spot_imgspot_img
Jumat 2 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 43

UPUBKB Ciamis Raih Terbaik II Kemenhub 2026, Uji Kelaikan Kendaraan Jadi Kunci Keselamatan

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
etfot: Istimewa Dok. Instagram Dishub Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor (UPUBKB) Kabupaten Ciamis membuktikan kualitas layanannya hingga tingkat nasional.

UPUBKB Ciamis sukses menyabet penghargaan Terbaik II kategori kawasan megapolitan tahun 2026 dari Kementerian Perhubungan RI.

Baca Juga: Ciamis Bawa Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat ke Forum ASEAN 2026

Kemenhub menyerahkan penghargaan ini dalam rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) serta Hari Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nasional 2026.

Sekretaris Dinas Perhubungan Ciamis, Rissa Sugara, mewakili Kepala Dishub Ciamis Uga Yugaswara saat menerima penghargaan tersebut di Gedung Karsa Kemenhub, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Buah Kerja Sama Tim dan Pendorong Semangat Layanan

Kepala Dishub Ciamis, Uga Yugaswara, memuji kinerja seluruh jajaran, khususnya tim UPUBKB yang konsisten mengabdi kepada masyarakat.

“Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran, khususnya tim UPUBKB yang selama ini terus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan,” ujar Uga.

Uga menegaskan bahwa aspek keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama di atas piala penghargaan.

“Yang paling penting bukan sekadar penghargaan, tetapi bagaimana pelayanan pengujian kendaraan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung keselamatan lalu lintas,” katanya.

Tekan Risiko Kecelakaan Lewat Uji Laik Jalan

Petugas menguji kendaraan secara berkala untuk memastikan kelaikan teknis sebelum mobil atau angkutan beroperasi di jalan raya.

Langkah ini membuktikan bahwa kualitas pengujian kendaraan berkolaborasi langsung dengan upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Raihan prestasi nasional ini sekaligus memberi tantangan baru bagi Dishub Ciamis dalam menjaga konsistensi standar pelayanan.

Jajaran petugas berkomitmen mengasah profesionalisme, menjaga prosedur uji, serta menggelar evaluasi berkala agar kualitas layanan terus meningkat.

Capaian UPUBKB ini melengkapi bukti bahwa Pemkab Ciamis mampu mengukir prestasi tingkat nasional melalui pembenahan pelayanan publik.

(Mia)

Ciamis Bawa Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat ke Forum ASEAN 2026

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Istimewa

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Ciamis mengandalkan kekuatan masyarakat untuk membangun pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Ciamis membagikan pengalaman sukses tersebut dalam forum regional ASEAN pada ajang ASEAN Regional Dialogue on Circular Economy (ARDCE) 2026 di Makati, Metro Manila, Filipina.

Baca Juga: Bakar Ilalang Berujung Petaka, Lahan Hutan di Pamarican Ciamis Ikut Terbakar

Staf Ahli Bupati Ciamis Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Dr. Giyatno, memaparkan materi tersebut saat menjadi narasumber forum yang berlangsung pada 22–23 September 2026 di New World Hotel Makati.

Giyatno membawakan materi bertema “Kepemimpinan sebagai Titik Awal Perubahan Sistemik: Memaksimalkan Sumber Daya yang Ada, Memberdayakan Masyarakat, Mempertahankan Perubahan.”

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak perlu menunggu ketersediaan anggaran besar untuk memulai langkah perubahan.

“Mulailah dengan apa yang tersedia. Perkuat apa yang membuatnya tetap berjalan,” kata Giyatno, Selasa (22/9/2026).

Inovasi Kelola Sampah: Selingkuh Mas hingga Mantan Terindah

Ciamis menerapkan strategi pemberdayaan warga untuk menjawab tantangan sampah dari 1,2 juta penduduk yang tersebar di 27 kecamatan serta 258 desa dan kelurahan.

Pemerintah daerah menggerakkan program bank sampah dan pengolahan sampah organik melalui program Selingkuh Mas yang mengandalkan budidaya maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF).

Di area tempat pemrosesan akhir, pemerintah meluncurkan inovasi Mantan Terindah (Manfaatkan Gas Metan Terolah Inovasi dari Sampah) guna mengolah air lindi dan memulihkan gas metana.

