spot_imgspot_img
Rabu 15 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 40

Tower yang Tewaskan Dua Pekerja di Banjar Akhirnya Dievakuasi, Seluruh Material Dibawa ke Polres

0
Banjar, FOKUSJabar,id
Caption: Petugas gabungan sedang membersihkan puing-puing tower. (Agus Purwadi/fokusjabar.id)

BANJAR,FOKUSJabar.id: Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan PLN Kota Banjar bergerak cepat mengevakuasi sisa material besi tower di halaman Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Banjar, Senin (6/7/2026).

Pihak BPKPD melayangkan permintaan evakuasi tersebut sebagai langkah lanjutan pasca-insiden robohnya tower saat proses pembongkaran beberapa hari lalu. Peristiwa nahas tersebut sebelumnya telah merenggut dua orang korban jiwa.

Baca Juga: Tower Bekas Aset Pemkot Banjar Ambruk, Dua Pekerja Tewas di Tempat

Sekretaris BPBD Kota Banjar, Asep Setiadi, membenarkan bahwa BPKPD mengirimkan permohonan bantuan secara resmi untuk membersihkan puing-puing besi yang masih berserakan di lokasi kejadian. Guna mempercepat proses, BPBD langsung menerjunkan personel bersama tim dari DLH dan PLN Kota Banjar.

“Kami menerima permohonan bantuan dari BPKPD untuk melakukan evakuasi material tower. Selanjutnya BPBD berkoordinasi dengan DLH dan PLN agar proses pembersihan dapat berjalan secara aman dan cepat,” ujar Asep.

Angkut Puing Menuju Markas Kepolisian

Di lapangan, para petugas bahu-membahu mengangkat potongan besi tower menggunakan kendaraan operasional serta berbagai peralatan pendukung. Tim gabungan mempercepat pembersihan ini agar lingkungan perkantoran kembali steril dan tidak mengganggu jalannya aktivitas pelayanan publik kepada masyarakat.

“Sisa material tower dibawa ke Polres Banjar. Material tersebut diamankan untuk kepentingan penyelidikan yang saat ini masih dilakukan oleh pihak kepolisian,” ungkap Asep.

Hingga saat ini, penyidik dari Polres Banjar masih mendalami insiden robohnya tower maut tersebut. Kendati demikian, pihak kepolisian belum merilis hasil penyelidikan resmi maupun menetapkan tersangka utama di balik peristiwa yang menewaskan dua pekerja itu.

(Agus Purwadi)

Pimpin Penguatan Karakter ASN, Dandim Tasikmalaya Minta Abdi Negara Jadi Benteng Penangkal Radikalisme

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Caption foto: Kodim 0612/Tasikmalaya sukses menggelar kegiatan Penguatan Karakter Kebangsaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun Anggaran 2026.

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Tuntutan birokrasi yang semakin dinamis menuntut adanya penguatan mental dan ideologi yang kokoh dari para abdi negara.

Merespons tantangan besar tersebut, Kodim 0612/Tasikmalaya sukses menggelar agenda Penguatan Karakter Kebangsaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun Anggaran 2026.

Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., memimpin langsung agenda strategis ini di Aula Makodim 0612/Tasikmalaya, Jalan Otista No. 9, Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Senin (6/7/2026).

Baca Juga: Ramai Diserbu Wisatawan, Ampera Waterpark Tasikmalaya Tak Naikkan Harga Tiket

Pihak panitia mengusung tema “Melalui Penguatan Karakter Kebangsaan, Kita Perkokoh Aparatur Sipil Negara yang Solid, Berkarakter, dan Berintegritas” dalam kegiatan kali ini. Tema tersebut bertujuan memompa kembali semangat nasionalisme, wawasan kebangsaan, serta profesionalisme para pelayan masyarakat.

ASN Penggerak Persatuan, Bukan Sekadar Urusan Administrasi

Dalam arahannya, Dandim 0612/Tasikmalaya mengingatkan bahwa ASN mengemban posisi yang sangat strategis. Menurutnya, mereka bukan sekadar roda penggerak birokrasi, melainkan benteng pertahanan nilai-nilai bangsa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“ASN memiliki peran strategis sebagai perekat persatuan bangsa sekaligus pelayan publik. Oleh karena itu, setiap ASN harus memiliki karakter yang kuat, menjunjung tinggi integritas, disiplin, loyalitas, serta mampu menjadi teladan di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat,” tegas Letkol Czi M. Imvan Ibrahim.

