spot_imgspot_img
Sabtu 21 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 40

Kenali Gejala Penyakit Campak dan Cara Mencegah Penularannya

0
Penyakit Campak fokusjabar.id
Ilustrasi (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Penyakit Campak kembali menjadi perhatian masyarakat karena tingkat penularannya yang sangat tinggi.

Penyakit infeksi ini di sebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernapasan dan dapat menyebar dengan cepat di lingkungan yang padat aktivitas.

BACA JUGA:

Waktu Terbaik Olahraga Saat Puasa dan Alasannya

Campak bukan penyakit baru. Namun penyebarannya masih menjadi tantangan kesehatan di berbagai negara. Termasuk Indonesia.

Virus penyebabnya dapat berpindah dari satu orang ke orang lain melalui percikan cairan dari hidung atau mulut saat penderita batuk, bersin atau berbicara.

Risiko penularan semakin besar ketika penderita berada di ruang publik atau tempat dengan banyak interaksi.

Tanpa disadari, virus dapat menyebar kepada orang-orang di sekitar. Terutama mereka yang belum memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut.

Penularan penyakit Campak dapat terjadi melalui udara maupun kontak dengan cairan tubuh penderita. Selain itu, virus juga dapat menempel pada benda yang terkontaminasi. Sehingga berpotensi menginfeksi orang lain yang menyentuhnya.

Seseorang yang terinfeksi bahkan dapat menularkan virus sebelum ruam khas campak muncul di kulit.

Masa penularan biasanya berlangsung beberapa hari sebelum hingga beberapa hari setelah gejala ruam terlihat.

Apabila seorang penderita berada di lingkungan yang banyak di huni orang yang belum memiliki imun terhadap campak, kemungkinan penularannya bisa sangat tinggi.

Hal ini membuat penyakit tersebut dapat menyebar dengan cepat dalam satu komunitas.

BACA JUGA:

Kenapa Karbohidrat Berlebih Saat Sahur Bikin Cepat Lapar? Ini Penjelasannya

Gejala campak umumnya mulai muncul sekitar satu hingga dua minggu setelah seseorang terpapar virus.

Pada tahap awal, tanda-tandanya sering kali menyerupai infeksi saluran pernapasan biasa.

Beberapa gejala yang kerap di alami penderita campak. Yakni:

  1. Demam tinggi yang dapat mencapai sekitar 40 derajat Celsius.
  2. Batuk dan pilek yang berlangsung selama beberapa hari.
  3. Mata merah dan terasa sensitif terhadap cahaya.
  4. Muncul bintik putih kecil di dalam mulut yang dikenal sebagai bintik Koplik.
  5. Ruam merah pada kulit yang biasanya dimulai dari wajah atau belakang telinga lalu menyebar ke seluruh tubuh.

Selain menimbulkan gejala tersebut, campak juga berpotensi menimbulkan komplikasi kesehatan yang serius.

Dalam kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi radang paru-paru, radang otak, diare berat hingga gangguan pada mata.

Kelompok yang paling rentan mengalami komplikasi biasanya adalah bayi, anak-anak, individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah serta orang yang belum pernah mendapatkan perlindungan imun terhadap virus campak.

Untuk mengurangi risiko penyebaran, langkah pencegahan perlu di lakukan sejak dini. Beberapa upaya yang dapat di lakukan antara lain:

  1. Mendapatkan vaksinasi campak atau imunisasi MR/MMR sesuai jadwal kesehatan.
  2. Menghindari kontak dekat dengan penderita selama masa penularan.
  3. Mengurangi aktivitas di luar rumah ketika mengalami gejala penyakit menular.
  4. Menjaga kebersihan diri dengan rutin mencuci tangan.
  5. Menggunakan masker ketika mengalami gejala infeksi saluran pernapasan.

Dengan memahami cara penularan serta mengenali gejalanya, masyarakat di harapkan dapat lebih waspada terhadap penyakit ini.

