spot_imgspot_img
Minggu 22 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 45

BGN Respons Video Viral Menu MBG, Ajak Warga Laporkan Menu Tak Layak

0
Nasional, FOKUSJabar.id
Ketfot: Nanik usai menghadiri rapat koordinasi pelaksanaan MBG di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Surce Foto (inp.polri)

NASIONAL,FOKUSJabar.id: Badan Gizi Nasional (BGN) membuka ruang selebar-lebarnya bagi masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Lembaga tersebut meminta warga segera melaporkan jika menemukan menu yang dinilai tidak sesuai standar.

BGN menilai partisipasi publik sangat penting mengingat cakupan program yang terus meluas. Program MBG menyalurkan makanan bergizi bagi anak sekolah dan kelompok rentan melalui jaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kini tersebar di berbagai daerah.

Baca Juga: Singapura Siapkan Chingay Parade 2026 dengan Konsep Arena 360 Derajat

Dengan ribuan dapur telah beroperasi, pengawasan menyeluruh menjadi tantangan besar. Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengakui jumlah pengawas internal belum sebanding dengan skala layanan.

“Kami hanya punya sekitar 70 pengawas di BGN. Sementara dapur yang berjalan sekarang sudah 24 ribu dan ke depan bisa lebih dari 30 ribu,” ujar Nanik usai menghadiri rapat koordinasi pelaksanaan MBG di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Selasa (3/3/2026).

Karena itu, BGN mendorong masyarakat untuk menyampaikan laporan secara detail. Warga yang mengunggah temuan di media sosial diminta mencantumkan informasi lengkap, mulai dari nama sekolah, lokasi SPPG, desa, kecamatan, hingga kabupaten serta waktu kejadian.

“Kami sangat terbantu kalau masyarakat mengunggah menu. Tapi tolong sebutkan lokasi lengkapnya. Hari itu juga langsung kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Laporan Masyarakat yang Akurat dan Faktual

BGN juga mengingatkan agar masyarakat tidak memviralkan kembali video lama yang tidak relevan dengan kondisi terkini. Laporan yang akurat dan faktual, menurut Nanik, akan langsung diverifikasi tanpa konsekuensi hukum bagi pelapor.

Jika tim menemukan pelanggaran standar mutu atau keamanan pangan, BGN memastikan akan bertindak tegas, termasuk menghentikan sementara operasional dapur terkait.

“Kalau menunya tidak sesuai standar, kami bisa suspend atau tutup dapurnya,” ujarnya.

Sejumlah dapur SPPG sebelumnya telah menjalani penghentian sementara untuk evaluasi sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas layanan.

BGN juga memberi opsi bagi pihak yang tidak ingin terlibat dalam program MBG untuk menyampaikan pernyataan resmi penolakan. Namun lembaga itu menegaskan masih banyak calon penerima manfaat yang menunggu program tersebut.

Melalui pendekatan kolaboratif ini, BGN berharap pengawasan berjalan lebih efektif dan kualitas layanan tetap terjaga sehingga tujuan awal meningkatkan asupan gizi masyarakat benar-benar tercapai.

(Jingga Sonjaya)

Bukit Panenjoan, Negeri di Atas Awan yang Siap Jadi Spot Paralayang Pangandaran

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Suasana di bukit Panenjoan Pangandaran (Istimewa).

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kabut tipis perlahan turun menyelimuti perbukitan saat pagi menyapa Bukit Panenjoan. Hamparan sawah hijau, aliran sungai yang membelah lembah, serta pepohonan rindang menciptakan lanskap yang memanjakan mata dari ketinggian.

Destinasi ini berada di Desa Kersaratu, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, hanya beberapa kilometer dari Pantai Pangandaran. Akses jalan menuju lokasi relatif mudah untuk kendaraan roda dua maupun roda empat lalui, sehingga pengunjung tidak perlu khawatir soal perjalanan.

