spot_imgspot_img
Sabtu 21 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 32

Persib kontra Persik Kediri, 3 Poin jadi Target Thom Haye

0
tjom haye fokusjabar.id
Thom Haye (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar,id: Gelandang Persib Bandung, Thom Haye menegaskan, timnya siap menghadapi Persik Kediri pada pertandingan pekan ke-25 Super League 2025/2026.

Pertandingan tersebut di gelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung Jawa Barat (Jabar), Senin (9/3/2026) malam.

BACA JUGA:

Wasit Persebaya vs Persib Bandung Disoal Umuh Muchtar

Menurut Thom Haye, seluruh pemain berada dalam motivasi tinggi setelah pada laga sebelumnya hanya mampu membawa 1 poin dari kandang Persebaya Surabaya.

Dia menyebut, pada putaran pertama Persik vs Persib (1-1) menjadi bahan evaluasi sekaligus pemacu semangat untuk tampil lebih baik di hadapan pendukung sendiri.

“Kami melewati pertandingan tandang yang berat di pertemuan pertama. Di mana pada akhirnya kami bisa meraih satu poin di sana. Jadi, kami mencoba mengambil hal yang positif dari pertandingan itu,” tegas Thom Haye.

Dia mengatakan, jeda waktu yang ada telah dimanfaatkan tim dengan maksimal untuk mematangkan strategi.

Kondisi internal tim pun disebut sangat kondusif dan antusias menyambut pertandingan.

“Kami kini punya periode yang bagus untuk melakukan persiapan. Apalagi ini adalah pertandingan kandang dan seluruh pemain di dalam tim sangat antusias menatap ke depan untuk pertandingan nanti,” ungkap Haye.

BACA JUGA:

Persebaya vs Persib, Bojan Hodak Ogah Komentari Kinerja Wasit

Kemenangan menjadi target utama bagi Thom Haye dan kawan-kawan. Menurutnya, bermain di GBLA harus menjadi momentum untuk menunjukkan reaksi positif demi mengamankan tiga poin.

“Tentu saja kami ingin menunjukkan reaksi setelah hanya meraih satu poin di laga tandang. Di kandang kami menginginkan tiga poin. Tentunya kami harus memastikan kami dalam kondisi siap,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

KNPI Pangandaran Soroti Program MBG, Jangan Sampai Jadi Proyek Gagal

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: ilustrasi by web

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Sejumlah organisasi kepemudaan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum berjalan maksimal di lapangan.

Ketua DPD KNPI Pangandaran, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa kalangan pemuda tidak ingin program yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat tersebut berakhir tanpa hasil.

“Kami tidak ingin program MBG ini menjadi proyek gagal atau justru dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujar Wahyu kepada wartawan di Parigi, Minggu (8/3/2026).

Baca Juga: Polres Pangandaran Dalami Kasus Ledakan Petasan di Mangunjaya, Dua Pemuda Luka Serius

Ia menilai masih terdapat perbedaan antara aturan dari pemerintah pusat dengan pelaksanaan di daerah. Menurutnya, pembentukan Satuan Tugas (Satgas) yang seharusnya memperlancar program justru menimbulkan kendala baru.

“Pembentukan satgas untuk mempermudah, tetapi di lapangan justru muncul kerumitan yang menghambat pelaksanaan,” katanya.

KNPI juga menemukan sejumlah persoalan lain, salah satunya terkait dugaan kurangnya pelibatan pelaku usaha lokal dalam program tersebut.

Wahyu mencontohkan keberadaan SPPG di Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, serta beberapa wilayah lain yang belum memberi ruang maksimal bagi pengusaha lokal.

Evaluasi Program MBG di Pangandaran

Ia berharap pemerintah daerah dan pihak terkait melakukan evaluasi agar program MBG benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat Pangandaran.

Sementara itu, Ketua Satgas Percepatan MBG Pangandaran, Untung Saeful Rohman, mengakui bahwa hingga saat ini belum seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergabung dalam tim satgas.

Menurutnya, beberapa dinas yang belum tergabung antara lain Dinas Koperasi serta Dinas Komunikasi dan Informatika.

“Kami akan segera mengajak Dinas Koperasi dan Kominfo untuk bergabung. Kami membutuhkan dukungan dalam penyampaian informasi dan pembahasan terkait harga,” ujar Untung.

