spot_imgspot_img
Rabu 14 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 348

Debut di Piala Presiden 2025, Ini Kata Ikhwan Tanamal

0
Ikhwan Tanamal fokusjabar.id
Ikhwan Tanamal (foto: Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemain Persib Bandung, Ikhwan Tanamal merasa senang bisa menjalani debut bersama tim kebanggaan Bobotoh di turnamen pramusim Piala Presiden 2026.

Winger berusia 22 tahun tersebut, tampil sebagai starter saat pertandingan perdana Grup A turnamen pramusim Piala Presiden 2026 menghadapi Arema FC di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/7/2026).

BACA JUGA:

Gabriel Mutombo Puas Debut Bersama Persib Bandung

Ikhwan Tanamal merasa senang bisa mendapat kesempatan tampil. Lantaran Persib merupakan tim besar  dan dalam tiga musim berturut-turut meraih gelar juara.

“Tentunya cukup senang. Debut sama tim besar, tim juara tiga kali di Liga Indonesia. Cukup senang. Sangat bangga lah,” kata Ikhwan Tanamal.

Ikhwan sudah menjadi bagian dari skuad Maung Bandung sejak musim lalu. Hanya saja ia tidak memperkuat Persib lantaran langsung di pinjamkan ke Persis Solo.

“Sebenarnya saya sudah dari tahun kemarin ya kontrak di sini. Cuma langsung di pinjamkan ke Persis Solo,” ungkapnya.

Setelah memperkuat Persis, ia langsung kembali ke Bandung dan mendapatkan kesempatan bermain pada turnamen pramusim Piala Presiden 2026.

“Sekarang saya balik lagi, tinggal 2 tahun lagi kontraknya, sampai 2028,” ujarnya.

BACA JUGA:

Persib vs Arema, Igor Tolic Senang Bobotoh dan Suporter Tamu Bisa Berdampingan

Setelah kembali ke Bandung, Ikhwan Tanamal berharap bisa mendapatkan lebih banyak menit bermain. Walaupun tidak mudah, lantaran skuad Maung Bandung diperkuat banyak pemain berkualitas.

“Harapannya semoga bisa dapat menit bermain sih di sini, dan ya, pemain bagus semua, pemain top. Ya, semoga bisa berkembang lah di sini,” harapnya.

(Arif)

Bupati Minta Pramuka Garut Tunjukan Prestasi di Jamnas 2026

0
Bupati garut abu vulkanik fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Garut, Abdusy Syakur Amin memberikan arahan dan pembekalan kepada peserta Training Center (TC) Kontingen di Ruang Rapat Setda, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (27/7/2026).

Syakur menyampaikan dua pesan utama kepada kontingen yang akan mewakili Kabupaten Garut pada Jambore Nasional (Jamnas) Tahun 2026.

BACA JUGA:

Bupati Garut Minta ASN Tingkatkan Disiplin

Dia berharap, seluruh peserta mampu menunjukkan karakter Pramuka Garut yang disiplin, bertanggung jawab dan berintegritas.

“Pertama tunjukan bahwa Pramuka Garut itu yang kompeten, penuh disiplin, tepat waktu, menjaga kebersihan, bertanggung jawab dan jujur.”

“Kedua, di harapkan menjadi ambasador Kabupaten Garut,” kata Bupati.

Dia juga mengingatkan pentingnya memperkenalkan potensi Kabupaten Garut kepada peserta dari berbagai daerah.

Menurutnya, setiap anggota kontingen harus memahami kondisi geografis, demografi hingga komoditas unggulan Garut agar mampu menjadi duta daerah selama mengikuti Jamnas.

Bupati Garut menyarankan para peserta membawa buah tangan khas. Seperti dodol Garut, sebagai bagian dari upaya memperkenalkan identitas daerah kepada peserta dari seluruh Indonesia maupun mancanegara.

Dia menambahkan, pelepasan resmi kontingen di jadwalkan berlangsung pada 10 Agustus 2026 sebelum keberangkatan menuju lokasi Jamnas.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Mahasiswa KKN ITG Tingkatkan Produktivitas Desa

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Garut, Ade Hendarsyah menjelaskan, kegiatan Training Center merupakan bagian dari persiapan menuju Jambore Nasional 2026 yang akan berlangsung pada 13–21 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta.

