spot_imgspot_img
Sabtu 21 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 29

Mengenal Kanker Ginjal, Penyakit yang Diidap Vidi Aldiano Sejak 2019

0
Mengenal Kanker Ginjal, Penyakit yang Diidap Vidi Aldiano Sejak 2019, (Surce Foto Instagram Vidi Aldiano)
Mengenal Kanker Ginjal, Penyakit yang Diidap Vidi Aldiano Sejak 2019, (Surce Foto Instagram Vidi Aldiano)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dunia hiburan Indonesia kehilangan salah satu musisi terbaiknya setelah penyanyi sekaligus penulis lagu Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026, dalam usia 35 tahun. Ia mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perjuangan panjang melawan kanker ginjal yang pertama kali terdiagnosis pada tahun 2019.

Sejak menerima diagnosis tersebut, Vidi menjalani berbagai proses pengobatan intensif. Dokter sempat melakukan operasi pengangkatan salah satu ginjal dan terus memantau kondisi kesehatannya secara berkala selama masa perawatan.

Baca Juga: Profil Sheila Dara Aisha, Perjalanan Karier dan Kisah Cintanya dengan Vidi Aldiano

Kepergian musisi tersebut kembali mengingatkan masyarakat tentang bahaya kanker ginjal, penyakit serius yang menyerang organ vital yang berfungsi menyaring limbah dari darah sekaligus menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Pada orang dewasa, jenis kanker ginjal yang paling sering ditemukan yaitu renal cell carcinoma, yakni kanker yang berkembang dari sel-sel penyaring darah di dalam ginjal. Penyakit ini muncul saat sel abnormal tumbuh tidak terkendali hingga membentuk tumor.

Para ahli menyebut penyebab kanker ginjal tidak selalu dapat ditentukan secara pasti. Namun sejumlah penelitian menemukan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit tersebut.

1. Kebiasaan merokok

Merokok menjadi salah satu faktor risiko terbesar. Zat kimia dari asap rokok masuk ke aliran darah lalu disaring oleh ginjal. Paparan dalam jangka panjang dapat merusak sel ginjal dan memicu perubahan genetik yang berpotensi berkembang menjadi kanker.

2. Obesitas atau kelebihan berat badan

Berat badan berlebih memicu perubahan hormon dalam tubuh, termasuk peningkatan insulin dan faktor pertumbuhan tertentu yang dapat merangsang pertumbuhan sel abnormal. Kondisi ini juga sering berkaitan dengan gangguan metabolisme yang memengaruhi kesehatan ginjal.

3. Tekanan darah tinggi (hipertensi)

Hipertensi yang berlangsung lama dapat merusak pembuluh darah di dalam ginjal. Kerusakan tersebut berpotensi memicu perubahan jaringan yang kemudian berkembang menjadi tumor.

4. Faktor genetik atau riwayat keluarga

Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat kanker ginjal memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit yang sama. Beberapa kelainan genetik tertentu juga dapat meningkatkan kerentanan terhadap kanker.

5. Penyakit ginjal kronis dan dialisis jangka panjang

Penderita penyakit ginjal kronis, terutama yang harus menjalani dialisis dalam waktu lama, memiliki kemungkinan lebih besar terkena kanker ginjal. Kerusakan jaringan yang berlangsung terus-menerus dapat memicu pertumbuhan sel abnormal.

6. Paparan bahan kimia berbahaya

Paparan zat kimia seperti kadmium, arsenik, dan pelarut industri di lingkungan kerja juga berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker ginjal.

Memahami berbagai faktor risiko tersebut menjadi langkah penting untuk meningkatkan kewaspadaan. Pola hidup sehat, pemeriksaan rutin, serta menghindari kebiasaan berisiko dapat membantu menjaga kesehatan ginjal sejak dini.

(Jingga Sonjaya)

Pemkot Bandung Distribusikan 12.000 Paket Sembako, Awasi Potensi Penimbunan Barang

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Pemkot Bandung Distribusikan 12.000 Paket Sembako, Awasi Potensi Penimbunan Barang

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Bandung memperkuat langkah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadan sekaligus menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Upaya tersebut dilakukan agar warga tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah meningkatnya permintaan selama bulan puasa.

