spot_imgspot_img
Sabtu 21 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 37

Menu MBG Berkutu di Rajapolah Tasikmalaya, Begini Sikap Fraksi PDI Perjuangan

0
Tasikmalaya@fokusjabar.id
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Nanang Romli, S.Ip. (Dokumen Pribadi)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Nanang Romli menyayangkan adanya menu Makan Gizi Gratis (MBG) berkutu. Yang di sajikan oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Manggungjaya Kecamatan Rajapolah.

“Tentu saya sebagai anggota DPRD yang mewakili daerah pemilihan (Dapil) 2 termasuk Kecamatan Rajapolah. Sangat prihatin dengan adanya menu MBG berkutu,” ungkap Nanang Romli, Sabtu (7/3/2026).

Dapur SPPG yang menyajikan menu MBG berkutu di Rajapolah, lanjutnya, jika perlu operasionalnya di berhentikan dan juga di tangguhkan.

Baca Juga: Menu MBG Berkutu di Rajapolah Tasikmalaya, Ketua DPRD: Tutup Saja Dapurnya

BGN harusnya menangguhkan dapur SPPG yang menyajikan menu MBG yang tidak layak di konsumsi oleh para pelajar. Ini program makanan bergizi bukan sebaliknya apalagi berkutu,” tegasnya.

Program MBG, Nanang Romli menjelaskan, adalah menyangkut anak-anak pelajar sebagai generasi penerus bangsa dan kredibilitas negara dalam menjamin asupan gizi.

“Dengan adanya temuan menu MBG berkutu, semestinya ada evaluasi juga oleh pihak berwenang. Juga vendor atau supplier SPPG untuk lebih teliti,” ucapnya.

Teliti dalam pengelolaan, antara lain, penyimpanan dan pendistribusian makanan dalam memastikan kebersihannya. Selain itu, kata Romli, pengawasan dari Dinas Kesehatan harus lebih ketat terhadap dapur SPPG.

“Hal tersebut, tujuannya tentu untuk menjamin keamanan makanan yang di sajikan untuk siswa-siswi Sekolah. Maka Dinas Kesehatan harus lebih ekstra mengawasi program MBG,” ujarnya.

Orangtua Murid Segera Laporan

Tidak hanya itu, Romli juga menghimbau kepada seluruh orangtua murid maupun Guru dan Kepala Sekolah. Untuk segera melaporkan jika menu MBG yang di terima anak didik tidak layak untuk di konsumsi.

Baca Juga: Sikap Tegas Ketua DPRD Tasikmalaya Tutup Dapur MBG Diapresiasi TPS

“Bagi orangtua atau wali murid, segera lapor ke pihak Sekolah atau yang berwenang jika anak-anak mendapatkan menu MBG. Yang tidak layak di konsumsi apalagi makanan berkutu dan berjamur,” tuturnya.

Kenapa harus segera melaporkan, Nanang Romli menambahkan, hal itu supaya ke depan. Program MGB dengan menelan anggaran triliyunan berjalan dengan baik sesuai dengan aturan yang sudah di tentukan.

“Seharusnya malu, program MBG dengan anggaran triliyunan tetapi masih ada menu yang di sajikan dapur SPPG. Makanannya berkutu atau tidak layak di konsumsi anak-anak Sekolah, ini jelas keterlaluan. Maka jika perlu tutup dapur SPPG-nya,” pungkasnya.

(Nanang Yudi)

Indoboxing Tasikmalaya Berbagi di Bulan Ramadan, Ratusan Anak Yatim dan Lansia Terima Santunan

0
Indoboxing Tasikmalaya Berbagi di Bulan Ramadan, Ratusan Anak Yatim dan Lansia Terima Santunan

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di The Legend Coffee & Resto, Jalan Juanda, Kota Tasikmalaya, Jumat (6/3/2026) sore. Komunitas olahraga bela diri Indoboxing menggelar kegiatan buka puasa bersama sekaligus santunan sosial bagi anak yatim dan lansia.

Kegiatan yang rutin digelar setiap bulan Ramadan ini menjadi bukti bahwa olahraga bela diri tidak hanya membangun kekuatan fisik, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial. Melalui acara tersebut, komunitas Indoboxing menyalurkan bantuan kepada ratusan warga yang membutuhkan.

