Ketpot : Personel Damkar UPTD Ciamis saat sedang mengevakuasi ular koros dari dalam sumur milik warga di Kelurahan Sindangrasa Ciamis
CIAMIS,FOKUSJabar.id: Petugas Damkar Ciamis sukses mengevakuasi ular koros sepanjang 80 sentimeter. Reptil ini bersembunyi di sumur milik Hasanah (69).
Nenek ini berdomisili di Lingkungan Cibeureum, Kelurahan Sindangrasa, Kabupaten Ciamis.
Caption: Tim Banjar Patroman FA U15 yang melaju ke Piala Soeratin Provinsi. (istimewa/fokusjabar.id)
BANJAR FOKUSJabar.id: PSSI Kota Banjar sukses menggelar kompetisi resmi Piala Soeratin U-13 dan U-15 tahun 2026. Antusiasme tinggi menyelimuti turnamen sepak bola usia dini tersebut.
Panitia menggelar pertandingan di Lapang Sepak Bola Desa Mekarharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar. Ajang ini berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu (1/8/2026) hingga Minggu (2/8/2026). Turnamen ini menjadi wadah strategis untuk melahirkan talenta muda potensial.
Ketua PSSI Kota Banjar, Acep Anggi D Sihombing, menyebut enam tim bertanding pada setiap kategori umur.
“Tim terbaik dari tiap kategori akan melaju ke tingkat provinsi untuk melanjutkan perjuangan. Untuk di provinsi terselenggara tanggal 16 Agustus,” ungkap Anggi, Minggu (2/8/2026).
Banjar Patroman FA sukses menjuarai kedua kategori, baik U-13 maupun U-15. Tim ini berhak mewakili Kota Banjar ke tingkat Jawa Barat.
“Kompetisi ini bukan hanya soal meraih juara, tetapi bagaimana anak-anak belajar berkompetisi secara sehat, menjunjung tinggi sportivitas, serta membangun mental bertanding sejak dini,” terangnya.
PSSI Kota Banjar memanfaatkan ajang ini untuk menjaring bibit unggul pesepak bola masa depan. Para pemain muda ini memikul harapan untuk mengharumkan nama daerah.
“Saya sebagai ketua PSSI Kota Banjar dan jajaran pengurus mengucapkan selamat kepada para juara yang siap menuju regional,” pungkasnya.
Ket foto : Perahu-perahu wisata di objek wisata Situ Gede, akhirnya hanya bisa terparkir di tepi Danau akibat dihantui kemarau (fokusjabar/Seda)
TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Musim kemarau panjang tahun ini memicu penyusutan debit air di Obyek Wisata Situ Gede, Kota Tasikmalaya. Kondisi air danau yang semakin dangkal memaksa puluhan pengusaha perahu wisata menghentikan seluruh aktivitas operasional mereka.
Dermaga Situ Gede tampak sepi tanpa aktivitas penyewaan perahu dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir.
GARUT, FOKUSJabar.id: Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan dan menciptakan ruang publik yang sehat, Pemerintah Desa (Pemdes) Mekar Hurip Kecamatan Sukawening Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) menyiapkan tempat terapi ikan (fish therapy).
Kolam terapi berisi ratusan ikan Garra rufa lokasinya di depan balai desa Mekar Hurip.
Garra rufa adalah sebuah spesies ikan dalam genus garra, famili Cyprinidae.
Ikan tersebut mendapat julukan ikan pengisap, ikan kangal, dermatologis kecil dan ikan dokter. Dalam konteks non-medis, Garra rufa di sebut pengisap kulit mati.
Kolam yang menyerupai anak sungai tersebut berisi ikan kecil Garra rufa laris manis di serbu ratusan pengunjung yang ingin relaksasi sekaligus merawat kulit.
Terapi ikan adalah metode perawatan dengan cara merendam kaki atau tangan di dalam kolam yang berisi ratusan ikan kecil.
Manfaat Terapi Ikan:
Mengangkat Sel Kulit Mati
Gigitan lembut ikan membantu mengeksfoliasi kulit, membuat kaki dan tangan terasa lebih halus.
Melancarkan Peredaran Darah
Sensasi geli dari ikan memicu titik refleksi di telapak kaki.
Mengurangi Stres
Banyak pengunjung mengaku merasa rileks dan tertawa karena geli. Efek tersebut di percaya bisa menurunkan hormon kortisol.
Alternatif Perawatan Murah
Cukup 15-20 menit merendam kaki atau tangan sudah bisa merasakan manfaatnya dengan biaya terjangkau semua kalangan masyarakat.
“Terasa geli-geli gimana gitu. Tapi abis terapi, kaki jadi ringan dan nggak pecah-pecah lagi,” kata salah satu pengunjung asal Desa Sukaluyu, Dewi di lokasi terapi ikan, Minggu (2/8/2026).
Suasana di tempat terapi ikan
Senada di katakan Kartika warga Kecamatan Sukawening. Dia mengaku rutin datang tiap dua minggu sekali untuk terapi ikan.
“Terapi ikan mengikis kulit kering di tumit atau telapak kaki dan melancarkan darah,” ungkap Kartika.
Pengelola Terapi Ikan Desa Mekar Hurip, Yadin mengatakan, para pengunjung cukup duduk di tembok dan merendam kaki selama 10-20 menit.
Air kolam di jaga kebersihannya. Ikan yang di gunakan tidak memiliki gigi sehingga aman dan tidak menyakitkan. Hanya sensasi seperti kesemutan.
