spot_imgspot_img
Sabtu 21 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 38

Ledakan Petasan Lukai Dua Pemuda di Pangandaran, Atap Rumah Ikut Hancur

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
‎Poto: Suasana di lokasi ledakan petasan di Sindangjaya Pangandaran.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Ledakan petasan melukai dua pemuda di Desa Sindangjaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, Jumat (6/3/2026) siang. Peristiwa tersebut juga merusak sebagian atap rumah tempat pembuatan petasan.

Kedua korban bernama Anton (23) dan Udan (20). Keduanya mengalami luka serius setelah petasan berukuran besar yang mereka rakit meledak sekitar pukul 13.30 WIB.

Baca Juga: Pasar Kalipucang Pangandaran Tergeser Toko Online, Pedagang Pakaian Sepi Pembeli 

Seorang warga bernama Toni mengaku tidak menyaksikan langsung proses pembuatan petasan tersebut. Saat kejadian berlangsung, ia tengah beristirahat di dalam rumah karena kondisi tubuh kurang sehat.

“Saya sedang berbaring, tiba-tiba terdengar tiga kali ledakan keras. Saya langsung kaget dan keluar melihat ke lokasi. Saat itu korban sudah tergeletak tidak berdaya,” ujar Toni.

Menurut Toni, ledakan tersebut menyebabkan luka cukup parah pada tubuh korban. Beberapa jari tangan korban bahkan putus, sementara wajah mereka penuh darah akibat dampak ledakan.

Melihat kondisi tersebut, Toni segera meminta bantuan warga sekitar untuk mengevakuasi kedua korban. Warga kemudian membawa mereka ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.

Kepala Puskesmas Mangunjaya, dr. Putri Pratiwi Hidayat, menyebutkan kondisi korban membutuhkan penanganan lebih lanjut. Tim medis kemudian merujuk keduanya ke rumah sakit di Ciamis.

“Sudah kami rujuk ke Ciamis. Rumahnya juga mengalami kerusakan cukup parah,” kata dr. Putri melalui pesan singkat kepada FOKUSJabar.id.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait insiden ledakan petasan tersebut.

(Sajidin)

Pasar Kalipucang Pangandaran Tergeser Toko Online, Pedagang Pakaian Sepi Pembeli 

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Lapak jualan pakaian di pasar Kalipucang Pangandaran (istimewa)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Deretan pakaian anak-anak hingga baju dewasa tergantung rapi di lapak kecil milik Esih (53) di Pasar Tradisional Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Namun siang itu hanya sedikit pengunjung yang mampir melihat dagangannya.

Perempuan paruh baya tersebut telah menghabiskan hampir dua dekade hidupnya di pasar itu. Sejak sekitar 20 tahun lalu, Esih menggantungkan penghasilan keluarga dengan berjualan berbagai jenis pakaian.

Baca Juga: Polres Pangandaran Bangun Masjid Pesat Gatra

Di lapaknya, ia menawarkan beragam produk mulai dari pakaian anak-anak hingga busana orang dewasa. Untuk memenuhi stok dagangan, Esih rutin membeli barang dari sejumlah grosir, bahkan sesekali pergi ke Cirebon.

“Sudah hampir 20 tahun saya jualan di sini. Barang biasanya saya ambil dari grosir, kadang belanja ke Cirebon. Saya jual macam-macam, dari pakaian anak sampai pakaian orang dewasa,” ujar Esih saat ditemui di Pasar Kalipucang, Jumat (6/3/2026).

Namun suasana pasar yang ia rasakan belakangan ini sangat berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Jumlah pembeli terus menurun, bahkan menjelang Hari Raya Idulfitri yang biasanya menjadi momen paling ramai bagi pedagang pakaian.

Menurut Esih, dahulu lapaknya hampir tak pernah sepi pengunjung saat mendekati Lebaran. Kini kondisi itu berubah drastis.

“Biasanya kalau mau Lebaran seperti ini toko ramai, tapi sekarang sepi sekali,” katanya.

Pola Belanja Masyarakat

Ia menilai perubahan pola belanja masyarakat menjadi salah satu penyebab utama menurunnya pembeli di pasar tradisional. Kehadiran toko online membuat banyak orang lebih memilih berbelanja melalui ponsel.

