spot_imgspot_img
Minggu 22 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 41

Forkopicam Mangunjaya Pangandaran Tinjau Lima Dapur MBG

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Mangunjaya, Pangandaran.(Istimewa)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Mangunjaya, Pangandaran meninjau langsung sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya. 

‎‎Kegiatan tersebut di lakukan untuk memastikan seluruh tahapan pelaksanaan MBG berjalan sesuai standar, aman, higienis, dan tepat sasaran. 

‎Dalam pengecekan itu, rombongan Forkopimcam di dampingi oleh kordinator SPPI Mangunjaya, Muhammad Irfan. 

Baca Juga: Masjid Ikonik Al-Istiqomah Pangandaran Ini Berdiri di Atas Wakaf Keluarga Susi Pudjiastuti

‎Dalam kesempatan tersebut, mereka menyampaikan sejumlah himbauan dan penekanan penting kepada pengelola SPPG dan mitra MBG. 

Di antaranya, pelaksanaan MBG harus berpedoman pada SOP Badan Gizi Nasional (BGN), menjaga kebersihan ruang dan peralatan memasak, memastikan bahan baku makanan selalu steril dan tertata sesuai jenisnya, serta melakukan pengecekan makanan sebelum didistribusikan kepada siswa.

‎‎Selain itu, Forkopimcam juga menekankan pentingnya mengutamakan nilai gizi sesuai ketentuan BGN, memperketat sistem pengamanan guna menghindari potensi sabotase dari pihak luar, serta mendorong Kepala SPPG agar lebih aktif dan inovatif dalam pengelolaan program.

‎Ketua frokopimcam Mangunjaya, Sopian Tanjung, mengatakan kegiatan tersebut rutin di lakukan selama satu bulan sekali.

Menurutnya, selama pelaksanaan monitoring dan evaluasi di lima SPPG di wilayahnya tidak ada kendala yang signifikan.

‎”Alhamdulillah dari hasil pemantauan di lima titik tidak ada masalah, semuanya berjalan dengan baik dan di terapkan sesuai yang di harapkan frokopimcam,” kata Sopian Kamis, (5/3/2026).

Baca Juga: 15 Hari Terendam Banjir, Warga Anggaraksan Pangandaran Kesulitan Air Bersih

‎Kordinator SPPI Mangunjaya, Muhammad Irfan mengatakan, SPPG di Mangunjaya terbilang kondusif. Hal ini menurutnya, karena ruangan kordinasi antara SPPG dengan SPPI berjalan lancar.

‎”Alhamdulillah semuanya kondusif. Kami tiap bulan ada pertemuan untuk melakukan kordinasi,” katanya.

‎Kedepan, Irfan mengaku akan lebih intens berkomunikasi dengan ahli Gizi di Puskesmas setempat untuk membahas menu dan Gizi yang terkandung dalam makanan tersebut.

(Sajidin)

Jurnalis Ciamis Kembali Ikuti Pesantren Ramadan

0
Ciamis@fokusjabar.id
kegiatan saat ikuti pesantren jurnalis

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Memasuki hari ke 15  Ramadhan 1447 Hijriah. Pesantren Jurnalis Kabupaten Ciamis di laksanakan di Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, Kamis (05/03/2026).

Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang di lakukan saat bulan ramadhan bersama para jurnalis kabupaten Ciamis. Ini menjadi tahun kedua pelaksanaan Pesantren Jurnalis.

Di awali dengan Sholat ashar bersama kemudian materi dari tokoh agama Kabupaten Ciamis. Lalu di lanjutkan dengan buka puasa bersama hingga sholat tarawih. Dan di akhiri dengan tausiyah dari pimpinan pondok pesantren Darussalam KH Fadliyani Ainusyamsi.

Baca Juga: Satpol PP Ciamis Temukan Warung Masih Buka Siang Hari Saat Ramadan

Sekda Ciamis, Dr H Andang Firman Triyadi memberikan pembekalan kepada para jurnalis mengenai pentingnya menjaga niat, etika, serta tanggung jawab. Dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Menurutnya, profesi jurnalis merupakan salah satu profesi strategis yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat. 

