spot_imgspot_img
Jumat 2 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 44

Melihat Susi Environmental School, Sekolah Unik di Pangandaran yang Ajak Anak Dekat dengan Alam

0
PANGANDARAN, FOKUSJabar.id
Poto: istimewa

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Anak-anak berlarian riang di ruang terbuka, memberi makan ikan, menyusuri lingkungan sekolah, hingga mengamati kondisi cuaca. Aktivitas seru tersebut menjadi bagian dari keseharian para siswa di Susi Environmental School, sebuah lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berbasis alam yang didirikan oleh Susi Pudjiastuti di Pangandaran, Jawa Barat.

Di Susi Environmental School, alam bukan hanya tempat bermain, melainkan bagian integral dari proses belajar. Sekolah mengajak anak-anak berinteraksi dengan lingkungan setiap hari untuk membangun kebiasaan positif, kemandirian, dan kepedulian terhadap alam sejak usia dini.

Baca Juga: Kekeringan Meluas di Pangandaran, 9 Kecamatan dan 32 Desa Kini Krisis Air Bersih

Visi Susi Pudjiastuti: Kelola Sampah dan Jaga Alam Sejak Dini

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjelaskan bahwa gagasan mendirikan Susi Environmental School bermula dari keinginannya agar anak-anak memahami pentingnya mengelola sampah, menjaga alam, hingga mengenal kegiatan bercocok tanam.

“Saya senang anak-anak mengerti tentang sampah harus diurus, alam harus dijaga, senang menanam dan lain-lain yang begitu-begitu,” kata Susi belum lama ini.

Awalnya, Susi Environmental School ditujukan bagi anak-anak karyawan Susi Air dengan fasilitas pendidikan gratis. Namun, kini sekolah tersebut juga membuka pintu bagi masyarakat umum.

Ke depan, Susi berharap Susi Environmental School dapat berkembang secara bertahap hingga jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Ia juga berencana menyediakan porsi beasiswa minimal 20 persen bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.

“Kalau kita bisa membantu membuat terobosan sehingga pilihan itu tidak selalu pahit bagi semua manusia kan bagus. Dan saya dalam kapasitas mampu untuk melakukan itu,” ujar Susi.

Pendidikan Berbasis Alam untuk Fondasi Karakter Anak

Kepala Sekolah Susi Environmental School, Bimbi, menjelaskan bahwa pendidikan berbasis alam dipilih karena usia dini merupakan masa krusial dalam pembentukan fondasi karakter anak.

Menurut Bimbi, pengalaman yang diberikan kepada anak sejak kecil diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif yang kelak membuat mereka mampu menjadi agen perubahan bagi lingkungan.

Oleh karena itu, Susi Environmental School menerapkan aktivitas di alam sebagai bagian dari kegiatan harian. Anak-anak dapat memberi makan ikan, melakukan nature walk, atau sekadar menikmati lingkungan sekitar.

Sekolah ini juga menggunakan konsep ruang kelas terbuka (open space). Konsep tersebut memberikan ruang yang lebih luas bagi anak untuk bergerak bebas, bereksplorasi, sekaligus belajar mengendalikan diri.

“Open space ini memberikan ruang bagi anak untuk belajar disiplin. Di situlah saat pembentukan karakternya,” kata Bimbi saat ditemui di sekolah, Selasa (22/9/2026).

Menurut Bimbi, ruang kelas terbuka memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar memahami aturan, mengontrol diri, serta menentukan kapan waktunya bermain dan kapan waktunya mengikuti kegiatan bersama. Proses tersebut dilakukan secara bertahap hingga anak terbiasa dengan lingkungan dan ritme kesehariannya.

Mengenal Living Earth Curriculum di Susi Environmental School

Susi Environmental School menerapkan kurikulum khusus yang disebut Living Earth Curriculum. Kurikulum tersebut meramu kearifan lokal dengan kurikulum internasional, kemudian diintegrasikan dengan alam sesuai karakter unik Susi Environmental School.

Meskipun demikian, kurikulum tersebut tetap mengacu pada standar perkembangan anak di Indonesia. Perkembangan anak mendapat perhatian secara saksama melalui berbagai aspek, mulai dari sosial emosional, sensori, motorik kasar, bahasa, seni, hingga kognitif.