Baca Juga: Rumah Nek Cani Warga Ciparakan Pangandaran Dibongkar Untuk Gedung KDMP

Dari puncak bukit, wisatawan dapat menikmati panorama alam luas yang mengarah langsung ke birunya Samudera Hindia. Saat pagi hari, kabut putih kerap menyelimuti area perbukitan, menciptakan suasana bak negeri di atas awan. Menjelang sore, langit berubah jingga menghadirkan momen matahari terbenam yang memesona.

Pengunjung biasa menghabiskan waktu dengan menyeruput kopi hangat dan mencicipi jajanan dari pelaku UMKM setempat. Pada malam hari, gemerlap lampu memperindah suasana, menjadikan Bukit Panenjoan pilihan menarik untuk berkemah bersama keluarga atau sahabat.

Warga sekitar melihat potensi alam tersebut sebagai peluang untuk menggerakkan ekonomi lokal. Mereka terus mempercantik kawasan dengan menambah fasilitas sederhana agar pengunjung merasa nyaman.

Pengembangan Bukit Panenjoan Pangandaran

Salah satu warga Sidamulih, Asep Suhendar, mengaku terdorong mengembangkan Bukit Panenjoan agar lebih tertata dan menarik.

“Siapa saja boleh datang ke sini. Tempatnya nyaman, fasilitas ada, dan harganya terjangkau,” ujar Asep, Selasa (3/2/2026).

Ia juga aktif mempromosikan berbagai fasilitas dan keindahan panorama melalui media sosial untuk menarik lebih banyak wisatawan.

Tak hanya sebagai destinasi rekreasi, Bukit Panenjoan juga mulai dilirik sebagai lokasi olahraga dirgantara. Anwar Permana, pelatih nasional paralayang asal Bogor, mengaku tertarik menjadikan bukit tersebut sebagai titik latihan dan penyelenggaraan event.

Menurut Anwar, dengan dukungan pemerintah daerah, timnya siap melakukan survei untuk mengkaji kelayakan lokasi terbang dan area pendaratan. Ia menyebut lapangan milik TNI Angkatan Udara atau kawasan Batu Hiu sebagai alternatif titik pendaratan.

Jika rencana itu terealisasi, Bukit Panenjoan berpotensi menarik atlet dan penghobi paralayang dari berbagai daerah, bahkan mancanegara. Kehadiran event olahraga dirgantara diyakini dapat mendongkrak kunjungan wisata sekaligus memperkuat posisi Pangandaran sebagai destinasi alam unggulan.

Bukit Panenjoan kini bukan sekadar tempat menikmati pemandangan, melainkan ruang baru bagi tumbuhnya ekonomi, wisata, dan olahraga di Pangandaran.

(Sajidin)

Konflik Timur Tengah Memanas, Kantor Haji dan Umrah Ciamis Imbau Jemaah Tunda Umrah

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot: Kepala Kementrian haji dan umroh Kabupaten Ciamis Nana S

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ciamis mengimbau warga yang berencana menunaikan ibadah umrah untuk menunda keberangkatan sementara waktu. Imbauan ini muncul menyusul situasi keamanan di Arab Saudi yang dinilai belum stabil akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ciamis, Nana Supriatna, menyampaikan bahwa dinamika perang antara Iran dengan Amerika Serikat serta Israel berdampak pada kondisi keamanan regional, termasuk di Arab Saudi sebagai negara tujuan ibadah umrah.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Hantam Ciamis, BPBD Data Kerusakan di Empat Kecamatan

“Situasi keamanan di Arab Saudi saat ini tidak menentu. Kami mengimbau warga Ciamis yang akan berangkat umrah agar menunda dulu keberangkatannya sampai kondisi benar-benar kondusif,” ujar Nana, Rabu (4/3/2026).

Ia juga meminta jemaah asal Ciamis yang sudah berada di Arab Saudi untuk terus berkoordinasi secara aktif dengan perwakilan resmi Pemerintah Republik Indonesia, seperti Konsulat Jenderal maupun KBRI setempat, guna memastikan perlindungan dan pemantauan kondisi mereka.

“Jemaah yang sudah berangkat sebelum konflik memanas harus rutin melapor dan berkomunikasi dengan perwakilan pemerintah Indonesia di sana,” tegasnya.