Kontingen Kabupaten Garut terdiri atas 32 anggota Pramuka Penggalang yang terbagi ke dalam dua regu putra dan dua regu putri.

Para peserta berasal dari 20 Kwartir Ranting (Kwarran) di berbagai wilayah Kabupaten Garut. Termasuk daerah pelosok.

Ia menambahkan, kontingen juga berasal dari 24 gugus depan atau pangkalan sekolah. Termasuk dua peserta dari Sekolah Rakyat. Seluruh peserta di dampingi empat pembina dan dua pimpinan kontingen.

“Dua hari ini kita sedang melaksanakan pemusatan latihan pembekalan sekaligus juga menambah pengetahuan,” singkat Ade.

(Bambang Fouristian)

Bupati Garut Minta ASN Tingkatkan Disiplin

0
Bupati garut ASN fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin menekankan pentingnya peningkatan disiplin dan evaluasi kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menanggapi berbagai sorotan publik dan jajaran pimpinan DPR RI terkait efektivitas kinerja ASN, Syakur menyampaikan bahwa masukan tersebut harus di jadikan bahan evaluasi bersama.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Mahasiswa KKN ITG Tingkatkan Produktivitas Desa

Menurutnya, evaluasi perlu terus di lakukan meskipun banyak ASN yang telah bekerja dengan penuh dedikasi.

“Gak ada salahnya kita melakukan evaluasi apakah itu benar atau mungkin sebaliknya,” kata Bupati saat Apel Gabungan di Lapangan Setda, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (27/7/2026).

Dia menjelaskan, pemanfaatan teknologi informasi saat ini memungkinkan pimpinan memantau kehadiran ASN secara real-time.

Berbeda dengan sistem manual pada masa lalu, jejak digital absensi kini dapat di akses dengan cepat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kedisiplinan pegawai.

Bupati menyebut, langkah tersebut sejalan dengan penerapan UU ASN yang menitikberatkan pada sistem penilaian berbasis kinerja.

BACA JUGA:

TPU Eureunsono Dipagar Pemdes Sukaluyu, Ini Harapan Warga

“Oleh sebab itu, saya mengingatkan terkait dengan absen jadi catatan,” tegas Bupati.

Berdasarkan data, Pemerintah Kabupaten Garut per 27 Juli 2026, dari total 25.871 ASN, sebanyak 20.768 ASN (80 persen) tercatat hadir tepat waktu di unit kerjanya masing-masing.

Meski angka tersebut menunjukkan peningkatan di bandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, Bupati menilai capaian tersebut masih perlu terus di tingkatkan.

BACA JUGA:

5 Pilar Rancangan Fondasi Pemerintahan DOB Garut Utara

Bupati Garut juga mengapresiasi kepada sejumlah perangkat daerah yang mencatatkan tingkat kehadiran ASN di atas 95 persen selama Juni 2026. Yakni, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Dinas Pertanian.

Pemerintah Kabupaten Garut berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi kedisiplinan serta kinerja seluruh ASN secara berkala.

Hal itu untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan dan akuntabel.

(Bambang Fouristian)

Bupati Garut Dorong Mahasiswa KKN ITG Tingkatkan Produktivitas Desa

0
Bupati Garut KKN fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin lepas 378 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Garut (ITG) Tahun 2026 di Yayasan Al Musaddadiyah Garut, Jalan Mayor Syamsu, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (27/7/2026).

Syakur menyebut kondisi terkini Kabupaten Garut yang memiliki populasi sekitar 2,8 juta jiwa dan merupakan daerah dengan luas wilayah terbesar ketiga di Jawa Barat.

BACA JUGA:

TPU Eureunsono Dipagar Pemdes Sukaluyu, Ini Harapan Warga

Menurut Bupati Garut, Kota Intan saat ini masih memerlukan perhatian. Khususnya pada sektor kesehatan, pendidikan dan ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan.

