spot_imgspot_img
Senin 10 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 43

Bupati Garut Proyeksikan Curug Sanghyang Taraje jadi Destinasi Unggulan

0
Curug Sanghyang Taraje fokusjabar.id
Bupati Garut di Curug Sanghyang Taraje

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin usai berkunjung ke objek wisata Curug Sanghyang Taraje di Kecamatan Pamulihan, Sabtu (1/8/2026).

Kunjungan tersebut di lakukan untuk meninjau langsung potensi pariwisata sekaligus merespons kebutuhan infrastruktur pendukung di kawasan tersebut.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Pembibitan Atlet Lewat Piala Soeratin 2026

Bupati Garut menegaskan pentingnya keterkaitan antara pengembangan sektor olahraga dan pariwisata (sport tourism).

Menurutnya, pariwisata memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian lokal. Meski begitu, harus tetap di barengi dengan komitmen menjaga kelestarian alam.

“Konon Curug Sanghyang Taraje salah satu yang tercantik di Jabar. Bahkan mungkin juga di Indonesia. Karena itu, harus di pelihara, jaga dan kita kembangkan. Sehingga memberikan dampak yang baik kepada masyarakat,” kata bupati Garut.

Guna meningkatkan fasilitas dan aksesibilitas kawasan wisata, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut berkomitmen mencari formulasi terbaik sesuai kapasitas anggaran daerah.

Meski demikian, Syakur menekankan pentingnya prinsip kolaborasi dan keterlibatan aktif masyarakat desa melalui skema timbal balik.

Pemkab Garut mendorong alokasi anggaran desa serta kepatuhan partisipasi masyarakat. Termasuk dalam memenuhi kewajiban pajak agar pembangunan tidak sepenuhnya di bebankan kepada pemerintah daerah.

“Ke depan saya berharap mereka akan membayarkan BPJT-nya (pajak) dan kita akan kembalikan dalam bentuk sarana pembangunan fasilitas. Tanpa mereka membayar pun kita sudah bangun, apalagi kalau membayar,” sebut Syakur.

Pengelola Curug Sanghyang Taraje, Deni Tamrin menyambut baik perhatian dari Pemkab Garut.

Ia menyampaikan, aspirasi utama para pengelola dan masyarakat setempat saat ini adalah pembenahan akses jalan sepanjang 2,5 kilometer dari jalan desa menuju lokasi wisata serta penambahan penerangan jalan.

Deni menjelaskan, konsep alami Curug Sanghyang Taraje sengaja di pertahankan. Sehingga perbaikan infrastruktur jalan menjadi kunci utama untuk meningkatkan kenyamanan dan daya tarik wisatawan.

BACA JUGA:

Semangat Perjuangan PM Gatra tak Pernah Padam

“Kami mohon perbaikan infrastruktur jalan dan penerangan jalan,” katanya.

Potensi Curug Sanghyang Taraje sangat besar. Selain ramai di kunjungi wisatawan lokal setiap akhir pekan, keindahan objek wisata ini juga telah memikat wisatawan mancanegara dari berbagai negara. Di antaranya, Australia dan Prancis.

(Bambang Fouristian)

3 Pengunjung Hiburan Malam Diamankan Timgab Polres Ciamis

0
pengunjung hiburan malam fokusjabar.id
Timgab Polres Ciamis tes urine pengunjung hiburan malam

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Tiga orang pengunjung tempat hiburan malam di wilayah Kecamatan/Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) di amankan polisi, Sabtu (1/8/2026) malam.

Mereka di amankan petugas Timgab Polres Ciamis karena di duga mengonsumsi Narkotika dan obat obat terlarang (Narkoba).

BACA JUGA:

Timgab Polres Ciamis Sita Puluhan Botol Miras di Panyingkiran

Dari hasil test urine awal yang di lakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis, ketiga pengunjung tempat hiburan malam itu di duga positif menggunakan obat terlarang.

Menurut Kabag Ops Polres Ciamis, Kompol Aep Saepudin, saat timgab Polres Ciamis, POM AD, BNN dan Satpol PP menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) mendapati orang yang mencurigakan yang keluar dari lokasi tempat hiburan.

“Karena gerak gerik orang itu mencurigakan, kami panggil mereka untuk tes urine,” katanya, Minggu (2/8/2026).

