spot_imgspot_img
Sabtu 21 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 30

Jelang Mudik Lebaran, Terminal Cicaheum Kota Bandung Siapkan 165 Bus

0
Cicaheum Bandung@fokusjabar.id
Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Terminal Cicaheum Kota Bandung menyiapkan 165 armada bus untuk melayani ribuan pemudik yang akan pulang ke kampung halaman di berbagai daerah di Pulau Jawa.(fokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id:  Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Terminal Cicaheum Kota Bandung menyiapkan 165 armada bus untuk melayani ribuan pemudik yang akan pulang ke kampung halaman di berbagai daerah di Pulau Jawa.

Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan guna memastikan pelayanan kepada pemudik dapat berjalan lancar dan aman selama periode arus mudik.

“Untuk Terminal Cicaheum, kami menyiapkan sekitar 165 armada. Selain itu juga ada armada bantuan atau cadangan yang bekerja sama dengan Perum DAMRI. Total kapasitas kursi yang di sediakan di Terminal Cicaheum mencapai sekitar 7.875 seat atau tempat duduk,”kata Asep, Senin (9/3/2026).

Baca Juga: Ramadan, Bio Farma Salurkan Bantuan Sosial Rp2 M

Menurutnya, sejumlah kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur masih menjadi tujuan utama pemudik yang berangkat dari Bandung, seperti Yogyakarta, Semarang, Solo, dan Surabaya.

Terminal Cicaheum sendiri melayani puluhan trayek perjalanan, baik Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).

“Terminal Cicaheum melayani sekitar 36 trayek. Untuk AKAP ada sekitar 106 trayek, sedangkan untuk AKDP sekitar 59 trayek,” katanya.

Untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang, pihak terminal juga bekerja sama dengan sejumlah instansi terkait. Di antaranya tim kesehatan dari Pemerintah Kota Bandung dan tim penguji kendaraan dari Dinas Perhubungan Kota Bandung.

Setiap bus yang akan beroperasi di wajibkan menjalani pemeriksaan atau ramp check sebelum di berangkatkan. Pemeriksaan tersebut meliputi dokumen kendaraan, kondisi teknis bus, hingga pemeriksaan kesehatan pengemudi.

“Setiap armada yang akan di berangkatkan akan di periksa terlebih dahulu, mulai dari dokumen kendaraan, kondisi teknis bus, hingga kesehatan pengemudinya,” ungkapnya.

27 Ribu Orang

Berdasarkan data tahun lalu, jumlah penumpang yang di berangkatkan dari Terminal Cicaheum selama periode arus mudik mencapai sekitar 27 ribu orang.

Tahun ini jumlah tersebut di perkirakan meningkat seiring tingginya minat masyarakat untuk pulang ke kampung halaman.

Asep memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-2 Lebaran. Sementara itu, kegiatan ramp check telah di lakukan sejak awal Maret dan akan berlangsung hingga H+7 Lebaran.

Baca Juga: Muhammad Farhan: Proyek Galian Trotoar Harus Selesai 12 Maret

Terkait harga tiket, pihak terminal menyerahkan penentuan tarif kepada masing-masing perusahaan otobus, namun tetap harus mengikuti ketentuan batas atas dan batas bawah yang telah di tetapkan pemerintah.

Berdasarkan pemantauan di lapangan serta komunikasi dengan sejumlah perusahaan otobus, tiket keberangkatan pada pertengahan Maret mulai banyak di pesan masyarakat.

“Untuk keberangkatan sekitar tanggal 17 Maret, banyak tiket yang sudah hampir habis terjual, terutama untuk tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Musran PDI Perjuangan Kota Banjar, Ini Pesan Anggota DPRD Jabar

0
Banjar@fokusjabar.id
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Ika Siti Rahmatika foto bersama para kader DPC PDIP Kota Banjar. (Agus Purwadi/fokusjabar.id)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Ika Siti Rahmatika, menekankan pentingnya pengawasan. Terhadap pelaksanaan program pemerintah saat menghadiri kegiatan Musyawarah Ranting (Musran) PDI Perjuangan Kota Banjar, Senin (9/3/2026).

Kegiatan yang di gelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Banjar. Di Aula Kelurahan Banjar, Kecamatan Banjar ini di rangkaikan dengan agenda Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Ika menegaskan bahwa kehadiran unsur kedewanan dalam kegiatan partai. Merupakan bagian dari instruksi organisasi yang harus di jalankan oleh seluruh kader.

