spot_imgspot_img
Sabtu 21 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 34

Tragis! Petasan Rakitan di Pangandaran Meledak, Jari Korban Hancur

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Polsek Padaherang saat olah Tempat Kejadian Perkara ledakan petasan di Sindangjaya Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Dua pemuda menjadi korban ledakan petasan rakitan di Desa Sindangjaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Kedua korban diketahui bernama Anton (23) dan Udan (20). Keduanya bekerja sebagai buruh kuli bangunan di Jakarta dan baru beberapa waktu lalu pulang merantau ke kampung halamannya. Keduanya juga diketahui masih berstatus lajang.

Baca Juga: Kapolres Pangandaran Bagi Takjil, Khusus untuk Pengendara yang Tertib Berlalu Lintas

“Itu anak baru pulang dari Jakarta. Keduanya buruh kuli bangunan,” ujar seorang warga bernama Ipah, Sabtu (7/3/2026).

Menurut keterangan warga, tidak ada yang mengetahui aktivitas keduanya saat merakit petasan berukuran besar di rumah mereka. Namun pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 13.30 WIB, petasan tersebut tiba-tiba meledak.

Ledakan keras itu tidak hanya merusak atap rumah, tetapi juga menyebabkan kedua korban mengalami luka serius. Bahkan sebagian jari tangan korban dilaporkan putus akibat kuatnya ledakan.

Peristiwa tersebut langsung menggegerkan warga sekitar. Ipah menyebutkan, suara ledakan terdengar hingga tiga kali dengan jeda beberapa detik.

Warga yang mendengar dentuman tersebut segera mendatangi lokasi kejadian. Saat tiba di tempat, mereka melihat kedua korban tergeletak dengan kondisi berlumuran darah.

Warga kemudian membawa Anton dan Udan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolsek Padaherang AKP Abdurahman membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pihak kepolisian menerima laporan dari warga dan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan.

Petugas juga berkoordinasi dengan tim Pamapta Polres Pangandaran untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Iya benar, kedua pemuda tersebut sedang membuat petasan. Kemungkinan karena kurangnya prosedur keamanan sehingga terjadi ledakan yang menyebabkan mereka mengalami luka cukup serius,” ujar AKP Abdurahman.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuat, meracik, maupun menyalakan petasan, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

Menurutnya, aktivitas tersebut sangat berbahaya dan berpotensi mengancam keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

(Sajidin)

Kapolres Pangandaran Bagi Takjil, Khusus untuk Pengendara yang Tertib Berlalu Lintas

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Suasana pembagian ratusan takjil kepada para pengguna jalan yang melintas di depan Markas Komando (Mako) Polres Pangandaran.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari membagikan ratusan paket takjil kepada para pengguna jalan yang melintas di depan Markas Komando (Mako) Polres Pangandaran, Sabtu (7/3/2026).

Dalam kegiatan sosial tersebut, Kapolres didampingi pejabat utama Polres Pangandaran, Bhayangkari Cabang Pangandaran, serta sejumlah elemen masyarakat.

Baca Juga: Polres Pangandaran Gelar Run Race Ramadan, Ajak Anak Muda Hindari Balap Liar

Aksi berbagi takjil ini tidak hanya sekadar kegiatan sosial selama Ramadan. Polres Pangandaran juga menyisipkan pesan edukasi mengenai pentingnya keselamatan berkendara kepada masyarakat.

Kapolres secara langsung memberikan apresiasi kepada pengendara sepeda motor yang menunjukkan kedisiplinan dengan mengenakan helm saat melintas di lokasi kegiatan. Para pengendara yang tertib langsung mendapatkan paket takjil gratis dari petugas.

“Ini bentuk apresiasi kami kepada masyarakat yang sudah sadar akan keselamatan diri. Menggunakan helm bukan sekadar mematuhi aturan, tetapi juga untuk melindungi nyawa,” ujar AKBP Ikrar Potawari di sela kegiatan.

Sebaliknya, petugas memberikan teguran secara persuasif kepada pengendara yang tidak mengenakan helm. Pengendara yang melanggar aturan tersebut tidak menerima takjil dan langsung mendapatkan edukasi tentang pentingnya perlengkapan keselamatan saat berkendara.

Langkah tersebut untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih mengutamakan keselamatan di jalan raya, terutama pada waktu menjelang berbuka puasa ketika aktivitas lalu lintas cenderung meningkat.

Kegiatan ini juga mendapat respons positif dari masyarakat. Salah seorang pengendara yang menerima takjil mengaku sempat terkejut melihat banyak polisi di sekitar lokasi.

