spot_imgspot_img
Jumat 2 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 34

Panpel PSGC Ciamis Siapkan Akses Masuk Stadion Galuh

0
Panpel PSGC fokusjabar.id
Ketua Panpel, Asep Dedi saat ditemui di Stadion Galuh Ciamis, Kamis (24/09/2026) (fokusjabar.id/Mia)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Jelang menjamu Semen Padang, Panitia Pelaksana (Panpel) PSGC menyiapkan tambahan akses masuk di Stadion Galuh Ciamis pada lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027.

Salah satu persiapan yang di lakukan yakni dengan menambah akses masuk melalui pembuatan pintu baru di area Stadion Galuh.

BACA JUGA:

Makan Konate Kembali Merumput di Kasta Tertinggi Indonesia

Penambahan tersebut di lakukan untuk memperlancar arus masuk penonton sekaligus mengantisipasi penumpukan pada hari pertandingan.

Ketua Panpel PSGC Ciamis, Asep Dedi mengatakan, pihaknya menyiapkan dua pintu masuk untuk penonton. Namun, penggunaan pintu tersebut akan menyesuaikan dengan kesiapan pintu baru yang saat ini masih dalam proses pengerjaan.

“Kalau pintu yang sedang di buat itu jadi, kita akan buka tiga pintu. Kalau belum jadi, ya seperti yang biasa dua pintu masuk utara,” ujar Asep saat di temui di Stadion Galuh Ciamis, Kamis (24/9/2026).

Menurut Asep, penambahan pintu tersebut menjadi salah satu upaya Panpel untuk membuat akses penonton lebih lancar. Terlebih, pertandingan kandang PSGC di perkirakan akan di hadiri banyak pendukung.

Selain penambahan akses fisik, Panpel juga menyiapkan sistem tiket online dan offline. Tiket online dapat di beli melalui platform Yesplis. Sedangkan tiket offline di sediakan melalui loket Stadion Galuh.

Asep mengatakan, pada hari pertandingan pihaknya tidak akan membuka titik penjualan tiket di area depan stadion. Area tersebut akan di upayakan tetap steril untuk mengatur arus kedatangan penonton.

“Kalau di hari H, kita tidak akan membuat spot-spot tiket. Karena di depan ini mau kita coba sterilkan,” katanya.

Untuk tiket online, Panpel menyiapkan sejumlah titik penukaran sebelum pertandingan. Penonton yang telah membeli tiket secara online maupun offline tetap akan mendapatkan tiket gelang sebagai tanda akses masuk.

“Yang online maupun yang offline kita tetap pakai tiket-tiket gelang untuk meminimalisir orang yang masuk. Itu benar-benar yang sudah punya tiket,” jelasnya.

Stadion Galuh sendiri memiliki kapasitas tempat duduk sekitar 12.150 penonton. Dengan kapasitas tersebut, pengaturan akses menjadi salah satu perhatian Panpel agar penonton dapat masuk secara tertib.

BACA JUGA:

UNS Solo Rebut 2 Gelar Individu Campus League 2026 – Badminton The Nationals

Asep mengimbau suporter PSGC untuk membeli tiket lebih awal dan tidak menunggu hingga hari pertandingan.

“Saya mengimbau kepada seluruh suporter PSGC, membeli tiket kalau bisa setelah di buka. Supaya di saat hari H tidak tertumpuk pembelian tiket,” pungkasnya.

(Mia)

5 Kuliner dan Oleh-oleh Khas Bandung yang Wajib Diburu

0
Kuliner Bandung fokusjabar.id
Cimol Bojot AA, Jajanan Kekinian yang Bisa Jadi Oleh-Oleh (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Liburan ke Bandung Jawa Barat (Jabar) tak lengkap tanpa berburu kuliner dan oleh-oleh khas Kota Kembang. Bagi wisatawan dari Jabodetabek yang hanya punya waktu singkat ada sejumlah kuliner yang bisa masuk daftar buruan.