Syakur menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membantu mengurai berbagai persoalan tersebut. Mengingat persentase masyarakat Garut yang menempuh pendidikan sarjana baru mencapai sekitar 3 persen.

Karena itu, kehadiran mahasiswa di nilai sangat strategis untuk mempercepat pembangunan daerah.

“Mahasiswa yang melaksanakan KKN ke daerah itu akan banyak membantu akselerasi pembangunan,” kata Syakur.

Pihaknya mengajak para mahasiswa KKN untuk terjun langsung ke tengah masyarakat dan menjadi agen perubahan.

Menurutnya, mahasiswa memiliki kemampuan lebih cepat dalam memahami perkembangan zaman. Sehingga dapat membantu masyarakat beradaptasi melalui edukasi dan pemanfaatan teknologi.

Bupati Garut KKN fokusjabar.id
Foto bersama Bupati Garut dan mahasiswa KKN ITG

“Pendidikan, pengetahuan, wawasan dan sikap mereka seperti apa? Padahal di dunia ini sudah banyak berubah dan yang cepat mengidentifikasi perubahan dan menyesuaikan perubahan adalah mahasiswa. Bantu masyarakat dengan edukasi, didik, buka wawasan agar cara berpikir mereka lebih aware. Sehingga teknologi bukan menjadi ancaman namun menjadi peluang,” ungkap Bupati Garut.

Syakur berharap, para mahasiswa mampu meningkatkan produktivitas dan kreativitas masyarakat desa melalui penerapan teknologi tepat guna yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Rektor ITG, Hilmi Aulawi menjelaskan, KKN Tahun 2026 di ikuti oleh 378 mahasiswa yang terbagi ke dalam 17 kelompok.

Para peserta akan melaksanakan pengabdian di Kecamatan Cigedug dan Kecamatan Cikajang mulai 27 Juli hingga 29 Agustus 2026.

BACA JUGA:

Sungai Bukan Tempat Sampah, SSC Garut Ajak Warga Jaga Lingkungan

Hilmi menyampaikan, seluruh program kerja telah di susun berdasarkan hasil observasi lapangan. Sehingga pelaksanaannya di fokuskan pada penyelesaian persoalan nyata di masyarakat.

Di antaranya, pengelolaan sampah, pengembangan website desa, digitalisasi UMKM serta pengembangan sarana dan prasarana infrastruktur desa.

“Mereka semua sudah miliki program kerja. Sehingga Insyaallah pada saat penerapannya nanti, Anak-anak begitu sampai ke lapangan bisa langsung bekerja. Jadi sudah tidak lagi berbicara. Kita masuk ke level eksekusi,” katanya.

Rektor ITG berpesan kepada seluruh mahasiswa agar menjaga nama baik almamater, memperkuat solidaritas serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat selama pelaksanaan KKN.

(Bambang Fouristian)

Kenalkan Dokter Spesialis Telinga Unik, Bos Koi Hartono Soekwanto Ajak Irfan Hakim Intip Terapi Dr. Veronica Janty

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Kenalkan Dokter Spesialis Telinga Unik, Bos Koi Hartono Soekwanto Ajak Irfan Hakim Intip Terapi Dr. Veronica Janty

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dunia pengobatan alternatif di Indonesia terus menunjukkan perkembangannya. Salah satu sosok yang menjadi sorotan adalah Dr. Veronica Janty, pakar yang berhasil membawa praktik akupunktur di Indonesia ke level yang jauh lebih tinggi melalui metode auricular acupuncture atau terapi tusuk jarum khusus pada area telinga.

Pengusaha ternama yang juga dikenal sebagai tokoh komunitas koi, Hartono Soekwanto (Bos Koi), turut mengenalkan sosok Dr. Veronica kepada masyarakat luas agar keahliannya semakin dikenal publik, termasuk oleh kalangan selebriti tanah air seperti Irfan Hakim.

Baca Juga: Bos Koi Hartono Soekwanto Ungkap Manfaat Sarang Lebah dan Kroto, Pangan Bergizi Masa Depan

Momen perkenalan dan edukasi kesehatan tersebut berlangsung di kawasan Kota Baru Parahyangan (KBP), Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu (26/7/2026).