Data Jemaah Asal Ciamis

Nana mengakui, pihaknya belum memegang data detail jemaah umrah asal Ciamis yang saat ini berada di Arab Saudi. Data tersebut masih terpusat di tingkat nasional sehingga pemerintah daerah tidak memiliki akses langsung.

“Data jemaah umrah saat ini hanya tersedia di pusat. Daerah belum memiliki data rinci,” jelasnya.

Ke depan, Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ciamis bersama kantor kementerian di kabupaten/kota lain berencana mengusulkan mekanisme pendataan yang lebih terintegrasi. Nana menilai, akses data di tingkat daerah akan mempercepat respons jika terjadi situasi darurat yang melibatkan jemaah.

“Kami akan membahas hal ini bersama kantor kementerian haji dan umrah kabupaten/kota lainnya. Minimal daerah memiliki data jemaah yang kami rekomendasikan keberangkatannya,” pungkasnya.

Imbauan ini menjadi langkah preventif agar keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas utama di tengah situasi geopolitik yang belum stabil.

(Husen Maharaja)

Rumah Nek Cani Warga Ciparakan Pangandaran Dibongkar Untuk Gedung KDMP

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto: Nek Cani (80), warga Desa Ciparakan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaransaat mengosongkan rumahnya.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Rumah semi permanen milik Nek Cani (80), warga Desa Ciparakan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran terancam dibongkar karena berdiri di atas tanah milik desa. Pemerintah desa menyiapkan lahan tersebut untuk pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Pantauan di lokasi, Rabu (4/3/2026), suasana rumah tampak lengang. Sebagian besar perabotan sudah dipindahkan ke rumah anak dan tetangga terdekat sebagai persiapan pembongkaran.

Baca Juga: Berkah Ramadan untuk Nek Dinem, Polres Pangandaran Bangunkan Rumah Baru

Nek Cani menceritakan, ia membangun rumah sederhana itu pada 2011 saat lahan tersebut masih berupa hutan belantara. Ia bersama anak perempuannya membersihkan dan meratakan tanah demi mendirikan tempat berteduh.

“Dulu ini masih leuweung, belum rata seperti sekarang. Saya kerjakan sama anak. Saya juga sudah tua, hidup ikut anak,” ujar Nek Cani saat ditemui di kediamannya.

Sejak suaminya meninggal dunia, Nek Cani menjalani hari sebagai janda dan tinggal bersama cucunya di rumah tersebut. Selama belasan tahun, rumah itu menjadi saksi perjalanan hidupnya. Kini, ia harus merelakan bangunan itu berganti menjadi gedung milik pemerintah desa.

Meski berat, Nek Cani mengaku tidak menolak rencana pembangunan. Ia menyadari tanah tersebut bukan miliknya, melainkan aset desa. Namun, ia berharap pemerintah mempertimbangkan waktu pelaksanaan.

“Saya tidak menolak pembangunan pemerintah. Kalau bisa nanti dulu, karena di tempat lain juga masih ada yang belum membangun,” katanya.

Kompensasi Terhadap Nek Cani

Ia juga berharap pemerintah memberikan kompensasi atas biaya dan tenaga yang telah ia keluarkan saat membangun rumah tersebut.

Kepala Desa Ciparakan, Sarji, membenarkan rencana pembongkaran rumah Nek Cani. Namun, pelaksanaan di lapangan mengalami penundaan karena muncul kendala teknis.

Sarji menduga ada pihak lain yang ikut memengaruhi situasi sehingga proses pembongkaran menjadi tertunda. Padahal, menurutnya, pemerintah desa dan penghuni rumah sebelumnya telah menempuh mediasi dan mencapai kesepakatan.

“Permasalahan dengan penghuni sebenarnya sudah selesai, sudah ada komitmen dan kesadaran,” ujar Sarji.

Pemerintah desa berencana kembali melakukan pendekatan persuasif untuk memastikan proses berjalan kondusif. Selain itu, desa juga akan mengusulkan bantuan program rumah tidak layak huni (rutilahu) bagi Nek Cani setelah pembongkaran.