Esih bahkan sering mendapati pengunjung datang hanya untuk melihat model pakaian di lapaknya, kemudian membeli barang serupa melalui toko online karena harga dianggap lebih murah.

“Sekarang banyak yang beli online. Ada juga yang lihat modelnya di sini, tapi belinya di online karena katanya lebih murah dan banyak diskon,” tuturnya.

Sebenarnya, Esih pernah mencoba mengikuti perkembangan zaman dengan berjualan secara online. Namun ia mengaku kesulitan memahami sistem penjualan digital yang menurutnya cukup rumit.

Selain itu, ia juga harus mengeluarkan biaya tambahan agar produknya bisa menjangkau lebih banyak calon pembeli di platform digital.

“Saya pernah mau coba online, tapi susah. Banyak aturannya, harus bayar iklan juga supaya jangkauannya luas. Saya juga sudah tidak muda lagi, jadi agak susah mengerti,” ujarnya sambil tersenyum tipis.

Meski menghadapi perubahan besar dalam cara masyarakat berbelanja, Esih tetap mempertahankan lapaknya di Pasar Kalipucang. Ia berharap pasar tradisional bisa ditata lebih rapi dan nyaman sehingga kembali menarik minat pengunjung.

Menurutnya, penataan pasar yang baik dapat menjadi salah satu langkah untuk menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di pasar tradisional.

“Harapannya pasar bisa ditata lebih rapi dan dikelola dengan baik. Kalau pasar rapi mungkin pengunjung juga lebih banyak datang,” katanya.

Bagi Esih, lapak kecil di Pasar Kalipucang bukan sekadar tempat berdagang. Tempat itu telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya selama puluhan tahun, tempat ia bertahan di tengah perubahan zaman yang menggeser kebiasaan belanja masyarakat dari pasar menuju layar ponsel.

(Sajidin)

bank bjb syariah Tebar Kebahagiaan Ramadan, Santuni Anak Yatim dan Perkuat Kebersamaan

0
bank bjb syariah Tebar Kebahagiaan Ramadan, Santuni Anak Yatim dan Perkuat Kebersamaan
bank bjb syariah Tebar Kebahagiaan Ramadan, Santuni Anak Yatim dan Perkuat Kebersamaan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Semangat berbagi di bulan suci Ramadan ditunjukkan bank bjb syariah (bjbs) melalui kegiatan santunan bagi anak-anak yatim di sejumlah daerah. Program ini menjadi bagian dari kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang menyasar beberapa yayasan yatim piatu di wilayah jaringan kantor bank bjb syariah.

Penyaluran bantuan langsung oleh jajaran direksi bank bjb syariah dan telah berlangsung sejak awal Ramadan di berbagai daerah.

Baca Juga: Wali Kota Bandung Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Meski Harga Minyak Dunia Naik

Program sosial tersebut tidak hanya bertujuan memberikan bantuan secara materi, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim. Sekaligus mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat.

Melalui momentum Ramadan, bank bjb syariah berupaya meneguhkan nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, serta solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Direktur Utama bank bjb syariah, Arief Setyahadi, mengatakan kegiatan santunan ini menjadi wujud komitmen perusahaan untuk terus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Kami berharap kehadiran kami di tengah mereka tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan rasa kebersamaan. Serta memberi harapan bahwa mereka tidak berjalan sendiri dalam menatap masa depan,” ujar Arief.

Selain kegiatan santunan, bank bjb syariah juga mengisi rangkaian program Ramadan dengan sharing session yang melibatkan jajaran manajemen dan karyawan.

Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog untuk memperkuat nilai-nilai perusahaan sekaligus membangun kebersamaan di lingkungan kerja.

Sharing session berlangsung di seluruh kantor cabang bank bjb syariah sehingga seluruh karyawan dapat mengikuti kegiatan tersebut secara langsung.

Dalam forum itu, manajemen menyampaikan arah strategis perusahaan dan memberikan motivasi kerja. Serta mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme dalam memberikan layanan terbaik kepada nasabah.

