spot_imgspot_img
Minggu 9 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 28

Eka Ramdani Pimpin Latihan Perdana PSGC Ciamis, Kebut Persiapan Liga 2 2026/2027

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketfot: Eka Ramdani Pimpin Latihan Perdana PSGC, Pembentukan Skuad Belum Rampung

CIAMIS,FOKUSjabar.id: PSGC Ciamis mulai memanaskan mesin lewat sesi latihan perdana sebagai bagian dari alur persiapan menyongsong kompetisi Liga 2 musim 2026/2027. Asisten Pelatih Eka Ramdani memimpin langsung agenda latihan tertutup di Stadion Galuh Ciamis, Senin (3/8/2026), sembari terus mengamati perkembangan perakitan skuad.

Sebanyak 28 pemain langsung melahap porsi latihan perdana tersebut. Komposisi ini menghimpun talenta akademi Persib Bandung, deretan eks penggawa Persib serta klub Liga 1, pemain pilar PSGC musim lalu, hingga para pemain senior yang kenyang pengalaman di panggung sepak bola nasional.

Baca Juga: Jelang Liga 2, PSGC Ciamis Kini Diperkuat Deretan Legenda Persib di Bangku Pelatih

Kendati sesi latihan telah bergulir, Eka Ramdani membeberkan bahwa kerangka tim belum mengkristal secara utuh. Beberapa nama yang masuk dalam daftar proyeksi Laskar Singacala belum menampakkan diri di lapangan, termasuk legiun asing yang hingga kini masih mengonfirmasi kedatangannya.

“Kalau kompetisi mulai 12 September, berarti waktu persiapan efektif kita hanya sekitar satu bulan. Ini Liga 2 yang kompetisinya lebih kompetitif, sehingga tidak akan mudah kalau kita tidak mempersiapkan tim dengan baik,” ujar Eka.

Eka menegaskan bahwa tim pelatih sangat membutuhkan kehadiran seluruh amunisi agar porsi program latihan sanggup berjalan optimal. Ia menaruh harapan agar manajemen menyegera proses perekrutan, sehingga jajaran pelatih bisa langsung mengalihkan fokus untuk membangun kekompakan serta taktik permainan.

Evaluasi Posisi yang Perlu Suntikan Pemain Baru

Selain menanti kehadiran para pemain incaran, PSGC tetap membentangkan pintu bagi bakat-bakat lokal untuk bersaing memperebutkan tempat di dalam skuad. Tim pelatih akan menggunakan kurun waktu pekan ini guna mengevaluasi posisi-posisi yang masih memerlukan suntikan amunisi baru.

Sederet nama seperti Yandi, Cecep, dan Basit kembali menjalani tahapan pemantauan intensif. Sementara itu, mayoritas peserta yang memadati lapangan latihan berasal dari akademi Persib Bandung serta pilar PSGC musim terdahulu.

Di sektor penjaga gawang, jajaran pelatih juga masih menggulirkan evaluasi mendalam. Tim pelatih belum mematok jumlah maupun susunan kiper yang akan bertahan, sebab mereka bakal membahas keputusan tersebut bersama pelatih kiper usai mengamati performa para pemain sepanjang sesi latihan.

Dengan sisa waktu persiapan sekitar satu bulan sebelum panggung kompetisi resmi membentang, PSGC terpacu mempercepat proses pembentukan tim.

Sesaat setelah komposisi pemain terisi lengkap, fokus latihan akan langsung mengarah pada peningkatan koordinasi antarpemain. Serta pematangan taktik demi membawa Laskar Galuh bersaing ketat di Liga 2 musim 2026/2027.

(Mia)

AEC Gala 2026 Bandung: 750 Siswa Pentaskan Drama Bahasa Inggris dan Budaya Sunda

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Petas AEC Dwitahunan Memukau Ratusan Penonton yang Hadir (IST)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Ratusan orang membuncah di acara Armidale English College (AEC) Gala 2026 Enter Pixel di Gedong Budaya Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (2/8/2026). Ada 750 siswa mengukuti pertunjukan dwitahunan yang memadukan pembelajaran bahasa Inggris dengan seni peran.