“Kebersihan tempat dan air jadi prioritas. Ikan juga rutin di cek kesehatannya. Jadi aman untuk semua usia,” ungkap Yadin.
BANDUNG, FOKUSJabar.id: Laga klasik Indonesia akhirnya terjadi lagi. Persib Bandung versus Persija Jakarta akan bentrok di semifinal Piala Presiden 2026, Selasa (4/8/2026).
Pertandingan Maung Bandung kontra Macan Kemayoran merupakan laga “El Clasico” yang selalu panas, ketat dan penuh emosional bagi kedua tim dan suporter masing-masing.
Persib Bandung unggul dari sisi kekompakan, pertahanan dan bermain sebagai tuan rumah.
Tim besutan Igor Tolic hingga menjelang laga semifinal belum kebobolan.
Sementara Persija Jakarta unggul dari sisi pengalaman dan memiliki coach Shin Tae-yong yang jago membangun mental tim. Tapi mereka butuh waktu adaptasi.
Dengan keunggulan yang mereka punya, tim yang paling efektif di transisi dan paling sedikit membuat kesalahan bakal melaju ke babak final melawan pemenang antara Persebaya Surabaya kontra Arema FC.
Persib Bandung
Persib Bandung berhasil sapu bersih tiga laga Grup A Piala Presiden 2026. Laga pamungkas menang 1-0 kontra Tampines Rovers (Singapura).
Gol roket Balsa Sekulic (82′) yang menjadi pembeda pada laga kali ini. Seisi stadion bersorak menyambut pemain dari Montenegro tersebut.
Kemenangan atas Tampines Rovers mengantar Persib memuncaki klasemen Grup A Piala Presiden 2026 dengan poin sempurna (9 poin) di sertai catatan tiga gol dan tanpa kebobolan sama sekali.
Menurut Igor Tolic, intensitas permainan yang tinggi di tunjukkan oleh tim lawan. Sehingga membuat anak asuhnya bertahan lebih dalam.
Tolic juga menyinggung gol Balsa Sekulic yang bersumber dari tendangan keras di luar kotak penalti.
“Pertandingan ketiga dalam sembilan hari. Pertandingan yang sangat sulit, lawan yang bagus. Tetapi tim bermain dengan baik,” katanya.
“Kami bertahan dengan baik, sekali lagi ini clean sheet dan kami juga mencetak gol yang luar biasa,” ungkapnya.
Persija Jakarta
Persija berhasil menaklukkan PSMS Medan dengan skor telak 4-1 pada laga pamungkas grup B.
Empat gol Macan Kemayoran di cetak Arlyansyah pada menit ke-23, Victor Dethan (80′), Agi Firmansyah (84′) dan Gustavo Almeida (88′).
Sementara gol semata wayang PSMS Medan di cetak Ikhsan Chan saat pertandingan memasuki menit ke-60.
Kemenangan atas PSMS membuat Persija naik ke posisi dua klasemen akhir Grup B menggeser Port FC.
Port FC sendiri pada pertandingan terakhir Grup B, harus mengakui keunggulan tuan rumah Persebaya Surabaya dengan skor 2-1.
Port FC sempat unggul lebih dulu melalui Issam Abdallah pada menit ke-30.
Namun, Persebaya berhasil bangkit dan membalikkan kedudukan lewat gol Miguel Pereira di menit ke-40 dan Alex Martins pada menit ke-47.
Dengan hasil tersebut, Persebaya kokoh di puncak klasemen. Sedangkan Port FC finish di peringkat tiga serta gagal melangkah ke babak semifinal turnamen pramusim Piala Presiden 2026.
BANDUNG,FOKUSJabar.id: Artis Irfan Hakim kembali mengukir prestasi gemilang dalam kompetisi ikan koi tingkat nasional. Melalui varietas Showa Sanshoku berukuran 68 cm, ia sukses menyabet gelar Male Championdi Kediri Koi Show 2026.
Ajang bergengsi tersebut berlangsung di Convention Hall SLG Kediri pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Ikan koi milik Irfan memukau juri di Kelas A Gosanke berkat keunggulan warna, postur, serta pola seimbang.
Irfan Hakim mendapat binaan teknis langsung dari pengusaha asal Bandung Hartono Soekwanto atau Bos Koi. Tim Samurai Koi Centre Bandung mengawal proses handling hingga membawa koi tersebut merebut podium tertinggi.
Hartono Soekwanto melayangkan apresiasi tinggi atas capaian membanggakan anak didik barunya di arena kontes nasional.
“Teknik keeping Pak Irfan Hakim sekarang melonjak pesat, makanya ia selalu berhasil naik panggung,” puji Hartono, Minggu (2/8/2026).
Irfan Hakim sukses mengumpulkan 22 gelar juara dari tiga kompetisi nasional hanya dalam waktu kurang dari sebulan.
Ia memborong 14 gelar di Bogor Koi Show, dua gelar di Jogja, serta enam gelar di Nusatic Koi Show.
Pencapaian spektakuler ini membuktikan efektivitas kombinasi antara kualitas koi, teknik keeping, serta penanganan matang.
Gelaran 13th Kediri Koi Show 2026 sendiri menghadirkan ratusan peserta yang memperebutkan puluhan kategori bergengsi.
Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi Bandung sebagai pusat pembinaan dan pengembangan hobi koi berkualitas di Indonesia.