spot_imgspot_img
Jumat 2 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 45

Thom Haye dan Ragnar Tinggalkan Persib, Igor Tolic Titip Harapan untuk Timnas Indonesia

0
Thom Haye Persib Bandung fokusjabar.id
Thom Haye (foto: web)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dua penggawa Persib Bandung, Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen, resmi menerima panggilan guna memperkuat Tim Nasional (Timnas) Indonesia di ajang FIFA ASEAN Cup 2026.

Turnamen antarnegara Asia Tenggara tersebut bakal bergulir mulai 24 September hingga 5 Oktober 2026, dengan Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, sebagai markas utama Timnas Indonesia.

Baca Juga: Remontada Persib di Kandang Persijap, Thom Haye dan Uilliam Barros Antar Maung Bandung Menang 2-1

Dukungan Penuh dari Pelatih Persib

Pelatih Persib, Igor Tolic, menyambut positif pemanggilan Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen ke skuad Garuda. Tolic menegaskan dukungan penuh klub bagi kedua anak asuhnya tersebut.

Tolic berharap Haye dan Oratmangoen tampil maksimal sekaligus mengantarkan Indonesia meraih gelar juara.

“Untuk pemain tim nasional, doakan yang terbaik. Saya berharap mereka memenangkan semua pertandingan,” kata Tolic.

Peta Persaingan Indonesia di Grup A

Dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026, Indonesia bertindak selaku tuan rumah dan menempati Grup A bersama Singapura, Malaysia, serta Bangladesh.

Seluruh laga fase grup yang melibatkan Timnas Indonesia bakal berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

Kondisi Pemain Usai Laga Tandang Persib

Kedua pilar Maung Bandung ini sudah tiba di Jakarta. Sebelumnya, mereka baru saja membela Persib Bandung dalam laga tandang Super League 2026/2027 melawan Persijap pada Minggu (20/9/2026).

Pada duel yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini tersebut, Persib mengamankan kemenangan tipis 2-1.

Thom Haye turut menyumbang satu gol lewat tandukan terarah pada menit ke-21 untuk menyamakan kedudukan setelah timnya sempat tertinggal.

(Arif)

Jual Kebun dan Dua Motor demi Berobat, Kisah Pilu Pasangan Lansia di Pangandaran

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Mansur bersama Istri (fokusjabar.id/Sajidin)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pasangan suami istri Karsem (60) dan Mansur (65), warga Blok Warung Bungur, RT 01/06, Dusun Empangsari, Desa/Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, harus menjalani hidup di tengah himpitan penyakit ganas dan kemiskinan.

Mansur mengidap penyakit tumor ganas selama satu setengah tahun terakhir. Pada saat bersamaan, anak mereka juga harus merawat kanker lidah dan memerlukan tindakan operasi.

Baca Juga: Harapan Baru Reaktivasi KA Banjar-Cijulang Pangandaran

Jual Harta Benda demi Biaya Pengobatan

Keluarga ini terpaksa menjual harta benda satu per satu untuk membiayai pengobatan medis Mansur. Karsem dan suami melepas kebun yang menjadi sumber penghidupan utama, lalu menyusul dua unit sepeda motor.

Kini, keluarga Karsem tidak lagi memiliki aset berharga yang bisa mereka andalkan.

Selama proses perawatan sang suami, Karsem rutin mengantar Mansur menjalani pemeriksaan ke Rumah Sakit Margono, Jawa Tengah.

Saat masih memiliki tabungan, Karsem menyewa mobil dengan tarif sekitar Rp600 ribu untuk sekali perjalanan. Namun, kondisi ekonomi yang terus memburuk membuat mereka tidak mampu lagi membayar sewa mobil. Karsem dan Mansur kini nekat menempuh perjalanan jauh mengendarai sepeda motor demi bisa berobat.

Tanggapan Dinsos PMD Pangandaran

Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, dan Desa (Dinsos PMD) mengklaim telah melakukan asesmen terhadap Karsem dan Mansur sejak tahun 2025.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Sosial (Dayalinjamsos) Dinsos PMD Kabupaten Pangandaran, Rayi Pasya, menjelaskan bahwa pihak dinas langsung meneruskan hasil asesmen tersebut ke Sentra Phalamartha Kementerian Sosial di Sukabumi.