Baca Juga: DCDC Soul & Vibes Ramadhan Meriahkan HUT ke-23 Kota Banjar

“Sesuai instruksi dari partai, setiap kegiatan harus melibatkan unsur kedewanan. Dalam kegiatan ini saya menjalankan tugas pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan,” ujarnya.

Kata Ika, selain konsolidasi organisasi, kegiatan ini juga menjadi forum bagi kader partai. Untuk mengevaluasi pelaksanaan berbagai program – program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Pelaksanaan program – program pemerintah itu perlu terus di pantau agar manfaatnya benar-benar di rasakan masyarakat,” tegasnya. 

Baca Juga: Berburu Takjil di Alun-alun Banjar, Warga Padati Jantung Kota Saat Ramadan

Ika mengungkapkan, dari hasil pemantauan di sejumlah daerah di daerah pemilihannya, pelaksanaan program – program pemerintah memiliki hasil yang beragam.

Ada daerah yang di nilai sudah berjalan baik, namun ada juga yang masih perlu peningkatan. Terutama dalam aspek pelayanan dan kualitas gizi.

“Saya melihat ada yang sudah bagus dan ada juga yang harus di evaluasi juga,” pungkasnya.

(Agus Purwadi) 

Ramadan, Bio Farma Salurkan Bantuan Sosial Rp2 M

0
Bio Farma Sosial fokusjabar.id
Bio Farma Salurkan Bantuan Sosial Rp2 M

BANDUNG, FOKUSJabar.id: PT Bio Farma (Persero) menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat dengan total nilai mencapai Rp2 milyar lebih pada momentum bulan suci Ramadan 1447 H.

Bantuan dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan dan karyawan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bio Farma di salurkan dalam kegiatan buka bersama jajaran komisaris, direksi dan karyawan, Jumat (6/3/2026) lalu.

BACA JUGA:

Bio Farma Gandeng Poltekkes Kemenkes RI, Cetak Inovasi Kesehatan dari Kampus ke Industri

Mengusung tema ‘Menunaikan Amanah, Menyambut Berkah di Bulan Ramadan’ kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen Bio Farma sebagai BUMN kesehatan untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Tidak hanya melalui produk dan layanan kesehatan, tetapi juga melalui program pemberdayaan sosial yang berkelanjutan.

Komisaris Utama Bio Farma, Tugas Ratmono mengatakan, kepedulian sosial adalah bagian penting dari tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat.

Ramadan ini menjadi moment tepat untuk memperkuat nilai integritas, amanah dan kepedulian sosial dalam menjalankan peran sebagai perusahaan milik negara.

BACA JUGA:

Tangani Kasus Gigitan Ular Berbisa, Bio Farma dan Dinkes NTT Gelar Workshop

Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya menegaskan, keberhasilan perusahaan tidak hanya di ukur dari kinerja bisnis.  Namun juga dari sejauh mana perusahaan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dia berharap, bebagai program sosial yang di jalankan secara konsisten dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sekaligus memperkuat peran strategis BUMN dalam pembangunan nasional.

Adapun bantuan yang di salurkan, di antaranya beasiswa bagi mahasiswa binaan UPZ Bio Farma Rp600 juta, bantuan renovasi rumah tidak layak huni Rp500 juta dan dukungan kegiatan Ramadan Rp320 juta.

BACA JUGA:

Bio Farma Tancap Gas Perangi TB, Targetkan Eliminasi Nasional

Kemudian bantuan sembako Rp200 juta, santunan marbot Rp160 juta dan santunan anak yatim Rp100 juta.

Tidak hanya itu, Bio Farma juga menyalurkan bantuan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program kambing perah ‘Mustahik to Muzakki.’

Perusahaan juga memberikan santunan bagi penyandang disabilitas serta dukungan bagi rumah singgah.

(LIN)

Bupati Garut Larang ASN Mudik Pakai Mobil Dinas

0
Bupati garut mudik fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin menginstruksikan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) memberikan pelayanan masksimal dalam menyambut momentum mudik Lebaran 1447 H.

Menurut Syakur, kepulangan para pemudik ke kampung halaman merupakan momentum krusial bagi Pemda untuk menunjukkan progres pembangunan dan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat luas.

BACA JUGA:

Bupati Garut: Gizi Kunci Menyongsong Indonesia Emas 2045

“Saya mengajak semua ASN tolong tunjukkan sebagai Garut yang jauh lebih baik dari waktu sebelumnya,” kata Syakur, Senin (9/3/2026).

