spot_imgspot_img
Sabtu 10 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 274

OJK Tasikmalaya Bongkar Modus Penipuan Titip Limit Paylater, Puluhan Korban Rugi Lebih dari Rp500 Juta

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (ist Ojk)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya bersama Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) dan Polres Ciamis sukses membongkar sindikat penipuan keuangan. Kejahatan berkedok titip limit paylater ini menjerat puluhan warga di Kabupaten Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya, hingga Kota Tasikmalaya.

Pengungkapan kasus ini menjadi bukti nyata komitmen kuat OJK dan kepolisian dalam melindungi konsumen serta memberantas kejahatan keuangan.

Baca Juga: Nyinyir Pasien BPJS, Apakah Oknum Pegawai RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya Dipecat?

Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, memberikan apresiasi tinggi atas respons cepat tim Satgas PASTI dan Polres Ciamis.

“Keberhasilan pengungkapan kasus kejahatan keuangan ini, menunjukkan pentingnya kolaborasi antara regulator dan aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti setiap laporan masyarakat,” ungkap Nofa Hermawati, Kamis (6/8/2026).

Modus Titip Limit Paylater Bikin Rugi Setengah Miliar

Kasus ini mencuat setelah sejumlah korban melapor ke OJK Tasikmalaya. Pelaku menjalankan modus dengan menawarkan jasa titip limit paylater dan menjanjikan keuntungan menggiurkan. Aksi kejahatan ini memicu kerugian warga yang mencapai lebih dari Rp500 juta.

“Kami langsung menindaklanjuti terkait laporan tersebut, OJK Tasikmalaya melalui Satgas PASTI pun melakukan koordinasi dan pertukaran informasi dengan Polres Ciamis sebagai bagian dari proses langkah penyelidikan,” ujarnya.

Penyelidikan intensif gabungan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Kepolisian berhasil menciduk satu terduga pelaku utama untuk menjalani proses hukum.

Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Carsono, menegaskan keberhasilan ini berkat koordinasi cepat antarinstansi.

“Sinergi dan pertukaran informasi dengan OJK Tasikmalaya melalui Satgas PASTI sangat membantu proses penyelidikan sehingga dapat berjalan secara efektif. Kami juga mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban agar segera melapor sehingga seluruh fakta dapat diungkap secara menyeluruh sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ungkap AKP Carsono.

OJK Minta Warga Pegang Teguh Prinsip 2L

OJK Tasikmalaya mengingatkan seluruh masyarakat agar semakin waspada menghadapi modus penipuan layanan keuangan digital. Pihaknya meminta warga menjaga ketat data pribadi dan tidak menyerahkan kode One-Time Password (OTP) atau akses akun kepada siapapun.

“Masyarakat diminta untuk tidak memberikan data pribadi, kode one-time password (OTP), maupun akses akun kepada pihak lain, serta selalu menerapkan prinsip 2L (Legal dan Logis) sebelum menggunakan produk atau layanan jasa keuangan,” tegas Nofa Hermawati.

Warga yang menemukan indikasi kejahatan serupa dapat langsung melapor ke Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) melalui situs iasc.ojk.go.id.  OJK Tasikmalaya juga membuka layanan pengaduan tatap muka di kantor mereka, Jalan K.H.Z. Mustofa No. 339A, Kota Tasikmalaya.

(Seda)

Gerbang SDN 026 Bojongloa Bandung Digembok Lagi, Murid Terpaksa PJJ di Tengah Sengketa Lahan

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Kepala SDN 026 Bojongloa, Agus Mohamad Fajari (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Konflik kepemilikan lahan SD Negeri 026 Bojongloa, Kelurahan Kebon Lega, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung terus menyita perhatian publik. Masalah hukum ini membentang panjang dan bergulir hingga bertahun-tahun tanpa kepastian jelas.

Pihak yang mengklaim sebagai ahli waris bahkan sudah menyegel dan menggembok gerbang utama sekolah sebanyak tiga kali.

Baca Juga: Waduh! Gerbang SDN 026 Bojongloa Bandung Digembok Ahli Waris

Kepala SDN 026 Bojongloa, Agus Mohamad Fajari membeberkan bahwa kasus penyegelan ini berakar dari masa kepemimpinan Wali Kota terdahulu.

“Kalau kejadian ini sudah beberapa kali. Sekarang itu yang ketiga kalinya digembok. Dari tahun 2000-an ke sini, zaman Pak Ridwan Kamil masih jadi wali kota, belum jadi gubernur,” kata Agus, Kamis (6/8/2026).