Acara bertajuk Enters Pixel itu menghadirkan tiga drama berbahasa Inggris, seperti The Legend of Tangkubanparahu; Wednesday dan Wreck-It Ralph. Ketiganya dipilih sebagai media belajar yang dekat dengan dunia anak dan remaja.

Baca Juga: Usai Viral, Pengelola Padela Bandung Buka Suara soal Keluhan Kebisingan

“Kami ingin membangun kepercayaan diri siswa dalam pergaulan sosial melalui bahasa Inggris. Mereka tidak hanya wajib mahir berbahasa, tetapi juga mampu tampil dan berkarya di berbagai bidang,” kata Ketua AEC Gala 2026 Enters Pixel Denaz Akmal Febriansyah di sela acara.

Budaya Sunda Bertemu Pop Culture

Dari tiga judul dalam pementasa ini, The Legend of Tangkubanparahu sengaja masuk sebagai upaya pelestarian budaya Sunda kepada generasi muda. Sementara  Wednesday dan Wreck-It Ralph! terpilih karena memiliki daya tarik kuat di kalangan remaja sehingga harapannya bisa meningkatkan minat belajar bahasa Inggris.

Selain kemampuan bahasa, AEC juga menekankan pembentukan karakter. Ada enam nilai utama yang terus tertanam dala siswa, yakni bold atau pemberani, different atau berani tampil beda, trustworthy dapat dipercaya, sympatheticn memiliki rasa simpati, committed_ berkomitmen, dan galant atau ksatria.

“Enam karakter ini kami jadikan fondasi, untuk selanjutnya menjadi bekal mereka menghadapi tantangan global,” kata dia.

Untuk diketahui, AEC sudah berdiri sejak 1991 dan rutin menggelar gala setiap dua tahun sekali sebagai wadah pengembangan akademik dan nonakademik. Lembaga ini juga aktif bekerja sama dengan pemerintah dalam pelestarian budaya Sunda. Termasuk terlibat dalam produksi film di sejumlah daerah seperti Desa Tenjolaya, Kabupaten Bandung.

Aleya Nur Sabani salah seorang penonton mengaku terkesan dengan pertunjukan tersebut. Selain sesuai ekspektasi, para pemain juga tampil sangat menghayati.

“Proses dubbing terdengar rapi, perpindahan adegan berlangsung cepat, begitu juga penataan propertinya sangat tertata,” kata Aleya.

(LIN)

Harga Cabai Merah Lokal di Ciamis Tembus Rp120 Ribu per Kg, Naik Rp40 Ribu dalam 4 Hari

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketpot: Cabe merah lokal di Blok F Pasar Subuh Pasar Manis Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Sejumlah pedagang di Pasar Subuh Blok F Pasar Manis Ciamis, Jawa Barat, mencatat lonjakan harga cabai merah lokal secara signifikan dalam kurun waktu empat hari terakhir.

Sebelum merangkak naik tajam, para pedagang melepas cabai merah lokal seharga Rp80.000 per kilogram. Namun, angka tersebut kini melompat hingga menyentuh Rp120.000 per kilogram.

Baca Juga: Jelang Liga 2, PSGC Ciamis Kini Diperkuat Deretan Legenda Persib di Bangku Pelatih

Cuaca terik akibat musim kemarau ekstrem menjadi pemicu utama melambungnya harga komoditas ini, lantaran banyak tanaman cabai milik petani mati mendadak akibat kekurangan pasokan air.

Fenomena tersebut mengikis ketersediaan stok cabai merah lokal di tingkat petani. Di sisi lain, tingkat permintaan pasar tetap tinggi. Sehingga memicu hukum ekonomi keterbatasan pasokan di tengah tingginya kebutuhan otomatis mendongkrak harga jual.

” Naik nya harga Cabe yang dijual di kios Saya ini karena pembelian dari bandar besar nya juga naik,”kata Jajang. Senin (3/8/2026).

Jajang membeberkan bahwa kenaikan harga modal dari tingkat pemasok besar memaksa dirinya ikut menyesuaikan harga patokan bagi para pelanggan yang rutin berbelanja ke kiosnya.

