spot_imgspot_img
Sabtu 21 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 35

Kisah Perjalanan Vidi Aldiano, Dari Penyanyi Muda hingga Ikon Pop Indonesia

0
Kisah Perjalanan Vidi Aldiano, (Surce Cumicumi)
Kisah Perjalanan Vidi Aldiano, (Surce Cumicumi)

NASIONAL,FOKUSJabar.id: Dunia musik Indonesia kembali berduka. Penyanyi sekaligus penulis lagu Vidi Aldiano meninggal dunia, Sabtu, 7 Maret 2026, di usia 35 tahun setelah beberapa tahun berjuang melawan penyakit yang dideritanya.

Keluarga menyampaikan bahwa musisi bernama lengkap Oxavia Aldiano itu mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 16.33 WIB. Ia berpulang dalam suasana tenang dengan keluarga terdekat mendampingi di saat-saat terakhir.

Baca Juga: Industri Musik Berduka, Vidi Aldiano Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun

Kepergian Vidi meninggalkan duka mendalam bagi industri hiburan Tanah Air. Selama lebih dari satu dekade berkarya, ia dikenal sebagai solois pop yang produktif dan memiliki kedekatan kuat dengan para penggemarnya.

Vidi lahir di Jakarta pada 29 Maret 1990 dan tumbuh di lingkungan yang dekat dengan dunia musik. Sejak kecil ia mempelajari piano dan sering mengikuti berbagai perlombaan menyanyi. Pengalaman tersebut kemudian membawanya menekuni dunia musik secara serius.

Namanya mulai dikenal luas pada 2008 saat merilis album debut yang memperkenalkan sosoknya kepada publik sebagai penyanyi pop muda Indonesia. Sejak saat itu, ia terus mengembangkan karier dan memperkuat posisinya di industri musik.

Sepanjang perjalanan kariernya, Vidi merilis sejumlah album studio yang menunjukkan perkembangan musikalitasnya, di antaranya Pelangi di Malam Hari (2008), Lelaki Pilihan (2009), Yang Kedua (2011), Persona (2016), dan Senandika (2022).

Melalui karya-karya tersebut, Vidi melahirkan sejumlah lagu populer yang dikenal luas oleh pecinta musik Indonesia, seperti “Nuansa Bening”, “Status Palsu”, “Cemburu Menguras Hati”, “Terbiasa Sendiri”, dan “Tak Sejalan”.

Karakter Vokal Khas

Karakter vokalnya yang khas serta sentuhan musik pop yberpadu dengan unsur R&B dan jazz memberi warna tersendiri pada karya-karyanya.

Selain aktif di dunia musik, Vidi juga terlibat dalam berbagai aktivitas hiburan lain. Ia pernah menjadi pembawa acara, juri dalam ajang pencarian bakat, hingga mengelola podcast yang membahas beragam topik populer.

Dalam kehidupan pribadinya, Vidi menikah dengan aktris Sheila Dara Aisha pada 2022. Hubungan keduanya kerap mendapat perhatian publik dan terkenal sebagai pasangan yang saling mendukung dalam perjalanan karier masing-masing.

Sejak 2019, Vidi menjalani pengobatan setelah dokter mendiagnosisnya mengidap kanker ginjal. Ia menjalani berbagai perawatan medis, termasuk terapi di luar negeri. Pada 2025, ia memutuskan mengambil jeda dari aktivitas hiburan agar dapat fokus menjalani perawatan.

Kepergian Vidi Aldiano meninggalkan jejak penting dalam perjalanan musik pop Indonesia. Lagu-lagu yang ia ciptakan dan nyanyikan akan terus hidup dan selalu terkenang oleh para pendengarnya.

(Jingga Sonjaya)

Industri Musik Berduka, Vidi Aldiano Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun

0
Vidi Aldiano Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun, (Surce: insertlive)
Vidi Aldiano Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun, (Surce: insertlive)

NASIONAL,FOKUSJabar.id:Dunia musik Indonesia kehilangan salah satu penyanyi berbakatnya. Penyanyi sekaligus penulis lagu Vidi Aldiano meninggal dunia, Sabtu, 7 Maret 2026, di usia 35 tahun.