Bupati Garut juga menginstruksikan seluruh instansi untuk menjaga kebersihan kantor dan lingkungan sekitar. Termasuk pemangkasan pohon yang mengganggu estetika maupun keamanan agar Garut tampak rapi dan nyaman bagi pengunjung.

“Yang paling gampang adalah nitip masalah kebersihan. Tolong di bersihkan supaya rapi, supaya bersih, supaya nyaman orang lihatnya. Dan juga pohon-pohon yang mungkin mengganggu itu di pangkas saja,” katanya.

Pihaknya juga menginginkan agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera melakukan pemeliharaan jalan. Dengan begitu, jalur transportasi tidak terganggu oleh kerusakan jalan selama arus mudik dan balik.

“Saya minta tolong perbaiki jalan-jalan sesuai dengan kemampuan pemeliharaan. Jangan sampai jalan atau jalur transportasi terganggu,” perintah Bupati Garut.

Bupati meminta agar Dinas Kesehatan menyiagakan petugas dan sarana kesehatan. Termasuk penyediaan rest area yang memadai bagi pemudik.

Sementara itu, Disdamkar dan BPBD di minta tetap dalam posisi siap siaga (stand by) penuh.

“Damkar dan BPBD harus tetap stand by. Pokoknya semua yang langsung terkait kegiatan masyarakat saya minta untuk tetap siap siaga dalam melaksanakan tugas,” tegas Bupati.

BACA JUGA:

Kisah Pilu Korban TPPO Kamboja Asal Garut

Abdusy Syakur Amin mengapresiasi dinas yang mulai aktif melaporkan kegiatannya di media sosial sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada publik, bukan sekadar mencari pujian.

Bupati Garut menegaskan aturan disiplin yaitu melarang keras penggunaan kendaraan dinas untuk keperluan mudik pribadi demi menjaga sensitivitas dan kepercayaan masyarakat.

“Dan satu lagi untuk mudik, kami tetapkan bahwa tidak mengizinkan kendaraan dinas untuk di pakai mudik. Jadi pakai kendaraan pribadi saja,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

Muhammad Farhan: Proyek Galian Trotoar Harus Selesai 12 Maret

0
Muhammad Farhan fokusjabar.id
Proyek Galian Kabel

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memberi tenggat waktu hingga 12 Maret 2026 kepada penyedia jaringan telekomunikasi untuk menuntaskan pekerjaan galian utilitas di sejumlah ruas jalan milik Pemprov Jabar .

Menurut Muhammad Farhan, pekerjaan yang di lakukan oleh penyedia jaringan tersebut harus segera di selesaikan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

BACA JUGA:

Konsolidasi MBG Bandung Raya, Sisa Makanan Diminta Dikelola Jadi Pupuk dan Maggot

Dia meminta BUMN Telkom dan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) mempercepat proses pengerjaan. Sekaligus merapikan kembali kondisi trotoar yang sebelumnya di gali.

Pihaknya juga meminta agar Apjatel menginformasikan kepada publik mengenai titik-titik lokasi yang telah selesai di kerjakan maupun yang masih dalam proses perapihan.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi memang penting untuk mendukung kebutuhan masyarakat. Namun proses pengerjaannya harus di lakukan secara tertib serta memperhatikan kenyamanan dan keselamatan masyarakat.

“Kami mendukung peningkatan infrastruktur. Termasuk jaringan telekomunikasi. Namun pekerjaan di lapangan harus di kelola dengan baik. Kami meminta agar seluruh pekerjaan galian dapat di selesaikan paling lambat 12 Maret. Sehingga tidak terus mengganggu aktivitas masyarakat,” kata Farhan, Senin (9/3/2026).

Dia menyebut, keberadaan galian yang terlalu lama di biarkan tanpa penyelesaian dapat menimbulkan berbagai dampak negatif. Mulai dari kemacetan hingga potensi membahayakan pejalan kaki karena banyak galian di lakukan di trotoar.

Oleh karena itu, Farhan menekankan pentingnya koordinasi antara penyedia layanan jaringan dengan Pemkot Bandung agar setiap pekerjaan utilitas dapat dilakukan secara terencana dan tidak menimbulkan keluhan warga.

BACA JUGA:

Anton Sukartono Suratto: Kasus TPPO Harus jadi Pelajaran

“Hal yang terpenting adalah bagaimana setiap pekerjaan dapat selesai tepat waktu. Kemudian kondisi trotoar di kembalikan seperti semula sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman dan aman,” jelasnya.

