menjadi sempit.

BACA JUGA:

152 Infrastruktur Rusak Akibat Bencana Sepanjang 2025 di Ciamis

“Cincin itu lama dipasang di jari pelajar itu. Sehingga sulit dibuka,” pungkasnya.

Sebelumnya, hujan deras disertai  angin kencang menyebabkan sebuah pohon Albasia tumbang menimpa bangunan rumah milik Uhen Suhendar (57).

Kejadian itu di Dusun Tamansari Desa Kertahayu Kecamatan Pamarican.

Pemilik rumah mengalami luka dan harus dilarikan ke Puskesmas Kertahayu.

Korban juga harus mengungsi karena rumahnya rusak parah akibat tertimpapohon tumbang.

Anggota FK Tagana Kabupaten Ciamis, Baehaqi Effendi menjelaskan, kejadian tersebut saat hujan deras disertai terjangan angin kencang, Kamis (1/1/2026).

Pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian untuk membantu melakukan penanganan.

BACA JUGA:

DPRD Ciamis Setujui Transformasi BPR Galuh Menjadi Perseroda

“Pemilik rumah saat mengungsi karena rumahnya rawan ambruk,” katanya.

(Husen Maharaja)

36 Personel Polres Banjar Naik Pangkat

0
Polres Banjar fokusjabar.id
Kapolres Banjar AKBP Tyas Puji Rahadi prosesi menyiramkan air kembang kepada personel yang naik pangkat

BANJAR, FOKUSJabar.id: Polres Banjar Polda Jabar melaksanakan upacara korps raport kenaikan pangkat pengabdian anggota Polri satu tingkat lebih tinggi, Jumat (2/1/2026).

Sedikitnya 36 personel naik pangkat. Dan upacara digelar di halaman Mako Polres Banjar, Jalan Siliwangi.

BACA JUGA: Wali Kota Banjar: Produk UMKM Harus Masuk Pasar Modern

Kapolres Banjar, AKBP Tyas Puji Rahadi mengatakan, Korps Raport merupakan wujud penghargaan institusi kepada anggota Polri atas dedikasi, loyalitas, integritas dan tanggungjawab yang telah ditunjukan selama mengemban tugas.

“Kenaikan pangkat bukanlah hadiah semata. Namun hasil dari proses penilaian menyeluruh terhadap kinerja, sikap, prilaku personel dalam melaksanakan tugas,” ungkapnya.

Tyas mengucapkan selamat kepada seluruh anggota Polres Banjar yang hari ini menerima kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi.

“Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri dan memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara,” ujarnya.

Menurut Dia, pangkat yang lebih tinggi berarti tanggungjawab yang lebih besar.

“Maka sikapi kenaikan pangkat ini dengan penuh rasa syukur, kerendahan hati dan kesadaran untuk menjadi teladan dalam sikap prilaku dan pelaksanaan tugas,” katanya.

BACA JUGA: Diduga KKN, Inspektorat Kota Banjar Panggil Kades dan Sekdes Rejasari

Tyas berpesan, kenaikan pangkat harus diiringi dengan kenaikan tanggungjawab etika dan profesionalisme.

“Tuntutan kinerja akan lebih besar. Baik dalam pelaksanaan tugas kepolisian, pelayanan kepada masyarakat maupun dalam kehidupan sehari0hari,” pungkasnya.

(Agus)

Pilkada Melalui DPRD Adalah Alternatif Strategis

0
pilkada@fokusjabar.id
Dosen STIE Latifah Mubarokiyah Tasikmalaya, Endang Syarif.(foto;Dok)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Pilkada melalui DPRD menekankan permusyawaratan dan perwakilan sesuai sila keempat Pancasila (Soepomo, 1955). Mekanisme ini relatif lebih efisien, mengurangi risiko politik uang, dan menekan konflik horizontal dan sebagai alternatif strategis.