Musisi bernama lengkap Oxavia Aldiano itu mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 16.33 WIB dalam suasana tenang dengan keluarga berada di sisinya. Pihak keluarga menyampaikan kabar duka tersebut pada Sabtu sore.

Baca Juga: Kena Campak, Selebgram Ruce Nuenda Disorot Warganet saat Aktivitas di Tempat Umum

Kepergian Vidi meninggalkan kesedihan mendalam bagi industri hiburan Tanah Air. Selama lebih dari satu dekade berkarier, ia terkenal sebagai penyanyi pop yang konsisten menghadirkan karya serta memiliki kedekatan dengan para penggemarnya.

Sejak 2019, Vidi menjalani perjuangan panjang melawan kanker ginjal. Dokter pertama kali menemukan penyakit tersebut saat ia menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh setelah mengalami tekanan darah tinggi yang tidak biasa.

Setelah diagnosis tersebut, Vidi menjalani berbagai rangkaian pengobatan untuk mengendalikan penyakitnya. Ia menjalani pemantauan medis secara intensif dan beberapa kali menjalani terapi lanjutan di luar negeri.

Menjalani Perawatan di Malaysia

Penang, Malaysia, menjadi salah satu tempat yang ia datangi untuk menjalani perawatan.

Di tengah perjuangannya melawan penyakit, Vidi tetap berusaha mempertahankan aktivitasnya di dunia hiburan. Ia masih merilis karya musik dan tampil di berbagai kesempatan selama kondisi kesehatannya memungkinkan.

Namun pada 2025, Vidi memutuskan mengambil jeda dari kegiatan hiburan. Ia memilih fokus menjalani pengobatan dan pemulihan kondisi tubuhnya.

Dalam kehidupan pribadi, Vidi menikah dengan aktris Sheila Dara Aisha pada 2022. Hubungan keduanya dikenal hangat dan kerap mendapat perhatian publik karena saling mendukung satu sama lain.

Kabar meninggalnya Vidi segera menyebar luas dan memicu gelombang duka dari berbagai kalangan. Sejumlah musisi, tokoh publik, hingga penggemar menyampaikan ucapan belasungkawa melalui media sosial.

Sepanjang kariernya, Vidi Aldiano melahirkan sejumlah lagu populer yang melekat di telinga pendengar, di antaranya “Nuansa Bening”, “Status Palsu”, dan “Cemburu Menguras Hati”. Karya-karya tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan musik pop Indonesia dan akan terus dikenang oleh para penggemarnya.

(Jingga Sonjaya)

Berburu Takjil di Alun-alun Banjar, Warga Padati Jantung Kota Saat Ramadan

0
Banjar, FOKUSJabar.id
Caption: Alun - alun Kota Banjar (Agus Purwadi/fokusjabar.id)

BANJAR,FOKUSJabar.id: Alun-alun Kota Banjar selalu dipadati warga selama bulan Ramadan 1447 Hijriah. Sejak sore hari hingga menjelang waktu berbuka puasa, kawasan ruang publik ini penuh dengan masyarakat yang menghabiskan waktu ngabuburit sambil berburu takjil.

Lokasinya yang berada di pusat kota membuat alun-alun mudah diakses warga maupun pengguna jalan yang melintas. Kondisi tersebut menjadikan kawasan ini sebagai salah satu titik favorit masyarakat untuk menunggu azan Magrib selama Ramadan.

Beragam pedagang pun memanfaatkan momentum tersebut dengan menjajakan aneka makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Mulai dari camilan ringan hingga makanan berat tersedia di kawasan yang menjadi jantung Kota Banjar itu.

Salah seorang warga, Dadan, mengaku hampir setiap hari datang ke alun-alun untuk mencari menu berbuka puasa.

“Di sini pilihannya banyak. Hampir setiap hari saya datang ke alun-alun untuk membeli takjil buat berbuka,” ujar Dadan, Sabtu (7/3/2026).

Menurutnya, tradisi ngabuburit di kawasan alun-alun sudah menjadi kebiasaan warga. Aktivitas tersebut bahkan semakin terasa semarak saat bulan Ramadan.

“Di luar bulan puasa memang sudah ramai, tapi saat Ramadan jauh lebih ramai lagi. Ngabuburit di alun-alun ini sudah jadi budaya warga,” katanya.