Ia menjelaskan, Satgas MBG memiliki peran dalam pengawasan serta koordinasi jika muncul persoalan di lapangan, namun tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penindakan.

“Tugas kami sebatas pengawasan dan koordinasi. Jika ada masalah akan kami sampaikan kepada korwil SPPG. Untuk penindakan seperti penutupan itu kewenangan BGN, sedangkan evaluasi kami lakukan bersama,” jelasnya.

Saat ini, sebanyak 53 SPPG telah beroperasi di Kabupaten Pangandaran. Selain itu, tiga SPPG lainnya masih dalam tahap persiapan karena harus menyelesaikan beberapa proses administrasi dan teknis sebelum buka.

(Sajidin)

DCDC Soul & Vibes Ramadhan Meriahkan HUT ke-23 Kota Banjar

0
Banjar, FOKUSJabar.id
Caption: Salah satu band sedang tampil di kegiatan DCDX Soul & Vibes (Agus Purwadi/foksjabar.id)

BANJAR,FOKUSJabar.id: Kegiatan DCDC Soul & Vibes Ramadhan ikut menyemarakkan peringatan Hari Jadi ke-23 Kota Banjar dengan menghadirkan hiburan musik, aksi sosial, serta pemberdayaan pelaku UMKM lokal. Acara yang berlangsung di Jalan Letjen Suwarto, Kota Banjar, Minggu (8/3/2026), mendapat sambutan meriah dari masyarakat, terutama kalangan generasi muda.

Branch Promotion Coordinator DSO Banjar, Andrianus Untung Suharyo, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian event DCDC yang digelar di beberapa daerah di Jawa Barat.

Baca Juga: Berburu Takjil di Alun-alun Banjar, Warga Padati Jantung Kota Saat Ramadan

Ia menyebutkan, Kota Banjar menjadi lokasi pertama dari tujuh titik penyelenggaraan yang telah dijadwalkan.

“Total ada tujuh titik kegiatan. Untuk wilayah Jawa Barat, Kota Banjar menjadi titik pertama pelaksanaan DCDC Soul & Vibes Ramadhan,” ujar Andrianus kepada awak media.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menampilkan hiburan musik, tetapi juga membuka ruang bagi anak muda untuk menyalurkan kreativitas sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial.

Panitia menghadirkan berbagai aktivitas, salah satunya permainan angklung yang berkaitan dengan gerakan donasi melalui interaksi di media sosial.

“Setiap satu like akan kami konversi menjadi donasi sebesar Rp10.000. Untuk post, repost, atau share harganya Rp30.000. Hasil dari partisipasi masyarakat ini akan kami salurkan untuk program Peduli Sumatera,” jelasnya.

Penampilan Musisi Nasional

Selain kegiatan sosial, panggung DCDC Soul & Vibes Ramadhan juga menampilkan sejumlah musisi nasional dan memberi kesempatan kepada talenta lokal untuk tampil bersama.

Band lokal asal Kota Banjar, Dominic, ikut meramaikan panggung bersama musisi nasional sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas anak daerah.

“Kami ingin memberi ruang bagi talenta lokal agar bisa tampil satu panggung dengan talent nasional,” kata Andrianus.

Kegiatan tersebut juga melibatkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan menyediakan tempat berjualan secara gratis selama acara berlangsung.

Panitia menyiapkan berbagai fasilitas pendukung agar para pelaku usaha dapat berpartisipasi tanpa terbebani biaya.

“UMKM kami fasilitasi secara gratis, mulai dari perlengkapan hingga sarana pendukung lainnya,” tambahnya.

Andrianus mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Banjar yang telah membantu terselenggaranya kegiatan tersebut sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan.

Menurutnya, sinergi dengan pemerintah daerah membuat kegiatan bisa berjalan lancar dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan Pemerintah Kota Banjar yang sejak awal memberikan ruang dan support,” ujarnya.

Seluruh rangkaian DCDC Soul & Vibes Ramadhan terbuka untuk umum dan dapat masyarakat nikmati tanpa pungutan biaya.

