spot_img
Selasa 3 Februari 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 32

Milad ke-11 Umtas, Momentum Perkuat Inovasi dan Nilai Keislaman

0
Milad Umtas fokusjabar.id
Sidang Senat Terbuka, Peringatan Milad Ke-11 Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS), yang digelar di Graha UMTAS Tamansari Kota Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (Umtas) menapaki usia ke-11 dengan penuh kesederhanaan namun sarat makna.

Momentum milad ini menjadi penegasan komitmen Umtas untuk terus bertumbuh sebagai perguruan tinggi unggul yang mengintegrasikan keilmuan, inovasi dan nilai-nilai keislaman.

Peringatan hari jadi tersebut di tandai dengan Sidang Senat Terbuka yang di gelar di Graha Umtas, Jalan Tamansari Gobras, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Sabtu (24/1/2026).

Kegiatan berlangsung khidmat dengan rangkaian orasi ilmiah serta pemberian penghargaan kepada dosen berprestasi.

Baca Juga: Seni Tradisi sebagai Jalan Pemulihan Mental, Yayasan Asta Mekar Luncurkan Laras Jiwa

Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Asep Goparulloh, Rektor Umtas, Neni Nuraeni, Anggota DPR RI Ferdiansyah, Ketua PW Muhammadiyah Jawa Barat Yadi Janwari, pimpinan perguruan tinggi, sivitas akademika, serta mahasiswa.

Sejak resmi bertransformasi menjadi universitas pada 2014, Umtas terus mencatatkan kemajuan signifikan. Kemudian memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang berkembang pesat di Jawa Barat.

Rektor Umtas, Neni Nuraeni menyampaikan bahwa lebih dari satu dekade perjalanan Umtas tidak terlepas dari tantangan dan dinamika. Namun, berkat kerja kolektif dan sinergi seluruh sivitas akademika serta dukungan berbagai pihak, Umtas mampu bertahan dan terus melangkah maju.

“Keberhasilan Umtas hingga hari ini merupakan hasil kerja keras bersama. Fondasi yang kami bangun akan terus diperkuat demi kemajuan Umtas hari ini, esok, dan masa depan,” ujarnya.

Pengembangan Sarana dan Prasarana Pendidikan

Ia menambahkan, meningkatnya kepercayaan masyarakat tercermin dari tingginya minat calon mahasiswa yang memilih UMTAS sebagai tempat menimba ilmu. Kondisi tersebut mendorong universitas untuk terus berinovasi, baik dalam peningkatan kualitas sumber daya dosen maupun pengembangan sarana dan prasarana pendidikan.

Pada Milad ke-11 ini, Umtas juga meluncurkan dua program studi baru, yakni Program Studi S2 Pedagogi dan Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga. Pembukaan prodi tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta memperkuat daya saing lulusan.

“Kehadiran dua prodi ini menjadi wujud nyata komitmen Umtas dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Kemudian adaptif terhadap kebutuhan zaman,” tegas Neni.

Tak hanya itu, Umtas juga menatap masa depan dengan optimisme. Rektor mengungkapkan, pengembangan fakultas kedokteran menjadi salah satu agenda jangka panjang sebagai kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Ketua PW Muhammadiyah Jawa Barat Prof. Yadi Janwari menekankan pentingnya arah dan tujuan yang jelas bagi perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan berkualitas dan berdaya saing tinggi.

Menurutnya, karakter insan Muhammadiyah terletak pada keunggulan intelektual, etos kerja keras, serta integritas yang berpijak pada nilai-nilai keislaman. Memasuki usia ke-11, Umtas di nilai telah memasuki fase transisi menuju kedewasaan institusi.

“Umtas tidak cukup hanya dikenal, tetapi harus hidup bernilai dan menghadirkan karya yang berdampak nyata bagi masyarakat luas,” ungkap Yadi.

Ia pun mendorong Umtas untuk terus meningkatkan kualitas dosen, profesionalitas akademik, serta penguatan sarana dan prasarana pendidikan. Dengan jumlah mahasiswa sekitar 3.000 orang saat ini, Umtas di targetkan mampu menampung hingga 5.000 mahasiswa pada 2027. Seiring penambahan program studi dari 15 menjadi minimal 20 prodi.

