spot_imgspot_img
Senin 10 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 32

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak Mengguncang Pangandaran, DKBP3A Serukan Perlindungan Bersama

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto: ‎Kepala DKBP3A, Agus Maliana

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Pangandaran meluapkan keprihatinan mendalam menyikapi dugaan kasus kekerasan seksual terhadap anak di wilayah Pangandaran.

Peristiwa memprihatinkan ini memberi peringatan keras bahwa upaya perlindungan anak mengandaikan tanggung jawab kolektif seluruh lapisan masyarakat, bukan sekadar tugas pemerintah semata.

Baca Juga: Dari Memulung Menuju Bangku Sekolah SDN 3 Pangandaran, Kisah Tiga Bersaudara Ini Bikin Haru

Kepala DKBP3A Kabupaten Pangandaran, Agus Maliana, mengapresiasi gerak cepat jajaran kepolisian yang telah menjalankan penyelidikan serta membongkar perkara terhadap para terduga pelaku.

“Kami berharap seluruh proses hukum dapat berjalan secara profesional, transparan, dan memberikan rasa keadilan bagi korban sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Agus, Senin (3/8/2026).

Sesaat setelah mengantongi informasi, DKBP3A langsung menerjunkan tim melalui unit layanan perlindungan perempuan dan anak.

Pihaknya menjamin korban menerima pemenuhan hak-haknya secara utuh, meliputi pendampingan psikologis, pengawalan hukum, pelayanan kesehatan, rehabilitasi sosial, hingga pemulihan kondisi psikososial sesuai kebutuhan.

Prinsip Kepentingan Terbaik Bagi Anak

Petugas menjalankan seluruh tahapan tersebut dengan mengedepankan prinsip kepentingan terbaik bagi anak serta memegang teguh kerahasiaan identitas korban.

DKBP3A turut mengimbau masyarakat agar menahan diri dan tidak menyebarluaskan identitas, foto, rekaman video, maupun informasi yang dapat membuka jati diri korban.

“Perlindungan terhadap privasi anak merupakan bagian penting dalam proses pemulihan serta amanat Undang-Undang tentang Perlindungan Anak,” tegas Agus.

Agus menekankan bahwa masyarakat tidak boleh memandang kekerasan terhadap anak sebagai persoalan privat atau individu semata. Masalah ini merupakan isu sosial yang menuntut kewaspadaan bersama.

Berdasarkan inventarisasi data, mayoritas kasus kekerasan yang tercatat di Kabupaten Pangandaran justru menimpa kelompok anak. Oleh karena itu, penguatan edukasi keluarga serta pola pengasuhan positif menjadi kunci utama dalam mencegah keberulangan kasus.

Guna menekan potensi angka kekerasan, DKBP3A akan memperkuat lima langkah strategis:

  1. Menggencarkan edukasi pencegahan di lingkungan keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat.
  2. Mengoptimalkan saluran pengaduan serta pendampingan korban melalui jejaring perlindungan perempuan dan anak.
  3. Menguatkan koordinasi bersama aparat penegak hukum, fasilitas pelayanan kesehatan, sekolah, pemerintah desa, hingga ormas.
  4. Mensosialisasikan hak-hak anak, pola pengasuhan positif, serta edukasi pencegahan kekerasan seksual.
  5. Meningkatkan kapasitas Forum Anak, PATBM, dan Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak hingga tingkat desa.

DKBP3A mengajak para orang tua agar lebih aktif mengawasi tumbuh kembang anak. Terlebih menjalin komunikasi yang interaktif, serta peka terhadap dinamika perubahan perilaku anak.

“Segera laporkan apabila mengetahui atau mencurigai adanya tindak kekerasan terhadap anak. Setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme dengan mengedepankan perlindungan korban,” ujarnya.

Agus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pangandaran dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, serta ramah bagi anak.

“Tidak ada toleransi terhadap segala bentuk kekerasan terhadap anak. Setiap anak berhak hidup, tumbuh, berkembang, memperoleh perlindungan, serta meraih masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

(Sajidin)

Dari Memulung Menuju Bangku Sekolah SDN 3 Pangandaran, Kisah Tiga Bersaudara Ini Bikin Haru

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
‎Poto: Adit, Afifah dan Aulia saat pulang dari sekolah SDN 3 Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Senin (3/8/2026) menjadi momen bersejarah bagi Adit (8). Hari itu menandai langkah perdananya sebagai bocah pemulung yang resmi menduduki bangku kelas 1 SDN 3 Pangandaran.

