spot_imgspot_img
Senin 27 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 347

Dr. Ade Zaenul Muttaqin Resmi Dilantik Jadi Rektor Baru IAIT Tasikmalaya

0
Ket foto : Prosesi Pelantikan Rektor IAIT, dengan penandatanganan SK oleh Rektor Baru Dr. Ade Zaenul Mutaqin, yang disaksikan Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi serta Ketua Umum Yayasan Pendidikan Islam (fokusjabar/Seda)
Ket foto : Prosesi Pelantikan Rektor IAIT, dengan penandatanganan SK oleh Rektor Baru Dr. Ade Zaenul Mutaqin, yang disaksikan Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi serta Ketua Umum Yayasan Pendidikan Islam (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kepemimpinan Institut Agama Islam Tasikmalaya (IAIT) resmi berganti. Dr. Ade Zaenul Muttaqin dilantik sebagai Rektor baru IAIT untuk masa jabatan 2026–2031, menggantikan Dr. Abdul Haris yang telah mengakhiri masa tugasnya.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilakukan oleh Ketua Umum Pengurus Yayasan Pendidikan Islam Tasikmalaya, Heri Hendriyana, bertempat di Aula Utama Kampus IAIT, Jalan Noenong Tisnasaputra, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Selasa (13/1/2026).

Baca Juga: Jalan Rusak Bertahun-tahun, Warga Cipeuteuy Tasikmalaya Tagih Janji Realisasi Perbaikan

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah pejabat serta tokoh penting, di antaranya Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi, Staf Ahli Wali Kota Tasikmalaya Bidang Kemasyarakatan Dr. Uus Supangat, Kopertais Wilayah II Provinsi Jawa Barat Prof. Aan Hasanah, serta tamu undangan lainnya.

Pelantikan rektor baru ini menjadi momentum penting regenerasi kepemimpinan di lingkungan IAIT, sekaligus penegasan komitmen perguruan tinggi Islam tersebut untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di tengah tantangan dunia akademik yang semakin kompetitif.

Usai dilantik, Rektor IAIT Dr. Ade Zaenul Muttaqin menyampaikan bahwa amanah yang diberikan kepadanya merupakan tantangan besar untuk membawa IAIT menjadi institusi pendidikan yang lebih maju dan berdaya saing.

“Kepercayaan ini menjadi tanggung jawab besar bagi kami untuk melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berkualitas, dan berkarakter,” ujarnya.

Sinergi Semua Pihak

Ia menegaskan bahwa pada awal masa kepemimpinannya, dukungan dan kolaborasi dari seluruh sivitas akademika serta pemangku kepentingan sangat dibutuhkan.

“Kami membutuhkan dukungan dan sinergi semua pihak agar IAIT terus berkembang dan mampu mencetak generasi penerus bangsa yang berintegritas,” katanya.

Menurut Ade Zaenul, kepemimpinan merupakan proses melanjutkan hal-hal baik yang telah dirintis pimpinan sebelumnya. Sekaligus menyempurnakan berbagai aspek yang masih perlu diperbaiki.

“Masukan dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan agar amanah ini dijalankan sesuai koridor dan harapan bersama,” tambahnya.

Ia juga menekankan, pergantian kepemimpinan di IAIT bukan sekadar proses administratif. Melainkan momentum strategis untuk melanjutkan visi dan misi institusi dalam berkontribusi nyata bagi kemajuan dunia pendidikan Islam.

“IAIT adalah perguruan tinggi milik umat yang fokus pada pengembangan keislaman. Karena itu, sinergi dan kolaborasi menjadi kunci keberlanjutan dan kemajuan kampus ini,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ade Zaenul juga memohon dukungan dan doa agar cita-cita para pendiri IAIT dapat terwujud. Khususnya rencana transformasi IAIT menjadi Universitas Islam Tasikmalaya yang ditargetkan terealisasi pada Maret 2026.

Sementara itu, Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi menyampaikan optimismenya terhadap kepemimpinan baru di IAIT. Menurutnya, pergantian rektor akan membawa warna dan semangat baru bagi perkembangan ekosistem kampus ke depan.