Pemkab Ciamis memperkuat seluruh gerakan ini melalui Peraturan Bupati Ciamis Nomor 2 Tahun 2018, panduan teknis tahun 2020, serta Peraturan Bupati Nomor 27 Tahun 2021 tentang pembatasan kantong plastik.

Menjaga Konsistensi dan Menorehkan Prestasi Internasional

Giyatno mengingatkan bahwa kunci keberhasilan lingkungan terletak pada konsistensi partisipasi warga, bukan sekadar penerbitan regulasi.

“Perubahan tidak cukup hanya dimulai, tetapi harus dipertahankan,” kata Giyatno.

Oleh karena itu, Ciamis terus memberikan pendampingan, mengasah kapasitas penggerak lingkungan, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak.

Komitmen ini membuahkan berbagai penghargaan bergengsi, mulai dari Adipura, Adipura Kencana, Makuta Binokasih, peringkat ketiga nasional kinerja pengolahan sampah 2025, hingga ASEAN Certificate of Recognition 2025.

Kini Ciamis mengejar target baru, yakni mengunci angka pengurangan sampah sebesar 40 persen dan penanganan sebesar 42 persen.

Inspirasi Transisi Ekonomi Sirkular di Forum ASEAN

Dalam ARDCE 2026, peserta forum mengulas pengalaman Ciamis sebagai contoh nyata transisi dari ekonomi linear menuju ekonomi sirkular.

Giyatno menyebutkan bahwa model Ciamis bukan acuan kaku bagi daerah lain. Namun melainkan sebuah contoh fleksibel yang dapat menyesuaikan dengan potensi lokal tiap wilayah.

Melalui panggung internasional ini, Ciamis membuktikan bahwa pemerintah daerah mampu memimpin perubahan lingkungan berbekal sumber daya loka. Tentunya dengan semangat gotong royong warga.

(Mia)

Bakar Ilalang Berujung Petaka, Lahan Hutan di Pamarican Ciamis Ikut Terbakar

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot: Personel Damkar pos WMK Banjarsari saat berjibaku memadamkan api di lahan hutan yang berada di Desa Sukajadi Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Petugas memobilisasi satu unit mobil tangki pancar dan tiga personel Damkar Pos WMK Banjarsari menuju lokasi kebakaran lahan hutan di Dusun Sukamaju, Desa Sukajadi, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Aksi tanggap ini bermula saat perangkat Desa Sukajadi melaporkan insiden kebakaran lahan hutan tersebut kepada petugas.

Baca Juga: Bisa Jahit Baju Sendiri, Warga Binaan Lapas Ciamis Punya Bekal Usaha Setelah Bebas

Kepala Satpol PP Kabupaten Ciamis Rd. Ega Anggara Alqausar melalui Kasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran, Trisyanto, mengonfirmasi pergerakan cepat timnya.

“Mendapat laporan itu personel piket Damkar pos WMK Banjarsari langsung mendatangi lokasi kejadian,” kata Trisyanto, Selasa (22/9/2026).

Petugas menemukan kobaran api yang membumbung tinggi dan merembet cepat saat tiba di lokasi kejadian.

Kondisi musim kemarau serta hembusan angin yang kencang memperluas area lahan yang terbakar.

“Melihat api yang membakar lahan hutan itu cukup besar personel Damkar langsung berjibaku untuk menangani kobaran api supaya padam,” ucap Trisyanto.

Trisyanto menduga ulah oknum warga yang membakar ilalang menjadi pemicu utama timbulnya musibah ini.

Dugaannya pelaku langsung melarikan diri begitu melihat kobaran api membesar dan melalap area sekitar.

“Dugaan api yang membakar lahan hutan itu dari api pembakaran ilalang dan saat api membesar ditinggal oleh orang tidak bertanggungjawab itu,” jelas Trisyanto.

Sinergi Petugas dan Warga Berhasil Jinakkan Api

Personel Damkar Pos WMK Banjarsari menghentikan laju api setelah bekerja sama dengan warga, aparat TNI-Polri, serta relawan.