“Pak Mansur dan Karsem sudah mendapat asesmen Dinas Sosial di tahun 2025 dan langsung masuk dalam pengajuan untuk bantuan Sentra Phalamartha Kemensos yang ada di Sukabumi,” ujar Rayi, Selasa (22/9/2026).

Realisasi Bantuan Kemensos dan Janji Modal Usaha

Rayi menyebutkan bahwa Sentra Phalamartha Kemensos baru menyerahkan bantuan untuk Mansur pada April 2026. Bantuan tersebut mencakup paket sembako, asupan nutrisi, serta perlengkapan kebersihan diri.

Sementara itu, pengajuan bantuan modal usaha untuk Karsem yang sudah berjalan sejak tahun 2025 hingga kini belum cair.

“Dan sekarang masih menunggu realisasi dari Sentra Phalamartha Kemensos berupa modal usaha untuk Karsem,” katanya.

(Sajidin)

“Super Flu” Mulai Ditemukan di Bandung, Farhan Imbau Anak Bergejala Flu Tak Masuk Sekolah

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Balai Kota Bandung Selasa (22/9/2026) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengimbau para orang tua agar melarang anak yang menunjukkan gejala flu datang ke sekolah.

Langkah ini menyusul kewaspadaan Pemkot Bandung terhadap ancaman influenza A(H3N2) subclade K, atau yang populer di masyarakat dengan sebutan ‘super flu’.

Baca Juga: Kontraktor Proyek Drainase Jalan Ibrahim Adjie Bandung Dipanggil Polisi

Kasus Super Flu Mulai Ditemukan di Bandung

Farhan mengonfirmasi bahwa fasilitas kesehatan di Kota Bandung kini tengah menangani sejumlah kasus influenza A(H3N2) subclade K. Bahkan, rumah sakit setempat sudah mengisolasi beberapa pasien.

“Ya, super flu nah di Kota Bandung ini ada beberapa ya. Bahkan kalau akang-akang, teteh-teteh itu melihat di rumah sakit beberapa memang sudah kita lakukan isolasi,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Selasa (22/9/2026).

Farhan mengajak seluruh fasilitas kesehatan meningkatkan kembali kewaspadaan bersama. Meskipun begitu, ia meminta warga tetap tenang dan tidak panik.

“Maka kami akan sangat waspada terhadap super flu ini bersama-sama dengan semua fasilitas kesehatan agar kembali menghidupkan kewaspadaan. Seperti kita menghadapi kewaspadaan Covid,” katanya.

Waspadai Gejala Berat dan Potensi Penularan di Sekolah

Farhan mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan penyakit flu, terutama jika menyerang anak-anak.

“Untuk level warga, apabila mengalami sakit flu, jangan anggap remeh! Kalau anak-anak mengalami flu, sebaiknya tidak sekolah dulu. Pastikan ke dokter dulu,” ujarnya.

Masyarakat wajib mewaspadai beberapa gejala utama seperti demam tinggi berhari-hari, gangguan penciuman, serta batuk berat yang bertahan lama.

Untuk mencegah penularan masif, Farhan berencana merumuskan imbauan resmi bersama Dinas Pendidikan Kota Bandung. Ia menilai aktivitas berkumpul di ruang kelas memperbesar risiko penyebaran virus pernapasan.

“Iya, kalau untuk sekolah yang pasti gini, saya sampaikan. Ini saya baru mau rapat sama Disdik, saya akan menyampaikan pada prinsipnya gini kalau anak terlihat mulai mengalami gejala flu, jangan dipaksakan ke sekolah,” jelasnya.

“Karena biasanya penyebaran seperti kita belajar dari masalah Covid, terjadi ketika ada kumpul,” katanya.

Faskes Dilarang Menolak Pasien

Kepanikan warga sempat memicu lonjakan kedatangan pasien ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Menanggapi hal tersebut, Farhan memaklumi kekhawatiran warga, namun ia menginstruksikan seluruh faskes untuk tetap memberikan pelayanan terbaik.

