spot_imgspot_img
Senin 10 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 33

HUT ke-20 Buah Batu Corps di Tasikmalaya, BBC Siap Bertransformasi Jadi Ormas Modern

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Wakil Wali Kota Dicky Candra Negara, saat berfoto bersama para pengurus dan anggota BBC Kota Tasikmalaya, di acara Milad Ke-20 di Rumah Makan Sambel Hejo Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Organisasi Kemasyarakatan Buah Batu Corps (BBC) merayakan hari jadi Ke-20 di Restoran Sambel Hejo, Jalan Letjen Mashudi, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Minggu (2/8/2026).

Momen anniversary ini bukan sekadar seremoni perayaan biasa bagi para anggota BBC. Memasuki usia dua dekade, momentum ini menjadi titik balik penting untuk menegaskan kembali arah perjuangan organisasi, yaitu bertransformasi dari komunitas berbasis kekeluargaan menuju organisasi modern yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Baca Juga: Situ Gede Tasikmalaya Mengering, Sumber Penghasilan Warga Hilang dalam Hitungan Pekan

Acara puncak tersebut menghadirkan langsung Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra Negara, Kepala Kesbangpol Kota Tasikmalaya Ade Hendar, Ketua DPD BBC Kota Tasikmalaya Didin Risnandar, serta jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah dan Dewan Pimpinan Cabang dari berbagai wilayah di Jawa Barat. Sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan pemerintah daerah turut menyampaikan apresiasi atas kiprah BBC dalam mendukung pembangunan daerah.

Ketua DPD BBC Kota Tasikmalaya, Didin Risnandar, mengungkapkan bahwa usia 20 tahun menandai fase kedewasaan organisasi, layaknya perjalanan hidup manusia yang memasuki usia matang.

“Ini momentum penting. Kami ingin menjaga kekompakan internal, tapi juga lebih terbuka untuk bekerja sama dengan semua pihak demi kemajuan pembangunan daerah,” ungkap Didin Risnandar, Minggu (2/8/2026).

Tema peringatan tahun ini mengusung semangat kebersamaan, kolaborasi, dan keberhasilan bersama dalam mendorong kemajuan pembangunan, khususnya di wilayah Jawa Barat.

Pemantapan Kualitas SDM

Suasana peringatan makin bermakna lewat prosesi pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur. Selain menggelar syukuran, Ormas BBC memanfaatkan momentum berharga ini untuk memperkuat program pembenahan dan pemantapan kualitas SDM di internal organisasi.

“Ke depan organisasi ini harus lebih mandiri dan bisa mencetak kader yang kreatif, inovatif, dan siap jadi solusi atas persoalan sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra Negara menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi BBC dalam mendukung program-program pembangunan. Ia mengaku menyimpan ikatan emosional yang erat bersama keluarga besar BBC.

“Saya ucapkan selamat ulang tahun. Dulu waktu saya sering ke Bandung sebelum jadi Pejabat di Tasikmalaya, saya tuh sempat tinggal di rumah keluarga BBC. Salah satunya di tempat tinggal Pak Dian Rahadian, yang dulu pernah jadi ketua di BBC. Kegiatan mereka dari dulu saya tau memang suka berbagi kebahagian dengan masyarakat,” kenang Diky Candra.

Ia memandang Ormas BBC sebagai gerakan luar biasa yang konsisten menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan. Terlebih menjaga persatuan di berbagai pelosok Jawa Barat.

“Harapannya di usia 20 tahun ini, BBC bisa semakin dekat dengan masyarakat. Seperti jargon di marsnya, tentang kemandirian. Mudah-mudahan ini bukan hanya jargon, tapi benar-benar jadi karakter. BBC harus jadi lembaga mandiri yang membentuk kader lebih berkarakter serta berakhlak kuat untuk membangun daerah di wilayahnya masing-masing,” harapnya.

Panitia menutup rangkaian acara dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa. Sekaligus meneguhkan kembali komitmen seluruh anggota BBC dalam menjaga marwah dan nama baik organisasi.

