spot_imgspot_img
Senin 10 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 31

Viral Papan SHM di Pantai Madasari, Bupati Pangandaran Libatkan BPN Telusuri Legalitas Sertifikat

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto; bupati Pangandaran saat meninjau langsung ke lokasi Papan Tanah SHM di Sempadan Pantai Madasari

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Pangandaran memberikan respons serius menyikapi munculnya papan bertuliskan “Tanah Bersertifikat Hak Milik (SHM)” yang memicu polemik di kawasan pesisir Pantai Madasari, Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran.

Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, memimpin peninjauan langsung ke lokasi, Minggu (2/8/2026). Ia memboyong Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, Dandim 0625/Pangandaran, serta jajaran warga setempat.

Baca Juga: Plang “Tanah Milik” di Pantai Madasari Pangandaran Tuai Polemik, Warga Minta BPN Audit Sertifikat

Di lokasi kejadian, rombongan memeriksa papan klaim kepemilikan lahan sekaligus mengamati kondisi kawasan pesisir yang menjadi sorotan hangat publik dalam beberapa hari terakhir.

Melalui unggahan di akun media sosial resminya, Citra menegaskan bahwa Pemkab Pangandaran akan menjalin koordinasi bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) guna menelusuri proses penerbitan sertifikat tersebut.

“Kami akan berkoordinasi dengan BPN untuk mengecek kapan sertifikat ini diterbitkan dan apa dasar hukumnya,” ujar Citra, dikutip dari akun media sosial resminya, Senin (3/8/2026).

Pemerintah daerah juga mengagendakan pemanggilan Pemerintah Desa Masawah guna mengumpulkan data serta informasi valid mengenai status kepemilikan lahan.

Citra menekankan bahwa kawasan sempadan pantai memegang predikat sebagai ruang publik yang wajib mendapatkan perlindungan sesuai aturan hukum.

“Kawasan sempadan pantai pada prinsipnya merupakan ruang publik yang harus dilindungi sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Masyarakat Kehilangan Akses Mobilitas

Sebelumnya, kemunculan papan pengumuman bertuliskan “Tanah Milik” yang memuat ancaman larangan melintas mendadak memantik kegaduhan warga. Para nelayan dan masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian di area pesisir merasa kehilangan akses mobilitas harian mereka.

Keberadaan papan tersebut menyebar luas di media sosial hingga memicu gelombang protes. Masyarakat mempertanyakan keabsahan klaim perorangan atas bibir pantai yang sejatinya tergolong tanah harim atau kawasan sempadan pantai.

Ketua Forum Masyarakat Peduli Madasari, Indra, menyayangkan aksi klaim sepihak tersebut. Ia menilai keberadaan plang itu membatasi akses fasilitas publik secara sewenang-wenang.

“Kami merasa prihatin karena di lokasi yang selama ini menjadi akses umum masyarakat dan nelayan kini muncul papan bertuliskan tanah milik disertai larangan masuk tanpa izin pemilik. Kondisi ini tentu memunculkan banyak pertanyaan,” kata Indra, Minggu (2/8/2026).

Hingga berita ini tayang, Pemkab Pangandaran belum menguraikan rincian temuan awal di lapangan. Pihaknya akan mengawal penelusuran lanjutan mengenai legalitas serta batas-batas lahan bersama BPN dan instansi terkait.

(Sajidin)

Usai Viral, Pengelola Padela Bandung Buka Suara soal Keluhan Kebisingan

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Lapangan Padel di Jalan Surya Sumantri Kota Bandung (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pengelola arena olahraga padel, Padela, yang berlokasi di Jalan Surya Sumantri, Kota Bandung, akhirnya memberikan penjelasan resmi menyikapi rekaman video keluhan warga terkait polusi suara yang viral di media sosial.

Pihak manajemen menegaskan bahwa mereka telah memasang fasilitas peredam suara, menjalankan arahan pemerintah daerah, serta membuka pintu dialog bagi warga yang masih mengeluhkan gangguan kebisingan.