Susi Environmental School juga menanamkan kemandirian melalui kebiasaan sederhana sehari-hari. Anak diajak untuk menghabiskan makanan, mengembalikan barang ke tempatnya, hingga mengikuti rutinitas sekolah secara mandiri.

Pembelajaran akademik pun tidak terlepas dari aktivitas sehari-hari di alam. Konsep matematika, misalnya, dapat diperkenalkan ketika anak menghitung benda-benda yang ditemukan di alam.

“Yang membedakan adalah lebih sering kita berinteraksi dengan alam. Grounding-nya lebih sering,” ujar Bimbi.

Holistik, Berakar pada Alam, dan Tetap Mencintai Kampung Halaman

Meskipun mengadopsi sejumlah pendekatan pendidikan dari berbagai negara, Susi Environmental School tetap mengusung unsur lokal Pangandaran yang kental.

Bimbi menjelaskan bahwa rancangan pendidikan di Susi Environmental School ini secara holistik, berakar pada alam, dan tetap mengenalkan anak pada lingkungan tempat mereka tumbuh besar.

Salah satu rancangan kegiatan yang telah dalam persiapan adalah clean up environment bagi siswa. Program tersebut sejalan dengan kegiatan beach clean up yang selama ini rutin dilakukan oleh Susi Air.

“Jauh-jauh pun kita tetap pulangnya ke kampung. Jangan lupa kampung,” kata Bimbi.

Perkembangan Terkini Susi Environmental School

Susi Environmental School membatasi jumlah siswa agar perkembangan setiap anak dapat pengawasan secara lebih dekat. Jenjang preschool menampung maksimal delapan anak dengan dua guru, sedangkan kindergarten sekitar 10 hingga 12 anak.

Selain kegiatan bersama, sekolah menerapkan sesi one-on-one setiap hari. Saat sebagian anak bermain, guru memberikan perhatian individual kepada anak lainnya secara bergantian.

Saat ini, Susi Environmental School baru menjalankan dua jenjang pendidikan, yakni preschool dan kindergarten. Sekolah mulai beroperasi sejak Mei 2026 dan masih terus melakukan penyesuaian program.

Sebelum membukanya untuk publik, program pendidikan di Susi Environmental School telah lebih dulu melaksanakan uji cobakan secara internal. Perkembangan anak selama mengikuti kegiatan menjadi salah satu bahan evaluasi penting untuk melihat efektivitas stimulasi yang diberikan.

Seiring meningkatnya peminat, Susi Environmental School kini mulai menyiapkan penambahan tenaga pengajar. Sekolah juga membuka kemungkinan untuk menambah kelas preschool.

Sementara itu, Susi Pudjiastuti berharap Susi Environmental School dapat berkembang secara bertahap hingga jenjang SD dan SMP. PAUD dan TK menjadi langkah awal yang kokoh untuk membangun pendidikan yang menghubungkan anak dengan alam, kemandirian, dan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

(Sajidin)

Ribuan Warga Tasikmalaya Serbu Bazar Murah HUT ke-81 TNI, Sembako Dijual Harga Miring

0
TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id
Ribuan warga Tasikmlaya menyerbu bazar murah HUT TNI ke-81 TNI di Mesjid Perum Bumi Resik Panglayungan Cipedes Kota Tasikmalaya

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kawasan Perumahan Bumi Resik Panglayungan (BRP), Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, dipenuhi antusiasme ribuan warga yang memadati halaman masjid setempat pada Selasa (22/9/2026).

Masyarakat tumpah ruah demi menyambut gelaran Bazar Murah dalam rangka memperingati HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Baca Juga: 15 Gereja Ramaikan LIBAJA 2026 di Tasikmalaya, Basket Jadi Jembatan Kerukunan

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.30 WIB ini tidak hanya menyajikan belanja hemat, tetapi juga memperkokoh sinergi dan kemanunggalan TNI bersama rakyat di wilayah Priangan Timur.

Petinggi Militer Turun Langsung Sapa Warga

Jajaran pimpinan militer beserta organisasi pendukung hadir langsung membuka dan memeriahkan acara. Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXIII Kodim 0612/Tasikmalaya, Ny. Rima M. Imvan Ibrahim, menyapa warga yang hadir di lokasi.