Trisyanto mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan menghentikan kebiasaan membakar sampah secara sembarangan selama musim kemarau.

“Karena saat ini cuaca apalagi saat siang hari sangat terik jangan sembarangan membakar sampah atau puntung rokok yang masih menyala diarea hutan,” ungkap Trisyanto.

(Husen Maharaja)

Bisa Jahit Baju Sendiri, Warga Binaan Lapas Ciamis Punya Bekal Usaha Setelah Bebas

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Kepala Dinas Ketenagaankerja Kabupaten Ciamis Dase Fadlil Yusdy Mubarak dan Kalapas Kelas IIB Ciamis Supriyanto saat Poto bersama belasan warga binaan selepas mengikuti pelatihan

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Belasan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis berhasil menjahit baju karya mereka sendiri. Pencapaian ini menandai kelulusan peserta yang telah menyelesaikan pelatihan kompetensi menjahit selama tujuh hari.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Ciamis, Dase Fadlil Yusdy Mubarak, mengonfirmasi keberhasilan program sinergi Pemkab Ciamis dan pihak Lapas tersebut.

Baca Juga: Tungku Ditinggal ke Warung, Rumah Warga Ciamis Terbakar, Kerugian Capai Rp75 Juta

“Semua peserta pelatihan telah berhasil membuat baju sendiri sehingga apa yang menjadi harapan pada saat mulai pelatihan tercapai,” kata Dase, Selasa (22/9/2026).

Membuka Peluang Ekonomi Pasca-Bebas

Dase menilai penguasaan keterampilan ini menjadi bekal berharga bagi para warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat.

Pengalaman membuat pakaian secara mandiri dapat membantu mereka membuka usaha atau mencari nafkah untuk keluarga.

“Saat bebas nanti mereka ini sudah mempunyai keahlian untuk kebutuhan ekonomi keluarga nya,” ucap Dase.

Ke depan, Pemkab Ciamis dan Dinas Ketenagakerjaan siap menggelar program pelatihan keterampilan jenis lain yang relevan.

“Insyaallah kegiatan seperti ini akan berkelanjutan dan akan ada satu peket pelatihan yang menyesuaikan kebutuhan dari Lapas untuk bekal warga binaan nya,” jelas Dase.

Apresiasi dari Pimpinan Lapas Ciamis

Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis, Supriyanto, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan penuh Pemkab Ciamis. Kemudian Ia mengaku sangat menantikan pembinaan semacam ini terhadap jajaran Lapas dan para warga binaan.

“Kegiatan ini harus berkesinambungan untuk mengentaskan warga Ciamis dari hal hal negatif menjadi positif dan hari ini telah berhasil memberikan pelatihan sebagai bekal saat bebas nanti,” ungkap Supriyanto.

(Husen Maharaja)

Eliano Reijnders Ungkap Makna Kemenangan Persib atas Persijap

0
Eliano Reijnders fokusjabar.id
Eliano Reijnders (foto: persib.co.id)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Bek Persib Bandung, Eliano Reijnders, menyambut gembira hasil positif yang diraih timnya saat bertandang ke markas Persijap Jepara pada pekan ketiga kompetisi Super League 2026/2027.

Berlaga di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Minggu (20/9/2026), Persib sukses membawa pulang kemenangan usai menundukkan tuan rumah dengan skor tipis 2-1.

Baca Juga: Bobotoh dan Suporter Persijap Duduk Berdampingan, Igor Tolic Puji Atmosfer di Jepara

Hasil ini menjadi momentum krusial bagi skuad Maung Bandung untuk kembali mengamankan tren positif setelah sebelumnya menelan kekalahan saat melakoni laga tandang melawan Persija Jakarta.

Kemenangan di Jepara terasa kian berarti lantaran Persib harus melewati rangkaian tiga pertandingan tandang beruntun. Sebelum menyambangi Jepara, Pangeran Biru terlebih dahulu merampungkan laga di Jakarta serta Seoul, Korea Selatan.

Respons Positif dan Kebangkitan Maung Bandung

Eliano menilai hasil manis atas Persijap membuktikan respons positif sekaligus kebangkitan Persib pascakekalahan di laga sebelumnya.