Pemilik Padela, Freddy Sirait, mengutarakan bahwa gelombang protes yang beredar sejauh ini tidak merepresentasikan sikap seluruh warga di lingkungan sekitar. Menurut pengamatannya, pengurus RT, RW, maupun mayoritas warga sekitar tidak pernah melayangkan keberatan atas aktivitas operasional sarana padel miliknya.

“RT RW juga sudah datang, biasa-biasa saja. Satpol PP dulu sudah pernah, segalanya sudah pernah. Nah itu kan gara-gara ada yang viral di Jalan Riau, jadi ikut-ikutan,” kata Freddy saat dihubungi, Senin (3/8/2026).

Freddy menegaskan bahwa tempat usahanya menyerap setiap aspirasi dan masukan masyarakat. Pihaknya bahkan telah mengeksekusi sejumlah pembenahan teknis, termasuk memasang peredam suara di sekeliling area lapangan guna menindaklanjuti arahan pemerintah.

Ia menganggap dinamika suara dari permainan padel masih masuk dalam batas kewajaran karena tergolong sebagai efek dari aktivitas olahraga.

“Memang sudah ada peredam di tembok. Sebenarnya juga enggak begitu berisik. Namanya orang olahraga, mukul kadang ngejerit dikit mah biasa. Main bulutangkis juga kadang teriak,” katanya.

Evaluasi Berkala

Freddy menambahkan, manajemen konsisten melakukan evaluasi berkala agar operasional area lapangan tidak mengusik kenyamanan warga permukiman. Ia mengklaim tingkat kebisingan arena tergolong rendah lantaran setiap lapangan hanya menampung pemain dalam jumlah terbatas.

“Dari kemarin juga kita selalu perbaikan. Namanya tempat olahraga ya pasti ada suara. Tapi berisiknya juga enggak seberapa. Yang main juga paling dua sampai empat orang di satu lapangan,” ungkapnya.

Menyinggung langkah pemanggilan oleh Satpol PP Kota Bandung, Freddy mengonfirmasi bahwa petugas telah meminta keterangan langsung dari pihaknya untuk memverifikasi laporan warga.

“Iya, ngobrol saja dimintai keterangan. Ini komplain kedua kali karena ikut viral, jadi dipanggil lagi,” ucapnya.

Mengenai skema jam operasional, Freddy membeberkan bahwa Pemerintah Kota Bandung hingga kini belum merilis payung hukum khusus yang membatasi durasi buka arena padel. Oleh sebab itu, Padela tetap menjalankan operasional seperti hari-hari biasa.

“Kalau di Jakarta ada aturannya, di daerah permukiman sampai jam 8 malam, di daerah komersial sampai jam 12 malam. Kita di daerah komersial, di pinggir jalan raya. Jadi tetap normal dari jam 6 pagi sampai jam 12 malam,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Video Keluhan Warga Bandung soal Lapangan Padel Viral, Farhan Siapkan Aturan Jam Operasional

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Lapangan Padel di Jalan Surya Sumantri Kota Bandung (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memberikan tanggapan langsung mengenai tayangan video viral di media sosial yang merekam keluhan warga atas gangguan kebisingan dari aktivitas lapangan padel di kawasan Surya Sumantri.

Farhan mengimbau para pemilik modal agar tidak sekadar berpatokan pada pemenuhan dokumen hukum, melainkan wajib membina komunikasi interaktif dan harmonis bersama warga sekitar.

Baca Juga: Ratusan Brand Fesyen Lokal Ramaikan Glam Local Bandung, Ribuan Pengunjung Padati Area Baza

Farhan menguraikan bahwa mayoritas unit bisnis di Kota Bandung beroperasi berdampingan dengan lingkungan tempat tinggal warga. Oleh sebab itu, ia mendesak para pemilik usaha agar membuang sikap abai dan mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat setempat.

“Kepada para pemilik usaha, jangan melakukan tindakan yang sifatnya formal saja. Tidak boleh. Rata-rata usaha Anda ini dibuka dekat dengan permukiman. Maka lakukan sosialisasi, pendekatan kepada masyarakat yang ramah,” kata Farhan, di Balai Kota Bandung Senin (3/8/2026).