Ramainya pengunjung juga membawa berkah bagi para pedagang. Salah seorang penjual takjil, Wawan, merasakan peningkatan pendapatan sejak memasuki bulan Ramadan.

“Alhamdulillah, selama Ramadan penghasilan meningkat karena pembeli lebih banyak,” ujarnya singkat.

(Agus Purwadi)

UPI Siapkan Isola Fun Run 2026, Targetkan 1.500 Peserta dari Alumni hingga Masyarakat

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Pres conference Isola Fun Run 2026 di Ruang Rektor UPI, Isola, Jalan Setiabudi Kota Bandung

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyiapkan ajang olahraga lari bertajuk Isola Fun Run 2026 sebagai upaya mendorong gaya hidup sehat sekaligus mempererat silaturahmi antara sivitas akademika, alumni, dan masyarakat.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 11 April 2026 dengan melibatkan peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, alumni, hingga masyarakat umum.

Baca Juga: Anton Sukartono Suratto: Kasus TPPO Harus jadi Pelajaran

Rektor UPI, Prof. Didi Sukyadi, menilai olahraga lari menjadi aktivitas yang mudah dilakukan sekaligus terjangkau oleh berbagai kalangan. Melalui kegiatan tersebut, UPI ingin mendorong sivitas akademika untuk lebih aktif bergerak agar terhindar dari berbagai penyakit yang banyak muncul di era modern.

“Lari merupakan olahraga yang sederhana dan murah. Dengan kegiatan seperti ini, sivitas akademika bisa lebih aktif bergerak sekaligus menjaga kesehatan,” ujar Prof. Didi, Sabtu (7/3/2026).

Ia menambahkan, Isola Fun Run 2026 juga menjadi momentum mempererat hubungan antara sivitas akademika UPI, alumni, serta masyarakat sekitar kampus.

Menurutnya, konsep kegiatan mengusung fun run sehingga peserta tidak terlalu terbebani target waktu, meskipun panitia tetap menetapkan cut off time (COT).

“Acara ini menyeimbangkan unsur fun dan run. Peserta bisa berolahraga sambil menikmati kebersamaan sehingga kesehatan fisik dan mental sama-sama terjaga,” katanya.

Selain mendorong gaya hidup sehat, kegiatan ini juga bertujuan menambah dana abadi UPI. Saat ini, dana abadi kampus tersebut masih berada di bawah Rp100 miliar.

Penggalangan Dana

Dana tersebut dimanfaatkan untuk membantu mahasiswa kurang mampu, mendukung kegiatan riset, hingga meningkatkan kesejahteraan dosen.

“Yang kami gunakan dari dana abadi hanya manfaatnya, bukan pokoknya. Karena itu kami terus mencari berbagai cara untuk memperkuat dana lestari UPI, salah satunya melalui kegiatan fun run ini,” jelas Prof. Didi.

Gagasan penyelenggaraan Isola Fun Run 2026 muncul dari Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) bersama Ikatan Alumni FPBS UPI.

Dekan FPBS UPI, Prof. Wawan Gunawan, menyebut kegiatan ini menjadi langkah awal fakultas dalam berkontribusi terhadap pengembangan kampus.

“Kami bersama IKA fakultas ingin mengundang para alumni untuk kembali bersilaturahmi sekaligus mencari cara berkontribusi bagi kampus. Dari situlah muncul ide menggelar fun run,” ujarnya.

Ketua IKA FPBS UPI, Gusmanto, menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat hubungan emosional maupun kelembagaan antara alumni, sivitas akademika, dan masyarakat.

Ia menyebut waktu penyelenggaraan yang berdekatan dengan momentum Lebaran juga memberi nuansa silaturahmi yang lebih kuat.

“Waktunya kami pilih setelah Lebaran sehingga suasana silaturahmi masih terasa. Ini juga menjadi ajang ‘pulang kampus’ bagi para alumni,” katanya.

Panitia merancang rute lari dengan titik start di Kampus UPI, Jalan Setiabudi, Kota Bandung. Peserta kemudian berlari menuju arah utara melewati Jalan Sersan Bajuri dan kawasan Pondok Hijau sebelum kembali dan finis di Gymnasium UPI.

