spot_imgspot_img
Sabtu 21 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 39

Wali Kota Bandung Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Meski Harga Minyak Dunia Naik

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Balai Kota Jalan Wastukencana Kota Bandung Jumat (6/3/2026) (Fokusajabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di Kota Bandung hingga saat ini masih dalam kondisi aman. Kepastian itu disampaikan menyusul meningkatnya harga minyak dunia akibat dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Farhan mengaku terus memantau perkembangan situasi global tersebut, termasuk kabar mengenai dua kapal milik Pertamina yang dilaporkan tertahan di kawasan Selat Hormuz. Menurutnya, kondisi itu memang berpotensi memengaruhi harga minyak di pasar internasional.

Baca Juga: Isu Selat Hormuz Mencuat, Pertamina Pastikan Pasokan BBM di Bandung Tetap Stabil

“Sejauh ini tidak ada masalah dengan pasokan BBM. Namun terus terang saya juga mengikuti perkembangan harga minyak dunia yang sedang naik. Apalagi ada laporan dua kapal Pertamina tertahan di Selat Hormuz,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Jumat (6/3/2026).

Meski demikian, Farhan menilai dampak dari situasi geopolitik tersebut tidak akan langsung terasa dalam waktu dekat. Ia menjelaskan, perubahan harga minyak global umumnya baru memberikan pengaruh terhadap pasokan energi dalam beberapa bulan ke depan.

“Biasanya dampak perubahan harga minyak atau distribusi yang tertahan itu baru terasa sekitar tiga bulan ke depan, bukan langsung hari ini,” katanya.

Farhan menambahkan, berdasarkan informasi dari Pertamina, pendistribusian BBM untuk wilayah Kota Bandung masih berjalan normal hingga saat ini.

“Dari laporan Pertamina, distribusi BBM untuk Kota Bandung masih aman dan suplainya tetap terjaga,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa beberapa jenis BBM di Indonesia memang mengikuti dinamika harga pasar internasional. Jenis bahan bakar tersebut antara lain Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamina Dex.

Selain BBM, Farhan memastikan ketersediaan LPG bagi masyarakat Kota Bandung juga berada dalam kondisi aman.

“Termasuk LPG, kondisinya sangat aman. Jadi meskipun ada kekhawatiran akibat situasi global, masyarakat Bandung tidak perlu panik,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Isu Selat Hormuz Mencuat, Pertamina Pastikan Pasokan BBM di Bandung Tetap Stabil

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Sales Area Manager Retail Bandung Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Barat, Sindhu Priyo Windoko di Kantor Cabang Pertamina Bandung Jumat (6/3/2026) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Barat mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan di tengah beredarnya isu geopolitik global yang disebut-sebut dapat memengaruhi pasokan energi dunia.

Perusahaan memastikan ketersediaan BBM dan LPG di wilayah Bandung dan sekitarnya hingga saat ini masih dalam kondisi aman dan mudah diperoleh masyarakat.

Baca Juga: Bareskrim Tetapkan YouTuber Resbob dan Bigmo Tersangka Kasus Azizah Salsha

Sales Area Manager Retail Bandung Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Barat, Sindhu Priyo Windoko, mengatakan masyarakat masih dapat membeli BBM maupun LPG dengan lancar di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Memang saat ini banyak pemberitaan mengenai kondisi geopolitik dunia, khususnya terkait Selat Hormuz yang berpotensi mempengaruhi pasokan energi. Namun kondisi di lapangan masih aman. Di Bandung, masyarakat masih bisa mendapatkan BBM dan LPG dengan mudah di SPBU,” ujar Sindhu di Kantor Cabang Pertamina Bandung, Jumat (6/3/2026).

Sindhu menjelaskan, Pertamina terus memantau perkembangan situasi global sekaligus memastikan distribusi energi tetap berjalan lancar. Sistem operasional perusahaan yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan energi di masyarakat.

“Kami terus memonitor situasi yang berkembang. Pertamina memiliki sistem terintegrasi mulai dari kilang hingga pemasaran sehingga distribusi energi tetap berjalan dengan baik. Alhamdulillah sampai sekarang kami masih bisa melayani kebutuhan masyarakat secara optimal,” jelasnya.