Pemkot Bandung menjalankan program tersebut melalui kerja sama dengan Yayasan Dana Sosial Parahyangan (YDSP) serta melibatkan berbagai komunitas sosial di Kota Bandung. Salah satu kegiatan penyaluran bantuan berlangsung di kantor YDSP di Jalan Nana Rohana.

Baca Juga: Nasib Bandung Zoo Belum Jelas, Komite Pengelola Baru Masih Disiapkan

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan pemerintah menyalurkan bantuan secara bertahap ke sejumlah wilayah agar lebih banyak warga menerima manfaat selama Ramadan.

“Hari ini kami bersama komunitas, kali ini dengan YDSP di Jalan Nana Rohana. Di lokasi ini kami menyalurkan lebih dari seribu paket sembako selama 12 hari,” ujar Farhan, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan, program bantuan tersebut merupakan bagian dari kegiatan sosial selama Ramadan. Pemkot Bandung mencatat ribuan paket sembako telah tersalurkan sejak akhir Februari.

“Selama periode 25 Februari sampai 13 Maret, total sekitar 12.000 paket sembako kami distribusikan kepada masyarakat. Program ini untuk membantu warga sekaligus menyemarakkan Ramadan,” katanya.

Menjaga Kestabilan harga Bahan Pokok

Selain menyalurkan bantuan, pemerintah kota juga fokus menjaga kestabilan harga bahan pokok di pasaran. Pemkot memastikan distribusi kebutuhan pokok berjalan lancar agar tidak terjadi lonjakan harga.

Farhan menegaskan pemerintah bekerja sama dengan kepolisian dan Bulog untuk mengawasi gudang penyimpanan bahan pokok guna mencegah penimbunan.

“Yang paling penting bagi kami memastikan distribusi dan supply chain berjalan lancar. Kami bersama kepolisian dan Bulog mengawasi tempat penyimpanan bahan pokok supaya tidak terjadi penimbunan,” jelasnya.

Menurut Farhan, pemerintah kota telah mendata sejumlah gudang resmi berikut jumlah stok yang tersedia. Data tersebut digunakan sebagai dasar pengawasan agar harga tetap terkendali.

“Kami sudah memiliki daftar gudang resmi beserta stoknya. Jika ada yang tidak wajar, kami langsung tindak supaya tidak terjadi penimbunan dan harga tetap terjangkau masyarakat,” kata Farhan.

(Jingga Sonjaya)

Jelang Lebaran, Harga Cabai dan Bawang di Pasar Manis Ciamis Kompak Naik

0
Ciamis, FOKUSJabar.id
Ketpot: Harga Cabe rawit hijau di pasar Manis Ciamis harganya mulai merangkak naik

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Harga sejumlah kebutuhan dapur di Pasar Manis Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mulai merangkak naik dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan paling terasa terjadi pada cabai hijau dan cabai rawit merah yang dijual para pedagang di pasar tradisional tersebut.

Tidak hanya cabai, pedagang juga menaikkan harga tomat merah dan tomat hijau. Kondisi itu diikuti oleh kenaikan harga bawang merah dan bawang putih yang ikut terdongkrak menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Baca Juga: Ramadan Penuh Makna, MI Al-Mu’minin Ciamis Gelar Qur’an Camp

Kepala UPTD Pasar Manis Ciamis, Dana Sudiana, menyebut petugas memantau langsung harga di sejumlah kios dan menemukan hampir semua komoditas dapur mengalami kenaikan.

Menurut Dana, harga cabai, tomat, dan bawang mulai bergerak naik seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Lebaran.

“Harga cabai hijau, cabai rawit, tomat, dan bawang sekarang sudah naik dari sebelumnya,” ujar Dana, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan, harga komoditas tersebut sempat turun setelah memasuki pekan pertama bulan puasa. Namun, mendekati Idul Fitri, pedagang kembali menyesuaikan harga karena permintaan pasar terus meningkat.

“Biasanya saat munggahan harga naik, lalu sempat turun di awal puasa. Sekarang mulai naik lagi karena Lebaran semakin dekat,” katanya.

Kenaikan harga juga terasa oleh pedagang sayuran keliling. Dedeh, salah seorang pedagang, mengaku harus lebih berhati-hati mengatur modal karena harga kulakan semakin tinggi.

