spot_imgspot_img
Senin 27 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 348

Ini Harapan Kakang Rudianto di Putaran 2

0
Kakang Rudianto fokusjabar.id
Kakang Rudianto (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Bek Persib Bandung, Kakang Rudianto bersyukur timnya menjadi juara paruh musim Super League 2025/2026 setelah mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 1-0.

Kakang Rudianto berharap,  hasil positif di putran pertama bisa terus bertahan hingga akhir musim.

BACA JUGA:

Umuh Muchtar Kecam Aksi Teror Terhadap Thom Haye dan Keluarganya  

“Tentunya Saya bersyukur bisa menang di pertandingan akhir paruh musim. Ini hasil kerja keras semua. Hasil positif semoga terus berlanjut hingga akhir musim,” ungkap pemain Timnas ini.

Pemain yang sudah tampil sebanyak 14 laga selama 974 menit pada Super League 2025/2026 ini berharap, pada putaran kedua performa Pangeran Biru bisa lebih baik.

“Sama seperti tahun kemarin juara di paruh musim dan juara di akhir musim. Harapannya bisa mengukir prestasi terbaik seperti musim lalu. Juara beruntun ketiga kalinya,” ucap Kakang.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak mengapresiasi dukungan yang diberikan Bobotoh pada pertandingan menghadapi Persija Jakarta pekan ke-17 kompetisi Super League 2025/2026.

Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (11/1/2026), ribuan Bobotoh hadir dan memberikan dukungan sepanjang laga.

Menurut Bojan Hodak, Bobotoh memiliki peran besar dalam keberhasilan timnya meraih kemenangan krusial yang mengantarkan timnya menjadi juara paruh musim.

BACA JUGA:

Mauricio Souza Ungkap Kesalahan Persija Jakarta

Kehadiran Bobotoh, menjadi energi ekstra bagi perjuangan Beckham Putra Nugraha dan kawan-kawan. Sehingga Persib bisa meraih kemenangan atas Persija dengan skor 1-0.

“Atmosfer di pertandingan melawan Persija saya rasakan sangat fantastis. Tidak ada flare selama 90 menit. Mereka pun tak henti-hentinya bernyanyi,” kata Bojan Hodak.

(Bambang Fouristian)

Kapan Pelantikan Eselon II?, Begini Kata Sekda Kota Tasikmalaya

0
eselon kota tasikmalaya@fokusjabar.id
Sekda Kota Tasikmalaya, Drs. Asep Goparullah.

​TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Pelaksanaan mutasi dan pengisian jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya kini telah memasuki fase final.

Seluruh prosedur administrasi di tingkat pusat telah di nyatakan selesai, memberikan lampu hijau bagi penyegaran birokrasi di Kota Tasikmalaya.

​Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Drs. Asep Goparullah, mengonfirmasi bahwa kendala administratif di Badan Kepegawaian Negara (BKN) sudah teratasi sepenuhnya. 

Baca Juga: Rakyat Gigit Jari, Rp30,6 Miliar APBD Kota Tasikmalaya Menguap di PJU

Kini, masyarakat dan ASN di lingkup Pemkot Tasikmalaya tinggal menunggu momen sakral pelantikan.

​Meski rekomendasi dari BKN telah di kantongi, kepastian jadwal pelantikan masih menjadi teka-teki. Asep menegaskan bahwa penentuan hari H sepenuhnya berada di tangan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan.

​”Yang jelas proses dari BKN sudah selesai. Untuk waktu pelantikan, kita menunggu kesiapan dan agenda dari Bapak Wali Kota,” ujar Asep saat di temui di Pondok Pesantren Sulalatul Huda, Selasa (13/1/2026).

​Setidaknya ada tiga poin krusial yang menjadi alasan mengapa pengisian jabatan kali ini menjadi prioritas utama pemerintah daerah Kota Tasikmalaya.

Pejabat Esellon II Pensiun

​Enam Pejabat Eselon II Pensiun, Untuk menjaga roda pemerintahan tetap stabil, kekosongan posisi yang di tinggalkan pejabat purna tugas harus segera di isi oleh definitif.

​Urgensi Kepala Sekolah. Menjelang tahun ajaran baru, Pemkot Tasikmalaya mempercepat pengisian kepala sekolah definitif guna memastikan pelayanan pendidikan dan administrasi sekolah tidak terhambat.