Antisipasi Peningkatan Mobilitas Masyarakat Jelang Arus Mudik

Selain menjaga ketersediaan pasokan energi, Pertamina juga menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang arus mudik Idulfitri 2026.

Sindhu memastikan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM selama perjalanan.

“Kami terus memonitor stok di berbagai wilayah. Masyarakat yang akan mudik bisa melakukan perjalanan dengan tenang karena pasokan BBM tetap terjaga selama periode mudik maupun arus balik,” katanya.

Untuk mendukung kelancaran perjalanan pemudik, Pertamina menyiapkan sejumlah layanan tambahan di berbagai titik strategis. Terutama di rest area sepanjang jalur tol.

Layanan tersebut mencakup fasilitas pengisian BBM tambahan. Hngga layanan delivery service yang siap membantu pengendara apabila kendaraan mengalami kehabisan bahan bakar di jalan tol.

Di sisi lain, Sindhu juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyimpan atau membawa BBM secara sembarangan. Terutama dalam jerigen di dalam kendaraan, karena dapat menimbulkan risiko keselamatan.

“Jika masyarakat membawa jerigen berisi BBM di dalam kendaraan, uap bensin bisa terakumulasi dan berpotensi menimbulkan bahaya. Kami tidak menganjurkan menyimpan BBM di rumah karena memiliki risiko yang sama,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Disnaker Ciamis Buka Posko Pengaduan THR

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot: Posko pengaduan THR yang dibuka Disnaker Kabupaten Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Ciamis membuka posko pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para pekerja di perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Ciamis.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Ciamis, Dase Fadlil Yusdi Mubarok, mengatakan posko tersebut berfungsi sebagai sarana konsultasi sekaligus tempat pengaduan bagi karyawan yang mengalami kendala terkait pembayaran THR.

Baca Juga: Jurnalis Ciamis Kembali Ikuti Pesantren Ramadan

Menurutnya, setiap perusahaan memiliki kewajiban memberikan THR kepada pekerjanya sesuai ketentuan yang berlaku.

“Perusahaan harus menyelesaikan pembayaran THR paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya atau H-7,” kata Dase, Jumat (5/3/2026).

Ia menegaskan, perusahaan juga tidak boleh mencicil pembayaran THR. Pekerja berhak menerima tunjangan tersebut secara penuh dalam satu kali pembayaran.

“Perusahaan wajib membayar THR secara penuh, tidak boleh dilakukan dalam dua kali pembayaran atau dicicil,” ujarnya.

Selain itu, Dase mengingatkan para pengusaha agar tidak mengurangi nominal THR dari tahun sebelumnya. Apabila kondisi kerja dan ketentuan lainnya tetap sama.

Ia menjelaskan, pelaksanaan pembayaran THR tahun ini mengacu pada Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/3/HK.04.00/III/2026 tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2026 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Untuk memudahkan pelayanan, Pemerintah menyiagakan petugas setiap hari di posko tersebut. Bahkan pada hari Sabtu, petugas piket tetap tersedia untuk menerima laporan dari para pekerja.

“Posko ini kami buka setiap hari. Tujuannya agar karyawan yang menghadapi persoalan THR dengan perusahaan bisa langsung menyampaikan pengaduannya dan segera kami tindak lanjuti,” kata Dase.

Melalui keberadaan posko pengaduan ini, Ia berharap hak pekerja terkait THR dapat terpenuhi. Terlebih hubungan industrial antara perusahaan dan karyawan tetap terjaga dengan baik.

(Husen Maharaja)

Persib Kutuk Serangan Rasis Terhadap Kakang dan Mikael Alfredo Tata

0
Manajemen Persib fokusjabar.id
Adhitia Putra Herawan selaku Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (foto: Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Manajemen Persib Bandung memberikan tanggapan mengenai insiden rasisme yang menimpa dua pemain usai laga kontra Persebaya Surabaya.

Kedua pemain yang mendapat serangan rasisme melalui media sosial yakni bek Persebaya Mikael Alfredo Tata dan bek Persib Bandung, Kakang Rudianto.