Adit tidak mengarungi hari bahagianya sendirian. Sang kakak, Aulia (10), serta adiknya, Afifah (4), turut mengawali hari pertama sekolah pada momen yang sama.

Baca Juga: Dulu Memulung Bersama Ayah, Kini Tiga Anak di Pangandaran Siap Kembali Bersekolah

Pagi itu, sang ayah, Zakaria (38), mengantar langsung ketiga buah hatinya. Mereka berjalan kaki sembari saling menggenggam jemari, mengenakan seragam baru yang bersih menuju gerbang sekolah. Langkah-langkah kecil mereka memancarkan semangat membara dan rasa penasaran yang tinggi.

Afifah memulai jenjang Taman Kanak-kanak, sedangkan Adit masuk di kelas 1. Sementara itu, Aulia yang sejatinya telah menginjak usia 10 tahun dan layak menduduki kelas 4, harus mengulang kembali perjuangannya dari kelas 1.

Zakaria menceritakan bahwa Aulia sempat mengecap pendidikan dasar saat mereka masih menetap di Bekasi.

“Dia duduk di kelas 1, namun tidak diteruskan lantaran terbentur biaya. Kan raportnya hilang waktu di Bekasi. Jadi Aulia mulai lagi dari kelas 1,” ujar Zakaria.

Impian Besar Zakaria

Bagi Zakaria, menyaksikan ketiga anaknya mengenakan seragam sekolah merupakan impian besar yang akhirnya terwujud. Selama ini, ia membanting tulang menghidupi keluarga dengan cara mengumpulkan rongsokan keliling Pangandaran.

Setibanya di pelataran sekolah, para guru bersama teman-teman sebaya menyambut hangat kedatangan Adit, Aulia, dan Afifah.

Kepala SDN 3 Pangandaran, Ani Susani, mengaku meneteskan air mata haru menyaksikan gelora semangat ketiga bersaudara tersebut.

“Aduh, hari pertama masuk sekolah tadi jam 06.30 anak-anak kelihatan pas lagi upacara ya. Saya pantau, saya deketin. Senangnya minta ampun. Mereka di sini senang. Bahagia banget,” kata Ani.

Ani membeberkan bahwa saking tingginya antusiasme mereka, ketiga anak tersebut bahkan telah terjaga sejak waktu subuh. Mereka sudah tidak sabar ingin segera melangkah ke sekolah.

“Dari subuh udah bangun. Karena aku mau sekolah’. Gitu katanya. Luar biasa. Bikin kita terharu,” ujarnya.

Ani menjelaskan bahwa biasanya anak-anak yang menempuh pendidikan di usia yang lebih tua rentan mengalami rasa minder, terlebih dengan latar belakang keluarga pemungut barang bekas. Namun, Adit, Aulia, dan Afifah justru menunjukkan sikap sebaliknya.

“Biasanya kan ada rasa minder karena usia juga sudah 10 tahun, 8 tahun gitu. Beda dengan yang lainnya. Tapi kalau ini enggak, alhamdulillah. Jadi kelihatan banget anak-anak senang bisa sekolah. Kayaknya pengen banget sekolah,” kata Ani.

Ia turut memberikan apresiasi tinggi kepada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran yang bergerak cepat merangkul Anak Tidak Sekolah (ATS) agar bisa kembali mengenyam pendidikan formal.

Hari pertama mungkin terasa melelahkan bagi mereka. Namun bagi tiga bersaudara ini, hari ini menjadi lembaran awal untuk merajut cerita baru sebuah kisah tentang meja belajar, buku bacaan, serta cita-cita yang mulai melambung tinggi.

(Sajidin)

Ratusan Brand Fesyen Lokal Ramaikan Glam Local Bandung, Ribuan Pengunjung Padati Area Bazar

0
BANDUNG, FOKUSjabar.id
Ratusan Brand Fesyen Lokal Ramaikan Glam Local Bandung, Ribuan Pengunjung Padati Area Bazar

BANDUNG,FOKUSjabar.id: Antusiasme masyarakat terhadap produk fesyen lokal terus menunjukkan tren positif. Fenomena ini terlihat jelas dari membludaknya gelombang pengunjung dalam ajang Glam Local Bandung yang memboyong sekitar 160 brand fesyen lokal dari berbagai pelosok Indonesia.