Informasi yang di sampaikan media, menurutnya, dapat menjadi kekuatan untuk menghadirkan kebaikan. Namun juga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman apabila tidak di sampaikan secara tepat.

“Teman-teman media adalah ujung tombak. Informasi yang di sampaikan bisa menjadi kebaikan, tetapi juga bisa menimbulkan kesalahpahaman. Karena itu di perlukan tuntunan, kehati-hatian, serta penggunaan hati dalam menulis dan menyampaikan berita,” ujarnya.

Media Memiliki Peran Penting

Di jelaskan, media memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Informasi yang di sampaikan oleh insan pers seringkali menjadi bahan evaluasi sekaligus masukan bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan.

“Bagi kami di pemerintahan, informasi dari media menjadi bahan koreksi dan pengetahuan. Dari pemberitaan itulah kami mengetahui berbagai persoalan yang perlu segera di tindaklanjuti,” jelasnya.

Selain itu, Andang juga mengingatkan pentingnya menjaga akurasi informasi, menjunjung tinggi etika jurnalistik. Serta memahami keseimbangan antara hak dan kewajiban dalam profesi pers.

“Pemilihan diksi yang tepat dalam pemberitaan sangat menentukan bagaimana masyarakat menerima informasi secara bijak. Tanpa memicu polemik yang tidak perlu,” ucapnya.

Andang berharap kegiatan Pesantren Ramadan bagi jurnalis tersebut dapat memperkuat niat baik insan pers. Dalam menjalankan tugas jurnalistik yang membawa manfaat bagi masyarakat.

“Ramadan adalah proses kembali ke fitrah. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi niat baik kita semua dan memberikan manfaat di kemudian hari,” katanya.

Pesantren Ramadan Kategori Jurnalis

Sementara Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, Fadlil Yani Ainusyamsi yang akrab di sapa Ang Icep, menyampaikan apresiasi. Atas terselenggaranya Pesantren Ramadan kategori jurnalis yang untuk kedua kalinya di gelar di lingkungan pesantren tersebut.

Menurutnya, jurnalis memiliki peran strategis dalam membangun literasi masyarakat serta menggerakkan umat melalui gagasan dan tulisan.

Baca Juga: Mobil Berisi Lima Penumpang Masuk Jurang di Jalur Nasional Cirebon–Ciamis

“Melalui tulisan, literasi, dan pemikiran, jurnalis dapat menggerakkan umat. Kapasitasnya mungkin berbeda dengan ulama, tetapi perannya sama-sama penting dalam membentuk pola pikir masyarakat,” ujarnya.

Ang Icep juga mengingatkan pentingnya belajar agama secara langsung kepada guru atau ulama untuk mendapatkan keberkahan ilmu. Meskipun di era digital saat ini akses terhadap berbagai sumber pembelajaran semakin mudah.

Ia berharap Kegiatan Pesantren Ramadan kategori jurnalis dapat menjadi ruang refleksi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, ulama, dan insan pers. Dalam membangun Kabupaten Ciamis melalui penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan beretika.

(Mia)

Bawaslu Tasikmalaya Bersama Bawaslu Jabar Bahas Pentingnya Kehumasan

0
Tasikmalaya@fokusjabar.id
Diskusi Ngabuburit Bawaslu Jabar.(Istimewa)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Kehumasan memiliki peran penting dalam membangun citra positif sebuah lembaga khususnya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat.

Ha tersebut di sampaikan, Koordinator Divisi P2HM Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Syarif Ali, usai melakukan zoom meet dalam acara diskusi ngabuburit bersama Bawaslu Jabar.

“Koordinator Divisi Humas Datin Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Bapak Muamarullah menjelaskan peran kehumasan dalam membangun citra dan kepercayaan publik terhadap Lembaga Pengawas Pemilu,” Syarif Ali, Kamis (5/3/2026).