BACA JUGA:

Persebaya vs Persib, Bojan Hodak Ogah Komentari Kinerja Wasit

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan mengatakan, sepakbola selalu menjadi ruang yang mempertemukan banyak perbedaan.

Di dalamnya ada keberagaman latar belakang, budaya, bahasa dan identitas yang justru membuat olahraga ini hidup dan di cintai oleh jutaan orang.

“Karena itu, tidak ada ruang sedikit pun bagi praktik rasisme di dalam sepakbola,” kata Adhitia.

“Kami menaruh perhatian serius terhadap serangan bernuansa rasis yang di arahkan kepada dua pemain muda Indonesia, Mikael Alfredo Tata dan Kakang Rudianto,” ucapnya.

Adhitia mengatakan, sepakbola seharusnya menjadi ruang untuk saling menghargai. Bukan tempat untuk menyebarkan kebencian.

“Kritik terhadap permainan adalah bagian dari dinamika olahraga. Namun serangan yang menyentuh identitas ras atau latar belakang seseorang jelas melampaui batas yang dapat di terima,” ujarnya.

“Kami ingin menegaskan bahwa Persib berdiri bersama Kakang Rudianto dan juga memberikan dukungan moral kepada Mikael Alfredo Tata,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Persib Siap Hadapi Persebaya, Federico Barba Targetkan 3 Poin

Kedua pemain tersebut menurut Adhitia adalah bagian dari generasi muda sepakbola Indonesia yang sedang berkembang.

Selain itu, mereka juga berhak mendapatkan lingkungan yang sehat, aman serta penuh respek untuk terus bertumbuh.

“Kami juga percaya bahwa mayoritas suporter. Baik Bobotoh maupun Bonek memiliki semangat yang sama. Yakni, mencintai sepakbola dengan cara yang bermartabat,” katanya.

Karena itu, Manajemen Persib mengajak semua pihak untuk tidak terpancing oleh tindakan segelintir oknum yang justru dapat merusak nilai persaudaraan antarpecinta sepakbola.

Persib juga berkomitmen untuk terus menolak segala bentuk diskriminasi di sepakbola.

“Kami berharap momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa sepakbola Indonesia hanya bisa tumbuh jika di bangun di atas rasa saling menghormati,” ungkapnya.

“Kepada Kakang dan Tata, kalian tidak sendirian. Sepakbola yang sehat adalah sepakbola yang melindungi para pemainnya. Dan kami akan selalu berdiri di sisi itu,” tegasnya.

(Arif)

Pembangunan Belum Maksimal, Bupati Ciamis Minta Maaf

0
Bupati Ciamis minta maaf fokusjabar.id
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Bupati Ciamis Jawa Barat (Jabar), Herdiat Sunarya kemabli Tarawih Keliling (Tarling) dalam menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Kegiatan tersebut di laksanakan di Masjid Al Barkah, Dusun Desa RT01/01, Desa Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kamis (5/3/2026) malam kemarin.

BACA JUGA:

Mobil Berisi Lima Penumpang Masuk Jurang di Jalur Nasional Cirebon–Ciamis

Herdiat di dampingi Sekda, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekretariat Daerah, unsur Forkopimda, Kepala OPD, Camat, kepala desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Bupati Ciamis bersykur dan bahagia karena dapat silaturahmi langsung dengan masyarakat.

“Alhamdulillah, Saya bisa silaturahmi tokoh agama, tokoh masyarakat serta masyarakat di wilayah Eks Kewadanan Panumbangan,” katanya.

Herdiat mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum Ramadan dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta memperkuat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dia juga meminta maaf apabila dalam beberapa tahun terakhir. Khususnya pada periode 2025–2026 terdapat sejumlah program pembangunan yang belum dapat di laksanakan secara maksimal.

Penyebabnya, kondisi APBD Ciamis yang tengah mengalami keterbatasan. Sehingga berdampak pada pelaksanaan berbagai program pembangunan daerah.

“Mohon maaf apabila ada program-program yang tertunda ataupun belum maksimal di laksanakan. Namun ke depan kita akan berupaya kembali agar pembangunan di Ciamis dapat berjalan lebih baik,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Satpol PP Ciamis Temukan Warung Masih Buka Siang Hari Saat Ramadan

Pada kesempatan tersebut, menyerahkan insentif kepada para tokoh dan elemen masyarakat di wilayah eks Kewadanan Panumbangan. Di antaranya, guru Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA), guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), imam masjid desa serta imam masjid kecamatan.

