spot_imgspot_img
Jumat 2 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 41

KPPN Tasikmalaya Ungkap Realisasi APBN Rp6,6 Triliun untuk Priangan Timur

0
TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id
Ket foto : Kepala KPPN Dani Ramdani, bersama sejumlah pejabat perbendaharaan negara, saat sesi diskusi dan tanya jawab, dalam acara forum konsultasi publik di Aula Kantor KPPN Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tasikmalaya menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) 2026 di Aula KPPN Tasikmalaya, Jalan Raya Manonjaya, Kota Tasikmalaya, Selasa (22/9/2026).

Kepala KPPN Tasikmalaya Dani Ramdani memimpin langsung forum yang menghadirkan perwakilan OJK, Bank Indonesia, pemerintah daerah, akademisi, hingga jurnalis se-Priangan Timur.

Baca Juga: Krisis Air Bersih Makin Parah, 1,4 Juta Liter Air Sudah Disalurkan untuk Warga Tasikmalaya

Kegiatan ini bertujuan membangun komunikasi dua arah antara KPPN selaku penyusun regulasi dengan para mitra kerja selaku pengguna layanan.

KPPN memanfaatkan ajang ini untuk memaparkan realisasi APBN sekaligus menyerap masukan demi meningkatkan kualitas pelayanan perbendaharaan.

Dani Ramdani menegaskan bahwa keterlibatan para pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam mengawal APBN agar makin transparan dan akuntabel.

Realisasi APBN Priangan Timur Tembus Rp6,6 Triliun

Dani mengungkapkan bahwa KPPN Tasikmalaya mengelola pagu APBN tahun 2026 sebesar Rp8,861 triliun.

Realisasi penyaluran anggaran hingga 21 September 2026 telah menembus Rp6,602 triliun atau mencapai 74,51 persen.

KPPN menyalurkan dana APBN ini ke lima wilayah kerja, mencakup Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran.

“Dari jumlah tersebut, BA BUN/Transfer ke Daerah memiliki pagu Rp6,286 triliun dengan realisasi Rp4,868 triliun atau 77,44 persen,” ujar Dani, Selasa (22/9/2026).

Sementara itu, belanja Kementerian/Lembaga mencatat realisasi Rp1,734 triliun atau 67,35 persen dari total pagu Rp2,575 triliun untuk 46 satuan kerja.

Dorong Pembangunan Irigasi hingga Inovasi Layanan SATRIA

Penyaluran APBN ini mendanai berbagai proyek vital masyarakat. Seperti jaringan irigasi DI Cikunten II dan DI Manganti, program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), hingga pendidikan vokasi.

KPPN Tasikmalaya menjamin proses pencairan dana dapat selesai dalam waktu satu jam hingga satu hari kerja jika dokumen lengkap dan benar.

KPPN juga meluncurkan pendekatan inovasi SATRIA (Satker Risk Intelligence & Assistance) guna membaca data anggaran serta mengidentifikasi kebutuhan pendampingan berbasis risiko.

“Untuk lebih memudahkan dalam pemantauan pengelolaan dan penggunaan anggaran, perlu Pendekatan inovasi SATRIA yang digunakan untuk membaca data pelaksanaan anggaran. Selanjutnya mengidentifikasi kebutuhan pendampingan satker secara lebih awal,” jelas Dani.

Acara FKP ini memfasilitasi diskusi interaktif dan mengakhiri kegiatan lewat penandatanganan Berita Acara bersama sebagai bentuk komitmen meningkatkan pelayanan publik di Priangan Timur.

(Seda)

Krisis Air Bersih Makin Parah, 1,4 Juta Liter Air Sudah Disalurkan untuk Warga Tasikmalaya

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Keterangan foto: Ribuan warga Kota Tasikmalaya mengalami kekurangan air bersih. (Ilustrasi)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Krisis air bersih akibat musim kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino meluas secara signifikan di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Puluhan ribu warga harus berjuang keras demi mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan harian seperti memasak, mencuci, dan beribadah.

Baca Juga: Kota Tasikmalaya Dapat Rp2,9 Miliar untuk Percepatan Eliminasi TBC, Ada Alat Portable X-Ray

Data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya mencatat dampak kekeringan telah melanda 41 kelurahan di 10 kecamatan.

Kondisi darurat ini berdampak langsung pada 66.782 jiwa dari 20.957 kepala keluarga (KK).

Pemerintah daerah bersama tim gabungan telah menyalurkan pasokan air bersih mencapai 1.424.000 liter melalui 317 rit pengiriman ke 158 titik bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Budi Martanova, menyebutkan bahwa kemarau tahun ini terasa jauh lebih parah ketimbang tahun-tahun sebelumnya.