Sekolah Ambil Langkah PJJ Demi Jiwa Siswa

Sengketa yang berlarut-larut mulai mengganggu ketenangan mental para murid serta para pendidik. Pihak sekolah mengambil keputusan cepat dengan memberlakukan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) setiap kali penggembokan terjadi. Langkah ini bertujuan memproteksi kesehatan mental anak-anak dari ancaman tekanan psikologis.

“Itulah yang kita khawatirkan, terutama dari Dinas Pendidikan juga seperti itu. Kenapa kita PJJ kan anak-anak, takutnya berdampak kepada mereka,” ujarnya.

Pihak sekolah membatasi penyebaran informasi terkait aksi penyegelan ini hanya kepada orang tua murid. Agus sengaja menyembunyikan detail konflik dari para siswa agar proses belajar dan perkembangan jiwa anak tidak terganggu.

“Yang kita informasikan hanya orang tua. Anak-anak tidak diinformasikan, karena kejadian ini bukan sekarang saja. Anak-anak angkatan sebelumnya juga pasti sudah tahu persoalan ini,” jelasnya.

Kepala Sekolah Tahan Tekanan, Dinas Pendidikan Turun Tangan

Sebagai pimpinan, Agus memikul beban berat untuk menjaga situasi internal sekolah tetap kondusif. Ia terus berusaha memberikan ketenangan kepada jajaran guru dan masyarakat sekitar lingkungan sekolah.

“Ya pasti tertekan. Tapi sebagai kepala sekolah saya harus bisa menenangkan guru-guru, masyarakat, dan lain sebagainya. Jadi saya berusaha tetap tenang,” ungkapnya.

Dinas Pendidikan Kota Bandung merespons kejadian ini dengan mengimbau seluruh warga sekolah agar tidak panik. Saat ini, Disdik meningkatkan koordinasi intensif bersama Pemerintah Kota Bandung guna menuntaskan konflik pertanahan yang telah menyita waktu bertahun-tahun tersebut.

“Dari Dinas Pendidikan juga menganjurkan kepada kami untuk tenang karena kami akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bandung,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Aksi Gotong Royong Mengharukan, Warga dan TNI Bersihkan Puing Tiga Rumah yang Terbakar di Ciamis

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot: Warga masyarakat Desa Margaharja dan Bhabinsa saat bergotong membersihkan puing puing sisa kebakaran

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Puluhan warga bersama Babinsa TNI-AD dan pemerintah Desa Margaharja, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menggelar aksi gotong royong membersihkan puing-puing sisa kebakaran yang menghanguskan tiga rumah warga, Kamis (6/8/2026).

Sejak pagi hingga siang hari, warga masyarakat bahu-membahu menyingkirkan material sisa kebakaran yang berserakan di sekitar lokasi pemukiman tersebut.

Baca Juga: KPU Sosialisasikan Pemutakhiran Data Parpol Berkelanjutan, DPC Demokrat Ciamis Sudah Clear

Komandan Pos Militer (Danposmil) Sukadana, Serma Sailan, mengonfirmasi bahwa musibah kebakaran tersebut melanda tiga rumah warga di wilayah Desa Margaharja, Rabu (5/8/2026).

“Beruntung dalam peristiwa kebakaran itu tidak memakan korban jiwa, hanya kerugian material yang diderita para pemilik rumah,” ujar Serma Sailan, Kamis (6/8/2026).

Sinergi Antara TNI, Pemerintah Desa, dan Masyarakat

Sailan menjelaskan bahwa peristiwa kebakaran kemarin menyisakan puing-puing bangunan yang berserakan di sekitar lokasi. Kondisi ini menggugah kepedulian jajaran TNI dan pemerintah desa untuk bergerak cepat membantu para korban secara gotong royong.

“Kami beserta warga masyarakat saat ini bergotong royong untuk membantu para pemilik rumah yang terkena musibah,” tutur Sailan.

Sementara itu, Kepala Desa Margaharja, Warto, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian serta respons cepat warga. Terlebih apresiasi terhadap peran aparat TNI dalam aksi sosial tersebut.

“Alhamdulillah, warga di sini sangat antusias membantu masyarakat yang terkena musibah kebakaran kemarin,” ungkap Warto.

(Husen Maharaja)

Orang Tua yang Diduga Meninggalkan Bayi Perempuan Dicari Polres Pangandaran 

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Bayi perempuan 8 bulan saat di periksa di Puskesmas Kalipucang Pangandaran.(fokusjabar.id/Sajidin)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Jajaran Polsek Kalipucang Polres Pangandaran menangani penemuan seorang bayi perempuan yang di duga di tinggalkan orang tuanya di kawasan Terminal Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

‎Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, melalui Kapolsek Kalipucang IPTU Ridwan mengatakan, penemuan berawal dari laporan warga bernama Silvi Sukriyanti.

