spot_imgspot_img
Jumat 2 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 36

Bukan Sekadar Fisik, Pasukan PHH Polres Ciamis Diuji Kesabaran Hadapi Provokasi Massa

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot: Pasukan Anti huru hara ( Dalmas) Polres Ciamis saat menggelar latihan di halaman Mapolres Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pasukan Pasukan Anti Huru-Hara (PHH) Dalmas Polres Ciamis Polda Jawa Barat mensimulasikan aksi memukul mundur demonstran anarkis. Latihan ketat ini berlangsung di halaman Mapolres Ciamis, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Sindangrasa, Kabupaten Ciamis.

Petugas menerjunkan tim bersepeda motor lengkap dengan senjata gas air mata untuk melumpuhkan aksi massa. Pasukan berhasil membubarkan kerumunan setelah para pengunjuk rasa bertindak mengganggu ketertiban umum.

Baca Juga: Anak Yatim dan Lansia Dapat Santunan, Primajasa Foundation Siapkan Program Beasiswa di Ciamis

Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar menegaskan bahwa jajarannya menggelar latihan ini untuk mengukur kesiapsiagaan personel di lapangan.

“Latihan pengendalian massa ini sudah rutin kami laksanakan,” katanya, Rabu (23/9/2026).

Gembleng Ketegasan dan Penanganan Humanis Personel

Baca Juga: YKI Ciamis Salurkan Santunan untuk 63 Pasien Kanker, Masing-Masing Terima Rp2,5 Juta

Baca Juga: Perhutani KPH Ciamis Gandeng Kejari, Perkuat Perlindungan Kawasan Hutan dan Mitigasi Risiko Hukum

Eka menjelaskan bahwa latihan ini bertujuan membentuk sikap tegas sekaligus humanis pada setiap anggota kepolisian. Seluruh personel wajib menjalankan prosedur operasional sesuai aturan perundang-undangan.

“Dalam latihan itu diuji berbagai teknik untuk mengendalikan aksi massa,” ucapnya.

Selain mengasah teknik fisik, latihan ini berfokus pada penguatan mental dan psikologis anggota. Petugas melatih kesabaran pasukan agar tidak mudah terpancing oleh provokasi pengunjuk rasa.

“Psikologi kesabaran pasukan juga diuji untuk menghadapi pengunjuk rasa,” jelasnya.

(Husen Maharaja)

Dicky Candra Soroti Geng Motor di Tasikmalaya, Kepala Daerah Priangan Timur Diminta Bersinergi

0
TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id
Keterangan foto: Wali Kota Tasikmalaya Rd Dicky Candra mengajak semua kepala daerah di wilayah Priangan Timur untuk sinergi memerangi gang motor dan pengendalian inflasi.

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kompleksitas permasalahan perkotaan di Priangan Timur membutuhkan kolaborasi erat antarwilayah. Wakil Wali Kota Tasikmalaya Raden Dicky Candra Negara menyerukan pentingnya sinergi antarkepala daerah di wilayah Priangan Timur.

Kota Tasikmalaya kerap menanggung akibat dari limpahan persoalan sosial wilayah tetangga. Masalah tersebut meliputi maraknya aksi geng motor, kelompok Boti, hingga tantangan pengendalian inflasi daerah.

Baca Juga: Pria di Tasikmalaya Jadi Tersangka Pencabulan, Modus Pinjamkan Ponsel Terbongkar

Dicky Candra menegaskan bahwa penanganan masalah krusial ini membutuhkan penyelesaian menyeluruh dari hulu ke hilir.

Penyebab Utama Maraknya Geng Motor dan Gangguan Keamanan

Masalah keamanan dan ketertiban masyarakat selama ini kerap mengganggu kenyamanan Kota Tasikmalaya. Namun, hasil penindakan petugas di lapangan menunjukkan fakta yang mengejutkan.

Sebagian besar pelaku pelanggaran ketertiban berasal dari kabupaten penyangga di sekitar Kota Tasikmalaya.

“Rupanya mereka adalah orang dari daerah tetangga. Sehingga kami mengajak kepala daerahnya untuk bisa bersinergi. Harus ada penyelesaian dulu di hulu, mulai dari keluarga, lingkungan, pendidikan, dan yang lainnya,” ungkap Dicky Candra, Rabu (23/9/2026).

