spot_imgspot_img
Jumat 2 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 32

Kebakaran Lahan di Pangandaran Hanguskan 1 Hektare, Kerugian Ditaksir Rp50 Juta

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto: Pemadam Kebakaran sedang melakukan pendinginan

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kebakaran melalap lahan milik warga di Dusun Cirateun, Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Peristiwa ini terjadi, Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Kobaran api membakar rumput ilalang kering dan membumbung tinggi dengan sangat cepat. Petugas menemukan dua titik lokasi kebakaran di wilayah Dusun Cirateun tersebut.

Baca Juga: Belum Resmi Menindak, ETLE Pangandaran Sudah Rekam Hampir 700 Pelanggaran Lalu Lintas

Satu lahan yang terbakar milik warga Babakan, Kecamatan Pangandaran. Musim kemarau memicu percikan api membakar vegetasi kering di sekitar area tersebut.

Tim Gabungan Padamkan Kobaran Api

Warga setempat langsung melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang. Petugas gabungan bergegas menuju lokasi untuk mencegah api merembet ke pemukiman warga.

Tim pemadam terdiri dari Damkar Pangandaran, TNI-Polri, perangkat desa, serta warga yang memakai alat seadanya.

Pamapta I Polres Pangandaran Ipda Heru Hayadi menyampaikan bahwa personel kepolisian langsung bergerak cepat begitu menerima laporan.

“Petugas bersama unsur terkait langsung melakukan penanganan dan membantu proses pemadaman. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas tetap melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api yang dapat memicu kebakaran kembali,” ujar Heru.

Petugas berhasil mengendalikan kobaran api setelah berjibaku selama dua jam lebih sekitar pukul 13.20 WIB. Tim melanjutkan proses pendinginan untuk mematikan sisa bara api di lokasi.

Kerugian Mencapai Rp50 Juta

Pemilik lahan menaksir kerugian materi akibat kebakaran ini mencapai Rp50 juta. Total area lahan yang hangus terbakar diperkirakan seluas satu hektare.

Peristiwa ini tidak menelan korban jiwa. Pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti munculnya percikan api tersebut.

Polisi telah memeriksa pemilik lahan dan memintai keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama terhadap potensi kebakaran lahan di musim kemarau ini. Jika menemukan adanya titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat,” ujarnya.

(Sajidin)

Kota Tasikmalaya Kembali Raih TPID Awards 2026, Dua Tahun Berturut-turut Jadi Terbaik Jawa-Bali

0
TASIKMALAYA, FOKUSjabar.id
Ket foto : Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin, dan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya Laura Rulida Eka Sari Putri, foto bersama usai menerima penghargaan TPID Award 2026 di Jakarta (ist Prokopim)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kota Tasikmalaya kembali meraih penghargaan tingkat nasional dalam ajang TPID Awards 2026. Pemerintah menetapkan Kota Tasikmalaya sebagai TPID Kabupaten/Kota Berkinerja Terbaik Kawasan Jawa-Bali.

Panitia mengumumkan penghargaan tersebut dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi di Jakarta, Kamis (24/9/2026). Acara berlangsung di Ballroom International Convention Center (JICC).

Baca Juga: Rp72 M Dikebut, SOR Mangunreja Tasikmalaya Rampung Desember

Rakornas ini sekaligus membuka Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) & Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2026.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin pertemuan yang menghadirkan para kepala daerah se-Indonesia.

Capaian ini memperpanjang rekor manis Kota Tasikmalaya. Daerah ini sukses mempertahankan gelar TPID Terbaik Jawa-Bali selama dua tahun berturut-turut sejak 2025.

Apresiasi Wali Kota untuk Seluruh Pemangku Kepentingan

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang membantu menjaga stabilitas harga pangan.

“Kota Tasikmalaya, alhamdulillah kembali meraih predikat TPID Berkinerja Terbaik 2026 Kawasan Jawa-Bali. Saya sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran TPID Kota Tasikmalaya, Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya, perangkat daerah, Bulog, pelaku usaha, distributor, serta seluruh pihak yang selama ini terus bersinergi dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pangan masyarakat,” ungkap Viman melalui sambungan seluler, Kamis (24/9/2026).

Ia menegaskan bahwa penghargaan ini harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat sehari-hari.

“Penghargaan terbaik ini bukan semata-mata menjadi tujuan, tetapi harus tercermin dari kondisi harga dan ketersediaan kebutuhan pokok yang tetap terjaga serta memberikan dampak yang nyata bagi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Fokus Jaga Stok Pangan dan Daya Beli Warga

Viman memprioritaskan keterjangkauan harga dan kelancaran pasokan barang di pasar.

“Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya akan terus memperkuat kolaborasi dan menyusun langkah-langkah strategis dalam pengendalian inflasi melalui pemantauan perkembangan harga dan ketersediaan pasokan, penguatan koordinasi lintas sektor, kelancaran distribusi komoditas, pelaksanaan gerakan pangan murah, serta berbagai intervensi yang diperlukan dalam merespons dinamika harga di pasaran,” kata Viman.

Acara nasional ini turut menghadirkan Mendagri Tito Karnavian, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, dan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi.

Viman memastikan Pemkot Tasikmalaya terus berkomitmen menjaga daya beli masyarakat melalui program pengendalian inflasi yang terarah.

“Dari penghargaan ini, Pemkot Tasikmalaya akan berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi TPID dan akan memastikan, bahwa upaya pengendalian inflasi bermuara pada kebutuhan pangan masyarakat tetap terjaga, terutama dalam menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, dan kelancaran distribusi, serta memperkuat daya beli masyarakat,” tegasnya.

Daftar Daerah Penerima TPID Awards 2026

Ajang TPID Awards 2026 juga memberikan penghargaan kepada sejumlah daerah lain di Indonesia.

Kategori TPID Provinsi Berkinerja Terbaik oleh Provinsi Lampung, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, dan Gorontalo.

Sementara itu, kategori TPID Kabupaten/Kota Berprestasi oleh Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kolaka Timur, dan Kabupaten Sumba Barat.

(Seda)

Kasus Influenza Naik di Jawa Timur, Kemenkes Ungkap Hasil Pemantauan Terbaru

0
BANDUNG, FOKUSjabar.id
Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha di Pendopo Jalan Dalem Kaum Kota Bandung Kamis (24/9/2026) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memantau perkembangan kasus influenza di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini bertujuan mendeteksi dini potensi lonjakan kasus yang signifikan di daerah.

Sekretaris Jenderal Kemenkes, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, memantau pergerakan data influenza setiap hari. Jawa Timur mencatatkan kenaikan kasus, tetapi belum memasuki status outbreak.

Baca Juga: Erick Thohir Pamerkan Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 di Bandung

“Setiap hari melihat dan memonitor kondisi penyakit influenza di seluruh tanah air. Mana yang meningkat sangat tajam, mana yang tidak. Karena biasanya setiap tahun kita juga sudah tahu,” kata Kunta di Kota Bandung, Kamis (24/9/2026).

Tim Medis Langsung Telusuri Penyebab Lonjakan

Kemenkes langsung menerjunkan tim untuk menelusuri setiap lonjakan kasus. Petugas memastikan kemungkinan munculnya varian virus baru di lokasi tersebut.

“Begitu ada peningkatan tajam, itu yang kita cek, ada apa di sana. Selama ini kita mendapatkannya tidak terlalu parah untuk influenzanya, dan kita sudah siapkan rumah sakit agar pasien bisa langsung ditangani dengan lebih baik,” katanya.

Hasil pemantauan sejauh ini menunjukkan kondisi infeksi virus influenza masih sangat terkendali.

Penguatan Labkesmas di Daerah

Kemenkes memperkuat kapasitas Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Daerah kini bisa menguji sampel mandiri tanpa harus mengirimnya ke Jakarta.

“Sebenarnya semua sudah bisa diselesaikan di daerah. Kita sekarang memperkuat Laboratorium Kesehatan Masyarakat di setiap provinsi dan kabupaten/kota, sehingga mereka bisa melakukan pengujian sendiri,” ucapnya.

Labkesmas daerah memiliki fasilitas lengkap untuk menguji sampel virus, bakteri, dan jamur.

“Ada tiga hal yang bisa dilakukan: virus, bakteri, dan jamur. Kalau influenza kan lebih ke virus, mereka sudah bisa melakukan pengujian itu. Nanti tinggal menyampaikan laporan berkala ke kami,” jelasnya.

Laporan rutin daerah membantu Kemenkes memetakan potensi perubahan karakter virus secara cepat.

“Mereka melaporkan apakah ada virus yang berbeda atau ada sesuatu yang aneh. Selama ini masih tertangani dengan baik,” ujarnya.

Keterisian Rumah Sakit Masih Terjaga Aman

Kunta memastikan kapasitas tempat tidur di rumah sakit secara nasional masih dalam tahap aman.