‎Menurut keterangan pelapor, bayi tersebut di temukan bersama seorang perempuan yang di duga ibu kandungnya di Musala Terminal Kalipucang.

Baca Juga: Kronologis Bayi Perempuan 8 Bulan Ditinggal di Terminal Kalipucang Pangandaran

‎”Menurut keterangan pelapor, perempuan tersebut sempat memandikan bayi di musala terminal. Saat di ajak berkomunikasi, jawabannya tidak jelas atau mengelantur,” ujar Kapolsek.

‎IPTU Ridwan menyebut, perempuan itu menitipkan bayi kepada pelapor dengan pesan agar di rawat selama 10 hari dan tidak di serahkan kepada siapa pun. 

‎Namun perempuan tersebut tidak bersedia memberikan identitasnya. Tidak lama setelah itu ia pergi meninggalkan lokasi.

‎”Perempuan tersebut menitipkan bayi kepada pelapor dengan pesan agar di rawat selama sepuluh hari dan tidak di serahkan kepada siapa pun. Namun, perempuan tersebut tidak bersedia memberikan identitasnya,” jelas IPTU Ridwan.

‎Setelah menerima laporan, personel Polsek Kalipucang bersama petugas kesehatan segera melakukan pemeriksaan. 

Hasil Pemeriksaan Puskesmas

‎Hasil pemeriksaan di Puskesmas Kalipucang menunjukkan bayi perempuan yang di perkirakan berusia sekitar 8 bulan tersebut dalam kondisi sehat.

‎Data kesehatan bayi: 

‎- Panjang badan: 68 cm

– Berat badan: 7,1 kg 

– Lingkar kepala: 46 cm

– Saturasi oksigen: 98 persen

‎- Denyut nadi: 116 kali per menit

‎Berdasarkan informasi, perempuan yang di duga ibu bayi sebelumnya di ketahui menginap di emperan salah satu rumah makan di sekitar Terminal Kalipucang. Hingga saat ini identitas maupun keberadaannya masih dalam penyelidikan.

Baca Juga: Bayi Perempuan 8 Bulan Ditemukan di Terminal Kalipucang Pangandaran

‎”Kami terus melakukan upaya pencarian terhadap ibu maupun keluarga bayi, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri informasi dari masyarakat,” tegas Kapolsek.

‎Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui identitas atau keberadaan ibu maupun keluarga bayi agar segera menghubungi Polsek Kalipucang atau Polres Pangandaran.

‎”Kami mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui identitas atau keberadaan ibu maupun keluarga bayi tersebut agar segera menghubungi Polsek Kalipucang atau Polres Pangandaran sehingga penanganan terhadap bayi ini dapat di lakukan sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

(Sajidin)

Waduh! Gerbang SDN 026 Bojongloa Bandung Digembok Ahli Waris

0
Bandung@fokusjabar.id
Aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 026 Bojongloa, Kelurahan Kebon Lega, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, lumpuh setelah gerbang sekolah digembok oleh pihak yang mengaku sebagai ahli waris, Kamis (6/8/2026) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 026 Bojongloa, Kelurahan Kebon Lega, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, lumpuh setelah gerbang sekolah di gembok oleh pihak yang mengaku sebagai ahli waris, Kamis (6/8/2026) pagi.

Akibatnya, sebanyak 945 siswa terpaksa di pulangkan dan mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) demi menghindari potensi ganguan terhadap keselamatan mereka.

Kepala SDN 026 Bojongloa Kidul, Agus Mohamad Fajari mengaku, bahwa dirinya baru mengetahui insiden tersebut setelah menerima laporan dari guru dan penjaga sekolah sekitar pukul 06.00 WIB.

Baca Juga: Wisuda ke-2 STEI Yapisha Garut Bukti Nyata Berkembangnya Institusi

“Tadi pagi saya tidak tahu karena kejadiannya sekitar jam 6 atau bahkan sebelum jam 6. Saya mendapat informasi dari guru dan penjaga sekolah bahwa sekolah ini di gembok oleh ahli waris,” kata Agus saat di temui di lokasi.

Setelah menerima laporan, Agus langsung berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Bandung melalui pengawas pembina. Hasil koordinasi memutuskan seluruh siswa di pulangkan dan mengikuti PJJ.

“Saya langsung lapor ke Pak Korwas sebagai pengawas bina. Beliau kemudian menghubungi Dinas Pendidikan sehingga di putuskan anak-anak melaksanakan PJJ,” katanya.

