spot_imgspot_img
Senin 27 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 349

Bojan Hodak Apresiasi Dukungan Bobotoh

0
bojan hodakfokusjabar.id
Puluhan ribu Bobotoh padati Stadion GBLA

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak mengapresiasi dukungan yang diberikan Bobotoh pada pertandingan menghadapi Persija Jakarta pekan ke-17 kompetisi Super League 2025/2026.

Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (11/1/2026), ribuan Bobotoh hadir dan memberikan dukungan sepanjang laga.

BACA JUGA:

Mauricio Souza Ungkap Kesalahan Persija Jakarta

Menurut Bojan Hodak, Bobotoh memiliki peran besar dalam keberhasilan timnya meraih kemenangan krusial yang mengantarkan timnya menjadi juara paruh musim.

Kehadiran Bobotoh, menjadi energi ekstra bagi perjuangan Beckham Putra Nugraha dan kawan-kawan. Sehingga Persib bisa meraih kemenangan atas Persija dengan skor 1-0.

“Atmosfer di pertandingan melawan Persija saya rasakan sangat fantastis. Tidak ada flare selama 90 menit. Mereka pun tak henti-hentinya bernyanyi,” kata Bojan Hodak.

“Itu sungguh membuat energi tim menjadi bertambah. Kami menjadi lebih kuat,” ungkap pelatih asal Kroasia ini menuturkan.

Pelatih yang membawa Persib back to back juara kompetisi Liga 1 ini berharap, dukungan serta atmosfer fantastis tersebut bisa terus berlanjut di laga selanjutnya.

BACA JUGA:

Teja Paku Alam Tutup Putaran Pertama dengan Manis

“Atmosfer seperti yang dilakukan Bobotoh di pertandingan Persija bisa menjadi contoh pula untuk semua. Itu adalah sebuah dukungan yang positif,” pungkasnya.

Sementara itu, pada putaran kedua kompetisi Super League 2025/2026, Persib akan kembali melakoni pertandingan kandang pada 25 Januari mendatang, menghadapi PSBS Biak.

(Arif)

Masa Depan Bandung Zoo 2 Bulan Lagi

0
bandung zoo fokusjabar.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah membahas masa depan Kebun Binatang Bandung bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat.

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah membahas masa depan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat.

Pembahasan tersebut menyangkut konsep pengelolaan hingga fungsi kawasan Bandung Zoo ke depan.

BACA JUGA:

17 Ruas Jalan Destinasi Wisata Kota Bandung Akan Diperbaiki

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, pembahasan melibatkan tiga tingkat pemerintahan karena kewenangan yang berbeda.

Aset kebun binatang merupakan milik Pemerintah Kota Bandung. Sementara Pemerintah Provinsi memiliki kewenangan melalui dinas kehutanan dan konservasi.

Adapun satwa di lindungi berada di bawah kewenangan Pemerintah Pusat.

“Pemerintah kota, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat sedang mendiskusikan masa depan Bandung Zoo. Apakah tetap menjadi kebun binatang dengan konsep yang sekarang, berbeda atau bahkan bukan kebun binatang sama sekali. Ini masih dalam tahap pembicaraan,” kata Farhan, Selasa (13/1/2026).

Farhan menegaskan, kondisi kebun binatang saat ini tetap di fungsikan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dapat di akses publik. Di dalamnya terdapat satwa-satwa di lindungi yang merupakan titipan negara dan di jaga bersama oleh seluruh pihak terkait.

“Masyarakat yang ingin datang silahkan selama mengikuti aturan keluar masuk yang telah di tetapkan,” katanya.

Terkait arah kebijakan ke depan, terdapat tiga opsi yang tengah di kaji bersama. Opsi pertama, mempertahankan kebun binatang seperti kondisi saat ini.

Opsi kedua mengembangkan taman margasatwa dengan jumlah satwa lebih sedikit namun memperluas ruang terbuka hijau. Dan opsi ketiga, menjadikan kawasan tersebut sepenuhnya sebagaiRTH.

BACA JUGA:

Perkara Wawalkot Bandung Berlanjut ke Sidang Tipikor

“Opsi kedua dan ketiga ini sejalan dengan target kita untuk meningkatkan RTH Kota Bandung hingga dua kali lipat,” ucapnya.

Farhan mengatakan, ketiga opsi tersebut masih terbuka dan belum ada keputusan yang mengerucut pada salah satu konsep. Hasil kajian masih dalam proses penelaahan dan akan dibahas lebih lanjut oleh ketiga pihak.

