spot_imgspot_img
Senin 27 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 346

Transparansi Berbuah Apresiasi, bank bjb Raih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Transparansi Berbuah Apresiasi, bank bjb Raih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Menutup tahun 2025, bank bjb kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik dari Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat. Penghargaan ini menjadi bukti konsistensi bank bjb dalam menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan informasi kepada publik.

Dalam ajang Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025, bank bjb berhasil meraih predikat Informatif pada kategori Badan Publik. Predikat tersebut merupakan tingkat tertinggi dalam penilaian keterbukaan informasi, yang menandakan bahwa bank bjb dinilai melampaui standar minimum kepatuhan terhadap Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik.

Penghargaan ini diberikan berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi menyeluruh yang dilakukan Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat terhadap pelaksanaan keterbukaan informasi badan publik sepanjang tahun 2025.

Prosesi penganugerahan berlangsung pada Selasa, 30 Desember 2025, di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Bandung. Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat dan diterima oleh Direktur Pengganti Direktur Utama bank bjb, Ayi Subarna.

Bagi bank bjb, capaian tersebut tidak sekadar menjadi bentuk pengakuan institusional, melainkan refleksi dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam menjadikan keterbukaan informasi sebagai bagian integral dari tata kelola perusahaan.

Sebagai lembaga keuangan daerah yang memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan ekonomi regional, bank bjb meyakini bahwa transparansi merupakan fondasi utama dalam membangun dan menjaga kepercayaan nasabah, pemegang saham, mitra usaha, serta masyarakat luas.

Instrumen Penting dalam Keterbukaan Informasi

Keterbukaan informasi dipandang sebagai instrumen penting untuk menjamin hak publik dalam memperoleh informasi secara adil. Baik terkait produk dan layanan perbankan, kebijakan perusahaan, maupun langkah-langkah strategis yang dijalankan.

Melalui berbagai kanal komunikasi, baik digital maupun konvensional, bank bjb secara konsisten menyediakan informasi yang akurat. Kemudian juga informasi yang mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Upaya ini dilakukan untuk memastikan publik memperoleh informasi secara cepat dan tanpa hambatan.

Selain itu, transparansi juga menjadi pilar utama dalam penguatan praktik Good Corporate Governance (GCG). Dengan keterbukaan yang terjaga, proses pengambilan keputusan perusahaan dapat dipantau secara objektif oleh para pemangku kepentingan.

bank bjb juga aktif mengomunikasikan berbagai inisiatif strategis perusahaan. Mulai dari transformasi digital, penguatan permodalan, hingga peran aktif bank dalam mendukung pembangunan daerah. Dengan komunikasi yang terbuka, masyarakat harapannya dapat memahami arah kebijakan perusahaan sekaligus menilai kinerja bank secara objektif dan berimbang.

Predikat Informatif yang bank bjb raih menegaskan bahwa perusahaan telah memenuhi seluruh indikator keterbukaan informasi. Mulai dari ketersediaan data, kemudahan akses, hingga kecepatan dan akurasi penyampaian informasi.

Capaian ini sekaligus menempatkan bank bjb sebagai salah satu BUMD yang dapat menjadi rujukan dalam penerapan keterbukaan informasi publik di Jawa Barat.

Penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi bank bjb untuk terus meningkatkan standar transparansi di seluruh lini organisasi. Sejalan dengan dinamika regulasi dan tuntutan masyarakat. Dengan komunikasi yang terbuka dan bertanggung jawab, bank bjb optimistis dapat terus memperkuat kepercayaan publik. Serta menjaga reputasi perusahaan di tengah persaingan industri perbankan nasional.

Kemendikdasmen Revitalisasi Ribuan Ruang Kelas, Tasikmalaya Kebagian 25 Sekolah

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Wamendikdasmen RI Profesor Atip Latiful Hayat (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Republik Indonesia, Prof. Atip Latiful Hayat, menegaskan bahwa kondisi fisik bangunan sekolah memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan peserta didik.

Menurutnya, lingkungan belajar yang layak, aman, dan representatif akan memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran serta perkembangan pengetahuan dan keterampilan siswa. Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong revitalisasi sekolah-sekolah yang bangunannya dinilai tidak layak akibat kerusakan sedang hingga berat.