“Ya, karena semua orang ketakutan sekarang ini. Flu sedikit juga karena ada super flu, jadi wajar lah gitu. Bagus kewaspadaan,” ungkapnya.

Ia menegaskan agar faskes mendahulukan penanganan medis sebelum mengurus administrasi pasien.

“Tapi saya akan memastikan bahwa tidak ada satupun fasilitas kesehatan yang menolak pasien. Terima dulu, tangani, baru tanyakan tentang soal BPJS-nya,” katanya.

Selain itu, Farhan menyarankan warga yang sehat untuk melengkapi perlindungan diri dengan vaksinasi.

“Dan sebaiknya untuk yang masih sehat, segera saya sarankan bukan saya wajibkan saya sarankan untuk suntik vaksin flu,” pungkasnya.

Penjelasan Kemenkes Soal Subclade K

Kementerian Kesehatan mencatat varian influenza A(H3N2) subclade K memang telah terdeteksi di beberapa provinsi, termasuk Jawa Barat.

Meski demikian, data pemantauan Kemenkes menunjukkan varian ini tidak menyebabkan keparahan penyakit yang lebih tinggi atau meningkatkan risiko rawat inap secara drastis jika dibandingkan dengan jenis influenza musiman lainnya.

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk terus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), mengenakan masker saat flu, serta segera mendatangi faskes jika merasakan gejala yang makin berat.

(Yusuf Mugni)

Kontraktor Proyek Drainase Jalan Ibrahim Adjie Bandung Dipanggil Polisi

0
Bandung@fokusjabar.id
Kemacetan terjadi di Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, tepatnya di sekitar perempatan Jalan Soekarno-Hatta. Arus lalu lintas tersendat akibat proyek crossing drainase yang mengharuskan badan jalan digali hingga kedalaman sekitar 2,8 meter. (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kemacetan parah terjadi di Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, akibat proyek crossing drainase yang belum rampung. Kondisi itu terjadi setelah alat berat milik kontraktor mengalami kerusakan saat pekerjaan hampir selesai sehingga proyek tertunda dan mengganggu arus lalu lintas.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pekerjaan tersebut seharusnya sudah selesai pada Selasa (22/9/2026) pukul 04.00 WIB. Namun, alat berat yang mogok membuat pekerjaan terbengkalai dan memicu kemacetan parah.

“Kemacetan di Jalan Soekarno-Hatta disebabkan oleh kesalahan pihak kontraktor akibat alat berat yang mogok. Pekerjaan yang seharusnya selesai tadi pagi pukul 04.00 WIB menjadi terbengkalai, sehingga menimbulkan kemacetan yang luar biasa,” kata Farhan di Balai Kota Bandung Selasa (22/9/2026).

Baca Juga: Galian 2,8 Meter Bikin Jalan Ibrahim Adjie Bandung Macet

Menurutnya, kontraktor telah dipanggil oleh Satlantas untuk memastikan pekerjaan segera diselesaikan. Pengerjaan ditargetkan rampung paling lambat dalam dua hari ke depan.

“Saat ini, pihak kontraktor sudah dipanggil oleh Satlantas untuk memastikan pekerjaan dapat diselesaikan paling lambat dua hari ke depan,”katanya.

Dengan target tersebut, Farhan mengakui potensi kemacetan masih akan terjadi dalam dua hari ke depan. Namun, Pemkot Bandung akan mendorong agar pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat.

“Iya, namun kami upayakan secepatnya. Saya juga akan terus berkoordinasi dan mendesak Dinas DSDABM untuk memastikan tidak ada lagi pekerjaan yang tertunda di kawasan Soekarno-Hatta,” ucapnya.

Farhan menilai, kemacetan di kawasan tersebut sudah cukup parah sehingga berpotensi mengganggu aktivitas warga.

Baca Juga: Pemkot Bandung Siapkan Teknologi SRF di Gedebage, Ini Tujuannya

“Sebab, dengan tingkat kemacetan yang sedemikian parah di sana, kesabaran warga tentu sangat terbatas,” ujarnya.