Pencegahan melalui vaksinasi serta pembatasan kontak saat sakit menjadi langkah penting untuk melindungi diri sendiri maupun orang lain dari risiko penularan campak.

(Jingga Sonjaya)

Kena Campak, Selebgram Ruce Nuenda Disorot Warganet saat Aktivitas di Tempat Umum

0
Ruce Nuenda fokusabar.id
Ruce Nuenda (foto: @/rucenuenda on Instagram)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Nama selebgram sekaligus kreator konten Ruce Nuenda menjadi perhatian publik setelah unggahan terkait kondisi kesehatannya memicu perdebatan di media sosial.

Ia di sorot karena tetap melakukan aktivitas di luar rumah meskipun mengaku sedang terinfeksi penyakit campak.

BACA JUGA:

Jangan Salah Kaprah, Ini Mitos vs Fakta Seputar Puasa

Perhatian warganet bermula dari tangkapan layar Instagram Story milik Ruce Nuenda yang beredar luas di berbagai platform digital.

Dalam unggahan tersebut, ia mengungkapkan, “Yang pada tanya kenapa, sebenernya aku kena campak gaesss 😭🤣.”

Meski demikian, dalam unggahan yang sama ia terlihat berada di luar rumah dan melakukan sejumlah aktivitas di ruang publik.

Kondisi tersebut kemudian memicu reaksi dari pengguna media sosial yang mempertanyakan keputusannya untuk tetap keluar rumah.

Sejumlah konten yang beredar memperlihatkan Ruce mendatangi fasilitas umum dan melakukan kegiatan olahraga.

Aktivitas tersebut menjadi sorotan karena di lakukan saat dirinya mengaku sedang mengalami penyakit menular.

Perbincangan mengenai hal ini pun cepat menyebar di media sosial setelah berbagai akun mengunggah ulang tangkapan layar tersebut. Kritik datang dari banyak warganet yang menilai tindakan tersebut berisiko bagi orang lain.

Beberapa komentar juga menyinggung potensi penularan penyakit di tempat umum.

Campak di ketahui dapat menyebar melalui udara dan mudah menular. Terutama ketika penderita berada di lingkungan dengan banyak orang.

BACA JUGA:

Apakah Masih Boleh Minum Setelah Imsak? Ini Hukum Makan dan Minum Setelah Imsak Menurut Fiqih

Menanggapi perhatian publik yang semakin luas, Ruce kemudian menyampaikan penjelasan melalui media sosialnya.

Ia menyebut, sebelumnya tidak mengetahui bahwa campak termasuk penyakit yang mudah menular.

Setelah memahami hal tersebut, ia mengaku segera menghentikan aktivitas di luar rumah dan memilih kembali ke tempat tinggalnya.

Penjelasan tersebut di sampaikan sebagai respons terhadap kritik yang muncul di media sosial.

Ruce juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi. Ia menyadari tindakannya menimbulkan kekhawatiran di tengah publik.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa dirinya telah memeriksakan kondisi kesehatan ke fasilitas medis. Dari hasil pemeriksaan dokter, kondisinya di nyatakan tidak memerlukan perawatan di rumah sakit.

Dokter menyarankan agar ia menjalani masa pemulihan di rumah dengan beristirahat.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat mengenai pentingnya membatasi aktivitas di luar rumah ketika mengalami penyakit menular guna mengurangi risiko penyebaran kepada orang lain.

(Jingga Sonjaya)

Bareskrim Tetapkan YouTuber Resbob dan Bigmo Tersangka Kasus Azizah Salsha

0
Resbob dan Bigmo fokusjabar.id
(foto: @/insidefolkative on X)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Kasus dugaan pencemaran nama baik yang melibatkan dua kreator konten, Adimas Firdaus (Resbob) dan Muhammad Jannah (Bigmo) kembali menarik perhatian publik.