Baca Juga: Demi Hamzah: Selamat Ulang Tahun PDI Perjuangan ke 53, Satyam Eva Jayate

​Kursi Sekretaris DPRD (Sekwan). Saat ini posisi Sekwan masih di isi oleh Pelaksana Tugas (Plt). Asep menjelaskan bahwa untuk posisi ini, Pemkot memerlukan rekomendasi khusus dari pimpinan DPRD karena peran strategisnya sebagai jembatan antara eksekutif dan legislatif.

​Langkah percepatan ini di ambil bukan sekadar formalitas, melainkan upaya memastikan pelayanan publik di Kota Tasikmalaya tetap prima. 

Dengan adanya pejabat definitif, pengambilan keputusan strategis di setiap dinas di harapkan bisa lebih cepat dan akurat.

(Abdul)

Rakyat Gigit Jari, Rp30,6 Miliar APBD Kota Tasikmalaya Menguap di PJU

0
pln kota tasikmalaya@fokusjabar.id
Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmaaya, Kepler Sianturi.(Abdul Latif?fokusjabar.id)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Sebuah ironi besar tengah menyelimuti Kota Tasikmalaya. Di saat warga di pinggiran harus meraba jalanan gelap saat malam hari.

Pemerintah Kota Tasikmalaya justru di laporkan menyetor dana fantastis sebesar Rp30,6 Miliar setahun kepada PLN untuk tagihan Penerangan Jalan Umum (PJU).

​Yang mengejutkan, anggaran jumbo sebesar Rp2,55 Miliar per bulan ini di bayarkan secara buta lewat sistem abodemen. Artinya, mau lampu menyala terang atau mati total, Pemkot tetap wajib membayar lunas.

Baca Juga: Asyik! Damkar Kota Tasikmalaya Tempati Gedung Baru

Dan itu merupakan sebuah pola yang di nilai sebagai kebocoran anggaran legal yang sangat merugikan rakyat.

​Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi, membongkar borok di balik tagihan selangit ini. Menurutnya, hampir seluruh PJU di Tasikmalaya belum memiliki alat ukur yang jelas.

​”Dengan sistem abodemen, PJU tetap di bayar meskipun lampunya mati. Tidak ada pengukuran riil. Ini sangat rawan pemborosan anggaran,” tegas Kepler (13/1/2026).

​Data mencengangkan mengungkap bahwa dari sekitar 12.000 ID pelanggan PJU, sebanyak 87 persen masih menggunakan sistem abodemen. Hanya segelintir saja atau sekitar 209 titik yang sudah menggunakan kWh meter atau alat ukur pemakaian nyata.

Pemerhati Kebijakan Publik, Rico Ibrahim, mendesak pemerintah untuk membuka data riil soal anggaran PJU tersebut.

“Apakah angka Rp2,55 miliar ini murni tagihan PLN atau ada biaya tambahan? Publik berhak tahu jumlah titik lampu dan daya yang terpasang,” tegasnya.

​Faktanya di beberapa wilayah pinggiran hingga pusat kota, laporan mengenai lampu jalan yang mati atau redup masih sering terdengar. Hal ini menciptakan kesan ironis, anggaran besar, pelayanan minimal.

​Pengamat menyarankan agar Pemkot Tasikmalaya tidak hanya “rajin membayar tagihan,” tetapi juga mulai berinovasi pada efisiensi energi.

PLN Siap Meterisasi, Kenapa Pemkot Masih “Mager”

​Manajer PLN UP3 Tasikmalaya, Yudho Rahadianto, mengonfirmasi bahwa perhitungan tagihan selama ini berdasarkan kesepakatan 375 jam pemakaian per bulan, tanpa peduli kondisi lampu di lapangan.

​Menariknya, PLN sebenarnya sudah menawarkan solusi berupa meterisasi PJU agar Pemkot hanya membayar apa yang mereka gunakan. Namun, bola panas kini ada di tangan Dinas Perhubungan.

​”Kami di PLN hanya sebagai pelaksana. Jika Pemkot Tasikmalaya menyetujui program meterisasi PJU, kami siap langsung melaksanakannya,” ungkap Yudho.

​Lantas, apa yang membuat Pemkot seolah enggan beralih ke sistem yang lebih hemat? Pertanyaan ini terus bergulir di tengah masyarakat yang merasa pajaknya tidak kembali dalam bentuk pelayanan maksimal.