Farhan menegaskan bahwa merajut hubungan baik dengan warga lokal memegang peranan penting sebagai bentuk tanggung jawab sosial investor. Menurut pandangannya, masalah tidak mendadak tuntas hanya lantaran pengusaha mengantongi seluruh berkas perizinan resmi.

“Jangan hanya karena secara legal formal Anda sudah beres, maka urusan selesai. Tidak. Kepada para pemilik usaha, kontraktor, siapa pun itu, lakukan pendekatan kepada masyarakat dengan proper. Karena kita ingin semuanya berjalan dengan baik,” katanya.

Pembatasan Jam Operasional

Menyinggung pembatasan jam operasional untuk sarana olahraga padel serta bidang usaha lain yang berisiko memicu polusi suara, Farhan membeberkan bahwa Pemerintah Kota Bandung kini sedang merumuskan regulasi pendukung yang lebih mengikat.

“Jam operasional sampai sekarang aturannya belum ada. Tapi kita akan bikin aturan yang lebih ketat. Dan yang paling penting adalah peraturan tersebut kemudian bisa ditegakkan dan dipantau, sehingga memberikan rasa keadilan kepada semua orang,” jelasnya.

Farhan mengingatkan bahwa pengembang usaha dengan nilai investasi raksasa seharusnya memiliki kapasitas mumpuni untuk menunaikan tanggung jawab sosial di lingkungan sekitar, termasuk menggencarkan sosialisasi secara berkala.

“Para pemilik usaha ini kan bukanlah kelas PKL. Jadi harusnya mereka bisa mematuhi dan melakukan sosialisasi dengan lebih baik kepada masyarakat sekitarnya,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Perumda Tirta Anom Kota Banjar Adopsi Teknologi Korea untuk Deteksi Kebocoran Air

0
Banjar, FOKUSjabar.id
Caption: Dirut PDAM Tirta Anom E Fitrah Nurkamilah, perwakilan perusahaan asal Korea Selatan, WE Plate Co., Ltd., yang didampingi PT Supra Internasional Indonesia. (Agus Purwadi/fokusjabar.id)

BANJAR,FOKUSJabar.id: Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Anom Kota Banjar mengikat kerja sama strategis bersama perusahaan asal Korea Selatan, WE Plate Co., Ltd., dengan pendampingan dari PT Supra Internasional Indonesia. Kemitraan ini bertujuan mengadopsi teknologi mutakhir guna mendeteksi titik kebocoran pada jaringan distribusi air bersih.

Langkah kolaborasi ini menghadirkan dukungan investasi berbentuk hibah bernilai sekitar Rp15 miliar. Perumda Tirta Anom bakal memanfaatkan dana hibah tersebut untuk memacu efisiensi pengelolaan air bersih di seluruh penjuru Kota Banjar.

Baca Juga: Banjar Patroman FA Sapu Bersih Piala Soeratin 2026, Siap Gebrak Tingkat Jabar

Wali Kota Banjar, Sudarsono, menaruh harapan besar agar teknologi asal Negeri Ginseng tersebut sanggup memangkas angka kehilangan air (non-revenue water/NRW) yang selama ini masih berada di level tinggi.

“Kerja sama ini berkaitan dengan upaya mengatasi kebocoran air yang selama ini masih tinggi. Ke depan diharapkan tingkat kebocoran bisa terus ditekan. Selain itu, ada hibah investasi dari pihak Korea sekitar Rp15 miliar untuk Perumda Tirta Anom Kota Banjar,” ujarnya Senin (3/8/2026).

Sudarsono menjelaskan bahwa petugas akan memasang perangkat canggih tersebut pada sistem distribusi air, sehingga tim teknis dapat melacak lokasi pipa bocor secara presisi dan kilat. “Mereka memiliki teknologi untuk mendeteksi titik-titik kebocoran pada jaringan distribusi. Dengan begitu kebocoran bisa segera diketahui dan diperbaiki. Ini merupakan kerja sama pertama di Indonesia dengan perusahaan Korea untuk teknologi seperti ini,” katanya.