“Tadi sempat kaget ada polisi ramai-ramai, ternyata bagi takjil. Alhamdulillah senang juga karena merasa dihargai sudah memakai helm lengkap,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Polres Pangandaran berharap kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berkendara semakin meningkat sehingga dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas. Selain itu, pendekatan humanis seperti ini harapannya dapat mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

(Sajidin)

Polres Pangandaran Gelar Run Race Ramadan, Ajak Anak Muda Hindari Balap Liar

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto: Suasana Run Race Ramadan di Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Polres Pangandaran melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) menggelar kegiatan Run Race Ramadan sebagai wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan energi dan semangat kompetisi melalui olahraga.

Ajang lomba lari sprint yang berlangsung pada malam hari menjelang waktu sahur ini diikuti 120 peserta, terdiri dari 100 peserta laki-laki dan 20 peserta perempuan.

Baca Juga: Ledakan Petasan Lukai Dua Pemuda di Pangandaran, Atap Rumah Ikut Hancur

Suasana perlombaan berlangsung meriah. Antusiasme peserta maupun masyarakat yang menyaksikan secara langsung turut menambah semarak kegiatan tersebut.

Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu langkah kreatif kepolisian untuk menghadirkan aktivitas positif bagi kalangan anak muda.

Menurutnya, kegiatan olahraga seperti ini dapat menjadi alternatif untuk mengurangi potensi aktivitas negatif. Seperti aktifitas balap liar maupun tawuran di wilayah Pangandaran.

“Melalui kegiatan Run Race Ramadan ini kami mengajak generasi muda menyalurkan energi. Kemudian menjunjung semangat kompetisi mereka melalui olahraga yang sehat dan positif,” ujar Ikrar, Sabtu (7/3/2026).

Selain sebagai ajang olahraga, kegiatan tersebut juga bertujuan mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

Polres Pangandaran berharap kegiatan serupa dapat membantu menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Tujuannya agar tetap aman, nyaman, dan kondusif, baik bagi warga maupun wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran.

(Sajidin)

Konsolidasi MBG Bandung Raya, Sisa Makanan Diminta Dikelola Jadi Pupuk dan Maggot

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya Bersama Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Usai Menghadiri Konsolidasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk wilayah Bandung Raya Sabtu (7/3/2026) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar konsolidasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk wilayah Bandung Raya yang mencakup Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang.

Pertemuan tersebut membahas berbagai aspek pelaksanaan program. Mulai dari peningkatan kualitas layanan bagi penerima manfaat hingga pengelolaan limbah makanan agar tidak menimbulkan persoalan lingkungan.

Baca Juga: Isu Kenaikan Iuran JKN Beredar, BPJS Kesehatan Beri Klarifikasi Resmi

Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya, menjelaskan konsolidasi ini bertujuan menyamakan pemahaman seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG.

“Melalui konsolidasi ini kami ingin mengingatkan kembali tujuan utama program MBG. Yaitu meningkatkan asupan gizi bagi kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta peserta didik,” ujar Sony, Sabtu (7/3/2026).

Ia menegaskan, keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak boleh menimbulkan dampak lingkungan akibat sisa makanan yang tidak terkelola dengan baik.

“Jangan sampai keberadaan SPPG di Kota Bandung justru menimbulkan penumpukan sampah dan bau akibat makanan yang tidak habis konsumsi,” katanya.

Sony menambahkan, sisa makanan sebenarnya dapat dimanfaatkan melalui berbagai metode pengolahan, seperti budidaya maggot atau diolah menjadi pupuk organik cair.

Potensi Ekonomi dari Limbah Dapur MBG

Selain itu, limbah minyak jelantah dari dapur MBG juga memiliki potensi ekonomi jika dikelola dengan baik.

“Satu SPPG saja bisa menghasilkan sekitar 500 liter minyak jelantah setiap bulan. Jika membuangnya ke saluran air tentu akan menimbulkan masalah. Padahal minyak tersebut dapat dikumpulkan dan dijual sehingga memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan Pemerintah Kota Bandung tengah mengembangkan konsep ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah mulai dari tingkat kewilayahan.

Menurutnya, dapat mengolah sampah organik menjadi pupuk cair maupun kompos yang kemudian memanfaatkannya untuk kegiatan urban farming.

“Hasilnya bisa sebagai media tanam untuk urban farming. Kemudian memanfaatkan hasil panennya sebagai dapur sehat atau program penanganan stunting,” kata Farhan.

Ia menilai program MBG justru dapat menjadi peluang untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah organik di masyarakat.

“Kami tidak melihatnya sebagai beban. Tetatapi sebagai peluang untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk cair, pupuk organik, hingga kompos yang bermanfaat,” ujarnya.

