spot_imgspot_img
Minggu 22 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 42

Warga Banjar Tangkap Pria yang Diduga Akan Mencuri Sepeda Motor

0
Banjar, FOKUSJabar.id
Ilustrasi WEB

BANJAR,FOKUSJabar.id: Warga Dusun Pananjung, Desa Sinartanjung, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, mengamankan seorang pria berinisial E (60) yang diduga hendak mencuri sepeda motor yang terparkir di depan sebuah warung, Kamis (5/3/2026).

Kecurigaan warga muncul saat pria tersebut terlihat mendorong sepeda motor dengan gerak-gerik mencurigakan. Beberapa warga kemudian menghampiri dan menanyakan kepemilikan kendaraan tersebut.

Baca Juga: Atap Rumah Ambruk di Banjar, Beruntung Tidak Ada Korban Jiwa

Salah seorang warga, Asep, mengatakan pria itu tidak mampu memberikan penjelasan yang meyakinkan ketika ditanya mengenai motor yang didorongnya.

“Awalnya ada yang melihat dia mendorong motor. Saat warga tanya, jawabannya tidak jelas, sehingga warga langsung curiga dan mengejarnya,” ujar Asep.

Warga akhirnya berhasil mengamankan sepeda motor tersebut sebelum pelaku bawa terlalu jauh dari lokasi kejadian. Peristiwa itu pun sempat menarik perhatian warga sekitar yang berdatangan ke tempat kejadian.

Selanjutnya warga bersama aparat setempat, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas, melakukan interogasi awal. Dalam pemeriksaan tersebut, pria itu mengaku bernama Endang dan berasal dari Buniseuri, Kabupaten Ciamis.

Untuk menghindari aksi main hakim sendiri, warga segera menyerahkan pria tersebut kepada aparat kepolisian. Petugas kemudian membawanya ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi tindak pencurian kendaraan bermotor yang masih kerap terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat.

(Budiana Martin)

Perawat Turun Berbagi, PPNI Tasikmalaya Gelar Santunan Sambut HUT Ke-52

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Para Pengurus PPNI Kota Tasikmalaya berfoto bersama dengan warga penerima Santunan di Kantor Sekretariat PPNI (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-52 sekaligus memaknai keberkahan bulan suci Ramadan, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Tasikmalaya menggelar aksi sosial berupa pembagian paket sembako kepada masyarakat kurang mampu.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor DPD PPNI Kota Tasikmalaya, Jalan Cilolohan, Kelurahan Setiaratu, Kecamatan Cibeureum, Kamis (5/3/2026). Suasana kegiatan terasa hangat dan penuh kebersamaan saat para perawat berinteraksi langsung dengan warga penerima bantuan.

Ketua DPD PPNI Kota Tasikmalaya, Arif Prianto, bersama para pengurus terlihat turun langsung menyerahkan paket sembako kepada warga. Kehadiran para perawat tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang menerima bantuan.

Wajah para penerima santunan tampak sumringah saat menerima bantuan. Mereka merasa terbantu sekaligus senang dapat bertemu langsung dengan para tenaga kesehatan yang selama ini dikenal melalui pelayanan medis.

Arif Prianto menjelaskan kegiatan sosial ini menjadi bentuk kepedulian para perawat terhadap masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan.

“Aksi sosial ini merupakan wujud empati dan kepedulian para perawat untuk saling membantu sesama, terutama masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi ungkapan rasa syukur dalam menyambut HUT ke-52 PPNI serta memaknai bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Menurutnya, perawat tidak hanya memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga berperan aktif dalam kegiatan sosial di tengah masyarakat.

“Kami ingin kehadiran perawat dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tidak hanya dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga melalui kegiatan sosial,” katanya.

Arif berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat rasa kepedulian sosial serta menumbuhkan semangat persaudaraan di tengah masyarakat.

Usai kegiatan santunan, PPNI Kota Tasikmalaya melanjutkan rangkaian acara dengan pengajian. Seluruh pengurus dan anggota PPNI se-Kota Tasikmalaya mengukuti pengajian tersebut.