“Kegiatan ini gratis untuk masyarakat. Kami ingin semua bisa ikut merasakan suasana Ramadhan yang meriah dan penuh kebersamaan,” pungkasnya.

(Agus Purwadi)

Polres Pangandaran Dalami Kasus Ledakan Petasan di Mangunjaya, Dua Pemuda Luka Serius

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Anggota polres Pangandaran saat melakukan olah TKP di Sindangjaya, Mangunjaya, Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Polres Pangandaran, Polda Jawa Barat, terus mendalami kasus ledakan petasan yang melukai dua pemuda di Desa Sindangjaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran.

Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari mengatakan, jajaran kepolisian langsung bergerak setelah menerima laporan kejadian tersebut. Petugas mendatangi lokasi, mengamankan tempat kejadian perkara, serta mendata korban dan para saksi.

Baca Juga: Tragis! Petasan Rakitan di Pangandaran Meledak, Jari Korban Hancur

“Saat ini kami masih melakukan pendalaman terkait peristiwa ledakan tersebut,” ujar AKBP Ikrar Potawari, Minggu (8/3/2026).

Kapolres mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan petasan atau bahan peledak karena berisiko membahayakan diri sendiri maupun orang lain, terutama selama bulan Ramadan.

Ia juga meminta para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak bermain petasan atau merakit bahan peledak yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

“Kami mengimbau kepada orang tua untuk mengawasi anak-anak dan memastikan mereka tidak bermain petasan,” katanya.

Selain itu, kepolisian meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan, termasuk penjualan atau penggunaan petasan yang melanggar aturan.

“Laporkan kepada kepolisian jika mengetahui adanya penjualan atau penggunaan petasan yang tidak sesuai aturan. Mari kita bersama-sama menjaga Pangandaran tetap aman dan nyaman,” tegasnya.

Peristiwa ledakan tersebut terjadi pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 13.30 WIB di Desa Sindangjaya. Ledakan berasal dari petasan berukuran besar yang sedang dirakit di dalam rumah dan mengakibatkan sebagian atap bangunan rusak.

Dua pemuda bernama Anton (23) dan Udan (20) mengalami luka serius akibat ledakan tersebut dan langsung mendapat penanganan medis.

(Sajidin)

Ramadan Penuh Makna, MI Al-Mu’minin Ciamis Gelar Qur’an Camp

0
Ciamis, FOKUSJabar.id
Ramadan Penuh Makna, MI Al-Mu’minin Ciamis Gelar Qur’an Camp

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Suasana Ramadan menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa kelas 6 MI Al-Mu’minin Ciamis. Sebanyak 37 siswa mengikuti kegiatan Qur’an Camp yang berlangsung di lingkungan sekolah selama dua hari satu malam, Jumat hingga Sabtu, 6–7 Maret 2026.

Kegiatan tersebut mengajak para siswa lebih dekat dengan Al-Qur’an melalui berbagai aktivitas keagamaan yang dikemas dalam suasana kebersamaan khas Ramadan.

Baca Juga: Forkopimcam dan MUI Panawangan Ciamis Sidak Warung Siang Hari Saat Ramadan

Selama mengikuti Qur’an Camp, para peserta memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an sekaligus menguatkan karakter Islami. Pihak sekolah juga merancang kegiatan ini sebagai bentuk pembelajaran di luar kelas yang memberi pengalaman spiritual sekaligus membangun kedisiplinan dan kemandirian siswa.

Kepala MI Al-Mu’minin, Lisnawati, menjelaskan bahwa Qur’an Camp menjadi salah satu program unggulan sekolah yang digelar secara rutin setiap tahun.

“Kegiatan Qur’an Camp merupakan program unggulan MI Al-Mu’minin yang rutin kami laksanakan setiap tahun. Program ini menjadi sarana pembelajaran di luar kelas untuk menumbuhkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an melalui tadabbur ayat, pembiasaan ibadah, serta penguatan karakter Islami,” ujar Lisnawati.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya mendorong siswa agar mampu membaca Al-Qur’an dengan baik. Namun juga memahami makna ayat dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui kegiatan ini kami berharap siswa kelas 6 tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan benar. Tetapi juga memahami maknanya dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu kegiatan ini juga melatih kemandirian, kedisiplinan, serta tanggung jawab peserta didik,” katanya.