Melalui perayaan ke-20 ini, Buah Batu Corps (BBC) mengusung harapan besar untuk bertransformasi menjadi ormas yang mandiri dan kuat. Serta disegani lewat karya nyata sekaligus konsisten menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

(Seda)

Taman RAA Kusumadiningrat Ciamis Jadi Tempat Healing Favorit, Suasana Sejuk dan Kuliner UMKM Jadi Daya Tarik

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Taman RAA Kusumadiningrat Kabupaten Ciamis

CIAMIS,FOKUSjabar.id: Taman R. A. A. Kusumadiningrat yang berada di kawasan situs bersejarah Jambansari, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, tampil sebagai salah satu lokasi favorit masyarakat untuk mengisi waktu luang, khususnya saat akhir pekan.

Rindangnya tajuk pepohonan yang memayungi hampir seluruh sudut taman menghadirkan nuansa teduh serta udara sejuk. Kondisi alam yang asri ini memikat banyak warga untuk sekadar berkumpul, berbincang, maupun melepas lelah dari kesibukan rutinitas harian.

Baca Juga: Tirta Sumber Jaya Cipangalun Ciamis, Wisata Air di Kaki Gunung Sawal dengan Wahana Lengkap dan

Sejak pagi hingga petang, warga berdatangan dan memadati area taman guna menikmati keasrian di tengah pusat kota. Rombongan keluarga, pasangan muda-mudi, hingga berbagai komunitas berbaur menikmati suasana. Sebagian besar pengunjung memilih duduk santai di bawah rindangnya pohon sembari meresapi hembusan angin segar.

Suasana santai tersebut kian mantap berkat kehadiran para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjajakan bermacam hidangan makanan dan minuman. Di antara deretan penjaja kuliner, sajian air kelapa muda tampil sebagai menu yang paling banyak dicari. Kesegaran alami air kelapa terbukti pas mendampingi momen santai maupun melepas dahaga para pengunjung.

Seorang warga asal Kecamatan Sadananya, Novi, menyebut Taman R.A.A. Kusumadiningrat sebagai tempat idaman utamanya untuk menghabiskan liburan akhir pekan. Ia menilai kesejukan taman ini menawarkan daya tarik yang sulit tertandingi oleh lokasi lain.

“Kalau weekend saya lebih suka ke sini. Enak buat nongkrong karena banyak pohon, jadi udaranya sejuk. Biasanya saya duduk santai sambil jajan cilok dan minum air kelapa muda. Rasanya sederhana, tapi bikin betah berlama-lama di taman,” ujar Novi, Minggu (2/8/2026).

Interaksi Publik yang Nyaman

Selain menyediakan ruang interaksi publik yang nyaman, kehadiran para pedagang UMKM menyuntikkan daya pikat tersendiri bagi kawasan Taman R.A.A. Kusumadiningrat. Para pengunjung dapat berburu camilan hingga minuman segar tanpa harus melangkah jauh serta menguras kantong.

Perpaduan keasrian alam yang teduh, hembusan udara segar, serta segarnya sajian kelapa muda mengukuhkan Taman R.A.A. Kusumadiningrat sebagai lokasi favorit warga Ciamis. Maka tak heran jika setiap akhir pekan tiba, kawasan ini selalu dipenuhi masyarakat yang ingin menikmati momen rileks di bawah naungan pohon rindang.

(Mia)

Tirta Sumber Jaya Cipangalun Ciamis, Wisata Air di Kaki Gunung Sawal dengan Wahana Lengkap dan Tiket Mulai Rp25 Ribu

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Kolam renang Tirta Sumber Jaya Cipangalun Desa Jalatrang, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Tirta Sumber Jaya Cipangalun yang membentang di Desa Jalatrang, Kecamatan Cipaku, mengukuhkan diri sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Berada tepat di kawasan kaki Gunung Sawal, objek wisata ini menyajikan perpaduan atraktif antara wahana permainan air dan panorama alam sejuk yang memikat keluarga saat akhir pekan maupun musim liburan.

Pengelola menyediakan ragam wahana permainan bagi pengunjung, mulai dari kolam renang dewasa dan anak, kolam arus, perosotan, ember tumpah, hingga area bermain anak. Kawasan wisata ini turut melengkapi diri dengan deretan gazebo, area camping ground, kantong parkir luas, serta gedung serbaguna untuk memfasilitasi berbagai acara.