Ia juga menambahkan bahwa pemahaman ideologi yang kuat menjadi fondasi krusial agar ASN tetap tegak lurus pada empat pilar kebangsaan. Keempat pilar tersebut meliputi Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika selaku pemersatu keberagaman, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tiga Materi Esensial Pembuat Birokrasi Bersih

Guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat, pihak Kodim membekali para peserta dengan tiga materi esensial:

  • Nilai-Nilai Kebangsaan: Materi ini berfokus pada pendalaman wawasan nusantara dan rasa cinta tanah air demi menjaga persatuan sekaligus menangkal radikalisme.
  • Etika Pengabdian: Fokus utamanya menyasar penajaman moral, disiplin, dan tanggung jawab kerja demi meningkatkan pelayanan publik yang profesional dan bersih.
  • Soliditas dan Sinergitas: Sesi ini bertujuan membangun kolaborasi kuat antarlembaga (termasuk bersama TNI) guna mendukung efisiensi program pembangunan nasional.

Kodim 0612/Tasikmalaya berharap para ASN dapat mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam tugas sehari-hari, sehingga performa pelayanan publik di Tasikmalaya semakin optimal.

Agenda ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Kodim 0612/Tasikmalaya dalam mendukung pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Sinergi yang erat antara TNI dan ASN ini harapannya mampu menjaga stabilitas nasional yang kondusif demi mewujudkan Indonesia yang semakin maju.

(Abdul Latif)

Kecamatan Cijeungjing Sukses Pertahankan Gelar Juara Umum PORSADIN VIII Ciamis

0
CIAMIS, FOKUJSJabar.id
Ketfot: Penyerahan piala juara umum Kecamatan Cijeungjing

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kecamatan Cijeungjing kembali mengukir prestasi gemilang dalam dunia pendidikan keagamaan. Kafilah dari wilayah ini sukses mempertahankan gelar Juara Umum pada Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII Tingkat Kabupaten Ciamis Tahun 2026.

Pencapaian manis tersebut mengukuhkan dominasi Cijeungjing yang berhasil merebut predikat Juara Umum untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Mereka sukses mengungguli Kecamatan Panumbangan yang harus puas di peringkat kedua, serta Kecamatan Rajadesa di posisi ketiga.

Baca Juga: Musim Kemarau di Ciamis, Dinkes Ingatkan Warga Waspadai 5 Penyakit Akibat Kekeringan

Aula Pondok Pesantren Ar Risalah, Cijantung, Kabupaten Ciamis menjadi saksi bisu perjuangan para santri Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) sepanjang kompetisi yang bergulir selama tiga hari, 3–5 Juli 2026 kemarin. Kemudian ajang ini menjadi panggung utama bagi para santri untuk unjuk gigi memamerkan bakat terbaik mereka di berbagai cabang olahraga dan seni keagamaan.

Pada penyelenggaraan tahun ini, tim Kecamatan Cijeungjing berhasil mengamankan total 61 poin untuk mengunci posisi puncak klasemen akhir.

Rincian Medali Penentu Kemenangan Cijeungjing

Kafilah Cijeungjing mengumpulkan pundi-pundi poin kemenangan tersebut lewat sederet torehan prestasi para santrinya di berbagai bidang lomba, antara lain:

  • Juara I Tahfidz Juz Amma Putra
  • Juara II Tahfidz Juz Amma Putri
  • Juara Harapan III Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) Safinatunnaja Putra
  • Juara I Pidato Bahasa Indonesia Putra
  • Juara Harapan II Pidato Bahasa Arab Putra
  • Juara Harapan I MTQ Putra
  • Juara II Kaligrafi Putra
  • Juara III Kaligrafi Putri
  • Juara I Tenis Meja Single Putra
  • Juara I Tenis Meja Single Putri

Buah Kerja Keras dan Sinergi Bersama

Ketua Kafilah Kecamatan Cijeungjing, Jenal Mudakir, meluapkan rasa syukurnya atas dedikasi luar biasa para santri binaannya. Menurut Jenal, keberhasilan mereka dalam menjaga takhta juara umum merupakan buah dari kerja keras kolektif antara peserta, pembina dan pelatih. Terlebih peran seluruh elemen masyarakat yang aktif menghidupkan madrasah di Cijeungjing.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas amanah ini. Prestasi ini bukan hanya milik para juara, tetapi merupakan hasil kebersamaan seluruh kafilah, para ustaz dan ustazah, orang tua, serta semua pihak yang telah memberikan doa dan dukungannya,” ungkap Jenal, Senin (6/7/2026).

“Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi para santri untuk terus meningkatkan kemampuan, memperkuat akhlak, serta semakin mencintai Al-Qur’an dan ilmu keagamaan,” tambahnya.

Jenal juga menaruh harapan besar agar api semangat ini tetap menyala. Sehingga kemudian madrasah-madrasah diniyah di Kecamatan Cijeungjing mampu mempertahankan prestasi serupa pada gelaran PORSADIN mendatang.

“Saya berharap dengan kejuaraan ini, dapat terus melahirkan generasi santri yang berprestasi dan berkarakter. Terlebih mampu mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi lagi,” pungkasnya penuh optimisme.

(Mia)

Musim Kemarau di Ciamis, Dinkes Ingatkan Warga Waspadai 5 Penyakit Akibat Kekeringan

0
Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Ciamis, dr Eni Rochaeni
Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Ciamis, dr Eni Rochaeni

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Memasuki musim kemarau, sejumlah wilayah di Kabupaten Ciamis mulai mengalami krisis air bersih. Guna menjaga pasokan bagi warga, pemerintah daerah bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih ke beberapa titik terdampak, salah satunya di Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis.

Mengingat estimasi musim kemarau tahun 2026 ini berpotensi berlangsung cukup panjang, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ciamis, Ani Supiani, mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat mulai mengubah pola konsumsi air harian.

Baca Juga: Mr Pulley Open Road Race Championship 2026 Ciamis jadi Magnet Pembalap Nasional

Pihak BPBD meminta warga menghemat penggunaan air bersih secara ketat. Selain itu, Ani mendorong warga agar aktif mencari titik-titik mata air alternatif yang masih mengalir di sekitar lingkungan mereka.

Waspada 5 Ancaman Penyakit Akibat Kekeringan

Menyikapi kondisi tersebut, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis, dr. Eni Rochaeni, memberikan imbauan kesehatan demi keselamatan warga.

Menurut dr. Eni, kondisi lingkungan yang kering dan minimnya ketersediaan air bersih menciptakan ekosistem yang ideal bagi penyebaran sejumlah penyakit berbahaya. Pihak Dinkes memetakan lima penyakit utama yang wajib masyarakat waspadai:

  1. Diare dan Gangguan Pencernaan: Muncul karena warga terpaksa menggunakan air yang tidak higienis untuk konsumsi dan mencuci peralatan makan.
  2. Penyakit Kulit (Dermatitis/Scabies): Terjadi akibat berkurangnya frekuensi mandi warga serta penggunaan air tercemar untuk sanitasi diri.
  3. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA): Dipicu oleh paparan debu yang meningkat di udara serta penurunan daya tahan tubuh akibat cuaca ekstrem.
  4. Demam Berdarah Dengue (DBD): Meskipun air terbatas, wadah penampungan air bersih (seperti ember) yang terbuka saat kemarau justru kerap menjadi tempat favorit nyamuk Aedes aegypti untuk bertelur.
  5. Dehidrasi dan Heat Exhaustion: Terjadi karena tubuh terpapar panas ekstrem secara berkepanjangan tanpa kecukupan asupan cairan.

Tips Menjaga Pola Aktivitas di Tengah Cuaca Ekstrem

Guna meminimalisir risiko gangguan kesehatan tersebut, dr. Eni meminta masyarakat menyesuaikan pola hidup harian melalui tiga langkah taktis berikut:

1. Manajemen Air Bersih

  • Prioritaskan Konsumsi: Alokasikan air bersih hanya untuk minum dan kebutuhan mendesak. Gunakan sumber air sekunder yang masih layak untuk keperluan lain seperti mencuci.
  • Masak Hingga Mendidih: Pastikan warga memasak air minum hingga mendidih sempurna guna membunuh kuman dan patogen.
  • Saring Air Keruh: Lakukan pengendapan atau penyaringan sederhana sebelum memasak air jika kondisinya terlihat keruh.

2. Higiene dan Sanitasi

  • Gunakan Hand Sanitizer: Jika persediaan air sangat menipis, manfaatkan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) sebagai alternatif pengganti cuci tangan konvensional.
  • Jaga Kebersihan Makanan: Hindari membeli makanan yang tidak tertutup atau jajanan pinggir jalan yang rentan terpapar debu.