​Anggaran 10% Pembangunan: Dana Rp30 Miliar tersebut setara dengan 10 persen total anggaran pembangunan daerah. Dana sebesar ini seharusnya bisa di alihkan untuk perbaikan jalan rusak atau infrastruktur lingkungan jika efisiensi di lakukan.

​Penunjukan Langsung Berulang: Pengadaan jasa listrik di lakukan lewat 12 paket bulanan dengan nilai identik Rp2,55 Miliar, memicu tanya soal akuntabilitas verifikasi beban listrik.

​Pelayanan Minim: Warga di wilayah pinggiran masih mengeluhkan banyaknya titik gelap yang rawan kriminalitas dan kecelakaan, meski tagihan listrik jalan terus tanpa henti.

Baca Juga: Pilkada Langsung Dinilai Gagal, Akademisi Dorong Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD

Audit Fisik dan Migrasi kWh Meter

​Pemerhati kebijakan publik dan DPRD mendesak langkah nyata dari Pemkot Tasikmalaya:

​Audit Total: Melakukan pendataan fisik titik lampu yang aktif, rusak, dan mati.

​Peralihan ke kWh Meter: Menghentikan sistem abodemen agar pembayaran berbasis penggunaan riil.

​Smart Lighting: Penggunaan LED dan sistem kendali jarak jauh untuk memangkas biaya hingga 50%.

​Jika kebocoran ini terus di biarkan, maka Rp30,6 Miliar per tahun hanya akan menjadi dana hibah cuma-cuma, sementara warga Tasikmalaya tetap di biarkan dalam kegelapan.

(Abdul)

Demi Hamzah: Selamat Ulang Tahun PDI Perjuangan ke 53, Satyam Eva Jayate

0
pdi perjuangan@fokusjabar.id
Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya, H. Demi Hamzah Rahadian, SH.,MH. (Dok)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PDI Perjuangan ke-53, konsisten dan selalu berdiri tegak bersama rakyat Indonesia.

Hal tersebut di sampaikan, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya, Demi Hamzah Rahadian. Menurutnya, partai politik besutan dari Megawati Soekarno Putri tetap berada di hati masyarakat.

“Selamat ulang tahun PDI Perjuangan yang ke-53, dan semakin jaya. Di sanalah aku berdiri untuk selama-lamanya, Satyam Eva Jayate,” ungkap Demi Hamzah Rahadian, Selasa (14/1/2026).

Baca Juga: Pesan Mendalam Bupati Cecep Nurul Yakin Saat Lantik Pj Sekda Kabupaten Tasikmalaya

PDI Perjuangan, lanjut Demi, merupakan partai politik peserta pemilu legislatif 2024 yang menjadi pemenang pertama di tingkat nasional.

“Tidak hanya 2024, PDI Perjuangan juga menjadi juara urutan pertama pada pemilu legislatif 2019. Bahkan di Pileg 2014 tetap meraih suara terbanyak,” jelasnya.

Pada pemilu legislatif 2024 kemarin, lanjut Demi, PDI Perjuangan memiliki 110 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI).

“Dengan terus menerus menjadi pemenang pemilu di tingkat nasional, merupakan bukti bahwa PDI Perjuangan. Merupakan partai politik yang selalu ada di hati masyarakat Indonesia,” tegasnya.

Sementara, di Kabupaten Tasikmalaya pada pemilu legislatif 2024 kemarin. PDI Perjuangan berhasil menambah dua kursi, pada pileg sebelumnya meraih tujuh kursi.

Baca Juga: Pj Sekda Kabupaten Tasikmalaya Dilantik, BKPSDM Pastikan Seleksi Definitif Tetap Jalan

“Alhamdulilah, PDI Perjuangan pada Pileg 2024 kemarin suaranya meningkat drastis. Sebelumnya tujuh kursi di DPRD sekarang bertambah jadi sembilan kursi. Jelas ini bukti kepercayaan masyarakat,” tuturnya.

Dengan demikian, Demi juga meyakini bahwa pada pemilu legislatif yang akan datang. PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya akan terus menambah kursi di DPRD.

“Meningkatnya suara PDI Perjuangan di Kabupaten Tasikmalaya. Tentunya hal tersebut tidak terlepas dari seorang arsitek ulung dan politisi yang telah malang melintang yaitu. Ketua DPC PDI Perjuangan, Bapak Ade Sugianto,” pungkasnya.