“Fenomena El Nino pada tahun ini semakin kering dan sudah mencakup 10 kecamatan. Pasokan air bersih yang diberikan mencapai 1.424.000 liter dilakukan guna meringankan beban masyarakat untuk kebutuhan minum, masak, cuci pakaian, hingga wudhu,” kata Budi, Selasa (22/9/2026).

Perjuangan Warga Mangkubumi Bertahan di Tengah Kekeringan

Dampak krisis air bersih merugikan kehidupan warga di tingkat akar rumput, salah satunya di Kampung Situ Beet, Kecamatan Mangkubumi.

Irwan (44), seorang warga setempat, menceritakan bahwa sumur bor dan sumur gali milik warga telah mengering sejak lima bulan lalu.

Warga setempat kini sepenuhnya menggantungkan pasokan air harian dari truk tangki bantuan BPBD dan perusahaan swasta.

“Sekarang hanya mengandalkan bantuan dari BPBD dan sumber mata air dari perusahaan swasta sekitar. Krisis air ini sangat parah, bahkan untuk mandi saja keluarga kami harus sangat hemat, terkadang hanya mengandalkan dua galon air bantuan per hari,” ujar Irwan.

Sinergi Lintas Sektor Kendalikan Krisis Air Bersih

BPBD Kota Tasikmalaya menggandeng berbagai pihak untuk menggelar distribusi air bersih gratis setiap hari tanpa henti.

Petugas tidak hanya memfokuskan pengiriman ke permukiman padat penduduk, tetapi juga menyisir berbagai fasilitas publik krusial.

Armada bantuan memasok air bersih ke pondok pesantren, sekolah, fasilitas kesehatan, perkantoran, hingga area perbankan.

“Pendistribusian air bersih tidak hanya dilakukan oleh BPBD, tetapi berbagai pihak turut membantu agar air bisa dimanfaatkan sesuai peruntukannya,” tutur Budi.

BPBD mengimbau masyarakat Kota Tasikmalaya agar terus menghemat penggunaan air. Serta menyiapkan wadah penampungan air untuk mengantisipasi potensi kemarau yang masih berlanjut.

(Abdul Latif)

Kota Tasikmalaya Dapat Rp2,9 Miliar untuk Percepatan Eliminasi TBC, Ada Alat Portable X-Ray

0
TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id
Ket foto : Wamenkes dan Wamendagri serta Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan, bersama tamu undangan lainnya, melakukan pencanangan komitmen bersama sukseskan Kelurahan Siaga TB di Kota Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Dua pejabat tinggi Kabinet Merah Putih, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr. Benjamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus, menggelar kunjungan kerja ke Kota Tasikmalaya, Selasa (22/9/2026).

Kedua wakil menteri mengawali agenda dengan meninjau Kelurahan Siaga TBC di wilayah Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya.

Baca Juga: Kemenag dan KPAID Tasikmalaya Bersatu Berantas Bullying di Madrasah dan Pesantren

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan untuk memantau langsung pelayanan di RSUD dr. Soekardjo, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mendampingi langsung peninjauan bersama Sekda Asep Goparulloh, Ketua TP-PKK dr. Elvira Kamarrow Putri, Kadinkes dr. Asep Hendra, Evi Silviani dari DPRD, serta Dirut RSUD dr. Budi Tirmadi.

Peninjauan ini bertujuan memastikan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mempercepat program eliminasi penyakit Tuberkulosis (TBC) di Indonesia.

Ubah Strategi: Cegah Orang Sakit Lewat Program Jemput Bola

Wamenkes dr. Benjamin Paulus Octavianus memuji capaian Jawa Barat dalam menemukan dan mengobati pasien TBC yang menembus angka di atas 93 persen.

Namun, Jawa Barat masih mencatat temuan kasus TBC tertinggi secara nasional dengan total sekitar 231 ribu kasus.

Benjamin menegaskan bahwa pemerintah pusat kini mengubah strategi penanganan TBC dari reaktif menjadi preventif.

“Pelayanan kita, buat apa tunggu orang sakit? Sekarang programnya, kita mencegah orang sakit. Jadi kontak erat serumah harus diperiksa dengan serius. Maka kita sekarang menyerbu ke desa-desa, masuk ke perkampungan seperti hari ini,” kata Benjamin, Selasa (22/9/2026).

Ia menginstruksikan para tenaga kesehatan untuk mendatangi langsung rumah warga tanpa perlu menunggu warga berobat ke Puskesmas.