Ketua Umum Indoboxing, Rana Nuralamsyah, mengatakan jumlah penerima santunan tahun ini melampaui target awal yang telah disiapkan panitia.

“Awalnya kami menyiapkan bantuan untuk sekitar 200 orang. Namun di lapangan jumlahnya bertambah hingga 243 anak yatim dan lansia. Alhamdulillah semuanya bisa terakomodasi,” ujarnya.

Panitia menyalurkan berbagai bentuk bantuan untuk membantu kebutuhan sehari-hari para penerima. Paket santunan tersebut berisi sembako seperti minyak goreng, mi instan, dan makanan kaleng. Selain itu, penerima juga mendapatkan bingkisan berupa kue, makanan ringan, kaus eksklusif, serta bantuan uang tunai.

Menariknya, dana kegiatan sosial tersebut tidak hanya berasal dari donatur besar. Rana menjelaskan sebagian dana berasal dari kontribusi para anggota Indoboxing yang disisihkan dari biaya latihan.

Komitmen Indoboxing Tasikmalaya

Setiap tiga bulan sekali, komunitas ini mengumpulkan dana secara kolektif untuk kemudian menyalurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan di Kota Tasikmalaya. Menurut Rana, langkah tersebut menjadi wujud komitmen Indoboxing dalam memadukan olahraga dengan misi sosial.

Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tasikmalaya, termasuk perwakilan kepolisian, TNI, serta pejabat pemerintah daerah hadir dalam acara tersebut. Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, turut hadir dan memberikan pesan mengenai pentingnya keseimbangan antara kekuatan fisik dan ketenangan batin.

Menurut Diky, seorang petarung sejati tidak hanya mengandalkan kekuatan tubuh, tetapi juga memiliki ketenangan spiritual.

“Basic daripada silat itu sebenarnya salat. Tanpa ketenangan yang datang dari salat, seseorang tidak akan mampu menguasai silat dengan baik. Dari ketenangan itulah kita tahu kapan harus menghindar, mengelak, atau menyerang,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi langkah Indoboxing yang konsisten menghadirkan kegiatan sosial bagi masyarakat. Menurutnya, semangat berbagi seperti ini penting untuk terus terjaga, terutama di bulan suci Ramadan.

“Hidup ini sementara. Mari kita berbagi sebelum semuanya berakhir,” kata Diky.

(Abdul)

Musrenbang Diskominfo, Wali Kota Tasikmalaya Dorong Percepatan Transformasi Layanan Digital

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Musrenbang Sektoral RKPD 2027 Diskominfo, sebagai langkah strategis untuk menghasilkan perencanaan yang akurat dan tepat sasaran (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Tasikmalaya menaruh perhatian besar pada penguatan pelayanan publik berbasis digital. Hal tersebut mengemuka dalam agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sektoral yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tasikmalaya.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, hadir sekaligus membuka kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Diskominfo, Jumat (6/3/2026). Ia menegaskan Musrenbang menjadi forum strategis untuk menentukan arah kebijakan serta prioritas pembangunan sektor komunikasi dan informatika ke depan.

Baca Juga: Bawaslu Tasikmalaya Bersama Bawaslu Jabar Bahas Pentingnya Kehumasan

Menurutnya, tidak bisa menganggap proses perencanaan pembangunan sebagai kegiatan rutin semata. Musrenbang harus melahirkan langkah konkret untuk memperkuat kualitas pelayanan digital di Kota Tasikmalaya.

“Perencanaan bukan perkara sederhana. Ini menjadi bagian penting untuk menghadirkan perubahan. Jika kita gagal merencanakan, berarti kita merencanakan kegagalan,” ujar Viman.

Ia menilai Diskominfo memegang peran vital dalam mendukung visi dan misi pembangunan daerah, khususnya melalui inovasi teknologi informasi dalam pelayanan publik. Pemerintah kota mendorong transformasi digital agar masyarakat dapat mengakses layanan pemerintahan secara lebih cepat, mudah, dan transparan.

Selain meningkatkan kualitas pelayanan, pemanfaatan teknologi informasi juga harapannya mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Karena itu, pemerintah terus mendorong optimalisasi pelayanan publik berbasis digital guna meningkatkan indeks digitalisasi daerah.