Mulai dari jajanan kekinian yang bisa di bawa pulang, batagor legendaris hingga pusat oleh-oleh dengan beragam pilihan makanan. Semuanya bisa menjadi bagian dari agenda wisata kuliner Bandung.

BACA JUGA:

The Alur Villa Pangandaran Gelar Tantangan Kuliner Ketoprak Barbar, Porsinya Hampir Setengah Kilo dan Pedas Ekstrem

Berikut lima kuliner dan oleh-oleh Bandung yang bisa menjadi pilihan saat berkunjung ke Kota Kembang.

Cimol Bojot AA

Cimol Bojot AA menjadi salah satu pilihan bagi wisatawan yang ingin mencicipi jajanan khas Bandung sekaligus membawa pulang oleh-oleh.

Salah satu tempat yang bisa di kunjungi adalah Cimol Bojot AA Signature di Jalan Braga No111, Bandung.

Selain tersedia dalam bentuk siap santap, Cimol Bojot AA juga menawarkan produk frozen food yang praktis di bawa pulang.

Varian isi ayam dan mozzarella menjadi pilihan yang tersedia. Sesampainya di rumah, cimol frozen tersebut cukup di goreng sebelum di santap.

Pilihan bumbunya pun beragam, Mulai dari balado, ayam bawang, asin pedas, barbeque hingga jagung bakar.

Bagi wisatawan yang mencari oleh-oleh Bandung dengan konsep berbeda, cimol frozen bisa menjadi salah satu pilihan.

Batagor Kingsley

Berbicara tentang kuliner Bandung, batagor menjadi salah satu makanan yang sulit di lewatkan.

Salah satunya Batagor Kingsley yang sudah di kenal sebagai salah satu kuliner yang banyak di buru wisatawan.

Batagor di sajikan dengan tekstur luar yang renyah dan isian ikan tenggiri.

Hidangan tersebut kemudian di lengkapi saus kacang yang gurih dan kaya rasa.

BACA JUGA:

Taman RAA Kusumadiningrat Ciamis Jadi Tempat Healing Favorit, Suasana Sejuk dan Kuliner UMKM Jadi Daya Tarik

Bagi pencinta kuliner khas Bandung, Batagor Kingsley bisa masuk dalam daftar tempat yang di kunjungi saat berada di Kota Kembang.

Batagor Mang Iyan

Selain Batagor Kingsley, wisatawan juga bisa mencoba Batagor Mang Iyan.

Kuliner ini menawarkan batagor dengan bagian luar yang renyah serta tekstur bagian dalam yang kenyal dan lembut.

Batagor Mang Iyan menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin mencicipi jajanan khas Bandung dengan cita rasa yang sederhana dan khas.

Batagor Riri

Batagor Riri juga menjadi salah satu nama yang kerap masuk dalam daftar kuliner Bandung.

Batagor dengan isian ikan tenggiri tersebut di sajikan bersama saus kacang sebagai pelengkap.

Tak hanya di santap langsung, batagor juga dapat menjadi pilihan buah tangan bagi wisatawan sebelum kembali ke kota asal.

Prima Rasa

Perburuan oleh-oleh Bandung bisa di tutup dengan mengunjungi Prima Rasa.

Beragam pilihan oleh-oleh tersedia. Mulai dari brownies, pastry, bolen pisang hingga aneka jajanan lainnya.

Pilihan yang beragam membuat Prima Rasa menjadi salah satu tempat yang dapat di tuju wisatawan untuk membeli buah tangan bagi keluarga maupun kerabat.

Bagi wisatawan yang merencanakan liburan singkat ke Bandung, berburu kuliner bisa menjadi agenda tersendiri selain mengunjungi destinasi wisata.

BACA JUGA:

Gatrik Kembali Menghidupkan Malam Ciamis, Kulineran Sambil Menyusuri Kota

Lima pilihan di atas menawarkan jenis kuliner yang berbeda. Mulai dari jajanan kekinian seperti Cimol Bojot AA hingga batagor yang sudah lama di kenal sebagai salah satu makanan khas Bandung.