Sejumlah pejabat militer lain turut mendampingi kegiatan ini, antara lain:

  • Danlanud Wiriadinata Tasikmalaya, Kolonel Pnb A. Kholiq Yulianto, bersama Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 18/D.I Lanud Wiriadinata, Ny. Indah Kholiq.
  • Danwingdik 600/Kal, Kolonel Kal Rado Parulian Purba.
  • Danskadik 601 Wingdik 600/Kal, Letkol Kal Yakobus K. Eko Putro.
  • Danskadik 602 Wingdik 600/Kal, Letkol Kal Muhammad Danial Adam, serta jajaran Kasubkogartap dan FKPD militer lainnya.

Sediakan Kebutuhan Pokok Murah dan Wadah Silaturahmi

Pelaksanaan bazar murah ini memberikan solusi nyata bagi warga Cipedes dan sekitarnya. Berbagai kebutuhan pokok serta produk harian dijual dengan harga yang jauh lebih miring ketimbang harga pasar umum.

Selain memborong kebutuhan rumah tangga, warga memanfaatkan momen ini untuk bersilaturahmi langsung dengan para prajurit TNI, pengurus Persit, dan PIA Ardhya Garini.

“Alhamdulillah sebagai masyarakat kami sangat terbantu dengan adanya bazar ini, karena harga-harga yang ada relatif murah,” ungkap salah seorang warga di lokasi.

Wujud Komitmen “TNI Bersama Rakyat, TNI Kuat”

Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, menegaskan bahwa Kodim 0612/Tasikmalaya terus berkomitmen untuk senantiasa hadir meringankan beban masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan warga.

“Peringatan HUT ke-81 TNI tahun ini tidak secara seremonial belaka, melainkan terwujud lewat aksi sosial yang berdampak langsung pada masyarakat,” katanya.

Seluruh rangkaian bazar di Perumahan BRP berlangsung secara tertib, aman, dan kondusif, sekaligus memperkuat kedaulatan serta kebersamaan TNI bersama rakyat di Tasikmalaya

(Abdul Latif)

Rayakan 10 Tahun Pizza Maker Junior, Pizza Hut Ajak Anak Belajar dari Kebun hingga Dapur

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Foto: Rayakan 10 tahun Pizza Maker Junior, Pizza Hut ajak anak-anak belajar dari kebun hingga membuat pizza. (Arif)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pizza Hut Indonesia merayakan satu dekade kehadiran program Pizza Maker Junior (PMJ) melalui kegiatan bertema “Create, Care, and Appreciate”. Acara ini mengajak anak-anak mengenal perjalanan bahan pangan mulai dari kebun hingga menjadi hidangan lezat.

Melalui aktivitas membuat pizza secara langsung, para peserta cilik mengenal beragam bahan makanan sekaligus mengekspresikan imajinasi mereka saat mengolah pizza buatan sendiri.

Baca Juga: Bobotoh dan Suporter Persijap Duduk Berdampingan, Igor Tolic Puji Atmosfer di Jepara

Edukasi Pangan dari Kebun Paprika di Bandung Barat

Memasuki puncak perayaan sepuluh tahun PMJ, Pizza Hut Indonesia memperluas cakupan edukasi dengan membawa anak-anak melihat langsung proses budidaya bahan makanan.

Kegiatan belajar lapangan ini berlangsung di area pertanian Kelompok Tani Sumber Tani Mulya, Kabupaten Bandung Barat. Anak-anak mempelajari proses menanam, merawat, hingga memanen paprika secara langsung, sebelum akhirnya mempraktikkan pembuatan pizza di outlet Kota Baru Parahyangan.

“Selama 10 tahun, Pizza Maker Junior telah menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar dan berkreasi melalui pengalaman membuat pizza,” kata Herryady, Local Store Manager Pizza Hut Indonesia, Selasa (22/9/2026).

Herryady menjelaskan bahwa pihaknya sengaja menggelar rangkaian kunjungan ke berbagai area pertanian di Indonesia untuk melengkapi perayaan puncak PMJ.