” Ya harus gimana lagi. Karena pembelian Cabe merah lokal ini dari bandar besar nya udah naik maka Saya juga terpaksa menaikan harga untuk konsumen,”ucapnya.

Pada kesempatan terpisah, Nining, seorang pedagang sayuran keliling, mengeluhkan dampak kenaikan harga cabai merah lokal. Fenomena yang merusak skema penjualan eceran kepada para pembelinya.

” Saya harus menjual minimal satu Cabe merah seharga Rp 3000 namun banyak pembeli yang merasa kemahalan,”ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Kota Tasikmalaya Jadi Pelopor di Indonesia, Luncurkan TK Negeri Rakyat Gratis untuk 850 Anak

0
Tasikmalaya, FOKUSjabar.id
Ket foto : Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan bersama Bunda PAUD Kota Tasikmalaya dr. Elvira Kamarrow Putri, foto bersama dengan anak-anak TK penerima bantuan peralatan sekolah, saat launching Sekolah TK Negeri Rakyat Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya memperkokoh komitmennya dalam melahirkan sumber daya manusia yang cerdas dan berkualitas lewat peluncuran program pendidikan Sekolah TK Negeri Rakyat Kota Tasikmalaya.

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan meresmikan langsung lembaga pendidikan anak usia dini tersebut di Sekolah TK Negeri Pembina, Jalan Lingkar Dadaha, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Senin (3/8/2026).

Baca Juga: HUT ke-20 Buah Batu Corps di Tasikmalaya, BBC Siap Bertransformasi Jadi Ormas Modern

Bunda PAUD Kota Tasikmalaya dr. Elvira Kamarrow Putri, Kepala Dinas Pendidikan Rojab Riswan Taufik, Kadis Kominfo Amran Saefullah, serta jajaran guru dan orang tua murid turut menghadiri acara peluncuran tersebut.

Mengawali momen peluncuran dengan penyerahan bantuan perlengkapan sekolah secara simbolis kepada para peserta didik dari keluarga prasejahtera. Meliputi tas sekolah, sepatu, buku tulis, pulpen, hingga pensil.

Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan menegaskan bahwa kehadiran TK Negeri Rakyat merupakan wujud nyata dari program prioritas Tasik Pintar. Tentunya demi mencetak generasi muda yang unggul sejak usia dini.

Ia menguraikan bahwa program ini memprioritaskan anak-anak usia dini dari keluarga prasejahtera (miskin ekstrem) yang terdata dalam kelompok (desil) I dan II di wilayah Kota Tasikmalaya.

“Program ini dilakukan untuk diintegrasikan dengan Sekolah Rakyat dari program Pemerintah Pusat mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA,”ungkap Viman Alfarizi Ramadhan Senin (3/8/2026).

Pendidikan Gratis Selama 1 Tahun Penuh

Ia menambahkan, program TK Rakyat ini menyasar lebih dari 850 anak usia dini dari keluarga kurang mampu. Tujuanya agar mreka dapat menikmati pendidikan secara gratis selama satu tahun penuh.

‘Peluncuran TK Negeri Rakyat ini, merupakan inovasi Pemerintah Kota Tasikmalaya. Inovasi yang menjadi Pelopor di wilayah Priangan Timur, sehingga langkah strategis ini pun bisa dijadikan model di tingkat nasional,”ujarnya.

“Pemerintah pusat berhasil merintis pembentukan Sekolah Rakyat (SR) dari jenjang SD, SMP dan SMA. Kemudian kita di Pemerintah Kota Tasikmalaya merintis program pembentukan sekolah rakyat (SR) dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK). Ini menjadi Pelopor di Indonesia,”imbuhnya.

Ia menilai fase usia 0 hingga 6 tahun (golden age) memegang peranan krusial sebagai fondasi utama penanaman nilai moral, akhlak, karakter, serta pembentukan mental anak.

“Usia 0 sampai 6 tahun menjadi tingkat pertumbuhan yang mendasar. Sehingga selama rentang usia tersebut, mereka harus mendapat pembimbing dan pendidikan ilmu. Serta pembentukan karakter dan akhlak yang tepat, ini harus diperhatikan guna menyongsong terwujudnya Indonesia emas 2045,”papar Viman Alfarizi.