Kajian Keilmuan dan Muhasabah Diri

Selama Qur’an Camp berlangsung, para siswa mengikuti berbagai kegiatan seperti kajian keilmuan, tadarus Al-Qur’an, khataman, tadabbur ayat, muhasabah diri, hingga pembelajaran karakter.

Panitia juga mengajak para peserta mengikuti kegiatan berbagi takjil dan buka puasa bersama. Kemudian juga shalat tarawih berjamaah, barbeque, serta sahur bersama untuk mempererat kebersamaan.

Agar kegiatan semakin menarik, panitia menyiapkan sejumlah mini game edukatif seperti sambung ayat, tadabbur ayat, dan team building. Game yang menguji kekompakan sekaligus pengetahuan siswa tentang Al-Qur’an.

Salah satu peserta Qur’an Camp, Dinda, mengaku sangat menikmati pengalaman tersebut karena bisa belajar Al-Qur’an dengan cara yang menyenangkan.

“Dengan adanya kegiatan Qur’an Camp ini saya merasa bahagia karena bisa berkumpul bersama teman-teman. Kemudian dapat belajar lebih dalam tentang Al-Qur’an,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, MI Al-Mu’minin berharap para siswa membawa pengalaman spiritual tersebut sebagai bekal untuk terus mencintai serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan mereka.

(Mia)

Forkopimcam dan MUI Panawangan Ciamis Sidak Warung Siang Hari Saat Ramadan

0
Ciamis, FOKUSJabar.id
Ketpot istimewa : Kegitan monitoring rumah makan dan warung nasi oleh Forkopimcam Panawangan dalam menindaklanjuti SE Bupati Ciamis tentang amaliah Ramadhan

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Panawangan yang terdiri dari Polsek, Koramil 1309, dan pihak kecamatan menggelar monitoring rumah makan dan warung nasi selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah di wilayah Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026).

Petugas melakukan kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut Surat Edaran Bupati Ciamis tentang pelaksanaan Amaliah Ramadan yang mengatur aktivitas masyarakat selama bulan puasa.

Baca Juga: Bengkel di Karangkamulyan Ciamis Ludes Terbakar, Rp 50 Juta Melayang

Dalam kegiatan tersebut, Forkopimcam Panawangan menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memastikan para pelaku usaha kuliner mematuhi aturan yang berlaku selama Ramadan.

Tim menyisir sejumlah titik di wilayah Panawangan dan menemukan beberapa warung nasi serta rumah makan masih buka pada siang hari. Bahkan melayani pembeli makan di tempat.

Camat Panawangan, Kusdinar, mengatakan dirinya bersama unsur TNI, Polri, dan MUI turun langsung ke lapangan untuk memberikan pembinaan kepada para pemilik usaha.

“Kami bersama TNI, Polri, dan MUI melakukan monitoring ke sejumlah rumah makan dan warung nasi di wilayah Panawangan,” ujar Kusdinar.

Ia menjelaskan, petugas masih menemukan beberapa warung yang beroperasi di siang hari. Mereka melayani pelanggan makan di lokasi, sehingga tim langsung memberikan teguran dan arahan secara persuasif.

“Kami masih menemukan warung yang buka siang hari dan melayani pembeli di tempat. Kami langsung memberikan imbauan agar mereka menghormati bulan Ramadan,” katanya.

Menurut Kusdinar, MUI juga memberikan nasihat kepada para pemilik warung agar tidak melayani makan di tempat sebelum waktu berbuka puasa.

Para pedagang pun menerima arahan tersebut dan berjanji akan mematuhi aturan yang berlaku selama Ramadan.

“MUI sudah memberikan nasihat, dan para pemilik warung menyatakan siap mengikuti aturan. Tentunya tidak membuka layanan makan di tempat sampai waktu berbuka,” pungkasnya.

(Husen Maharaja)

Menu MBG Berjamur, Dibenarkan Ketua Komite SDN 2 Leuwibudah Tasikmalaya

0
Tasikmalaya@fokusjabar.id
Menu MBG untuk 5 hari dan roti yang sudah berjamur dari SPPG Dapur Sukma 1.(Dokumen Pribadi)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Menu makan bergizi gratis (MBG) dengan roti sudah berjamur. Yang di sajikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukma 1 Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya. Di benarkan Ketua Komite SD Negeri 2 Leuwibudah, R. Deden Yulius.