“Okupansi sampai saat ini rata-rata masih aman. Selama ini masih tertangani dengan baik. Meskipun mungkin ada banyak pasien, mereka sudah bisa tertangani dengan baik,” ungkapnya.

Petugas medis tidak mewajibkan semua pasien influenza untuk menjalani rawat inap di rumah sakit.

“Iya, tidak semuanya dirawat. Mereka bisa langsung pulang pada hari yang sama,” katanya.

Mengenai kondisi di Jawa Timur, Kunta menegaskan bahwa fenomena tersebut hanyalah kenaikan biasa.

“Jatim, Jawa Timur memang melonjak sedikit, tapi tidak sampai outbreak. Tidak sampai ke situ. Masih dalam tahap meningkat,” kata Kunta.

Kemenkes menjamin pemeriksaan laboratorium tidak menemukan ancaman virus yang membahayakan masyarakat.

“Begitu ada kenaikan kita langsung mengecek ada apa di sana, apakah ada virus yang berbeda atau tidak. Ternyata setelah dicek biasa saja, tidak ada masalah, dan kita tidak menemukan sesuatu yang mengkhawatirkan,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Belum Resmi Menindak, ETLE Pangandaran Sudah Rekam Hampir 700 Pelanggaran Lalu Lintas

0
PANGANDARAN, FOKUSJabar.id
Poto: Penampakan ETLE dr Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Satlantas Polres Pangandaran mulai menerapkan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Meskipun belum resmi bertindak, kamera canggih ini sudah merekam hampir 700 pelanggaran lalu lintas.

Perangkat ETLE saat ini terpasang di satu lokasi wilayah Babakan, Pangandaran. Kepolisian menjadwalkan operasional penindakan resmi mulai 28 September 2026.

Baca Juga: Benteng SDN 1 Kalipucang Pangandaran Dibongkar untuk Akses Perumahan, Sekolah Minta Keamanan Siswa Dijamin

Petugas kini masih mematangkan berbagai persiapan teknis. Mereka juga menggelar pelatihan bagi operator sistem sebelum melakukan penindakan penuh.

“Baru di-on-kan saja sudah hampir 700 pelanggar,” kata Kanit Turjawali Satlantas Polres Pangandaran, Ipda Maret Daniel, Kamis (24/9/2026).

Jenis Pelanggaran Dominan

Kamera memotret ratusan pelanggaran pengendara motor tanpa helm, tanpa pelat nomor, dan tanpa kaca spion.

Meski begitu, polisi belum mengirimkan surat tilang kepada para pelanggar tersebut. Masa uji coba ini belum memasuki tahap penindakan hukum secara resmi.

“Belum, karena memang aktivitasnya belum dimulai. Kalau bisa tanggal 28 baru dimulai,” ujarnya.

Pakai Teknologi Canggih dan Pengenal Wajah

Kamera ETLE mampu menangkap pelanggaran pada malam hari dengan kondisi minim cahaya. Sistem ini memotret pengemudi mobil yang tidak memakai sabuk pengaman.

Teknologi ini juga sanggup mengidentifikasi pengemudi lewat rekaman data wajah. Polisi mengintegrasikan data ini dengan sistem Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

“Nanti kita ke wajah. Karena wajah kan sudah direkam di KTP,” katanya.

Petugas nantinya akan mengirimkan surat konfirmasi tilang langsung ke alamat rumah pemilik kendaraan.

Basmi Pengguna Pelat Nomor Palsu

Sistem ETLE ini efektif membongkar penggunaan pelat nomor kendaraan palsu. Kamera otomatis mendeteksi kecocokan nomor kendaraan dengan basis data kepolisian.

“Kalau ada (pelat) palsu, dia enggak punya data,” ujarnya.

Pihak kepolisian terus mengembangkan fitur pengenalan wajah untuk memperkuat verifikasi identitas pengendara.

“Makanya kemarin ngobrol-ngobrol kita ke wajah kalau mau ke wajah. Lagi pembaruan supaya memang itu pas,” katanya.

Saat ini Pangandaran baru memiliki satu titik kamera ETLE di Babakan. Kepolisian berencana menambah titik instalasi baru di wilayah Parigi.

“Baru satu. Mungkin rencana nanti di Parigi juga satu,” pungkasnya.

(Sajidin)

Benteng SDN 1 Kalipucang Pangandaran Dibongkar untuk Akses Perumahan, Sekolah Minta Keamanan Siswa Dijamin

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Penampakan SDN 1 Kalipucang, Kabupaten Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pekerja mulai membuka akses jalan menuju calon perumahan di Desa Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Jalur baru ini melintasi area samping bangunan SDN 1 Kalipucang.