“Ngapaian nunggu mereka datang ke Puskesmas? Kalau ke Puskesmas sudah sakit dulu kan? Tidak usah, ini jemput bola, tenaga kesehatan samperin aja warga ke rumah,” tambah Benjamin.

Presiden Prabowo Perintahkan Sinergi Lintas Kementerian

Benjamin menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia segera bebas dari ancaman TBC.

Presiden memerintahkan seluruh kementerian dan lembaga untuk mengeroyok penanganan TBC secara komprehensif, mirip dengan penanganan pandemi Covid-19.

Kementerian Perumahan siap merenovasi rumah pasien TBC kurang mampu, sementara instansi lain fokus menyediakan air bersih, sanitasi, dan perbaikan lingkungan.

Langkah terpadu ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup serta memperpanjang angka harapan hidup masyarakat Indonesia.

Kucuran Dana Rp2,9 Miliar dan Bantuan Alat Portable X-Ray

Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,9 miliar khusus untuk Kota Tasikmalaya guna memperkuat program Kelurahan Siaga TBC dan skrining aktif.

Kemenkes juga membagikan fasilitas canggih berupa alat portable X-Ray ke seluruh Puskesmas dan rumah sakit di Tasikmalaya.

Perangkat rontgen portabel ini mempermudah tenaga medis mendeteksi gejala TBC sejak dini langsung di Puskesmas tanpa harus merujuk pasien ke rumah sakit besar.

Selain itu, pemerintah menyusun rencana besar untuk membangun 1.988 Puskesmas baru serta merenovasi 441 Rumah Sakit Daerah di seluruh Indonesia pada tahun 2027.

Program renovasi nasional tersebut mencakup pembenahan fasilitas RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya agar mampu menyajikan pelayanan kesehatan yang makin prima dan terintegrasi.

(Seda)

Unjuk Gigi di Festival Literasi Ciamis 2026, 18 Alumni Pelatihan Vokasi Racik Kopi Selevel Barista Kafe

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Stand Kopi hasil pelatihan vokasi barista Disnaker Ciamis (Istimewa)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Ciamis memanfaatkan ajang Festival Literasi Kabupaten Ciamis 2026 sebagai panggung unjuk kemampuan 18 peserta pelatihan vokasi barista.

Para peserta memamerkan keahlian meracik kopi di stand khusus lingkungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Ciamis, Selasa (22/9/2026).

Baca Juga: Dari Hutan Pinus ke Curug Cinarimbang, Trek Paniisan Bongkok Ciamis Cocok untuk Wellness Tourism

Mereka menjalankan seluruh proses layaknya barista profesional, mulai dari menakar bahan, meracik sajian, hingga menyapa serta melayani para pengunjung.

Kementerian Ketenagakerjaan mendukung penuh pelatihan barista ini melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung menggunakan dana APBN.

Lulusan Pelatihan Kuasai Keterampilan Praktis dan Siap Kerja

Kepala Disnaker Kabupaten Ciamis, Dase Fadlil Yusdy Mubarak, menilai para peserta telah menguasai keterampilan praktis yang menjadi modal berharga untuk menembus dunia kerja.

“Jadi hasil daripada yang terlatih, saya kira sudah siap kerja,” ujar Dase, Selasa (22/9/2026).

Dase menekankan bahwa pelatihan vokasi harus menghasilkan keahlian yang dapat masyarakat gunakan secara langsung.

Praktik lapangan di tengah keramaian festival menjadi ajang efektif untuk menguji mental serta kesiapan kerja para peserta.

Dase mengapresiasi dukungan APBN yang membantu Ciamis memperluas akses pelatihan keterampilan warga di tengah keterbatasan anggaran daerah.

“Ini program dari APBN, dari Kementerian Ketenagakerjaan. Ini salah satu hal yang sangat luar biasa dalam kondisi kemampuan APBD. Jadi kita harus mencari ruang-ruang program seperti ini,” ungkap Dase.

Ia mendorong seluruh alumni pelatihan agar terus mengasah keahlian, baik untuk melamar pekerjaan maupun merintis usaha kedai kopi secara mandiri.

“Harapannya para peserta dan alumni bisa terjun ke dunia kerja, meningkatkan kompetensi, dan tidak hanya mengandalkan program atau anggaran pemerintah,” tuturnya.

Pengunjung Puji Cita Rasa Kopi Racikan Peserta

Salah seorang pengunjung, Nasta, memuji cita rasa dan ketepatan takaran kopi hasil racikan para alumni pelatihan tersebut.