Menurutnya, saat keputusan di ambil sebagian siswa sudah berada di dalam lingkungan sekolah, sedangkan sebagian lainnya masih berada di luar gerbang. Kondisi tersebut di khawatirkan memicu kericuhan maupun membahayakan keselamatan siswa.

“Yang saya khawatirkan daerah ini ramai. Saya takut terjadi chaos, kemudian takut terjadi kecelakaan terhadap anak-anak. Makanya kami berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan akhirnya anak-anak di bubarkan untuk melaksanakan PJJ,” jelasnya.

Agus menegaskan, bahwa pihak sekolah sama sekali tidak menerima pemberitahuan ataupun koordinasi sebelum gerbang sekolah di gembok.

“Tidak ada informasi kepada sekolah, terutama kepada saya sebagai kepala sekolah,”ucapnya.

Ahli Waris Pasang Spanduk

Agus mengungkapkan, pihak yang mengaku sebagai ahli waris sebelumnya telah memasang spanduk di lingkungan sekolah sekitar satu bulan lalu tanpa koordinasi dengan pihak sekolah.

“Spanduk ini sudah ada lebih dari satu bulan. Mereka datang hari Minggu saat sekolah libur. Saya juga waktu itu sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan mengenai kondisi tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga: Pelaku Penebang 12 Pohon di Cijerah Mengaku ke Wawalkot Bandung

Gerbang sekolah akhirnya di buka kembali sekitar pukul 07.00 WIB. Namun, sebelum situasi mereda sempat terjadi adu argumen antara pihak ahli waris dengan seorang guru terkait keputusan sekolah memberlakukan PJJ.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, SDN 026 Bojongloa telah menyiapkan skema pemindahan sementara kegiatan belajar mengajar ke SDN 148 apabila situasi kembali tidak kondusif.

“Kami sudah berkoordinasi dengan SDN 148. Kalau nanti terjadi insiden lagi, pembelajaran sementara akan di alihkan ke sana. Tetapi kalau situasi tetap kondusif, kami akan tetap belajar di sini sampai ada keputusan relokasi,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

30 Pejabat Ciamis Lulus PKA Mandiri, Digitalisasi Aset Jadi Inovasi Terbaik

0
Ciamis@fokusjabar.id
30 Pejabat Ciamis Lulus PKA Mandiri, Digitalisasi Aset Jadi Inovasi Terbaik.(Istimewa)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Sebanyak 30 pejabat administrator atau eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis. Di nyatakan lulus Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026.

Dan kegiatan tersebut pertama kalinya di selenggarakan secara mandiri oleh Pemerintah Kabupaten Ciamis. 

Seluruh peserta berhasil meraih predikat sangat memuaskan dan memuaskan setelah mengikuti pelatihan selama kurang lebih tiga bulan.

Baca Juga: KPU Sosialisasikan Pemutakhiran Data Parpol Berkelanjutan, DPC Demokrat Ciamis Sudah Clear

Selain mencetak seluruh peserta lulus, pelatihan tersebut juga melahirkan berbagai proyek perubahan. Yang di arahkan untuk mendukung percepatan pembangunan daerah sesuai visi dan misi Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Kepala BKPSDM Kabupaten Ciamis, Ai Rusli Suargi, mengatakan penyelenggaraan Pelatihan Kepemimpinan secara mandiri. Menjadi langkah strategis karena pemerintah daerah dapat menyesuaikan materi pembelajaran dan proyek perubahan dengan kebutuhan pembangunan di Kabupaten Ciamis.

“Ini pertama kalinya Pemerintah Kabupaten Ciamis menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan secara mandiri. Sebelumnya peserta selalu mengikuti pelatihan yang di fasilitasi BKPSDM atau Lembaga Administrasi Negara,” ujar Ai Rusli, Kamis (6/8/2026).

Efisiensi Anggaran

Menurutnya, pelaksanaan secara mandiri juga memberikan efisiensi anggaran yang cukup signifikan karena seluruh rangkaian kegiatan di laksanakan di Kabupaten Ciamis.

“Dengan penyelenggaraan mandiri ini, kita bisa lebih mengarahkan proyek perubahan agar berkontribusi terhadap pencapaian visi dan misi Bupati. Dari sisi anggaran juga jauh lebih efektif dan efisien karena seluruh pelaksanaan di lakukan di Ciamis,” katanya.

Ai menjelaskan, seluruh peserta di wajibkan menyusun proyek perubahan yang mengacu pada empat tema. Prioritas pembangunan daerah, yakni ketahanan pangan, investasi, pendidikan berkualitas, serta pelayanan dasar kesehatan yang bermutu.