Farhan memastikan tidak ada titik pengerjaan lain di kawasan tersebut yang turut menyebabkan kemacetan. Menurutnya, gangguan lalu lintas saat ini hanya berasal dari satu titik proyek crossing drainase.

“Tidak ada, hanya di titik itu saja,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Lansia Adu Kreativitas Mewarnai di Festival Literasi Dispusip Ciamis

0
Ciamis@fokusjabar.id
Sekolah Lansia Wangsadijaya ikuti lomba mewarnai di festival literasi dispusip ciamis.(fokusjabar.id/Mia)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Puluhan lansia menunjukkan kreativitasnya lewat lomba mewarnai dalam rangkaian Festival Literasi Kabupaten Ciamis 2026, Selasa (22/9/2026) di halaman kantor Dinpusip Ciamis.

Berbekal pensil warna dan kreativitas masing-masing, para peserta tampak antusias menyelesaikan gambar yang diberikan panitia.

Salah satunya Oom Hermawati (64), peserta Sekolah Lansia Wangsadijaya. Ia mengikuti kegiatan tersebut bersama sembilan lansia lainnya dari Kecamatan Cijeungjing.

Baca Juga: Indeks Literasi Ciamis Tempati Posisi Kedua di Jawa Barat

Oom mengaku senang mendapat kesempatan mengikuti lomba mewarnai. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberi kesempatan bagi lansia untuk belajar dan berkumpul bersama.

“Alhamdulillah, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena bisa menambah pengetahuan dan membuat kami lebih enjoy daripada hanya di rumah,” ujar Oom.

Ia mengatakan seluruh peserta dari Sekolah Lansia Wangsadijaya mengikuti lomba dengan penuh antusias. Kegiatan tersebut juga menjadi aktivitas yang berbeda di tengah rutinitas mereka.

“Kami sangat antusias mengikuti kegiatan mewarnai. Mudah-mudahan kami selalu diberi kesehatan, tetap semangat dan selalu bahagia,” katanya.

Lansia 60 Tahun

Sementara Kepala Sekolah Lansia Wangsadijaya, Aam mengatakan pihaknya sengaja mengajak 10 peserta untuk mengikuti Festival Literasi.

“Hari ini kami mengajak 10 peserta dan alhamdulillah semuanya berusia di atas 60 tahun,” kata Aam.

Menurut Aam, kemampuan mewarnai para peserta lebih banyak muncul dari kreativitas masing-masing. Sebab, mewarnai belum menjadi bagian dari pembelajaran rutin di sekolah lansia.

“Untuk mewarnai ini belum pernah menjadi pembelajaran. Jadi mereka mengandalkan kreativitas dan insting masing-masing. Alhamdulillah hasilnya bagus-bagus,” ujarnya.

Baca Juga: Festival Literasi Ciamis 2026 Buka Ruang Kolaborasi Pegiat dan Masyarakat

Aam berharap kegiatan yang melibatkan lansia seperti ini terus digelar. Menurutnya, lansia membutuhkan ruang untuk tetap aktif, berkarya dan menikmati kegiatan bersama.

“Harapan saya, lansia terus diperhatikan. Tujuan saya ingin membahagiakan para lansia. Karena itu kami membawa tema Lansia Wangsadijaya SMART, supaya para lansia selalu bahagia,” pungkasnya.

Festival Literasi Kabupaten Ciamis 2026 menjadi salah satu ruang yang mempertemukan masyarakat dari berbagai kelompok usia. Lomba mewarnai menjadi salah satu kegiatan yang menunjukkan bahwa kreativitas dan semangat belajar tetap dapat tumbuh di usia lanjut.

(Mia)

Miris! Warga Majalengka 12 Tahun Jalani Proses Hukum di UEA

0
Majalengka@fokusjabar.id
Keluarga memperlihatkan foto Nenah Arsinah, PMI asal Majalengka yang telah 12 tahun ditahan di Sharjah, UEA (foto: Diskominfo Majalengka)

MAJALENGKA, FOKUSJabar.id: Sudah 12 tahun Nenah Arsinah, 43, menjalani proses hukum di Uni Emirat Arab (UEA). Keluarganya di Kabupaten Majalengka kini berharap pemerintah Indonesia ikut membantu agar perkara tersebut segera menemukan kejelasan.