“Di fase ini, Umtas harus menunjukkan jati dirinya sebagai perguruan tinggi unggul. Kemudian menjadi motor inovasi yang berkontribusi bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.

(Seda)

Bupati Pangandaran Berduka, Konten Kreator Wisata Egi Prastian Tutup Usia

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id : Poto: Bupati Pangandaran Citra Pitriyami saat bertakziah ke almarhum Egi Prastian.
Poto: Bupati Pangandaran Citra Pitriyami saat bertakziah ke almarhum Egi Prastian.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Duka mendalam menyelimuti jagat media sosial usai kabar meninggalnya konten kreator muda, Egi Prastian, dalam kecelakaan tragis di Jalan Raya Nasional Malangbong, Kabupaten Garut, Jumat (23/1/2026) malam. Kepergian Egi tak hanya meninggalkan luka bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga bagi dunia kreator dan pariwisata Pangandaran.

Egi dikenal luas sebagai kreator konten aktif di berbagai platform media sosial, seperti TikTok dan Facebook. Lewat karyanya, ia kerap mempromosikan keindahan wisata Pangandaran, termasuk aktivitas perahu pesiar yang menjadi salah satu daya tarik kawasan tersebut.

Baca Juga: Konten Kreator Egi Prastian Tewas Kecelakaan di Malangbong Garut

Kabar duka ini turut mendapat perhatian dari Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami. Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, Sabtu (24/1/2026), Bupati Citra menyampaikan rasa belasungkawa atas berpulangnya Egi Prastian.

“Turut berdukacita atas berpulangnya Egi Prastian,” tulisnya.

Menurut Bupati Citra, Egi bukan sekadar konten kreator, melainkan mitra promosi pariwisata yang berperan penting dalam memperkenalkan potensi Pangandaran kepada publik luas. Kepergiannya terasa sebagai kehilangan besar, terutama di tengah upaya pemerintah daerah yang tengah gencar memajukan sektor pariwisata.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Pangandaran, saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi, karya, dan kontribusi almarhum dalam mempromosikan wisata Pangandaran,” ujarnya.

Ia pun mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan dan keluarganya mendapat ketabahan.

Sebelumnya, Egi Prastian (26) meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas saat mengendarai sepeda motor Yamaha RX King miliknya. Benturan keras dalam insiden tersebut menyebabkan korban mengalami luka fatal kemudian meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kepergian Egi meninggalkan duka mendalam, khususnya bagi masyarakat Pangandaran yang mengenalnya sebagai sosok kreatif, energik, dan konsisten mempromosikan potensi daerah melalui media digital.

(Sajidin)

Angin Kencang Robohkan Rumah Nek Dinem Warga Ciganjeng Pangandaran

0
angin kencang padaherang pangandaran@fokusjabar.id
kondisi rumah semi permanen milik nek Dinem (81) warga Sidamulya RT 01/08, Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Sebuah bangunan rumah semi permanen milik nek Dinem (81) warga Sidamulya RT 01/08, Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran roboh di terjang angin kencang Sabtu, (241/2026).

Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Hanya saja, nek Dinem mengalami kerugian puluhan juta rupiah lantaran kondisi rumah rata dengan tanah.

Kepala Desa Ciganjeng, Imang Wardiman membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dia mengaku mendapat laporan langsung dari warga setempat.

Baca Juga: Inilah Karya Dari Panglima TNI Bagi Masyarakat Cijulang Pangandaran

“Iya benar. Saya mendapat laporan dari warga. Jadi, angin kencang robohkan satu rumah warga di blok Sidomulyo. Semua bangunan rumah roboh,” kata Imang kepada wartawan.

Imang mengaku sudah melihat langsung dan melaporkan kejadian rontoknya rumah nek Dinem ke pihak BPBD Pangandaran. Dia juga sudah melakukan asesmen.

“Saat ini pemilik rumah di evakuasi di rumah keluarganya,” tambahnya.

Baca Juga: Ikon Baru Kabupaten Pangandaran Berada di Cijulang, Apa Saja?

Menurut Imang, fenomena angin kencang sudah terjadi beberapa hari terakhir. Namun peristiwa angin kencang kali ini sangat dahsyat, sehingga merusak sebagian rumah warga di wilayahnya.