3. Aktivitas di Luar Ruangan

  • Batasi Jam Puncak Panas: Hindari aktivitas fisik yang berat di luar ruangan antara pukul 10.00 hingga 15.00 WIB, saat suhu udara dan indeks UV mencapai titik tertinggi.
  • Rutin Minum Air: Minumlah air secara berkala dalam jumlah kecil namun sering tanpa harus menunggu rasa haus datang.
  • Gunakan Pelindung Fisik: Kenakan pakaian yang longgar dan berwarna terang, serta gunakan topi atau payung untuk menghalau sengatan matahari langsung.

Jaga Kelompok Rentan, Jangan Tunda ke Puskesmas

Pihak Dinas Kesehatan mengingatkan bahwa keselamatan dan kesehatan keluarga menjadi tanggung jawab bersama, terutama saat alam sedang tidak bersahabat.

“Kesehatan adalah aset utama, terutama saat lingkungan sedang tidak bersahabat. Saat air sulit didapat, keamanan air yang kita konsumsi menjadi tanggung jawab utama keluarga,” tegas dr. Eni.

Ia juga meminta warga untuk tidak ragu membawa anggota keluarga ke fasilitas kesehatan jika mendapati gejala penyakit yang memburuk.

“Jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat jika anggota keluarga mengalami gejala lemas ekstrem, diare berkepanjangan, atau demam tinggi. Jangan menunggu kondisi memburuk, terutama pada kelompok rentan seperti balita dan lansia,” pungkasnya.

(IrfansyahRiza)

Nelayan Pantai Santolo Garut “Ngarumat Sagara Ngamumule Budaya Basisir”

0
nelayan pantai santolo garut fokusjabar.id
Tasyakur Nelayan Santolo Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Ribuan masyarakat dan nelayan di pesisir selatan Kabupaten Garut Tasyakur Nelayan Santolo 2026 di Pantai Santolo Desa Pamalayan Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar), Minggu (5/7/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Ngarumat Sagara Ngamumule Budaya Basisir Santolo” (Merawat Laut, Melestarikan Budaya Pantai Santolo).

BACA JUGA:

Usai Musda, Golkar Garut Harus Fokus Gerakkan Ekonomi Rakyat

Ketua DPRD Garut, Aris Munandar mengatakan, kegiatan tersebut merupakan momentum sakral bagi para nelayan untuk mengagungkan nikmat yang telah di berikan Allah SWT melalui kekayaan laut Pantai Santolo.

“Ini merupakan momen khusus mensyukuri nikmat dari Allah SWT yang telah menyediakan anugerah yang sangat besar di Pantai Santolo,” ungkap Aris Munandar.

Karenanya, Dia mengajak masyarakat untuk terus menjaga kelestarian Pantai Santolo.

Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika menegaskan, sektor kelautan merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat pesisir.

Pemerintah Kabupaten Garut berkomitmen penuh untuk mendorong kesejahteraan nelayan. Salah satunya melalui perbaikan aksesibilitas.

“Kita di beri keberkahan dan rezeki sehingga para nelayan di santolo khususnya bisa menikmati hasil laut,” katanya.

“Kami ingatkan kepada para nelayan untuk senantiasa menjaga ekosistem laut,” pesan Beni.

Disparbud Kabupaten Garut membidik kegiatan Tasyakur Nelayan ini agar dapat di laksanakan secara simultan, berkelanjutan dan masuk ke dalam kalender rujukan agenda kepariwisataan daerah.

“Mudah-mudahan tahun depan kita acarakan kegiatan ini jadi lebih meriah lagi tentu dengan dukungan seluruh pihak. Menjadi salah satu agenda kepariwisataan. Sehingga pariwisata menjadi salah satu yang akan bisa di lihat sebagai atraksi wisata yang ada di Kabupaten Garut,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Masjid Jami Cijambe jadi Inspirasi Kebangkitan Peradaban Garut Utara

Ketua DPD Paguyuban Sundawani Kabupaten Garut, Evan Saepul Rohman dan Tokoh Nelayan Santolo, Ninih Sumarni mengaku bangga dengan animo luar biasa dari masyarakat.

Keduanya siap mendukung penuh agar gelaran tahun depan bisa di kemas dengan jauh lebih meriah.