Pada kesempatan sama, Bunda PAUD Kota Tasikmalaya sekaligus Ketua TP-PKK dr. Elvira Kamarrow Putri meluapkan rasa bangga dan haru atas terobosan ini dalam memacu mutu pendidikan anak usia dini di Kota Tasikmalaya.

Kolaborasi Pemkot, Posyandu dan PKK Kota Tasikmaaya

Ia mengutarakan bahwa hadirnya TK Negeri Rakyat merupakan buah kolaborasi Pemkot Tasikmalaya bersama Posyandu dan PKK melalui penerapan wajib belajar 13 tahun (1 tahun pra-sekolah).

“Sekolah TK Negeri Rakyat Kota Tasikmalaya ini, terobosan baru di Kota Tasikmalaya, yang diintegrasikan dengan program Pemerintah Pusat melalui Sekolah Rakyat (SR). Sekolah ini untuk memastikan seluruh anak-anak harus terpenuhi haknya dalam mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Berharap dapat melahirkan generasi emas 2045 mendatang,”ungkap dr. Elvira Kamarrow Putri kepada fokusjabar Senin (3/8/2026).

Sebagai Bunda PAUD, ia terus mengawal pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Agar mereka dapat mengenyam bangku sekolah di TK Negeri Rakyat secara cuma-cuma.

“Dari TK Negeri Rakyat ini, seluruh anak-anak dari keluarga prasejahtera yang ada di Kota Tasikmalaya. Jumlahnya mencapai 850 anak, bisa mendapatkan akses pendidikan prasekolah di TK ini secara gratis. Inovasi yang dilakukan Pemerintah Kota ini juga bagian dari program prioritas Tasik Pintar,”ujarnya.

dr. Elvira kembali menekankan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi pilar utama dalam menopang tumbuh kembang generasi penerus bangsa.

“Sekolah TK Negeri Rakyat ini selain untuk mengenyam prasekolah untuk ke sekolah formal. Kemudian juga di sini akan mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Terlebih meningkatkan kemampuan kognitif, bahasa, motorik, sosial emosional, juga pembentukan karakter dan kemandirian anak. Sehingga mereka akan lebih siap dan percaya diri untuk memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD),”paparnya.

Untuk tahap awal, Pemkot Tasikmalaya memusatkan kegiatan belajar di TK Negeri Pembina Kompleks Dadaha. Sebelum nantinya mengoptimalkan pemanfaatan bangunan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kecamatan Tamansari sebagai gedung mandiri.

(Seda)

Viral Papan SHM di Pantai Madasari, Bupati Pangandaran Libatkan BPN Telusuri Legalitas Sertifikat

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto; bupati Pangandaran saat meninjau langsung ke lokasi Papan Tanah SHM di Sempadan Pantai Madasari

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Pangandaran memberikan respons serius menyikapi munculnya papan bertuliskan “Tanah Bersertifikat Hak Milik (SHM)” yang memicu polemik di kawasan pesisir Pantai Madasari, Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran.

Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, memimpin peninjauan langsung ke lokasi, Minggu (2/8/2026). Ia memboyong Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, Dandim 0625/Pangandaran, serta jajaran warga setempat.

Baca Juga: Plang “Tanah Milik” di Pantai Madasari Pangandaran Tuai Polemik, Warga Minta BPN Audit Sertifikat

Di lokasi kejadian, rombongan memeriksa papan klaim kepemilikan lahan sekaligus mengamati kondisi kawasan pesisir yang menjadi sorotan hangat publik dalam beberapa hari terakhir.

Melalui unggahan di akun media sosial resminya, Citra menegaskan bahwa Pemkab Pangandaran akan menjalin koordinasi bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) guna menelusuri proses penerbitan sertifikat tersebut.

“Kami akan berkoordinasi dengan BPN untuk mengecek kapan sertifikat ini diterbitkan dan apa dasar hukumnya,” ujar Citra, dikutip dari akun media sosial resminya, Senin (3/8/2026).