Keduanya kini resmi di tetapkan sebagai tersangka setelah di laporkan selebgram Nurul Azizah Rosiade (Azizah Salsha) ke Bareskrim Polri.

BACA JUGA:

Dampak Toxic Masculinity dalam Relasi Sosial dan Emosi Pria

Perkara tersebut berkaitan dengan konten di media sosial yang di nilai menyerang reputasi pribadi Azizah.

Penetapan status tersangka di lakukan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri setelah penyidik melakukan gelar perkara.

Keputusan tersebut menandai perkembangan penting dalam proses hukum yang telah berjalan sejak tahun lalu.

Dengan status baru tersebut, penyidik berencana memanggil Resbob dan Bigmo untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Kepolisian masih akan melengkapi proses penyidikan sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.

Perkara ini berawal dari laporan yang di ajukan Azizah Salsha ke Bareskrim Polri pada Agustus 2025.

Dalam laporannya, ia menilai ada konten di media sosial yang menyebarkan informasi yang merugikan nama baiknya sebagai figur publik.

Laporan tersebut berkaitan dengan dua akun media sosial yang di sebut terkait dengan kedua kreator konten tersebut.

Salah satunya adalah akun TikTok @ibaratbradpittt yang di duga di miliki Resbob serta kanal YouTube Niceguymo yang di kaitkan dengan Bigmo.

BACA JUGA:

Fenomena Thrifting dan Resiko Belanja Impulsif

Konten yang di unggah melalui akun tersebut memuat tudingan mengenai dugaan perselingkuhan Azizah saat masih berstatus sebagai istri pesepak bola Pratama Arhan.

Informasi tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan menjadi perbincangan publik.

Pihak Azizah menilai tuduhan tersebut tidak memiliki dasar yang jelas dan berpotensi merusak reputasinya.

Atas dasar itu, ia memutuskan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.

Dalam proses penanganannya, kepolisian sempat memfasilitasi pertemuan antara pihak pelapor dan terlapor.

Mediasi di lakukan di Bareskrim Polri pada September 2025 sebagai upaya mencari penyelesaian secara damai.

Pada pertemuan tersebut, Resbob dan Bigmo di ketahui telah menyampaikan permintaan maaf kepada Azizah.

Namun proses mediasi tidak menghasilkan kesepakatan. Sehingga perkara tetap berlanjut melalui jalur hukum.

Seiring berjalannya waktu, penyidik meningkatkan status laporan dari penyelidikan ke tahap penyidikan setelah menemukan dugaan unsur pidana.

Tahap ini memungkinkan aparat kepolisian mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi secara lebih mendalam.

Setelah melalui rangkaian proses tersebut, penyidik akhirnya menetapkan Resbob dan Bigmo sebagai tersangka.

Saat ini penanganan kasus masih berlanjut. Kepolisian menjadwalkan pemeriksaan lanjutan guna melengkapi berkas perkara sebelum memasuki tahap proses hukum berikutnya.

(Jingga Sonjaya)

Aktivis Posnu Desak Wali Kota Banjar Tindak Tegas Oknum ASN

0
Wali kota banjar fokusjabar.id
Aktivis Posnu Kota Banjar, Muhlison. (Foto: Istimewa)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Aktivis Poros Sahabat Nusantara (Posnu) meminta Wali Kota Banjar Jawa Barat (Jabar) tidak melindungi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang di duga melakukan penggelapan uang santunan kematian warga.

Pembina Posnu Kota Banjar, Muhlison mendesak Wali Kota segera memberikan sanksi tegas sesuai aturan.

BACA JUGA: Korban Penipuan Oknum ASN Disnaker Banjar Bertambah, Modus Baru Kerja di Luar Negeri

Menurut Dia, sanksi ringan yang di jatuhkan kepada oknum pelaku justru mengindikasikan adanya perlindungan dari jajaran pemerintah kota.