“Mulai dari Bandung, kemudian Jawa Tengah, hingga Jawa Timur, anak-anak dapat melihat langsung bagaimana bahan makanan yang mereka gunakan sehari-hari berasal dan dipersiapkan. Sehingga mereka dapat memahami bahwa setiap hidangan memiliki perjalanan yang dimulai jauh sebelum sampai di meja makan,” ujar Herryady.

Apresiasi dari Kelompok Tani Lokal

Ketua Kelompok Sumber Tani Mulya, Dedey, menyambut baik inisiatif edukatif ini. Ia menilai kunjungan anak-anak menjadi momen berharga untuk mengenalkan dunia pertanian sejak dini.

“Kami senang anak-anak bisa datang dan melihat langsung bagaimana paprika ditanam dan dirawat sampai siap dipanen. Biasanya mereka mengenal paprika setelah sudah menjadi bagian dari makanan,” katanya.

“Jadi lewat kegiatan ini mereka bisa tahu bahwa ada proses yang cukup panjang sebelum bahan tersebut sampai ke meja makan,” ujar Dedey.

Komitmen CSR Pizza Hut Peduli Petani

Selain menghadirkan sarana edukasi bagi anak-anak, agenda ini turut memperkenalkan program Pizza Hut Peduli Petani yang bernaung di bawah kegiatan CSR Pizza Hut Peduli 8P.

Program tersebut memberdayakan petani lokal melalui penyediaan modal usaha, pendampingan teknis, serta jaminan pembelian hasil panen dengan harga stabil.

Di samping itu, penerapan prinsip Good Agriculture Practices (GAP) dan Good Handling Practices (GHP) memastikan proses budidaya tetap menjaga keamanan pangan sekaligus ramah lingkungan.

Sejak 2013, Pizza Hut Indonesia telah merangkul lebih dari 243 petani di 15 wilayah pertanian yang tersebar di Jawa, Bali, dan Sulawesi. Kemitraan ini mengelola hampir 3 hektare lahan dengan 100 lebih greenhouse untuk memproduksi paprika, buncis, tomat, serta selada romaine. Saat ini, 100 persen pasokan paprika dan tomat di Pizza Hut Restaurant berasal dari petani lokal.

Kelompok Sumber Tani Mulya sendiri telah menjalin kemitraan selama kurang lebih tujuh tahun untuk memenuhi kebutuhan paprika wilayah Bandung. Hasilnya, sebanyak 43 outlet Pizza Hut Restaurant, Pizza Hut Delivery, dan Pizza Hut Ristorante di Bandung menggunakan 100 persen paprika dari petani binaan tersebut.

Rangkaian perayaan satu dekade PMJ sebelumnya juga memuat edukasi pengolahan minyak goreng bekas bersama TUKR. Serta aktivitas kreasi anak bersama Play-Doh. Manajemen berkomitmen untuk terus mengembangkan PMJ sebagai wadah eksplorasi anak-anak yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

(Arif)

Kekeringan Meluas di Pangandaran, 9 Kecamatan dan 32 Desa Kini Krisis Air Bersih

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: penampakan warga di kabupaten Pangandaran ngambil air bersih

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Dampak kemarau panjang yang memicu kekeringan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, semakin meluas.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran mencatat sebanyak 9 kecamatan dan 32 desa terdampak krisis air bersih hingga Minggu (20/9/2026).

Baca Juga: Jual Kebun dan Dua Motor demi Berobat, Kisah Pilu Pasangan Lansia di Pangandaran

Distribusi Air Bersih Tembus 1,6 Juta Liter

Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak menggencarkan penyaluran air bersih secara intensif. Petugas gabungan telah mengalirkan total 1.690.000 liter atau sekitar 1.690 meter kubik air bersih ke pemukiman warga.

BPBD Pangandaran menyalurkan 715.000 liter, Tagana mendistribusikan 855.000 liter, dan BBWS Citanduy menyumbang 120.000 liter air bersih.

Secara keseluruhan, tim gabungan telah menuntaskan 159 kali tahap penyaluran air bersih untuk melayani 7.053 kepala keluarga atau setara 20.998 jiwa.

Daftar Kecamatan Terdampak dan Rincian Alokasi

Sebanyak sembilan kecamatan yang mendapatkan penanganan meliputi Cimerak, Cijulang, Parigi, Cigugur, Sidamulih, Pangandaran, Kalipucang, Padaherang, serta Mangunjaya.