Melihat kejadian tersebut, Imang menghimbau kepada seluruh masyarakat Desa Ciganjeng agar lebih waspada, mengingat angin kencangasih berlangsung hingga saat ini.

“Hindari berada di dekat pohon yang besar. Kalau berpotensi membahayakan, agar segera di tebang,” pungkasnya.

(Sajidin)

Seni Tradisi sebagai Jalan Pemulihan Mental, Yayasan Asta Mekar Luncurkan Laras Jiwa

0
Laras Jiwa fokusjabar.id
Seni Tradisi sebagai Jalan Pemulihan Mental, Yayasan Asta Mekar Luncurkan Laras Jiwa

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Di tengah meningkatnya tekanan mental yang di alami generasi muda, sebuah pendekatan tak lazim hadir dari ruang terbuka Kebon Djati Earty, Kamis (22/1/2026). Bukan seminar atau konseling formal, melainkan lantunan musik tradisi Sunda yang di fungsikan sebagai sarana pemulihan batin.

Melalui program Terapi Musik Laras Jiwa, Yayasan Asta Mekar menghadirkan seni tradisi sebagai medium penyelarasan psikologis. Musik tidak di posisikan sebagai hiburan. Namun sebagai proses terapi yang di jalani secara sadar, perlahan dan penuh penghayatan.

Kegiatan ini melibatkan beragam unsur masyarakat. Mulai dari mahasiswa, seniman, akademisi hingga unsur pemerintah daerah yang mengikuti sesi terapi selama kurang lebih 40 menit.

BACA JUGA: Generasi “Jujur” dan Cara Baru Memilih Asupan

Peserta di ajak memasuki ruang keheningan, melepas alas kaki, menyentuh tanah, dan membuka indra sebagai bagian dari pendekatan earthing dan hipnosis klinis.

Ketua Pembina Yayasan Asta Mekar, Tomi Ahmad Saputra, menjelaskan bahwa Laras Jiwa lahir dari kegelisahan yang ia amati sejak masa pandemi Covid-19. Menurutnya, mahasiswa terutama generasi pasca-2000 mengalami tekanan mental yang sulit mereka ungkapkan secara verbal.

“Banyak yang gelisah, pikirannya penuh, tapi tidak tahu harus menamai apa yang mereka rasakan,” ujarnya.

Berangkat dari kondisi tersebut, Asta Mekar mengembangkan terapi berbasis musik tradisi Sunda, dengan akar utama pada Calung Tarawangsa warisan Abah Oman dari Tasikmalaya. Empat laras ter[ilih dan melalui proses penelitian secara mendalam, yakni Madenda, Salendro, Degung, serta Laras Lindu, laras khas daerah Tasikmalaya.

Proses Perumusan yang Berlangsung Panjang

Proses perumusannya berlangsung panjang. Selain riset musikal, pendekatan medis dan hipnoterapi turut dilibatkan untuk memastikan musik bekerja secara terapeutik. Tempo diturunkan, teknik pukulan instrumen disesuaikan, bahkan mengalami beberapa kali revisi agar energi yang dihasilkan selaras dengan tujuan terapi.

“Energi musik untuk terapi berbeda dengan musik panggung. Itu sebabnya kami harus sangat hati-hati,” kata Tomi.

Program Laras Jiwa sendiri telah berjalan selama satu tahun dan masuk dalam skema Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia sebagai karya kreatif inovatif. Meski belum diklaim sebagai metode penyembuhan medis, Tomi menyebut mulai ada pengakuan awal bahwa seni tradisi berkontribusi positif terhadap kesehatan mental.

Peserta undangan, Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Komisi IV, Habib Qosim Nurwahab, mengaku merasakan pengalaman batin yang mendalam selama mengikuti terapi. Ia menyebut sesi tersebut membawanya pada kondisi kesadaran yang hening dan reflektif.

“Seperti kosong, tidak punya apa-apa. Rasanya sangat dalam,” tuturnya.

Ia bahkan menilai pendekatan semacam ini penting tidak hanya bagi pelajar dan mahasiswa, tetapi juga bagi para pejabat publik. Menurutnya, banyak persoalan sosial dan penyalahgunaan wewenang berakar dari kesehatan mental yang terabaikan.