“Saya rasa ini kemenangan yang bagus. Setelah kalah di Jakarta, saya pikir kami memperlihatkan bahwa kami sudah kembali ke jalur yang benar (kemenangan),” kata Reijnders.

Di samping itu, Reijnders mengapresiasi kehadiran ribuan Bobotoh yang memadati Stadion Gelora Bumi Kartini. Ia merasa riuh dukungan pendukung setia tersebut mampu menghadirkan suasana layaknya laga kandang.

“Atmosfer di sini sangat bagus, kami merasa seperti bermain di kandang sendiri,” ungkapnya.

Persib Siap Manfaatkan Waktu Istirahat Tatap Jadwal Padat

Usai menuntaskan deretan laga tandang yang menguras energi, Persib kini memperoleh waktu rehat untuk memulihkan kondisi fisik para pemain sebelum kembali mengarungi jadwal kompetisi yang cukup ketat.

Pada musim ini, Maung Bandung memikul agenda pertandingan yang padat. Selain bersaing di Super League, Persib juga membawa nama Indonesia di ajang AFC Champions League Two (ACL Two) dan ASEAN Club Championship (ACC) 2026/2027.

Eliano menegaskan bahwa jeda pertandingan ini bakal menjadi kesempatan emas untuk mengembalikan kesegaran fisik sekaligus mematangkan persiapan menjelang laga berikutnya.

“Untuk sementara kami akan istirahat dan mempersiapkan diri untuk pertandingan berikutnya. Saya pikir bagus dengan banyaknya pertandingan yang ada, dan saya harap kami bisa terus tampil baik,” pungkasnya.

(Arif)

“Sanajan Atlet, Kuring Gé Ngaji”, Cara Pesantren Bandung Bentuk Atlet Muda Berprestasi dan Berakhlak

0
Banjar, FOKUSJabar.id
Caption: Maulid Nabi di Pesantren Ibnu Aqil Ibnu Sina: Menyatukan Prestasi Olahraga, Pendidikan, dan Nilai-Nilai Keislaman.

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Ibnu Aqil Ibnu Sina, Kabupaten Bandung, berlangsung meriah sekaligus penuh makna. Acara ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali pendidikan yang menyatukan kecerdasan akademik, prestasi olahraga, dan pembentukan karakter santri.

Ketua Forum Pondok Pesantren Kabupaten Bandung, KH. Aang Syamsul Ulum, hadir memberikan tausiyah dalam acara tersebut. Ia menekankan bahwa pencapaian prestasi wajib berjalan seiring dengan pembentukan akhlakul karimah.

Baca Juga: Rayakan 10 Tahun Pizza Maker Junior, Pizza Hut Ajak Anak Belajar dari Kebun hingga Dapur

“Kemampuan seseorang akan bermakna luas bila dibangun di atas kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan sportivitas,” ujarnya, Selasa (22/9/2026)

Slogan “Sanajan Atlet, Kuring Gé Ngaji” Jadi Identitas Pesantren

Pondok Pesantren Ibnu Aqil Ibnu Sina menerapkan konsep unik dengan membina atlet muda tanpa mengesampingkan pendidikan agama. Slogan bahasa Sunda “Sanajan Atlet, Kuring Gé Ngaji” mengakar kuat sebagai identitas lembaga.

“Jadi meski santri menekuni olahraga, mereka tetap belajar agama dan hidup dalam kultur pesantren,” katanya.

Ketua Yayasan, Umi Venny Septiani Puspasari, mengarahkan proses pembelajaran agar para santri tidak hanya mengejar kemenangan di lapangan, melainkan juga membangun karakter unggul.

“Kami ingin melahirkan generasi yang disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak, bukan sekadar atlet kompetitif,” katanya.

Integrasi Sekolah, Latihan Olahraga, dan Pengajian

Pesantren Ibnu Aqil Ibnu Sina membangun ekosistem pendidikan yang memadukan tiga pilar utama: latihan fisik untuk menggembleng ketangguhan tubuh, sekolah formal untuk memperluas wawasan pengetahuan, serta pembinaan pesantren untuk memperkokoh akhlak dan spiritualitas.