Baca Juga: Nenek di Ciamis yang Terkecoh Ular Koros Mirip Sabuk, Damkar Gercep Lakukan Evakuasi

Resto dan objek wisata ini tidak hanya menjual kesegaran wisata air, tetapi juga menghadirkan area agrowisata durian yang menjadi nilai tambah. Saat musim panen tiba, wisatawan dapat menyantap berbagai varietas durian segar petik langsung dari pohonnya. Tentunya sembari menghirup udara asri khas kaki Gunung Sawal.

Manajemen menetapkan tarif tiket masuk sebesar Rp25.000 per orang pada hari kerja (weekday) dan Rp30.000 per orang pada akhir pekan (weekend). Tirta Sumber Jaya melayani pengunjung setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Khusus hari Jumat operasional buka mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB.

Pihak pengelola menyewakan pula beragam fasilitas pendukung seperti ban double seharga Rp20.000, ban single Rp15.000, ban anak Rp10.000, serta loker penitipan barang sebesar Rp10.000.

Wahana Favorit Anak-anak

Bagi pengunjung yang hendak mengelilingi seluruh area wisata, pengelola mengoperasikan Kereta Cipangalun dengan tarif Rp5.000 per orang. Wahana ini menjadi buruan favorit anak-anak dan rombongan keluarga.

Salah seorang pengunjung asal Kecamatan Cipaku, Pupu, mengaku kerap memboyong keluarganya berlibur ke Tirta Sumber Jaya. Karena kenyamanan suasana dan kelengkapan fasilitasnya.

“Tempatnya bersih, air kolamnya jernih, dan udaranya sejuk karena berada di kaki Gunung Sawal. Anak-anak juga senang bermain di sini,” ujar Pupu, Minggu (2/8/2026).

“Hanya saja menurut saya harga tiket masuk sekarang cukup mahal, apalagi kalau datang bersama keluarga. Ditambah kalau menyewa ban, loker, atau naik Kereta Cipangalun tentu biaya yang dikeluarkan menjadi lebih besar,” tambahnya.

Kendati menyuarakan catatan soal tarif, Pupu tetap menganggap Tirta Sumber Jaya sebagai destinasi yang sangat layak huni. Karena menawarkan paket lengkap wisata alam dan rekreasi.

Ia menyimpan harapan agar pengelola meluncurkan promo khusus atau paket hemat wisata keluarga ke depan. Langkah ini dinilainya bakal meringankan kantong masyarakat sekaligus memperkuat posisi Tirta Sumber Jaya sebagai ikon wisata keluarga di Kabupaten Ciamis.

(Mia)

Bukan Sekadar Konser, Flower City Fest 2026 Satukan Burgerkill, Pop Sunda, dan Kaulinan dalam Satu Festival

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Foto: Flower City Fest 2026 Siap Satukan Lintas Generasi dan Genre Musik. (Arif)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Komunitas Bandung Belong To Us siap menggelar kembali perhelatan Flower City Fest 2026 pada 9 Agustus 2026 mendatang di Lapangan PPI Pussenif, Kota Bandung. Event ini mengusung semangat besar untuk mempertemukan berbagai lintas generasi serta ragam genre musik ke dalam satu panggung bersama.

Festival musik bergengsi ini tidak hanya mengandalkan aksi panggung jajaran musisi ternama, tetapi juga menyuguhkan beragam fasilitas interaktif yang memanjakan kenyamanan para pengunjung.

Baca Juga: Semifinal dan Final Piala Presiden 2026 Resmi Digelar di Bali

Supervisi Flower City Fest, Coach Eza, mengungkapkan bahwa dukungan penuh dan antusiasme tinggi dari para penonton menjadi pendorong utama penyelenggaraan acara ini.

Eza menjelaskan bahwa Flower City Fest lahir dari keresahan bersama untuk memberi warna baru di tengah maraknya festival musik di Kota Bandung. Ia mengaku berawal dari pengalaman pribadinya yang pernah menjadi penonton dan penikmat musik jalanan.