Ketua Panitia Pelaksana, Pudin Marjoko mengucapkan terima kasih atas kehadiran jajaran pemerintah daerah dan Forkopimda. Baginya, kehadiran para pejabat publik merupakan wujud nyata perhatian pemerintah terhadap nasib nelayan pesisir.

“Momentum ini kami harapkan dapat membangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan para nelayan. Selain mempererat silaturahmi, acara ini menjadi wadah aspirasi masyarakat pesisir,” kata Pudin.

(Bambang Fouristian)

Ramai Diserbu Wisatawan, Ampera Waterpark Tasikmalaya Tak Naikkan Harga Tiket

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Ratusan wisatawan sedang menikmati wahana air di objek wisata Ampera Waterpark Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Momentum liburan sekolah kini telah tiba. Sejumlah anak-anak bersama orang tua mereka mulai memadati berbagai destinasi wisata untuk melepas penat dan menghibur diri.

Salah satu objek wisata yang panen pengunjung adalah Ampera Waterpark. Destinasi yang berlokasi di Kampung Cipanas, Desa Pamoyanan, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya ini menawarkan beragam wahana air serta fasilitas yang sangat lengkap dan menarik. Kondisi tersebut membuatnya selalu menjadi pilihan utama para pelancong.

Baca Juga: Tak Perlu Khawatir Harga Naik, Kampung PKK di Kota Tasikmalaya Sudah Mandiri Pangan

Pantauan di lokasi Minggu (5/7/2026), antrean kendaraan roda dua, mobil pribadi, hingga bus pariwisata terus mengalir memasuki area parkir Ampera Waterpark. Rombongan keluarga yang mendominasi kunjungan hari ini langsung menyerbu berbagai fasilitas unggulan, mulai dari kolam ombak, kolam arus, kolam air panas, gazebo, area kafe, hingga wahana permainan anak.

Chief Operational Ampera Waterpark, Firman, mengungkapkan bahwa grafik kunjungan wisatawan terus merangkak naik sejak awal masa libur sekolah bergulir.

Ia menambahkan, momentum libur sekolah yang bertepatan dengan awal bulan turut andil dalam mendorong peningkatan volume kunjungan ke Ampera Waterpark Tasikmalaya.

“Syukur alhamdulillah, masa libur sekolah kali ini kunjungan wisatawan ke sini mulai ramai peningkatan. Mungkin ini juga dampak dari liburan bertepatan saat awal bulan,” ungkap Firman, Minggu (5/7/2026).

Firman mengakui bahwa kepadatan pelancong pada akhir pekan ini jauh lebih ramai daripada minggu sebelumnya. Faktor utama lonjakan tersebut murni karena anak-anak sekolah sudah memasuki masa libur panjang.

“Kebanyakan pengunjung hari ini dari anak-anak bersama orang tuanya. Terlihat mereka sangat asyik menikmati berbagai wahana yang ada di Ampera Waterpark ini,” ujarnya.

Harga Tiket Normal dan Tersedia Diskon Rombongan

Firman mencatat kenaikan jumlah kunjungan wisatawan ke tempat kerjanya berkisar antara 50 hingga 70 persen secara signifikan.

Kendati mengalami lonjakan pengunjung yang besar, manajemen berkomitmen untuk tidak menaikkan harga tiket masuk ke area Ampera Waterpark sepanjang musim libur sekolah ini.

“Untuk pengunjung, kami mengenakan tarif Rp30.000 per orang pada Senin sampai Jumat. Sedangkan hari weekend Sabtu, Minggu, dan hari libur tarifnya Rp40.000 per orang,” terangnya rinci.

Sementara itu, pihak pengelola juga menyediakan potongan harga tiket sebesar 10 persen khusus bagi pengunjung yang datang dalam format rombongan sekolah.

“Kami tidak menaikkan harga tiket, dan kami pun terus berupaya meningkatkan daya tarik Ampera Waterpark melalui penambahan sejumlah fasilitas dan sarana prasarana, agar pengunjung semakin betah berlama-lama di sini,” papar Firman.

Siapkan Wahana Anyar untuk Manjakan Pengunjung

Saat ini, pihak manajemen tengah menggenjot proyek pembangunan water playground serta menambah fasilitas kolam terapi ikan dan kolam air hangat sebagai pilihan wahana baru bagi para pelancong.