Kota Tasikmalaya bertindak sebagai pusat aktivitas regional Priangan Timur. Kondisi ini membuat Kota Tasikmalaya sering menjadi titik kumpul para pelaku kejahatan jalanan dari daerah lain.

Dicky menekankan pentingnya pendekatan dari lingkungan keluarga, pendidikan, dan daerah asal pelaku untuk mencegah aksi kriminalitas.

Sinergi Pengendalian Inflasi dan Studi Banding ke Yogyakarta

Selain sektor keamanan, Ia menyoroti tantangan ekonomi dan pengendalian inflasi daerah. Setiap daerah tidak bisa mengendalikan inflasi secara mandiri karena rantai pasok pangan saling terikat erat.

Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya memboyong para pimpinan daerah Priangan Timur untuk melakukan kunjungan kerja ke BI Yogyakarta. Delegasi tersebut melibatkan Wakil Wali Kota Tasikmalaya beserta para Sekretaris Daerah dari Ciamis, Banjar, Pangandaran, dan Kabupaten Tasikmalaya.

Rombongan mempelajari strategi menjaga stabilitas harga pangan dan percepatan digitalisasi ekonomi UMKM.

“Sehingga, kemarin BI wilayah Tasikmalaya mengajak saya, Sekda Ciamis, Sekda Banjar, Sekda Pangandaran, dan Sekda Kabupaten Tasikmalaya berkunjung ke BI Yogyakarta. Terkait strategi pengendalian inflasi daerah, stabilitas harga, digitalisasi ekonomi, dan lainnya,” tuturnya.

Peran Strategis Bakorwil IV dalam Mempererat Hubungan Regional

Momentum studi banding ini menjadi titik awal untuk mempererat hubungan antarkepala daerah di Priangan Timur. Ia berharap Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) IV mengambil peran aktif sebagai motor penggerak koordinasi regional.

Peran aktif Bakorwil IV dapat menekan perbedaan kebijakan antardaerah di Priangan Timur. Langkah kolaborasi ini mencakup mitigasi kejahatan jalanan, penegakan ketertiban, hingga stabilitas harga pangan pasar.

(Abdul Latif)

2.860 Pasien Datang ke IGD RSUD Bandung Kiwari, Dirut Imbau Keluhan Ringan ke Puskesmas

0
BANDUNG, FOKUSjabar.id
Direktur Utama RSUD Bandung Kiwari Arief Budiman di RSUD Bandung Kiwari Kota Bandung Rabu (23/9/2026) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Direktur Utama RSUD Bandung Kiwari Arief Budiman meminta masyarakat tidak langsung menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) saat mengalami keluhan ringan. Imbauan ini merespons lonjakan tajam kunjungan pasien ke IGD RSUD Bandung Kiwari dalam beberapa pekan terakhir.

Arief menegaskan bahwa pasien bergejala ringan dan berstatus stabil dapat berobat ke Puskesmas, klinik, atau poli rawat jalan rumah sakit.

Baca Juga: IGD RSUD Bandung Kiwari Diserbu 2.860 Pasien dalam 3 Pekan, 10 Orang per Hari Antre Rawat Inap

“Terutama sebetulnya yang harus dilakukan adalah edukasi terhadap pasien-pasien yang ringan dan stabil,” kata Arief saat memberikan keterangan di RSUD Bandung Kiwari, Rabu (23/9/2026).

Kriteria Pasien yang Membutuhkan Layanan Darurat IGD

Arief menjelaskan bahwa fungsi utama IGD fokus pada penanganan medis yang membutuhkan pertolongan cepat. Kategori darurat ini meliputi pasien sesak napas, nyeri dada, penurunan kesadaran, pendarahan hebat, hingga korban kecelakaan.

“Jadi datanglah ke IGD kalau memang keadaannya darurat, seperti sesak napas, nyeri dada, penurunan kesadaran, pendarahan hebat, atau kecelakaan,” katanya.

Masyarakat yang mengalami masalah kesehatan ringan dapat mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.

“Untuk keluhan yang lebih ringan, ke Puskesmas, ke klinik, atau bisa di kami ada poli rawat jalan,” ucapnya.

Kategori Triase Hijau Bisa Berobat Lebih Cepat di Poli Rawat Jalan

Banyaknya pasien bergejala ringan menjadi salah satu pemicu utama penumpukan di ruang IGD. Tim medis memasukkan kelompok pasien ini ke dalam kategori triase hijau berdasarkan standar pemeriksaan medis.

