spot_imgspot_img
Minggu 26 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 334

Isra Miraj dan Panggilan Intelektual Muda untuk Keberlanjutan Indonesia

0
Isra Miraj fokusjabar.id
Dr.H.Soviyan Munawar,MT bersama Presiden ke-6 RI, SBY

Oleh: Dr. H. Soviyan Munawar, MT

GARUT, FOKUSJabar.id: Sebagai generasi muda, kita belajar dari Isra Miraj. Bahwa kemajuan tidak lahir dari kenyamanan, melainkan dari keberanian untuk naik kelas. Baik secara iman, nalar dan tanggung jawab sosial.

Inilah fondasi etis yang menuntun pemikiran dan sikap keberpihakan kita dalam pembangunan bangsa.

BACA JUGA: SDN 4 Sindangrasa Ciamis Gelar Peringatan Isra Miraj dengan Berbagai Kegiatan Menarik

Isra Miraj terjadi di tengah krisis, pada fase yang dalam sejarah kenabian di kenal sebagai ‘Amul Huzn’ tahun kesedihan.

Pada periode ini, Rasulullah Muhammad SAW kehilangan dua penopang utama perjuangan. Sayyidah Khadijah, istri yang senantiasa membersamai keteguhan moral dan Abu Thalib pelindung politik dan sosial.

Penolakan dan kekerasan yang di alami di Thaif semakin memperberat tekanan psikologis dan sosial.

Dalam kondisi terlemah secara manusiawi inilah, Allah SWT justru memperjalankan Nabi dalam peristiwa paling agung. Yakni sebagai penguatan ilahiah dan peneguhan misi peradaban.

Dari konteks sejarah ini, kita memahami bahwa krisis bukan tanda kegagalan. Melainkan fase seleksi kepemimpinan dan pemurnian niat.

Isra Miraj fokusjabar.id
Dr. H. Soviyan Munawar, MT

Indonesia hari ini pun tidak kekurangan potensi. Namun membutuhkan ketahanan moral dan arah nilai. Inilah napas dari pemikiran.

Pembangunan harus berangkat dari integritas. Bukan semata statistik dari manusia bukan hanya infrastruktur.

Perjalanan ke langit tidak memutus hubungan dengan bumi. Justru kesadaran spiritual yang tinggi menuntut keberpihakan yang nyata pada rakyat.

BACA JUGA:

Membangun Ukhuwah Islamiyah, Pemkot Tasikmalaya Gelar Safari Ramadhan di Ponpes Miftahul Ulum

Shalat yang di wajibkan dalam Isra Miraj adalah disiplin peradaban, melatih kejujuran, ketepatan waktu dan tanggung jawab.

Nilai-nilai ini menjadi etos pembangunan dan pendidikan. Yakni mencetak manusia berkarakter, produktif dan berdaya saing. Sekaligus berkeadilan.

Sebagai generasi terdidik, kita tidak cukup hanya kritis. Kita harus hadir mengerjakan, menghubungkan kampus dengan kebutuhan rakyat, riset dengan kebijakan dan inovasi dengan UMKM.

Inilah kiprah nyata pendidikan yang relevan, ekonomi yang inklusif dan kebijakan publik yang berpihak pada kesejahteraan jangka panjang.

Pembangunan tanpa pendidikan yang memerdekakan akan rapuh. Ekonomi tanpa keadilan akan timpang.

Dalam ranah ekonomi dan politik, kita di tantang melampaui pragmatisme sempit. Politik harus menjadi alat pengabdian. Bukan tujuan kekuasaan.

Ekonomi harus bertumbuh tanpa meninggalkan, memperkuat produktivitas nasional, kedaulatan pangan, energi dan keberlanjutan lingkungan.

Ini adalah keberpihakan strategis. Memastikan pertumbuhan berjalan seiring pemerataan.

Isra Mi’raj menegaskan bahwa transformasi besar di mulai dari transformasi batin. Lalu menjelma menjadi kerja kolektif.

Dari iman kita menjaga integritas. Dari ilmu kita menghadirkan solusi. Dari kebijakan kita memastikan dampak. Di sinilah pemikiran, sikap dan kiprah bertemu dalam satu tujuan. Yakni, Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera berkelanjutan lintas generasi.