Sejak hari pertama pembukaan, antrean panjang mengular di depan pintu masuk area bazar. Ribuan pengunjung memadati lokasi guna berburu deretan koleksi fesyen paling gres. Suasana di dalam ruang pameran pun riuh oleh lautan pengunjung yang saling berdesakan mendatangi setiap stan.

Baca Juga: Usia 50+ Bukan Halangan, Bos Koi Hartono Soekwanto Kembali Juara 3 Turnamen Padel di Bandung

Pendiri Glam Local, Rizky Azhar atau yang akrab dengan sapaan Kiki, menegaskan bahwa pihaknya memasang target sedikitnya 8.000 pengunjung saban hari. Angka ini melonjak tajam jika membandingkannya dengan rata-rata penyelenggaraan edisi terdahulu yang mengantongi sekitar 5.000 pengunjung per hari.

“Kami menargetkan jumlah kunjungan sedikitnya 8.000 orang per hari. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata penyelenggaraan sebelumnya,” ujar Kiki di Bandung, Sabtu (1/8/2026) lalu.

Kiki menilai membludaknya jumlah pengunjung menjadi bukti shahih bahwa animo masyarakat terhadap produk fesyen buatan dalam negeri masih sangat tinggi. Padahal, penyelenggara menggelar acara ini di luar musim Ramadhan yang kerap memegang predikat puncak penjualan industri fesyen.

“Ramadan memang high season. Namun, saat kami menggelar acara di kuartal kedua yang bertepatan dengan kebutuhan biaya sekolah, antusiasme masyarakat untuk berbelanja tetap tinggi,” katanya.

Koleksi Produk Baru

Bukan sekadar menawarkan pangkas harga atau diskon, Glam Local mengukuhkan diri sebagai panggung peluncuran bermacam koleksi produk baru. Sebanyak 80 brand yang unjuk gigi merupakan peserta anyar yang belum pernah menjajal ajang Glam Local sebelumnya.

Komposisi peserta mencakup sekitar 40 persen brand asal Bandung, sedangkan sisanya datang meramaikan dari berbagai daerah seperti Makassar, Kalimantan, hingga Medan.

“Ada 80 brand baru yang belum pernah ikut Glam Local sama sekali. Jadi, memang benar-benar memperkenalkan banyak brand baru,” ungkap Kiki.

Kiki menambahkan, mayoritas pengunjung datang bukan murni mencari potongan harga, melainkan ingin mengamankan produk eksklusif yang rilis khusus selama bazar berlangsung.

“Orang di sini sepertinya bukan hanya mencari diskon. Banyak yang mencari produk baru karena banyak brand yang melakukan special launching di sini,” ujarnya.

Kiki mengakui bahwa proses kurasi peserta memberikan tantangan tersendiri menyusul tingginya minat brand lokal yang ingin bergabung. Panitia harus menyeleksi ketat produk yang benar-benar cocok dengan selera pasar Kota Bandung.

Di sisi lain, Kiki menyoroti potongan biaya administrasi di platform e-commerce yang masih mencekik para pelaku usaha lokal. Menurutnya, potongan tinggi tersebut memicu harga jual produk di toko daring kerap membumbung lebih mahal ketimbang harga yang ditawarkan langsung di bazar.

“Biasanya mereka memasukkan komponen biaya administrasi yang bisa mencapai 20 persen,” katanya.

Pihak penyelenggara mengaku telah melayangkan aspirasi tersebut kepada Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah serta DPR agar segera menelurkan regulasi terkait pemotongan biaya platform digital demi menyokong pertumbuhan brand lokal.

Sementara itu, salah seorang pengunjung, Aleya Agustin, mengaku sengaja meluangkan waktu datang dua hari berturut-turut demi melengkapi koleksi fesyen miliknya.

“Hari pertama lebih banyak lihat-lihat, baru hari kedua belanja lebih banyak saat flash sale. Produknya banyak, semuanya pengen, jadi bingung milihnya,” ujarnya.

(Alpin Septian)

Usia 50+ Bukan Halangan, Bos Koi Hartono Soekwanto Kembali Juara 3 Turnamen Padel di Bandung

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Usia 50+ Bukan Halangan, Bos Koi Hartono Soekwanto Kembali Juara 3 Turnamen Padel di Bandung

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pengusaha Asal Bandung Hartono Soekwanto atau yang akrab dengan sapaan Bos Koi kembali mengukir prestasi gemilang di kancah olahraga padel tanah air. Bergandengan tangan bersama pasangannya, Julius, Hartono sukses mengamankan posisi Juara 3 dalam ajang Padel Tournament 50+ Old But Gold 2.0 yang berlangsung di Setiabudhi Social Club, Bandung, pada 1–2 Agustus 2026.