“Dan cukup banyak juga pasien sebenarnya dalam kondisi ringan dan stabil. Ini kategorinya triase hijau,” ujarnya.

Arief menyarankan pasien triase hijau berpindah ke layanan poli rawat jalan agar mendapatkan penanganan yang lebih cepat.

“Ketika itu triase hijau, maka sesungguhnya bisa dilayani dan lebih cepat di poli rawat jalan,” jelasnya.

Pola Lonjakan Pasien dan Harapan Manajemen Rumah Sakit

Data RSUD Bandung Kiwari periode 1 hingga 21 September 2026 mencatat 2.860 pasien mendatangi IGD. Angka ini setara dengan rata-rata 136 pasien per hari.

Kepadatan pasien di IGD biasanya melonjak selepas jam kerja, mulai pukul 16.00 WIB hingga malam hari. Masyarakat sering mendatangi IGD karena beranggapan akan mendapatkan pelayanan langsung tanpa mengantre.

“Ya itu, karena beranggapan mungkin kalau ke IGD bisa langsung kita tangani dengan cepat,” katanya.

Arief berharap masyarakat mulai memahami alur pelayanan rumah sakit sesuai dengan tingkat kegawatan darurat.

“Saya kira bisa dilayani di Puskesmas dan pelayanan sesuai dengan kebutuhan medis,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Harga Cabai Kerap Naik Turun, Pemkab Majalengka Bagikan 6.000 Pohon untuk Ditanam di Rumah

0
MAJALENGKA, FOKUSJabar.id
Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan DKP3 Majalengka, Rahmat Subagja Saat di wawancara (23/9) (Jilly Ortega / Fokus Jabar).

MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Majalengka merespons fluktuasi harga cabai yang sering bergejolak di pasaran. Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian & Perikanan (DKP3), Pemkab Majalengka mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai.

DKP3 Majalengka mulai membagikan 6.000 pohon cabai melalui program Pencak Perdaya (Penanaman Cabai Pekarangan Berdaya). Pembagian bibit ini menjangkau tiga wilayah, yaitu Majalengka selatan, tengah, dan utara.

Baca Juga: 3 Warga Majalengka Rugi Rp11,2 Juta Modus BPJS Kesehatan

Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan DKP3 Majalengka, Rahmat Subagja, menjelaskan bahwa program ini mengikuti arahan langsung Bupati Majalengka. Pemerintah ingin melibatkan keluarga secara aktif dalam memperkuat ketahanan pangan mandiri.

“Cabai ini sebagai komoditas tanaman yang memiliki nilai fluktuasi yang cukup tinggi. Dinamika naik-turun harganya tinggi,” kata Rahmat, Rabu (23/9/2026).

Lokasi Pilot Project dan Skema Pembagian Bibit

Program yang meluncur pada tahun 2026 ini masih berstatus sebagai pilot project. Pelaksanaan perdana bertempat di Desa Kagok (Kecamatan Banjaran), Kelurahan Tarikolot (Kecamatan Majalengka), dan Desa Loji (Kecamatan Jatiwangi).

DKP3 menyalurkan 20 pohon cabai polybag kepada setiap rumah tangga sasaran. Jenis tanaman yang dibagikan meliputi cabai merah besar dan cabai rawit.

Pemerintah desa berkolaborasi dengan TP-PKK serta Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk memilih penerima bantuan. Petugas memprioritaskan keluarga yang siap merawat tanaman hingga masa panen tiba.

“Program ini memeilih rumah tangga ataupun keluarga yang mana yang bersedia, karena tidak seluruh keluarga itu bersedia memelihara tanaman itu,” ujarnya.

Fasilitas Pupuk Organik dan Pendampingan Penyuluh

Warga penerima bantuan tidak hanya mendapatkan bibit tanaman secara gratis. DKP3 Majalengka juga menyediakan pupuk organik beserta pendampingan rutin dari penyuluh pertanian.

Penyuluh memberikan edukasi lengkap mengenai teknik perawatan, pola pemupukan, hingga langkah penanganan hama. Petugas akan memantau perkembangan tanaman secara berkala sejak masa berbunga hingga panen.

“Tidak cuma memberikan bibit kemudian sudah kumaha dirina wae. Tapi kita juga ingin mengevaluasi seberapa banyak yang bisa panen, yang bisa layak konsumsi, atau bahkan secara ekonomis bisa dijual,” kata Rahmat.