Akhirnya kita mengambil tekad, menjadi generasi yang naik kelas, berpikir lebih dalam, bekerja lebih jauh dan berpihak lebih jelas pada rakyat.

BACA JUGA:

Festival Ramadan Bintang Cendekia Islamic School Dibuka Wabup Garut

Karena sejatinya, kemajuan bangsa lahir dari orang-orang yang berani menyatukan nilai langit dan bumi pengabdian. Lalu konsisten merawatnya demi masa depan Indonesia.

(Penulis adalah Ketua Lembaga Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Garut)

Laga Kedua Jadi Pelajaran Berharga, Bandung bjb Tandamata Siapkan Perbaikan

0
Bandung bjb fokusjabar.id
Laga Kedua Jadi Pelajaran Berharga, Bandung bjb Tandamata Siapkan Perbaikan

PONTIANAK,FOKUSJabar.id: Ambisi Bandung bjb Tandamata untuk menutup seri Pontianak putaran pertama Proliga 2026 dengan hasil manis harus tertunda.

Tim asal Bandung itu di paksa mengakui keunggulan Jakarta Popsivo Polwan dengan skor 1-3 (12-25, 26-24, 19-25, 18-25) pada laga yang berlangsung Minggu (11/1/2026).

Kekalahan tersebut tak lepas dari performa tim yang di nilai belum optimal. Sejumlah sektor permainan Bandung bjb Tandamata gagal berjalan sesuai rencana, sehingga momentum pertandingan lebih banyak dikuasai Popsivo yang tampil solid sebagai tuan rumah.

Baca Juga: Super League 2025/2026, Persib Bandung Minim Kebobolan 

Pelatih Kepala Bandung bjb Tandamata, Risco Herlambang Matulessy, mengakui bahwa secara kualitas teknis, timnya tidak tertinggal jauh dari Popsivo. Namun, dinamika pertandingan membuat skenario yang diharapkan berubah drastis.

“Sebenarnya saya optimis. Secara teknik permainan tidak jauh berbeda. Tapi pertandingan tadi ceritanya lain. Ini masih awal kompetisi. Kita sudah menang di laga pembuka, sekarang harus belajar dari kekalahan ini,” ujar Risco.

Menurutnya, menghadapi tim tuan rumah memang membawa tantangan tersendiri, terutama dari aspek nonteknis. Meski demikian, Risco menegaskan bahwa faktor utama kekalahan bukan terletak pada perbedaan kualitas, melainkan eksekusi permainan yang tidak maksimal.

Pertahanan Popsivo Sangat Rapi

Bandung bjb Tandamata sejatinya datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah tampil impresif pada laga perdana. Mereka bahkan sempat mengawali set pertama dengan cukup baik. Namun, kesalahan-kesalahan sendiri menjadi celah yang dimanfaatkan Popsivo untuk mendominasi permainan dan menutup set pertama dengan skor telak 25-12.

“Side out kita tidak jalan sejak awal. Receive dan pertahanan Popsivo sangat rapi. Saat serangan kita gagal membunuh, mereka bisa langsung memanfaatkannya,” ungkap mantan pelatih Timnas Voli Putri Indonesia itu.

Perbaikan signifikan ditunjukkan Bandung bjb Tandamata pada set kedua. Duel sengit dan kejar-mengejar angka tersaji hingga akhir set, sebelum akhirnya Bandung bjb Tandamata mampu menyamakan kedudukan lewat kemenangan tipis 26-24.

Namun, kebangkitan tersebut tidak berlanjut. Pada set ketiga, permainan Bandung bjb kembali kehilangan ritme. Popsivo tampil lebih konsisten dan menutup set dengan skor 25-19, sekaligus unggul 2-1.

“Kondisinya mirip set pertama. Receive, defence, semuanya tidak jalan. Kita juga masih sering melakukan kesalahan sendiri. Anak-anak seperti kebingungan di lapangan,” kata Risco.

Ia menambahkan, salah satu faktor kebingungan pemain adalah kesulitan mengantisipasi serangan pemain asing Popsivo, De La Cruz. Situasi tersebut terus berlanjut hingga set keempat, yang akhirnya memastikan kemenangan Popsivo setelah Bandung bjb Tandamata kembali kalah 18-25.