Baca Juga: PDI Perjuangan Tasikmalaya Ultimatum Kader, Tidak Terlibat Pengelolaan MBG

Citra yang baik, lanjut Syarif, yaitu tidak hanya di bentuk oleh narasi atau komunikasi yang menarik. Tetapi utamanya oleh kepercayaan publik yang di jaga secara konsisten.

Oleh karena itu, kata Syarif, kehumasan harus menjadi jembatan antara lembaga dan masyarakat. Dengan tetap menjunjung tinggi integritas serta keterbukaan informasi.

Dalam praktiknya, kata Syarif, kehumasan berupaya menghadirkan layanan informasi yang terbuka dan mudah di akses oleh masyarakat.

“Melalui media sosial, website resmi, serta berbagai platform digital, informasi mengenai kegiatan dan pengawasan Pemilu dapat di akses selama 24 jam. Transparansi data juga menjadi bagian penting agar masyarakat dapat mengetahui laporan dan perkembangan pengawasan secara terbuka.” ujarnya.

Sehingga, keberhasilan pengelolaan kehumasan tercermin dari berbagai capaian dan penghargaan, seperti penghargaan kehumasan ramah disabilitas, konten grafis terbaik, serta prestasi dalam keterbukaan informasi publik.

Hal tersebut menunjukkan komitmen lembaga dalam menghadirkan komunikasi publik yang inklusif, informatif, dan akuntabel.

Keberhasilan Pengawasan Pemilu

Selain itu, Syarif Ali mengatakan bahwa, keberhasilan pengawasan Pemilu juga memerlukan sinergi antara pengawas dan masyarakat.

“Pengawas di harapkan menjadi representasi lembaga yang berintegritas di mata publik. Sementara masyarakat berperan sebagai mata dan telinga dalam melaporkan berbagai potensi pelanggaran yang dapat merusak tatanan demokrasi.” tuturnya.

Di sisi lain, Syarif Ali menegaskan, bahwa kehumasan juga memiliki tanggung jawab dalam melawan hoaks dan disinformasi yang sering muncul, terutama pada masa non-tahapan Pemilu.

Baca Juga: Menu MBG Berkutu di Rajapolah Tasikmalaya, Ketua DPRD: Tutup Saja Dapurnya

“Kehumasan harus hadir sebagai sumber informasi yang kredibel dan terpercaya, sekaligus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pengawasan dengan prinsip ‘saring sebelum sharing,” jelasnya.

Dengan demikian, Syarif menambahkan,kehumasan tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi sebagai penggerak partisipasi publik dan penjaga transparansi.

“Selain itu merupakan penguat kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi yang jujur dan adil,” pungkasnya.

(Zaenal Mutaqin)

BPJS Kesehatan Tasikmalaya Sosialisasikan Reaktivasi PBI-JK bagi Peserta yang Dinonaktifkan

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Program Sosialisasi Pengaktifan kembali peserta PBI-JK yang dilakukan BPJS Kesehatan Cabang Tasikmalaya di Kamandara Coffee & Resto (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kebijakan penonaktifan Peserta Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia pada awal Februari 2026 berdampak luas terhadap jutaan peserta di seluruh Indonesia. Kebijakan tersebut membuat banyak warga tidak lagi dapat memanfaatkan layanan kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Situasi ini memunculkan berbagai keluhan dari masyarakat, terutama dari mereka yang tengah membutuhkan penanganan medis segera maupun yang hidup dengan penyakit kronis.

Baca Juga: Perawat Turun Berbagi, PPNI Tasikmalaya Gelar Santunan Sambut HUT Ke-52

Menanggapi kondisi tersebut, Kementerian Sosial bersama BPJS Kesehatan mulai mengintensifkan sosialisasi mengenai mekanisme pengaktifan kembali atau reaktivasi peserta PBI-JK di berbagai daerah.

Di wilayah Priangan Timur, BPJS Kesehatan Cabang Tasikmalaya menggelar sosialisasi optimalisasi reaktivasi peserta PBI-JK di Kamandara Coffee & Resto, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Kamis (5/3/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Kepala Bagian Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Tasikmalaya Abdul Mukti, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Pemkot Tasikmalaya yang juga menjabat Plt Kepala Dinas Sosial Riza Setiawan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr. Asep Hendra Hendriana, insan media, serta operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG) dari seluruh kelurahan di Kota Tasikmalaya.