Sementara untuk wisatawan yang ingin membawa banyak pilihan buah tangan sekaligus, pusat oleh-oleh seperti Prima Rasa bisa menjadi salah satu tujuan.

(Yusuf Mugni)

Panpel PSGC Siapkan 500 Tiket untuk Suporter Semen Padang

0
Panpel PSGC Tiket fokusjabar.id
Tribun selatan Stadion Galuh Ciamis (fokusjabar.id/Mia)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Panitia Pelaksana (Panpel) PSGC Ciamis menyiapkan kuota khusus bagi suporter Semen Padang yang akan datang ke Stadion Galuh untuk menyaksikan laga Pegadaian Championship 2026/2027.

Ketua Panpel PSGC Ciamis, Asep Dedi mengatakan, sedikitnya 500 tiket di alokasikan bagi suporter tim tamu.

BACA JUGA:

PSGC Ciamis Hajar Sumsel United 2-0, Brace Ezechiel dan Aksi Heroik Raufa Warnai Stadion Galuh

“Untuk away kita ngasih 500,” ujar Asep saat di temui di Stadion Galuh Ciamis, Kamis (24/9/2026).

Alokasi tersebut di siapkan sebagai bagian dari pengaturan penonton pada pertandingan PSGC menghadapi Semen Padang.

Suporter tim tamu nantinya di tempatkan pada area yang telah di tentukan Panpel.

“Suporter away akan kita tempatkan di Selatan, dengan harga tiket Rp35.000,” jelasnya.

Sementara itu, Panpel juga menyiapkan tiket bagi pendukung PSGC dengan sejumlah harga yang telah mendapatkan potongan.

Untuk kategori VIP, harga tiket yang sebelumnya Rp150.000 menjadi Rp125.000. Kemudian tiket tribun Timur dari Rp75.000 menjadi Rp50.000.

Sedangkan tiket tribun Utara dan Selatan mendapat potongan dari Rp35.000 menjadi Rp25.000.

Asep mengajak seluruh pendukung PSGC untuk datang memberikan dukungan kepada tim kebanggaan masyarakat Ciamis.

BACA JUGA:

Babak Pertama PSGC Ciamis vs Sumsel United Panas, Ezechiel Cetak Gol lalu Raufa Gagalkan Penalti

“Ya, kami mengajaklah semuanya. Mari kita dukung PSGC,” tegasnya.

Dengan adanya alokasi tiket bagi suporter tim tamu, Panpel berharap seluruh penonton dapat mengikuti aturan dan pengaturan akses yang telah disiapkan selama pertandingan berlangsung.

(Mia)

Rp72 M Dikebut, SOR Mangunreja Tasikmalaya Rampung Desember

0
SOR Mangunreja Tasikmalaya fokusjabar.id
Rapat kerja Pimpinan dan anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya bersama DPU-TRPP-LH

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kelanjutan pembangunan Sarana Olahraga (SOR) Mangunreja Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar) memasuki tahap krusial.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menyiapkan anggaran sekitar Rp72 milyar melalui APBD Perubahan 2026 yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

BACA JUGA:

Dicky Candra: Mahasiswa Jangan Hanya Kejar Gelar Sarjana

Anggaran tersebut akan di gunakan untuk sejumlah pekerjaan strategis. Mulai dari pembangunan jalan dan jembatan penghubung hingga tribun timur stadion.

Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya meminta pekerjaan tidak sekadar di mulai. Tetapi harus benar-benar tuntas sesuai batas waktu yang di tetapkan.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Gumilar Akhmad Purbawisesa mengatakan, kebutuhan anggaran untuk melanjutkan pembangunan SOR Mangunreja di perkirakan mencapai sekitar Rp72 milyar.