Melalui kegiatan ini, PPNI ingin menyampaikan pesan bahwa menebar kebaikan dapat berlangsung di mana saja dan kepada siapa saja, terutama di bulan suci Ramadan yang penuh berkah.

(Seda)

Atap Rumah Ambruk di Banjar, Beruntung Tidak Ada Korban Jiwa

0
Banjar, FOKUSJabar.id
Caption: Babinsa dan Babinmas dibantu warga sedang membersihkan puing - puing bangunan yang ambruk. (Istimewa)

BANJAR,FOKUSJabar.id: Sebagian atap rumah milik Ida, warga Lingkungan Parungsari RT 01 RW 01, Kelurahan Karangpanimbal, Kota Banjar, ambruk akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk. Peristiwa tersebut terjadi, Rabu (4/3/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar Ruhimat membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan kerusakan terjadi karena konstruksi bangunan sudah tidak kuat menahan beban, bukan akibat cuaca ekstrem.

Baca Juga: Polres Banjar Hidupkan Ramadan dengan Lomba Adzan dan MTQ Antar Personel

“Itu terjadi karena bangunan sudah lapuk dan tidak kuat menahan beban,” ujar Ruhimat, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, peristiwa tersebut tidak termasuk kategori bencana daerah. Pasalnya, kejadian berlangsung sebelum hujan deras melanda wilayah Kota Banjar.

“Untuk atap rumah ambruk ini terjadi sebelum hujan deras, jadi tidak masuk dampak cuaca ekstrem, melainkan karena kondisi bangunan yang sudah lapuk,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, bagian atap rumah mengalami kerusakan cukup parah. Meski demikian, peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa.

Ruhimat menambahkan, penanganan lebih lanjut terkait kemungkinan bantuan perbaikan rumah warga akan ditangani oleh instansi lain di luar BPBD.

“Karena tidak masuk kategori bencana, penanganannya oleh instansi terkait lainnya,” pungkasnya.

(Agus Purwadi)

Wali Kota Bandung Soroti Finishing Galian IPT yang Belum Rapi

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meninjau langsung proses perapihan bekas galian proyek Infrastruktur Pasif Terpadu (IPT) di sejumlah ruas jalan utama Kota Bandung pada Rabu (5/3/2026) -Ist-

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meninjau langsung proses perapihan bekas galian proyek Infrastruktur Pasif Terpadu (IPT) di sejumlah ruas jalan utama Kota Bandung, Kamis (5/3/2026). Peninjauan ini bertujuan memastikan proses penutupan galian dan tahap finishing berjalan sesuai target serta aman bagi pengguna jalan.

Dalam kegiatan tersebut, Farhan memantau beberapa titik pekerjaan, di antaranya Trans Studio Mall Bandung di Jalan Gatot Subroto, kawasan Ujung Karapitan, Jalan Asia Afrika, Jalan Banceuy, serta Jalan Otto Iskandardinata (Otista).

Baca Juga: BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Bandung Raya

Saat melakukan monitoring, Farhan menemukan sejumlah titik pekerjaan yang belum tertata rapi meskipun proses finishing sudah dilakukan.

“Tadi kita melakukan monitoring. Sesuai target, tanggal 5 seharusnya pekerjaan sudah selesai. Namun masih ada beberapa bagian yang penyelesaiannya belum rapi. Finishing sudah dilakukan, tetapi kerapihannya masih perlu diperbaiki,” ujarnya.

Selain menyoroti hasil pekerjaan, Farhan juga menekankan pentingnya penerapan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lapangan. Ia menilai beberapa titik pekerjaan masih perlu peningkatan dalam penerapan standar tersebut.

“Masih ada beberapa titik yang menurut saya aspek K3-nya belum tertangani dengan baik. Karena itu, hari ini juga harus terselesaikan,” katanya.

Farhan menegaskan Pemerintah Kota Bandung akan terus melakukan pemantauan hingga malam hari untuk memastikan proses perapihan dapat selesai sesuai target.