DKP3 menargetkan panen perdana berlangsung mulai Desember 2026 mendatang. Jika evaluasi program ini menunjukkan hasil positif, Pemkab Majalengka siap memperluas Pencak Perdaya ke desa-desa lainnya.

(Jilly Ortega)

IGD RSUD Bandung Kiwari Diserbu 2.860 Pasien dalam 3 Pekan, 10 Orang per Hari Antre Rawat Inap

0
BANDUNG, FOKUSjabar.id
Kunjungan pasien ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bandung Kiwari melonjak dalam tiga pekan terakhir. Tercatat sebanyak sekitar 2.860 pasien datang ke IGD sepanjang 1 hingga 21 September 2026. (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kunjungan pasien ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bandung Kiwari melonjak tajam dalam tiga pekan terakhir. Rumah sakit mencatat sebanyak 2.860 pasien mendatangi IGD sejak 1 hingga 21 September 2026.

Direktur Utama RSUD Bandung Kiwari Arief Budiman membeberkan peningkatan angka kunjungan yang cukup drastis ini. Rata-rata sebanyak 136 pasien masuk ke IGD setiap harinya.

Baca Juga: JNE Wujudkan Mimpi 1.200 Karyawan Tunaikan Ibadah Umrah

“Jadi berdasarkan data tanggal 1 September hingga 21 September, itu kunjungan IGD kami melonjak cukup tajam. Dalam tiga minggu terakhir ini kurang lebih 2.860 pasien totalnya,” kata Arief saat memberikan keterangan di RSUD Bandung Kiwari, Rabu (23/9/2026).

Sebanyak 61 persen dari total pasien tersebut harus melanjutkan perawatan melalui ruang rawat inap. Sementara itu, 31 persen pasien lainnya tidak membutuhkan perawatan rawat inap.

Kapasitas Rawat Inap Tertekan dan Pasien Harus Menunggu

Tingginya angka pasien yang membutuhkan ruang perawatan membuat kapasitas rawat inap tertekan hebat. RSUD Bandung Kiwari mencatat rata-rata 10 pasien per hari harus masuk daftar tunggu sebelum pindah ke kamar perawatan.

“Dan kami rujuk keluar hanya enam pasien dalam 21 hari,” ujarnya.

Arief menyebutkan bahwa penumpukan pasien paling tinggi terjadi pada 12 September 2026. Saat itu, sebanyak 23 pasien harus mengantre untuk mendapatkan kamar rawat inap.

Meskipun ruang perawatan padat, Arief menegaskan bahwa pihak rumah sakit tidak pernah menutup akses pelayanan IGD. Petugas medis tetap memeriksa setiap pasien melalui proses triase guna memilah tingkat kegawatan.

“Dan kami ingin tegaskan bahwa di tengah lonjakan ini kami tidak pernah menutup pintu. Maksudnya, bagi siapa pun pasien yang datang, tetap kami periksa dan dipilah sesuai dengan kegawatan melalui proses triase,” katanya.

Arief menjelaskan bahwa tim medis akan memprioritaskan pasien dengan kondisi mengancam jiwa. Pasien dengan kondisi ringan atau kategori triase hijau dapat mengalihkan perawatan ke poli rawat jalan.

“Ketika itu triase hijau, maka sesungguhnya bisa dilayani dan lebih cepat di poli rawat jalan,” jelasnya.

Langkah Rumah Sakit Mengatasi Kepadatan dan Kelelahan Tenaga Medis

Pihak rumah sakit terus mempercepat pemindahan pasien yang stabil dari IGD ke ruang rawat inap demi mengurangi penumpukan. Petugas juga langsung mempulangkan pasien yang sudah sembuh agar dapat melanjutkan kontrol via poli.

RSUD Bandung Kiwari mengajukan usulan tambahan perawat dan dokter umum untuk memperkuat tim medis. Arief mengakui bahwa lonjakan kunjungan ini membuat para petugas kesehatan mengalami kelelahan fisik.

Manajemen rumah sakit menerapkan sistem rotasi kerja dan memanggil petugas yang sedang libur untuk membackup pelayanan IGD.

“Jadi kita, dokter-dokter yang kan pastinya dengan lonjakan pasien seperti ini, SDM kita berkurang karena terjadi kelelahan. Jadi kita mengupayakan rotasi, mungkin yang libur-libur dipanggil untuk membantu memperkuat IGD tersebut,” ungkapnya.