“Sanksi yang di berikan hanya berupa teguran ringan. Padahal ini kejahatan serius. Uang yang di gelapkan adalah santunan kematian,” ungkap Dia, Jumat (6/3/2026).

Muhlison menyebut, perbuatan tersebut tidak hanya mencederai rasa keadilan masyarakat. Namun juga melanggar ketentuan hukum disiplin PNS sebagaimana di atur dalam PP Nomor 94 Tahun 2021.

“Seharusnya sanksi berat. Bukan sekadar pernyataan ketidakpuasan kinerja. Ringannya sanksi menunjukkan jajaran Pemkot gagal memahami aturan. Atau bahkan sengaja melindungi pelaku,” tegasnya.

Dia menambahkan, praktik penggelapan ini bukan kali pertama terjadi.

“Kejahatan ini sudah berulang dan memakan banyak korban dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Kalau hanya sanksi ringan, patut di duga ada aliran keuntungan yang di bagi ke pejabat lain,” kata Muhlison.

Dia menekankan, pelanggaran yang di lakukan oknum ASN tersebut masuk kategori berlapis. Mulai dari pelanggaran ringan, sedang hingga berat.

“Hampir semua pasal dilanggar. Termasuk penyalahgunaan wewenang dan pungutan liar. Itu jelas berdampak negatif terhadap pemerintah,” ujarnya.

Untuk itu, Muhlison mendesak Wali Kota Banjar beserta jajaran untuk segera bertindak tegas.

“Kalau hanya sanksi ringan, artinya kepemimpinan Sudarsono dan Supriana menganggap praktik kotor di birokrasi sebagai hal lumrah. Ini harus di hentikan,” pungkasnya.

(Budiana Martin)

Safari Ramadan di Cihaurbeuti, Bupati Ciamis Minta Warga Perkuat Iman dan Kebersamaan

0
CIAMIS,FOKUSJabar.id
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Ciamis kembali menggelar kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) tingkat kabupaten dalam rangka Safari Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan kali ini berlangsung di Masjid Al Barkah, Desa Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kamis malam (05/03/2026), dan diikuti masyarakat dari wilayah Eks-Kewadanaan Panumbangan.

Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Panumbangan, Cihaurbeuti, Sindangkasih, Panjalu, dan Sukamantri. Bupati Ciamis Herdiat Sunarya hadir langsung bersama Sekretaris Daerah, staf ahli bupati, para asisten daerah, unsur Forkopimda, kepala OPD, camat, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Herdiat menyampaikan rasa syukur karena dapat bertemu langsung dengan masyarakat dalam suasana Ramadan. Ia menilai Safari Ramadan menjadi momen penting untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat.

“Alhamdulillah malam ini kita bisa bersilaturahmi bersama masyarakat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di wilayah Eks-Kewadanaan Panumbangan,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat memanfaatkan bulan suci Ramadan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus memperkuat kebersamaan dalam kehidupan sosial.

Kegiatan diawali dengan salat Isya dan Tarawih berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan dialog dan ramah tamah antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Herdiat juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait beberapa program pembangunan yang belum berjalan optimal dalam beberapa tahun terakhir. Ia menjelaskan kondisi tersebut terjadi karena keterbatasan anggaran daerah, terutama pada periode 2025–2026.

“Kami mohon maaf apabila ada program yang tertunda atau belum maksimal. Kondisi APBD kita memang terbatas, tetapi ke depan kami akan berupaya agar pembangunan bisa kembali berjalan lebih baik,” katanya.

Dalam Safari Ramadan tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis juga menyalurkan berbagai bantuan dan insentif kepada masyarakat. Insentif diberikan kepada guru Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA), guru TPA, imam masjid desa, imam masjid kecamatan, serta Ketua RT dan RW sebagai bentuk penghargaan atas peran mereka dalam menjaga kehidupan sosial dan keagamaan.