Infrastruktur Teknologi

Dengan dukungan infrastruktur teknologi informasi yang memadai serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia, Viman optimistis pelayanan publik dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan akuntabel.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kota Tasikmalaya, Amran Saefullah, menjelaskan bahwa penguatan sistem layanan digital menjadi langkah penting dalam meningkatkan Indeks Pemerintahan Digital (IPD) di lingkungan Pemkot Tasikmalaya.

Ia menyebut Diskominfo terus mengembangkan berbagai inovasi digital untuk menghadirkan layanan publik yang terintegrasi dan mudah diakses oleh masyarakat.

“Melalui pengembangan layanan berbasis elektronik, kami ingin mempercepat proses administrasi, meningkatkan efisiensi pelayanan, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap berbagai layanan pemerintah,” kata Amran.

Pada kesempatan tersebut, Amran juga memperkenalkan aplikasi Tasik Hub kepada Wali Kota Tasikmalaya. Aplikasi yang resmi lounching sejak November 2025 itu mengintegrasikan berbagai kebutuhan layanan masyarakat dalam satu platform digital.

Melalui Tasik Hub, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan seperti informasi harga pangan, pengecekan pajak, pencetakan dokumen kependudukan, hingga informasi berita seputar Kota Tasikmalaya.

Menurut Amran, pengembangan aplikasi tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sekaligus mendukung visi Kota Tasikmalaya sebagai kota pintar atau smart city yang responsif, inovatif, dan kolaboratif.

“Melalui program Tasik Hub, kami ingin memastikan pelayanan publik semakin cepat, transparan, dan mudah terjangkau oleh seluruh masyarakat,” pungkasnya.

(Seda)

Ledakan Petasan Lukai Dua Pemuda di Pangandaran, Atap Rumah Ikut Hancur

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
‎Poto: Suasana di lokasi ledakan petasan di Sindangjaya Pangandaran.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Ledakan petasan melukai dua pemuda di Desa Sindangjaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, Jumat (6/3/2026) siang. Peristiwa tersebut juga merusak sebagian atap rumah tempat pembuatan petasan.

Kedua korban bernama Anton (23) dan Udan (20). Keduanya mengalami luka serius setelah petasan berukuran besar yang mereka rakit meledak sekitar pukul 13.30 WIB.

Baca Juga: Pasar Kalipucang Pangandaran Tergeser Toko Online, Pedagang Pakaian Sepi Pembeli 

Seorang warga bernama Toni mengaku tidak menyaksikan langsung proses pembuatan petasan tersebut. Saat kejadian berlangsung, ia tengah beristirahat di dalam rumah karena kondisi tubuh kurang sehat.

“Saya sedang berbaring, tiba-tiba terdengar tiga kali ledakan keras. Saya langsung kaget dan keluar melihat ke lokasi. Saat itu korban sudah tergeletak tidak berdaya,” ujar Toni.

Menurut Toni, ledakan tersebut menyebabkan luka cukup parah pada tubuh korban. Beberapa jari tangan korban bahkan putus, sementara wajah mereka penuh darah akibat dampak ledakan.

Melihat kondisi tersebut, Toni segera meminta bantuan warga sekitar untuk mengevakuasi kedua korban. Warga kemudian membawa mereka ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.

Kepala Puskesmas Mangunjaya, dr. Putri Pratiwi Hidayat, menyebutkan kondisi korban membutuhkan penanganan lebih lanjut. Tim medis kemudian merujuk keduanya ke rumah sakit di Ciamis.

“Sudah kami rujuk ke Ciamis. Rumahnya juga mengalami kerusakan cukup parah,” kata dr. Putri melalui pesan singkat kepada FOKUSJabar.id.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait insiden ledakan petasan tersebut.

(Sajidin)

Pasar Kalipucang Pangandaran Tergeser Toko Online, Pedagang Pakaian Sepi Pembeli 

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Lapak jualan pakaian di pasar Kalipucang Pangandaran (istimewa)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Deretan pakaian anak-anak hingga baju dewasa tergantung rapi di lapak kecil milik Esih (53) di Pasar Tradisional Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Namun siang itu hanya sedikit pengunjung yang mampir melihat dagangannya.