Inovasi Metode Aurikular Akupunktur

Hartono Soekwanto mengungkapkan bahwa jika praktik akupunktur konvensional pada umumnya menyebarkan tusukan jarum ke berbagai bagian tubuh, Dr. Veronica justru menemukan formula yang lebih spesifik.

Lewat studinya, Dr. Veronica membuktikan bahwa jaringan saraf dari seluruh organ tubuh manusia mulai dari paru-paru, jantung, hingga sistem pencernaan terintegrasi secara sempurna pada daun telinga.

Melalui pemetaan titik saraf di telinga tersebut, Dr. Veronica mampu menstimulasi kesembuhan berbagai penyakit dari satu pusat. Kehebatan klinisnya ini menarik perhatian banyak pasien dari berbagai kalangan.

“Banyak penderita stroke yang mendatangi tempat praktiknya untuk memulihkan fungsi gerak tubuh, mengatasi masalah lambung kronis (gut health dan GERD), hingga membantu menyukseskan program diet sehat,” ucapnya.

Antusiasme dan Dialog Interaktif Irfan Hakim

Dalam kesempatan di KBP Padalarang tersebut, artis Irfan Hakim terlihat sangat antusias menyaksikan langsung prosedur terapi yang dilakukan Dr. Veronica pada seorang pasien.

“Jadi Dr. Veronica Janty, ini tusuk jarum prosedurnya gimana, Bu? Kenapa harus di telinga?” tanya Irfan Hakim penasaran.

Dr. Veronica menjelaskan metode auricular acupuncture berfokus pada titik-titik akupunktur di telinga untuk meregulasi sistem tubuh. Mulai dari saraf, aliran darah, hingga hormon.

“Saya mengambilnya khusus di telinga karena di sini seluruh organ tubuh bisa terproyeksi,” ujar Dr. Veronica.

Dalam sesi demonstrasi tersebut, Dr. Veronica memasang sekitar 10 titik jarum pada telinga pasien yang memiliki keluhan untuk mengurangi nafsu makan berlebih. Serta merangsang perbaikan sistem pencernaan.

“Kita coba untuk tidak terlalu bernafsu terhadap makan dan juga untuk merespons pencernaannya. Sehingga tubuh dan stamina lebih terjaga,” ungkap Dr. Veronica.

Penjelasan Ilmiah Reaksi Tubuh Saat Ditusuk Jarum

Irfan Hakim juga sempat menanyakan beberapa reaksi fisik yang terjadi pada pasien. Seperti munculnya warna kemerahan pada telinga setelah ditusuk jarum.

Dr. Veronica meluruskan bahwa perubahan warna tersebut merupakan reaksi alami tubuh. Rangsangan dari akupunktur berfungsi melancarkan aliran darah melalui proses vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah), sehingga timbul efek kemerahan.

Terkait perbedaan rasa sakit antara telinga kiri dan kanan, Dr. Veronica menjelaskan bahwa sensitivitas saraf tiap sisi telinga bisa berbeda-beda. Jika terjadi keluhan nyeri fisik (pain) di bagian tubuh sebelah kanan, biasanya telinga kanan akan terasa lebih sensitif.

“Kalau saya nusuk sebelah kanan, berarti otak kiri yang merespons. Namun kalau dari telinga ke organ tubuh (bukan ke otak), jalurnya searah,” jelas dokter yang telah berpraktik sejak tahun 2014 ini.

Praktik 12 Tahun di Kota Bandung

Pengalaman selama 12 tahun berkarier membuat Dr. Veronica sangat sigap. Kemudian beliau sangat presisi dalam menentukan titik-titik penusukan, meski harus tetap memperhitungkan kondisi klinis pasien secara cermat.

Bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi atau merasakan langsung manfaat terapi auricular acupuncture ini, Dr. Veronica Janty membuka praktiknya di Jl. Hegar Asih II No. 48, Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat.