Diseminasi Terapi Musik Laras Jiwa ini menegaskan bahwa seni tradisi memiliki peran lebih luas dari sekadar pertunjukan. Di saat kegelisahan sulit terucap, musik lokal hadir sebagai bahasa sunyi yang menenangkan perlahan, namun menyentuh inti batin manusia.

Panji Petualang Takjub pada Hartono Soekwanto, Juara Dunia Koi yang Hidup Menyatu dengan Alam

0
Bandung, FOKUSJabar.id : Panji Petualang di Kediaman Hartono Soekwanto
Ketfot: Panji Petualang di Kediaman Hartono Soekwanto

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kecintaan pada alam dan satwa menyatukan dua sosok dengan latar belakang berbeda. Muhammad Panji, kreator konten yang terkenal dengan nama Panji Petualang takjub oleh gaya hidup Hartono Soekwanto, penghobi ikan koi asal Bandung yang namanya pernah harum sebagai juara dunia kontes koi di Jepang.

Kekaguman itu muncul saat Panji mengunjungi kediaman Hartono, Sabtu (24/1/2026). Bukan sekadar rumah, hunian tersebut tampil layaknya oase hijau di tengah kota. Puluhan pohon besar berdiri di hampir setiap sudut, menciptakan suasana sejuk tanpa bantuan pendingin udara.

Baca Juga: Gubernur Jabar: Warga di Lokasi Longsor KBB Segera Direlokasi

“Ini rumah tapi rasanya seperti berada di alam terbuka. Tidak pakai AC, tapi adem. Om Hartono benar-benar memberi contoh bagaimana manusia bisa hidup berdampingan dengan alam,” ujar Panji usai kunjungan.

Di balik deretan kolam koi yang tertata rapi, Panji semakin kagum ketika mengetahui bahwa sejumlah pohon besar di rumah tersebut didatangkan langsung dari Pulau Madura untuk ditanam ulang. Upaya itu, menurut Panji, mencerminkan keseriusan Hartono dalam menjaga keseimbangan lingkungan, bukan sekadar estetika.

Keseriusan Hartono Menjaga Keseimbangan Lingkungan Bukan Sekadar Estetika

Inspirasi yang ia dapatkan mendorong Panji untuk mengangkat sosok Hartono ke dalam konten media sosialnya. Ia berharap, pesan tentang kepedulian lingkungan dan pemanfaatan alam secara bijak dapat menjangkau lebih banyak orang.

Tak hanya terkenal sebagai kolektor koi kelas dunia, Hartono juga menuai pujian karena kepeduliannya kepada masyarakat. Ia tercatat menebarkan ribuan ikan koi berkualitas ke Situ Cipanten, Kabupaten Majalengka, sebagai bentuk kontribusi terhadap lingkungan sekaligus pengembangan destinasi wisata.

Sebanyak 2.165 ekor koi dilepas ke perairan tersebut, terdiri dari 2.000 ekor koi pilihan bernilai jutaan rupiah per ekor serta 165 ekor koi indukan super premium dengan harga fantastis, bahkan ada yang setara mobil mewah, mencapai Rp350 juta per ekor. Koi-koi tersebut berasal dari berbagai jenis unggulan, seperti Kawarimono, Hiutsuri, hingga Mix Gosanke.

Aksi tersebut langsung berdampak positif. Situ Cipanten kini mendapat banyak pengunjung yang ingin melihat langsung keindahan ribuan koi berkelas dunia. Dengan dukungan tujuh sumber mata air alami, Hartono optimistis ikan-ikan tersebut dapat tumbuh sehat dan menjadi daya tarik jangka panjang.

“Memelihara koi bukan hanya soal hobi atau prestasi, tapi bagaimana keberadaannya juga bisa memberi manfaat bagi banyak orang,” ujarnya.

Gresik Phonska Lanjutkan Tren Kemenangan di Proliga 2026 Usai Tekuk Electric PLN

0
Proliga 2026 Gresik Phonska fokusjabar.id
Dua pemain Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia menghadang spike yang dilakukan pemain asing Jakarta Electric PLN, Neriman Ozsoy pada laga lanjuta Proliga 2026 seri Bandung di GOR Sabilulungan, Soreang, Sabtu (24/1/2026). (FOTO: PP PBVSI/BW)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia makin kokoh di puncak klasemen sementara Proliga 2026 usai meraih kemenangan keempatnya atas Jakarta Electric PLN dengan skor 3-1 (25-21, 16-25, 25-17, 25-19) di GOR Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (24/1/2026).