Dengan anggota DPRD yang kompeten dan berintegritas, proses musyawarah dapat menghasilkan kepala daerah yang rasional, profesional, dan berpihak pada kepentingan publik.

“Mekanisme ini juga memungkinkan partai politik menyeleksi calon kepala daerah yang berkualitas, bukan hanya populer atau kaya akan modal,” ungkap Dosen STIE Latifah Mubarokiyah Tasikmalaya, Endang Syarif, Jumat (2/1/2026).

Baca Juga: Menakar Pilkada Dalam Perspektif Pancasila

Jika kepala daerah di pilih oleh DPRD, lanjut dia, terdapat beberapa keuntungan sosial dan ekonomi, dengan catatan anggota DPRD-nya berkualitas hasil perbaikan sistem partai politik.

“Pertama efisiensi biaya politik, dengan pemilihan melalui DPRD jauh lebih murah di banding Pilkada langsung. Tidak ada kampanye massif, pengeluaran logistik besar, atau biaya pengamanan skala luas,” jelasnya.

Dan sumber daya yang tersimpan, kata Endang, dapat di alihkan untuk program pembangunan, pelayanan publik, dan pemberdayaan masyarakat.

Perhitungan Pilkada oleh DPRD

  • Pengurangan Politik Uang dan Polarisasi

Mekanisme DPRD menekan peluang praktik politik uang karena proses seleksi terbatas pada wakil rakyat. Polarisasi sosial berkurang karena masyarakat tidak lagi terbagi menjadi kubu-kubu dukungan calon yang saling bersaing.

Keamanan sosial lebih terjaga, sementara kerjasama antar partai dapat lebih di fokuskan pada kepentingan daerah.

  • Kualitas Kebijakan yang Lebih Rasional

DPRD, jika di isi wakil rakyat yang kompeten, mampu bermusyawarah secara rasional, mempertimbangkan berbagai kepentingan, dan memilih kepala daerah berdasarkan kinerja, kapasitas manajerial, dan visi pembangunan, bukan popularitas atau modal politik.

Hal ini meningkatkan peluang kepala daerah membuat kebijakan ekonomi dan sosial yang terukur dan berkelanjutan (Budiardjo, 2009).

  • Fokus pada Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat

Dengan biaya politik lebih rendah dan konflik sosial berkurang, kepala daerah dapat lebih fokus pada perencanaan pembangunan, investasi, dan pelayanan publik. Efisiensi ini berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Pagi ini, Bupati Tasikmalaya akan Melantik Direktur Perumda Air Minum Tirta Sukapura

  • Partisipasi Publik Tetap Terjaga melalui Pileg

Masyarakat tetap berperan menentukan wakil mereka melalui Pileg, sehingga kualitas permusyawaratan DPRD tetap merupakan refleksi aspirasi publik. Inilah kombinasi ideal antara partisipasi rakyat dan kualitas musyawarah, inti demokrasi Pancasila (Soepomo, 1955).

“Dan agar mekanisme DPRD efektif, partai politik harus di perkuat. Reformasi meliputi, rekruitmen berbasis merit, menilai integritas, kompetensi, dan pemahaman terhadap Pancasila,” tegasnya.

Selain itu, Endang menambahkan, kaderisasi berkelanjutan, termasuk pendidikan politik, etika, dan kemampuan legislasi.

“Juga tentunya, kode etik dan sanksi internal yang tegas, untuk mencegah praktik transaksi politik,” pungkasnya.

(Yud’s)

Polsek Cisurupan Polres Garut Monitoring Wisata Gunung Papandayan

0
Polsek Cisurupan fokusjabar.id
Monitoring petugas kepolisian

GARUT, FOKUSJabar.id: Polsek Cisurupan Polres Garut Polda Jabar monitoring sekaligus pengamanan di kawasan objek wisata Gunung Papandayan.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan.