Selain itu, pemerintah daerah menyerahkan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris Ketua RT dan RW yang meninggal dunia, dengan nilai santunan sekitar Rp42 juta per orang. Program perlindungan tersebut dibiayai oleh Pemkab Ciamis sebagai bentuk jaminan sosial bagi perangkat lingkungan.

Dalam sambutannya, Bupati juga menyoroti perkembangan teknologi digital yang semakin cepat hingga ke wilayah pedesaan. Ia mengingatkan orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak dalam penggunaan telepon genggam dan media digital.

Menurutnya, kurangnya pengawasan dapat memicu berbagai persoalan sosial, termasuk meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Ia menyebut berdasarkan data tahun 2024 terdapat sekitar 85 kasus kekerasan yang melibatkan perempuan dan anak, mulai dari kekerasan fisik, kekerasan seksual, hingga perundungan.

“Persoalan kekerasan terhadap anak harus menjadi perhatian kita semua. Orang tua, guru, tokoh masyarakat, dan pemerintah harus bersama-sama meningkatkan pengawasan,” tegasnya.

Melalui kegiatan Safari Ramadan, pemerintah daerah berharap hubungan antara masyarakat dan pemerintah semakin erat, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Kabupaten Ciamis yang religius, aman, dan sejahtera.

Korban Penipuan Oknum ASN Disnaker Banjar Bertambah, Modus Baru Kerja di Luar Negeri

0
Banjar, FOKUSJabar.id
Caption: Ilustrasi web

BANJAR,FOKUSJabar.id: Dugaan praktik penipuan dengan modus penawaran kerja ke luar negeri menyeret seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Banjar berinisial E.

Kasus ini kembali mencuat setelah puluhan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) mengaku menjadi korban.

Sedikitnya 24 orang di sebut mengikuti program kerja yang di tawarkan E.

Mereka berasal dari sejumlah daerah. Mulai dari Kota Banjar, Kabupaten Ciamis hingga Tasikmalaya. Dari jumlah tersebut, lima orang merupakan warga Kota Banjar.

Baca Juga: Warga Banjar Tangkap Pria yang Diduga Akan Mencuri Sepeda Moto

E menawarkan pekerjaan di sektor agrikultur di Inggris dengan tugas sebagai pemetik buah. Untuk mengikuti program tersebut, setiap peserta di minta menyiapkan biaya keberangkatan hingga Rp65 juta.

Salah satu korban, Agus Setiawan (43) warga Desa Waringinsari Kecamatan Langensari Kota Banjar, mengaku tertarik setelah menerima penjelasan langsung dari E yang memperkenalkan diri sebagai pegawai Disnaker.

“Dia menawarkan pekerjaan di bidang pertanian di Inggris. Saya percaya karena dia mengaku ASN,” ujar Agus, Kamis (5/3/2026).

Agus mengaku sudah menyerahkan uang sebesar Rp9,4 juta yang E sebut untuk keperluan pembuatan paspor, medical check-up (MCU), dan berbagai dokumen administrasi.

Jadwal Keberangkan yang Tidak Pasti

Namun, kecurigaan muncul setelah Agus hanya menerima ID card dalam bentuk foto. Selain itu, jadwal keberangkatan terus berubah tanpa kepastian. Awalnya keberangkatan di janjikan pada Juni 2025, lalu mundur hingga Juli 2026.

Agus juga mengungkapkan, para peserta program tergabung dalam grup WhatsApp yang E buat. Dari grup tersebut, terdapat peserta yang berasal dari berbagai daerah.

“Totalnya ada 24 orang. Ada juga warga Banjar yang sekarang tinggal di Depok,” katanya.

Kecurigaan semakin kuat setelah Agus mencari informasi langsung ke Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Dari penelusuran tersebut, ia mengetahui tidak ada program resmi pemberangkatan tenaga kerja sektor agrikultur ke Inggris pada periode 2025–2026.

“Saya bahkan sudah keluar dari pekerjaan lama karena berharap bisa berangkat. Ternyata hanya janji,” keluhnya.

