spot_imgspot_img
Sabtu 21 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 28

Evaluasi Program MBG, Satgas Pangandaran Libatkan DLH, Dinkes, dan Disdik

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: ilustrasi by web.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Ketua Satgas Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Pangandaran, Untung Saeful Rohman, menegaskan perlunya pengawasan lebih ketat setelah tim menemukan makanan yang tidak layak konsumsi dalam pelaksanaan program tersebut.

Temuan itu muncul saat Satgas melakukan evaluasi terhadap distribusi makanan yang diberikan kepada siswa. Dalam pemeriksaan tersebut, tim menemukan beberapa makanan yang kondisinya sudah tidak layak sejak awal pengiriman.

Baca Juga: KBP3A Pangandaran Catat 28 Kasus Kekerasan Sepanjang 2025, Perlindungan Anak Jadi Prioritas

Untung menyebut kondisi tersebut menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak yang terlibat, terutama pengelola SPPG maupun SPPI atau kepala dapur, agar lebih teliti sebelum makanan disalurkan kepada penerima manfaat.

“Bahkan ada makanan yang sejak dikirim sudah tidak layak untuk dikonsumsi. Ini tentu menjadi perhatian serius bagi kami,” ujar Untung kepada wartawan di Parigi, belum lama ini.

Ia menegaskan pengawasan harus secara menyeluruh agar makanan yang didistribusikan benar-benar memenuhi standar kesehatan dan kelayakan bagi para siswa.

Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat dalam program MBG harus meningkatkan ketelitian, mulai dari proses pengolahan, pengemasan, hingga distribusi.

“Kami berharap ke depan semua pihak lebih cermat dalam memeriksa makanan sebelum didistribusikan kepada anak-anak didik,” katanya.

Untuk memastikan kualitas tetap terjaga, Satgas MBG Pangandaran terus melakukan monitoring bersama sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan. Ketiga instansi tersebut memiliki peran penting dalam pengawasan sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

Selain pengawasan, Satgas juga memberikan arahan kepada pihak SPPG terkait perencanaan menu makanan dalam satu minggu. Melalui perencanaan tersebut, penyedia makanan harus menentukan menu harian sejak awal agar kebutuhan bahan baku dapat terhitung dengan tepat.

Perencanaan menu juga bertujuan menyesuaikan ketersediaan bahan di lingkungan sekitar serta mempertimbangkan harga di pasaran agar program tetap berjalan sesuai kemampuan anggaran.

“Dengan perencanaan, kebutuhan bahan baku bisa menghitungnya sejak awal, termasuk komposisi dan harga, sehingga kualitas makanan tetap terjaga,” ujar Untung.

(Sajidin)

KBP3A Pangandaran Catat 28 Kasus Kekerasan Sepanjang 2025, Perlindungan Anak Jadi Prioritas

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: ‎Kepala KBP3A Pangandaran, Agus Maliana (istimewa).

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Kabupaten Pangandaran mencatat 28 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sepanjang periode laporan terbaru. Data tersebut bersumber dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA).

Dari jumlah tersebut, kasus kekerasan terhadap anak mendominasi dibandingkan jenis kekerasan lainnya. Rinciannya terdiri dari 4 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), 2 kasus kekerasan terhadap perempuan, dan 22 kasus kekerasan terhadap anak.

Baca Juga: KNPI Pangandaran Soroti Program MBG, Jangan Sampai Jadi Proyek Gaga

Kepala Dinas KBP3A Pangandaran, Agus Maliana, menyebut sebagian besar kasus yang menimpa anak berkaitan dengan kekerasan seksual sehingga membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.

Agus menegaskan perlindungan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat.

“Kasus kekerasan terhadap anak masih terdominasi kekerasan seksual. Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama agar perlindungan anak bisa lebih maksimal di keluarga, sekolah, dan lingkungan,” ujar Agus di ruang kerjanya, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan petugas telah menangani seluruh laporan sesuai prosedur layanan perlindungan perempuan dan anak. Tim layanan memprioritaskan pemulihan kondisi korban melalui pendampingan psikologis serta koordinasi dengan berbagai instansi terkait.

Menurut Agus, pendampingan tidak hanya kepada korban, tetapi juga kepada keluarga agar proses pemulihan berjalan lebih baik.