Baca Juga: Dr. Ade Zaenul Muttaqin Resmi Dilantik Jadi Rektor Baru IAIT Tasikmalaya

Sebagai bagian dari program tersebut, Kemendikdasmen merevitalisasi ribuan ruang kelas di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kota Tasikmalaya. Pada tahun ini, sebanyak 25 sekolah mulai dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA sederajat di Kota Tasikmalaya menerima alokasi anggaran APBN untuk perbaikan ruang kelas, ruang guru, serta fasilitas sanitasi seperti toilet.

“Kami terus mendorong peningkatan mutu dan kualitas pendidikan dengan menghadirkan sekolah-sekolah yang bangunannya layak dan representatif. Revitalisasi ini penting karena kondisi fisik sekolah yang baik turut berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan,” ujar Prof. Atip Latiful Hayat saat meresmikan gedung baru SMAN 11 Kota Tasikmalaya, Minggu (11/1/2026) lalu.

Ia menjelaskan, pada tahun 2026 Kemendikdasmen akan melakukan revitalisasi lebih dari 11 ribu ruang kelas di seluruh Indonesia. Program tersebut didukung anggaran lebih dari Rp14 triliun yang dialokasikan sebagai investasi jangka panjang di sektor pendidikan.

“Ini adalah investasi pendidikan untuk menghasilkan generasi penerus bangsa yang bermutu dan berkualitas,” imbuhnya.

Peran Tenaga Pendidik

Selain pembenahan sarana dan prasarana, Prof. Atip menekankan pentingnya peran tenaga pendidik dalam meningkatkan keberhasilan pendidikan. Guru harapannya menjadi garda terdepan dengan terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam mengajar.

“Kemendikdasmen terus mendorong peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, workshop, pendidikan lanjutan, pembelajaran mandiri, hingga uji kompetensi,” jelasnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk berkaca pada negara-negara maju yang sangat serius dalam menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang layak.

“Di negara maju hampir tidak ada fasilitas pendidikan yang tidak layak. Bangunan fisik pendidikan memiliki peran besar dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta didik,” ungkapnya.

Dengan dukungan fasilitas pendidikan yang memadai serta tenaga pendidik yang kompeten, Prof. Atip optimistis kualitas pendidikan nasional akan terus meningkat.

“Dengan sekolah yang representatif dan guru yang berkualitas, tidak ada alasan bagi anak-anak untuk tertinggal. Justru terbuka banyak jalan untuk menjadi pintar,” pungkasnya.

(Seda)

Pemkab Pangandaran Rombak Pejabat Eselon lll, Ini Penjelasan BKPSDM

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Suasana saat pengambilan sumpah/janji jabatan administrator, jabatan pengawas, serta jabatan fungsional.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Pangandaran melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan administrator, jabatan pengawas, serta jabatan fungsional di lingkungan Pemkab Pangandaran. Pelantikan ini menjadi langkah strategis untuk mengisi sejumlah kekosongan jabatan yang selama ini terjadi di berbagai perangkat daerah.

Kepala Bidang Mutasi dan Pengembangan Karier BKPSDM Kabupaten Pangandaran, Andriawan, menjelaskan bahwa pengisian jabatan tersebut mendesak dilakukan agar roda pemerintahan dan pelayanan publik dapat berjalan secara optimal.

Baca Juga: DKPKP Pangandaran Siapkan Pangan Lokal untuk Sukseskan Program MBG 2026

“Urgensinya jelas, karena memang terjadi banyak kekosongan jabatan. Maka perlu dilakukan pengisian yang diikuti dengan promosi, rotasi, dan mutasi ASN,” ujar Andriawan, Selasa (13/1/2025).

Ia mengungkapkan, khusus pada jabatan administrator, sebelumnya terdapat sekitar 61 posisi yang kosong. Melalui pelantikan kali ini, sebagian besar jabatan tersebut telah berhasil terisii.

“Untuk jabatan administrator, yang tadinya kosong sekitar 61 posisi, kini sebagian besar sudah terisi. Meski demikian, masih ada beberapa yang menunggu terbitnya pertimbangan teknis,” jelasnya.