Melalui berbagai kegiatan Ramadan tersebut, bank bjb syariah berharap semangat kepedulian dan kebersamaan. Serta sinergi dapat terus tumbuh serta menjadi fondasi untuk mendorong pertumbuhan perusahaan yang berkualitas dan berkelanjutan.

(LIN)

Polres Pangandaran Bangun Masjid Pesat Gatra

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto; Suasana penayangan selayang pandang mengenai proses pembangunan Mako Polres Pangandaran.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Polres Pangandaran memulai pembangunan Masjid Pesat Gatra yang ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama di area Markas Komando (Mako) Polres Pangandaran, Jumat (6/3/2026) siang.

Kapolres Pangandaran menyampaikan pembangunan masjid tersebut menjadi bagian dari komitmen institusi kepolisian dalam meningkatkan fasilitas pelayanan sekaligus menyediakan sarana ibadah yang representatif.

Baca Juga: Masjid Ikonik Al-Istiqomah Pangandaran Ini Berdiri di Atas Wakaf Keluarga Susi Pudjiastuti

Menurutnya, masjid ini tidak hanya diperuntukkan bagi personel kepolisian, tetapi juga terbuka bagi masyarakat yang datang ke lingkungan Polres Pangandaran.

“Pembangunan masjid ini merupakan bentuk dedikasi kami. Kami ingin masyarakat yang datang ke Polres Pangandaran tidak hanya merasa aman, tetapi juga nyaman saat menjalankan ibadah,” ujar Kapolres.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pangandaran serta berbagai pihak yang telah memberikan dukungan terhadap rencana pembangunan masjid tersebut.

Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, turut memberikan apresiasi atas inisiatif pembangunan tempat ibadah di lingkungan kepolisian tersebut. Menurutnya, keberadaan masjid dapat mempererat hubungan antara aparat kepolisian dengan masyarakat.

Bupati Citra berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar sehingga target penyelesaian dalam waktu enam bulan dapat tercapai.

“Dengan hadirnya masjid ini, kedekatan antara kepolisian dan masyarakat akan semakin erat. Kami berharap pembangunan berjalan lancar sehingga dalam enam bulan ke depan masjid ini sudah bisa kita manfaatkan,” tuturnya.

Selain prosesi peletakan batu pertama, kegiatan tersebut juga beriringan dengan penandatanganan prasasti pembangunan oleh Kapolres Pangandaran. Kepala Kementerian Agama setempat, Ketua MUI KH. Harun Al Aziz, serta Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Pangandaran.

Panitia juga menayangkan video selayang pandang mengenai proses pembangunan Mako Polres Pangandaran sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, pihak penyelenggara juga memaparkan rencana anggaran pembangunan masjid sebagai bentuk transparansi kepada publik hingga proses pembangunan Masjid Pesat Gatra selesai dan dapat personel Polres Pangandaran maupun masyarakat gunakan.

(Sajidin)

Meski Harga Minyak Dunia Naik, Pemerintah Jamin BBM Subsidi Tak Naik Sampai Idul Fitri

0
Nasional, FOKUSJabar.id
BBM Subsidi, Surce Bandunggoid

NASIONAL,FOKUSJabar.id: Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tetap stabil hingga Hari Raya Idulfitri 2026. Kepastian ini disampaikan di tengah kenaikan harga minyak dunia yang dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga stabilitas harga energi dalam negeri, terutama menjelang periode mudik Lebaran yang biasanya diikuti lonjakan konsumsi BBM oleh masyarakat.

Baca Juga: Wali Kota Bandung Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Meski Harga Minyak Dunia Naik

Pemerintah juga berupaya memastikan masyarakat tetap memperoleh energi dengan harga terjangkau sekaligus menjaga kelancaran distribusi selama masa libur Idulfitri.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi agar harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan hingga Lebaran.

“Untuk harga BBM subsidi, saya pastikan sampai Hari Raya tidak ada kenaikan apa pun, sekalipun terjadi kenaikan harga minyak akibat konflik Israel, Amerika, dan Iran,” ujar Bahlil di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Sementara itu, pemerintah tetap menerapkan mekanisme penyesuaian harga untuk BBM non-subsidi. Penetapan harga jenis BBM tersebut mengikuti dinamika pasar sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2022 tentang formula harga BBM umum.