“Semoga masyarakat semuanya bisa bahagia dan senang dan kehidupan semakin membaik. Terlebih ekonomi masyarakat pun semakin tumbuh, sehingga kunjungan wisatawan juga terus ramai,” harap Firman.

Ia merasa optimis bahwa tren positif sektor pariwisata selama musim libur ini menjadi sinyal kuat bagi kebangkitan ekonomi daerah. Lonjakan kunjungan tersebut harapannya mampu mempercepat perputaran roda ekonomi di tengah-tengah masyarakat luas.

(Seda)

Anggota DPRD Pangandaran Hesti Mulyati Pilih Buka Usaha Kuliner Ketimbang Bangun Dapur MBG 

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto: Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran fraksi PDIP, Hesti Mulyati saat membawa pesanan pengunjung

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran dari Fraksi PDIP, Hesti Mulyati, mengambil langkah menarik dengan membuka usaha kuliner mandiri daripada membangun dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kendati sudah mengemban amanah sebagai wakil rakyat di DPRD Pangandaran selama tiga periode, Hesti mengaku sama sekali tidak canggung turun tangan langsung melayani para konsumen di rumah makan miliknya, Saung Daun.

Baca Juga: Makan Enak Tak Harus Mahal, Saung Daun Pangandaran Sajikan Menu Mulai Rp5.000

“Karena ini namanya wirausaha, usaha jadi ya saya tidak malu. Daripada kita membangun dapur MBG (Makan Bergizi Gratis),” kelakarnya saat membagikan cerita di kedainya, Minggu (5/7/2026).

Rumah makan Saung Daun sendiri mengambil lokasi di Dusun Sambong, Desa Karangmulya, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Posisinya persis menempati area rest area Masjid An-Nur, sebuah jalur perbatasan krusial antara Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Pangandaran yang selalu ramai oleh perlintasan wisatawan.

“Jadi kita pertama membuka rumah makan ini karena tempatnya berada di jalur strategis, jalur perlintasan pariwisata Pangandaran. Kita berada di rest area Masjid An-Nur,” jelas Hesti.

Mangut Lele Khas Sunda Jadi Buruan Utama Wisatawan

Saung Daun menawarkan aneka hidangan khas Nusantara dengan banderol harga yang sangat bersahabat. Dari sekian banyak pilihan, menu mangut ikan lele dengan kuah santan khas Sunda sukses memuncaki daftar makanan favorit para pengunjung.

“Yang best seller di kami adalah mangut ikan lele. Jadi ikan lelenya dicampur dengan kuah santan. Ini asli khas Sunda. Mangut ada dua, mangut Jawa khas Jawa dan khas Sunda. Kita bikin di sini mangut khas Sunda,” urai Hesti.

Untuk memperkaya variasi, rumah makan ini juga menyediakan hidangan menggugah selera lainnya seperti sop iga, sop gurame, ayam bakar, hingga ayam goreng serundeng.

Baru Buka Tujuh Hari, Langsung Bidik Rencana Perluasan Area

Keputusan politik Hesti untuk terjun ke dunia bisnis kuliner ini langsung memanen respons positif dari khalayak luas. Sejak hari pertama meluncurkan menu, para penikmat kuliner terus mengalir mendatangi kedainya.

“Alhamdulillah kita ini baru buka kisaran tujuh hari. Itu luar biasa antusiasme pengunjung. Kita sampai lebih dari 100 orang, dari pagi jam 10.00 sampai jam 15.00 sore,” ungkapnya gembira.

Tingginya volume pembeli bahkan sempat membuat Hesti keteteran membagi waktu di dapur. Meski demikian, animo besar tersebut justru memacu semangatnya untuk terus mematangkan lini bisnis yang baru seumur jagung ini.

Melihat lonjakan pengunjung yang besar, termasuk rombongan bus pariwisata yang mulai singgah, Hesti kini merancang rencana besar untuk memperluas kapasitas tampung rumah makannya.

“Insyaallah karena kemarin itu sudah beberapa bis lewat ke sini mampir ke kami, cuma kita baru rumah makan sederhana. Insyaallah ke depannya kita akan perbesar,” pungkasnya penuh optimisme.

Berbekal letak georafis yang strategis dan keaslian rasa masakan lokal, Saung Daun berpotensi kuat mengukuhkan diri sebagai titik persinggahan kuliner favorit bagi para pelancong yang menuju destinasi wisata Pangandaran.

(Sajidin)