Nenah merupakan warga Blok Selasa Cikokoro, Desa Ranji Wetan, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka. Ia tersangkut perkara kematian seorang sopir berkewarganegaraan India yang terjadi pada 2014.

Adik Nenah, Dede Kartalim, 37, mengatakan lamanya proses hukum membuat keluarga berharap ada pendampingan lebih lanjut dari pemerintah. Terlebih, kondisi Nenah selama berada di tahanan juga menjadi perhatian keluarga.

Baca Juga: Waduh! Mantan Pegawai Bank Ditangkap Satreskrim Polres Majalengka

“Kami berharap pemerintah bisa membantu proses hukum kakak saya agar ada kejelasan dan bisa kembali ke Indonesia. Kasihan sudah 12 tahun,” tutur Dede, Senin (21/9).

Menurut Dede, Nenah juga sempat menjalani sejumlah operasi selama berada dalam tahanan. Kondisi tersebut membuat keluarga semakin berharap adanya penyelesaian terhadap perkara yang dihadapi Nenah.

Perkara itu bermula pada Oktober 2014. Saat itu, Nenah menemukan sopir majikannya yang merupakan warga negara India sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Nenah kemudian menjalani pemeriksaan. Awalnya, statusnya hanya sebagai saksi. Namun, dalam perkembangan kasus, Nenah justru ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka bersama seorang PMI asal Filipina.

Perkembangan Kasus Terbaru

Perkembangan terbaru kasus tersebut juga telah diketahui Pemerintah Kabupaten Majalengka. Kepala Dinas Ketenagakerjaan Koperasi dan UKM (DK2UKM) Kabupaten Majalengka, Solehudin, mengatakan pihaknya mendapat informasi dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Dubai.

Dalam surat KJRI Dubai Nomor B-00042/Dubai/200211, disebutkan bahwa Mahkamah Sharjah belum mengambil keputusan atas sidang banding Nenah. Proses tersebut masih ditunda karena terdapat upaya untuk menghubungi keluarga korban di India.

Komunikasi tersebut dilakukan untuk membahas kemungkinan adanya pengampunan dari keluarga korban, termasuk pencabutan tuntutan hukuman mati.

Baca Juga: Polres Majalengka Bongkar 20 Kasus dan Amankan 40 Tersangka

Karena perkara sudah berlangsung cukup lama, KJRI Dubai juga melihat adanya peluang penyelesaian melalui pendekatan langsung kepada keluarga korban. Salah satu opsi yang dapat ditempuh adalah pembayaran diyat atau uang darah apabila keluarga korban bersedia mengampuni Nenah dan mencabut tuntutannya.

“KJRI Dubai mengusulkan agar perwakilan Republik Indonesia di India dapat bertemu dengan keluarga korban dan melakukan pendekatan. Hal ini sudah disampaikan kepada pihak pengadu melalui surat resmi,” jelas Solehudin.

Pemkab Majalengka, kata Solehudin, akan tetap memantau perkembangan perkara tersebut. Pemerintah daerah berharap komunikasi dan upaya diplomasi yang dilakukan dapat membuka jalan penyelesaian bagi Nenah, sehingga ada kepastian atas kasus yang telah dijalaninya selama bertahun-tahun.

(Jior)

Galian 2,8 Meter Bikin Jalan Ibrahim Adjie Bandung Macet

0
Bandung@fokusjabar.id
Kemacetan terjadi di Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, tepatnya di sekitar perempatan Jalan Soekarno-Hatta. Arus lalu lintas tersendat akibat proyek crossing drainase yang mengharuskan badan jalan digali hingga kedalaman sekitar 2,8 meter. (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kemacetan terjadi di Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, tepatnya di sekitar perempatan Jalan Soekarno-Hatta. Arus lalu lintas tersendat akibat proyek crossing drainase yang mengharuskan badan jalan digali hingga kedalaman sekitar 2,8 meter.