Sudarsono menambahkan bahwa kedua pihak menyepakati skema bagi hasil yang bersumber dari pundi-pundi efisiensi atas keberhasilan penurunan angka kebocoran air. “Keuntungan dari efisiensi itu nantinya dibagi, yakni 70 persen untuk Perumda Tirta Anom dan 30 persen untuk perusahaan Korea,” jelasnya.

Akselerasi Proses Kerja Sama

Pada kesempatan sama, Direktur Perumda Tirta Anom Kota Banjar, E. Fitrah Nurkamilah, menegaskan bahwa pihaknya mengakselerasi proses kerja sama ini sebagai jurus ampuh menghemat pasokan air, terutama saat menghadapi tantangan musim kemarau. “Yang ingin kita tekan adalah kebocoran air. Saat musim kemarau seperti sekarang, setiap tetes air sangat berharga. Dengan sistem yang lebih canggih diharapkan kehilangan air bisa semakin berkurang,” ujarnya.

Fitrah membeberkan bahwa tingkat kebocoran pada jaringan PDAM saat ini masih menyentuh angka 40 persen. Sementara regulasi nasional menetapkan batas ideal sebesar 25 persen. Melalui penerapan teknologi modern ini, ia menargetkan penurunan tingkat kebocoran hingga memenuhi ambang batas nasional dalam kurun waktu tiga tahun mendatang.

“Saat ini kebocoran kita masih sekitar 40 persen. Mudah-mudahan dalam tiga tahun ke depan bisa turun menjadi sekitar 25 persen sesuai standar nasional,” katanya.

Ia menguraikan bahwa sebagian besar kasus kehilangan air bersumber dari area jaringan distribusi milik PDAM. Di sisi lain, jika pelanggan mendapati lonjakan konsumsi air di rumah, ia mengimbau warga agar segera menginspeksi instalasi pipa di dalam bangunan karena area tersebut berada di luar ranah pelayanan PDAM.

“Batas tanggung jawab PDAM hanya sampai water meter. Kalau terjadi kebocoran pada instalasi di dalam rumah, kami mengimbau pelanggan segera memeriksanya agar tidak terjadi pemborosan air maupun lonjakan tagihan,” pungkasnya.

(Agus Purwadi)

Jelang Liga 2, PSGC Ciamis Kini Diperkuat Deretan Legenda Persib di Bangku Pelatih

0

CIAMIS,FOKUSjabar.id: PSGC Ciamis mulai memperkokoh kedalaman jajaran tim kepelatihan guna memantapkan persiapan menyongsong kompetisi Liga 2 musim 2026/2027. Manajemen menggaet sejumlah nama mentereng yang memiliki rekam jejak bersama Persib Bandung untuk mendampingi pelatih kepala Heri Kiswanto sepanjang kompetisi.

Juru taktik Heri Kiswanto membeberkan hal tersebut saat mendampingi medical check-up (MCU) pemain di Stadion Atletik Prabu Linggabuana, Kabupaten Ciamis, Senin (3/8/2026).

Baca Juga: Meski Tim Promosi, Heri Kiswanto Yakin PSGC Ciamis Bisa Tembus Empat Besar Liga 2

Heri menceritakan bahwa pihak PSGC bersama Persib Bandung telah menuntaskan pembahasan komposisi staf pelatih. Pihak Persib menunjuk beberapa asisten guna mengawal pembentukan tim. Di sisi lain, Heri turut menyodorkan nama asisten lamanya untuk bergabung kembali karena terbukti memahami secara mendalam karakter program latihan miliknya.

“Untuk asisten, kemarin di Bandung sudah ada pembagian. Terutama ada tiga sampai empat orang yang sudah diplot di sana. Tapi saya juga minta asisten saya diperbantukan di sini karena kemarin sangat membantu program saya, dan mereka menerima,” ujar Heri.

Sederet nama populer menghiasi rencana staf kepelatihan Laskar Singacala, di antaranya Eka Ramdani, Boy Jati, serta mantan kiper legendaris I Made Wirawan yang mengemban tugas sebagai pelatih penjaga gawang. Sementara itu, manajemen masih menuntaskan kepastian nama untuk posisi pelatih fisik.