Melalui pendekatan terpadu ini, orang tua tidak perlu ragu memilih antara masa depan anak sebagai atlet atau santri, sebab keduanya dapat berjalan secara beriringan.

Teladan Rasulullah Jadi Bekal Atlet Muda

Momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memberikan inspirasi relevan bagi para santri-atlet. Nilai keteladanan Rasulullah seperti kedisiplinan, kesabaran, dan sportivitas menjadi bekal utama untuk mengarungi persaingan dunia olahraga. Sosok atlet hebat tidak hanya mengandalkan fisik yang kuat, tetapi juga wajib memiliki karakter yang kokoh.

Pesantren Ibnu Aqil Ibnu Sina membuktikan bahwa dunia olahraga dan nilai-nilai pesantren saling melengkapi satu sama lain. Proses pembelajaran bergerak dari sekolah menuju masa depan, dari latihan menuju prestasi, dan dari ngaji menuju perbaikan akhlak.

Semangat besar tersebut terangkum indah dalam satu kalimat sederhana: “Sanajan Atlet, Kuring Gé Ngaji.”

(Budiana Martin)

Melihat Susi Environmental School, Sekolah Unik di Pangandaran yang Ajak Anak Dekat dengan Alam

0
PANGANDARAN, FOKUSJabar.id
Poto: istimewa

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Anak-anak berlarian riang di ruang terbuka, memberi makan ikan, menyusuri lingkungan sekolah, hingga mengamati kondisi cuaca. Aktivitas seru tersebut menjadi bagian dari keseharian para siswa di Susi Environmental School, sebuah lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berbasis alam yang didirikan oleh Susi Pudjiastuti di Pangandaran, Jawa Barat.

Di Susi Environmental School, alam bukan hanya tempat bermain, melainkan bagian integral dari proses belajar. Sekolah mengajak anak-anak berinteraksi dengan lingkungan setiap hari untuk membangun kebiasaan positif, kemandirian, dan kepedulian terhadap alam sejak usia dini.

Baca Juga: Kekeringan Meluas di Pangandaran, 9 Kecamatan dan 32 Desa Kini Krisis Air Bersih

Visi Susi Pudjiastuti: Kelola Sampah dan Jaga Alam Sejak Dini

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjelaskan bahwa gagasan mendirikan Susi Environmental School bermula dari keinginannya agar anak-anak memahami pentingnya mengelola sampah, menjaga alam, hingga mengenal kegiatan bercocok tanam.

“Saya senang anak-anak mengerti tentang sampah harus diurus, alam harus dijaga, senang menanam dan lain-lain yang begitu-begitu,” kata Susi belum lama ini.

Awalnya, Susi Environmental School ditujukan bagi anak-anak karyawan Susi Air dengan fasilitas pendidikan gratis. Namun, kini sekolah tersebut juga membuka pintu bagi masyarakat umum.

Ke depan, Susi berharap Susi Environmental School dapat berkembang secara bertahap hingga jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Ia juga berencana menyediakan porsi beasiswa minimal 20 persen bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.

“Kalau kita bisa membantu membuat terobosan sehingga pilihan itu tidak selalu pahit bagi semua manusia kan bagus. Dan saya dalam kapasitas mampu untuk melakukan itu,” ujar Susi.

Pendidikan Berbasis Alam untuk Fondasi Karakter Anak

Kepala Sekolah Susi Environmental School, Bimbi, menjelaskan bahwa pendidikan berbasis alam dipilih karena usia dini merupakan masa krusial dalam pembentukan fondasi karakter anak.

Menurut Bimbi, pengalaman yang diberikan kepada anak sejak kecil diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif yang kelak membuat mereka mampu menjadi agen perubahan bagi lingkungan.

Oleh karena itu, Susi Environmental School menerapkan aktivitas di alam sebagai bagian dari kegiatan harian. Anak-anak dapat memberi makan ikan, melakukan nature walk, atau sekadar menikmati lingkungan sekitar.

Sekolah ini juga menggunakan konsep ruang kelas terbuka (open space). Konsep tersebut memberikan ruang yang lebih luas bagi anak untuk bergerak bebas, bereksplorasi, sekaligus belajar mengendalikan diri.