Menurut Aep, saat ini masih di lakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolres Ciamis.

“Benar atau tidaknya ketiga orang itu menggunakan Narkoba masih dalam penyidikan Satres Narkoba,” ucapnya.

Aep melanjutkan, selain mengamankan ke tiga orang yang di duga menggunakan Narkoba, timgab juga telah menyita sebuah sepeda motor dari parkiran Caffe Kopi di bilangan jalan jendral Sudirman Ciamis.

“Dari dalam bagasi sepeda motor itu  kami temukan 2 botol miras yang sudah di curah ke botol plastik,” jelasnya.

BACA JUGA:

Damkar Ciamis Latih Warga Cijeungjing Tangani Kebakaran dan Kebocoran Gas LPG

Aep menjelaskan, sepeda motor yang di gunakan sebagai sarana pengedaran miras itu langsung di bawa ke Mako Polres Ciamis.

“Barang haram dan sepeda motor itu saat di lokasi tidak ada yang mengakui. Sehingga kami bawa ke Mako Polres Ciamis,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Bupati Garut Dorong Pembibitan Atlet Lewat Piala Soeratin 2026

0
bupati garut piala soeratin fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin usai membuka Turnamen Sepak Bola Usia Dini Piala Soeratin PSSI Kabupaten Garut U-13 dan U-15 di Lapang Desa Pakenjeng, Kecamatan Pamulihan, Sabtu (1/8/2026).

Syakur mengatakan, dunia olahraga terbagi menjadi tiga kelompok utama. Yakni olahraga prestasi, olahraga pendidikan dan olahraga pariwisata (sport tourism).

BACA JUGA:

Nyaneut Festival 2026 Masuk KEN, Bupati Garut Dorong Promosi Budaya Lokal

Melalui turnamen ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut berkomitmen memperkuat olahraga prestasi dengan menjaring bibit-bibit atlet sepak bola potensial sejak usia muda.

“Kita dorong supaya olahraga prestasi Kabupaten Garut semakin maju. Caranya, melakukan pembibitan dan mencari anak-anak yang potensial. Untuk mendapatkan atlet yang baik perlu kompetisi yang teratur, berjenjang dan berkesinambungan,” kata Bupati Garut.

Dia berpesan kepada seluruh peserta agar memanfaatkan turnamen ini sebagai ajang menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Bupati Garut juga berharap seluruh rangkaian pertandingan dapat berlangsung aman, tertib dan lancar.

Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Garut, Amar Komarudin menjelaskan, Piala Soeratin merupakan agenda rutin tahunan. Tujuannya, membangun ekosistem sepak bola.

Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini di Kecamatan Pamulihan untuk menggali potensi daerah. Khususnya sektor pariwisata melalui destinasi Curug Sanghyang Taraje.

BACA JUGA:

Surabi Bakar Berlian, Kuliner Tradisional Garut Panorama Gunung Guntur

“Daerah tersebut memiliki potensi yang harus di gali dan mesti di kembangkan untuk menjadi desa wisata yang bisa mengharumkan nama desa, kecamatan dan kabupaten,” ungkap Amar Komarudin.

Amar berharap, kegiatan ini dapat terus berlanjut sehingga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sepak bola.

(Bambang Fouristian)

Kurangi Risiko Banjir, Pemkab Bogor Genjot Normalisasi Sungai Cibeuteung

0
Pemkab Bogor sungai Cibeuteung fokusjabar.id
Normalisasi Sungai Cibeuteung 1 (foto: bogorkab.go.id)

BOGOR, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor Jawa Barat (Jabar) terus memperkuat langkah pengendalian banjir melalui program normalisasi Sungai Cibeuteung I di Desa Candali, Kecamatan Rancabungur.

Kegiatan tersebut di laksanakan atas arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas aliran sungai sekaligus mengurangi potensi banjir di wilayah tersebut.

BACA JUGA:

Lantik Pejabat Definitif, Wali Kota Bogor Dedie Rachim Tekankan Pelayanan Publik Tanpa Pilih Kasih

Program normalisasi tidak hanya di fokuskan untuk mengatasi genangan saat musim hujan. Tetapi juga bertujuan melindungi lahan pertanian milik warga, menjaga kelancaran mobilitas masyarakat serta mendukung rencana pengembangan kawasan di Kecamatan Rancabungur.