Berdasarkan paparan dalam rapat kerja Komisi III bersama Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan, Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPU-TRPP-LH), Rabu (23/9/2026), sejumlah pekerjaan yang akan di biayai meliputi pembangunan pagar harmonika kawasan sepanjang 1,2 kilometer di akses menuju SOR dengan estimasi Rp3 milyar.

Kemudian, pagar keliling stadion di perkirakan membutuhkan Rp3-4,3 milyar. Pembangunan lapangan sepak bola di alokasikan sekitar Rp1,79 milyar dan pematangan lapangan sekitar Rp544 juta.

Pekerjaan dengan porsi anggaran terbesar adalah pembangunan Tribun Timur yang di perkirakan mencapai Rp35,5 milyar.

Sementara pembangunan jalan dan jembatan penghubung SOR membutuhkan sekitar Rp25,3-26,3 milyar.

“Jadi total anggaran untuk melanjutkan pembangunan SOR yang di laksanakan di anggaran perubahan 2026, Oktober sampai Desember nanti adalah sekitar Rp72 milyar,” ujar Gumilar.

BACA JUGA:

Bank BJB Tasikmalaya Salurkan 300 Paket Bantuan, Ada Perlengkapan Sekolah dan Sembako

Menurutnya, tahapan pengadaan di targetkan berlangsung melalui sistem mini kompetisi pada akhir September. Setelah itu, pekerjaan di rencanakan mulai 1 Oktober 2026 dan harus selesai paling lambat akhir Desember.

Dengan waktu efektif sekitar tiga bulan, Komisi III meminta Pemkab Tasikmalaya memperhitungkan seluruh risiko sejak awal. Termasuk waktu produksi material pabrikasi yang di sebut dapat memerlukan waktu hingga sekitar 1,5 bulan.

“Ketika SPMK turun maka harus gercep. Jangan ada lagi drama, apalagi mengenai bahan pabrikasi yang katanya membutuhkan waktu sampai 1,5 bulan pembuatannya,” tegas Gumilar.

Ia juga mengingatkan pemerintah agar memilih penyedia jasa konstruksi yang memiliki kemampuan teknis dan rekam kerja yang memadai.

“Jangan asal pilih karena kedekatan,” ujarnya.

Kepala DPU-TRPP-LH Kabupaten Tasikmalaya, Deden Ramdhan Nugraha membenarkan bahwa kelanjutan proyek SOR Mangunreja mencakup pembangunan jalan dan jembatan penghubung, tribun timur, pagar keliling stadion, pematangan lahan, lapangan sepak bola serta jogging track.

Deden menjelaskan, angka pada masing-masing item pekerjaan masih dalam proses verifikasi pemerintah provinsi.

“Anggaran masih dalam tahap verifikasi di pemerintah provinsi. Di program masih input RKA. Jika sudah di setujui DPA yang di setujui nanti akan keluar nilainya. Tapi gambaran kebutuhan anggaran SOR sudah di sampaikan ke Komisi III,” jelasnya.

Anggota Komisi III sekaligus Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Aang Budiana menyoroti aspek waktu dan kualitas pekerjaan.

Menurutnya, proyek dengan nilai besar tersebut harus di kendalikan sejak awal agar tidak melewati batas waktu maksimal 120 hari kerja.

Ia berharap, seluruh pekerjaan sudah selesai paling lambat 28 Desember 2026.

Aang juga meminta pemerintah mengantisipasi kondisi cuaca. Khususnya dalam pekerjaan pembangunan jembatan yang berpotensi terdampak hujan pada Oktober hingga Desember.

“Jangan sampai terjadi proyek ‘Mega Sangkuriang’ seperti tahun 2021 pembangunan di Ciawi pernah terjadi, sehingga merugikan semua pihak,” katanya.

Selain mengejar target waktu, ia menekankan agar pembangunan tetap mengutamakan spesifikasi teknis dan standar kualitas. Sosialisasi kepada masyarakat yang terdampak juga di nilai perlu di lakukan sejak awal.