“Open space ini memberikan ruang bagi anak untuk belajar disiplin. Di situlah saat pembentukan karakternya,” kata Bimbi saat ditemui di sekolah, Selasa (22/9/2026).

Menurut Bimbi, ruang kelas terbuka memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar memahami aturan, mengontrol diri, serta menentukan kapan waktunya bermain dan kapan waktunya mengikuti kegiatan bersama. Proses tersebut dilakukan secara bertahap hingga anak terbiasa dengan lingkungan dan ritme kesehariannya.

Mengenal Living Earth Curriculum di Susi Environmental School

Susi Environmental School menerapkan kurikulum khusus yang disebut Living Earth Curriculum. Kurikulum tersebut meramu kearifan lokal dengan kurikulum internasional, kemudian diintegrasikan dengan alam sesuai karakter unik Susi Environmental School.

Meskipun demikian, kurikulum tersebut tetap mengacu pada standar perkembangan anak di Indonesia. Perkembangan anak mendapat perhatian secara saksama melalui berbagai aspek, mulai dari sosial emosional, sensori, motorik kasar, bahasa, seni, hingga kognitif.

Susi Environmental School juga menanamkan kemandirian melalui kebiasaan sederhana sehari-hari. Anak diajak untuk menghabiskan makanan, mengembalikan barang ke tempatnya, hingga mengikuti rutinitas sekolah secara mandiri.

Pembelajaran akademik pun tidak terlepas dari aktivitas sehari-hari di alam. Konsep matematika, misalnya, dapat diperkenalkan ketika anak menghitung benda-benda yang ditemukan di alam.

“Yang membedakan adalah lebih sering kita berinteraksi dengan alam. Grounding-nya lebih sering,” ujar Bimbi.

Holistik, Berakar pada Alam, dan Tetap Mencintai Kampung Halaman

Meskipun mengadopsi sejumlah pendekatan pendidikan dari berbagai negara, Susi Environmental School tetap mengusung unsur lokal Pangandaran yang kental.

Bimbi menjelaskan bahwa rancangan pendidikan di Susi Environmental School ini secara holistik, berakar pada alam, dan tetap mengenalkan anak pada lingkungan tempat mereka tumbuh besar.

Salah satu rancangan kegiatan yang telah dalam persiapan adalah clean up environment bagi siswa. Program tersebut sejalan dengan kegiatan beach clean up yang selama ini rutin dilakukan oleh Susi Air.

“Jauh-jauh pun kita tetap pulangnya ke kampung. Jangan lupa kampung,” kata Bimbi.

Perkembangan Terkini Susi Environmental School

Susi Environmental School membatasi jumlah siswa agar perkembangan setiap anak dapat pengawasan secara lebih dekat. Jenjang preschool menampung maksimal delapan anak dengan dua guru, sedangkan kindergarten sekitar 10 hingga 12 anak.

Selain kegiatan bersama, sekolah menerapkan sesi one-on-one setiap hari. Saat sebagian anak bermain, guru memberikan perhatian individual kepada anak lainnya secara bergantian.

Saat ini, Susi Environmental School baru menjalankan dua jenjang pendidikan, yakni preschool dan kindergarten. Sekolah mulai beroperasi sejak Mei 2026 dan masih terus melakukan penyesuaian program.

Sebelum membukanya untuk publik, program pendidikan di Susi Environmental School telah lebih dulu melaksanakan uji cobakan secara internal. Perkembangan anak selama mengikuti kegiatan menjadi salah satu bahan evaluasi penting untuk melihat efektivitas stimulasi yang diberikan.

Seiring meningkatnya peminat, Susi Environmental School kini mulai menyiapkan penambahan tenaga pengajar. Sekolah juga membuka kemungkinan untuk menambah kelas preschool.

Sementara itu, Susi Pudjiastuti berharap Susi Environmental School dapat berkembang secara bertahap hingga jenjang SD dan SMP. PAUD dan TK menjadi langkah awal yang kokoh untuk membangun pendidikan yang menghubungkan anak dengan alam, kemandirian, dan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

(Sajidin)