Event organizer kegiatan, Nurlaela, menargetkan sekitar 1.500 peserta mengikuti ajang ini.

Panitia membuka pendaftaran dengan biaya Rp200 ribu bagi sivitas akademika dan alumni UPI, serta Rp250 ribu bagi masyarakat umum.

Setiap peserta akan memperoleh race pack berupa kaus, medali, minuman, serta makanan saat mencapai garis finis.

“Selain itu, kami juga menyiapkan hiburan di sepanjang rute lari serta special performance dan door prize di area finis,” ujar Nurlaela.

(Ageng)

Jelang Mudik Lebaran, Pemkot Banjar dan Polres Renovasi Jembatan Gantung Penghubung Jabar–Jateng

0
Banjar, FOKUSJabar.id
Caption: Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro sedang meninjau jembatan gantung penghubung Jabar - Jateng. (Agus Purwadi/fokusjabar.id)

BANJAR,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Banjar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggandeng Polres Banjar untuk memperbaiki jembatan gantung yang menghubungkan wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah, Sabtu (7/3/2026).

Jembatan yang berada di Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar ini menjadi jalur penting bagi masyarakat. Selain digunakan untuk aktivitas sehari-hari warga, jalur tersebut juga kerap dilalui pemudik, khususnya pengendara sepeda motor saat musim Lebaran.

Baca Juga: Aktivis Posnu Desak Wali Kota Banjar Tindak Tegas Oknum ASN

Kapolres Banjar, AKBP Didi Dewantoro, menjelaskan bahwa perbaikan dilakukan karena kondisi jembatan sudah cukup lama tidak mendapatkan perawatan.

“Kami bersama Pemkot Banjar melakukan renovasi karena jembatan ini hampir dua tahun tidak menjalani pemeliharaan,” ujar Didi.

Ia menegaskan, jembatan gantung tersebut memiliki peran vital karena menghubungkan Desa Waringinsari di Kota Banjar dengan Desa Sindangmulia, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap.

Aktivitas masyarakat yang melintas di jalur tersebut tergolong tinggi. Intensitas perjalanan bahkan meningkat signifikan menjelang musim mudik Lebaran.

“Frekuensi warga yang melintas cukup padat. Menjelang Lebaran biasanya arus warga dari Cilacap menuju Banjar maupun sebaliknya semakin ramai,” jelasnya.

Perbaikan dari TIM Gabungan

Tim gabungan melakukan sejumlah perbaikan, mulai dari mengganti alas jembatan, mengencangkan baut-baut penyangga, hingga melakukan pengecatan ulang.

Didi menambahkan, jembatan tersebut nantinya akan dicat dengan warna merah putih sesuai arahan pimpinan. Langkah itu bertujuan memberikan identitas baru sekaligus menjadikannya ikon bagi masyarakat.

“Ke depan jembatan ini akan tampil sebagai Jembatan Merah Putih yang tidak hanya berfungsi sebagai akses warga, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan masyarakat,” katanya.

Tim menargetkan proses renovasi selesai dalam waktu satu hingga dua pekan. Selama pengerjaan, petugas tetap memprioritaskan keselamatan kerja karena pekerjaan di atas aliran sungai.

“Target maksimal dua minggu, namun kami berupaya menyelesaikannya sekitar satu minggu dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan,” tegas Didi.

Ia berharap kondisi jembatan yang lebih baik dapat mendukung mobilitas masyarakat, terutama saat arus mudik Lebaran yang biasanya meningkatkan intensitas perjalanan warga.

“Dengan jembatan yang lebih aman dan nyaman, masyarakat tidak perlu khawatir saat melintas. Akses Banjar dan Cilacap juga akan semakin lancar,” pungkasnya.

(Agus Purwadi)

Kobra Jawa Muncul di Atap Rumah Warga Ciamis, Damkar Banjarsari Gerak Cepat Evakuasi

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot istimewa : Personel Damkar pos wmk Banjarsari saat mengevakuasi ular kobra

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Seekor ular kobra Jawa (Naja sputatrix) dengan ukuran cukup panjang mengejutkan warga Dusun Tamansari, Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Reptil berbisa itu muncul di atap rumah milik Aat (45), sehingga memicu kekhawatiran penghuni rumah dan warga sekitar.