“Belum tahu arahnya ke mana. Tiga-tiganya masih terbuka. Targetnya, paling lama dalam dua bulan ke depan kita sudah punya keputusan bersama,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Damkarmatan Kota Bandung Ajukan DAK Rp270 Miliar ke Pemerintah Pusat

Farhan juga memastikan kebutuhan pakan satwa saat ini sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Pusat.

Sementara itu, aset kawasan Kebun Binatang Bandung masih dijaga dan dikuasai 100 persen oleh Pemerintah Kota Bandung. Pengelolaan berada di bawah supervisi Dinas Kehutanan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Jadi untuk sekarang kondisinya masih berjalan seperti ini sambil menunggu hasil pembahasan lebih lanjut,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Ormas GAS ‘Ngamuk’ Dinas Koperasi dan UKM Garut Menyerah?

0
Ormas GAS fokusjabar.id
Perwakilan Ormas GAS diterima Kepala Dinas koperasi dan UKM Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organisasi Masyarakat Gerakan Anak Sunda (Ormas GAS) geruduk kantor Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar), Selasa (13/1/2026).

Mereka menuding adanya penyalahgunaan wewenang dan praktik tidak etis dalam urusan pertanahan. Salah satunya, dugaan praktik mafia tanah di wilayah Desa Gandamekar Kecamatan Kadungora.

BACA JUGA:

Putri Karlina Beri Pesan Khusus kepada Perumda Tirta Intan Garut

Perwakilan Ormas GAS di terima Kepala Dimas Koperasi dan UKM, Hendra Siswara Gumilang didampingi  Kabid Pengawasan dan Pemeriksan, Dience Gurnita.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ormas GAS, Mulyono Khaddafi mendesak Dinas Koperasi dan UKM membubarkan Koperasi Kiaradodot karena tidak memenuhi ketentuan dalam UU Perkoperasian.

Menurut Dia, pada 12 November 2021 telah terbit Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No00077 atas nama pemegang hak Koperasi Kiaradodot dengan akta pendirian no48 tertanggal 15 Februari 2016 dengan dasar pendaftaran Surat Keputusan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Garut tanggal 30 September 2021 No 00098/SKHGB/BPN-10,17/IX/2021 Surat Ukur tanggal 05 November 2021 No01182/Gandamekar/2021 Luas 801m2 diduga kental dengan praktik mafia tanah.

BACA JUGA:

Sekolah Sungai Cimanuk Garut Tanam Pohon di Lapang Paris

Petunjuk di SHGB menyatakan, tanah negara bekas milik adat Kohir Nomor 583, Kelas D III tercatat atas nama Koperasi Rakyat. Kemudian pada tahun 2019 di lepaskan haknya kepada negara untuk kepentingan pemohon (Koperasi Kiaradodot).

Mulyono menjelaskan, Koperasi Kiaradodot yang didirikan pada tahun 2016 hingga kini tidak aktif. Bahkan, Pemda Garut melalui Dinas Koperasi dan UKM sudah dua kali melayangkan surat yang menerangkan tidak aktif.

“Anehnya, Dinas Koperasi dan UKM hingga kini belum membubarkannya,” ungkap Sekjen Ormas GAS.

BACA JUGA:

Bupati Garut Terima 401 Sertifikat Hak Pakai dari BPN

Mulyono mengancam akan menyegel Kantor Dinas Koperasi dan UKM Garut jika tidak membubarkan Koperasi Kiaradodot.

“Kami akan segel kantor Dinas Koperasi dan UKM Garut jika tidak mebubarkan Koperasi Kiaradodot,” ancam Sekjen Ormas GAS.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut, Hendra Siswara Gumilang berjanji akan menindaklanjuti kasus Koperasi Kiaradodot.

Pihaknya segera bersurat kepada Kementerian Koperasi Republik Indonesia untuk melaporkan hasil pengawasan dan pemeriksaan Koperasi Kiaradodot agar membubarkan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Demonstrasi tersebut menandai bahwa masyarakat dan Ormas semakin aktif dalam memantau dan menindak praktik mafia tanah.

(Bambang Fouristian)

Hadapi Tantangan Teknologi dan Energi Berkelanjutan, Desa Margamukti Jadi Lokasi Abdimas Internasional

0

BANDUNG,FOKUSJabar.id:  Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung masih di hadapkan pada berbagai tantangan dalam mengoptimalkan potensi lokal.