Farhan berharap, seluruh pihak yang terlibat dapat mematuhi tenggat waktu yang telah ditetapkan. Dengan begitu, proses pembangunan infrastruktur tetap berjalan namun kenyamanan masyarakat tetap terjaga.

“Sekali lagi ini demi kenyamanan masyarakat pengguna jalan dan trotoar,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Bupati Bogor Terbitkan Surat Edaran Pencegahan Gratifikasi

0
Bupati Bogor fokusjabar.id
Bupati Bogor (foto: bogorkab.go.id)

BOGOR, FOKUSJabar.id: Bupati Bogor, Rudy Susmanto menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 100.3.4.2/165-INSPEKTORAT tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi Terkait Hari Raya.

SE tersebut untuk mencegah praktik korupsi dan gratifikasi. Selain itu, sebagai langkah menjaga integritas aparatur pemerintah. Terutama pada momentum Ramadan dan menjelang Idul Fitri.

BACA JUGA:

Parung Panjang Bogor Kembali Menelan Korban, Gubernur Jabar: Setop Tambang Ilegal

Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh aktivitas pemerintahan tetap berjalan secara bersih dan transparan.

Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor juga mengingatkan seluruh ASN agar tetap mematuhi aturan yang berlaku. Meskipun perayaan hari raya identik dengan tradisi berbagi dan mempererat silaturahmi.

Bupati Bogor menegaskan, seluruh jajaran pemerintah daerah. Mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga perangkat daerah harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dengan menjunjung tinggi integritas.

Menurut Rudy, momentum Ramadan dan menjelang Idul Fitri harus di jaga sebagai masa untuk memperkuat integritas dan menjaga pemerintahan tetap berjalan secara sehat dan bersih.

“Tentunya kita ingin di bulan suci Ramadan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri, pemerintah betul-betul hadir dalam kondisi yang sehat. Kita tidak ingin niatan baik, akhirnya karena satu dua kejadian justru mencederai perjalanan ibadah puasa kita selama 30 hari ke belakang,” ujar Rudy.

Dalam surat edaran tersebut, terdapat sejumlah poin penting yang harus di patuhi oleh seluruh pejabat dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Salah satunya adalah larangan menerima maupun memberikan gratifikasi yang berkaitan dengan jabatan dan bertentangan dengan kewajiban sebagai penyelenggara negara.

Selain itu, Bupati Bogor juga melarang adanya permintaan dana atau hadiah. Termasuk Tunjangan Hari Raya (THR). Baik secara pribadi maupun dengan mengatasnamakan lembaga kepada masyarakat maupun pelaku usaha.

BACA JUGA:

Fenomena Langka, Bunga Bangkai Setinggi 1,4 Meter Mekar Sempurna di Kebun Raya Bogor

Larangan lain yang di tekankan adalah penggunaan fasilitas dinas untuk kepentingan pribadi selama masa perayaan hari raya.

Seluruh pegawai di minta tidak memanfaatkan aset negara di luar kepentingan tugas.

“Kami juga sudah mengirimkan imbauan kepada seluruh SKPD hingga kecamatan dan kelurahan mengenai larangan penggunaan kendaraan dinas plat merah untuk mudik. Kami imbau seluruh ASN untuk tidak menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi. Termasuk perjalanan mudik,” jelasnya.

Dalam aturan tersebut juga di jelaskan bahwa setiap PNS atau penyelenggara negara yang menerima gratifikasi wajib melaporkannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) paling lambat 30 hari kerja setelah penerimaan.

Apabila terdapat pemberian berupa makanan atau minuman yang mudah rusak, penerima di sarankan menyalurkannya sebagai bantuan sosial kepada panti asuhan atau pihak yang membutuhkan.

Penyaluran tersebut tetap harus di laporkan kepada Inspektorat Kabupaten Bogor sebagai Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) lengkap dengan dokumentasi.

Pemerintah Daerah juga menegaskan bahwa pimpinan instansi memiliki tanggung jawab untuk memastikan kepatuhan hukum di lingkungan kerja serta mencegah adanya praktik suap, pungutan liar, maupun gratifikasi dalam bentuk apa pun.