Situasi tersebut mendorong pemilik rumah segera meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran Pos WMK Banjarsari. Keberadaan kobra di lingkungan permukiman warga dinilai sangat berbahaya karena bisa ular tersebut mematikan jika menyerang manusia.

Baca Juga: Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Disnaker Ciamis Buka Posko Pengaduan THR

Kepala Satpol PP Kabupaten Ciamis Rd. Ega Anggara Alqausar melalui Kasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran, Trisyanto, menjelaskan bahwa petugas menerima laporan dari warga pada malam hari.

“Personel Damkar Pos WMK Banjarsari menerima laporan dari warga yang menemukan ular kobra di atap rumahnya,” ujar Trisyanto, Sabtu (7/3/2026).

Petugas Damkar langsung menuju lokasi dan melakukan penanganan secara hati-hati. Dengan peralatan khusus dan teknik penanganan satwa liar, tim akhirnya berhasil menangkap ular tersebut.

“Petugas berhasil menangkap dan mengevakuasi ular kobra dari atap rumah warga tanpa menimbulkan luka pada satwa maupun petugas,” jelasnya.

Setelah proses evakuasi selesai, petugas membawa ular kobra tersebut ke Mako Pos Damkar WMK Banjarsari. Tim kemudian merencanakan pelepasliaran kembali ke habitat alaminya yang jauh dari kawasan permukiman.

Trisyanto menuturkan, pemilik rumah pertama kali melihat ular tersebut saat hendak menuju dapur. Saat itu ular kobra terlihat berada di atap rumah dengan posisi siap menyerang.

Kejadian ini membuat warga sekitar sempat panik, namun situasi berhasil terkendali setelah petugas Damkar mengamankan reptil berbahaya tersebut.

(Husen Maharaja)

Bupati Garut Dorong Ramffest jadi Agenda Rutin Tahunan

0
Bupati Garut Ramffest fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin usai monitoring Ramadan Fashion Festival (Ramffest) 2026 di Lantai 2 Garut Plaza, Jalan Guntur, Kecamatan Garut Kota.

Menurut Dia, Ramadan bukan hanya momentum ibadah spiritual. Namun juga waktu untuk produktivitas dan berbagi kebahagiaan.

BACA JUGA:

Bupati Garut: Gizi Kunci Menyongsong Indonesia Emas 2045

“Kita manfaatkan untuk melaksanakan ibadah dan berbagi kebahagiaan dengan saudara kita yang belum beruntung serta mengisi kegiatan yang produktif,” kata Bupati Garut.

Syakur menyoroti pemilihan lokasi acara di Garut Plaza. Menurutnya, pusat perbelanjaan ini memiliki nilai sejarah yang tinggi atau “legend” bagi masyarakat Garut.

Namun, ia tidak menampik tantangan besar yang di hadapi akibat persaingan dengan mal-mal modern yang baru muncul.

“Perlu saya sampaikan, Garut Plaza adalah legend dan harus di pertahankan,” katanya.

Bupati mengapresiasi khusus kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut atas inisiatifnya meramaikan kembali Garut Palza melalui berbagai event.

Melihat antusiasme peserta dan kualitas talenta lokal dalam fashion show, Bupati Garut mengaku optimistis dengan masa depan ekonomi kreatif.

“Saya kaget, para model di Garut keren-keren dan cantik-cantik. Semoga anak-anak kita sehat semua, bahagia serta bisa berkiprah memberikan manfaat bagi bangsa dan negara,” kata Bupati Garut.

BACA JUGA:

Kisah Pilu Korban TPPO Kamboja Asal Garut

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Garut berkomitmen untuk memperbanyak rangkaian acara serupa.

Tujuannya untuk menarik massa agar terjadi perputaran ekonomi yang signifikan sekaligus menjadi panggung bagi masyarakat untuk menampilkan keterampilan (kabisa).

“Kolaborasi antara pemerintah dan pengelola tempat seperti yang di lakukan Kang Beni (pihak pengelola/panitia) dapat terus berlanjut secara konsisten setiap tahunnya,” pungkas Syakur.

(Bambang Fouristian)