Mulai dari sektor pertanian, perkebunan hingga pengembangan desa berbasis energi berkelanjutan. Kondisi tersebut masih membutuhkan dukungan inovasi dan teknologi yang memadai.

BACA JUGA:

Izin Penghapusan Aset Dalam Proses, Teras Cihampelas Segera Diratakan

Kondisi tersebut melatarbelakangi pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) melalui skema Community Service Learning (CSL) bertema “Digital Innovation on Renewable Energy and Sustainable Community Development”.

Program ini di selenggarakan oleh Telkom University sebagai tuan rumah, berkolaborasi dengan Universiti Teknologi PETRONAS (Malaysia), yang berlangsung pada 17–24 Desember 2025.

Salah satu persoalan utama yang di hadapi Desa Margamukti adalah masih terbatasnya pemanfaatan teknologi digital dalam menunjang produktivitas pertanian dan perkebunan.

Padahal, kedua sektor tersebut merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat desa.

Minimnya akses dan pemahaman terhadap teknologi digital menyebabkan potensi peningkatan hasil produksi, efisiensi pengelolaan hingga pemasaran berbasis digital belum tergarap secara optimal.

KETERBATASAN FASILITAS 

Selain itu, keterbatasan fasilitas edukasi terpadu juga menjadi kendala dalam meningkatkan literasi masyarakat terkait teknologi dan energi berkelanjutan.

Kurangnya sarana pembelajaran serta pendampingan berdampak pada rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya inovasi sebagai fondasi pembangunan desa jangka panjang.

Permasalahan lain yang turut menjadi perhatian adalah belum optimalnya media dan sistem informasi desa dalam memperkenalkan potensi lokal kepada khalayak luas.

Potensi pertanian, perkebunan serta peluang pengembangan energi terbarukan di Desa Margamukti masih minim publikasi.

BACA JUGA:

Masa Depan Bandung Zoo 2 Bulan Lagi

Akibatnya, peluang kolaborasi, investasi maupun pengembangan desa berbasis potensi lokal belum berkembang secara maksimal.

Dari sisi infrastruktur, kebutuhan akan sistem penerangan desa yang efisien, andal, dan ramah lingkungan juga menjadi tantangan tersendiri.

Sejumlah wilayah masih membutuhkan solusi penerangan yang tidak sepenuhnya bergantung pada jaringan listrik konvensional. Khususnya untuk area publik dan lingkungan yang memerlukan dukungan energi berkelanjutan.

Menjawab berbagai tantangan tersebut, program Abdimas CSL di rancang sebagai upaya strategis untuk menghadirkan solusi berbasis inovasi digital dan energi terbarukan melalui pendekatan service-learning.

Kolaborasi internasional antara Telkom University dan Universiti Teknologi PETRONAS ini mengintegrasikan unsur pendidikan, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu kerangka pembangunan berkelanjutan.

BACA JUGA:

17 Ruas Jalan Destinasi Wisata Kota Bandung Akan Diperbaiki

Melalui program ini, masyarakat Desa Margamukti di harapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kemandirian dalam memanfaatkan teknologi digital serta energi bersih.

Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi langkah awal transformasi desa menuju komunitas yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, mandiri secara energi, dan memiliki daya saing, sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

(LIN)

Izin Penghapusan Aset Dalam Proses, Teras Cihampelas Segera Diratakan

0
Teras Cihampelas fokusjabar.id
Teras Cihampelas

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Teras Cihampelas di pastikan akan di bongkar total. Pemerintah Kota Bandung tengah mengurus izin penghapusan asetnya.

Rencana proses pembongkaran akan di ambil alih oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

BACA JUGA:

Perkara Wawalkot Bandung Berlanjut ke Sidang Tipikor

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, rencana tersebut muncul setelah adanya dialog dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Dialog tersebut membahas soal masa depan kawasan Teras Cihampelas.

“Teras Cihamplas akan di bongkar oleh Pemprov,” kata Farhan, Selasa (13/1/2026).

Meski begitu, kewenangan perizinan pembongkaran tetap berada di tangan Pemkot Bandung. Saat ini, pihaknya fokus mengurus izin penghapusan aset sebelum pembongkaran di lakukan.

“Izin pembongkarannya dari kita. Sekarang sedang kita upayakan izinnya,” katannya.