“De La Cruz sudah jelas sering menyerang ke arah line, tapi kita masih gagal mengantisipasi. Ini menjadi tugas saya sebagai pelatih untuk segera membenahinya,” tegas Risco, yang pernyataannya juga diamini oleh Calista Maya.

Hasil ini menjadi bahan evaluasi penting bagi Bandung bjb Tandamata untuk menatap pertandingan-pertandingan berikutnya di Proliga 2026.

Bojan Hodak Bicara Persaingan untuk Putaran Kedua

0
persib bandung@fokusjabar.id
Pelatih Persib,Bojan Hodak (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Persib Bandung berhasil menjadi pemuncak klasemen di akhir putaran pertama kompetisi Super League 2025/2026, dengan mengumpulkan 38 poin.

Menurut pelatih Persib, Bojan Hodak, perjuangan skuad Maung Bandung untuk mempertahankan gelar juara masih panjang, lantaran masih ada putaran kedua.

Lebih lanjut Bojan Hodak menuturkan, persaingan di putaran kedua kompetisi Super League 2025/2026 tidak mudah, karena setiap tim pasti akan melakukan evaluasi dan pembenahan.

Baca Juga: Super League 2025/2026, Persib Bandung Minim Kebobolan 

Terkait pesaing Persib dalam perebutan gelar juara, Bojan Hodak, menyebut beberapa tim di antaranya Persija Jakarta dan Malut United.

“Persija Jakarta dan Malut United paling banyak menginvestasikan uangnya. Tentu saja mereka yang menjadi pesaing terbesar kami,” kata Bojan Hodak.

Selain kedua tim tersebut, pelatih asal Kroasia ini juga menilai Borneo FC menjadi salah satu yang patut di perhitungkan, lantaran saat ini berada di peringkat kedua.

“Tapi, jika anda bertanya pada saya, Borneo masih ada di sana, mereka ada di peringkat kedua,” ucapnya.

Baca Juga: Juara Paruh Musim Super League, Bojan Hodak Tidak Puas

Dewa United juga di prediksi masih memiliki peluang dalam perebutan gelar juara, karena biasanya pada putaran kedua mereka selalu bangkit, begitupun dengan Persebaya Surabaya.

“Mungkin di putaran kedua juga Dewa bisa memberikan kejutan karena mereka juga menginvestasikan banyak uang untuk tim, mereka juga punya pemain yang bagus. Setiap putaran kedua, mereka selalu lebih baik, jadi mereka juga berbahaya,” ungkapnya.

“Tapi untuk tim lainnya mungkin Persebaya, mereka mengganti pelatihnya dan mendatangkan beberapa pemain baru, mereka juga bisa menjadi berbahaya,” pungkasnya.

(Arif)

Ikut Arahan Menteri LH, Pemkot Bandung Hentikan Insinerator

0
bandung@fokusjabar.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan mengevaluasi dan menghentikan penggunaan insinerator yang dinilai berpotensi menimbulkan polusi udara berlebih

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan komitmennya mempercepat pengelolaan sampah dengan tetap mengedepankan perlindungan lingkungan.

Hal itu di lakukan menindaklanjuti arahan Menteri Lingkungan Hidup (LH). Termasuk evaluasi dan menghentikan penggunaan insinerator yang di nilai berpotensi menimbulkan polusi udara berlebih.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Pemkot Bandung akan mengikuti seluruh arahan Kementerian Lingkungan Hidup, salah satunya terkait penghentian penggunaan insinerator yang di anggap menyebabkan polusi udara berlebihan.

Baca Juga: Menteri Lingkungan Hidup RI, Larang Keras Insinerator di Bandung Raya

“Tindak lanjutnya, kami akan mengikuti apa yang di arahkan oleh Pak Menteri, termasuk menghentikan insinerator yang di nilai menimbulkan polusi udara berlebih,” kata Farhan saat meninjau Tempat Penampungan Sementara (TPS) Ciwastra, Jumat (16/1/2026).

Farhan menjelaskan, Pemkot Bandung akan segera berkoordinasi langsung dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memastikan dasar teknis serta hasil pengukuran yang menjadi rujukan kebijakan tersebut.