Selain penanganan kasus, Dinas KBP3A Pangandaran terus menjalankan berbagai program pencegahan agar angka kekerasan tidak terus meningkat. Program tersebut melibatkan banyak pihak, mulai dari perangkat daerah, sekolah, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, hingga organisasi masyarakat.

Petugas rutin menggelar sosialisasi, edukasi, serta penguatan kapasitas lembaga layanan guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan perempuan dan anak.

Agus mengajak masyarakat tidak ragu melaporkan setiap tindakan kekerasan agar korban segera mendapatkan perlindungan dan pendampingan.

“Kami berkomitmen memberikan perlindungan dan penanganan secara menyeluruh bagi korban kekerasan perempuan dan anak. Peran masyarakat sangat penting untuk mencegah kasus serupa terjadi,” pungkasnya.

(Sajidin)

Dari Silaturahmi Jadi Aksi Sosial, Alumni SMPN 1 Ciamis Angkatan 1989 Berbagi di Bulan Puasa

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Foto: Para alumni membagian takji dan makan gratis di Alun-Alun Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Semangat berbagi di bulan suci Ramadan terus ditunjukkan alumni SMPN 1 Ciamis angkatan 1989. Mereka memanfaatkan momen kebersamaan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menebar kepedulian kepada masyarakat.

Para alumni menggelar kegiatan sosial dengan membagikan takjil dan makanan gratis kepada warga yang melintas di kawasan Alun-Alun Ciamis, Senin (9/3/2026). Aksi berbagi tersebut menjadi agenda rutin yang mereka lakukan setiap Ramadan.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Harga Cabai dan Bawang di Pasar Manis Ciamis Kompak Naik

Kegiatan berlangsung secara bergiliran oleh masing-masing kelas sejak 15 Ramadan. Pada hari itu, giliran kelas C yang turun langsung ke lapangan untuk membagikan paket berbuka puasa kepada masyarakat menjelang waktu magrib.

Koordinator kegiatan, Rini, menjelaskan setiap kelas awalnya menyiapkan sekitar 100 paket takjil. Namun tingginya antusiasme alumni yang ingin ikut berpartisipasi membuat jumlah bantuan bertambah hingga mencapai sekitar 500 paket.

“Awalnya kami menyiapkan 100 paket dari setiap kelas, tapi karena banyak yang ingin ikut berbagi, jumlahnya bertambah sampai sekitar 500 paket,” ujar Rini.

Ia menuturkan, kegiatan berbagi takjil sudah menjadi tradisi tahunan bagi alumni angkatan 1989. Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan tersebut juga menjadi ajang mempererat hubungan antaralumni yang sudah lama tidak bertemu.

CIAMIS, FOKUSJabar.id
Foto: Para alumni membagian takji dan makan gratis di Alun-Alun Ciamis

Kondisi Hujan Tidak Menghabat Pembagian Paket Takjil

Beragam menu disiapkan dalam paket takjil, mulai dari kolak, nasi dengan lauk ayam, minuman segar, hingga es campur. Semua paket dibagikan kepada warga yang melintas di sekitar alun-alun menjelang waktu berbuka puasa.

Cuaca hujan sempat turun saat kegiatan berlangsung, namun kondisi tersebut tidak mengurangi semangat para alumni untuk tetap berbagi kepada masyarakat.

“Walaupun hujan, Alhamdulillah kegiatan tetap berjalan. Yang penting kami bisa berbagi dengan warga yang sedang berpuasa maupun siapa saja yang melintas,” katanya.

Rini berharap kebersamaan dalam kegiatan sosial seperti ini terus terjaga dan dapat menginspirasi angkatan lain untuk melakukan hal serupa.

Ia menambahkan, kegiatan berbagi takjil mulai sejak 15 Ramadan dan masih akan berlangsung beberapa hari ke depan. Jika menghitung secara keseluruhan, targetnya ribuan paket takjil tersalurkan hingga akhir kegiatan.

“Besok pembagian oleh masing-masing kelas selesai, tapi setelah itu masih berlanjut dengan dukungan donatur yang ingin ikut berbagi,” pungkasnya.