Kepala Bidang (Kabid) Drainase dan Trotoar DSDABM Kota Bandung Kiki Rosani Rifqi mengatakan, proyek tersebut dikerjakan pihak ketiga dan telah berlangsung sekitar satu bulan.

“Di Jalan Ibrahim Adjie itu crossing drainase, itu memang oleh pihak ketiga. Baru satu bulan ini pelaksananya. Dijadwalkan pelaksanaannya empat bulan sampai bulan Desember awal,” kata Kiki Selasa (22/9/2026).

Baca Juga: Pemkot Bandung Siapkan Teknologi SRF di Gedebage, Ini Tujuannya

Menurutnya, proyek tersebut dilakukan dengan memasang box culvert sebagai saluran air. Saluran dibuat dengan kemiringan tertentu agar aliran air dari kawasan depan Uninus dapat diarahkan ke seberang jalan.

“Jadi pemasangan box culvert untuk saluran air itu kita elevasikan atau pemiringannya mengalir ke arah seberang itu. Yang aliran air yang dari depan Uninus itu ada saluran,” ujarnya.

Mengurangi Potensi Banjir

Aliran air tersebut nantinya diarahkan menuju sungai di kawasan Saba. Pekerjaan itu ditujukan untuk membantu mengurangi potensi banjir di wilayah Ciwastra. Oleh karna itu, penggalian badan jalan dilakukan hingga hampir tiga meter untuk mengejar kemiringan saluran.

“Dari sana dialirkan ke arah situ untuk mengurangi banjir di Ciwastra. Kedalamannya hampir tiga meter, 2,8 meter kalau nggak salah karena mengejar kemiringannya. Nanti airnya mengalir ke sana ke sungai di Saba,” katanya.

Kiki mengatakan, bahwa proyek tersebut hampir memasuki tahap akhir. Namun, pengerjaan terganggu setelah alat berat mengalami kerusakan sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, kontraktor disebut hanya tinggal memasang empat box culvert sebelum lubang galian kembali ditutup.

“Antisipasinya memang ini di luar perkiraan. Tadi perkiraan mereka pihak pelaksana, setelah kita wawancara semuanya berjalan lancar, tidak ada hambatan apa. Ternyata pada saat jam 2 malam tiba-tiba mesinnya rusak. Jadi tinggal masang box culvert berapa buah itu, empat buah, langsung ditutup tanah lagi nanti. Ternyata alatnya rusak. Ada selang hidrolik yang pecah, jadi alatnya berhenti di situ,” ucapnya.

Kondisi tersebut membuat galian belum dapat segera ditutup. Pihak pelaksana harus menunggu alat diperbaiki sebelum pekerjaan dilanjutkan.

“Sudah tanggung digali, sudah siap dipasang box. Tiba-tiba mesinnya rusak seperti itu. Jadi untuk itu mungkin pihak pelaksananya menunggu perbaikan dulu alatnya,” jelasnya.

Telah Melalui Proses Perizinan

Terkait pengaturan lalu lintas, Kiki mengatakan pekerjaan tersebut sebelumnya telah melalui proses perizinan. Namun, kerusakan alat yang terjadi secara tiba-tiba membuat kondisi di lapangan tidak sesuai perkiraan.

“Ya kita sudah sebetulnya izin. Kemarin pihak pelaksana sudah melakukan izin ke sana,” katanya.

Kiki menyebut, proyek crossing drainase serupa juga terdapat di Jalan Turangga. Namun, pekerjaan di lokasi tersebut berjalan lancar dan saat ini sudah ditutup kembali.

Baca Juga: HJKB ke-216 Pemkot Bandung Siapkan Pawai Jampana

“Kalau crossing-an seperti itu baru ada satunya lagi di Jalan Turangga. Tapi kalau Turangga lancar-lancar saja, tidak ada kendala, sudah dicor lagi, sudah ditutup,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk pekerjaan galian lainnya di Kota Bandung, Kiki menyebut mayoritas berkaitan dengan utilitas kabel.

“Kalau selain crossing, galian lainnya itu mungkin harus ke pihak BII karena galian kabel paling banyak. Kalau crossing cuma dua itu saja,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)