“Jadi spiritnya tetap barudak ya. Kenapa tuh barudak?. Adanya Flower City Fest ya terus tumbuh dan berkembang bersama teman-teman semua yang ada di sini,” kata Eza, Minggu (2/8/2026).

Lebih lanjut, Eza menegaskan bahwa panitia senantiasa menyerap aspirasi penonton dalam menentukan deretan pengisi acara (line up), salah satunya melalui jajak pendapat di media sosial.

Aksi Panggung ke 3 Burgerkill

Pada edisi Flower City Fest tahun ini, grup musik Burgerkill kembali mengantongi kepercayaan untuk tampil menghentak panggung. Penampilan ini menjadi aksi panggung ketiga kalinya bagi band cadas tersebut di ajang Flower City Fest.

Eza menilai Burgerkill sebagai salah satu nama besar yang memegang sejarah panjang serta konsisten menjaga eksistensinya hingga kini. Selain merangkul musisi senior, Flower City Fest memegang komitmen kuat untuk membuka ruang apresiasi bagi band-band pendatang baru serta generasi pemusik muda yang tengah bermunculan di Bandung.

“Tidak lupa juga kita selalu support juga beberapa band baru yang baru bermunculan, generasi baru, yang perlu diapresiasi juga oleh teman-teman di Bandung, entah itu sebagai promotor, musisi, dan juga audiens,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Eza menyuarakan harapannya agar anak-anak muda Bandung tidak sekadar menjadi penikmat karya musik. Melainkan berani mengambil peran sebagai pelaku industri kreatif melalui karya nyata.

Diversitas atau keberagaman menjadi salah satu identitas utama yang terus dibina oleh Flower City Fest. Pihak penyelenggara berikhtiar meleburkan sekat batasan antargenre maupun antar-komunitas pecinta musik.

“Adanya Flower City Fest tidak membuat gap itu ada. Jadi semua teman-teman bisa menikmati dari kakak-kakak kita yang sudah berperan menjadi musisi di Bandung duluan. Bahkan generasi sekarang juga tetap diapresiasi,” katanya.

Konsep Inklusif

Konsep inklusif tersebut mewujud nyata melalui kehadiran panggung Pop Sunda di tengah dominasi musik keras. Setelah sukses menghadirkan Bungsu Bandung pada edisi sebelumnya, tahun ini Flower City Fest menyuguhkan sentuhan musik etnik Sunda lewat penampilan penyanyi Yayan Jatnika.

Di sisi lain, Supervisi Flower City Fest, Fahmi, menyebutkan bahwa penyelenggaraan tahun ini mencatatkan lompatan kualitas dibandingkan edisi terdahulu. Pihaknya mencurahkan perhatian lebih terhadap penyediaan fasilitas umum serta kenyamanan para pengunjung.

Fahmi memandang Flower City Fest kini telah bertransformasi menjadi wadah perjumpaan strategis bagi seluruh pemangku kepentingan industri musik. Mulai dari musisi, vendor pertunjukan, penonton, hingga promotor acara.

“Jadi kita emang secara tim juga benar-benar tahun sekarang teh benar-benar fokusnya ke fasilitas juga gitu, ke fasilitas penonton, ke kenyamanan penonton, dan lain-lain,” katanya.

Fahmi membocorkan bahwa Flower City Fest 2026 bakal menghadirkan tiga panggung berbeda. Selain panggung utama (main stage) yang mengusung konsep twin stage, panitia menyiapkan panggung mini Supermusic x BBTU serta panggung Aalitan.

Tak hanya pertunjukan musik, festival ini tetap mempertahankan arena kaulinan (permainan tradisional). Serta area Botram (makan bersama) sebagai bagian dari daya tarik khas Flower City Fest.

(Arif)

Cobek Hot Jeletot Jadi Menu Andalan AR Resto Pangandaran, Bisa Dinikmati di Atas Perahu

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Penampakan Cobek Hot Jeletot AR Resto Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSjabar.id: Wisatawan belum sepenuhnya menikmati Pangandaran jika melewatkan ragam kulinernya. Selain suguhan olahan laut bakar dan ikan segar, sebuah tempat makan kini menjadi buruan para pelancong karena menawarkan konsep unik: menyantap hidangan di atas perahu.