Selain itu, insentif juga di berikan kepada para Ketua RT dan RW sebagai bentuk perhatian dan apresiasi pemerintah daerah atas peran mereka dalam membina kehidupan keagamaan serta menjaga kehidupan sosial kemasyarakatan di lingkungannya.

Turut di serahkan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris Ketua RT dan RW yang meninggal dunia dengan nilai santunan Rp42 juta per ahli waris.

Program BPJS Ketenagakerjaan tersebut di ketahui di bayarkan oleh Pemerintah Kabupaten Ciamis sebagai bentuk perlindungan sosial bagi perangkat lingkungan.

(Husen Maharaja)

Sikap Tegas Ketua DPRD Tasikmalaya Tutup Dapur MBG Diapresiasi TPS

0
Tasikmalaya@fokusjabar.id
Kolase: Budi Ahdiat, Asep Saepulloh dan Dadi Abidarda.(Dokumen Pribadi).

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Tasikmalaya Progressive Sociaty (TPS) mengapresiasi sikap Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Budi Ahdiat. Yang secara tegas untuk menutup dapur MBG di Rajapolah jika benar bermasalah.

“Kami jelas mengapresiasi sikap tegas Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya (Budi Ahdiat-red). Sebagai pimpinan di Legislatif memang harus berani seperti itu,” ungkap Dadi Abidarda, Jumat (6/3/2026).

Tidak hanya itu, Dadi juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya (Asep Saepulloh-red). Dengan lantangnya menyampaikan bahwa dapur MBG untuk di evaluasi secara menyeluruh.

Baca Juga: Menu MBG Berkutu di Rajapolah Tasikmalaya, Ketua DPRD: Tutup Saja Dapurnya

“Semoga orang-orang yang berani mendukung dan berpihak kepada masyarakat di bawah khususnya penerima manfaat MBG. Yang semestinya mendapatkan haknya dengan baik,” ucapnya.

Dadi juga berharap masyarakat penerima manfaat MBG untuk melaporkan atau mempublikasikan di media maupun medsos terkait kejanggalan menu MBG.

“Jadi masyarakat jangan takut jika menu MBG yang di terima KPM tidak sesuai standar dari BGN. Maka segera laporkan atau kimim videonya di medsos dan cantumkan nama sekolah dan dapur SPPG,” tuturnya.

Selain itu, Dadi menyampaikan bahwa dapur SPPG yang bermasalah harus mendapatkan sanksi yang tegas. “Jika menu MBG bukan malah memberi gizi dan tidak layak

Sebelumnya, menyikapi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) jenis kurma berkutu di Pesangrahan yang di sajikan. Dapur Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Manggungjaya di Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya.

Kurma MBG Berkutu

Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Budi Ahdiat menegaskan bahwa jika benar. Menu MBG jenis kurma berkutu maka lebih baik dapur SPPG tersebut di tutup saja.

“Cukup dapur itu saja, kalau memang begitu tutup saja. Jangan merusak dapur yang bagus dan masalah ini menjadi isu nasional,” ungkap Budi Ahdiat, Rabu (4/3/2026).

Sementara, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Saepuloh mengaku kecewa. Dengan dapur SPPG di Rajapolah yang menyajikan menu MBG dengan kurma yang berkutu.

Baca Juga: Waduh! Menu MBG Berkutu di Rajapolah Tasikmalaya

“Jelas kecewa, dan harus di evaluasi secara menyeluruh.
Satgas MBG Kabupaten Tasikmalaya dan Kecamatan semestinya harus bergerak untuk kroscek ke SPPG tersebut,” tegasnya.

Dengan Satgas MBG yang turun langsung ke SPPG yang bersangkutan di Rajapolah. Yaitu untuk memastikan benar atau tidaknya kejadian menu MBG yang menyajikan kurma berkutu.

“Kalau memang benar terjadi menu MBG kurma berkutu, maka jelas harus ada sanksi yang di berikan. Sesuai aturan yang ada,” tuturnya.