Kecamatan Kalipucang menerima alokasi terbesar mencapai 175.000 liter, Cijulang 140.000 liter, dan Cigugur 105.000 liter.

Selanjutnya, Kecamatan Pangandaran memperoleh 85.000 liter, Parigi 55.000 liter, Cimerak dan Sidamulih masing-masing 50.000 liter, Padaherang 40.000 liter, serta Mangunjaya 5.000 liter.

Tanggapan BPBD Pangandaran

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, menegaskan bahwa krisis air bersih kini meluas dari kawasan pesisir hingga berbagai pelosok Pangandaran.

“Update penanganan kekeringan sampai sekarang ini sudah mengirimkan air bersih 1,69 juta liter lebih. Itu belum lembaga atau instansi lain yang melakukan pengiriman, seperti PMI dan lainnya,” ujar Dodo, Selasa (22/9/2026).

Petugas mengacu pada laporan pemerintah desa serta hasil asesmen lapangan saat mendistribusikan air bersih agar bantuan sampai tepat sasaran.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar menggunakan air secara bijaksana, menghemat pemakaian air bersih,” ucapnya.

(Sajidin)

Bobotoh dan Suporter Persijap Duduk Berdampingan, Igor Tolic Puji Atmosfer di Jepara

0
Igor Tolic Bandung fokusjabar.id
Igor Tolic (foto: web)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, merasa timnya bertanding seperti di kandang sendiri saat menghadapi tuan rumah Persijap Jepara dalam lanjutan kompetisi Super League 2026/2027.

Meski bertindak sebagai tim tamu, kehadiran ribuan Bobotoh di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Minggu (20/9/2026), memberikan energi layaknya laga kandang bagi Pangeran Biru.

Baca Juga: Thom Haye dan Ragnar Tinggalkan Persib, Igor Tolic Titip Harapan untuk Timnas Indonesia

Dukungan Bobotoh dan Aksi Sportif Suporter Tuan Rumah

Tolic mengapresiasi kehadiran Bobotoh yang tak henti-hentinya memompa semangat para pemain di lapangan. Di sisi lain, ia juga memuji sikap bersahabat yang ditunjukkan pendukung tuan rumah.

“Mereka mendukung kami karena mereka berada di belakang, dan di sisi lain, kami merasa seperti pertandingan kandang. Dan juga, suporter dari Persijap juga sangat bagus,” kata Igor Tolic.

Dalam laga tersebut, kedua kelompok suporter tampak duduk berdampingan dan saling memberikan dukungan secara sportif, sehingga menciptakan atmosfer persaingan yang positif di tribun.

“Jadi kami memiliki kompetisi antar suporter sepanjang pertandingan. Bobotoh selalu dan di mana saja mendukung kami, yang mana, terima kasih banyak untuk mereka,” ungkapnya.

Tolic Berharap Atmosfer Positif Terus Terjaga

Pelatih asal Kroasia ini menilai kehadiran suporter dari kedua belah pihak menjadi elemen penting dalam menyajikan tontonan sepak bola yang menarik dan berkualitas tinggi.

“Dan suporter tim tuan rumah juga selalu mendukung, jadi ini menyenangkan untuk dilihat dalam pertandingan sepakbola. Ini benar-benar tingkat tinggi dari suporter dan sepakbola,” ujarnya.

Tolic berharap keharmonisan antara Bobotoh dan suporter lawan dapat terus terjalin pada laga-laga berikutnya.

“Pada akhirnya, siapa yang lebih baik menang, dan sampai jumpa lain kali, saya harap semuanya bisa baik-baik saja, dan kita bisa melanjutkan seperti ini,” tuturnya.

Persib Amankan Tiga Poin Kemenangan

Persib Bandung sukses membawa pulang tiga poin penuh setelah menundukkan tuan rumah Persijap Jepara dengan skor akhir 2-1.

Dua gol kemenangan Maung Bandung lahir melalui aksi Thom Haye dan Uilliam Barros.