“Menurut saya racikannya sudah pas, takarannya juga tepat. Kalau untuk dijual sudah layak, rasanya juga bisa bersanding dengan kopi yang barista buat di kafe,” ujar Nasta.

Selain mengasah teknik meracik kopi, kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam berkomunikasi dan mengelola pelayanan konsumen.

Dase menyebutkan bahwa kepercayaan diri dalam melayani pembeli menjadi kunci penting untuk melengkapi keahlian teknis seorang barista.

Kehadiran stand kopi di Festival Literasi Ciamis 2026 membuktikan bahwa program pelatihan vokasi mampu melahirkan tenaga kerja terampil yang siap membuka peluang ekonomi baru.

(Mia)

Dari Hutan Pinus ke Curug Cinarimbang, Trek Paniisan Bongkok Ciamis Cocok untuk Wellness Tourism

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Paniisa Pines Bongkok berpotensi menjadi Wellnes Tourism

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kawasan wisata alam Paniisan Pines Bongkok di Dusun Palasari, Desa Sukahurip, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menyimpan potensi besar sebagai destinasi wellness tourism.

Lokasi ini menyajikan pemandangan alam yang indah sekaligus jalur olahraga jalan kaki (trekking) yang menyegarkan tubuh.

Baca Juga: Bakar Ilalang Berujung Petaka, Lahan Hutan di Pamarican Ciamis Ikut Terbakar

Pengunjung langsung menikmati pemandangan alam nan hijau saat menyusuri gang perkampungan warga menuju area utama Paniisan Pines Bongkok.

Jalan gang bertembok rapi tersebut sangat cocok untuk aktivitas jogging pagi maupun sore hari di tengah hembusan angin sepoi-sepoi.

Trek Menantang di Tengah Deretan Hutan Pinus

Jalur jalan kaki mulai menawarkan tantangan fisik dengan tanjakan sedang saat memasuki kawasan utama Paniisan Pines Bongkok.

Tanjakan ini menguji ketahanan fisik para wisatawan yang belum terbiasa berolahraga di alam terbuka.

Usai menapaki tanjakan, pengunjung dapat beristirahat di pelataran hutan pinus yang tertata rapi sembari menikmati keindahan alam sekitar.

Warung-warung lokal di area tersebut juga menyediakan aneka makanan dan minuman hangat untuk melepas lelah.

Lanjutkan Petualangan Menuju Curug Cinarimbang

Pengunjung yang menyukai tantangan dapat melanjutkan petualangan menuju objek wisata Curug Cinarimbang dengan jarak tempuh sekitar 600 meter. Kemudian Perjalanan menuju Curug Cinarimbang kembali menguji kekuatan fisik lewat trek menanjak yang lumayan menguras tenaga.

Rasa lelah pengunjung langsung terbayar tuntas begitu mendengar gemericik air terjun dan merasakan kesegaran suasana alam.

Seorang pengunjung, Nandang, memuji keindahan serta potensi kebugaran dari rute penjelajahan alam ini.

“Perjalanan dari kawasan Paniisan Pines Bongkok menuju Curug Cinarimbang ini sangat cocok bila dijadikan trek wellness tourism,” kata Nandang, Selasa (22/9/2026).

(Husen Maharaja)

Terlibat Kasus Wanita Tewas di Cirebon, Pria Asal Pangandaran Menyerahkan Diri ke Polisi

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Ilustrasi by web

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Seorang pria berinisial SN (23) menyerahkan diri ke Mako Polsek Padaherang, Polres Pangandaran, Senin (21/9/2026) malam.

SN mendatangi kantor polisi usai terlibat dalam kasus tewasnya seorang wanita berinisial Y (23) di sebuah hotel di Kota Cirebon.

Baca Juga: Melihat Susi Environmental School, Sekolah Unik di Pangandaran yang Ajak Anak Dekat dengan Alam

SN mendatangi Mako Polsek Padaherang sekitar pukul 21.30 WIB bersama kakak iparnya, Satim.

Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari melalui Kapolsek Padaherang Iptu Abdurahman membenarkan proses penyerahan diri terduga pelaku tersebut.

“Yang bersangkutan datang ke Polsek Padaherang dan menyampaikan bahwa dirinya terlibat dalam kejadian di wilayah Kota Cirebon. Setelah menerima informasi tersebut, kami langsung melakukan pengamanan dan berkoordinasi dengan Polres Cirebon Kota,” kata Abdurahman, Selasa (22/9/2026).

Geger Penemuan Jasad Wanita di Kamar Hotel Cirebon

Kasus ini bermula saat warga menemukan jasad wanita berinisial Y (23) di kamar F5 lantai 3 Hotel Nusantara, Jalan Suradinaya, Kesambi, Kota Cirebon, Senin (21/9/2026).