(Nanang Yudi)

Kenali Gejala Penyakit Campak dan Cara Mencegah Penularannya

0
Penyakit Campak fokusjabar.id
Ilustrasi (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Penyakit Campak kembali menjadi perhatian masyarakat karena tingkat penularannya yang sangat tinggi.

Penyakit infeksi ini di sebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernapasan dan dapat menyebar dengan cepat di lingkungan yang padat aktivitas.

BACA JUGA:

Waktu Terbaik Olahraga Saat Puasa dan Alasannya

Campak bukan penyakit baru. Namun penyebarannya masih menjadi tantangan kesehatan di berbagai negara. Termasuk Indonesia.

Virus penyebabnya dapat berpindah dari satu orang ke orang lain melalui percikan cairan dari hidung atau mulut saat penderita batuk, bersin atau berbicara.

Risiko penularan semakin besar ketika penderita berada di ruang publik atau tempat dengan banyak interaksi.

Tanpa disadari, virus dapat menyebar kepada orang-orang di sekitar. Terutama mereka yang belum memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut.

Penularan penyakit Campak dapat terjadi melalui udara maupun kontak dengan cairan tubuh penderita. Selain itu, virus juga dapat menempel pada benda yang terkontaminasi. Sehingga berpotensi menginfeksi orang lain yang menyentuhnya.

Seseorang yang terinfeksi bahkan dapat menularkan virus sebelum ruam khas campak muncul di kulit.

Masa penularan biasanya berlangsung beberapa hari sebelum hingga beberapa hari setelah gejala ruam terlihat.

Apabila seorang penderita berada di lingkungan yang banyak di huni orang yang belum memiliki imun terhadap campak, kemungkinan penularannya bisa sangat tinggi.

Hal ini membuat penyakit tersebut dapat menyebar dengan cepat dalam satu komunitas.

BACA JUGA:

Kenapa Karbohidrat Berlebih Saat Sahur Bikin Cepat Lapar? Ini Penjelasannya

Gejala campak umumnya mulai muncul sekitar satu hingga dua minggu setelah seseorang terpapar virus.

Pada tahap awal, tanda-tandanya sering kali menyerupai infeksi saluran pernapasan biasa.

Beberapa gejala yang kerap di alami penderita campak. Yakni:

  1. Demam tinggi yang dapat mencapai sekitar 40 derajat Celsius.
  2. Batuk dan pilek yang berlangsung selama beberapa hari.
  3. Mata merah dan terasa sensitif terhadap cahaya.
  4. Muncul bintik putih kecil di dalam mulut yang dikenal sebagai bintik Koplik.
  5. Ruam merah pada kulit yang biasanya dimulai dari wajah atau belakang telinga lalu menyebar ke seluruh tubuh.

Selain menimbulkan gejala tersebut, campak juga berpotensi menimbulkan komplikasi kesehatan yang serius.

Dalam kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi radang paru-paru, radang otak, diare berat hingga gangguan pada mata.

Kelompok yang paling rentan mengalami komplikasi biasanya adalah bayi, anak-anak, individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah serta orang yang belum pernah mendapatkan perlindungan imun terhadap virus campak.

Untuk mengurangi risiko penyebaran, langkah pencegahan perlu di lakukan sejak dini. Beberapa upaya yang dapat di lakukan antara lain:

  1. Mendapatkan vaksinasi campak atau imunisasi MR/MMR sesuai jadwal kesehatan.
  2. Menghindari kontak dekat dengan penderita selama masa penularan.
  3. Mengurangi aktivitas di luar rumah ketika mengalami gejala penyakit menular.
  4. Menjaga kebersihan diri dengan rutin mencuci tangan.
  5. Menggunakan masker ketika mengalami gejala infeksi saluran pernapasan.

Dengan memahami cara penularan serta mengenali gejalanya, masyarakat di harapkan dapat lebih waspada terhadap penyakit ini.

Pencegahan melalui vaksinasi serta pembatasan kontak saat sakit menjadi langkah penting untuk melindungi diri sendiri maupun orang lain dari risiko penularan campak.

(Jingga Sonjaya)