BACA JUGA:

Dari Jalan hingga Penanganan Banjir, 907 Proyek Pemkot Tasikmalaya Diresmikan

Aang berharap, pembangunan tersebut turut membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar. Khususnya dalam pekerjaan yang memungkinkan melibatkan tenaga lokal.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pembangunan SOR Mangunreja di harapkan menjadi salah satu fasilitas olahraga utama sekaligus ikon baru Kabupaten Tasikmalaya yang dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

(Farhan Kamil)

Dicky Candra: Mahasiswa Jangan Hanya Kejar Gelar Sarjana

0
Dicky Candra fokusjabar.id
Ratusan mahasiswa STIA Prihatin Tasikmalaya, sedang fokus mengikuti sesion diskusi bersama Wakil Wali Kota Dicky Candra Negara, dalan kegiatan PKKMB 2026/2027 (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara hadir dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026-2027 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) YPPT Priatim Tasikmalaya.

Acara PKKMB berlangsung di Graha Muliapermana, Kampus STIA YPPT Priatim, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Kawalu, Rabu, (23/9/2026).

BACA JUGA:

Bank BJB Tasikmalaya Salurkan 300 Paket Bantuan, Ada Perlengkapan Sekolah dan Sembako

Para mahasiswa baru menyambut abtusias karena bisa bertemu langsung dengan Dicky Candra Negara untuk mengisi segmen sebagai pemateri utama.

Dicky Candra memberikan pembekalan mengenai pentingnya memahami potensi dan jati diri sebelum mendalami ilmu administrasi.

Ia menjelaskan, sebagai mahasiswa administrasi yang kuliah di Kampus STIA wajib hukumnya untuk mengetahui asal-usul, sejarah, potensi hingga kultur yang ada di daerah Kota Tasikmalaya.

“Sebelum mendalami jurusan administrasi dan pelayanan, sebaiknya kita perlu mengetahui sejarah dan asal-usul Kota Tasikmalaya terlebih dahulu,” ungkap Dicky Candra.

Ia juga menekankan agar mahasiswa memiliki orientasi yang jelas selama menempuh pendidikan di jurusan ilmu administrasi.

Menurut Dia, kuliah di perguruan tinggi bukan sekadar mengejar ijazah dan gelar sarjana. Tetapi harus memiliki tujuan yang lebih besar untuk memberi Kebermanfaatan bagi masyarakat.

“Setiap pembelajaran yang di pelajari dan di kerjakan harus di sesuaikan dengan tujuan awal menjadi mahasiswa. Artinya bukan hanya mengejar titel atau gelar sarjana saja,” ujarnya.

Dicky Candra meminta para mahasiswa untuk memahami dokumen perencanaan pembangunan daerah. Seperti RPJMD dan RPJP Kota Tasikmalaya.

Dengan memahami dokumen tersebut, mahasiswa akan paham tahapan-tahapan perencanaan pembangunan yang sedang dan akan di laksanakan oleh pemerintah.

Pada kesempatan sesi diskusi, suasana PKKMB dalam gedung berlangsung interaktif.

Mahasiswa di berikan kesempatan untuk bertanya, berdiskusi dan menyampaikan pandangan dan pendapatnya langsung kepada Wakil Wali Kota Tasikmalaya.

Ketua STIA YPPT Priatim, Agus Fatah Hidayat menjelaskan, kegiatan PKKMB di laksanakan sesuai pedoman dari Kementerian Pendidikan. Untuk tahun akademik 2026-2027, PKKMB di ikuti sebanyak 151 mahasiswa.

BACA JUGA:

Dicky Candra Soroti Geng Motor di Tasikmalaya, Kepala Daerah Priangan Timur Diminta Bersinergi

Rinciannya terdiri dari Program Studi Administrasi Publik sebanyak 100 orang, Administrasi Bisnis 49 orang dan Program Pascasarjana sebanyak 11 orang.