Langkah tersebut menjadi salah satu strategi Pemkab Bogor dalam membangun sistem pengendalian banjir yang lebih terintegrasi. Sehingga manfaatnya dapat di rasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Camat Rancabungur, Dita Aprillia menjelaskan, usulan normalisasi Sungai Cibeuteung I di sampaikan kepada Bupati Bogor melalui rapat koordinasi normalisasi sungai.

Usulan tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang selama ini terdampak banjir ketika curah hujan meningkat.

“Wilayah Kampung Candali menjadi salah satu kawasan yang kerap terdampak banjir ketika hujan dengan intensitas tinggi. Meskipun tidak banyak permukiman, banjir berdampak pada lahan pertanian palawija milik masyarakat. Selain itu, salah satu ruas jalan kabupaten juga sering tergenang sehingga menghambat mobilitas warga,” ujar Dita.

Menurut Dita, normalisasi Sungai Cibeuteung I menjadi bagian dari penataan sistem aliran sungai secara menyeluruh di wilayah Rancabungur.

Sebelumnya, Pemkab Bogor telah melaksanakan normalisasi Sungai Cibarengkok pada 2025. Saat ini, pekerjaan serupa juga tengah di lakukan pada aliran sungai yang menghubungkan wilayah Ciseeng menuju Parung.

“Keberadaan Sungai Cibeuteung I yang berada di antara kedua aliran tersebut menjadikan normalisasi sebagai kebutuhan penting agar fungsi sungai berjalan optimal,” jelasnya.

BACA JUGA:

Lewat Program ‘Kami Mendengar’, Bupati Bogor Pastikan Menu MBG Tepat Sasaran

Ia menambahkan, penataan Sungai Cibeuteung I juga memiliki peran penting dalam mendukung rencana pembangunan kawasan sport center di Kecamatan Rancabungur.

Dengan kondisi aliran sungai yang lebih baik, risiko genangan di kawasan tersebut di harapkan dapat di tekan. Sehingga pembangunan maupun pemanfaatan kawasan pada masa mendatang dapat berlangsung lebih aman.

“Saat ini pekerjaan normalisasi telah memasuki hari kedua. Dari total panjang sekitar 1,2 kilometer, kurang lebih 500 meter aliran sungai telah berhasil di normalisasi. Pemerintah memperkirakan seluruh pekerjaan dapat di selesaikan dalam waktu lima hingga enam hari ke depan,” ungkapnya.

Dalam proses pengerjaan, tim di lapangan menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya, endapan sedimen yang cukup tebal serta banyaknya rumpun bambu yang menutupi aliran sungai.

Untuk mempercepat proses normalisasi, Pemkab Bogor mengerahkan alat berat berupa excavator long arm agar pengerukan dapat menjangkau titik-titik yang sulit diakses.

Dita juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai. Menurutnya, kebiasaan membuang sampah ke aliran sungai menjadi salah satu penyebab tersumbatnya aliran air yang dapat memicu terjadinya banjir.

“Pemerintah sudah melakukan upaya normalisasi sungai. Kami berharap masyarakat juga berkomitmen menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak lagi membuang sampah ke daerah aliran Sungai Cibeuteung I. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci agar manfaat normalisasi dapat dirasakan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Selain melakukan normalisasi Sungai Cibeuteung I, Pemkab Bogor juga melaksanakan penertiban bangunan liar yang berada di sepanjang aliran Sungai Cidepit dan Sungai Kuripan.

Sebelum penertiban di lakukan, pemerintah telah memberikan sosialisasi kepada para pemilik bangunan selama kurang lebih 30 hari, dan sebagian besar warga memilih membongkar bangunannya secara mandiri.

Setelah seluruh proses penertiban selesai, Pemkab Bogor akan melanjutkan penataan kawasan melalui penanaman pohon di sepanjang sempadan Sungai Cidepit dan Sungai Kuripan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat fungsi sempadan sungai sebagai salah satu elemen penting dalam mendukung pengendalian banjir.

(jingga Sonjaya)

HUT ke-76 Bekasi, Kecamatan Cikarang Pusat Gerak Jalan

0
HUT Bekasi fokusjabar.id
Gerask jalan HUT ke-76 Kabupaten Bekasi (foto: bekasikab.go.id_

BEKASI, FOKUSJabar.id: Semarak peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Cikarang Pusat resmi di mulai, Sabtu (1/8/2026).