Selama kejuaraan bergulir, pasangan Hartono dan Julius menyuguhkan performa stabil saat meladeni perlawanan sengit dari deretan duet berpengalaman. Salah satu laga yang memikat perhatian penonton tersaji ketika mereka berhadapan dengan mantan petenis nasional, Suhandi, yang berduet bersama Rommy.

Baca Juga: Pemain Ranking Argentina Uji Dago Padel Club Bandung, Hartono Soekwanto Sebut Lapangan Padel Standar World Premier Tour Pertama di Indonesia

Hartono dan Julius terus melangkah mantap hingga menembus babak semifinal. Kendati demikian, laju mereka harus terhenti usai mengakui keunggulan pasangan Suhandi dan Rommy yang akhirnya keluar sebagai kampiun utama turnamen. Meski terhenti di babak empat besar, Hartono dan Julius mengunci tempat di podium ketiga.

Di sisi lain, ganda asal Semarang yang tampil impresif sejak awal kompetisi berhasil mengklaim posisi runner-up atau Juara 2.

Keberhasilan kembali memijak podium menjadi bukti nyata ketangguhan Hartono dalam menjaga performa di kategori usia 50 tahun ke atas. Capaian ini menegaskan bahwa jam terbang, kedisiplinan, serta semangat berlatih menjadi kunci utama untuk tetap kompetitif di arena pertandingan.

“Saya bersyukur bisa kembali meraih podium bersama Julius. Turnamen ini berlangsung kompetitif dengan banyak pemain berpengalaman. Hasil ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berlatih dan berprestasi di ajang-ajang berikutnya,” ujar Hartono usai pertandingan.

Gelaran Padel Tournament 50+ Old But Gold 2.0 menjadi wadah perjumpaan bagi para atlet padel senior dari berbagai pelosok daerah. Selain menguji ketangkasan bertanding, kejuaraan ini mempererat tali silaturahmi sekaligus memacu gairah perkembangan olahraga padel di kalangan atlet veteran Indonesia.

(Irfansyah)

Disdamkarmat Garut: Bantuan Mobil Tangki Air TNI untuk Perkuat Respons Kebakaran

0
Disdamkarmat Garut fokusjabar.id
Sinergi Pemkab dan TNI

GARUT, FOKUSJabar.id: Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar), Usep Basuki Eko mengapresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada TNI Angkatan Darat atas bantuan satu unit mobil tangki air.

Bantuan tersebut di terima secara simbolis dalam rangkaian Apel Gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (3/8/2026).

BACA JUGA:

Garut International Kite Festival Penggerak Pariwisata dan Ekonomi Daerah

Menurut Eko, bantuan tersebut menjadi wujud nyata sinergi antarlembaga dalam memperkuat pelayanan dasar penanggulangan kebakaran dan penyelamatan bagi masyarakat.

Eko menjelaskan, armada operasional yang berasal dari TNI AD, khususnya Denbekang III-44-02 Garut, Korem 062/Tarumanagara dan Kodim 0611/Garut akan memperkuat kesiapsiagaan operasional Disdamkarmat. Terutama dalam menghadapi meningkatnya potensi kebakaran di musim kemarau.

“Kehadiran armada ini akan memperkuat kapasitas Pemerintah Kabupaten Garut dalam meningkatkan kesiapsiagaan, mendukung pasokan air pada operasi pemadaman serta memberikan pelayanan penanggulangan kebakaran dan penyelamatan yang lebih cepat, tepat, responsif dan optimal kepada masyarakat,” ujarnya.

Saat ini, Disdamkarmat Kabupaten Garut memiliki 18 unit kendaraan operasional. Terdiri atas 12 unit mobil pemadam kebakaran (pancar), 2 unit mobil tangki air (supply), 1 unit mobil rescue, 2 unit Hiace/ambulans dan 1 unit mobil komando.

Meski demikian, tiga unit mobil pemadam kebakaran masih mengalami kerusakan teknis. Sehingga belum dapat di operasikan secara optimal.

Kondisi tersebut menjadi tantangan mengingat luas wilayah Kabupaten Garut yang mencapai lebih dari 3.000 kilometer persegi. Meliputi 42 kecamatan dan 442 desa/kelurahan.