“Selain di ikuti mahasiswa baru tahun akademik 2026-2027, PKKMB juga di ikuti angkatan sebelumnya yang memang belum mengikuti PKKMB. Pasalnya PPKMB merupakan salah satu syarat penting untuk mengikuti sidang skripsi,” ungkap Agus Fatah.

Ia mengatakan, adanya perubahan nomenklatur program studi sesuai aturan terbaru dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI. Yakni Program Studi Ilmu Administrasi Negara berubah menjadi Ilmu Administrasi Publik, Ilmu Administrasi Niaga menjadi Ilmu Administrasi Bisnis dan Magister Administrasi Negara menjadi Magister Administrasi Publik.

Agus Fatah menyebutkan, keluarnya perubahan tersebut tentu akan berdampak pada gelar akademik menjadi lebih spesifik. Yakni S.AP untuk Sarjana Administrasi Publik, S.AB untuk Sarjana Administrasi Bisnis, dan M.AP untuk Magister Administrasi Publik.

“Dengan keluarnya keputusan dari Kemdiktisaintek RI itu, maka gelarnya semakin spesifik. Sesuai SK Asosiasi Administrasi Publik membentuk administrator yang profesional,” paparnya.

BACA JUGA:

IAI Tasikmalaya Nyatakan Perang terhadap Obat Ilegal, Apotek hingga Rumah Sakit Diperketat

Ia menambahkan, sesuai ketentuan Asosiasi Ilmu Administrasi, lulusan STIA di tuntut menjadi administrator muda yang berkarakter, inovatif, sesuai dengan karakter lokal tetapi berwawasan global, terlebih di era digitalisasi saat ini.

“PKKMB ini pintu awal, untuk membentuk karakter dan pengembangan diri mahasiswa STIA agar menjadi SDM yang unggul dan berdaya saing tinggi untuk menghadapi tantangan perkembangan zaman,” pingkasnya.

(Seda)

Gibran Digugat di MK, Pemohon Minta Prabowo Siapkan 2 Calon Wapres

0
MK Wapres Gibran fokusjabar.id
Wakil Presiden (foto: kompas)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menggelar sidang lanjutan terkait perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024 yang mempersoalkan syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden.

Sidang perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 tersebut berlangsung pada Rabu, 23 September 2026.

BACA JUGA:

Mendikdasmen: 20 Persen Dana BOS untuk Gaji Guru NonASN

Perkara ini di ajukan oleh 12 pemohon yang mempersoalkan keabsahan syarat pendidikan Gibran dalam pencalonannya pada Pilpres 2024.

Salah satu permintaan yang tercantum dalam petitum pemohon berkaitan dengan kemungkinan pengisian jabatan wakil presiden apabila permohonan mereka di kabulkan.

Termasuk permintaan agar Prabowo Subianto mengajukan dua nama calon wakil presiden kepada MPR.

Dalam sidang tersebut, MK meminta keterangan dari KPU sebagai pihak termohon, Bawaslu serta pihak terkait.

Persidangan ini menjadi bagian dari proses pemeriksaan terhadap permohonan yang di ajukan mengenai ketentuan syarat pendidikan calon presiden dan wakil presiden.

Bawaslu menyatakan telah menyiapkan keterangan untuk di sampaikan dalam persidangan.

Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja mengatakan, pihaknya siap memberikan penjelasan kepada MK terkait perkara tersebut.

“InsyaAllah siap. Sudah kami siapkan keterangan,” katanya.

Persoalan utama yang di bawa pemohon berkaitan dengan ketentuan pendidikan bagi calon presiden dan calon wakil presiden.

Pemohon mempersoalkan penerapan aturan yang memungkinkan calon dengan latar pendidikan dari sekolah menengah atas di luar negeri memenuhi persyaratan tertentu. Termasuk persoalan bukti kelulusan yang menjadi bagian dari ketentuan tersebut.