(IrfansyahRiza)

FOKSI Jabar Gelar Rakerprov Perdana Persiapan Porprov XV

0
FOKSI Jabar fokusjabar.id
Rakerprov FOKSI Jabar

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Persiapan pelaksanaan eksebisi Porprov XV Jabar menjadi fokus bahasan pada Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (FOKSI) Jawa Barat di Aula KONI, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Minggu (26/7/2026).

Rapat Kerja Provinsi perdana ini di hadiri 18 perwakilan Kota/Kabupaten di Jawa Barat.

BACA JUGA:

FIFA Resmi Cabut Registration Ban Persib Bandung, Registrasi Pemain Kembali Dibuka

Ketua Umum Pengprov FOKSI Jawa Barat, Uung Tanuwidjaja menuturkan, rakerprov merupakan agenda tahunan sebagai amanah dari AD/ART organisasi.

Pelaksanaan rakerprov menjadi ajang evaluasi program kerja yang sudah di jalankan sekaligus merancang rencana kerja ke depan.

“Ini rakerprov pertama sejak kami di lantik pada Januari 2026 sekaligus moment penting bagi Kabaddi untuk makin maju dan berkembang di Jabar,” kata Uung.

Sebagai cabang olahraga baru di Jawa Barat, Uung mengaku jika di butuhkan usaha ekstra mengembangkan Kabaddi.

Untuk itu, kerja sama dan kolaborasi dari semua pihak harus semakin di tingkatkan untuk semakin ‘membumikan’ olahraga Kabaddi di Tanah Pasundan.

FOKSI Jabar fokusjabar.id
Ketua Umum FOKSI Jabar, Uung Tanuwidjaja

“Kami dari kepengurusan provinsi terus melakukan upaya. Salah satunya dengan menambah kepengurusan FOKSI kota/kabupaten di Jabar. Pada momen rakerprov ini pun, kita melantik empat pengurus yang baru. Sehingga total sudah 18 daerah,” Uung menambahkan.

Selain dari sisi penataan organisasi, persiapan eksebisi Porprov XV Jabar pada bulan November 2026 pun menjadi fokus bahasan utama. Tidak hanya persiapan pelaksanaan tetapi juga persiapan setiap FOKSI kota/kabupaten sebagai kontingen peserta.

Dari 18 pengcab FOKSI kota/kabupaten, mereka sudah menyatakan kesiapan mengikuti eksebisi Porprov XV Jabar. Sebagian besar kota/kabupaten sudah melakukan seleksi atlet yang di persiapkan untuk memperkuat tim Kabaddi masing-masing pada eksebisi Porprov XV Jabar.

“Kita tidak menampik jika masih ada beberapa kendala yang di hadapi pengcab untuk menghadapi eksebisi Porprov XV Jabar. Kita cari solusi bersama. Tapi para pengcab sangat antusias menyambut Porprov XV Jabar meski Kabaddi masih cabor eksebisi,” kata Uung.

BACA JUGA:

Igor Tolic Beberkan Rencana Besar Persib, Pemain Muda Siap Unjuk Gigi di Piala Presiden 2026

Tiga bulan menuju perhelatan Porprov XV Jabar, FOKSI Jabar terus melakukan berbagai upaya agar pelaksanaan eksebisi berjalan dengan lancar.

Mulai dari koordinasi dengan pihak KONI Jabar sebagai Panwasrah Porprov XV Jabar, PB Porprov XV Jabar – Kota Bekasi sebagai tuan rumah hingga sosialisasi pertandingan Kabaddi di seluruh Jabar.

“Sebelum pelaksanaan eksebisi Porprov XV Jabar di bulan November 2026, setidaknya ada beberapa agenda yang akan kami lakukan. Di antaranya, simulasi pertandingan sebagai rangkaian Kabaddi Road to Porprov Jabar, sosialisasi dan pelatihan pelatih di beberapa kota/kabupate hingga refreshment wasit,” katanya.

“Dengan berbagai upaya itu, kami berharap pelaksanaan pertandingan eksebisi kabaddi pada Porprov XV Jabar bisa berjalan lancar dan sukses melahirkan prestasi untuk Jabar,” pungkasnya.