“Saya meyakini di bawah kepemimpinan Dr. Ade Zaenul Muttaqin, IAIT akan semakin maju dan berkembang,” ujarnya.

Asep Sopari juga berharap IAIT mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik. Tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Perguruan tinggi harus mampu mencetak insan intelektual yang berdampak bagi lingkungan dan masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian,” pungkasnya.

(Seda)

Viral Dugaan Perselingkuhan ASN, Pemkot Bandung Lakukan Penelusuran

0
Bandung, FOKUSjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah menelusuri dugaan pelanggaran kode etik yang melibatkan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP). Dugaan tersebut mencuat setelah isu perselingkuhan atau pernikahan siri ASN bersangkutan viral di media sosial.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan seluruh ASN di lingkungan Pemkot Bandung terikat aturan disiplin yang ketat, termasuk terkait etika dan ketentuan perkawinan yang berada di bawah kewenangan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Baca Juga: Masa Depan Bandung Zoo 2 Bulan Lagi

“Kawin siri saja tidak diperbolehkan, apalagi sampai selingkuh. Namun, semua harus dibuktikan terlebih dahulu,” ujar Farhan, Rabu (13/1/2026).

Farhan menjelaskan, Pemkot Bandung tidak dapat menjatuhkan sanksi tanpa melalui proses pembuktian administratif yang jelas. Pemeriksaan harus didasarkan pada dokumen resmi, seperti surat nikah, serta bukti lain yang dapat menguatkan dugaan pelanggaran tersebut.

“Kalau memang terbukti, tentu akan kami tangani secepatnya sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas lambatnya respons dari dinas terkait. Farhan mengaku prihatin terhadap pihak yang dirugikan, namun menekankan bahwa persoalan rumah tangga merupakan ranah privat yang tidak mudah untuk dipublikasikan secara terbuka.

“Proses pembuktian harus melalui surat-menyurat, pemeriksaan dokumen pernikahan, dan bukti lainnya. Ini bukan persoalan yang bisa sembarangan diekspos karena menyangkut kehidupan pribadi seseorang,” jelasnya.

Meski demikian, Farhan menegaskan bahwa ASN tetap wajib mematuhi aturan disiplin. Sanksi atas pelanggaran kode etik perkawinan dapat berupa penurunan pangkat, sebagaimana pernah diterapkan dalam kasus serupa sebelumnya.

Sementara itu, sanksi pemecatan dimungkinkan apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan unsur kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Menurut Farhan, KDRT merupakan pelanggaran serius karena berkaitan langsung dengan ketentuan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

“Jika KDRT terbukti melalui proses hukum, maka sanksinya jelas, yakni pemecatan. Namun semua harus melalui mekanisme hukum terlebih dahulu,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Bupati Garut Tegaskan Peran Strategis Diskominfo sebagai Garda Terdepan Informasi Publik

0
diskominfo garut FOKUSJabar.id
‎Kunjungan Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, ke Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (13/1/2026).

GARUT,FOKUSJabar.id: Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut yang berlokasi di Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Selasa (13/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau kinerja sekaligus menegaskan kembali tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Diskominfo sebagai ujung tombak penyampaian informasi publik.

Dalam arahannya, Bupati Abdusy Syakur Amin menegaskan bahwa Diskominfo memiliki peran strategis dalam menjembatani harapan pemerintah daerah dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, informasi yang tersampaikan harus mampu menjawab ekspektasi publik serta memberikan manfaat nyata bagi warga.

Baca Juga: Putri Karlina Beri Pesan Khusus kepada Perumda Tirta Intan Garut

“Saya datang ke sini untuk menyampaikan gambaran besar tentang apa yang diharapkan dari Diskominfo. Setiap rancangan inovasi harus berdampak langsung dan menjadi jembatan informasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya di hadapan jajaran pegawai Diskominfo.