Dalam proses pemeriksaan perkara, MK juga menyoroti perubahan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 19 Tahun 2023 yang mengatur pencalonan peserta Pilpres.

Hakim Konstitusi, Saldi Isra meminta KPU menyerahkan dokumen yang dapat menjelaskan proses pembahasan perubahan aturan tersebut kepada Mahkamah.

“Tolong kami di beri bukti-bukti dan kelengkapan risalah pembahasan revisi PKPU 19/2023. Jadi, tolong di sampaikan ke Mahkamah ketika PKPU persyaratan ini yang kemudian mencantumkan frasa di kecualikan bagi bakal calon presiden atau wakil presiden yang tidak memiliki bukti kelulusan sekolah menengah atas dari sekolah asing di luar negeri,” imbuhnya.

BACA JUGA:

Ombudsman Temukan Fasilitas Mirip Apartemen di Lapas Cibinong

Saldi juga meminta agar KPU memberikan informasi secara lengkap mengenai proses pembahasan sebelum ketentuan tersebut di revisi.

Dokumen yang di minta mencakup pihak-pihak yang mengikuti pembahasan hingga substansi perdebatan yang berlangsung saat perubahan aturan di lakukan.

“Itu kan sebelum di revisi pasti ada pembahasan. Nah, tolong pembahasannya itu di sampaikan apa yang di bahas oleh KPU ketika itu. Lengkap siapa saja yang hadir anggota KPU dan apa perdebatan ketika pembahasan itu di lakukan,” ungkap Saldi.

Selain mempersoalkan ketentuan pendidikan, pemohon juga mencantumkan permintaan mengenai mekanisme pengisian jabatan wakil presiden apabila pencalonan Gibran di nyatakan tidak sah.

Dalam petitumnya, pemohon meminta agar Prabowo mengajukan dua nama calon wakil presiden kepada MPR untuk di pilih sesuai mekanisme yang berlaku.

Permintaan tersebut berkaitan dengan konsekuensi yang di minta pemohon apabila MK mengabulkan permohonan mereka.

Pemohon juga meminta agar proses pengisian jabatan wakil presiden di lakukan melalui mekanisme yang mereka cantumkan dalam petitum. Termasuk keterlibatan MPR dalam memilih dari dua nama yang di ajukan.

Namun, permintaan agar Prabowo mengajukan dua nama calon wakil presiden tersebut merupakan bagian dari petitum atau permohonan yang di ajukan para pemohon.

Hal itu belum merupakan putusan ataupun perintah MK. Sampai Rabu, 23 September 2026, perkara tersebut masih dalam tahap pemeriksaan dan belum menghasilkan putusan akhir.

Sidang lanjutan pada 23 September 2026 menjadi kesempatan bagi KPU dan Bawaslu untuk memberikan keterangan terkait persoalan yang di persoalkan dalam perkara tersebut.

Keterangan para pihak kemudian menjadi bagian dari bahan pemeriksaan Mahkamah sebelum hakim konstitusi mengambil keputusan atas permohonan yang diajukan.

(Jingga Sonjaya/berbagai sumber)

Mendikdasmen: 20 Persen Dana BOS untuk Gaji Guru NonASN

0
Mendikdasmen fokusjabar.id
Mendikdasmen, Abdul Mu’ti (foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menegaskan, pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk mendukung pembayaran guru nonASN yang mengajar di sekolah negeri.

Dalam skema tersebut, sebagian dana BOS dapat di alokasikan untuk membayar gaji guru nonASN dengan batas maksimal 20 persen dari dana yang di terima sekolah.

BACA JUGA:

Ombudsman Temukan Fasilitas Mirip Apartemen di Lapas Cibinong

Kebijakan tersebut menjadi salah satu bagian dari langkah pemerintah dalam memperkuat program pendidikan gratis di sekolah negeri. Termasuk memastikan kebutuhan operasional dan tenaga pendidik tetap mendapatkan dukungan anggaran.