“Tim Saber Pungli di Kabupaten Bogor masih tetap terbentuk dan bekerja secara kolaboratif bersama unsur kepolisian, kejaksaan serta pemerintah daerah. Tim ini terus bergerak untuk memastikan tidak ada praktik pungutan liar maupun gratifikasi di lingkungan pemerintahan,” ungkap Rudy.

Bupati Bogor mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk ikut berperan aktif dalam pengawasan.

Jika terdapat permintaan gratifikasi, suap atau pemerasan oleh oknum, masyarakat di minta segera melaporkan kepada aparat penegak hukum atau melalui layanan pengaduan KPK di nomor 198 maupun aplikasi GOL (Gratifikasi Online).

Surat edaran tersebut di tetapkan di Cibinong pada 6 Maret 2026 dan berlaku sebagai pedoman resmi bagi seluruh perangkat daerah, RSUD, BUMD hingga pemerintah desa di wilayah Kabupaten Bogor.

(Jingga Sonjaya)

Keutamaan 10 Hari Terakhir Ramadan dan Makna Lailatul Qadar

0
hari ramadan fokusjabar.id
(foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Memasuki fase akhir bulan Ramadan, umat Muslim di anjurkan untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah.

Sepuluh hari terakhir bulan suci ini di pandang sebagai periode yang sangat istimewa karena di yakini menyimpan berbagai keutamaan yang tidak di temukan pada waktu lainnya.

BACA JUGA:

Jangan Salah Kaprah, Ini Mitos vs Fakta Seputar Puasa

Pada masa ini, banyak umat Islam berusaha memanfaatkan waktu dengan lebih maksimal melalui berbagai amalan. Seperti salat malam, membaca Al-Quran, berzikir serta memperbanyak doa.

Sebagian juga memilih melaksanakan iktikaf di masjid agar dapat lebih fokus dalam beribadah.

Selain menjadi momentum meningkatkan ibadah, sepuluh malam terakhir Ramadan juga di percaya sebagai waktu yang penuh rahmat dan ampunan.

Oleh karena itu, umat Muslim di anjurkan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkuat kedekatan spiritual dengan Allah SWT.

Berikut beberapa makna dan keutamaan yang sering di kaitkan dengan sepuluh hari terakhir Ramadan.

  1. Waktu Terbaik Meningkatkan Ibadah

Sepuluh malam terakhir Ramadan sering di pandang sebagai waktu paling tepat untuk memperbanyak amalan.

Dalam berbagai riwayat di sebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW meningkatkan intensitas ibadahnya pada periode ini di bandingkan hari-hari sebelumnya.

  1. Terdapat Malam Lailatul Qadar

Keutamaanpada sepuluh malam terakhir Ramadan adalah adanya malam Lailatul Qadar. Yakni, Yakni malam yang memiliki nilai ibadah sangat besar.

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)

Karena keistimewaan tersebut, umat Islam di anjurkan untuk menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan. Terutama pada malam ganjil, dengan berbagai bentuk ibadah.

  1. Malam Penentuan Ketetapan Kehidupan

Dalam ajaran Islam di jelaskan bahwa malam Lailatul Qadar juga berkaitan dengan penetapan berbagai urusan kehidupan manusia untuk tahun berikutnya.

“Pada malam itu di jelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad-Dukhan: 4)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa malam tersebut memiliki kedudukan penting dalam dimensi spiritual dan keimanan umat Islam.

BACA JUGA:

Apakah Masih Boleh Minum Setelah Imsak? Ini Hukum Makan dan Minum Setelah Imsak Menurut Fiqih

  1. Kesempatan Mendapatkan Ampunan Dosa

Sepuluh malam terakhir Ramadan juga di kenal sebagai waktu yang penuh dengan kesempatan memperoleh ampunan dari Allah SWT.

“Barang siapa melaksanakan salat pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka di ampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menjadi pengingat bagi umat Islam untuk memanfaatkan momentum ini dengan memperbanyak ibadah dan memohon ampunan.

  1. Momentum Refleksi dan Perbaikan Diri

Selain memperbanyak amal ibadah, sepuluh hari terakhir Ramadan juga sering di maknai sebagai waktu untuk melakukan introspeksi diri.

Umat Muslim di ajak mengevaluasi perjalanan spiritual selama bulan Ramadan.

Melalui peningkatan ibadah dan refleksi diri pada masa ini, di harapkan umat Islam dapat memperoleh keberkahan Ramadan serta membawa nilai-nilai spiritual tersebut dalam kehidupan sehari-hari setelah bulan suci berakhir.

(Jingga Sonjaya)