Kini, di tengah rencana pembangunan gedung koperasi desa, kisah Nek Cani menghadirkan dilema antara kebutuhan pembangunan dan cerita panjang seorang lansia mempertahankan tempat tinggalnya.

(Sajidin)

Berkah Ramadan untuk Nek Dinem, Polres Pangandaran Bangunkan Rumah Baru

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Warga Pangandaran Nek Dinem saat di wawancara sejumlah wartawan

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Raut bahagia tak bisa disembunyikan dari wajah Nek Dinem (82), warga Dusun Cihideung, Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Setelah sempat kehilangan tempat tinggal akibat angin puting beliung, ia kini kembali memiliki rumah yang layak huni berkat bantuan jajaran Polres Pangandaran.

Beberapa waktu lalu, angin puting beliung merobohkan rumah semi permanen miliknya hingga rata dengan tanah. Peristiwa itu membuat sang Nenek terpukul. Beruntung, saat bencana terjadi ia tidak berada di dalam rumah.

Baca Juga: Dua Sapi Mati Terperosok Goa, Tabungan Kuliah Anak Petani Pangandaran Lenyap

“Saat itu saya sedang sakit dan menginap di rumah anak. Tahu-tahu rumah sudah hancur kena angin,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Melihat kondisi tersebut, Polres Pangandaran bergerak cepat. Kemudian jajaran kepolisian membangun kembali rumah sang Nenek melalui program sosial yang menyasar warga kurang mampu dan korban bencana.

Wakapolres Pangandaran, Kompol Usep Supian, menjelaskan pembangunan rumah tersebut menjadi bagian dari program bedah rumah inisiasi dari Kapolda.

“Program ini menyasar rumah tidak layak huni, termasuk warga yang terdampak bencana. Kemudian rumah Nenek menjadi salah satu prioritas kami,” kata Usep.

Ia menegaskan, kegiatan sosial itu mencerminkan komitmen Polri untuk hadir langsung membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama di momentum bulan Ramadan.

“Semoga rumah ini membawa berkah, terlebih memberi kenyamanan bagi Ibu Dinem,” tambahnya.

Kepala Dusun Cihideung, Adang, turut menyampaikan apresiasi atas kepedulian Polres Pangandaran. Ia menilai bantuan tersebut sangat berarti bagi warganya yang sempat kehilangan tempat tinggal.

“Saya sangat berterima kasih. Sekarang rumah kembali berdiri dan sudah layak Nenek huni ,” ucap Adang.

Bagi Nek Dinem, rumah baru itu bukan sekadar bangunan, melainkan harapan yang kembali tumbuh setelah bencana menerpa.

(Sajidin)

Cuaca Ekstrem Hantam Ciamis, BPBD Data Kerusakan di Empat Kecamatan

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot istimewa : Pohon yang tumbang akibat cuaca ektrim terjang Kabupaten Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Hujan deras disertai angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Ciamis, Rabu (4/3/2026). Cuaca ekstrem yang berlangsung cukup lama itu memicu bencana pohon tumbang serta memicu kerusakan puluhan bangunan rumah dan fasilitas umum di beberapa kecamatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis mencatat kerusakan tersebar di beberapa titik. Di Kecamatan Lakbok, angin kencang merusak atap satu rumah dan dua kios milik warga di Desa Puloerang setelah genting tersapu angin.

Baca Juga: Baznas Ciamis Konsisten Jaga Integritas Laporan Keuangan

Di Kecamatan Pamarican, dua rumah warga di Desa Kertahayu ikut terdampak terjangan cuaca ekstrem. Sementara itu, kerusakan cukup banyak terjadi di Desa Sindangsari, Kecamatan Banjarsari. Angin kencang merusak bangunan SDN 2 Sindangsari serta 15 rumah warga di wilayah tersebut.

BPBD juga menerima laporan awal dari Desa Sindanghayu, Kecamatan Pamarican. Petugas masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah bangunan dan fasilitas yang terdampak di lokasi itu.