Berkat kemenangan tersebut, tim asuhan Alesandro Lodi menjadi satu-satunya tim putri peserta Proliga 2026 yang belum mengalami kekalahan.

Gresik Phonska pun bertengger di puncak klasemen sementara dengan raihan 12 poin hasil dari empat kemenangan.

Sementara bagi Jakarta Electric PLN, kekalahan atas Gresik Phonska menjadi yang kedua kali pada gelaran Proliga 2026.

Electric PLN harus puas di posisi keempat dengan poin 8 setelah tergeser Bandung bjb Tandamata dan Jakarta Pertamina Enduro yang berada di atasnya.

Proliga 2026 Gresik Phonska
Pemain asing Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia, Annie Valentine Mitchem saat melepaskan spike ke pertahanan Jakarta Electric PLN pada laga lanjutan Proliga 2026 seri Bandung di GOR Sabilulungan, Soreang, Sabtu (24/1/2026). (FOTO: PP PBVSI/BW)

Laga antara Gresik Phonska kontra Electric PLN sendiri berlangsung sengit dan tensi tinggi. Jual beli serangan dari kedua tim dengan mengandalkan pemain asing masing-masing, mewarnai jalannya laga.

Yakni Annie Valentine Mitchem dan Oleksandra Bytsenko di kubu Gresik Phonska. Sementara Electric PLN mengandalkan Neriman Ozsoy dan Celeste Elle Plak.

Mediol Stiovanny Yoku, Mitchem, Bytsenko menjadi motor serangan dan membawa Gresik Phonska unggul tipis 12-10 di awal set pertama.

Electric PLN mencoba ‘menyengat’ melalui spike keras Ozsoy dan Plak. Namun beberapa kali mampu di antisipasi pertahanan di siplin yang di peragakan anak-anak Kota Pudak.

​Usai unggul 23-19, Gresik Phonska akhirnya mengunci kemenangan set pertama dengan skor 25-21 usai spike keras Annie Mitchem gagal di antisipasi Electric PLN. Kedudukan berubah 1-0 untuk Gresik Phonska.

BACA JUGA: Proliga 2026: Jakarta Pertamina Enduro Libas Popsivo Polwan 3-0

Pada set berikutnya, kondisi berbalik 180 derajat dan Electric PLN langsung unggul jauh 8-1 melalui servis tajam Celeste Plak.

Meski pelatih Phonska Plus, Alessandro Lodi sempat berupaya mengubah ritme pertandingan. Namun Electric PLN tidak mau melepas kesempatan dan menutup set kedua dengan skor 25-14 sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Ogah mengulang kesalahan di set kedua, pelatih Phonska menginstruksikan anak asuhnya untuk kembali fokus dan langsung menekan pertahanan Electric PLN di set ketiga.

Hasilnya, spike-spike keras Annie Mitchem dan Bytsenko di sertai blok rapat Medio Yoku dan Shella Bernadetha mampu membawa Gresik Phonska unggul sekaligus merebut set ketiga dengan skor 25-17.

Pada set empat, kedua tim kembali menunjukkan permainan saling menyerang dan saling susul menyusul poin.

Rotasi setter dan outside hitter yang di lakukan Electric PLN sempat memperkecil ketertinggalan. Namun Gresik Phonska tampil lebih solid. Sehingga kembali merebut set keempat dengan skor 25-19 sekaligus memastikan kemenangan 3-1.

Asisten pelatih Jakarta Electric PLN, Alim Suseno mengaku Neriman Ozsoy dan kolega bermain di bawah form dan tidak seperti skema yang di rencanakan.

Beberapa kesalahan kerap di lakukan Agustin Wulandhari dkk. Sehingga mampu di manfaatkan oleh tim Gresik Phonska.

“Kami terlalu mengandalkan dua hitter asing. Sehingga pola serangan monoton dan mudah di baca lawan. Tak hanya itu, receive maupun blok kita tidak berjalan dengan semestinya. Ini akan kita evaluasi menyeluruh,” kata Alim Suseno usai laga, Sabtu (24/1/2026).