“Sepanjang hari ini sampai malam kita akan terus monitoring. Besok, tanggal 6, kita cek kembali titik-titik yang masih perlu perbaikan dan kita rapihkan. Intinya, besok semua harus sudah rapi karena hari ini kita kebut penyelesaiannya,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bandung memutuskan membatasi sementara aktivitas pembangunan proyek IPT hingga 5 Maret 2026. Kebijakan tersebut muncul sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait kondisi jalan bekas galian yang mengganggu kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan.

(Yusuf Mugni)

Mobil Berisi Lima Penumpang Masuk Jurang di Jalur Nasional Cirebon–Ciamis

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot istimewa ; Mobil yang mengalami kecelakan terjun ke jurang di Panawangan Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Sebuah mobil Toyota Innova berwarna silver bernomor polisi D 1579 QW mengalami kecelakaan hingga terjun masuk ke jurang di pinggir Jalan Nasional Cirebon–Ciamis. Peristiwa itu terjadi di Blok Jungit, Dusun Cigobang, Desa Panawangan, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Kamis (5/3/2026).

Mobil tersebut membawa lima orang penumpang. Beruntung, kecelakaan itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka serius. Para penumpang bersama sopir hanya mengalami luka lecet serta syok akibat kejadian tersebut.

Baca Juga: Lansia di Ciamis Diduga Terpeleset hingga Tewas di Sungai Ciputrahaji Ciamis

Insiden itu sempat mengganggu arus lalu lintas di jalur nasional tersebut. Kendaraan yang melintas memperlambat laju untuk melihat lokasi kejadian sehingga memicu antrean cukup panjang.

Salah seorang saksi di lokasi, Ramdhan, mengatakan mobil datang dari arah Cirebon menuju Kawali, Ciamis. Saat melintas di lokasi kejadian, kendaraan tersebut tiba-tiba oleng ke kiri.

“Mobil itu tiba-tiba oleng lalu langsung masuk ke jurang di pinggir jalan,” ujar Ramdhan.

Ia menduga sopir mengalami kelelahan atau mengantuk setelah menempuh perjalanan jauh sebelum menuju alamat tujuan di wilayah Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis.

“Dugaan sementara sopir mengantuk, karena posisi mobil sebelumnya masih berada di jalurnya,” katanya.

Warga yang mengetahui kejadian itu segera mendatangi lokasi dan membantu mengevakuasi para penumpang dari dalam kendaraan.

Selanjutnya warga membawa seluruh penumpang bersama sopir ke Puskesmas Panawangan untuk mendapatkan penanganan medis. Menurut informasi yang beredar di lokasi, salah satu penumpang mobil tersebut merupakan seorang bidan asal Rajadesa.

(Husen Maharaja)

Lansia di Ciamis Diduga Terpeleset hingga Tewas di Sungai Ciputrahaji Ciamis

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot istimewa : Korban saat ditemukan telah meninggal di aliran Sungai Ciputrahaji Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Warga Dusun Sukahurip, Desa Sukasari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria lanjut usia di aliran Sungai Ciputrahaji, Kamis (5/4/2026). Jasad tersebut ditemukan mengambang di kawasan Blok Entrong.

Penemuan itu segera menarik perhatian warga sekitar. Banyak warga berdatangan ke lokasi setelah kabar tersebut cepat menyebar di lingkungan setempat.

Baca Juga: Warga Resah, Damkar Ciamis Tuntaskan Ancaman Tawon Berbahaya

Petugas kepolisian bersama relawan langsung mengevakuasi jasad dari aliran sungai. Setelah proses identifikasi, petugas memastikan korban bernama Rosikin (85), warga Dusun Sukahurip.

Kepala Dusun Sukahurip, Akmal, menjelaskan keluarga sebelumnya melaporkan korban hilang sejak malam hari. Warga terakhir melihat Rosikin berada di rumahnya sekitar pukul 22.00 WIB.

“Semalam kami menerima laporan dari keluarga bahwa korban tidak berada di rumah,” ujar Akmal kepada wartawan.

Menurut Akmal, keluarga berniat mengantarkan makanan sahur ke rumah korban pada dini hari. Namun saat mereka datang, Rosikin sudah tidak berada di rumahnya.

Kondisi tersebut membuat keluarga segera melaporkan kejadian itu kepada aparat desa dan Polsek Banjarsari. Warga bersama aparat kemudian melakukan pencarian di sekitar lingkungan tempat tinggal korban.