Pihak sekolah meminta pengembang dan pemerintah desa menjaga keamanan siswa selama proyek berjalan.

Baca Juga: Sepanjang September 2026, 27 Kebakaran Lahan Terjadi di Pangandaran

Lahan Praktik Siswa Terpaksa Dipangkas

Kepala SDN 1 Kalipucang, Kusdianto, menyebut jalur perumahan itu mengambil area sekolah yang dulunya terbendung benteng.

Siswa sebelumnya memanfaatkan lahan tersebut untuk kegiatan pertanian sekolah.

“Lahan itu tadinya untuk tanaman jagung, untuk tanam kacang tanah, untuk siswa berkegiatan bercocok tanam,” kata Kusdianto, Kamis (24/9/2026).

Pantauan lapangan menunjukkan bangunan calon Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menutupi bagian depan sekolah. Sementara itu, pekerja membongkar benteng pembatas di sisi sekolah untuk membuka akses jalan.

Kusdianto menjelaskan bahwa Kepala Desa Kalipucang sudah meminta izin penggunaan lahan tersebut. Lahan yang terpangkas memang berstatus tanah kas desa.

“Pak Kepala Desa meminta akses jalan untuk ke perumahan melewati sekolah karena memang tanah sekolah itu tanah desa,” ujarnya.

Ia mengaku tidak mampu menolak kebijakan penggunaan aset desa tersebut.

“Jadi saya tidak bisa nolak karena tanah itu milik desa,” katanya.

Sekolah Desak Pembangunan Benteng Baru

Pihak sekolah mengkhawatirkan lalu lintas kendaraan menuju perumahan dapat mengganggu konsentrasi belajar siswa.

“Maksudnya akses keamanan sekolah. Yang penting itu supaya sekolah tetap nyaman untuk belajar. Jangan sampai nanti dengan adanya jalan mobilitas, belajar anak-anak kurang nyaman,” ungkapnya.

Kusdianto mendesak pemerintah desa membangun benteng pengganti untuk melindungi siswa.

“Kalau di situ ada jalan, sementara tadinya terhalang pagar, berarti tolong dibangunkan pagar juga,” katanya.

Pemerintah desa berjanji akan membangun jembatan penyeberangan dan benteng baru melalui dana CSR perusahaan.

“Sekarang katanya CSR mau membuat pagar sekolah yang di pinggir kali itu. Katanya dibenteng sekolah, jadi nanti lebih aman untuk anak-anak sekolah,” ujarnya.

Ia berharap janji pembangunan benteng dan jembatan tersebut segera terealisasi.

“Mudah-mudahan sekarang sedang direalisasi. Setelah dibangun jembatan, akses ke perumahan juga, sekolah mudah-mudahan lebih terlindungi,” katanya.

Kusdianto memilih berserah diri menghadapi pembongkaran benteng sekolahnya.

“Pasrah, saya sangat pasrah karena itu milik desa,” ucapnya.

Kades Kalipucang Klaim Tidak Ganggu KBM

Kepala Desa Kalipucang, Teguh Sugiharto, membenarkan status kepemilikan tanah desa pada area proyek tersebut.

“Status tanah mah status tanah desa,” kata Teguh.

Teguh menjelaskan bahwa jalan baru ini berfungsi sebagai jalur perumahan sekaligus fasilitas publik.

“Untuk nanti jalan yang ke belakang itu, di belakang kan ada perumahan,” ujarnya.

Ia mengklaim penetapan akses jalan ini merupakan hasil musyawarah warga desa.

Teguh menjamin proyek ini hanya membongkar benteng dan tidak mengganggu proses belajar mengajar.

“Sakola mah panginten mung eta hungkul, eta ge henteu kacandak sakola mah. Tidak mengganggu ke sekolah,” katanya.

(Sajidin)

Erick Thohir Pamerkan Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 di Bandung

0
BANDUNG, FOKUSjabar.id
Foto: Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 Dipamerkan di PVJ Bandung. (Arif)

BANDUNG,FOKUSjabar.id: Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memamerkan trofi FIFA ASEAN Cup 2026 di Paris Van Java (PVJ), Kota Bandung. Pameran ini berlangsung selama tiga hari mulai 24 hingga 26 September 2026.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir membuka langsung agenda tersebut. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan turut mendampingi peresmian pameran trofi.