Imbauan Bagi Masyarakat Terkait Penggunaan Layanan IGD

Arief mengimbau masyarakat agar tidak menjadikan IGD sebagai tempat berobat untuk semua jenis keluhan ringan. Layanan IGD memprioritaskan kondisi darurat seperti sesak napas, nyeri dada, penurunan kesadaran, pendarahan hebat, atau korban kecelakaan.

Masyarakat yang mengalami keluhan ringan dapat memanfaatkan fasilitas puskesmas, klinik, atau poli rawat jalan terdekat.

“Kami juga imbauan untuk masyarakat tadi bahwa hanya datang ke IGD bila darurat. Ketika keluhannya ringan, saya kira bisa dilayani di Puskesmas dan pelayanan sesuai dengan kebutuhan medis,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

JNE Wujudkan Mimpi 1.200 Karyawan Tunaikan Ibadah Umrah

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Presiden Direktur JNE, M. Feriadi Soeprapto berfoto bersama peserta program Umrah kloter pertama

BANDUNG,FOKUSJabar.id: JNE menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas spiritual dan kesejahteraan karyawan. Perusahaan logistik ini memberangkatkan lebih dari 1.200 Ksatria dan Srikandi JNE beserta keluarga untuk beribadah umrah.

Program ini menjadi bentuk apresiasi khusus bagi karyawan yang telah mengabdi lebih dari 12 tahun. JNE membagi 1.200 peserta ini ke dalam 20 kloter keberangkatan. Proses keberangkatan berlangsung secara bertahap mulai 16 September hingga 16 Desember 2026.

Baca Juga: UNS Solo Rebut 2 Gelar Individu Campus League 2026 – Badminton The Nationals

Presiden Direktur JNE, M. Feriadi Soeprapto, melepas langsung pelepasan kloter perdana di Anara Hotel, Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (16/9/2026).

“Program ini adalah wujud nyata pengamalan nilai-nilai luhur yang ditanamkan almarhum pendiri JNE, H. Soeprapto Soeparno. Memberikan kesempatan bagi Ksatria dan Srikandi JNE untuk beribadah ke Tanah Suci adalah tradisi apresiasi atas loyalitas tanpa batas yang mereka berikan kepada perusahaan,” kata Feriadi.

Feriadi berharap seluruh peserta membawa pulang energi positif sekembalinya dari Tanah Suci.

“Kami berharap sekembalinya dari Tanah Suci, para karyawan membawa energi dan semangat baru untuk terus memberikan pelayanan prima. Hal ini sejalan dengan tagline JNE, ‘Connecting Happiness’, di mana kami tidak hanya mengantar kiriman, tetapi juga merajut kebahagiaan bagi keluarga besar JNE dan masyarakat luas. Semoga perjalanan spiritual yang bertepatan dengan usia JNE ke-36 tahun ini memberikan motivasi untuk selalu bersemangat dalam bekerja,” Feriadi memaparkan.

Umrah Sebagai Sarana Pembinaan Karakter Internal

Human Capital Development Division Head JNE, Fikri Al Haq Fachryana, menyebut program ibadah ini sebagai instrumen pembinaan internal. Langkah ini melatih karyawan agar memiliki kedisiplinan dan nilai tanggung jawab tinggi.

“Ksatria dan Srikandi JNE pun diharapkan bisa mengimplementasikan ketaqwaannya di masyarakat, di rumah dan di lingkungan kerja. Bekerja produktif dengan penuh rasa amanah dan menjalankan core value JNE, jujur, disiplin, tanggung jawab dan visioner, sebagai bagian dari perintah Allah,” kata Fikri.

Peserta umrah berasal dari kantor pusat dan berbagai cabang regional di Indonesia. Cabang tersebut meliputi Bogor, Bandung, Tarakan, Semarang, Balikpapan, Bandar Lampung, Pontianak, hingga Yogyakarta.

“Selama di sana, mereka mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan serius dan antusias, dipandu oleh Ustadz Jajang Al-Hajj,” Fikri menambahkan.

Apresiasi Bagi Pemenang JNE Content Competition 2026

JNE juga memberi porsi hadiah umrah kepada pemenang JNE Content Competition 2026. Salah satu penerima hadiah ini adalah Idris Prasetyawan, pemenang kategori Foto Jurnalis asal Makassar.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada JNE. Bisa berkunjung ke Baitullah adalah impian terbesar saya yang akhirnya diijabah Allah SWT melalui perantara JNE. Semoga keberkahan ini turut menular kepada seluruh Ksatria dan Srikandi JNE yang terus berdedikasi bagi negeri,” kata Idris.