(Mia)

Mengenal Kanker Ginjal, Penyakit yang Diidap Vidi Aldiano Sejak 2019

0
Mengenal Kanker Ginjal, Penyakit yang Diidap Vidi Aldiano Sejak 2019, (Surce Foto Instagram Vidi Aldiano)
Mengenal Kanker Ginjal, Penyakit yang Diidap Vidi Aldiano Sejak 2019, (Surce Foto Instagram Vidi Aldiano)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dunia hiburan Indonesia kehilangan salah satu musisi terbaiknya setelah penyanyi sekaligus penulis lagu Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026, dalam usia 35 tahun. Ia mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perjuangan panjang melawan kanker ginjal yang pertama kali terdiagnosis pada tahun 2019.

Sejak menerima diagnosis tersebut, Vidi menjalani berbagai proses pengobatan intensif. Dokter sempat melakukan operasi pengangkatan salah satu ginjal dan terus memantau kondisi kesehatannya secara berkala selama masa perawatan.

Baca Juga: Profil Sheila Dara Aisha, Perjalanan Karier dan Kisah Cintanya dengan Vidi Aldiano

Kepergian musisi tersebut kembali mengingatkan masyarakat tentang bahaya kanker ginjal, penyakit serius yang menyerang organ vital yang berfungsi menyaring limbah dari darah sekaligus menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Pada orang dewasa, jenis kanker ginjal yang paling sering ditemukan yaitu renal cell carcinoma, yakni kanker yang berkembang dari sel-sel penyaring darah di dalam ginjal. Penyakit ini muncul saat sel abnormal tumbuh tidak terkendali hingga membentuk tumor.

Para ahli menyebut penyebab kanker ginjal tidak selalu dapat ditentukan secara pasti. Namun sejumlah penelitian menemukan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit tersebut.

1. Kebiasaan merokok

Merokok menjadi salah satu faktor risiko terbesar. Zat kimia dari asap rokok masuk ke aliran darah lalu disaring oleh ginjal. Paparan dalam jangka panjang dapat merusak sel ginjal dan memicu perubahan genetik yang berpotensi berkembang menjadi kanker.

2. Obesitas atau kelebihan berat badan

Berat badan berlebih memicu perubahan hormon dalam tubuh, termasuk peningkatan insulin dan faktor pertumbuhan tertentu yang dapat merangsang pertumbuhan sel abnormal. Kondisi ini juga sering berkaitan dengan gangguan metabolisme yang memengaruhi kesehatan ginjal.

3. Tekanan darah tinggi (hipertensi)

Hipertensi yang berlangsung lama dapat merusak pembuluh darah di dalam ginjal. Kerusakan tersebut berpotensi memicu perubahan jaringan yang kemudian berkembang menjadi tumor.

4. Faktor genetik atau riwayat keluarga

Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat kanker ginjal memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit yang sama. Beberapa kelainan genetik tertentu juga dapat meningkatkan kerentanan terhadap kanker.

5. Penyakit ginjal kronis dan dialisis jangka panjang

Penderita penyakit ginjal kronis, terutama yang harus menjalani dialisis dalam waktu lama, memiliki kemungkinan lebih besar terkena kanker ginjal. Kerusakan jaringan yang berlangsung terus-menerus dapat memicu pertumbuhan sel abnormal.

6. Paparan bahan kimia berbahaya

Paparan zat kimia seperti kadmium, arsenik, dan pelarut industri di lingkungan kerja juga berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker ginjal.

Memahami berbagai faktor risiko tersebut menjadi langkah penting untuk meningkatkan kewaspadaan. Pola hidup sehat, pemeriksaan rutin, serta menghindari kebiasaan berisiko dapat membantu menjaga kesehatan ginjal sejak dini.

(Jingga Sonjaya)

Pemkot Bandung Distribusikan 12.000 Paket Sembako, Awasi Potensi Penimbunan Barang

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Pemkot Bandung Distribusikan 12.000 Paket Sembako, Awasi Potensi Penimbunan Barang

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Bandung memperkuat langkah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadan sekaligus menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Upaya tersebut dilakukan agar warga tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah meningkatnya permintaan selama bulan puasa.

Pemkot Bandung menjalankan program tersebut melalui kerja sama dengan Yayasan Dana Sosial Parahyangan (YDSP) serta melibatkan berbagai komunitas sosial di Kota Bandung. Salah satu kegiatan penyaluran bantuan berlangsung di kantor YDSP di Jalan Nana Rohana.