BACA JUGA:

IPM Garut Rendah, Deden Sopian Bilang Begini

Kegiatan Polsek Cisurupan difokuskan pada pengamanan objek wisata. Khususnya lokasi yang mengalami peningkatan jumlah pengunjung selama masa liburan.

Monitoring dilakukan oleh personel Polsek Cisurupan bersama BKO Brimob Polda Jabar serta anggota Koramil 1115 Cisurupan.

Petugas melakukan patroli dialogis dengan pengelola, karyawan serta para wisatawan.

Petugas juga memberikan imbauan Kamtibmas agar seluruh pihak tetap waspada terhadap potensi tindak kejahatan. Terutama pencurian kendaraan bermotor serta gangguan keamanan lainnya.

Selain itu, pengunjung juga diingatkan untuk selalu mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di kawasan wisata alam.

Berdasarkan hasil monitoring, tercatat jumlah pengunjung Gunung Papandayan mencapai 1.085 orang untuk kegiatan hiking dan 43 orang melakukan camping.

BACA JUGA:

Polres Garut Berlakukan Penyekatan dan Car Free Night

Sementara itu, jumlah kendaraan yang masuk ke kawasan wisata terdiri dari 188 unit kendaraan roda empat dan 227 unit kendaraan roda dua.

Kondisi cuaca terpantau cerah berawan dan mendukung aktivitas wisata.

Dengan kehadiran aparat keamanan di lokasi wisata, situasi Kamtibmas di wilayah Kecamatan Cisurupan terpantau aman dan kondusif.

Polsek Cisurupan memastikan akan terus melakukan pengawasan dan pengamanan guna menciptakan suasana liburan yang tertib, aman dan nyaman bagi seluruh wisatawan.

(Bambang Fouristian)

Ini Tekad Uilliam Barros di ACL 2

0
Uilliam Barros fokusjabar.id
Uilliam Barros (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Penyerang Persib Bandung, Uilliam Barros antusias menatap pertandingan Ratchaburi FC di babak 16 Besar AFC Champions League Two (ACL Two) 2025/2026.

Menurut Uilliam Barros, Dia bertekad membawa Persib Bandung melangkah lebih jauh di fase knock-out.

BACA JUGA:

Kaleidoskop 2025, Persib Bandung ke-16 ACL Two dan Pemuncak Klasemen Liga

Meski demikian, penyerang asal Brasil tersebut tidak mau terlalu jemawa dengan raihan Pangeran Biru yang mampu menembus fase knock-out ACL Two.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dua kemenangan atas tim Thailand lain di fase grup. Yakni Bangkok United.

“Lawan di babak 16 besar adalah tim-tim yang juga memiliki kualitas baik. Tapi, kita harus lebih siap lagi dari sebelumnya,” ungkap Uilliam Barros.

Dia optimistis dengan kemampuan rekan-rekan setim meski bakal menghadapi rintangan yang lebih sulit lagi di babak 16 besar.

“Kami harus lebih kerja keras lagi. Tim terus menunjukkan performa yang baik, kami harus menjaga itu semua,” pungkasnya.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Bek Persib Bandung, Julio Cesar (JC) optimistis menatap pertandingan babak 16 besar AFC Champions League Two 2025/2026.

Menurut Julio Cesar, berdasarkan hasl undian yang dilakukan di Kuala Lumpur, 30 Januari 2025 lalu, Persib Bandung akan menghadapi Ratcahburi FC dari Thailand.

Julio Cesar menyebut, dari tiga calon lawan sebelum undian, tidak ada tim yang mudah. Oleh karena itu, dia dan teman-temannya memilih fokus pada persiapan tim.

BACA JUGA:

Manajemen Persib Optimis Hadapi Ratchaburi FC di 16 Besar ACL Two 

“Ada tiga tim bagus. Yakni, Pohang, Ratchaburi dan Ha Noi. Kami ingin lolos ke babak berikutnya. Jadi, kami tidak memikirkan tim mana yang lebih baik,” tegas JC.