Pengelola menamai tempat ini AR Resto. Posisinya membentang di jalur jalan baru pesisir Pantai Pangandaran, persis di dekat Jembatan Ranggajipang Wiradinata. Pengendara yang melintas dari arah Pangandaran menuju Pantai Batu Hiu akan menemukan Resto ini di sisi kanan jalan.

Baca Juga: Plang “Tanah Milik” di Pantai Madasari Pangandaran Tuai Polemik, Warga Minta BPN Audit Sertifikat

AR Resto tidak sekadar menyajikan santapan lezat, tetapi juga menyuguhkan pengalaman berkesan bagi para pengunjung.

Para tamu dapat menikmati hidangan langsung di atas perahu nelayan sembari menyusuri Muara Karangtirta. Dari atas geladak perahu, mata pengunjung akan memanjakan diri dengan lanskap panorama Pantai Sukaresik yang menyatu anggun bersama muara sungai.

“Di sini view-nya bagus. Selain menghadap pantai, juga ada muara sungai. Pengunjung bisa makan di atas perahu, jadi sambil menikmati hidangan juga bisa berlayar menikmati pemandangan,” ujar Pemilik AR Resto, Ade Ruminah, Minggu (2/8/2026).

Sensasi menyantap makanan sembari berlayar santai inilah yang mengundang daya tarik wisatawan, termasuk pengunjung yang sengaja datang dari luar daerah.

Variasi Olahan Hidangan laut

Menyikapi selera pengunjung, AR Resto menyediakan beragam variasi olahan hidangan laut khas Pangandaran hingga sajian kuliner Nusantara. Meski demikian, mayoritas pelanggan menjagokan menu Cobek Hot Jeletot sebagai hidangan favorit utama.

“Cobek Hot Jeletot ini salah satu makanan yang khas dan tradisional banget. Rasanya asem, gurih, pedas, jadi perpaduannya bikin ketagihan,” kata Ade.

Sajian ini menghadirkan perpaduan rasa yang kuat: pedas, asam, dan gurih yang menggugah selera. Pengelola menyajikannya langsung di atas cobek panas, sangat pas mendampingi nasi hangat usai pengunjung beraktivitas seharian di pantai.

Wisatawan tidak perlu cemas memikirkan isi dompet. Pengelola mematok harga makanan di AR Resto mulai dari Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per porsi.

Pengunjung yang ingin merasakan sensasi berlayar cukup mengeluarkan biaya tambahan sebesar Rp10 ribu sampai Rp15 ribu per orang. Satu armada perahu sanggup menampung hingga 15 orang penumpang.

“Harganya tidak menguras dompet. Murah meriah, dan alhamdulillah banyak tamu dari luar Pangandaran yang sengaja datang makan ke sini,” ucap Ade.

Bagi pencinta kuliner yang ingin berkunjung, AR Resto berada di jalur baru pesisir Pangandaran – Batu Hiu, tepat di samping Jembatan Ranggajipang Wiradinata.

Desain tempat yang terbuka menyuguhkan pemandangan laut dan muara secara langsung. Lokasi ini menjadi pilihan tepat untuk menikmati makan siang maupun bersantai pada sore hari menjelang matahari terbenam.

“Jadi, kalau ke Pangandaran jangan cuma foto di pantai. Cobain juga makan di atas perahu sambil nikmatin Cobek Hot Jeletot. Dijamin pengalamannya beda,” pungkasnya.

(Sajidin)

Plang “Tanah Milik” di Pantai Madasari Pangandaran Tuai Polemik, Warga Minta BPN Audit Sertifikat

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Penampakan Papan bertuliskan Tanah Milik Diduga Harim Laut

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Papan pengumuman bertuliskan “Tanah Milik” lengkap dengan ancaman larangan melintas mendadak memicu kegaduhan di Pantai Madasari, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran. Keberadaan plang tersebut secara langsung mengancam ruang gerak warga serta nelayan yang menggantungkan mata pencaharian di kawasan pesisir.