Selain menjaga stabilitas harga, pemerintah juga memastikan pasokan energi nasional berada dalam kondisi aman menjelang arus mudik Lebaran.

Stok BBM dan LPG Mencukupi

Bahlil menyebutkan stok BBM dan LPG nasional saat ini mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kami sudah mengantisipasi kebutuhan menjelang Idulfitri. Insyaallah stok BBM maupun LPG aman, sehingga masyarakat tidak perlu ragu meskipun ada dinamika global antara Iran dan Israel,” katanya.

Pemerintah juga terus memperkuat koordinasi antar kementerian dan lembaga guna memastikan distribusi energi berjalan lancar selama masa libur Lebaran.

Di sisi lain, pemerintah mewaspadai potensi dampak ketegangan geopolitik di Timur Tengah terhadap jalur perdagangan minyak dunia, terutama di kawasan Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur utama distribusi minyak global.

Sekitar 20 hingga 25 persen impor minyak mentah Indonesia selama ini berasal dari kawasan Timur Tengah. Untuk mengurangi risiko gangguan pasokan, pemerintah mengalihkan sebagian sumber impor minyak mentah ke sejumlah negara lain. Seperti Afrika, Australia, dan Amerika Serikat.

“Pasokan minyak mentah untuk kilang dalam negeri tetap terjaga. Karena kita sudah mengalihkan sumber impor ke negara-negara yang tidak melalui Selat Hormuz,” jelas Bahlil.

Untuk kebutuhan BBM jenis bensin seperti RON 90, RON 92, RON 95, dan RON 98, Indonesia mengimpor dari kawasan Asia Tenggara sehingga tidak terdampak langsung oleh situasi geopolitik di Timur Tengah.

Sementara itu, kebutuhan solar nasional saat ini tidak lagi bergantung pada impor karena telah dipenuhi oleh produksi kilang domestik.

Pemerintah mencatat cadangan BBM nasional berada pada kisaran aman sekitar 23 hari kebutuhan. Pemerintah juga menjaga stok tersebut agar tidak turun di bawah batas aman minimal 21 hari.

Selain itu, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan peningkatan cadangan energi nasional hingga mencapai tiga bulan kebutuhan. Salah satu langkah yang disiapkan yakni pembangunan fasilitas penyimpanan (storage) baru di sejumlah wilayah strategis.

“Bapak Presiden meminta agar cadangan BBM kita bisa mencapai tiga bulan kebutuhan. Salah satu opsi terbaik adalah membangun fasilitas penyimpanan di wilayah Sumatera,” ujar Bahlil.

(Jingga Sonjaya)

Wali Kota Bandung Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Meski Harga Minyak Dunia Naik

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Balai Kota Jalan Wastukencana Kota Bandung Jumat (6/3/2026) (Fokusajabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di Kota Bandung hingga saat ini masih dalam kondisi aman. Kepastian itu disampaikan menyusul meningkatnya harga minyak dunia akibat dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Farhan mengaku terus memantau perkembangan situasi global tersebut, termasuk kabar mengenai dua kapal milik Pertamina yang dilaporkan tertahan di kawasan Selat Hormuz. Menurutnya, kondisi itu memang berpotensi memengaruhi harga minyak di pasar internasional.

Baca Juga: Isu Selat Hormuz Mencuat, Pertamina Pastikan Pasokan BBM di Bandung Tetap Stabil

“Sejauh ini tidak ada masalah dengan pasokan BBM. Namun terus terang saya juga mengikuti perkembangan harga minyak dunia yang sedang naik. Apalagi ada laporan dua kapal Pertamina tertahan di Selat Hormuz,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Jumat (6/3/2026).

Meski demikian, Farhan menilai dampak dari situasi geopolitik tersebut tidak akan langsung terasa dalam waktu dekat. Ia menjelaskan, perubahan harga minyak global umumnya baru memberikan pengaruh terhadap pasokan energi dalam beberapa bulan ke depan.