(Yud’s)

Bojan Hodak Apresiasi Dukungan Bobotoh

0
bojan hodakfokusjabar.id
Puluhan ribu Bobotoh padati Stadion GBLA

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak mengapresiasi dukungan yang diberikan Bobotoh pada pertandingan menghadapi Persija Jakarta pekan ke-17 kompetisi Super League 2025/2026.

Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (11/1/2026), ribuan Bobotoh hadir dan memberikan dukungan sepanjang laga.

BACA JUGA:

Mauricio Souza Ungkap Kesalahan Persija Jakarta

Menurut Bojan Hodak, Bobotoh memiliki peran besar dalam keberhasilan timnya meraih kemenangan krusial yang mengantarkan timnya menjadi juara paruh musim.

Kehadiran Bobotoh, menjadi energi ekstra bagi perjuangan Beckham Putra Nugraha dan kawan-kawan. Sehingga Persib bisa meraih kemenangan atas Persija dengan skor 1-0.

“Atmosfer di pertandingan melawan Persija saya rasakan sangat fantastis. Tidak ada flare selama 90 menit. Mereka pun tak henti-hentinya bernyanyi,” kata Bojan Hodak.

“Itu sungguh membuat energi tim menjadi bertambah. Kami menjadi lebih kuat,” ungkap pelatih asal Kroasia ini menuturkan.

Pelatih yang membawa Persib back to back juara kompetisi Liga 1 ini berharap, dukungan serta atmosfer fantastis tersebut bisa terus berlanjut di laga selanjutnya.

BACA JUGA:

Teja Paku Alam Tutup Putaran Pertama dengan Manis

“Atmosfer seperti yang dilakukan Bobotoh di pertandingan Persija bisa menjadi contoh pula untuk semua. Itu adalah sebuah dukungan yang positif,” pungkasnya.

Sementara itu, pada putaran kedua kompetisi Super League 2025/2026, Persib akan kembali melakoni pertandingan kandang pada 25 Januari mendatang, menghadapi PSBS Biak.

(Arif)

Masa Depan Bandung Zoo 2 Bulan Lagi

0
bandung zoo fokusjabar.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah membahas masa depan Kebun Binatang Bandung bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat.

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah membahas masa depan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat.

Pembahasan tersebut menyangkut konsep pengelolaan hingga fungsi kawasan Bandung Zoo ke depan.

BACA JUGA:

17 Ruas Jalan Destinasi Wisata Kota Bandung Akan Diperbaiki

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, pembahasan melibatkan tiga tingkat pemerintahan karena kewenangan yang berbeda.

Aset kebun binatang merupakan milik Pemerintah Kota Bandung. Sementara Pemerintah Provinsi memiliki kewenangan melalui dinas kehutanan dan konservasi.

Adapun satwa di lindungi berada di bawah kewenangan Pemerintah Pusat.

“Pemerintah kota, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat sedang mendiskusikan masa depan Bandung Zoo. Apakah tetap menjadi kebun binatang dengan konsep yang sekarang, berbeda atau bahkan bukan kebun binatang sama sekali. Ini masih dalam tahap pembicaraan,” kata Farhan, Selasa (13/1/2026).

Farhan menegaskan, kondisi kebun binatang saat ini tetap di fungsikan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dapat di akses publik. Di dalamnya terdapat satwa-satwa di lindungi yang merupakan titipan negara dan di jaga bersama oleh seluruh pihak terkait.

“Masyarakat yang ingin datang silahkan selama mengikuti aturan keluar masuk yang telah di tetapkan,” katanya.

Terkait arah kebijakan ke depan, terdapat tiga opsi yang tengah di kaji bersama. Opsi pertama, mempertahankan kebun binatang seperti kondisi saat ini.

Opsi kedua mengembangkan taman margasatwa dengan jumlah satwa lebih sedikit namun memperluas ruang terbuka hijau. Dan opsi ketiga, menjadikan kawasan tersebut sepenuhnya sebagaiRTH.

BACA JUGA:

Perkara Wawalkot Bandung Berlanjut ke Sidang Tipikor

“Opsi kedua dan ketiga ini sejalan dengan target kita untuk meningkatkan RTH Kota Bandung hingga dua kali lipat,” ucapnya.