Abdusy Syakur menekankan penguatan komunikasi dan informasi merupakan pilar utama. Ia meminta agar seluruh progres pembangunan di Kabupaten Garut terkomunikasikan secara terbuka, masif, dan mudah masyarakat fahami.

“Itu menjadi atensi utama saya. Pemerintah harus mampu menyampaikan informasi pembangunan dengan komunikasi yang baik agar masyarakat mengetahui, memahami, dan merasakan manfaatnya,” tegasnya.

Selain itu, Abdusy Syakur juga mengingatkan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi yang kian pesat. Menurutnya, penguatan peran Diskominfo dalam menghadapi tantangan masa depan. Termasuk percepatan transisi menuju era digitalisasi, merupakan kebutuhan mutlak dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern.

Melalui kunjungan kerja ini, Abdusy Syakur berharap seluruh jajaran Diskominfo semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik. Sehingga Pemerintah Kabupaten Garut dapat tampil lebih komunikatif, transparan, dan melek digital.

(Y.A. Supianto)

Jalan Rusak Bertahun-tahun, Warga Cipeuteuy Tasikmalaya Tagih Janji Realisasi Perbaikan

0
Tasikmalaya,FOKUSJabar.id
Ketfot: Konsisi jalan Cipeuteuy, Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kesabaran warga terkait realisasi perbaikan jalan Cipeuteuy, Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, kian menipis. Akses jalan utama yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas ekonomi dan mobilitas warga, justru berubah menjadi jalur penuh penderitaan akibat kerusakan parah yang tak kunjung diperbaiki.

Memasuki tahun 2026, harapan masyarakat akan perbaikan jalan tersebut masih sebatas janji. Belum terlihat langkah konkret dari pemerintah daerah, sementara kondisi jalan terus memburuk dan berdampak langsung pada kehidupan warga.

Baca Juga: Rakyat Gigit Jari, Rp30,6 Miliar APBD Kota Tasikmalaya Menguap di PJU

Bagi Nuning dan ratusan warga lainnya, melintasi jalan Cipeuteuy bukan lagi soal kenyamanan, melainkan perjuangan harian. Saat musim kemarau, debu tebal beterbangan dan masuk ke rumah-rumah warga, memicu gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Sebaliknya, ketika hujan turun, jalan berubah menjadi kubangan lumpur licin akibat ketiadaan sistem drainase yang memadai.

“Kalau kemarau debunya luar biasa, kalau hujan jalannya seperti sungai. Kami sudah bosan dengan janji. Pemerintah selalu datang memberi harapan, tapi realisasinya tidak pernah ada,” keluh Nuning dengan nada kecewa.

Warga menduga kerusakan jalan semakin parah akibat lalu lalang truk pengangkut pasir dengan muatan berlebih yang melintas setiap hari tanpa pengawasan ketat. Beban kendaraan berat tersebut dinilai mempercepat kerusakan infrastruktur jalan yang sejak awal tidak dirancang menahan tonase besar.

Janji Perbaikan 2026 Belum Cukup Menenangkan Warga

Pemerintah Kota Tasikmalaya memang sempat menyampaikan rencana perbaikan jalan Cipeuteuy yang akan dimasukkan dalam agenda anggaran tahun 2026. Namun, bagi warga yang sudah bertahun-tahun menyuarakan keluhan melalui audiensi dan aksi protes, janji tersebut belum cukup menenangkan.

“Bagi kami, janji tanpa alat berat di lapangan hanyalah penghibur sementara,” ujar salah seorang warga.

Kekecewaan warga semakin terasa ketika melihat pembangunan infrastruktur di wilayah lain yang terus digenjot, baik oleh pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kondisi tersebut membuat masyarakat Cipeuteuy merasa terpinggirkan dan seolah berada di wilayah yang luput dari perhatian.

Warga menegaskan, perbaikan jalan Cipeuteuy bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan kebutuhan mendesak yang menyangkut kesehatan publik, keselamatan pengguna jalan, serta kelancaran distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Alasan keterbatasan anggaran yang kerap pemerintah sampaikan tidak lagi relevan bagi warga. Mereka menuntut solusi cepat, inovatif, dan berkeadilan, bukan sekadar retorika administratif.