Saksi mata menyebutkan bahwa korban datang ke hotel bersama seorang pria pada Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Pria misterius tersebut kemudian meninggalkan area hotel sendirian sekitar pukul 22.00 WIB.

Tim Satreskrim Polres Cirebon Kota langsung menggelar penyelidikan intensif untuk mengungkap penyebab kematian korban.

Pelaku Melarikan Diri ke Pangandaran Sebelum Menyerahkan Diri

Usai kejadian di Cirebon, SN melarikan diri menuju rumah kakak iparnya di Desa Bojongsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran.

SN tiba di Pangandaran sekitar pukul 18.00 WIB usai menempuh perjalanan jauh dari Cirebon.

Beberapa jam kemudian, SN mengakui perbuatannya kepada keluarga hingga sang kakak ipar mengantarnya langsung ke Polsek Padaherang.

Tim Maung Padaherang bergerak cepat mengamankan SN untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Polsek Padaherang kini menyerahkan SN ke Satreskrim Polres Cirebon Kota guna menjalani proses hukum dan pemeriksaan kronologi secara menyeluruh.

(Sajidin)

Agus Gumiwang Resmikan Jalan Ratjih Natawidjaja di Kawasan Sport Center Sumedang

0
BOGOR, FOKUSJabar.id
Sumber Gambar: Pemkab Sumedang Menteri Perindustrian Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita didampingi Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meresmikan jalan Ratjih Natawidjaja ditandai gunting pita, Selasa (22/9/2026).

SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Sumedang meresmikan nama baru untuk akses jalan yang menghubungkan Jalan Kutamaya dengan kawasan Sport Center Cigugur.

Pemerintah daerah menetapkan nama Jalan Ratjih Natawidjaja sebagai nama resmi jalur strategis sepanjang 297 meter tersebut.

Baca Juga: Ada Job Fair Online Bareng Dedi Mulyadi Besok

Penamaan ini menjadi wujud penghormatan Pemkab Sumedang atas kiprah Ratjih Natawidjaja di bidang sosial, keagamaan, pendidikan, serta pengembangan kawasan Islamic Centre Sumedang.

Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meresmikan jalan tersebut melalui prosesi gunting pita pada Selasa (22/9/2026).

Agus Gumiwang menghadiri peresmian ini dalam kapasitas sebagai cucu almarhumah Ratjih Natawidjaja bersama keluarga besar.

Warisan Keteladanan dan Ruang Ekonomi Baru

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur fisik harus selalu membawa nilai sejarah serta keteladanan bagi warga.

“Pemberian nama Ratjih Natawidjaja adalah bentuk penghormatan kepada sosok yang memiliki jejak pengabdian dalam pendidikan, sosial, dan kehidupan kemasyarakatan, sekaligus memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Sumedang,” kata Dony.

Jalan berlebar 8 meter ini kini memperlancar akses masyarakat menuju kawasan Sport Center dan Islamic Centre.

“Ketika masyarakat melewati jalan ini, bukan hanya akses yang mereka rasakan semakin mudah, tetapi juga ada sejarah dan keteladanan yang terus diingat,” tutur Dony.

Dony menambahkan bahwa perkembangan kawasan ini turut menggerakkan roda ekonomi pelaku UMKM serta sektor ekonomi kreatif lokal.

“Jadi, kawasan ini bukan hanya bagus secara fisik, tetapi juga hidup, produktif, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Dony.

Pujian Menperin Agus Gumiwang untuk Bupati Sumedang

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi tinggi langkah Pemkab Sumedang serta kepemimpinan Bupati Dony Ahmad Munir.

Agus menilai Dony berhasil membangun sistem pemerintahan berbasis digital yang memajukan Kabupaten Sumedang secara nyata.

“Saya keliling Indonesia, saya mengakui Bupati Dony adalah bupati terbaik. Beliau adalah orang yang hebat dan tetap bekerja untuk terus memajukan Kabupaten Sumedang dalam upaya menciptakan pemerintahan berbasis digital dan kinerja,” kata Agus.

Sebagai perwakilan keluarga besar, Agus kemudian menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas penghormatan abadi kepada almarhumah neneknya.

“Keluarga besar menyampaikan terima kasih karena telah memberikan kehormatan kepada nenek saya. Harapan kami, jalan ini akan terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sumedang,” ucaps Agus.

Kini, Jalan Ratjih Natawidjaja berdiri kokoh memperlancar mobilitas warga sekaligus

(Jingga Sonjaya)