Lomba gerak jalan menjadi kegiatan pembuka yang menandai di mulainya rangkaian pesta olahraga tingkat kecamatan.

BACA JUGA:

Lepas Sekat Jabatan, ASN Pemkab Bekasi Gelar Senam dan Botram Bersama di Lapangan Pemkab

Ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat memadati ruas Jalan Sukamahi untuk mengikuti gerak jalan.

Gerak jalan menjadi awal dari sejumlah agenda olahraga yang telah di siapkan Pemerintah Kecamatan Cikarang Pusat.

Berbagai pertandingan olahraga akan di gelar mulai Minggu-Sabtu (2-9/8/2026).

Cabang olahraga yang di pertandingkan, Futsal, Badminton dan bola voli sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas di tengah masyarakat.

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bekasi tahun ini mengangkat tema “Bekasi Bangkit Bersama, Maju Melayani, Sejahtera untuk Semua.”

Tema tersebut menjadi pengingat pentingnya memperkuat persatuan, gotong royong, kolaborasi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Semangat tersebut juga sejalan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus berkarya dan mengisi kemerdekaan melalui aksi nyata di berbagai bidang.

Camat Cikarang Pusat, Ganda Sasmita menuturkan, olahraga memiliki peran penting sebagai media untuk mempererat persaudaraan, membentuk karakter sekaligus menanamkan nilai disiplin, kerja sama, tanggung jawab dan semangat pantang menyerah.

BACA JUGA:

Distribusi Air Bersih di Bekasi Tembus 3 Juta Liter, 23 Desa Masih Terdampak Kekeringan

Dia mengajak seluruh peserta agar menjadikan setiap pertandingan sebagai sarana memperkuat rasa kebersamaan.

“Menang adalah kebanggaan, tetapi sportivitas adalah kehormatan,” ujarnya.

Ganda menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan.

Dukungan tersebut datang dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), perangkat kecamatan, UPTD, pemerintah desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Tim Penggerak PKK, organisasi kepemudaan, PGRI, satuan pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, insan pers, hingga kalangan dunia usaha, termasuk kawasan Kota Deltamas, Lippo Cikarang, serta sejumlah perusahaan lainnya.

“Kolaborasi seluruh elemen tersebut menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi di tingkat Kecamatan Cikarang Pusat,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja menitipkan pesan kepada seluruh peserta agar senantiasa menjaga kebersamaan dan menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti seluruh rangkaian perlombaan.

Ganda menjelaskan, seluruh perlombaan melibatkan peserta dari berbagai kalangan. Mulai dari siswa PAUD, SD, SMP, SMA, perangkat desa, Karang Taruna hingga masyarakat umum.

Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kecamatan Cikarang Pusat dengan pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan serta dukungan dunia usaha. Di antaranya kawasan Kota Deltamas, Lippo Cikarang, Jababeka dan berbagai perusahaan yang berada di wilayah Cikarang Pusat.

Ia mengungkapkan, tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari kondisi di lapangan. Saat rombongan peserta terdepan telah mencapai garis akhir, peserta lainnya masih memenuhi sepanjang jalur gerak jalan.

Hal tersebut mencerminkan besarnya partisipasi masyarakat dalam memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Bekasi.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan olahraga ini juga di harapkan mampu menumbuhkan budaya hidup sehat di tengah masyarakat.

BACA JUGA:

Disdukcapil Bekasi Hadirkan Layanan Rekam KTP-el Langsung di Sekolah

Menurut Ganda, kebiasaan berolahraga secara rutin dapat meningkatkan kualitas kesehatan sekaligus mendorong generasi muda agar lebih aktif beraktivitas dan tidak bergantung pada penggunaan gawai maupun media sosial.

Melalui penyelenggaraan pesta olahraga tersebut, Pemerintah Kecamatan Cikarang Pusat berharap semangat kebersamaan yang terbangun selama rangkaian perlombaan dapat terus terjaga serta menjadi energi positif untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, kompak, maju dan sejahtera.