“Kalau dari sana ada Eka Ramdani, Boy Jati, pelatih fisiknya saya lupa, terus pelatih kiper I Made Wirawan. Tadinya Marpus, tapi saya belum tahu yang jadi siapa. Saya ikut saja karena mejelas kewenangan mereka,” katanya.

Tidak Ada Perlakuan Istimewa

Heri menegaskan bahwa keberadaan eks penggawa Persib dalam jajaran pelatih tidak serta-merta memberi mereka kebebasan mutlak dalam menentukan susunan skuad utama. Seluruh pemain yang merapat wajib tunduk dan menyesuaikan diri dengan sistem permainan yang ia terapkan di PSGC.

“Siapa pun pemain yang dikirim harus tetap masuk ke skema saya. Saya tidak melihat nama besar, tapi siapa yang bekerja dan bisa menjalankan kebutuhan tim,” tegasnya.

Ia menaruh harapan besar agar sinergi tim kepelatihan baru ini sanggup mengakselerasi proses adaptasi para pemain, sekaligus memaksimalkan masa persiapan yang tersisa sebelum kickoff Liga 2 resmi bergulir pada September mendatang.

(Mia)

Meski Tim Promosi, Heri Kiswanto Yakin PSGC Ciamis Bisa Tembus Empat Besar Liga 2

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Pelatih Kepala, Heri Kiswanto saat Medical Check-Up (MCU) pemain PSGC di Stadion Atletik Prabu Linggabuana, Kabupaten Ciamis, Senin (3/8/2026).

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Manajemen PSGC Ciamis yang kembali mempercayayakan kursi kepelatihan kepada Heri Kiswanto memicu optimisme tinggi. Juru taktik yang akrab dengan sapaan Kang Herkis ini menyatakan kesiapan penuh memimpin Laskar Singacala mengarungi Liga 2 musim 2026/2027, sekaligus membidik posisi empat besar klasemen.

Ia meluapkan rasa syukur atas kepercayaan manajemen baru yang memboyongnya kembali menukangi PSGC. Bagi Herkis, amanah ini menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus tantangan besar mengingat PSGC datang mengusung status sebagai tim promosi.

Baca Juga: Ada Amunisi Rekomendasi Persib, Heri Kiswanto Yakin PSGC Ciamis Tampil Garang di Liga 2 

“Terima kasih saya sudah dipercaya kembali oleh pengurus baru. Saya juga baru bertemu dengan ketuanya. Ini sebuah kebanggaan mengarungi Liga 2 bersama PSGC, tetapi juga menjadi tantangan karena kita hanya tim promosi,” ujar Pelatih Kepala, Heri Kiswanto saat Medical Check-Up (MCU) pemain di Stadion Atletik Prabu Linggabuana, Kabupaten Ciamis, Senin (3/8/2026).

Kendati berstatus tim pendatang baru, Heri menegaskan bahwa PSGC tidak akan tampil sekadar meramaikan panggung persaingan Liga 2. Ia merancang target prestasi bagi tim tanpa harus menghimpit para pemain lewat tekanan beban berlebih.

“Yang jelas tetap ada target prestasi. Namun kami tidak membebani target harus lolos. Bagi saya ini sebuah tantangan, kalau bisa sampai empat besar, syukur-syukur Alhamdulillah,” katanya.

Optimalkan Persiapan Singkat

Heri menilai patokan target tersebut sangat realistis jika seluruh komponen tim sanggup memeras keringat secara maksimal sepanjang masa persiapan. Ia menyadari sepenuhnya bahwa deretan klub saingan Liga 2 telah lebih dahulu mematangkan skuad serta menggelar laga uji coba, sementara PSGC baru mengawali perakitan tim.

“Saya paham tim-tim lain sudah siap. Bahkan ada yang sudah menggelar uji coba, sedangkan kami belum apa-apa. Dengan waktu yang singkat ini saya akan mengoptimalkan para pemain supaya saat kompetisi dimulai kita sudah siap,” ujarnya.