Pemenang kategori Writing Jurnalis asal Depok, Utomo Priyambodo, menyuarakan rasa syukur yang sama.

“Kesempatan menunaikan ibadah Umrah dari JNE adalah anugerah luar biasa yang memberikan pengalaman spiritual mendalam. Semoga JNE terus melangkah maju dan membawa inspirasi kebaikan bagi sesama,” Priyambodo menuturkan.

Rasa haru turut menyelimuti Dasef Kurniawan, seorang kurir JNE Jakarta Inbound Departemen. Dasef yang telah bekerja lebih dari 12 tahun ini masuk dalam daftar peserta kloter pertama.

“Saya merasa ini adalah undangan langsung dari Allah SWT yang hadir melalui JNE. Mengabdi lebih dari 12 tahun di perusahaan ini mengajarkan saya arti loyalitas, dan hari ini saya merasakan balasan terindah yang pernah ada. Kepedulian JNE terhadap kesejahteraan spiritual karyawan membuat saya semakin bangga menjadi bagian dari keluarga besar JNE. Saya yakin, dengan kebersamaan yang solid ini, JNE akan terus melaju pesat dan membawa kebahagiaan bagi banyak orang,” Dasef menegaskan.

(Ageng)

Anak Yatim dan Lansia Dapat Santunan, Primajasa Foundation Siapkan Program Beasiswa di Ciamis

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Amir Mahfud saat memberikan bantuan saat peresmian gedung DPC Gerindra Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Anak yatim dan lansia di sekitar kantor DPC Partai Gerindra Kabupaten Ciamis menerima santunan sosial. Pembagian bantuan ini meramaikan acara peresmian gedung sekretariat baru partai tersebut.

Yayasan Garuda yang dipimpin Asep Halim Jamaludin menyalurkan langsung bantuan tersebut kepada warga. Penerima manfaat merupakan penduduk lingkungan Nagrak, Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Ciamis.

Baca Juga: YKI Ciamis Salurkan Santunan untuk 63 Pasien Kanker, Masing-Masing Terima Rp2,5 Juta

Primajasa Foundation Siapkan Program Beasiswa Pendidikan

Rangkaian peresmian gedung baru ini juga melahirkan rencana penyaluran beasiswa dari Primajasa Foundation. Bantuan pendidikan ini menyasar warga kurang mampu di wilayah sekitar.

Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Amir Mahfud menargetkan program beasiswa mulai berjalan pada Oktober 2026. Sebanyak lima orang penerima akan mendapatkan bantuan sekolah pada tahap awal.

“Saya ingin memberikan beasiswa, supaya yang lima orang ini mendapatkan beasiswa dari Primajasa Foundation. Insyaallah diselenggarakan bulan Oktober,” katanya, Rabu (23/9/2026).

Skema Bantuan Khusus Bagi Kelompok Lansia

Amir menjelaskan bahwa Primajasa Foundation tidak hanya berfokus pada sektor pendidikan formal. Pihaknya menyiapkan bentuk bantuan berbeda yang sesuai dengan kebutuhan warga usia lanjut.

“Kebutuhan bantuan bagi lansia berbeda dengan penerima beasiswa. Karena itu, bentuk dukungannya tidak harus berupa bantuan pendidikan,” ucapnya.

Amir menambahkan, kelompok lansia tidak mungkin menempuh pendidikan sekolah lagi. Oleh karena itu, yayasan akan memberikan bantuan sosial khusus melalui acara Primajasa Foundation.

“Program yang akan yayasan jalankan rencananya memiliki sasaran yang lebih luas. Beasiswa kepada penerima yang masih membutuhkan dukungan pendidikan, sementara bantuan sosial untuk kelompok masyarakat lain yang membutuhkan,” jelaskan Amir.

Yayasan Keluarga Siap Bergerak untuk Masyarakat

Primajasa Foundation merupakan lembaga sosial yang pengelolaanya oleh keluarga Amir Mahfud. Putrinya, Tiar Nabilla, memegang amanah sebagai presiden yayasan tersebut.

“Program beasiswa rencananya akan mulai bulan Oktober mendatang menjadi salah satu agenda dari Primajasa Foundation untuk memberikan dukungan kepada masyarakat,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)