“Benar para pelajar SDN 2 Leuwibudah beberapa hari kebelakang menerima menu MBG. Dengan roti yang berjamur dan tidak layak di konsumsi,” ungkap R. Deden Yulius, Minggu (8/3/2026).

Pihak Komite SDN 2 Leuwibudah, kata Deden, menyayangkan pihak dapur SPPG Sukma 1. Tidak memperhatikan terkait higienis makanan yang akan di berikan kepada para pelajar di sekolah.

Baca Juga: Selain Menu MBG Berkutu, Jamuran, Ada Juga Roti Kadaluarsa di Tasikmalaya

“Seharusnya higienis itu menjadi kunci utama dalam menyajikan menu MBG untuk para pelajar. Justru bukan sebaliknya tidak layak untuk di konsumsi,” tuturnya.

Deden juga berharap pihak Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Tasikmalaya. Untuk segera turun tangan terkait problematika yang sudah terjadi.

“Kasihan juga masyarakat, saat memposting menu MBG yang tidak layak di konsumsi kemudian mendapatkan intimidasi. Jadi, mereka harus menyampaikan keluhan ke siapa, Satgas MBG juga kemana saja?,” ucapnya.

Kejadian menu MBG tidak layak di konsumsi, kata Deden, bukan untuk yang pertama kalinya. Tetapi, masyarakat pun lebih banyak merasa ketakutan akhirnya diam seribu bahasa karena takut di intimidasi.

“Nasib rakyat itu selalu saja jadi objek untuk mencari keuntungan semata. MBG seharusnya makanan penuh dengan gizi, ini malah sebaliknya,” tuturnya.

Berkutu, Jamuran dan Kadaluarsa

Selain menu Makan Bergzi Gratis (MBG) berkutu sajian dapur SPPG Manggungjaya Kecamatan Rajapolah. Dan roti berjamur berasal dari dapur Sukma 1 di Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya.

Tasikmalaya Progressive Society (TPS) juga mendapat laporan roti sudah kadaluarsa jadi menu MBG. Yang di sajikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banjaran Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya.

“Kami mendapatkan laporan dari penerima manfaat, bahwa roti kadaluarsa menjadi sajian MBG. Di Kecamatan Cibalong dari dapur Banjaran beberapa hari kebelakang,” ungkap Ketua Tasikmalaya Progressive Society (TPS) Dadi Abidarda, Minggu (8/3/2026).

Selain roti kadaluarsa, lanjut Dadi, menu MBG lainnya antara lain buah jeruk dan pear. Kondisinya sudah tidak layak untuk di konsumsi oleh anak-anak sekolah.

“Buah jeruk dan pear sudah sedikit busuk, dan memang tidak layak untuk di konsumsi. Dan yang menjadi pertanyaannya kenapa sih dapur tega memberikan makanan tidak layak terhadap generasi bangsa?,” ucapnya.

Dengan kejadian menu MBG yang tidak layak konsumsi tersebut, Dadi meminta satuan tugas (Satgas) makan bergizi gratis (MBG) Kabupaten Tasikmalaya. Untuk terjun langsung kelapangan.

Baca Juga: Orangtua Siswa di Margalaksana Tasikmalaya Keluhkan Roti MBG Berjamur

“Ini jelas bukan makanan bergizi tapi akan memberikan anak-anak sekolah epeknya tidak baik bagi kesehatannya. Sepertinya dapur SPPG Banjaran tidak mengedepankan higienis yang penting ada menu,” tegasnya.

Sebelumnya, kata Dadi, MBG dengan menu roti yang sudah berjamur juga di sajikan SPPG Sukma 1. Untuk anak-anak Sekolah di Margalaksana Kecamatan Sukaraja. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan dari Satgas MBG Kabupaten Tasikmalaya.

“Semestinya Satgas MBG Kabupaten Tasikmalaya segera sidak ke dapur Sukma 1 di Kecamatan Sukaraja dan dapur SPPG Banjaran Kecamatan Cibalong. Karena jelas telah menyajikan makanan tak layak konsumsi,” ujarnya.

(Nanang Yudi)