Menurut Andriawan, potensi kekosongan jabatan ke depan tetap terbuka, terutama akibat adanya aparatur sipil negara yang memasuki masa pensiun. Karena itu, BKPSDM terus menyiapkan langkah antisipatif agar proses pengisian jabatan dapat berlangsung secara cepat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Jika dalam perjalanan ada pegawai yang pensiun, tentu mekanisme pengangkatan dan pengisiannya harus kembali kami persiapkan,” katanya.

Prosesi Pekantikan

Terkait proses pelantikan, Andriawan menyebutkan para pejabat yang baru umumnya tidak mengetahui secara rinci jabatan dan penempatan barunya sebelum pelantikan. Penyampaian informasi tersebut baru setelah prosesi pengambilan sumpah selesai.

“Sebelumnya hanya dilakukan pemanggilan. Setelah dilantik, baru disampaikan jabatan dan penempatan yang akan diemban,” tuturnya.

Menanggapi sorotan publik terkait adanya ketidaksesuaian antara latar belakang pendidikan dengan jabatan yang ditempati, Andriawan mengakui bahwa hal tersebut memang terjadi di beberapa posisi. Namun, penempatan berlangsung dengan mempertimbangkan berbagai aspek, tidak semata-mata latar belakang akademik.

“Secara kualifikasi memang ada yang tidak linier. Namun, penilaian kami juga melihat kompetensi, pengalaman, serta potensi ASN yang bersangkutan,” tegasnya.

Ia berharap, para pejabat yang baru dapat segera beradaptasi dan menunjukkan kinerja terbaik guna mendukung peningkatan pelayanan publik serta pembangunan di Kabupaten Pangandaran.

(Sajidin)

Polres Cimahi Amankan Empat Operator CS Judi Online Asal KBB

0
Cimahi, FOKUSJabar.id
Jadi CS Judol, Empat Pemuda Bandung Barat Ditangkap Polisi. (Arif)

CIMAHI,FOKUSJabar.id: Polres Cimahi mengamankan empat pemuda asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang diduga berperan sebagai operator customer service (CS) pada sejumlah situs judi online. Keempatnya diamankan dalam operasi gabungan Satuan Reserse Kriminal dan Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi.

Empat tersangka tersebut masing-masing berinisial Fajar Nurmansyah (FN), Muhammad Arman Priyatna (MAP), Reza Maulana Fadli (RF), dan Aditya Fajar (AF).

Baca Juga: Oknum Satpam Kantor Pemkot Cimahi Terjerat Kasus Ganja

Kapolres Cimahi AKBP Niko Nurallah Adi Putra mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari hasil penyelidikan awal yang menemukan adanya aktivitas mencurigakan di sebuah rumah dengan akses tertutup.

“Tim gabungan yang dipimpin Kasat Reskrim dan Kasat Narkoba mendatangi lokasi yang aktivitasnya mencurigakan. Saat dilakukan pemeriksaan di sebuah rumah, ditemukan empat orang yang kemudian kami amankan,” ujar Niko saat konferensi pers di Mapolres Cimahi, Selasa (13/1/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, para tersangka menjalankan peran layaknya customer service profesional. Mereka bertugas menerima keluhan dari para pemain. Kemudian memberikan panduan permainan, hingga membantu proses pengisian saldo atau top up akun judi online.

Operator CS dari Tujuh Situs Judi Online Berbeda

Dalam penggerebekan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa empat unit CPU dan enam unit monitor komputer. Dari hasil pendalaman, keempat tersangka merupakan operator customer service dari tujuh situs judi online berbeda.

“Selain perangkat komputer, kami juga menemukan dokumen kontrak kerja. Para tersangka menerima gaji sebesar Rp5 juta per bulan,” jelas Niko.

Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut, dua tersangkai telah bekerja sejak Oktober 2025, sementara dua lainnya baru direkrut pada Januari 2026. Polisi juga melakukan tes urine terhadap para tersangka, dan hasilnya salah satu di antaranya positif mengonsumsi methamphetamine dan benzodiazepine.