Kini, warga Cipeuteuy tidak lagi membutuhkan janji di atas kertas. Mereka menanti aspal yang kokoh dan drainase yang berfungsi. Jika pemerintah tak segera bertindak, maka kesejahteraan yang kerap menggaung dalam pidato pejabat hanya akan menjadi harapan kosong bagi masyarakat Sukalaksana.

(Abdul)

Soal ASN Terjaring GDN, BKPSDM Ciamis Serahkan Penindakan ke Ankum

0
Ciamis, FOKUSJabar.id
Ketpot: Sekretaris BKPSDM Kabupaten Ciamis Tini Lastiniwati

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ciamis tidak turut serta dalam kegiatan Operasi Gerakan Disiplin Nasional (GDN) yang dilaksanakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Operasi tersebut murni dilakukan oleh Satpol PP tanpa pendampingan dari BKPSDM.

Meski tidak terlibat langsung di lapangan, Sekretaris BKPSDM Kabupaten Ciamis, Tini Lastiniwati menegaskan pihaknya tetap memantau jalannya operasi dan telah menerima laporan resmi terkait hasil kegiatan tersebut, termasuk adanya sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terjaring razia.

Baca Juga: Damkar Ciamis Evakuasi Ular Sanca dari Kloset Kamar Mandi Warga

“Kami tidak ikut dalam operasi GDN tersebut, namun laporan kegiatan dan hasilnya sudah kami terima,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).

Tini menjelaskan, terhadap ASN yang terindikasi melanggar aturan disiplin kepegawaian, penanganannya diharapkan tidak langsung dibawa ke ranah BKPSDM. Penegakan disiplin awal cukup dilakukan oleh atasan langsung atau atasan yang berwenang menghukum (Ankum) di masing-masing instansi.

“Sesuai ketentuan perundang-undangan, penegakan disiplin ASN dilakukan oleh Ankum di tempat ASN tersebut berdinas,” jelasnya.

Namun demikian, apabila pelanggaran tidak dapat terselesaikan di tingkat Ankum, maka atasan langsung wajib melaporkannya kepada BKPSDM untuk ditindaklanjuti.

“Jika sudah ada laporan resmi dari Ankum, barulah BKPSDM membentuk tim ad hoc untuk memproses pelanggaran disiplin ASN tersebut,” tambah Tini.

Ia menuturkan, tim ad hoc nantinya akan melakukan pendalaman. Kemudian melakukan investigasi sebelum memberikan rekomendasi kepada pimpinan daerah terkait sanksi yang akan dijatuhkan.

“Tim ad hoc akan merekomendasikan hasil pemeriksaan kepada pimpinan. Apakah pelanggaran tersebut termasuk kategori ringan, sedang, atau berat sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tegasnya.

(Husen Maharaja)

Damkar Ciamis Evakuasi Ular Sanca dari Kloset Kamar Mandi Warga

0
Ciamis, FOKUSJabar.id
Ketpot: Ular Sanca yang berhasil ditangkap personel Damkar UPTD Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Personel Pemadam Kebakaran (Damkar) UPTD Ciamis berhasil mengevakuasi seekor ular sanca (Pythonidae) yang bersembunyi di dalam kloset kamar mandi rumah milik Rudi Hartono (55), warga Lingkungan Desa Kolot, Kelurahan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Proses evakuasi tidak berjalan mudah. Petugas Damkar harus melakukan pembongkaran kloset kamar mandi untuk memastikan ular berukuran cukup besar tersebut dapat dikeluarkan dengan aman tanpa membahayakan penghuni rumah.

Baca Juga: Damkar Banjarsari Ciamis Tangkap Ular Kobra Jawa

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Ciamis, Rd. Ega Anggara Alqausar, melalui Kasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran, Trisyanto, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Selasa (13/1/2025) sekitar pukul 10.00 WIB.

“Ular pertama kali diketahui oleh pemilik rumah saat hendak menggunakan kamar mandi,” ujar Trisyanto.