Ia mengatakan, sebelumnya harga sempat stabil sehingga dagangannya mudah terjual. Namun setelah harga naik, ia harus menyesuaikan kembali harga eceran agar tetap laku di masyarakat.

“Waktu harga masih turun, dagangan cepat habis. Sekarang harga dari pasar sudah naik lagi, jadi harus pintar mengatur supaya tidak rugi,” ujarnya.

(Husen Maharaja)

Nasib Bandung Zoo Belum Jelas, Komite Pengelola Baru Masih Disiapkan

0
Bandung@fokusjabar.id
Nasib Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo masih belum menemui kepastian setelah lebih dari sebulan ditutup dan disegel.(fokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Nasib Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo masih belum menemui kepastian setelah lebih dari sebulan di tutup dan di segel.

Hingga saat ini, komite yang akan merumuskan konsep baru sekaligus menentukan pengelola kebun binatang tersebut juga belum terbentuk.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan hingga saat ini belum ada perkembangan signifikan terkait pembentukan komite tersebut. RMenurutnya, proses penyusunan tim seleksi di lakukan secara ketat karena melibatkan berbagai pihak.

Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran, Terminal Cicaheum Kota Bandung Siapkan 165 Bus

“Belum ada. Kita masih mau menentukan dulu tim seleksinya. Tim seleksinya ini ketat soalnya, melibatkan para ahli, budayawan, pemerintah provinsi, pemerintah kota, dan pemerintah pusat,” kata Farhan, Senin (9/3/2026).

Farhan menjelaskan, saat ini konsep pengelolaan baru untuk Kebun Binatang Bandung masih terus di bahas. Ia menegaskan, ada sejumlah prinsip yang harus di pertahankan dalam pengelolaan ke depan. Salah satunya adalah mempertahankan para karyawan lama yang selama ini bekerja di kebun binatang tersebut.

“Pegawai yang lama tetap di pertahankan, karena untuk mencari pegawai baru rasanya tidak adil. Banyak pegawai yang sudah lebih dari 20 sampai 30 tahun bekerja di situ, jadi harus di pertahankan,”jelasnya.

Selain itu, pengelolaan baru juga harus tetap menjaga nilai sejarah dan warisan budaya yang melekat pada Kebun Binatang Bandung, termasuk peran para tokoh pendiri dan keluarga yang selama ini terkait dengan keberadaan kebun binatang tersebut.

“Warisan budaya dan sejarah tetap harus di pertahankan. Warisan budaya tidak boleh di cabut dari akar peninggalan dan historical dari keberadaan berbagai pihak yang ada di situ,” katanya.

Farhan menuturkan, pembentukan komite tersebut mengacu pada pendapat hukum (legal opinion) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Dalam pendapat hukum tersebut, pengelolaan Kebun Binatang Bandung di sarankan di lakukan melalui skema kerja sama pemanfaatan dengan pihak ketiga.

“Legal opinion dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat agar di kelola lewat skema kerja sama pemanfaatan oleh pihak ketiga. Jadi ini bukan mau-maunya saya atau Pemprov, tapi ini adalah legal opinion dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat,” tegasnya.

Pemkot Bandung Membenahi Persoalan

Ia memastikan langkah yang di ambil Pemerintah Kota Bandung dalam membenahi persoalan pengelolaan Bandung Zoo telah sesuai dengan berbagai aturan yang berlaku, mulai dari undang-undang, peraturan daerah, hingga hasil putusan pengadilan.

Farhan menambahkan, komite yang akan menyeleksi pengelola baru harus segera terbentuk. Pasalnya, masa penyegelan Kebun Binatang Bandung maksimal hanya berlangsung selama tiga bulan.

Baca Juga: Ramadan, Bio Farma Salurkan Bantuan Sosial Rp2 M

“Harus selesai akhir April ini. Saya juga deg-degan karena waktunya mepet,”ucapnya.

Terkait kemungkinan kebun binatang di buka saat libur Lebaran, Farhan mengatakan pihaknya masih akan melihat perkembangan situasi. Ia mengakui Bandung Zoo merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Kota Bandung, namun kondisi satwa tetap menjadi prioritas.