“Sampai saat ini, kami masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas,” tegasnya.

Atas perbuatannya, para tersangka terancam jeratan Pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta Pasal 426 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda maksimal Rp10 miliar.

(Arif)

DKPKP Pangandaran Siapkan Pangan Lokal untuk Sukseskan Program MBG 2026

0
Pangandaran,FOKUSJabar.id
Poto: Kepala DKPKP Pangandaran, Usep Ependi.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Dinas Kelautan, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DKPKP) Kabupaten Pangandaran menegaskan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengoptimalkan potensi pangan lokal, khususnya dari sektor perikanan budidaya.

Kepala DKPKP Pangandaran, Usep Ependi, mengatakan pihaknya tengah menyusun perencanaan matang guna memastikan ketersediaan pasokan pangan daerah untuk mendukung program nasional tersebut yang ditargetkan berjalan optimal pada tahun 2026.

Baca Juga: Kunjungan Wisatawan ke Pangandaran Saat Libur Nataru 2026, Meningkat 116 Persen

“Saat ini kami sedang menghitung kebutuhan MBG dan menyesuaikannya dengan kapasitas produksi daerah. Harapannya, pembudidaya ikan bisa mendapatkan dukungan benih, kemudian hasil produksinya diserap untuk mendukung program MBG,” ujar Usep, Selasa (13/1/2026).

Ia menjelaskan, langkah awal yang dilakukan DKPKP adalah memetakan potensi dan kapasitas produksi perikanan di setiap kecamatan dengan pendampingan penyuluh perikanan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kesiapan daerah dalam memenuhi kebutuhan pangan secara berkelanjutan.

Menurut Usep, sistem penyaluran hasil produksi tidak dilakukan secara langsung dari kelompok pembudidaya ke dapur MBG. Pemerintah daerah menyiapkan skema distribusi terintegrasi melalui kerja sama lintas sektor, dengan mengedepankan pemanfaatan komoditas lokal seperti ikan, telur, ayam, serta pangan daerah lainnya.

“Kami ingin produk lokal benar-benar siap dari hulu ke hilir. Koperasi desa akan menjadi simpul distribusi yang menghubungkan pembudidaya dengan penyedia MBG,” jelasnya.

Budidaya Ikan Nila Penopang Kebutuhan MBG di Pangandaran

Dalam skema tersebut, budidaya ikan nila terproyeksikan menjadi salah satu komoditas utama penopang kebutuhan MBG. Usep menilai, jika skema ini berjalan, para pembudidaya ikan di Pangandaran akan memperoleh kepastian pasar yang selama ini menjadi tantangan utama sektor perikanan budidaya.

“Jumlah pelajar di Pangandaran mencapai sekitar 100 ribu orang. Jika konsumsi ikan sekitar 10 ons per siswa, kebutuhan bisa mencapai 10 ton per bulan. Itu baru dari satu menu ikan dalam satu pekan,” ungkapnya.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, DKPKP memerlukan kolam budidaya dalam perkiraan seluas sekitar 15 hektare yang tersebar di 10 kecamatan. Setiap wilayah akan mendapat pendampingan dari penyuluh perikanan agar produksi berjalan optimal dan berkelanjutan.

Selain itu, DKPKP juga mendorong peran Balai Benih Ikan (BBI) di Pangandaran agar mampu memenuhi kebutuhan benih secara mandiri. Seluruh langkah tersebut harapannya dapat berjalan efektif seiring implementasi penuh Program Makan Bergizi Gratis pada 2026 mendatang.

(Sajidin)

Pasca Libur Sekolah, Tukang Pangkas Rambut di Ciamis Kebanjiran Pelajar

0
Ciamis, FOKUSJabar.id
Ketpot: Baim (Kaos merah) tukang pangkas rambut Ciamis saat melayani pelanggan

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Usai libur sekolah semesteran, sejumlah tukang pangkas rambut di wilayah Ciamis, Jawa Barat, mengalami lonjakan pelanggan. Mayoritas pelanggan berasal dari kalangan pelajar yang mempersiapkan diri kembali ke sekolah dengan penampilan rapi.