Kehadiran armada tambahan di nilai penting untuk mendukung pemenuhan standar waktu tanggap (response time) sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) suburusan kebakaran.

Eko menilai, tambahan satu unit mobil tangki air ini sangat tepat waktu karena Kabupaten Garut tengah memasuki musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran hutan, lahan, perkebunan, maupun permukiman.

“Tentu sangat membantu. Kehadiran unit mobil tangki air ini akan meningkatkan kapasitas dukungan operasional. Terutama dalam penyediaan pasokan air pada lokasi kebakaran yang jauh dari sumber air maupun pada kejadian kebakaran dengan kebutuhan air dalam jumlah besar,” lanjutnya.

BACA JUGA:

Sensasi Terapi Ikan di Mekar Hurip Garut

Ia berharap, bantuan tersebut tidak hanya menjadi simbol kolaborasi. Tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi lintas sektor antara Pemerintah Kabupaten Garut, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang terpadu dan berkelanjutan.

Menurutnya, sinergi tersebut perlu terus di kembangkan melalui penguatan sarana dan prasarana, peningkatan kapasitas SDM hingga pelaksanaan latihan bersama dalam menghadapi kondisi darurat.

Eko berkomitmen, Pemerintah Kabupaten Garut untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Garut berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pemadam kebakaran dan penyelamatan. Sinergi yang terbangun bersama TNI Angkatan Darat merupakan bukti bahwa perlindungan kepada masyarakat merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.

BACA JUGA:

“Kami optimistis, dengan dukungan seluruh pihak pelayanan kebakaran dan penyelamatan di Kabupaten Garut akan semakin profesional, responsif, dan mampu menjawab tantangan yang terus berkembang,” tutup Eko.

(Bambang Fouristian)

Garut International Kite Festival Penggerak Pariwisata dan Ekonomi Daerah

0
Garut International Kite Festival 2026 fokusjabar.id
Bupati Garut bersama peserta dari mancanegara

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan Garut International Kite Festival 2026.

Syakur menilai, kegiatan tersebut mampu menjadi penggerak sektor pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

BACA JUGA:

Sensasi Terapi Ikan di Mekar Hurip Garut

Bupati bangga dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan penyelenggaraan festival bertaraf internasional tersebut.

“Merupakan kebahagiaan dan kehormatan bagi saya bisa hadir di sini mewakili Pemerintah Kabupaten Garut. Alhamdulillah Festival Internasional Kite berjalan sukses.,” kata Syakur saat menghadiri Farewell Dinner bersama peserta Garut International Kite Festival 2026 di Pujasega Bale Tingtrim, Kecamatan Tarogong Kaler, Minggu (2/8/2026) malam.

Pemerintah Kabupaten Garut menaruh perhatian besar terhadap penyelenggaraan festival budaya dan pariwisata yang mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Oleh karena itu, Pemkab Garut berkomitmen untuk terus mendorong dan memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan serupa di berbagai wilayah.

“Perlu saya sampaikan, beberapa hari yang lalu kami memanggil pengelola TWA Papandayan. Kami sangat concern terhadap kegiatan-kegiatan festival budaya yang mendorong terhadap pertumbuhan bidang pariwisata. Saya harap ke depan juga ada kegiatan-kegiatan yang kita dorong bersama,” tegas Syakur Amin.

Pelaksanaan festival di kawasan pedesaan tersebut juga memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.

Kepala Desa Kramatwangi, Rana Kurnia menyebut, penyelenggaraan event bertaraf internasional itu menjadi kebanggaan bagi warga desa sekaligus para petani di wilayahnya.

“Saya melihat ini sebagai sebuah karya kita semua. Karena ini banyak sekali pihak-pihak yang terlibat,” ungkapnya.

Ia menilai, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa kawasan pegunungan di Kabupaten Garut memiliki potensi besar menjadi tuan rumah berbagai ajang internasional.

Harapannya, dapat terus berkembang di berbagai wilayah Garut.

Massimo Dall’Aglio, pelayang asal Italia mengaku terkesan dengan kualitas penyelenggaraan festival serta keramahan masyarakat Garut.

BACA JUGA:

HUT ke-75 IBI, Ini Pesan Dinkes Garut

“The festival of Garut was very good organized, but really everything was very good organized, it was very nice people in the field was amazing. How the child looked at us, it was really, really emotional (Festival di Garut terorganisir dengan sangat baik, sungguh semuanya diatur dengan sangat baik dan menyenangkan. Orang-orang di lokasi acara juga luar biasa. Cara anak-anak menatap kami, itu benar-benar menyentuh emosi),” ucap Massimo.