Baca Juga: Erick Thohir Cek Stadion Si Jalak Harupat, Persiapan FIFA ASEAN Cup 2026 Capai 80 Persen

Hadirkan Legenda Sepak Bola Asia Tenggara

Sejumlah legenda sepak bola ASEAN ikut menyemarakkan acara pameran ini. Mereka antara lain Ponaryo Astaman, Kurniawan Dwi Yulianto, Baihaki Khaizan, Teeratep Winothai, Stephan Schrock, dan Safiq Rahim.

Erick Thohir menyebut Bandung kembali dipercaya menggelar turnamen internasional usai sukses melangsungkan Piala Dunia U-17.

“Jadi Alhamdulillah, Bandung, Jawa Barat, kedua kalinya mendapat event besar dari FIFA. Sebelumnya waktu itu Kejuaraan Dunia U-17, sekarang FIFA Asian edisi pertama juga di Bandung,” ujarnya.

Negara Peserta Turunkan Skuad Terbaik

Erick memastikan seluruh negara peserta akan menerjunkan para pemain terbaik. Hal ini terjadi karena kompetisi tersebut masuk dalam kalender resmi FIFA.

“Para negara Asia Tenggara memberikan atau mengirimkan tim terbaiknya. Mau dari Vietnam, dari Thailand, dari Malaysia, termasuk tentu Indonesia. Nah ini hal yang menurut saya positif,” ujarnya.

Dorong Ekonomi Lokal dan Bagi-Bagi Hadiah

Erick berharap ajang FIFA ASEAN Cup 2026 mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat Jawa Barat. Kedatangan suporter mancanegara bakal menggeliatkan usaha kecil di sekitar arena.

Panitia penyelenggara juga menyediakan berbagai hadiah menarik untuk para penonton stadion pada jeda antarbabak.

“Spesial nanti di setiap pertandingan, panitia atau FIFA akan memberikan semacam hadiah untuk penonton-penonton yang nanti dilihat dari tiketnya di babak halftime, babak jeda waktu ya,” ungkapnya.

“Kalau enggak salah ada dua motor listrik sama empat sepeda listrik. Nah itu bagian dari komitmen FIFA. Jadi mudah-mudahan ini juga menggairahkan seluruh penduduk di Jawa Barat,” katanya.

Erick mengajak warga Jawa Barat meramaikan stadion untuk menyaksikan langsung laga tingkat dunia tersebut. Keterlibatan masyarakat akan membuktikan kesiapan Bandung sebagai tuan rumah ajang internasional.

(Arif)

Erick Thohir Cek Stadion Si Jalak Harupat, Persiapan FIFA ASEAN Cup 2026 Capai 80 Persen

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Foto: Ketua Umum PSSI, Erick Thohir (kiri). (Arif)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memastikan kesiapan Stadion Si Jalak Harupat (SJH) di Kabupaten Bandung. Arena ini siap menggelar ajang bergengsi FIFA ASEAN Cup 2026.

Erick menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung kondisi stadion, Kamis (24/9/2026). Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto, Bupati Bandung Dadang Supriatna, dan perwakilan FIFA turut mendampinginya.

Baca Juga: SMAN 21 Bandung Juara AXIS Nation Cup 2026 West Java, Siap Berlaga di Grand Final Istora Senayan

Tinjau Kesiapan Lapangan dan Fasilitas Pendukung

Dalam kunjungan tersebut, Erick memeriksa berbagai fasilitas penting di dalam stadion. Pengecekan meliputi kualitas rumput lapangan hingga kesiapan ruang ganti pemain.

Stadion Si Jalak Harupat menjadi lokasi pertandingan Grup B FIFA ASEAN Cup 2026. Grup ini dihuni oleh timnas Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan.

“Alhamdulillah, sudah mulai terpasang hampir 80 persen, tinggal di lapangan. Kondisi kualitas lapangan juga sudah disetujui FIFA dalam kondisi yang baik dan bisa dipakai,” kata Erick Thohir.

Pengalaman Menggelar Laga Internasional

Erick menegaskan bahwa kesiapan stadion mendapat perhatian langsung dari pihak FIFA. FIFA terlibat aktif memantau seluruh proses penyelenggaraan turnamen ini.

Stadion Si Jalak Harupat sudah terbiasa menggelar ajang olahraga tingkat dunia. Sebelumnya, stadion ini pernah sukses menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17.

Pengalaman tersebut membuat fasilitas Stadion Si Jalak Harupat sangat mendukung standar pertandingan internasional.

Erick juga memberi perhatian khusus pada kebersihan dan kelayakan ruang ganti pemain.

“Kalau kita lihat ruang ganti ada empat dalam kondisi yang baik. Nah, ini yang kita akan terus jaga,” ujarnya.

(Arif)