Kepala Bagian Kepesertaan dan Pelayanan BPJS Kesehatan Cabang Tasikmalaya, Abdul Mukti, menjelaskan bahwa kebijakan penonaktifan PBI-JK berdampak signifikan terhadap peserta JKN di berbagai daerah, termasuk wilayah Priangan Timur.

Penonaktifan 35.800 peserta PBI-JK di Kota Tasikmalaya

Ia menyebutkan, di Kota Tasikmalaya saja terdapat sekitar 35.800 peserta PBI-JK yang mengalami penonaktifan. Sehingga tidak dapat lagi mengakses layanan kesehatan melalui program JKN.

“Kami menggelar kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada para pemangku kepentingan. Tentu mengenai proses pengaktifan kembali peserta PBI-JK agar masyarakat yang memenuhi syarat dapat kembali memperoleh layanan kesehatan JKN,” ujar Mukti.

Menurutnya, pemerintah memberikan kesempatan reaktivasi bagi peserta yang membutuhkan penanganan medis mendesak. Kebijakan tersebut terutama menyasar pasien dengan penyakit kronis atau katastropik serta pasien dengan kondisi kesehatan yang mengancam jiwa.

Untuk mendapatkan kembali status kepesertaan PBI-JK, Mukti menegaskan bahwa masyarakat harus memenuhi persyaratan sesuai Surat Keputusan Kementerian Sosial Nomor 3/HUK Tahun 2026.

Salah satu syarat utama yaitu melampirkan surat keterangan membutuhkan pelayanan kesehatan dari fasilitas kesehatan. Seperti puskesmas, klinik, maupun rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta. Selain itu, calon peserta juga harus termasuk kategori masyarakat dalam Desil 6 ke bawah dan mengajukan permohonan melalui Dinas Sosial.

Memeriksa Status Kepesertaan JKN

Selain melalui pengajuan langsung, Mukti mengingatkan masyarakat agar aktif memeriksa status kepesertaan JKN. Pengecekan dapat melalui berbagai kanal layanan seperti aplikasi Mobile JKN. Kemudian juga layanan WhatsApp PANDAWA (0818165165), call center BPJS Kesehatan, atau dengan mendatangi kantor BPJS Kesehatan maupun Dinas Sosial setempat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr. Asep Hendra Hendriana menegaskan setiap warga tetap berhak memperoleh layanan kesehatan yang layak dari fasilitas kesehatan.

Ia memastikan pasien dengan kondisi darurat atau penyakit kronis tetap akan menerima pelayanan medis meskipun status PBI-JK mereka tidak aktif.

“Jika ada warga yang mengalami penyakit kronis dan membutuhkan penanganan segera, fasilitas kesehatan tetap memberikan tindakan medis. Status kepesertaan yang nonaktif bisa dialihkan ke program Pekerja Bukan Penerima Upah Pemda (PBPU-Pemda). Dengan melampirkan kartu keluarga dan surat keterangan medis atau surat rawat dari rumah sakit,” jelasnya.

dr. Asep juga menyatakan dukungannya terhadap upaya reaktivasi peserta PBI-JK. Menurutnya, program ini harus tepat sasaran agar benar-benar membantu masyarakat yang paling membutuhkan sesuai ketentuan dalam keputusan Kementerian Sosial.

“Reaktivasi ini sangat penting bagi masyarakat yang membutuhkan, tetapi penerima manfaat harus benar-benar memenuhi kriteria yang telah ditetapkan,” tegasnya.

(Seda)

Masjid Ikonik Al-Istiqomah Pangandaran Ini Berdiri di Atas Wakaf Keluarga Susi Pudjiastuti

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Tampak depan Masjid Besar Al-Istiqomah Pangandaran.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kemegahan Masjid Besar Al-Istiqomah Pangandaran tidak hanya menjadi pusat ibadah masyarakat, tetapi juga menyimpan sejarah panjang perjuangan para pendiri serta keluarga yang mewakafkan lahannya.