“Senin setelah akhir pekan ini, kami akan menghadap Pak Menteri untuk memastikan hasil pengukuran dari inspeksi Deputi Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup. Data dari kementerian akan menjadi patokan, sementara data yang kami miliki akan kami sinkronkan dan perbaiki bersama,” katanya.

Farhan menegaskan, bahwa seluruh kebijakan pengelolaan sampah yang di ambil Pemkot Bandung akan di dasarkan pada data resmi dan di laksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kewenangan Bupati dan Wali Kota

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa pengelolaan sampah merupakan kewenangan penuh bupati dan wali kota, sebagaimana di amanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008.

Hanif menekankan pentingnya penanganan sampah sejak dari sumbernya, baik oleh rumah tangga maupun pengelola kawasan.

Ia juga mendorong penguatan fasilitas pengelolaan sampah, seperti TPS 3R serta penerapan teknologi yang ramah lingkungan.

Menurutnya, capaian pengelolaan sampah di Kota Bandung saat ini berada di angka 22 persen dan masih perlu terus di tingkatkan melalui kerja bersama lintas sektor.

“Saya meminta seluruh jajaran Pemkot Bandung untuk terus mendorong pengelolaan sampah agar proses penguraiannya bisa lebih cepat,”kata Hanif.

Ia menegaskan, persoalan sampah tidak dapat di tangani oleh pemerintah daerah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

Baca Juga: Gunungan Sampah di Kota Bandung, Menteri LH: Pidana Atau Bersihkan

“Tidak mungkin wali kota menangani sendiri. Masyarakat harus ikut turun bersama-sama. Ini harus menjadi gerakan gotong royong,”ucapnya.

Hanif juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara sosialisasi dan penegakan hukum dalam pengelolaan sampah.

Pihaknya optimistis, dengan kapasitas dan komitmen yang di miliki, pengelolaan sampah di Kota Bandung akan terus menunjukkan perbaikan ke depan.

“Sosialisasi harus berjalan, tetapi penegakan hukum juga harus di lakukan. Keduanya harus seimbang,”ungkapnya.

(Yusuf Mugni)

Gunungan Sampah di Kota Bandung, Menteri LH: Pidana Atau Bersihkan

0
menteri LH bandung@fokusjabar.id
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq memberikan ultimatum keras kepada pengelola pasar Induk Caringin terkait tumpukan sampah yang menggunung di kawasan Pusat Perdagangan Caringin Jumat (16/1/2026)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq memberikan ultimatum keras kepada pengelola pasar Induk Caringin terkait tumpukan sampah yang menggunung di kawasan Pusat Perdagangan Caringin.

Hanif  menegaskan, apabila persoalan tersebut tidak di selesaikan dalam waktu dua minggu, sanksi pidana akan di berlakukan sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009.

“Kalau dalam dua minggu ini tidak selesai, saya akan menggunakan kewenangan saya sebagai menteri berdasarkan Pasal 98 Undang-Undang 32 Tahun 2009. Ancaman minimalnya empat tahun penjara, karena ini di sengaja,”kata Hanif saat melihat langsung gunungan sampah di pasar Caringin Kota Bandung Jumat (16/1/2026).

Baca Juga: Menteri Lingkungan Hidup RI, Larang Keras Insinerator di Bandung Raya

Menurutnya, persoalan sampah tersebut sudah terlalu lama di lakukan pembinaan namun tidak menunjukkan perbaikan signifikan. Ia meminta seluruh fasilitas penanganan sampah segera di maksimalkan dan di perbanyak.

Hanif juga menegaskan bahwa penyelesaian tidak bisa lagi mengandalkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. Selain kapasitasnya terbatas, TPA tersebut saat ini juga tengah dalam proses hukum.

“Ini tidak mungkin di selesaikan di Sarimukti. Sarimukti sedang dalam proses penyidikan. Kewenangan pengelolaan sampah sepenuhnya ada pada bupati dan wali kota,”jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Pusat Perdagangan Caringin (BP3C), Syarif Hidayat menyatakan, bahwa pihaknya berupaya keras menindaklanjuti peringatan tegas dari Menteri LH. Ia mengungkapkan, tumpukan sampah di TPS Caringin saat ini mencapai sekitar 100 ton.