Pemerintah daerah juga mengagendakan pemanggilan Pemerintah Desa Masawah guna mengumpulkan data serta informasi valid mengenai status kepemilikan lahan.

Citra menekankan bahwa kawasan sempadan pantai memegang predikat sebagai ruang publik yang wajib mendapatkan perlindungan sesuai aturan hukum.

“Kawasan sempadan pantai pada prinsipnya merupakan ruang publik yang harus dilindungi sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Masyarakat Kehilangan Akses Mobilitas

Sebelumnya, kemunculan papan pengumuman bertuliskan “Tanah Milik” yang memuat ancaman larangan melintas mendadak memantik kegaduhan warga. Para nelayan dan masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian di area pesisir merasa kehilangan akses mobilitas harian mereka.

Keberadaan papan tersebut menyebar luas di media sosial hingga memicu gelombang protes. Masyarakat mempertanyakan keabsahan klaim perorangan atas bibir pantai yang sejatinya tergolong tanah harim atau kawasan sempadan pantai.

Ketua Forum Masyarakat Peduli Madasari, Indra, menyayangkan aksi klaim sepihak tersebut. Ia menilai keberadaan plang itu membatasi akses fasilitas publik secara sewenang-wenang.

“Kami merasa prihatin karena di lokasi yang selama ini menjadi akses umum masyarakat dan nelayan kini muncul papan bertuliskan tanah milik disertai larangan masuk tanpa izin pemilik. Kondisi ini tentu memunculkan banyak pertanyaan,” kata Indra, Minggu (2/8/2026).

Hingga berita ini tayang, Pemkab Pangandaran belum menguraikan rincian temuan awal di lapangan. Pihaknya akan mengawal penelusuran lanjutan mengenai legalitas serta batas-batas lahan bersama BPN dan instansi terkait.

(Sajidin)

Usai Viral, Pengelola Padela Bandung Buka Suara soal Keluhan Kebisingan

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Lapangan Padel di Jalan Surya Sumantri Kota Bandung (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pengelola arena olahraga padel, Padela, yang berlokasi di Jalan Surya Sumantri, Kota Bandung, akhirnya memberikan penjelasan resmi menyikapi rekaman video keluhan warga terkait polusi suara yang viral di media sosial.

Pihak manajemen menegaskan bahwa mereka telah memasang fasilitas peredam suara, menjalankan arahan pemerintah daerah, serta membuka pintu dialog bagi warga yang masih mengeluhkan gangguan kebisingan.

Pemilik Padela, Freddy Sirait, mengutarakan bahwa gelombang protes yang beredar sejauh ini tidak merepresentasikan sikap seluruh warga di lingkungan sekitar. Menurut pengamatannya, pengurus RT, RW, maupun mayoritas warga sekitar tidak pernah melayangkan keberatan atas aktivitas operasional sarana padel miliknya.

“RT RW juga sudah datang, biasa-biasa saja. Satpol PP dulu sudah pernah, segalanya sudah pernah. Nah itu kan gara-gara ada yang viral di Jalan Riau, jadi ikut-ikutan,” kata Freddy saat dihubungi, Senin (3/8/2026).

Freddy menegaskan bahwa tempat usahanya menyerap setiap aspirasi dan masukan masyarakat. Pihaknya bahkan telah mengeksekusi sejumlah pembenahan teknis, termasuk memasang peredam suara di sekeliling area lapangan guna menindaklanjuti arahan pemerintah.

Ia menganggap dinamika suara dari permainan padel masih masuk dalam batas kewajaran karena tergolong sebagai efek dari aktivitas olahraga.

“Memang sudah ada peredam di tembok. Sebenarnya juga enggak begitu berisik. Namanya orang olahraga, mukul kadang ngejerit dikit mah biasa. Main bulutangkis juga kadang teriak,” katanya.

Evaluasi Berkala

Freddy menambahkan, manajemen konsisten melakukan evaluasi berkala agar operasional area lapangan tidak mengusik kenyamanan warga permukiman. Ia mengklaim tingkat kebisingan arena tergolong rendah lantaran setiap lapangan hanya menampung pemain dalam jumlah terbatas.