“Saya mengerti banyak masyarakat yang ingin berlibur ke sana, tapi kita juga harus menjaga agar keamanan, kebersihan, dan kesejahteraan hewan tetap di utamakan. Kalaupun di buka, kemungkinan tetap gratis tapi waktunya terbatas,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Jelang Mudik Lebaran, Terminal Cicaheum Kota Bandung Siapkan 165 Bus

0
Cicaheum Bandung@fokusjabar.id
Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Terminal Cicaheum Kota Bandung menyiapkan 165 armada bus untuk melayani ribuan pemudik yang akan pulang ke kampung halaman di berbagai daerah di Pulau Jawa.(fokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id:  Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Terminal Cicaheum Kota Bandung menyiapkan 165 armada bus untuk melayani ribuan pemudik yang akan pulang ke kampung halaman di berbagai daerah di Pulau Jawa.

Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan guna memastikan pelayanan kepada pemudik dapat berjalan lancar dan aman selama periode arus mudik.

“Untuk Terminal Cicaheum, kami menyiapkan sekitar 165 armada. Selain itu juga ada armada bantuan atau cadangan yang bekerja sama dengan Perum DAMRI. Total kapasitas kursi yang di sediakan di Terminal Cicaheum mencapai sekitar 7.875 seat atau tempat duduk,”kata Asep, Senin (9/3/2026).

Baca Juga: Ramadan, Bio Farma Salurkan Bantuan Sosial Rp2 M

Menurutnya, sejumlah kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur masih menjadi tujuan utama pemudik yang berangkat dari Bandung, seperti Yogyakarta, Semarang, Solo, dan Surabaya.

Terminal Cicaheum sendiri melayani puluhan trayek perjalanan, baik Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).

“Terminal Cicaheum melayani sekitar 36 trayek. Untuk AKAP ada sekitar 106 trayek, sedangkan untuk AKDP sekitar 59 trayek,” katanya.

Untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang, pihak terminal juga bekerja sama dengan sejumlah instansi terkait. Di antaranya tim kesehatan dari Pemerintah Kota Bandung dan tim penguji kendaraan dari Dinas Perhubungan Kota Bandung.

Setiap bus yang akan beroperasi di wajibkan menjalani pemeriksaan atau ramp check sebelum di berangkatkan. Pemeriksaan tersebut meliputi dokumen kendaraan, kondisi teknis bus, hingga pemeriksaan kesehatan pengemudi.

“Setiap armada yang akan di berangkatkan akan di periksa terlebih dahulu, mulai dari dokumen kendaraan, kondisi teknis bus, hingga kesehatan pengemudinya,” ungkapnya.

27 Ribu Orang

Berdasarkan data tahun lalu, jumlah penumpang yang di berangkatkan dari Terminal Cicaheum selama periode arus mudik mencapai sekitar 27 ribu orang.

Tahun ini jumlah tersebut di perkirakan meningkat seiring tingginya minat masyarakat untuk pulang ke kampung halaman.

Asep memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-2 Lebaran. Sementara itu, kegiatan ramp check telah di lakukan sejak awal Maret dan akan berlangsung hingga H+7 Lebaran.

Baca Juga: Muhammad Farhan: Proyek Galian Trotoar Harus Selesai 12 Maret

Terkait harga tiket, pihak terminal menyerahkan penentuan tarif kepada masing-masing perusahaan otobus, namun tetap harus mengikuti ketentuan batas atas dan batas bawah yang telah di tetapkan pemerintah.

Berdasarkan pemantauan di lapangan serta komunikasi dengan sejumlah perusahaan otobus, tiket keberangkatan pada pertengahan Maret mulai banyak di pesan masyarakat.

“Untuk keberangkatan sekitar tanggal 17 Maret, banyak tiket yang sudah hampir habis terjual, terutama untuk tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Musran PDI Perjuangan Kota Banjar, Ini Pesan Anggota DPRD Jabar

0
Banjar@fokusjabar.id
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Ika Siti Rahmatika foto bersama para kader DPC PDIP Kota Banjar. (Agus Purwadi/fokusjabar.id)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Ika Siti Rahmatika, menekankan pentingnya pengawasan. Terhadap pelaksanaan program pemerintah saat menghadiri kegiatan Musyawarah Ranting (Musran) PDI Perjuangan Kota Banjar, Senin (9/3/2026).