Perempuan paruh baya tersebut telah menghabiskan hampir dua dekade hidupnya di pasar itu. Sejak sekitar 20 tahun lalu, Esih menggantungkan penghasilan keluarga dengan berjualan berbagai jenis pakaian.

Baca Juga: Polres Pangandaran Bangun Masjid Pesat Gatra

Di lapaknya, ia menawarkan beragam produk mulai dari pakaian anak-anak hingga busana orang dewasa. Untuk memenuhi stok dagangan, Esih rutin membeli barang dari sejumlah grosir, bahkan sesekali pergi ke Cirebon.

“Sudah hampir 20 tahun saya jualan di sini. Barang biasanya saya ambil dari grosir, kadang belanja ke Cirebon. Saya jual macam-macam, dari pakaian anak sampai pakaian orang dewasa,” ujar Esih saat ditemui di Pasar Kalipucang, Jumat (6/3/2026).

Namun suasana pasar yang ia rasakan belakangan ini sangat berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Jumlah pembeli terus menurun, bahkan menjelang Hari Raya Idulfitri yang biasanya menjadi momen paling ramai bagi pedagang pakaian.

Menurut Esih, dahulu lapaknya hampir tak pernah sepi pengunjung saat mendekati Lebaran. Kini kondisi itu berubah drastis.

“Biasanya kalau mau Lebaran seperti ini toko ramai, tapi sekarang sepi sekali,” katanya.

Pola Belanja Masyarakat

Ia menilai perubahan pola belanja masyarakat menjadi salah satu penyebab utama menurunnya pembeli di pasar tradisional. Kehadiran toko online membuat banyak orang lebih memilih berbelanja melalui ponsel.

Esih bahkan sering mendapati pengunjung datang hanya untuk melihat model pakaian di lapaknya, kemudian membeli barang serupa melalui toko online karena harga dianggap lebih murah.

“Sekarang banyak yang beli online. Ada juga yang lihat modelnya di sini, tapi belinya di online karena katanya lebih murah dan banyak diskon,” tuturnya.

Sebenarnya, Esih pernah mencoba mengikuti perkembangan zaman dengan berjualan secara online. Namun ia mengaku kesulitan memahami sistem penjualan digital yang menurutnya cukup rumit.

Selain itu, ia juga harus mengeluarkan biaya tambahan agar produknya bisa menjangkau lebih banyak calon pembeli di platform digital.

“Saya pernah mau coba online, tapi susah. Banyak aturannya, harus bayar iklan juga supaya jangkauannya luas. Saya juga sudah tidak muda lagi, jadi agak susah mengerti,” ujarnya sambil tersenyum tipis.

Meski menghadapi perubahan besar dalam cara masyarakat berbelanja, Esih tetap mempertahankan lapaknya di Pasar Kalipucang. Ia berharap pasar tradisional bisa ditata lebih rapi dan nyaman sehingga kembali menarik minat pengunjung.

Menurutnya, penataan pasar yang baik dapat menjadi salah satu langkah untuk menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di pasar tradisional.

“Harapannya pasar bisa ditata lebih rapi dan dikelola dengan baik. Kalau pasar rapi mungkin pengunjung juga lebih banyak datang,” katanya.

Bagi Esih, lapak kecil di Pasar Kalipucang bukan sekadar tempat berdagang. Tempat itu telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya selama puluhan tahun, tempat ia bertahan di tengah perubahan zaman yang menggeser kebiasaan belanja masyarakat dari pasar menuju layar ponsel.

(Sajidin)

bank bjb syariah Tebar Kebahagiaan Ramadan, Santuni Anak Yatim dan Perkuat Kebersamaan

0
bank bjb syariah Tebar Kebahagiaan Ramadan, Santuni Anak Yatim dan Perkuat Kebersamaan
bank bjb syariah Tebar Kebahagiaan Ramadan, Santuni Anak Yatim dan Perkuat Kebersamaan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Semangat berbagi di bulan suci Ramadan ditunjukkan bank bjb syariah (bjbs) melalui kegiatan santunan bagi anak-anak yatim di sejumlah daerah. Program ini menjadi bagian dari kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang menyasar beberapa yayasan yatim piatu di wilayah jaringan kantor bank bjb syariah.

Penyaluran bantuan langsung oleh jajaran direksi bank bjb syariah dan telah berlangsung sejak awal Ramadan di berbagai daerah.