Heri menaruh harapan besar agar seluruh penggawa memanfaatkan kesempatan emas membela panji PSGC lewat pembuktian komitmen penuh di arena latihan maupun laga resmi.

“Semua pemain harus punya tekad bahwa sekarang mereka sudah menjadi bagian dari PSGC. Berikan yang terbaik untuk PSGC dan tampil total di sini,” tegasnya.

Berbekal program persiapan yang kian intensif, Heri menyimpan rasa optimistis bahwa PSGC sanggup tampil gahar pada musim perdananya di Liga 2 serta bersaing ketat demi mengamankan tempat di posisi empat besar.

(Mia)

Ada Amunisi Rekomendasi Persib, Heri Kiswanto Yakin PSGC Ciamis Tampil Garang di Liga 2 Musim 2026/2027

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketfot: Istimewa

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pelatih kepala PSGC Ciamis, Heri Kiswanto, menyimpan rasa optimistis tinggi mampu menggembleng kekuatan Laskar Singacala agar tampil gahar pada ajang Liga 2 musim 2026/2027. Pelatih berpengalaman ini mempertahankan optimisme tersebut meski tim baru mengawali pembentukan skuad di tengah durasi persiapan yang terbilang singkat.

Saat memberikan keterangan di Stadion Atletik Prabu Linggabuana, Senin (3/8/2026), Heri membeberkan bahwa jajaran pelatih masih menjalankan proses seleksi pemain secara tertutup sesuai petunjuk manajemen.

Baca Juga: PSGC Ciamis Jalani Medical Check-Up Jelang Liga 2 2026/2027

Ia menyebut manajemen mempertahankan sekitar 12 hingga 13 pemain dari skuad PSGC musim lalu karena mengantongi kualitas yang layak bersaing di pentas Liga 2. Sementara itu, tim pelatih tengah memantau intensif sejumlah nama lain yang merupakan amunisi titipan rekomendasi dari Persib Bandung.

“Ini kan lagi seleksi tertutup. Saya dapat instruksi sementara ini tidak boleh ada seleksi terbuka. Yang jelas dari Ciamis ada sekitar 12 sampai 13 pemain yang dipertahankan. Saya pertahankan yang layak untuk level Liga 2,” ujarnya.

Heri memproyeksikan kuota keseluruhan skuad bakal menampung sekitar 30 nama pemain. Meski begitu, ia belum mengunci angka pasti lantaran masih menanti terbitnya regulasi resmi kompetisi dari operator Liga.

Peningkatan Level Kebugaran Fisik

Guna mengejar waktu, ia menargetkan proses pemanduan bakat ini rampung dalam kurun sepekan. Langkah cepat ini memungkinkan tim pelatih langsung mengalihkan fokus pada program peningkatan level kebugaran fisik skuad.

“Selain kemampuan bermain, kebugaran juga harus dilihat. Permainan mungkin bisa terlihat, tapi kondisi fisik juga menjadi catatan penting,” katanya.

Di luar faktor stamina, juru taktik yang akrab dengan sapaan Herkis ini memandang penyatuan chemistry antar-pemain sebagai tantangan terbesarnya. Ia menuntut para pemain senior PSGC agar sigap beradaptasi dengan para penggawa baru demi menyelaraskan visi bermain di lapangan.

“Kalau pemain lapis ketiga Persib bergabung semuanya, chemistry mereka sudah lumayan terbentuk. Tantangannya sekarang bagaimana menyeimbangkan chemistry itu dengan pemain Ciamis,” jelasnya.

Ia menaruh harapan besar agar seluruh amunisi baru segera memupuk rasa memiliki (sense of belonging) terhadap panji klub, sehingga mampu menyumbang kontribusi puncak sepanjang musim.

“Yang jelas semua pemain harus punya tekad bahwa sekarang mereka sudah menjadi bagian dari PSGC. Jangan masih merasa berada di klub lama. Berikan yang terbaik untuk PSGC dan tampil total di sini,” pungkasnya.

(Mia)