Ia menjelaskan, ketika masuk ke kamar mandi, pemilik rumah terkejut melihat kepala ular sanca menjulur dari lubang kloset. Kondisi tersebut membuat pemilik rumah panik dan ketakutan.

“Pemilik melihat kepala ular cukup besar dengan lidah menjulur dan tatapan liar. Ia langsung keluar rumah sambil berteriak meminta pertolongan,” jelasnya.

Teriakan tersebut mengundang perhatian warga sekitar. Setelah mengetahui adanya ular sanca di dalam kloset, salah seorang warga segera melaporkan kejadian itu kepada petugas Damkar UPTD Ciamis.

“Setelah menerima laporan, petugas piket segera menuju lokasi dan melakukan evakuasi hingga ular berhasil diamankan,” tambah Trisyanto.

Ia juga mengungkapkan, dalam waktu yang hampir bersamaan, personel Damkar UPTD Ciamis kembali mengevakuasi ular berbahaya lainnya. Pada dini hari sebelumnya, petugas piket Pos WMK Banjarsari berhasil menangkap seekor ular kobra di wilayah berbeda.

“Dalam waktu singkat, personel kami berhasil mengevakuasi dua jenis ular berbahaya, yakni ular kobra dan ular sanca,” pungkasnya.

(Husen Maharaja)

Ulliam Barros Pereira dan Julio Cesar Pilihan Utama di Putaran 1

0
Ulliam Barros dan Julio Cesar fokusjabar.id
Ulliam Barros dan Julio Cesar (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Dua pemain Persib Bandung, Ulliam Barros dan Julio Cesar selalu menjadi pilihan Bojan Hodak di putaran pertama Super League 2025/2026.

Minggu (11/1/2025), Persib Bandung menutup putaran pertama dengan manis.

BACA JUGA:

Bojan Hodak Apresiasi Dukungan Bobotoh

Thom Haye dan kawan-kawan mengalahkan Persija Jakarta dengan skor tipis 1-0.

Kemenangan tersebut mengulang sejarah sebagai juara paruh musim. Di mana pada musim lalu juga menjadi pemuncak klasemen.

Dari 17 pertandingan yang dimainkan, Uilliam Barros tampil selama 1.448 menit. 16 laga di antaranya sebagai starter.

Uilliam Barros hanya sekali bermain sebagai pengganti pada pertandingan pekan ke-12 melawan Malut United.

Sedangkan Julio Cesar, tampil selama 1.078 menit dari 17 pertandingan yang dimainkan di sepanjang putaran pertama Super League 2025/2026 ini.

Dia bermain 11 kali sebagai starter dan 6 kali sebagai pemain pengganti.

Sementara bek asal Argentina, Patricio Matricardi tampil selama 1.313 dari 16 laga. 14 di antaranya sebagai starter.

Pemain lainnya seperti Teja Paku Alam (1.350), Beckham Putra Nugraha (775), Saddil Ramdani (576), dan Ramon Souza (697) tampil dalam 15 pertandingan.

BACA JUGA:

Teja Paku Alam Tutup Putaran Pertama dengan Manis

Selanjutnya ada Thom Haye dan Kakang Rudianto bermain dalam 14 laga. Sedangkan Eliano Reijnders dan Marc Klok tampil sebanyak 13 laga.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Bek Persib Bandung, Kakang Rudianto bersyukur timnya menjadi juara paruh musim Super League 2025/2026 setelah mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 1-0.

Kakang Rudianto berharap,  hasil positif di putran pertama bisa terus bertahan hingga akhir musim.

“Tentunya Saya bersyukur bisa menang di pertandingan akhir paruh musim. Ini hasil kerja keras semua. Hasil positif semoga terus berlanjut hingga akhir musim,” ungkap pemain Timnas ini.

“Sama seperti tahun kemarin juara di paruh musim dan juara di akhir musim. Harapannya bisa mengukir prestasi terbaik seperti musim lalu. Juara beruntun ketiga kalinya,” ucap Kakang.

(Bambang Fouristian)