BACA JUGA:

Damkarmatan Kota Bandung Ajukan DAK Rp270 Miliar ke Pemerintah Pusat

Farhan mengungkapkan, seluruh struktur Teras Cihampelas akan di bongkar. Termasuk 69 tiang penyangga yang berada di atas Jalan Cihampelas.

Namun, detail teknis serta waktu pelaksanaan pembongkaran masih menunggu rampungnya proses perizinan.

“Semuanya di bongkar. Tapi detailnya masih dibahas,” kata Wali Kota Bandung.

Terkait anggaran pembongkaran, belum ada kepastian. Apakah seluruh biaya di tanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat atau tidak. Saat ini, Pemkot masih memprioritaskan penyelesaian aspek administrasi.

“Anggarannya belum tahu. Sekarang kita urus izin pembongkaran dulu,” ujarnya.

Meski pembongkaran belum di lakukan, Pemkot Bandung telah melakukan penataan di kawasan Teras Cihampelas.

Area atas skywalk telah di tutup. Sementara area pedestrian di bawahnya di bersihkan dan di lengkapi penerangan.

“Yang pasti bagian atas sudah di tutup. UMKM kita arahkan ke bawah. Pedestrian sudah dibersihkan dan lampu sudah menyala. Jadi atas dan bawah aman,” jelasnya.

Farhan menambahkan, pembongkaran diharapkan dapat dilakukan secepatnya setelah seluruh perizinan diperoleh.

Proses penghapusan aset melibatkan sejumlah pihak. Mulai dari DPRD hingga Kementerian Keuangan.

BACA JUGA:

Praperadilan Ditolak, Kuasa Hukum Wawalkot Bandung Kecewa

Terkait nasib PKL, Farhan memastikan mereka tidak akan dikembalikan ke trotoar.

Pemkot telah menyiapkan lokasi khusus sebagai tempat relokasi. Salah satunya di kawasan taman bawah Pasupati.

“Kita sediakan tempat khusus. Bukan kembali ke trotoar. Jadi, kita akan tempatkan di taman yang di bawahnya Pasupati itu yang dekat Grandia. Nanti kita jadikan salah satu tempat wisata kuliner,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Soal Pilkada, Ini Sikap PDI Perjuangan

0
PDI Perjuangan fokusjabar.id
(foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: PDI Perjuangan (PDI-P) resmi mengeluarkan sikap terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Partai besutan Megawati Soekarnoputri keukeuh harus dilakasanakan secara langsung.

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyampaikan pesan Megawati Soekarnoputri dalam Rakernas PDI Perjuangan, Senin (12/1/2026).

BACA JUGA:

Soal Wacana Pilkada Dipilih DPRD, Ini Perintah Megawati

“Komitmen PDI Perjuangan, Pilkada harus di laksanakan secara langsung. Ini ada kontrol sosial rakyat, aspek legislatif rakyat, kedaulatan rakyat dan semangat reformasi yang di jalankan,” katanya di kutip KompasTV.

Menurut Hasto, jika ada kekurangan harus ada perbaikan. Namun tidak boleh ada penghilangan atau penggantian cara bekerja kedaulatan rakyat. Di mana rakyat yang menentukan pemimpinnya.

“Ibu Mega menyampaikan berbagai argumentasi atas landasan historis, ideologis, filosofis. Namun juga dengan memperhatikan bagaimana sejarah. Sehingga akhirnya reformasi itu lahir dan menempatkan kedaulatan rakyat untuk memilih pemimpinnya,” kata Hasto.

Hasto menegaskan, Pilkada di pilih DPRD sifatnya masih wacana. Namun, Rakernas PDI Perjuangan menyampaikan sikap.

Dia menyebut, PDI-P intens berdialog dengan pimpinan-pimpinan fraksi. Hasto juga mengatakan PDI-P tidak sendirian.

BACA JUGA:

Ketum PDI-P Buka Suara Soal Kerusakan Lingkungan

“Karena pada dasarnya semua gagasan itu untuk Indonesia, untuk rakyat. Maka namanya DPR merupakan representasi dari rakyat. Sehingga enggak benar kalau diikrarkan kami sendirian. Karena kami membangun komunikasi,” katanya.

Hasto menegaskan, Ketum juga menjelasakan soal PDI-P menjalankan fungsi penyeimbang.

“Penyeimbang itu ada dialog. Penyeimbang itu ada data, ada argumen. Itu sehat di dalam demokrasi,” ucapnya.

Ketua DPP PDI-P, Andreas Hugo Parera menambahkan, wacana Pilkada dipilih DPRD berkaitan dengan efisiensi.