“Ini warning yang sangat tegas dan wajib kami laksanakan. Tantangan kami adalah bagaimana menyelesaikan sampah di TPS dengan keterbatasan fasilitas yang ada,” kata Syarif.

Target Zero Waste

Syarif menjelaskan, bahwa tempat pengelolaan sampah berbasis teknologi baru berjalan sekitar satu bulan dengan kapasitas pengolahan mencapai 60 persen.

Pihaknya menargetkan penerapan zero waste secara bertahap, namun terkendala penutupan akses tambahan ritase ke TPA Sarimukti.

Baca Juga: Wacana Pegawai SPPG Diangkat P3K, Ini Respons BKD Jabar

“Sarimukti sudah tertutup untuk penambahan. Tadinya kami berharap ada penambahan ritase, minimal dua ritase tambahan agar pembersihan bisa di percepat. Tapi Pak Menteri dan Pak Sekda tidak mengizinkan,”ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut, Syarif mengakui pihaknya menghadapi pekerjaan rumah besar untuk membersihkan TPS dalam waktu dua minggu. Jika gagal, sanksi pidana sesuai undang-undang mengancam pengelola.

“Kalau tidak selesai dalam dua minggu, risikonya sanksi pidana. Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kami,”ucapnya.

(Yusuf Mugni)

The Allure Villas Pangandaran Tawarkan Hunian Ramah Lingkungan

0
pangandaran@fokusjabar.id
The Allure Villas Pangandaran.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: The Allure Villas Pangandaran semakin memantapkan posisinya sebagai resort bintang empat berbasis ramah lingkungan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Dengan mengusung konsep eco-experience, resort ini menghadirkan perpaduan antara kenyamanan akomodasi modern, aktivitas lingkungan, outbound, serta pelayanan berkelas.

Konsep ini di rancang untuk memberikan pengalaman menginap yang berbeda dan berkesan bagi setiap pengunjung.

Baca Juga: Peresmian Jembatan Sodongkopo Pangandaran Belum Ada Kepastian

Marketing Communication (Marcomm) The Allur Village Pangandaran by Sahid, mengatakan bahwa pengembangan resort di lakukan secara berkelanjutan untuk menjawab kebutuhan pengunjung.

Menurutnya, pengunjung yang datang tidak hanya mencari tempat menginap, tetapi juga pengalaman wisata yang bernilai.

“Kami ingin The Allur Village Pangandaran menjadi destinasi yang memberikan pengalaman lengkap, mulai dari kenyamanan resort bintang empat hingga aktivitas alam yang edukatif dan menyenangkan,” ungkap Lubis, Jum’at (16/01/2026).

Ia menuturkan, aktivitas lingkungan dan outbound menjadi salah satu daya tarik utama yang di tawarkan kepada pengunjung.

Aktivitas Alam Terbuka

The Allure Villas menyiapkan beragam program secara tematik, seperti outbound team building, wisata edukasi lingkungan, aktivitas alam terbuka, hingga paket gathering untuk keluarga, komunitas, dan perusahaan.

“Seluruh kegiatan tersebut di kemas secara profesional dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kenyamanan,” katanya.

Tidak hanya berfokus pada aktivitas, The Allur Villas Pangandaran juga menaruh perhatian besar pada standar pelayanan.

Lubis memastikan seluruh staf memiliki kompetensi dan sikap pelayanan yang prima, sehingga setiap tamu merasakan layanan yang ramah, cepat, dan personal sejak kedatangan hingga kepulangan.

“Pelayanan adalah kunci utama kami. Kami ingin setiap pengunjung merasa di hargai dan mendapatkan pengalaman terbaik selama berada di The Allur Village Pangandaran,” tambahnya.

Keunggulan lainnya adalah lokasi resort yang strategis dengan suasana alam yang asri dan tenang. Suasana ini menurutnya, menjadi tempat ideal untuk beristirahat dari rutinitas, sekaligus mendukung berbagai kegiatan produktif seperti retreat perusahaan, pelatihan, dan kegiatan komunitas.

“Nuansa alam yang di hadirkan juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan wisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujarnya.

Peningkatan Fasilitas

Dalam mendukung konsep tersebut, pihak manajemen secara konsisten melakukan peningkatan fasilitas, pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, serta pengembangan sumber daya manusia.