Abdul Mu’ti menjelaskan, penggunaan dana BOS memiliki cakupan yang lebih luas daripada pembayaran guru nonASN.

Anggaran tersebut juga dapat di pakai untuk menjalankan operasional sekolah, melakukan perbaikan ringan terhadap fasilitas serta menunjang kegiatan ekstrakurikuler.

“Dana BOS itu peruntukannya bisa untuk biaya operasional, gaji guru nonASN dan untuk perbaikan ringan serta untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler,” kata Mendikdasmen.

Skema pembiayaan guru di sekolah negeri juga di sesuaikan dengan status kepegawaian masing-masing. Guru yang berstatus PNS memperoleh gaji dari pemerintah pusat. Sedangkan guru PPPK juga akan mendapatkan pembiayaan dari pemerintah pusat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sementara guru nonASN dapat menerima pembayaran melalui dana BOS.

“Terkait gaji di sekolah negeri, itu kalau guru PNS di gaji oleh pusat dan nanti guru P3K juga pada waktunya akan di gaji oleh pusat. Sementara guru nonASN yang mengajar di negeri dapat di bayar dari dana BOS. Persentasenya 20 persen dari dana BOS bisa untuk operasional, gaji guru nonASN di sekolah negeri,” ucapnya.

Penggunaan dana BOS untuk pembayaran guru nonASN juga bukan semata-mata kebijakan yang baru muncul pada Rabu, 23 September 2026.

BACA JUGA:

Bareskrim Sita 47,5 Kg Sabu Asal Malaysia Senilai Rp132 Milyar

Ketentuan tersebut telah tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 8 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan.

Aturan yang berlaku sejak 6 Februari 2026 itu mengatur batas penggunaan untuk pembayaran honor paling banyak 20 persen dari total alokasi Dana BOS Reguler bagi sekolah negeri. Sementara sekolah yang di selenggarakan masyarakat memiliki batas maksimal 40 persen.

Tidak semua guru nonASN secara otomatis dapat menerima pembayaran melalui dana BOS. Terdapat sejumlah persyaratan yang harus di penuhi.

Antara lain berstatus bukan ASB, tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) serta belum menerima tunjangan profesi guru.

Ketentuan tersendiri juga berlaku bagi tenaga kependidikan nonASN yang pembayarannya menggunakan dana tersebut.

BACA JUGA:

BGN Tutup Permanen Operasional 4 SPPG

Di sisi lain, pemerintah tetap memberikan kesempatan kepada guru nonASN untuk mengikuti seleksi menjadi PNS maupun PPPK.

Bagi mereka yang belum berhasil dalam seleksi tersebut, status sebagai guru nonASN tetap dapat di pertahankan dan pembayaran honornya dapat bersumber dari dana BOS.

“Guru nonASN itu nanti di beri kesempatan untuk menjadi PNS atau menjadi PPPK dengan tes. Kalau tidak lulus, maka stutusnya tetap menjadi guru nonASN yang di gaji melalui dana BOS,” katanya.

Pemerintah juga menyiapkan penataan terhadap skema kepegawaian guru PPPK.

Guru PPPK paruh waktu di sekolah negeri di rencanakan beralih menjadi PPPK penuh waktu mulai 2027. Dalam skema tersebut, tunjangan akan di bayarkan oleh pemerintah pusat.

Bersamaan dengan itu, peningkatan kompetensi guru akan di lakukan melalui berbagai program pelatihan yang pembiayaannya di upayakan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pemanfaatan dana BOS untuk gaji guru nonASN dan penataan pembiayaan tenaga pendidik tersebut di tempatkan dalam agenda pemerintah untuk memperkuat layanan pendidikan negeri.

Pemerintah juga menekankan komitmen penyediaan pendidikan gratis bagi murid di sekolah negeri. Mulai dari jenjang pendidikan dasar dan menengah hingga di mulai dari taman kanak-kanak.

(Jingga Sonjaya/beragai sumber)