Farhan mengatakan, ketiga opsi tersebut masih terbuka dan belum ada keputusan yang mengerucut pada salah satu konsep. Hasil kajian masih dalam proses penelaahan dan akan dibahas lebih lanjut oleh ketiga pihak.

“Belum tahu arahnya ke mana. Tiga-tiganya masih terbuka. Targetnya, paling lama dalam dua bulan ke depan kita sudah punya keputusan bersama,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Damkarmatan Kota Bandung Ajukan DAK Rp270 Miliar ke Pemerintah Pusat

Farhan juga memastikan kebutuhan pakan satwa saat ini sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Pusat.

Sementara itu, aset kawasan Kebun Binatang Bandung masih dijaga dan dikuasai 100 persen oleh Pemerintah Kota Bandung. Pengelolaan berada di bawah supervisi Dinas Kehutanan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Jadi untuk sekarang kondisinya masih berjalan seperti ini sambil menunggu hasil pembahasan lebih lanjut,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Ormas GAS ‘Ngamuk’ Dinas Koperasi dan UKM Garut Menyerah?

0
Ormas GAS fokusjabar.id
Perwakilan Ormas GAS diterima Kepala Dinas koperasi dan UKM Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organisasi Masyarakat Gerakan Anak Sunda (Ormas GAS) geruduk kantor Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar), Selasa (13/1/2026).

Mereka menuding adanya penyalahgunaan wewenang dan praktik tidak etis dalam urusan pertanahan. Salah satunya, dugaan praktik mafia tanah di wilayah Desa Gandamekar Kecamatan Kadungora.

BACA JUGA:

Putri Karlina Beri Pesan Khusus kepada Perumda Tirta Intan Garut

Perwakilan Ormas GAS di terima Kepala Dimas Koperasi dan UKM, Hendra Siswara Gumilang didampingi  Kabid Pengawasan dan Pemeriksan, Dience Gurnita.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ormas GAS, Mulyono Khaddafi mendesak Dinas Koperasi dan UKM membubarkan Koperasi Kiaradodot karena tidak memenuhi ketentuan dalam UU Perkoperasian.

Menurut Dia, pada 12 November 2021 telah terbit Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No00077 atas nama pemegang hak Koperasi Kiaradodot dengan akta pendirian no48 tertanggal 15 Februari 2016 dengan dasar pendaftaran Surat Keputusan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Garut tanggal 30 September 2021 No 00098/SKHGB/BPN-10,17/IX/2021 Surat Ukur tanggal 05 November 2021 No01182/Gandamekar/2021 Luas 801m2 diduga kental dengan praktik mafia tanah.

BACA JUGA:

Sekolah Sungai Cimanuk Garut Tanam Pohon di Lapang Paris

Petunjuk di SHGB menyatakan, tanah negara bekas milik adat Kohir Nomor 583, Kelas D III tercatat atas nama Koperasi Rakyat. Kemudian pada tahun 2019 di lepaskan haknya kepada negara untuk kepentingan pemohon (Koperasi Kiaradodot).

Mulyono menjelaskan, Koperasi Kiaradodot yang didirikan pada tahun 2016 hingga kini tidak aktif. Bahkan, Pemda Garut melalui Dinas Koperasi dan UKM sudah dua kali melayangkan surat yang menerangkan tidak aktif.

“Anehnya, Dinas Koperasi dan UKM hingga kini belum membubarkannya,” ungkap Sekjen Ormas GAS.

BACA JUGA:

Bupati Garut Terima 401 Sertifikat Hak Pakai dari BPN

Mulyono mengancam akan menyegel Kantor Dinas Koperasi dan UKM Garut jika tidak membubarkan Koperasi Kiaradodot.

“Kami akan segel kantor Dinas Koperasi dan UKM Garut jika tidak mebubarkan Koperasi Kiaradodot,” ancam Sekjen Ormas GAS.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut, Hendra Siswara Gumilang berjanji akan menindaklanjuti kasus Koperasi Kiaradodot.

Pihaknya segera bersurat kepada Kementerian Koperasi Republik Indonesia untuk melaporkan hasil pengawasan dan pemeriksaan Koperasi Kiaradodot agar membubarkan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Demonstrasi tersebut menandai bahwa masyarakat dan Ormas semakin aktif dalam memantau dan menindak praktik mafia tanah.

(Bambang Fouristian)