(Arif)

Tungku Ditinggal ke Warung, Rumah Warga Ciamis Terbakar, Kerugian Capai Rp75 Juta

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketpot istimewa : Personel Damkar pos WMK Banjarsari saat memadamkan api yang membakar rumah warga di Desa Cikaso

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kebakaran melanda rumah milik Entin (65) yang berlokasi di Dusun Karangsari, Desa Cikaso, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Peristiwa ini tidak memakan korban jiwa maupun luka-luka. Namun, pemilik rumah menanggung kerugian materi hingga Rp75 juta akibat sebagian bangunan hangus terbakar.

Baca Juga: Lansia Adu Kreativitas Mewarnai di Festival Literasi Dispusip Ciamis

Diduga Dipicu Api Tungku Saat Ditinggal ke Warung

Dugaan sementara mencatat bahwa api berasal dari tungku dapur yang masih menyala. Pemilik rumah meninggalkan aktivitas memasak untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga di warung.

Saat rumah dalam kondisi kosong, kobaran api membakar tumpukan kayu di samping tungku. Api kemudian merembet cepat ke dinding dapur yang berbahan mudah terbakar.

Respon Cepat Damkar WMK Banjarsari

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Banjarsari bergerak cepat begitu menerima laporan warga.

“Tadi siang personel Damkar pos WMK Banjarsari telah berhasil memadamkan api di rumah warga yang mengalami kebakaran,” kata Kasatpol PP Kabupaten Ciamis Rd. Ega Anggara Alqausar melalui Kasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran, Trisyanto, Selasa (22/9/2026).

Trisyanto menjelaskan bahwa Damkar Pos WMK Banjarsari memobilisasi dua unit mobil tangki pancar beserta lima personel ke lokasi kejadian.

“Tidak berapa lama api yang sedang membakar bangunan rumah itu bisa terpadamkan,” katanya.

Imbauan Waspada Bahaya Kebakaran di Musim Kemarau

Laporan cepat dari masyarakat membantu petugas melokalisasi kobaran api sehingga tidak meluas ke area bangunan lain.

“Karena saat ini cuaca cukup panas karena musim kemarau Pemerintah mengimbau warga masyarakat untuk mewaspadai bahaya kebakaran yang sewaktu waktu bisa terjadi akibat adanya kelalaian manusia,” ungkap Trisyanto.

(Husen Maharaja)

Thom Haye dan Ragnar Tinggalkan Persib, Igor Tolic Titip Harapan untuk Timnas Indonesia

0
Thom Haye Persib Bandung fokusjabar.id
Thom Haye (foto: web)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dua penggawa Persib Bandung, Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen, resmi menerima panggilan guna memperkuat Tim Nasional (Timnas) Indonesia di ajang FIFA ASEAN Cup 2026.

Turnamen antarnegara Asia Tenggara tersebut bakal bergulir mulai 24 September hingga 5 Oktober 2026, dengan Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, sebagai markas utama Timnas Indonesia.

Baca Juga: Remontada Persib di Kandang Persijap, Thom Haye dan Uilliam Barros Antar Maung Bandung Menang 2-1

Dukungan Penuh dari Pelatih Persib

Pelatih Persib, Igor Tolic, menyambut positif pemanggilan Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen ke skuad Garuda. Tolic menegaskan dukungan penuh klub bagi kedua anak asuhnya tersebut.

Tolic berharap Haye dan Oratmangoen tampil maksimal sekaligus mengantarkan Indonesia meraih gelar juara.

“Untuk pemain tim nasional, doakan yang terbaik. Saya berharap mereka memenangkan semua pertandingan,” kata Tolic.

Peta Persaingan Indonesia di Grup A

Dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026, Indonesia bertindak selaku tuan rumah dan menempati Grup A bersama Singapura, Malaysia, serta Bangladesh.

Seluruh laga fase grup yang melibatkan Timnas Indonesia bakal berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

Kondisi Pemain Usai Laga Tandang Persib

Kedua pilar Maung Bandung ini sudah tiba di Jakarta. Sebelumnya, mereka baru saja membela Persib Bandung dalam laga tandang Super League 2026/2027 melawan Persijap pada Minggu (20/9/2026).

Pada duel yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini tersebut, Persib mengamankan kemenangan tipis 2-1.

Thom Haye turut menyumbang satu gol lewat tandukan terarah pada menit ke-21 untuk menyamakan kedudukan setelah timnya sempat tertinggal.

(Arif)