Kepala pelaksana BPBD Ciamis, Ani, menyampaikan bahwa pihaknya baru menerima laporan beberapa waktu lalu dan langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat.

Selain itu, laporan tambahan datang dari Desa Sindangasih, Kecamatan Banjarsari. Di desa tersebut, empat rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem.

Ani menjelaskan, tim masih mengumpulkan data rinci terkait jumlah kepala keluarga terdampak, tingkat kerusakan bangunan, serta kebutuhan mendesak warga. Pemerintah desa sejauh ini baru melaporkan lokasi dan jumlah rumah yang terdampak.

BPBD Ciamis terus menunggu laporan dari kecamatan lain untuk memastikan total dampak cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.

(Husen Maharaja)

Pemkot Tasikmalaya Matangkan Strategi Hidupkan Bandara Wiriadinata

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Bandara Wiriadinata Tasikmalaya

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Harapan masyarakat Priangan Timur untuk kembali menikmati layanan penerbangan dari Bandara Wiriadinata semakin mendekati kenyataan. Pemerintah Kota Tasikmalaya kini bergerak cepat menyiapkan langkah konkret agar aktivitas penerbangan kembali hidup.

Keseriusan itu terlihat dari kunjungan langsung jajaran Pemkot ke manajemen Citilink. Selain menjajaki peluang kerja sama dengan maskapai, Pemkot juga melakukan konsultasi intensif dengan Direktorat Jenderal Keuangan Kementerian Dalam Negeri guna memastikan skema pembiayaan berjalan realistis dan berkelanjutan.

Baca Juga: Menu MBG Berkutu di Rajapolah, Begini Kata Satgas MBG Tasikmalaya

Kepala Dinas KUKM Perindag Kota Tasikmalaya, Sofian Mutaqien, menjelaskan bahwa Citilink merespons positif rencana pembukaan kembali rute penerbangan Tasikmalaya. Namun, maskapai tersebut menawarkan dua opsi pola kerja sama.

Pertama, pola carter seperti yang pernah diterapkan pada masa Penjabat Wali Kota Cheka Virgowansyah. Dalam skema ini, pemerintah daerah menyewa penerbangan secara langsung sesuai kebutuhan.

Kedua, pola subsidi. Melalui mekanisme ini, Pemkot menyediakan dana deposit operasional untuk menutup selisih harga tiket agar tetap terjangkau oleh masyarakat. Sofian menyebut, untuk dua kali penerbangan dalam sepekan, kebutuhan anggaran subsidi diperkirakan mencapai sekitar Rp 200 juta.

“Ia menyampaikan hal tersebut usai menghadiri Musrenbang di PPIK,” katanya, Rabu (4/3/2026).

Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Lebih jauh, upaya mengaktifkan kembali bandara tidak sekadar menyasar aspek transportasi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan. Direktorat Jenderal Keuangan Kemendagri mendorong penyusunan kajian komprehensif terkait dampak ekonomi dan sektor pariwisata oleh Bapelitbangda.

Pemkot juga membuka peluang kolaborasi lintas daerah. Mengingat fungsi Bandara Wiriadinata sebagai pintu gerbang Priangan Timur, Sofian menilai pembiayaan subsidi idealnya dilakukan secara gotong royong bersama Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, dan Kota Banjar agar beban anggaran lebih ringan.

Reaktivasi bandara berpotensi menghadirkan efek berganda bagi wilayah ini. Akses wisatawan menuju destinasi unggulan Priangan Timur akan semakin mudah. Pelaku usaha dapat memangkas waktu perjalanan menuju ibu kota. Selain itu, kemudahan akses udara berpeluang meningkatkan minat investor untuk menanamkan modalnya.

Saat ini, Pemkot menunggu hasil kajian detail serta kepastian alokasi anggaran dalam perubahan APBD. Jika sinergi antar kepala daerah terwujud, langit Tasikmalaya berpeluang kembali ramai dengan suara mesin pesawat dalam waktu dekat.

(Abdul)