Lonjakan tersebut dirasakan signifikan, meski hanya berlangsung singkat. Para tukang cukur mengaku peningkatan jumlah pelanggan terjadi selama dua hari, sebelum akhirnya kembali normal seperti hari-hari biasa.

Baca Juga: Soal ASN Terjaring GDN, BKPSDM Ciamis Serahkan Penindakan ke Ankum

Salah seorang tukang pangkas rambut yang mangkal di sekitar SPBU Nagrak, Kelurahan Sindangrasa, Kabupaten Ciamis, Baim, mengatakan ramainya pelanggan terjadi pada akhir pekan lalu.

“Alhamdulillah, hari Sabtu dan Minggu kemarin yang datang cukup banyak, kebanyakan pelajar,” ujar Baim, Selasa (13/1/2026).

Ia menyebutkan, dalam satu hari jumlah pelanggan bisa mencapai sekitar 50 hingga 60 orang, jauh lebih banyak dibandingkan hari biasa.

“Waktu itu yang datang ramai sekali sampai saya merasa kelelahan, tapi tetap bersyukur,” katanya.

Namun, Baim mengungkapkan kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Memasuki hari-hari berikutnya, jumlah pelanggan kembali menurun.

“Hari ini kami bertiga hanya melayani sekitar 15 orang saja, sudah seperti hari biasa,” jelasnya.

Sementara itu, Prabu, salah seorang pelajar yang tengah memangkas rambutnya di tempat tersebut, mengaku sudah langganan mencukur rambut di sana.

“Sudah biasa potong rambut di sini. Hasilnya rapi dan harganya terjangkau, cuma Rp15 ribu. Penampilan saya jadi lebih ganteng,” ujarnya sambil tersenyum.

(Husen Maharaja)

Oknum Satpam Kantor Pemkot Cimahi Terjerat Kasus Ganja

0
Cimahi, FOKUSJabar.id
Foto: Polres Cimahi Tangkap Satpam yang Jadi Pengedar Narkoba. (Arif)

CIMAHI,FOKUSJabar.id: Seorang petugas keamanan atau satpam yang bertugas di lingkungan Kantor Pemerintahan Kota Cimahi berinisial SMS (28) ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi. Ia diduga terlibat penyalahgunaan sekaligus peredaran narkotika jenis ganja.

Kapolres Cimahi AKBP Niko Nurallah Adi Putra mengungkapkan, pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil pengembangan dari penangkapan tersangka lain berinisial FP yang lebih dulu diamankan polisi.

Baca Juga: Viral Dugaan Perselingkuhan ASN, Pemkot Bandung Lakukan Penelusuran

“Satres Narkoba Polres Cimahi berhasil mengungkap kasus peredaran ganja, dan pengedarnya merupakan seorang petugas keamanan yang masih aktif berdinas di lingkungan Pemkot Cimahi,” ujar Niko saat konferensi pers di Mapolres Cimahi, Selasa (13/1/2026).

Ia menjelaskan, dari penangkapan terhadap FP, petugas kemudian melakukan pengembangan hingga mengarah kepada tersangka SMS.

“Dari hasil pengembangan kasus penyalahgunaan narkotika oleh FP, akhirnya kami berhasil mengamankan tersangka SMS,” katanya.

Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa narkotika jenis ganja dengan berat total 10,92 gram. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ganja tersebut tersangka peroleh melalui transaksi daring menggunakan media sosial.

“Dari penyelidikan lebih lanjut tersangka SMS memang berniat menjadi pengedar. Ia mengaku menerima imbalan sebesar Rp5 juta setiap kali menerima barang,” jelas Niko.

Atas perbuatannya, tersangka SMS terancam jeratan Pasal 111 dan/atau Pasal 114 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun.

Sementara itu, dalam konferensi pers, SMS mengakui awalnya membeli narkotika tersebut untuk ia konsumsi sendiri. Namun, ia kemudian tergiur untuk mengedarkannya demi mendapatkan penghasilan tambahan.

“Awalnya cuma buat sendiri, tapi kemudian kepikiran untuk menjual lagi supaya dapat keuntungan dan bisa pakai barangnya gratis,” ujar SMS.

(Arif)