(ageng)

Gotong Royong Warga Parungponteng dan Satgas TMMD ke-129

0
Parungponteng Tasikmalaya fokusjabar.id
Warga bersama TNI bergotong royong membersihkan rumput yang menempel di bahu jalan

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Bagi warga Desa Parungponteng, jalan baru bukan sekadar jalur penghubung. Melainkan lembaran harapan baru yang di rajut bersama keringat kebersamaan antara TNI dan rakyat.

​Ada pemandangan yang menghangatkan hati di bawah terik matahari Kampung Pasir Nete Desa Parungponteng. Ketika hamparan aspal hitam masih menyisakan kehangatan, derap langkah kaki warga berpadu seirama dengan seragam loreng prajurit TNI.

BACA JUGA:

Tugu Koperasi Tasikmalaya Resmi Direvitalisasi dan Jadi Cagar Budaya Nasional

​Bukan lagi suara mesin penggilas atau deru truk material yang terdengar, melainkan gelak tawa, canda ringan dan dentingan alat-alat sederhana.

Satgas TMMD Ke-129 TA 2026 Kodim 0612/Tasikmalaya bersama masyarakat setempat turun tangan, bahu-membahu membersihkan sisa material dan merapikan bahu jalan demi kenyamanan bersama.

​Bukan Sekadar Membangun Fisik, Ini Tentang Merawat Asa

​Bagi warga, memiliki jalan yang mulus adalah mimpi lama yang akhirnya menjadi nyata. Namun, Satgas TMMD paham betul bahwa tugas mulia seorang prajurit tidak berhenti begitu saja saat roda gilas meninggalkan lokasi.

“Kami sangat menantikan jalan mulus sampai ke depan halaman rumah. Alhamdulillah mimpi itu terwujud,” kata Mak Eha, warga sekitar.

​Pembangunan infrastruktur hanyalah wadah. Nyawa dari sebuah pembangunan sesungguhnya terletak pada kepedulian.

Lewat aksi bersih-bersih ini, sisa tanah, batuan dan material yang berserakan di singkirkan agar jalan desa benar-benar aman dan nyaman d ilalui anak-anak yang hendak ke sekolah atau para petani yang membawa hasil bumi.

​Di sinilah makna kemanunggalan TNI dan rakyat menemukan wujud tertingginya. TNI hadir bukan sekadar sebagai pembangun, tetapi sebagai saudara yang merangkul warga untuk bersama-sama mencintai kampung halaman mereka.

​Gotong Royong: Denyut Nadi yang Tak Pernah Padam

​Di tengah arus modernisasi yang kerap mengikis kepedulian sosial, Desa Parungponteng membuktikan bahwa semangat gotong royong tidak pernah mati.

BACA JUGA:

Milangkala ke-394, Saatnya Tasikmalaya Meneguhkan Semangat Gotong Royong Membangun Daerah

​Antusiasme warga yang membludak di sepanjang sisi jalan menjadi bukti otentik. Mereka tidak hanya duduk manis sebagai penonton atau penerima manfaat.

Dengan cangkul, sapu lidi dan semangat swadaya, warga melebur bersama Satgas TMMD, merasa memiliki setiap jengkal aspal yang terbentang.

Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim mengatakan, ruh dari TMMD ke-129 untuk membangkitkan kembali jiwa gotong royong di kalangan masyarakat.

Untuk itu, TNI selalu bersama sama dengan masyarakat melakukan berbagai kegiatan positif di lingkungan masyarakat. Rasa kebersamaan dan gotong royong terus di pupuk untuk kembali tumbuh di lingkungan masyarakat.

​Program TMMD Ke-129 Kodim 0612/Tasikmalaya telah meninggalkan lebih dari sekadar beton dan aspal. Ia meninggalkan warisan paling berharga. Yakni, ikatan emosional yang erat.

​Ketika aspal nantinya mendingin dan mengeras seiring waktu, semangat kebersamaan yang terjalin di Kampung Pasir Nete di yakini tidak akan pernah ikut memudar.

Karena pada akhirnya, jalan yang kokoh lahir dari kerja keras. Namun desa yang maju hanya bisa terwujud dari hati yang bersatu.

(Abdul Latif)