Upaya pencarian akhirnya mengarah ke Sungai Ciputrahaji. Warga menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di aliran sungai tersebut.

Akmal menduga korban terpeleset dan jatuh ke sungai hingga akhirnya meninggal dunia.

(Husen Maharaja)

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Bandung Raya

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang masih akan terjadi di wilayah Bandung Raya dalam beberapa hari ke depan -Ist-

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang masih berpeluang terjadi di wilayah Bandung Raya dalam beberapa hari ke depan. Dinamika atmosfer yang masih aktif memicu peningkatan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Barat.

Kepala BMKG Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan kondisi atmosfer selama sepekan ke depan masih mendukung terbentuknya hujan dengan intensitas cukup tinggi di sebagian wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung Raya. Sejumlah faktor global dan regional ikut memengaruhi pertumbuhan awan konvektif yang memicu hujan.

Baca Juga: Tinggal Tiga Rute! Segera Daftar Mudik Gratis via Sapawarga, Tersisa 660 Kursi

Menurut Teguh, suhu muka laut di sekitar perairan Indonesia berada pada kondisi relatif hangat sehingga meningkatkan suplai uap air ke wilayah Jawa Barat. Kondisi tersebut memperbesar peluang terbentuknya awan hujan.

Selain itu, aktivitas gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) masih terpantau aktif. Fenomena tersebut diperkuat gelombang atmosfer frekuensi rendah serta terbentuknya daerah pertemuan dan belokan angin di sekitar Jawa Barat.

“Labilitas atmosfer berada pada kategori ringan hingga kuat. Kondisi ini mendukung pertumbuhan awan konvektif skala lokal, terutama pada siang hingga sore hari,” ujar Teguh, Kamis (5/3/2026).

BMKG juga memantau kemunculan Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah. Kehadiran bibit siklon ini memicu dampak tidak langsung berupa peningkatan potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur hingga Bali.

Pada Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 13.10 WIB, hujan lebat beserta angin kencang sempat melanda sejumlah wilayah di Jawa Barat, termasuk Bandung Raya. Data dari Stasiun Geofisika Kelas I Bandung mencatat kecepatan angin mencapai 31,5 kilometer per jam dengan intensitas hujan sekitar 17 mm per jam.

Memicu Genangan Air hingga Banjir

Intensitas tersebut tergolong hujan lebat yang berpotensi meningkatkan limpasan air permukaan sehingga memicu genangan hingga banjir di sejumlah titik.

Hasil interpretasi citra radar menunjukkan pertumbuhan awal sel awan konvektif muncul di wilayah selatan Purwakarta dan utara Bandung Barat. Awan berkembang hingga mencapai fase matang di sekitar Cianjur sebelum bergerak ke timur menuju Kota Bandung sekitar pukul 13.09 WIB. Kemudian meluas ke wilayah Bandung Timur sekitar pukul 13.33 WIB.

Reflektivitas radar pada periode 13.01 hingga 13.33 WIB berada pada kisaran 35–45 dBZ yang menandakan peningkatan intensitas hujan. Sekitar pukul 14.29 WIB, awan hujan mulai memasuki fase peluruhan.

Kondisi cuaca serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain seperti Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten Bandung, Sumedang, Cirebon, serta Kuningan. Aktivitas awan konvektif jenis Cumulonimbus memicu hujan sedang hingga lebat beserta kilat dan angin kencang. Bahkan menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan di beberapa lokasi.

BMKG mengimbau masyarakat serta instansi terkait agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologis seperti hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang.

Warga diminta tetap tenang namun siaga, mengenali potensi risiko di lingkungan sekitar, serta memperbarui informasi cuaca melalui aplikasi InfoBMKG. BMKG juga mengingatkan masyarakat agar mengikuti arahan pemerintah daerah apabila terjadi kondisi darurat.

Selain itu, harapannya masyarakat berhati-hati saat merencanakan aktivitas. Terutama perjalanan darat, laut, maupun udara, mengingat kondisi cuaca dapat berubah dengan cepat dalam beberapa hari ke depan.

(Yusuf Mugni)