Bertengger di posisi keempat, Alim mengaku jika peluang melaju ke babak final four masih terbuka. Pasalnya, masih banyak pertandingan yang akan di jalani.

“Saya optimis di putaran kedua nanti bisa lebih baik. Kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk lolos final four karena kekuatan tim putri di Proliga 2026 ini cukup merata dan tidak ada yang benar-benar dominan,” Alim menegaskan.

Sementara pelatih Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia, Alesandro Lodi mengaku cukup puas dengan performa Medio Yoku dkk. Menghadapi tim Jakarta Electric PLN yang di perkuat pemain asing berkualitas, para pemain Gresik Phonska mampu bermain dengan tenang, fokus dan kontrol permainan yang bagus.

“Kita sudah siapkan skema permainan untuk menghadapi Electric PLN, kita lakukan satu persatu, set per set. Para pemain tahu apa yang harus di lakukan dan mereka mampu mengeksekusinya dengan baik. Electric PLN itu tim yang bagus, pemain asing mereka pun bagus, tapi kita berhasil mengatasinya,” kata Alesandro Lodi.

BACA JUGA: Bojan Pastikan Persib Siap Hadapi PSBS

Hal senada di akui kapten tim Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia, Medio Stiovanny Yoku. Sang kapten mengaku jika kemenangan atas Jakarta Electric PLN bukan pencapaian yang mudah.

“Electric PLN tim yang bagus dengan pemain asing yang bagus pula. Tapi kita sudah persiapan dan latihan jauh-jauh hari jadi kita punya keyakinan untuk bisa bermain lebih yakin,” kata Medio Yoku.

Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia akan menjalani laga terakhir pada Proliga 2026 seri 3 putaran I di GOR Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (25/1/2026).

Tim tuan rumah Bandung bjb Tandamata akan menjadi lawan Gresik Phonska sekaligus laga penutup Proliga 2026 seri Bandung.

(ageng)

Gubernur Jabar: Warga di Lokasi Longsor KBB Segera Direlokasi

0
Gubernur Jabar fokusjabar.id
Gubernur Jabar,Dedi Mulyadi

KBB, FOKUSJabar.id: Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) akan merelokasi masyarakat terdampak longsor di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Keputusan tersebut Gubernur Jabar ambil saat meninjau lokasi longsor, Sabtu (24/1/2026).

BACA JUGA:

Korban Tewas Longsor Cisarua KBB Jadi 8 Orang, Ini Kata Sekda Jabar

Dedi Mulyadi mengatakan, lingkungan sekitar lokasi longsor di penuhi tanaman sayur dengan kontur daerah berupa perbukitan.

Menurut KDM, keberadaan kebun sayur rentan memicu longsor. Oleh karena itu, sangat berbahaya apabila masyarakat masih tinggal di lokasi itu.

“Daerah di sini di hutankan saja. Warga di sini di relokasi karena potensi longsor tinggi,” tegas Gubernur Jabar.

Untuk sementara, masyarakat yang selamat dari longsor diminta untuk mengontrak rumah selama dua bulan. Pemprov Jabar memberikan bantuan Rp10 juta per Kepala Keluarga (KK) untuk biaya kontrak rumah dan kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, keluarga korban meninggal akibat longsor akan mendapatkan santunan Rp25 juta per KK.

BACA JUGA:

Bantu Korban Longsor Cisarua KBB, Pemkot Bandung Siapkan Relawan dan Logistik

Saat ini, Pemprov Jabar fokus mencari korban yang masih tertimbun longsor dan merestorasi lingkungan lokasi longsor.

Pencarian korban dilakukan semaksimal mungkin oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Jawa Barat, BPBD Kabupaten Bandung Barat, TNI, Basarnas dan relawan.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Sekda Jabar, Herman Suryatman mengungkap dugaan sementara penyebab terjadinya longsor yang menyebabkan 82 warga tertimbun.

Menurut Herman, hasil pengamatan awal di lapangan menunjukkan adanya alih fungsi lahan. Yakni, dari kawasan hutan dengan tanaman keras menjadi kebun sayuran atau palawija.

“Kawasan ini dulunya lahan dengan tanaman keras. Tapi sekarang sebagian besar menjadi kebun palawija,” kata Sekda Jabar di kutip jpnn.com, Sabtu (24/1/2026).

(Bambang Fouristian)