Baca Juga: Nasib Bandung Zoo Belum Jelas, Komite Pengelola Baru Masih Disiapkan

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan pemerintah menyalurkan bantuan secara bertahap ke sejumlah wilayah agar lebih banyak warga menerima manfaat selama Ramadan.

“Hari ini kami bersama komunitas, kali ini dengan YDSP di Jalan Nana Rohana. Di lokasi ini kami menyalurkan lebih dari seribu paket sembako selama 12 hari,” ujar Farhan, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan, program bantuan tersebut merupakan bagian dari kegiatan sosial selama Ramadan. Pemkot Bandung mencatat ribuan paket sembako telah tersalurkan sejak akhir Februari.

“Selama periode 25 Februari sampai 13 Maret, total sekitar 12.000 paket sembako kami distribusikan kepada masyarakat. Program ini untuk membantu warga sekaligus menyemarakkan Ramadan,” katanya.

Menjaga Kestabilan harga Bahan Pokok

Selain menyalurkan bantuan, pemerintah kota juga fokus menjaga kestabilan harga bahan pokok di pasaran. Pemkot memastikan distribusi kebutuhan pokok berjalan lancar agar tidak terjadi lonjakan harga.

Farhan menegaskan pemerintah bekerja sama dengan kepolisian dan Bulog untuk mengawasi gudang penyimpanan bahan pokok guna mencegah penimbunan.

“Yang paling penting bagi kami memastikan distribusi dan supply chain berjalan lancar. Kami bersama kepolisian dan Bulog mengawasi tempat penyimpanan bahan pokok supaya tidak terjadi penimbunan,” jelasnya.

Menurut Farhan, pemerintah kota telah mendata sejumlah gudang resmi berikut jumlah stok yang tersedia. Data tersebut digunakan sebagai dasar pengawasan agar harga tetap terkendali.

“Kami sudah memiliki daftar gudang resmi beserta stoknya. Jika ada yang tidak wajar, kami langsung tindak supaya tidak terjadi penimbunan dan harga tetap terjangkau masyarakat,” kata Farhan.

(Jingga Sonjaya)

Jelang Lebaran, Harga Cabai dan Bawang di Pasar Manis Ciamis Kompak Naik

0
Ciamis, FOKUSJabar.id
Ketpot: Harga Cabe rawit hijau di pasar Manis Ciamis harganya mulai merangkak naik

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Harga sejumlah kebutuhan dapur di Pasar Manis Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mulai merangkak naik dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan paling terasa terjadi pada cabai hijau dan cabai rawit merah yang dijual para pedagang di pasar tradisional tersebut.

Tidak hanya cabai, pedagang juga menaikkan harga tomat merah dan tomat hijau. Kondisi itu diikuti oleh kenaikan harga bawang merah dan bawang putih yang ikut terdongkrak menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Baca Juga: Ramadan Penuh Makna, MI Al-Mu’minin Ciamis Gelar Qur’an Camp

Kepala UPTD Pasar Manis Ciamis, Dana Sudiana, menyebut petugas memantau langsung harga di sejumlah kios dan menemukan hampir semua komoditas dapur mengalami kenaikan.

Menurut Dana, harga cabai, tomat, dan bawang mulai bergerak naik seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Lebaran.

“Harga cabai hijau, cabai rawit, tomat, dan bawang sekarang sudah naik dari sebelumnya,” ujar Dana, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan, harga komoditas tersebut sempat turun setelah memasuki pekan pertama bulan puasa. Namun, mendekati Idul Fitri, pedagang kembali menyesuaikan harga karena permintaan pasar terus meningkat.

“Biasanya saat munggahan harga naik, lalu sempat turun di awal puasa. Sekarang mulai naik lagi karena Lebaran semakin dekat,” katanya.

Kenaikan harga juga terasa oleh pedagang sayuran keliling. Dedeh, salah seorang pedagang, mengaku harus lebih berhati-hati mengatur modal karena harga kulakan semakin tinggi.

Ia mengatakan, sebelumnya harga sempat stabil sehingga dagangannya mudah terjual. Namun setelah harga naik, ia harus menyesuaikan kembali harga eceran agar tetap laku di masyarakat.