(Yusuf Mugni)

Karang Taruna Aria Jaya Santuni 45 Lansia Kurang Mampu di Kelurahan Benteng Ciamis

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Ketua Kartun Aria Jaya Asep Bubung dan Lurah Benteng Iwan S saat memberikan bantuan kepada kaum jompo

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Karang Taruna Aria Jaya Kelurahan Benteng, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan santunan kepada puluhan warga lanjut usia (lansia) yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Para pengurus Karang Taruna bersama Lurah Benteng turun langsung mengunjungi rumah-rumah penerima bantuan. Cara ini dipilih untuk mempererat silaturahmi sekaligus melihat secara langsung kondisi kehidupan para lansia yang membutuhkan bantuan.

Baca Juga: Kobra Jawa Muncul di Atap Rumah Warga Ciamis, Damkar Banjarsari Gerak Cepat Evakuasi

Menjelang waktu berbuka puasa, para relawan Karang Taruna menyusuri gang-gang sempit di wilayah Kelurahan Benteng. Gerimis yang turun tidak menyurutkan langkah mereka untuk mendatangi satu per satu rumah penerima santunan.

Dengan sikap sederhana dan penuh kepedulian, para anggota Karang Taruna menyerahkan bantuan secara langsung kepada warga yang membutuhkan.

Ketua Karang Taruna Aria Jaya Kelurahan Benteng, Asep Bubung atau yang akrab disapa Ape, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial terhadap warga lansia yang kurang mampu.

“Alhamdulillah sore ini kami bisa menyalurkan bantuan kepada para lansia yang kondisi ekonominya cukup memprihatinkan,” ujar Asep, Sabtu (7/3/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan sosial tersebut terlaksana berkat kolaborasi Karang Taruna Aria Jaya dengan pihak Kelurahan Benteng. Tentunya beserta dukungan dari Aghnia yang turut membantu penyediaan paket bantuan.

“Total ada 45 warga kurang mampu yang menerima bantuan dalam kegiatan ini,” jelasnya.

Asep berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan kebutuhan hidup para penerima, khususnya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Haji Jojo dari Gaspoll yang telah membantu kegiatan ini,. Serta kepada Pak Lurah Benteng atas dukungan dan kerja samanya dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat,” pungkasnya.

(Husen Maharaja)

Isu Kenaikan Iuran JKN Beredar, BPJS Kesehatan Beri Klarifikasi Resmi

0
Ket foto : Kantor BPJS Kesehatan RI (ist)
Ket foto : Kantor BPJS Kesehatan RI (ist)

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memberikan klarifikasi terkait isu kenaikan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang belakangan ramai beredar di masyarakat.

Informasi tersebut sempat memicu kekhawatiran jutaan peserta JKN karena dikhawatirkan harus membayar iuran lebih tinggi di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Baca Juga: Peringati Malam Nuzulul Qur’an 1447 H, Pemkot Tasikmalaya Salurkan Bantuan

Kepala Hubungan Masyarakat BPJS Kesehatan RI, Rizzky Anugrah, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada rencana penyesuaian tarif iuran JKN.

“Kami perlu meluruskan informasi yang beredar. Sampai saat ini belum ada perubahan besaran iuran peserta JKN,” ujar Rizzky dalam keterangan resmi yang diterima FOKUSJabar.id, Sabtu (7/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa besaran iuran JKN masih mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024 tentang Jaminan Kesehatan.

Rizzky juga mengimbau masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang beredar tanpa memastikan kebenarannya melalui kanal resmi BPJS Kesehatan.

Saat ini, besaran iuran peserta JKN untuk segmen Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri masih tetap, yaitu:

  • Kelas I: Rp150.000 per bulan
  • Kelas II: Rp100.000 per bulan
  • Kelas III: Rp42.000 per bulan

Untuk peserta kelas III, pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp7.000 per bulan, sehingga peserta hanya membayar Rp35.000 per bulan.

JKN Merupakan Bentuk Asuransi Sosial

Rizzky menjelaskan bahwa program JKN merupakan bentuk asuransi sosial yang menerapkan prinsip gotong royong. Dana pelayanan kesehatan berasal dari iuran peserta yang saling membantu satu sama lain.

“Peserta yang sehat membantu membiayai peserta yang sedang sakit. Keberlanjutan program ini bergantung pada keseimbangan antara iuran yang masuk dan biaya pelayanan kesehatan yang dibayarkan,” jelasnya.

Ia mencontohkan, biaya operasi pemasangan satu ring jantung bagi pasien JKN bisa mencapai Rp150 juta.

Menurutnya, jika seseorang hanya menabung sebesar Rp35 ribu per bulan seperti iuran peserta kelas III, maka membutuhkan waktu ratusan tahun untuk mengumpulkan dana sebesar itu.