Unggahan foto plang tersebut mendadak viral di platform media sosial dan menyulut polemik panas. Masyarakat mempertanyakan keabsahan klaim kepemilikan individu atas bibir pantai yang tergolong tanah harim atau sempadan pantai murni.

Baca Juga: KSDA Pangandaran Ingatkan Wisatawan Waspadai Monyet Ekor Panjang di Pantai Pasir Putih

Pemerintah Kecamatan Cimerak merespons cepat gejolak ini dengan menerjunkan tim langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi warga.

Ketua Forum Masyarakat Peduli Madasari, Indra, meluapkan keprihatinan mendalam atas munculnya klaim sepihak tersebut. Ia menilai keberadaan plang membatasi akses fasilitas publik secara sewenang-wenang.

“Kami merasa prihatin karena di lokasi yang selama ini menjadi akses umum masyarakat dan nelayan kini muncul papan bertuliskan tanah milik disertai larangan masuk tanpa izin pemilik. Kondisi ini tentu memunculkan banyak pertanyaan,” kata Indra, Minggu (2/8/2026).

Indra membeberkan bahwa persoalan ini tidak hanya menyasar satu titik saja. Pihaknya menduga kuat beberapa bidang tanah di sepanjang garis pantai Madasari telah beralih status kepemilikan menjadi sertifikat hak milik.

Perwakilan warga telah menemui Pemerintah Desa Madasari guna meminta klarifikasi resmi. Peta kawasan milik desa memang mengonfirmasi keberadaan sejumlah petak tanah yang memuat status bersertifikat.

Kenyataan ini memicu kecurigaan besar di tengah masyarakat.

“Kalau memang tanah harim tidak bisa disertifikatkan, mengapa di lokasi ini justru muncul sertifikat? Sementara di tempat lain masyarakat tidak bisa mengurus sertifikat karena alasan lahannya merupakan tanah harim. Hal ini perlu dijelaskan secara terbuka,” ujarnya.

Indra menyoroti kejanggalan administrasi pertanahan yang sangat tidak rasional. Petak tanah yang berimpitan langsung dengan garis pantai justru mengantongi sertifikat, sedangkan lahan yang berada jauh di daratan utama malah tertahan status tanah harim.

“Kondisi tersebut perlu penelusuran secara menyeluruh agar tidak menimbulkan dugaan adanya ketidaksesuaian dalam proses administrasi pertanahan,” kata Indra.

Forum Masyarakat Peduli Madasari menyodorkan dua tuntutan utama kepada Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Pangandaran serta Pemkab Pangandaran:

  1. Mengaudit secara menyeluruh proses penerbitan sertifikat tanah di kawasan pesisir Madasari.
  2. Menginventarisasi serta memetakan ulang batas rinci sempadan pantai demi memisahkan kawasan ruang publik dari lahan berizin kepemilikan.

“Kami berharap tanah harim tetap dipertahankan sesuai aturan. Jangan sampai akses publik dan ruang bersama masyarakat di kawasan pantai perlahan berubah menjadi kepemilikan pribadi,” tegas Indra.

Pihak BPN Kabupaten Pangandaran maupun Pemerintah Desa Madasari belum memberikan tanggapan resmi hingga penulisan berita ini selesai.

Sementara itu, plang kepemilikan tanah tersebut masih berdiri kokoh di lokasi. Warga serta nelayan tetap memaksakan diri melintasi jalur tersebut di tengah rasa cemas dan was-was.

(Sajidin)

KSDA Pangandaran Ingatkan Wisatawan Waspadai Monyet Ekor Panjang di Pantai Pasir Putih

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Ilustrasi Monyet WEB

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Keindahan Pantai Pasir Putih Cagar Alam Pangandaran memang menyihir siapa saja. Namun, wisatawan perlu mewaspadai keberadaan kawanan monyet ekor panjang yang mendiami kawasan konservasi tersebut.

Pengelola kawasan mengimbau para pengunjung agar tidak memicu bahaya saat berinteraksi dengan satwa liar ini. Wisatawan memikul tanggung jawab untuk menjaga jarak aman, tidak memberi makan, serta membuang jauh-jauh niat menjinakkan monyet.