“Jadi di dalam Rakernas ini kami juga memberikan solusi. Kalau bicara soal efisiensi, kita bisa mengefisienkan itu pada proses pelaksanaan Pemilu,” katanya.

BACA JUGA:

Duh! Produksi Jagung di Sulawesi Utara Turun 3,84 Persen

“Tapi jangan mengambil kembali hak rakyat untuk memilih. Itu hak yang sudah diberikan. Nah, itu harganya jauh lebih mahal daripada biaya politik Pemilu,” singkatnya.

(Bambang Fouristian)

Misteri Siluman Penghuni Goa Kabuyutan Pantai Batu Karas Pangandaran

0
pantai batu karas pangandaran@fokusjabar.id)
Pantai Batu Karas Pangandaran.(foto: Nanang Yudi/fokusjabar.id)

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Ternyata ada sebuah lorong dengan nama ‘goa kabuyutan’ di pantai batu karas yang berada di Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran.

Konon, goa kabuyutan pantai batu karas pangandaran di huni oleh makhluk tak kasat mata yaitu siluman yang menyerupai seekor anjing.

Siluman anjing tersebut selalu keluar dan berjalan menelusuri sepanjang bibir pantai batu karas pangandara. Dan bentuknya tidak jauh beda dengan anjing seperti biasanya.

Baca Juga: Kunjungan Wisatawan ke Pangandaran Saat Libur Nataru 2026, Meningkat 116 Persen

“Boleh percaya atau tidak, penghuni goa kabuyutan pantai batu karas pangandaran merupakan siluman dengan sosok anjing,” ungkap Haldi (58), seorang nelayan asal Desa Batu Karas Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, beberapa waktu kemarin.

Jika melihat seekor anjing yang berjalan di bibir pantai batu karas pangandaran dengan pandangannya tidak melirik kiri kanan, lanjut dia, maka itu merupakan penampakan siluman penghuni goa kabuyutan.

“Jadi anjing tersebut jangan di ganggu, apalagi di usir karena di khawatirkan ada kejadian yang tidak di harapkan terhadap orang yang telah mengganggu,” jelasnya.

Menurutnya, kejadian yang tidak di harapkan tersebut, memang terjadi saat mengganggu atau mengusir keberadaan seekor anjing jelmaan siluman tersebut.

“Kalau lihat seekor anjing, maka biarkan saja jangan di usir atau mengganggunya, karena dia juga tidak ganggu. Karena beberapa kejadian mengerikan menimpa orang yang awalnya mengusir anjing tersebut,” tegasnya.

Khasiat Cinyusu Kabuyutan

Selain Goa, di pantai batu karas pangandaran juga terdapat sumber air yang keluar dari bukit, masyarakat di sana menyebutnya ‘Cinyusu kabuyutan’.

Sumber air (Cinyusu-red) tersebut akan terlihat keluar dari bukit kabuyutan, jika air laut pantai batu karas Pangandaran sedang surut.

Menurut kepercayaan masyarakat sekitar batu karas, bahwa sumber air (Cinyusu-red) kabuyutan tersebut memiliki khasiat bagi yang menggunakannya.

“Kalau air lautnya surut, Cinyusu terlihat nyembur keluar dari bukit kabuyutan. Dan memang banyak khasiatnya,” ujarnya.

Bahkan, lanjut dia, Cinyusu Kabuyutan, pernah jadi tempat mandi aktris Ibu Kota pada saat berkunjung ke pantai batu karas Pangandaran.

Baca Juga: Cinyusu Kabuyutan Pantai Batu Karas Pangandaran, Tempat Mandi Aktris Ibu Kota

“Karena saat air laut surut, Cinyusu kabuyutan bisa jadi tempat untuk mandi. Ada aktris juga yang pernah mandi di sana,” jelasnya.

Cinyusu kabuyutan, Haldi menjelaskan, bahwa airnya tawar dan bisa langsung di minum. Walau berada di pantai namun rasanya tidak asin.

“Kalau musim kemarau, warga sini (batu karas-red) suka ngambil airnya di cinyusu kabuyutan untuk kebutuhan sehari-hari. Rasanya memang tawar dan menyegarkan,” tuturnya.

Sebagai warga pribumi asli batu karas, Haldi menegaskan bahwa, sejak dulu Cinyusu kabuyutan di yakini memiliki khasiat untuk kebaikan.

(Yud’s)