“Dengan iuran Rp35 ribu per bulan, seseorang membutuhkan sekitar 357 tahun untuk mencapai nominal Rp150 juta. Namun melalui Program JKN, biaya operasi tersebut dapat ditanggung dari iuran ribuan peserta lain yang sehat,” paparnya.

Selain membiayai pengobatan peserta yang sakit, dana JKN juga untuk berbagai program promotif dan preventif guna menjaga kesehatan peserta.

BPJS Kesehatan pun mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keberlanjutan program tersebut, salah satunya dengan disiplin membayar iuran serta menyebarkan informasi yang benar terkait Program JKN.

“Kami juga menyediakan berbagai konten edukasi melalui media sosial resmi BPJS Kesehatan. Bahkan sekarang kami hadir melalui live TikTok agar masyarakat bisa berinteraksi langsung dengan Duta BPJS Kesehatan,” kata Rizzky.

Ia berharap seluruh peserta JKN dapat terus berkontribusi menjaga keberlangsungan program ini agar manfaatnya tetap terasa oleh masyarakat di masa mendatang.

(Seda)

Profil Sheila Dara Aisha, Perjalanan Karier dan Kisah Cintanya dengan Vidi Aldiano

0
Profil Sheila Dara Aisha, Perjalanan Karier dan Kisah Cintanya dengan Vidi Aldiano (Istimewa)
Profil Sheila Dara Aisha, Perjalanan Karier dan Kisah Cintanya dengan Vidi Aldiano (Istimewa)

NASIONAL,FOKUSJabar.id: Nama Sheila Dara Aisha telah lama dikenal di industri hiburan Indonesia. Aktris sekaligus penyanyi ini aktif di dunia seni peran dan musik, serta kerap menjadi sorotan publik karena hubungannya dengan penyanyi Vidi Aldiano.

Perhatian terhadap sosok Sheila kembali meningkat setelah kabar duka meninggalnya Vidi Aldiano pada Sabtu, 7 Maret 2026. Musisi bernama lengkap Oxavia Aldiano itu tutup usia pada umur 35 tahun setelah menjalani perjuangan panjang melawan kanker ginjal yang ia derita sejak 2019.

Baca Juga: Kisah Perjalanan Vidi Aldiano, Dari Penyanyi Muda hingga Ikon Pop Indonesia

Vidi mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 16.33 WIB. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga serta orang-orang terdekat, termasuk Sheila yang selama ini mendampingi perjalanan hidup sang musisi.

Sheila memiliki nama lengkap Sheila Dara Aisha Tanjung. Ia lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 24 September 1992 dari pasangan Rasjwardi Tanjung dan Linda Melinda. Ia merupakan anak pertama dari dua bersaudara dan berasal dari keluarga dengan latar belakang budaya Minangkabau dan Sunda.

Sejak usia muda, Sheila telah menunjukkan ketertarikan terhadap dunia seni. Dukungan keluarga membuatnya mulai mengenal dunia hiburan sejak kecil.

Langkah awal kariernya dimulai pada awal 2000-an saat ia terpilih sebagai duta McKids McDonald’s Indonesia. Pada masa yang sama, ia juga bergabung dalam grup musik anak Trio Arvaby, yang menjadi salah satu pengalaman awalnya tampil di industri hiburan.

Terjun ke Dunia Akting

Setelah itu, Sheila memperluas kiprahnya di dunia akting. Ia sempat tampil dalam sinetron populer “Bidadari” pada 2001 sebelum kemudian membintangi berbagai sinetron, FTV, dan program hiburan lainnya.

Di luar kesibukan di dunia hiburan, Sheila tetap menaruh perhatian pada pendidikan. Ia melanjutkan studi di Universitas Indonesia dengan mengambil jurusan Ilmu Komunikasi setelah lulus dari SMA Negeri 8 Jakarta.

Selain berakting, Sheila juga sempat merilis karya musik, salah satunya single berjudul “Cinta Terlarang”. Ia juga terlibat dalam dunia bisnis kreatif dengan mengelola perusahaan produksi media bernama Shefai Dream Production.

Kisah hubungan Sheila dengan Vidi Aldiano berlangsung cukup panjang. Keduanya pernah menjalin hubungan pada masa muda, sempat berpisah, lalu kembali dekat beberapa tahun kemudian.

Setelah memutuskan kembali bersama, pasangan ini mengumumkan pertunangan pada 1 Desember 2021. Mereka kemudian melangsungkan pernikahan pada 15 Januari 2022.

Dalam kehidupan rumah tangga, Sheila dan Vidi dikenal sebagai pasangan yang cenderung menjaga privasi. Meski begitu, keduanya sering menunjukkan dukungan satu sama lain dalam perjalanan karier masing-masing.

(Jingga Sonjaya)