“Saya rasa Ratchaburi juga tim yang bagus sekarang. Mereka ada di posisi kedua di Liga Thailand. Dan semua klub akan sulit untuk dikalahkan,” Dia menambahkan.

(Bambang Fouristian)

Menakar Pilkada Dalam Perspektif Pancasila

0
pilkada@fokusjabar.id
Dosen STIE Latifah Mubarokiyah Tasikmalaya, Endang Syarif.(foto; Yud's/fokusjabar.id)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Demokrasi Indonesia memiliki karakter khas karena berpijak pada falsafah Pancasila, khususnya sila keempat. ‘Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan’.

Sila keempat ini, menegaskan bahwa kedaulatan rakyat harus di jalankan secara bermoral, rasional. Dan berorientasi pada kepentingan bersama, bukan sekadar kemenangan suara terbanyak.

Di era kontemporer, muncul fenomena partai politik yang berbeda sikap terkait mekanisme Pilkada. Beberapa partai politik mengusulkan Pilkada kembali di pilih oleh DPRD, dengan alasan efisiensi, pengendalian konflik sosial, dan kualitas musyawarah.

Baca Juga: Bekti Alamsyah: Program Kedepan Fokus Arahan Bupati Tasikmalaya

Hal tersebut di sampaikan, Dosen STIE Latifah Mubarokiyah, Tasikmalaya, Endang Syarif. Dia melanjutkan, bahwa di sisi lain, ada partai yang menolak ide tersebut. Karena menilai pemilihan langsung oleh rakyat sebagai simbol kedaulatan publik.

Fenomena ini menunjukkan bahwa semua partai politik perlu kembali pada Pancasila sebagai dasar negara. Memastikan setiap keputusan politik, termasuk model Pilkada, selaras dengan nilai kerakyatan dan permusyawaratan (Hatta, 1954).

Menurut Mohammad Hatta (1954), kata endang, demokrasi Indonesia sejatinya adalah demokrasi musyawarah. Di mana keputusan politik tidak hanya ditentukan oleh suara terbanyak, tetapi oleh kebijaksanaan dan tanggung jawab moral wakil rakyat.

“Pandangan ini relevan dalam membaca praktik Pemilu dan Pilkada yang kini sering berfokus pada prosedur. Tetapi kadang kehilangan substansi etisnya,” ungkap Endang Syarif, Jumat (2/1/2025).

Pemilu legislatif merupakan tahap strategis dalam demokrasi Indonesia. Melalui Pileg, rakyat bisa memilih wakilnya di DPR, DPD, dan DPRD. Seperti dalam UU Pemilu tahun 2017.

Dan para wakil rakyat ini, lanjut dia, kemudian menjalankan mekanisme permusyawaratan untuk berbagai keputusan politik. Termasuk dalam seleksi dan pengawasan kepala daerah.

Dengan kata lain, Pileg adalah pintu awal demokrasi yang menjembatani partisipasi rakyat dengan kualitas musyawarah di DPRD (Asshiddiqie, 2005).

Melalui Pileg, rakyat menentukan kualitas wakil mereka, sementara wakil tersebut menentukan kualitas permusyawaratan dalam pemilihan kepala daerah.

“Wakil rakyat yang berkompeten, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan publik. Akan memastikan proses seleksi kepala daerah dilakukan secara rasional dan bijaksana, sesuai amanat sila keempat Pancasila,” tuturnya.

Pilkada Langsung, Legitimasi vs Tantangan Praktis

Pilkada langsung memberi rakyat hak untuk memilih gubernur, bupati, dan wali kota (UU Pilkada, 2016). Secara demokratis, mekanisme ini memperkuat legitimasi pemimpin dan kedekatan pemimpin dengan rakyat.