Kegiatan yang di gelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Banjar. Di Aula Kelurahan Banjar, Kecamatan Banjar ini di rangkaikan dengan agenda Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Ika menegaskan bahwa kehadiran unsur kedewanan dalam kegiatan partai. Merupakan bagian dari instruksi organisasi yang harus di jalankan oleh seluruh kader.

Baca Juga: DCDC Soul & Vibes Ramadhan Meriahkan HUT ke-23 Kota Banjar

“Sesuai instruksi dari partai, setiap kegiatan harus melibatkan unsur kedewanan. Dalam kegiatan ini saya menjalankan tugas pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan,” ujarnya.

Kata Ika, selain konsolidasi organisasi, kegiatan ini juga menjadi forum bagi kader partai. Untuk mengevaluasi pelaksanaan berbagai program – program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Pelaksanaan program – program pemerintah itu perlu terus di pantau agar manfaatnya benar-benar di rasakan masyarakat,” tegasnya. 

Baca Juga: Berburu Takjil di Alun-alun Banjar, Warga Padati Jantung Kota Saat Ramadan

Ika mengungkapkan, dari hasil pemantauan di sejumlah daerah di daerah pemilihannya, pelaksanaan program – program pemerintah memiliki hasil yang beragam.

Ada daerah yang di nilai sudah berjalan baik, namun ada juga yang masih perlu peningkatan. Terutama dalam aspek pelayanan dan kualitas gizi.

“Saya melihat ada yang sudah bagus dan ada juga yang harus di evaluasi juga,” pungkasnya.

(Agus Purwadi) 

Ramadan, Bio Farma Salurkan Bantuan Sosial Rp2 M

0
Bio Farma Sosial fokusjabar.id
Bio Farma Salurkan Bantuan Sosial Rp2 M

BANDUNG, FOKUSJabar.id: PT Bio Farma (Persero) menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat dengan total nilai mencapai Rp2 milyar lebih pada momentum bulan suci Ramadan 1447 H.

Bantuan dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan dan karyawan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bio Farma di salurkan dalam kegiatan buka bersama jajaran komisaris, direksi dan karyawan, Jumat (6/3/2026) lalu.

BACA JUGA:

Bio Farma Gandeng Poltekkes Kemenkes RI, Cetak Inovasi Kesehatan dari Kampus ke Industri

Mengusung tema ‘Menunaikan Amanah, Menyambut Berkah di Bulan Ramadan’ kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen Bio Farma sebagai BUMN kesehatan untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Tidak hanya melalui produk dan layanan kesehatan, tetapi juga melalui program pemberdayaan sosial yang berkelanjutan.

Komisaris Utama Bio Farma, Tugas Ratmono mengatakan, kepedulian sosial adalah bagian penting dari tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat.

Ramadan ini menjadi moment tepat untuk memperkuat nilai integritas, amanah dan kepedulian sosial dalam menjalankan peran sebagai perusahaan milik negara.

BACA JUGA:

Tangani Kasus Gigitan Ular Berbisa, Bio Farma dan Dinkes NTT Gelar Workshop

Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya menegaskan, keberhasilan perusahaan tidak hanya di ukur dari kinerja bisnis.  Namun juga dari sejauh mana perusahaan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dia berharap, bebagai program sosial yang di jalankan secara konsisten dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sekaligus memperkuat peran strategis BUMN dalam pembangunan nasional.

Adapun bantuan yang di salurkan, di antaranya beasiswa bagi mahasiswa binaan UPZ Bio Farma Rp600 juta, bantuan renovasi rumah tidak layak huni Rp500 juta dan dukungan kegiatan Ramadan Rp320 juta.

BACA JUGA:

Bio Farma Tancap Gas Perangi TB, Targetkan Eliminasi Nasional

Kemudian bantuan sembako Rp200 juta, santunan marbot Rp160 juta dan santunan anak yatim Rp100 juta.

Tidak hanya itu, Bio Farma juga menyalurkan bantuan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program kambing perah ‘Mustahik to Muzakki.’

Perusahaan juga memberikan santunan bagi penyandang disabilitas serta dukungan bagi rumah singgah.

(LIN)