Agus menyebut, beberapa korban sudah menerima pengembalian uang. Tetapi jumlahnya berkurang cukup besar. Ia meminta pengembalian dana secara penuh dan berharap Pemerintah Kota Banjar mengambil langkah tegas terhadap E.

“ASN jangan sampai menyalahgunakan jabatan untuk menipu masyarakat,” tegasnya.

Agus bersama keluarganya juga telah melaporkan persoalan ini ke Inspektorat Kota Banjar, setelah laporan sebelumnya ke Disnaker tidak menunjukkan perkembangan.

Informasi yang terhimpun menyebutkan, E sebelumnya juga tersandung kasus lain. Ia tengah dalam penjadwalan menjalani sidang etik pada 12 Maret 2026 terkait dugaan penyelewengan uang santunan kematian sebesar Rp187 juta.

Selain itu, E pernah menerima sanksi akibat kasus serupa dan bahkan sempat disebut-sebut terlibat dalam dugaan penipuan terkait penerimaan CPNS.

(Budiana Martin)

Forkopicam Mangunjaya Pangandaran Tinjau Lima Dapur MBG

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Mangunjaya, Pangandaran.(Istimewa)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Mangunjaya, Pangandaran meninjau langsung sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya. 

‎‎Kegiatan tersebut di lakukan untuk memastikan seluruh tahapan pelaksanaan MBG berjalan sesuai standar, aman, higienis, dan tepat sasaran. 

‎Dalam pengecekan itu, rombongan Forkopimcam di dampingi oleh kordinator SPPI Mangunjaya, Muhammad Irfan. 

Baca Juga: Masjid Ikonik Al-Istiqomah Pangandaran Ini Berdiri di Atas Wakaf Keluarga Susi Pudjiastuti

‎Dalam kesempatan tersebut, mereka menyampaikan sejumlah himbauan dan penekanan penting kepada pengelola SPPG dan mitra MBG. 

Di antaranya, pelaksanaan MBG harus berpedoman pada SOP Badan Gizi Nasional (BGN), menjaga kebersihan ruang dan peralatan memasak, memastikan bahan baku makanan selalu steril dan tertata sesuai jenisnya, serta melakukan pengecekan makanan sebelum didistribusikan kepada siswa.

‎‎Selain itu, Forkopimcam juga menekankan pentingnya mengutamakan nilai gizi sesuai ketentuan BGN, memperketat sistem pengamanan guna menghindari potensi sabotase dari pihak luar, serta mendorong Kepala SPPG agar lebih aktif dan inovatif dalam pengelolaan program.

‎Ketua frokopimcam Mangunjaya, Sopian Tanjung, mengatakan kegiatan tersebut rutin di lakukan selama satu bulan sekali.

Menurutnya, selama pelaksanaan monitoring dan evaluasi di lima SPPG di wilayahnya tidak ada kendala yang signifikan.

‎”Alhamdulillah dari hasil pemantauan di lima titik tidak ada masalah, semuanya berjalan dengan baik dan di terapkan sesuai yang di harapkan frokopimcam,” kata Sopian Kamis, (5/3/2026).

Baca Juga: 15 Hari Terendam Banjir, Warga Anggaraksan Pangandaran Kesulitan Air Bersih

‎Kordinator SPPI Mangunjaya, Muhammad Irfan mengatakan, SPPG di Mangunjaya terbilang kondusif. Hal ini menurutnya, karena ruangan kordinasi antara SPPG dengan SPPI berjalan lancar.

‎”Alhamdulillah semuanya kondusif. Kami tiap bulan ada pertemuan untuk melakukan kordinasi,” katanya.

‎Kedepan, Irfan mengaku akan lebih intens berkomunikasi dengan ahli Gizi di Puskesmas setempat untuk membahas menu dan Gizi yang terkandung dalam makanan tersebut.

(Sajidin)