(Jingga Sonjaya)

Timgab Polres Ciamis Sita Puluhan Botol Miras di Panyingkiran

0
Polres ciamis miras fokusjabar.id
Puluhan botol miras diamankan petugas

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Puluhan botol berisi minuman keras (miras) dari berbagai merek yang di kemas dalam lima dus berhasil di sita timgab Polres Ciamis Polda Jawa Barat dari sebuah  rumah di Desa Panyingkiran Kecamatan/Kabupaten Ciamis, Sabtu (1/8/2026) malam.

Selain menyita barang bukti puluhan botol miras, petugas juga mengamankan seorang pria yang di duga sebagai pemilik barang haram tersebut.

BACA JUGA:

Ribuan ASN Kemenag Ciamis Hadiri Dzikir Kebangsaan di Monas

Menurut Kabag Ops Polres Ciamis, Kompol Aef Saefudin, jajarannya bersama pasukan gabungan Polisi Militer Angkatan Darat (POMAD), Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Satpol PP melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dan operasi antisipasi pencurian pemberatan, pencurian kekerasan dan pencurian kendaraan bermotor (Curat, Curas, Curanmor) serta pemberantasan Narkoba.

“Saat sedang melaksanakan KRYD, Kami mendapat laporan dari masyarakat ada aktivitas jual beli miras di wilayah Desa Panyingkiran,” katanya, Minggu (2/8/2026).

Personel gabungan menindaklanjuti laporan masyarakat dan langsung mendatangi lokasi.

“Saat tim gabungan tiba di lokasi, pemilik barang haram itu tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya di rumahnya kedapatan barang bukti siap edar,” ucapnya.

BACA JUGA:

Kupat Tahu Benteng Permata Bunda Ciamis Enak dan Bersahabat

Aep melanjutkan, setelah berhasil di sita barang bukti berupa puluhan botol miras selanjutnya di bawa ke Mapolres Ciamis untuk di musnahkan sesuai hukum yang berlaku.

“Untuk proses hukum selanjutnya, sedang di lakukan pemeriksaan oleh Satuan Reserse Narkoba kepada pemilik barang haram tersebut,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Batik Gong Si Bolong Depok Tampil Memukau di Indonesia Fashion Week 2026

0
DEPOK, FOKUSjabar.id
Sembilan model membawakan busana Batik Gong Si Bolong khas Kota Depok di ajang IFW 2026 di JICC, Sabtu (01/08/26).

DEPOK,FOKUSJabar.id: Wastra khas Kota Depok kembali unjuk pesona di kancah fesyen nasional pada perhelatan Indonesia Fashion Week (IFW) 2026. Ajang peragaan busana bergengsi tersebut berlangsung di Jakarta International Convention Centre (JICC), Sabtu (1/8/2026).

Kehadiran Batik Gong Si Bolong sukses memikat perhatian para pengunjung yang memadati panggung catwalk JICC.

Baca Juga: Ribuan Orang Bernama Asep Tumpah Ruah di Tasikmalaya, Paguyuban Asep Dunia Rayakan Milangkala ke-16

Sembilan rancangan busana modern tampil memukau lewat sentuhan tangan dingin tiga desainer muda berbakat asal Depok.

Annisa Chandra, Fathimah Alatas, dan Herman Hezang memperagakan busana yang mewakili identitas budaya serta kreativitas anak muda Depok.

Di bawah naungan Dekranasda Kota Depok, koleksi ini menonjolkan karakter warna khas biru, navy, serta putih.

Ketua Dekranasda Kota Depok Siti Barkah Hasanah menyampaikan rasa bangga atas capaian luar biasa para perancang muda tersebut.

“Alhamdulillah untuk kedua kalinya Kota Depok mempersembahkan para desainer… Tentu saja merasa bangga dan bahagia,” ungkap Siti Barkah.

Ia menilai ketiga desainer berhasil mengawinkan motif tradisional Batik Gong Si Bolong dengan tren fesyen modern.

Penampilan Depok mengusung tema Light of Depok to Walk in Fashion Diversity guna memperkuat identitas wastra lokal.

Perajin daerah juga melengkapi keindahan setiap koleksi busana lewat deretan aksesori kerajinan tangan khas Depok.

Siti Barkah optimistis generasi muda mampu membawa industri kreatif Kota Depok menembus pasar nasional hingga internasional.

(Jingga Sonjaya)