Baca Juga: Barcode Solar Subsidi Bikin Ribet Perajin Bata di Pangandaran

Kepala Resort Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah XXI Pangandaran, Kusnadi, menegaskan bahwa pihaknya terus menggencarkan edukasi sejak pintu masuk.

Pesan yang petugas sampaikan sangat jelas: hindari membawa makanan mencolok, jangan membagi makanan ke monyet, jangan mendekat saat mengambil foto, dan jangan mengelus satwa.

“Jangan sekali-kali membuat monyet itu menjadi jinak, karena pada dasarnya monyet itu bukan hewan jinak,” ujar Kusnadi kepada FOKUSJabar.id di Kantor KSDA Wilayah XXI Pangandaran, Minggu (2/8/2026).

Sayangnya, sebagian pengunjung masih kerap mengabaikan imbauan keselamatan ini. Terbukti, kawanan monyet ekor panjang menggigit dua orang wisatawan di kawasan Pasir Putih pada momen libur sekolah lalu.

Refleks Kaget Monyet dengan Mencakar dan Menggigit

Tim medis RSUD Pandega Pangandaran harus menangani langsung kedua korban tersebut.

“Contoh pada saat libur sekolah lalu sempat terjadi dua kasus wisatawan yang digigit monyet ekor panjang,” katanya.

Kusnadi menilai rasa kaget menjadi pemicu utama serangan tersebut. Rasa terkejut saat berpapasan langsung dalam jarak dekat mendorong monyet bereaksi refleks dengan mencakar dan menggigit.

Menurut Kusnadi, monyet ekor panjang di cagar alam hidup bergerombol. Sifat alami mereka yang liar akan memicu naluri agresif saat mengendus kecurigaan atau merasa terganggu oleh kehadiran manusia yang terlalu dekat.

“Kami terus berupaya di lapangan agar tidak terjadi lagi pengunjung yang sampai digigit monyet,” ucapnya.

Di sisi lain, Kusnadi memastikan satwa jenis lain di Cagar Alam Pangandaran relatif tenang dan tidak mengganggu kenyamanan wisatawan.

Meningkatkan Frekuensi Patroli

Demi menekan potensi insiden serupa, KSDA memperkuat koordinasi bersama Balawista, Satpolairud Polres Pangandaran, serta instansi terkait. Petugas gabungan kini meningkatkan frekuensi patroli untuk mengawasi sekaligus mengingatkan para pengunjung.

Kusnadi menekankan bahwa status kawasan Pasir Putih masih berupa cagar alam murni. Kondisi ini membuat tata cara penanganan satwa liar berbeda dari penanganan di kebun binatang.

“Semua stakeholder harus ikut menjaga kawasan ini. Menutup kawasan juga bukan solusi karena banyak masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari aktivitas wisata,” tegasnya.

Pimpinan KSDA saat ini tengah menimbang berbagai opsi strategis. Salah satu langkah yang mengemuka mencakup rencana alih status sebagian kawasan menjadi Taman Wisata Alam (TWA). Langkah ini bertujuan memberikan fleksibilitas lebih dalam pengelolaan wisata.

Meski demikian, pihak berwenang belum menetapkan keputusan resmi terkait usulan alih status tersebut.

“Sekarang masih dalam tahap kajian oleh pimpinan. Tugas kami di lapangan adalah terus melakukan upaya pencegahan serta menyampaikan berbagai kondisi dan keluhan yang terjadi di lapangan,” kata Kusnadi.

Guna menjamin keamanan pengunjung, Kusnadi memberikan panduan keselamatan saat menjelajahi Pasir Putih:

  1. Simpan makanan secara tertutup dan hindari membawa kantong plastik transparan di tangan.
  2. Hindari memberi makanan dalam bentuk apa pun kepada monyet.
  3. Jaga jarak aman dan batasi keinginan berfoto selfie terlalu dekat.
  4. Jangan menyentuh, mengelus, atau mencoba menggendong anak monyet.

“Jadi kalau mau ke Pasir Putih, nikmati pemandangannya saja. Biarkan monyet tetap jadi monyet liar, bukan teman selfie,” pungkasnya.

(Sajidin)