Massimo menceritakan keseriusan timnya dari Italia dalam mengikuti festival dengan membawa peralatan layang-layang berbobot sekitar 20 kilogram per orang atau total 60 kilogram untuk tiga peserta.

Meski sempat menghadapi kendala minimnya hembusan angin, kondisi yang lazim terjadi dalam festival layang-layang di berbagai negara, para peserta tetap menikmati jalannya kegiatan dengan menggunakan layang-layang yang lebih ringan.

Ia juga berharap, penyelenggaraan tahun mendatang dapat mempertimbangkan lokasi dengan kondisi angin yang lebih stabil.

Keberhasilan Garut International Kite Festival 2026 semakin memperkuat langkah Kabupaten Garut dalam mewujudkan visi “Garut Menjangkau Dunia” melalui pengembangan sektor pariwisata, kebudayaan dan pemberdayaan masyarakat lokal.

(Bambang Fouristian)

PSGC Ciamis Jalani Medical Check-Up Jelang Liga 2 2026/2027

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketfot: Jelang Liga 2, Seluruh Pemain PSGC Jalani Medical Check Up Menyeluruh

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Sebelum mengolah fisik dan mengasah strategi di atas lapangan hijau, para penggawa PSGC Ciamis harus memastikan kondisi tubuh mereka mengantongi kesiapan penuh. Manajemen menggelar medical check-up (MCU) komprehensif di Stadion Atletik Prabu Linggabuana, Ciamis, Senin (3/8/2026), sebagai langkah awal menyongsong kompetisi Liga 2 musim 2026/2027.

Pemeriksaan kesehatan ini menjadi tahapan pembuka sebelum para pemain melahap program latihan intensif. Rangkaian tes medis ini bertujuan menjamin kebugaran fisik setiap pemain berada dalam kondisi puncak. Sekaligus memberi pijakan data bagi tim medis dan pelatih untuk memantau stamina skuad.

Baca Juga: Semifinal dan Final Piala Presiden 2026 Resmi di Bali

Pelatih Kepala PSGC Ciamis, Heri Kiswanto yang akrab dengan sapaan Kang Herkis, menegaskan bahwa pemeriksaan medis merupakan standar wajib dalam pembentukan tim sepak bola profesional.

“Medical check-up memang diharuskan. Di klub juga memang selalu dilakukan seperti itu. Selama saya melatih di mana pun, pemeriksaan awal sangat penting supaya kita mengetahui kondisi pemain secara menyeluruh. Jadi tidak ada cedera akut, kondisi jantung juga bisa diketahui, sehingga semuanya dapat terukur,” ujar Heri Kiswanto.

Dalam agenda tes medis tersebut, seluruh pemain melewati tahapan general check-up mencakup pemeriksaan fisik dan uuji laboratorium lengkap. Kemudian analisis kepadatan tulang, fungsi paru-paru, rekam jantung elektrokardiogram (EKG), hingga pemeriksaan indra mata, telinga, serta hidung.

Tak berhenti di situ, tim medis turut melibatkan dokter spesialis ortopedi untuk mengevaluasi kondisi tulang, persendian, serta otot guna mendeteksi potensi sisa cedera lama yang berisiko mengganggu performa pemain saat kompetisi berjalan.

Pemetaan Kondisi Kesehatan

Heri menambahkan bahwa hasil medical check-up memegang peranan vital dalam menekan risiko cedera selama mengarungi musim kompetisi. Melalui pemetaan kondisi kesehatan sejak dini, tim medis dapat merumuskan penanganan cepat maupun program pemulihan khusus. Jika kemuidian menemukan masalah kesehatan pada pemain.

“Kalau sejak awal ada masalah kesehatan, tentu bisa segera kita tangani. Dengan begitu pemain bisa menjalani latihan sesuai kondisi masing-masing dan risiko cedera saat kompetisi dapat kita minimalisir,” jelasnya.

Melalui pemeriksaan kesehatan mendalam ini, manajemen PSGC menaruh harapan agar seluruh pemain mampu memulai persiapan Liga 2 dalam kondisi bugar. Sehingga dapat menyerap seluruh porsi latihan secara optimal sebelum kickoff resmi bergulir.

(Mia)