Baca Juga: Wali Kota Bandung Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Meski Harga Minyak Dunia Naik

Program sosial tersebut tidak hanya bertujuan memberikan bantuan secara materi, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim. Sekaligus mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat.

Melalui momentum Ramadan, bank bjb syariah berupaya meneguhkan nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, serta solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Direktur Utama bank bjb syariah, Arief Setyahadi, mengatakan kegiatan santunan ini menjadi wujud komitmen perusahaan untuk terus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Kami berharap kehadiran kami di tengah mereka tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan rasa kebersamaan. Serta memberi harapan bahwa mereka tidak berjalan sendiri dalam menatap masa depan,” ujar Arief.

Selain kegiatan santunan, bank bjb syariah juga mengisi rangkaian program Ramadan dengan sharing session yang melibatkan jajaran manajemen dan karyawan.

Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog untuk memperkuat nilai-nilai perusahaan sekaligus membangun kebersamaan di lingkungan kerja.

Sharing session berlangsung di seluruh kantor cabang bank bjb syariah sehingga seluruh karyawan dapat mengikuti kegiatan tersebut secara langsung.

Dalam forum itu, manajemen menyampaikan arah strategis perusahaan dan memberikan motivasi kerja. Serta mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme dalam memberikan layanan terbaik kepada nasabah.

Melalui berbagai kegiatan Ramadan tersebut, bank bjb syariah berharap semangat kepedulian dan kebersamaan. Serta sinergi dapat terus tumbuh serta menjadi fondasi untuk mendorong pertumbuhan perusahaan yang berkualitas dan berkelanjutan.

(LIN)

Polres Pangandaran Bangun Masjid Pesat Gatra

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto; Suasana penayangan selayang pandang mengenai proses pembangunan Mako Polres Pangandaran.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Polres Pangandaran memulai pembangunan Masjid Pesat Gatra yang ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama di area Markas Komando (Mako) Polres Pangandaran, Jumat (6/3/2026) siang.

Kapolres Pangandaran menyampaikan pembangunan masjid tersebut menjadi bagian dari komitmen institusi kepolisian dalam meningkatkan fasilitas pelayanan sekaligus menyediakan sarana ibadah yang representatif.

Baca Juga: Masjid Ikonik Al-Istiqomah Pangandaran Ini Berdiri di Atas Wakaf Keluarga Susi Pudjiastuti

Menurutnya, masjid ini tidak hanya diperuntukkan bagi personel kepolisian, tetapi juga terbuka bagi masyarakat yang datang ke lingkungan Polres Pangandaran.

“Pembangunan masjid ini merupakan bentuk dedikasi kami. Kami ingin masyarakat yang datang ke Polres Pangandaran tidak hanya merasa aman, tetapi juga nyaman saat menjalankan ibadah,” ujar Kapolres.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pangandaran serta berbagai pihak yang telah memberikan dukungan terhadap rencana pembangunan masjid tersebut.

Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, turut memberikan apresiasi atas inisiatif pembangunan tempat ibadah di lingkungan kepolisian tersebut. Menurutnya, keberadaan masjid dapat mempererat hubungan antara aparat kepolisian dengan masyarakat.

Bupati Citra berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar sehingga target penyelesaian dalam waktu enam bulan dapat tercapai.

“Dengan hadirnya masjid ini, kedekatan antara kepolisian dan masyarakat akan semakin erat. Kami berharap pembangunan berjalan lancar sehingga dalam enam bulan ke depan masjid ini sudah bisa kita manfaatkan,” tuturnya.

Selain prosesi peletakan batu pertama, kegiatan tersebut juga beriringan dengan penandatanganan prasasti pembangunan oleh Kapolres Pangandaran. Kepala Kementerian Agama setempat, Ketua MUI KH. Harun Al Aziz, serta Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Pangandaran.

Panitia juga menayangkan video selayang pandang mengenai proses pembangunan Mako Polres Pangandaran sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, pihak penyelenggara juga memaparkan rencana anggaran pembangunan masjid sebagai bentuk transparansi kepada publik hingga proses pembangunan Masjid Pesat Gatra selesai dan dapat personel Polres Pangandaran maupun masyarakat gunakan.

(Sajidin)