Seluruh inovasi tersebut di harapkan mampu mendukung target pembangunan sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kabupaten Ciamis.

Dari hasil penilaian akhir, Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Ciamis, Mar Diyana Yusuf, berhasil meraih peringkat pertama. Melalui inovasi digitalisasi aset daerah bertajuk Aplikasi Aset Penjaga Pangan.

Inovasi tersebut di nilai mampu memperkuat tata kelola aset daerah sekaligus mendukung sektor ketahanan pangan.

Peringkat kedua di raih Tigin Ary Ginanjar, Sekretaris Bapperida Kabupaten Ciamis. Melalui proyek penyediaan basis data potensi investasi dan UMKM Kabupaten Ciamis.

Basis data tersebut di harapkan menjadi sumber informasi yang memudahkan calon investor mengetahui peluang investasi di berbagai sektor.

Sementara peringkat ketiga di raih Aris Gunanto dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis melalui inovasi penanganan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.

Program tersebut di rancang dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Sebagai upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan nyaman bagi peserta didik.

Bupati Ciamis Apresiasi Seluruh Peserta

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya mengapresiasi keberhasilan seluruh peserta yang mampu menyelesaikan pelatihan dengan hasil memuaskan.

Ia berharap berbagai inovasi yang telah di susun tidak berhenti sebagai proyek selama pelatihan. Tetapi benar-benar di terapkan di masing-masing perangkat daerah.

“Seluruh organisasi perangkat daerah di harapkan memiliki arah yang sama dalam mendukung program prioritas pemerintah daerah. Sehingga proyek perubahan yang di hasilkan peserta dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Herdiat.

Baca Juga: Soal Marak Isu Manipulasi Absensi ASN, BKPSDM Ciamis Bilang Begini

Menurutnya, keberhasilan Pelatihan Kepemimpinan tidak hanya di ukur dari kelulusan peserta, tetapi juga dari sejauh mana proyek perubahan. Yang di hasilkan mampu menjawab persoalan daerah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Herdiat juga menyampaikan selamat kepada seluruh peserta, khususnya lima besar terbaik, serta mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Atas dukungan dan pendampingan sehingga Kabupaten Ciamis berhasil menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan secara mandiri untuk pertama kalinya.

(Mia)

Kronologis Bayi Perempuan 8 Bulan Ditinggal di Terminal Kalipucang Pangandaran

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Bayi perempuan 8 bulan saat di gendong oleh petugas dari Dinsos Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Terungkap kronologi penemuan bayi perempuan usia 8 bulan di Terminal Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Selasa (5/8/2026) pagi.

‎Bayi tersebut pertama kali di serahkan oleh seorang perempuan yang di duga ibu kandungnya hendak menitipkan bayi tersebut selama 10 hari ke warga di sekitaran terminal.

‎Silpi pedagang di terminal mengatakan, perempuan tersebut tidak memberikan identitas yang jelas. Ia hanya menyebut akan menitipkan bayinya.

Baca Juga: Bayi Perempuan 8 Bulan Ditemukan di Terminal Kalipucang Pangandaran

‎”Terus di tanya mau ke mana? Enggak jelas lah ya, enggak nyebutin identitas atau apa gitu. Terus dia katanya mau jalan-jalan. Katanya di sebutin dari mana enggak jelas, pokoknya mau jalan-jalan aja. Mau nitipin bayi katanya 10 hari,” ujar Silvi di temui di lokasi terminal Kamis, (6/8/2026).

‎Setelah di serahkan, Silvi langsung melapor ke kepolisian. Bayi kemudian di bawa ke Puskesmas Kalipucang sekitar pukul 08.30 – 09.00 WIB.

‎”Langsung laporan ke kepolisian terus di bawa ke puskesmas. Sekarang bayinya di urus di ambil sama Dinsos dulu sebelum keluarganya di temukan,” katanya.

‎Saat di temukan, kondisi bayi dalam keadaan sehat dan aktif. Saksi menyebut terakhir kali melihat, bayi sedang di mandikan.

‎”Posisi bayi alhamdulillah sih aktif sehat bayinya,” ujarnya.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Pangandaran, Warga Berhamburan Keluar Rumah, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

‎Menurut Silvi, bayi tersebut sempat di mandikan terlebih dahulu oleh ibu kandungnya sebelum di serahkan kepada warga sekitar.

‎”Anaknya di mandiin, di susuin terus di titipin udah pergi. Enggak pakai kendaraan lagi, jalan kaki,” pungkasnya.

‎Saat ini bayi tersebut sudah di tangani oleh Dinas Sosial Kabupaten Pangandaran sambil menunggu penelusuran keluarga.

(Sajidin)