Masjid yang berdiri di atas lahan sekitar 5.000 meter persegi ini dibangun di atas tanah wakaf milik keluarga Susi Pudjiastuti. Orang tua Susi, Ahmad Karlan dan Suwuh Lasminah, menyerahkan lahan tersebut sepenuhnya untuk kepentingan ibadah masyarakat.

Baca Juga: 15 Hari Terendam Banjir, Warga Anggaraksan Pangandaran Kesulitan Air Bersih

Pembangunan masjid dimulai pada 1974 dengan pengelolaan awal berada di bawah Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila. Sejak saat itu, masjid tersebut berkembang menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan di Pangandaran.

Sekretaris Umum DKM Masjid Besar Al-Istiqomah, Majid Murdiansah, membenarkan sejarah wakaf tersebut. Menurutnya, seluruh area masjid, mulai dari bangunan utama hingga halaman dan area parkir, berasal dari tanah wakaf keluarga Susi.

“Bangunan, halaman, taman sampai area parkir semuanya berdiri di atas tanah wakaf dari kakek dan orang tua Ibu Susi. Luasnya sekitar 5.000 meter persegi lebih,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Selain menyimpan sejarah pembangunan, masjid ini juga menjadi saksi peristiwa besar saat Tsunami Pangandaran 2006 melanda wilayah tersebut.

Ketika gelombang tsunami menerjang kawasan pantai Pangandaran, masjid ini berubah menjadi tempat evakuasi bagi warga. Meski berjarak sekitar 1,8 kilometer dari bibir pantai, lokasi masjid terbukti aman dari terjangan gelombang.

“Masjid ini menjadi saksi ketegangan warga saat tsunami 2006. Tempat ini menjadi lokasi evakuasi karena aman dari jangkauan gelombang,” kenang Majid.

Sempat Jadi Penampungan Jenazah Tsunami Pangandaran

Saat peristiwa tersebut terjadi, warga menyelamatkan diri ke lantai dua bangunan masjid. Area belakang masjid yang kini menjadi tempat wudu bahkan sempat berfungsi sebagai lokasi pemandian jenazah korban tsunami.

Beberapa jenazah korban juga sempat disemayamkan sementara di dalam peti kemas milik Susi Pudjiastuti sebelum dimakamkan.

Kini, Masjid Besar Al-Istiqomah terus aktif menggelar berbagai kegiatan keagamaan. Pada bulan Ramadan, masjid ini penuh dengan pelajar dan kelompok kajian yang mengikuti tadarus, tausiah, hingga program hafalan Al-Qur’an di bawah bimbingan Al Imron Rosyadi.

Selain menjadi pusat kegiatan ibadah, lokasi masjid yang berada di jalur utama Pangandaran juga menjadikannya tempat singgah favorit bagi para wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut.

(Sajidin)

Satpol PP Ciamis Temukan Warung Masih Buka Siang Hari Saat Ramadan

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot istimewa : Petugas Satpol PP Kabupaten saat patroli menindaklanjuti maklumat Bupati Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Ciamis terus menggencarkan sosialisasi sekaligus pengawasan terhadap pelaksanaan surat edaran Bupati terkait aturan operasional tempat usaha selama bulan suci Ramadan.

Langkah tersebut dilakukan agar para pelaku usaha mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah daerah demi menjaga ketertiban serta menghormati masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.

Baca Juga: Mobil Berisi Lima Penumpang Masuk Jurang di Jalur Nasional Cirebon–Ciamis

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ciamis, Rd. Ega Anggara Alqausar, mengatakan pihaknya bersama Polres Ciamis melakukan patroli gabungan pada siang hari selama Ramadan.

Dalam kegiatan tersebut, petugas masih menemukan sejumlah warung makan yang tetap beroperasi dan melayani pembeli makan di tempat.

“Kami sudah melakukan sosialisasi terkait surat edaran Bupati. Namun masih ada beberapa warung yang buka dan melayani pembeli di tempat,” ujar Ega, Kamis (5/3/2026).