Baca Juga: Tablet Tambah Darah, Perhatian Wabup Tasikmalaya untuk Pelajar

Namun praktiknya menghadapi persoalan serius, yaitu politik uang, konflik sosial,dan pragmatisme elite (Budiardjo, 2009). Calon yang menang karena modal besar atau patronase politik sering tidak mencerminkan aspirasi rakyat yang bijaksana.

Konflik horizontal muncul akibat polarisasi dukungan, sementara pragmatisme elite mengutamakan kepentingan partai atau kelompok tertentu, bukan kepentingan masyarakat.

Selain itu, Pilkada langsung membutuhkan biaya yang sangat besar, baik untuk partai maupun calon. Dan berpotensi membebani APBD dan mengalihkan fokus pemerintah dari program pembangunan.

“Dengan efisiensi biaya ini menjadi salah satu alasan logis untuk mempertimbangkan mekanisme Pilkada di pilih oleh DPRD,” pungkasnya.

(Yud’s)

Matahari Terbit Pertama 2026, Memukau Wisatawan Pantai Pangandaran

0
pangandaran@fokusjabar.id
Matahari terbit (sunrise)pertama pada awal tahun 2026, memukau wisatawan pantai pangandran.(foto;Yud's/fokusjabar.id)

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Matahari terbit pertama pada awal 2026 di pantai timur pangandaran memukau para wisatawan pasca perayakan pergantian tahun.

Matarahari terbit (sunrise) di pantai timur pangandaran begitu mempesona, dan cahayanya yang kuning keemasan memadukan keindahan warna dengan birunya air lautan.

Para wisatawan pun mengabadikan suasana indah tersebut dengan melakukan selfie dan berfoto bersama.

“Kemarin pas awal tahun 2026, tepatnya tanggal 1 Januari. Terbitnya matahari yang muncul dari pantai timur pangandaran sangat begitu memukau,” ungkap Muhammad Ilham (31) wisatawan asal Palu Sulawesi Tengah, Jumat (2/12/2025).

Baca Juga: Pantai Batu Karas Pangandaran Dimata Wisatawan Asal Palu

Menurutnya, matahari terbit pertama tahun 2026, pertanda pesan terhadap semua mahkluk untuk selalu tetap konsisten pada jalur yang selalu menerangi seksama dalam kebaikan.

“Matahari memang selalu konsisten hadir saat pagi dan menghilang saat senja. Dam matahari juga tidak pernah bosan memberikan cahaya untuk kehidupan semua makhluk di dunia,” ucapnya.

Maka dengan itu, kata Ilham, konsistensi matahari yang selalu menyinari, tidak pernah meminta untuk mendapatkan balas budi dari seluruh mahkluk yang berada di muka bumi.

“Ini kan pesan alam, bahwa manusia jika berbuat sebuah kebaikan itu harus tanpa pamrih. Sama halnya seperti matahari yang selalu konsisten dalam jalurnya,” tuturnya.

Baca Juga: Awal 2026, Serunya Bermain Jetsky di Pantai Pangandaran

Matahari Tetap Konsisten

Dengan itu, setiap manusia melakukan perbuatan baik tentu akan melahirkan yang baik juga. Seperti matahari yang selalu di nanti oleh semua makhluk hidup yang ada di bumi ini.

“Kenapa matahari selalu di nanti, karena cahayanya bisa menerangi seluruh alam ini. Dan begitu banyak manfaatnya. Maka semoga saja kita semuanya konsisten terhadap perbuatan yang melahirkan kebaikan bagi seksama dan pegisinya,” tegasnya.

Mengawali tahun 2026 ini, Ilham mendoakan semoga semuanya mendapatkan kesuksesan dan meraih segala bentuk apa yang di cita-citakan.

“Saya pun berdoa, semoga Indonesia menjadi bangsa yang damai, subur, makmur rakyatnya sejahtera dan pemimpinnya selalu berpihak pada yang benar juga berbuat adil terhadap seluruh masyarakatnya, amiin ya robal alamin,” pungkasnya.

(Yud’s)