“Kami juga berupaya melibatkan masyarakat sekitar agar keberadaan resort memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi lingkungan sekitar,” katanya.

Baca Juga: Kena Damprat Bupati, Disparbud Pangandaran Gercep Atasi Sampah

“Kami tidak hanya membangun resort, tetapi juga membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Harapannya, The Allure Villas Pangandaran dapat menjadi kebanggaan daerah sekaligus ikon wisata berbasis lingkungan di Jawa Barat,” pungkas Lubis.

Dengan kombinasi fasilitas resort bintang empat, konsep eco-experience, aktivitas lingkungan yang variatif, serta pelayanan premium.

The Allure Villas Pangandaran optimistis mampu menarik wisatawan lokal maupun luar daerah, sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Kabupaten Pangandaran di tingkat regional maupun nasional.

(Sajidin)

Menteri Lingkungan Hidup RI, Larang Keras Insinerator di Bandung Raya

0
menteri lingkunganhidup bandung@fokusjabar.id
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq Bersama Sekda Jabar Herman Suryatman dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Saat Meninjau Tempat Pengolahan Sampah di Pasar Induk Caringin Kota Bandung Jumat (16/1/2026)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq larangan penggunaan insinerator mini dalam penanganan sampah, khususnya di wilayah Bandung Raya.

Menurutnya, pembakaran sampah melalui insinerator justru menghasilkan emisi berbahaya yang dampaknya jauh lebih serius di bandingkan penumpukan sampah.

“Insinerator mini tidak di benarkan dengan alasan apa pun. Emisi yang di hasilkan lebih berbahaya daripada sampah itu sendiri. Lebih baik sampah menumpuk, kita tangani baunya, daripada berubah menjadi emisi udara yang tidak bisa kita kendalikan,”kata Hanif saat meninjau tempat pengelolaan sampah di Pasar Induk Caringin Kota Bandung Jumat (16/1/2026).

Baca Juga: Wacana Pegawai SPPG Diangkat P3K, Ini Respons BKD Jabar

Hanif menjelaskan, bahwa emisi hasil pembakaran bersifat persisten dan dapat bertahan hingga 20 tahun. Dampaknya langsung bersifat karsinogenik dan berbahaya bagi paru-paru manusia. Bahkan, masker biasa tidak mampu menahan partikel tersebut.

“Kalau sudah menjadi emisi, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Masker biasa tidak sanggup, yang bisa hanya masker N95 seperti saat COVID. Setelah itu, dampaknya tetap tidak bisa kita tangani,”ucapnya.

Sebagai solusi jangka panjang, pihaknya mendorong percepatan pembangunan Pembangkit Sampah menjadi Tenaga Listrik (PSTL) di Bandung Raya.

“Sebenernya bapak Presiden setiap rapat kabinet wanti-wanti agar Bandung segera di bagun PSTL,”ungkapnya.

Lebih lanjut Hanif mengatakan, saat ini, terdapat dua lokasi yang masuk dalam rencana, yakni Legok Nangka dan Sarimukti.

Legok Nangka dan Sarimukti

Untuk Legok Nangka, proses kontrak dengan penyedia sumber daya manusia telah di finalisasi dan di nilai siap untuk segera di operasionalkan.

Sementara itu, Sarimukti masih menghadapi kendala keterbatasan lahan.

Baca Juga: Puncak Coklat Kita Silatusantren 2025 Digelar di Gunung Puntang, Santri Diajak Cintai Lingkungan

“Kami sudah meminta Gubernur Jawa Barat untuk mendorong percepatan. Harapannya tahun ini kedua lokasi bisa melakukan groundbreaking, karena pembangunan memerlukan waktu sekitar dua tahun,” jelasnya.

Selama masa pembangunan tersebut, Kota Bandung masih memproduksi sekitar 130 ton sampah per hari. Hanif menegaskan, penanganan persoalan sampah tidak bisa di bebankan hanya kepada wali kota.

“Tidak mungkin wali kota menyelesaikan ini sendiri. Masyarakat harus bergerak bersama. Dan jangan menyalahkan wali kota ketika mengambil tindakan tegas,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)