“Waktu harga masih turun, dagangan cepat habis. Sekarang harga dari pasar sudah naik lagi, jadi harus pintar mengatur supaya tidak rugi,” ujarnya.

(Husen Maharaja)

Nasib Bandung Zoo Belum Jelas, Komite Pengelola Baru Masih Disiapkan

0
Bandung@fokusjabar.id
Nasib Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo masih belum menemui kepastian setelah lebih dari sebulan ditutup dan disegel.(fokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Nasib Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo masih belum menemui kepastian setelah lebih dari sebulan di tutup dan di segel.

Hingga saat ini, komite yang akan merumuskan konsep baru sekaligus menentukan pengelola kebun binatang tersebut juga belum terbentuk.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan hingga saat ini belum ada perkembangan signifikan terkait pembentukan komite tersebut. RMenurutnya, proses penyusunan tim seleksi di lakukan secara ketat karena melibatkan berbagai pihak.

Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran, Terminal Cicaheum Kota Bandung Siapkan 165 Bus

“Belum ada. Kita masih mau menentukan dulu tim seleksinya. Tim seleksinya ini ketat soalnya, melibatkan para ahli, budayawan, pemerintah provinsi, pemerintah kota, dan pemerintah pusat,” kata Farhan, Senin (9/3/2026).

Farhan menjelaskan, saat ini konsep pengelolaan baru untuk Kebun Binatang Bandung masih terus di bahas. Ia menegaskan, ada sejumlah prinsip yang harus di pertahankan dalam pengelolaan ke depan. Salah satunya adalah mempertahankan para karyawan lama yang selama ini bekerja di kebun binatang tersebut.

“Pegawai yang lama tetap di pertahankan, karena untuk mencari pegawai baru rasanya tidak adil. Banyak pegawai yang sudah lebih dari 20 sampai 30 tahun bekerja di situ, jadi harus di pertahankan,”jelasnya.

Selain itu, pengelolaan baru juga harus tetap menjaga nilai sejarah dan warisan budaya yang melekat pada Kebun Binatang Bandung, termasuk peran para tokoh pendiri dan keluarga yang selama ini terkait dengan keberadaan kebun binatang tersebut.

“Warisan budaya dan sejarah tetap harus di pertahankan. Warisan budaya tidak boleh di cabut dari akar peninggalan dan historical dari keberadaan berbagai pihak yang ada di situ,” katanya.

Farhan menuturkan, pembentukan komite tersebut mengacu pada pendapat hukum (legal opinion) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Dalam pendapat hukum tersebut, pengelolaan Kebun Binatang Bandung di sarankan di lakukan melalui skema kerja sama pemanfaatan dengan pihak ketiga.

“Legal opinion dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat agar di kelola lewat skema kerja sama pemanfaatan oleh pihak ketiga. Jadi ini bukan mau-maunya saya atau Pemprov, tapi ini adalah legal opinion dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat,” tegasnya.

Pemkot Bandung Membenahi Persoalan

Ia memastikan langkah yang di ambil Pemerintah Kota Bandung dalam membenahi persoalan pengelolaan Bandung Zoo telah sesuai dengan berbagai aturan yang berlaku, mulai dari undang-undang, peraturan daerah, hingga hasil putusan pengadilan.

Farhan menambahkan, komite yang akan menyeleksi pengelola baru harus segera terbentuk. Pasalnya, masa penyegelan Kebun Binatang Bandung maksimal hanya berlangsung selama tiga bulan.

Baca Juga: Ramadan, Bio Farma Salurkan Bantuan Sosial Rp2 M

“Harus selesai akhir April ini. Saya juga deg-degan karena waktunya mepet,”ucapnya.

Terkait kemungkinan kebun binatang di buka saat libur Lebaran, Farhan mengatakan pihaknya masih akan melihat perkembangan situasi. Ia mengakui Bandung Zoo merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Kota Bandung, namun kondisi satwa tetap menjadi prioritas.

“Saya mengerti banyak masyarakat yang ingin berlibur ke sana, tapi kita juga harus menjaga agar keamanan, kebersihan, dan kesejahteraan hewan tetap di utamakan. Kalaupun di buka, kemungkinan tetap gratis tapi waktunya terbatas,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)