“Biasanya dampak perubahan harga minyak atau distribusi yang tertahan itu baru terasa sekitar tiga bulan ke depan, bukan langsung hari ini,” katanya.

Farhan menambahkan, berdasarkan informasi dari Pertamina, pendistribusian BBM untuk wilayah Kota Bandung masih berjalan normal hingga saat ini.

“Dari laporan Pertamina, distribusi BBM untuk Kota Bandung masih aman dan suplainya tetap terjaga,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa beberapa jenis BBM di Indonesia memang mengikuti dinamika harga pasar internasional. Jenis bahan bakar tersebut antara lain Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamina Dex.

Selain BBM, Farhan memastikan ketersediaan LPG bagi masyarakat Kota Bandung juga berada dalam kondisi aman.

“Termasuk LPG, kondisinya sangat aman. Jadi meskipun ada kekhawatiran akibat situasi global, masyarakat Bandung tidak perlu panik,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Isu Selat Hormuz Mencuat, Pertamina Pastikan Pasokan BBM di Bandung Tetap Stabil

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Sales Area Manager Retail Bandung Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Barat, Sindhu Priyo Windoko di Kantor Cabang Pertamina Bandung Jumat (6/3/2026) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Barat mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan di tengah beredarnya isu geopolitik global yang disebut-sebut dapat memengaruhi pasokan energi dunia.

Perusahaan memastikan ketersediaan BBM dan LPG di wilayah Bandung dan sekitarnya hingga saat ini masih dalam kondisi aman dan mudah diperoleh masyarakat.

Baca Juga: Bareskrim Tetapkan YouTuber Resbob dan Bigmo Tersangka Kasus Azizah Salsha

Sales Area Manager Retail Bandung Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Barat, Sindhu Priyo Windoko, mengatakan masyarakat masih dapat membeli BBM maupun LPG dengan lancar di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Memang saat ini banyak pemberitaan mengenai kondisi geopolitik dunia, khususnya terkait Selat Hormuz yang berpotensi mempengaruhi pasokan energi. Namun kondisi di lapangan masih aman. Di Bandung, masyarakat masih bisa mendapatkan BBM dan LPG dengan mudah di SPBU,” ujar Sindhu di Kantor Cabang Pertamina Bandung, Jumat (6/3/2026).

Sindhu menjelaskan, Pertamina terus memantau perkembangan situasi global sekaligus memastikan distribusi energi tetap berjalan lancar. Sistem operasional perusahaan yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan energi di masyarakat.

“Kami terus memonitor situasi yang berkembang. Pertamina memiliki sistem terintegrasi mulai dari kilang hingga pemasaran sehingga distribusi energi tetap berjalan dengan baik. Alhamdulillah sampai sekarang kami masih bisa melayani kebutuhan masyarakat secara optimal,” jelasnya.

Antisipasi Peningkatan Mobilitas Masyarakat Jelang Arus Mudik

Selain menjaga ketersediaan pasokan energi, Pertamina juga menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang arus mudik Idulfitri 2026.

Sindhu memastikan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM selama perjalanan.

“Kami terus memonitor stok di berbagai wilayah. Masyarakat yang akan mudik bisa melakukan perjalanan dengan tenang karena pasokan BBM tetap terjaga selama periode mudik maupun arus balik,” katanya.

Untuk mendukung kelancaran perjalanan pemudik, Pertamina menyiapkan sejumlah layanan tambahan di berbagai titik strategis. Terutama di rest area sepanjang jalur tol.

Layanan tersebut mencakup fasilitas pengisian BBM tambahan. Hngga layanan delivery service yang siap membantu pengendara apabila kendaraan mengalami kehabisan bahan bakar di jalan tol.

Di sisi lain, Sindhu juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyimpan atau membawa BBM secara sembarangan. Terutama dalam jerigen di dalam kendaraan, karena dapat menimbulkan risiko keselamatan.

“Jika masyarakat membawa jerigen berisi BBM di dalam kendaraan, uap bensin bisa terakumulasi dan berpotensi menimbulkan bahaya. Kami tidak menganjurkan menyimpan BBM di rumah karena memiliki risiko yang sama,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)