Ia menegaskan petugas akan terus melakukan patroli untuk mengingatkan para pemilik usaha yang belum mematuhi aturan tersebut. Jika masih ditemukan warung makan yang buka pada siang hari, petugas akan meminta pemilik usaha agar tidak menyediakan fasilitas makan di tempat.

“Apabila masih menemukan warung yang buka pada siang hari, pemilik usaha kami imbau untuk tidak menyediakan fasilitas makan di tempat,” jelasnya.

Selain menyasar warung makan, patroli juga berlangsung di sejumlah pusat perbelanjaan dan pasar. Langkah tersebut bertujuan mengantisipasi adanya aparatur sipil negara (ASN) yang berbelanja saat jam dinas.

“Tak hanya warung makan, kami juga melakukan pengawasan di pusat perbelanjaan. Penertiban akan kita lakukan jika terdapat ASN maupun pelajar berada di pusat perbelanjaan saat jam kerja dan jam sekolah,” tambahnya.

Ega berharap seluruh elemen masyarakat dapat bekerja sama menjaga ketertiban. Serta menghormati suasana Ramadan dengan mematuhi aturan yang telah pemerintah daerah tetapkan.

Ia menegaskan patroli pengawasan tersebut akan terus berlangsung selama bulan Ramadan tanpa batas waktu tertentu.

(Husen Maharaja)

15 Hari Terendam Banjir, Warga Anggaraksan Pangandaran Kesulitan Air Bersih

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Kepala Dusun Anggaraksan Pangandaran, Kartim saat menunjuk sumur miliknya yang kotor pasca banjir

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Banjir yang sempat merendam Dusun Anggaraksan, Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran selama sekitar 15 hari akhirnya surut. Meski air sudah menghilang, warga kini menghadapi berbagai persoalan baru setelah bencana tersebut.

Salah satu masalah paling serius yang dirasakan masyarakat adalah kondisi air sumur yang berubah keruh, bahkan berwarna coklat hingga kehitaman. Air yang biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari itu kini tidak lagi layak pakai.

Baca Juga: Berkah Ramadan untuk Nek Dinem, Polres Pangandaran Bangunkan Rumah Baru

Kepala Dusun Anggaraksan, Kartim, mengatakan warga terpaksa membeli air galon untuk memenuhi kebutuhan memasak dan minum.

“Yang paling utama itu air. Air sumur sekarang kotor, jadi kalau mau masak atau minum terpaksa pakai air galon,” ujar Kartim di kediamannya, Kamis (5/3/2026).

Kartim mengaku telah mencoba membersihkan sumur dengan cara mengurasnya hingga dua kali. Namun upaya tersebut belum mampu mengembalikan kondisi air seperti semula.

“Kita sudah menguras sumur dua kali, bahkan memakai saringan. Tapi airnya tetap kuning, kotor, bahkan bau,” katanya.

Selain kesulitan air bersih, warga juga mulai merasakan gangguan kesehatan setelah banjir surut. Beberapa warga, terutama anak-anak, mengalami gatal-gatal, sakit perut hingga diare.

“Keluhan sekarang banyak yang gatal-gatal dan sakit perut, terutama anak-anak. Ada juga yang diare, padahal ini sedang bulan puasa,” tambahnya.

Kerugian lain juga warga alami akibat banjir yang merendam permukiman cukup lama. Sejumlah sepeda motor rusak karena terlalu lama terendam air, mulai dari pelek yang keropos hingga mesin kendaraan yang tidak bisa menyala.

“Motor saya sampai mati. Sudah bolak-balik ke bengkel untuk servis. Satu motor bahkan sudah tidak bisa saya pakai,” keluh Kartim.

Menurutnya, banjir di wilayah tersebut telah surut sejak sekitar tiga hari lalu. Ia berharap kondisi itu tidak kembali terulang, terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Mudah-mudahan banjirnya tidak datang lagi, apalagi sebentar lagi mau Lebaran,” pungkasnya.

(Sajidin)