“Dari kemarin juga kita selalu perbaikan. Namanya tempat olahraga ya pasti ada suara. Tapi berisiknya juga enggak seberapa. Yang main juga paling dua sampai empat orang di satu lapangan,” ungkapnya.

Menyinggung langkah pemanggilan oleh Satpol PP Kota Bandung, Freddy mengonfirmasi bahwa petugas telah meminta keterangan langsung dari pihaknya untuk memverifikasi laporan warga.

“Iya, ngobrol saja dimintai keterangan. Ini komplain kedua kali karena ikut viral, jadi dipanggil lagi,” ucapnya.

Mengenai skema jam operasional, Freddy membeberkan bahwa Pemerintah Kota Bandung hingga kini belum merilis payung hukum khusus yang membatasi durasi buka arena padel. Oleh sebab itu, Padela tetap menjalankan operasional seperti hari-hari biasa.

“Kalau di Jakarta ada aturannya, di daerah permukiman sampai jam 8 malam, di daerah komersial sampai jam 12 malam. Kita di daerah komersial, di pinggir jalan raya. Jadi tetap normal dari jam 6 pagi sampai jam 12 malam,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Video Keluhan Warga Bandung soal Lapangan Padel Viral, Farhan Siapkan Aturan Jam Operasional

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Lapangan Padel di Jalan Surya Sumantri Kota Bandung (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memberikan tanggapan langsung mengenai tayangan video viral di media sosial yang merekam keluhan warga atas gangguan kebisingan dari aktivitas lapangan padel di kawasan Surya Sumantri.

Farhan mengimbau para pemilik modal agar tidak sekadar berpatokan pada pemenuhan dokumen hukum, melainkan wajib membina komunikasi interaktif dan harmonis bersama warga sekitar.

Baca Juga: Ratusan Brand Fesyen Lokal Ramaikan Glam Local Bandung, Ribuan Pengunjung Padati Area Baza

Farhan menguraikan bahwa mayoritas unit bisnis di Kota Bandung beroperasi berdampingan dengan lingkungan tempat tinggal warga. Oleh sebab itu, ia mendesak para pemilik usaha agar membuang sikap abai dan mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat setempat.

“Kepada para pemilik usaha, jangan melakukan tindakan yang sifatnya formal saja. Tidak boleh. Rata-rata usaha Anda ini dibuka dekat dengan permukiman. Maka lakukan sosialisasi, pendekatan kepada masyarakat yang ramah,” kata Farhan, di Balai Kota Bandung Senin (3/8/2026).

Farhan menegaskan bahwa merajut hubungan baik dengan warga lokal memegang peranan penting sebagai bentuk tanggung jawab sosial investor. Menurut pandangannya, masalah tidak mendadak tuntas hanya lantaran pengusaha mengantongi seluruh berkas perizinan resmi.

“Jangan hanya karena secara legal formal Anda sudah beres, maka urusan selesai. Tidak. Kepada para pemilik usaha, kontraktor, siapa pun itu, lakukan pendekatan kepada masyarakat dengan proper. Karena kita ingin semuanya berjalan dengan baik,” katanya.

Pembatasan Jam Operasional

Menyinggung pembatasan jam operasional untuk sarana olahraga padel serta bidang usaha lain yang berisiko memicu polusi suara, Farhan membeberkan bahwa Pemerintah Kota Bandung kini sedang merumuskan regulasi pendukung yang lebih mengikat.

“Jam operasional sampai sekarang aturannya belum ada. Tapi kita akan bikin aturan yang lebih ketat. Dan yang paling penting adalah peraturan tersebut kemudian bisa ditegakkan dan dipantau, sehingga memberikan rasa keadilan kepada semua orang,” jelasnya.

Farhan mengingatkan bahwa pengembang usaha dengan nilai investasi raksasa seharusnya memiliki kapasitas mumpuni untuk menunaikan tanggung jawab sosial di lingkungan sekitar, termasuk menggencarkan sosialisasi secara berkala.

“Para pemilik usaha ini kan bukanlah kelas PKL. Jadi harusnya mereka bisa mematuhi dan melakukan sosialisasi dengan lebih baik kepada masyarakat sekitarnya,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)