spot_imgspot_img
Jumat 24 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 112

Musda Golkar untuk Perubahan Nasib Rakyat Garut

0
musda golkar garut fokusjabar.id
Rd. Holil Aksan Umarzen

GARUT, FOKUSJabar.id: Fungsionaris DPP Partai Golkar, Holil Aksan Umarzen buka suara soal Musyawarah Daerah (Musda) partai berlambang Pohon Beringin Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar).

Momentum Musda Golkar merupakan visi besar perubahan nasib rakyat dan pembangunan menyeluruh Garut Raya.

BACA JUGA:

Bupati Garut Perkuat Lindungi Generasi Muda dari Narkoba

Menurut Dia, Musda Partai Golkar Kabupaten Garut bukan sekadar agenda memilih Ketua DPD. Musda merupakan momentum strategis untuk menentukan arah perjuangan politik dalam menghadapi tantangan pembangunan Kabupaten Garut mendatang.

Karena itu, Golkar Garut jangan terjebak pada pandangan sempit bahwa kepemimpinan partai harus selalu di ukur dari status seseorang sebagai pejabat negara atau besarnya pengaruh kekuasaan yang sedang di miliki.

Sejarah telah membuktikan bahwa kekuatan Golkar di bangun oleh organisasi yang solid, kaderisasi yang berkesinambungan serta kepercayaan rakyat yang lahir dari kerja nyata.

“Golkar telah melewati berbagai dinamika politik nasional maupun daerah. Dalam setiap fase tersebut, kemenangan tidak semata-mata di tentukan oleh figur yang sedang menjabat. Tetapi oleh kemampuan partai melahirkan pemimpin yang mampu menyatukan kader, membangun organisasi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat,” kata Holil.

Di Kabupaten Garut, Golkar memiliki rekam jejak yang kuat sebagai salah satu kekuatan politik yang konsisten mendorong pembangunan daerah.

Dalam berbagai periode, kader-kader Golkar berada di barisan terdepan memperjuangkan agenda-agenda strategis. Termasuk aspirasi pembentukan Kabupaten Garut Utara dan Kabupaten Garut Selatan.

Perjuangan tersebut bukan sekadar tuntutan administratif. Melainkan ikhtiar mewujudkan pemerataan pembangunan, mendekatkan pelayanan publik, mempercepat pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kini, ketika semangat pemekaran dua wilayah besar kembali menguat sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah, Golkar harus mampu membaca perubahan zaman.

BACA JUGA:

Ekonomi Kreatif, Home Industri, UMKM dan Koperasi Fondasi Kemandirian Garut Utara

Pemekaran bukanlah tujuan akhir, melainkan instrumen untuk mempercepat pelayanan publik, memperkuat daya saing wilayah, dan menghadirkan keadilan pembangunan.

“Pembangunan Garut tidak boleh lagi di lihat secara parsial. Yang harus di bangun adalah visi besar Garut Raya. Yaitu, pembangunan yang berjalan secara terpadu dan saling menguatkan antara Kabupaten induk, Garut Utara dan Garut Selatan. Ketiga kawasan tersebut merupakan satu kesatuan strategis yang harus tumbuh bersama. Sehingga manfaat pembangunan dapat di rasakan secara merata oleh seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Dalam konteks itulah, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut ke depan harus seorang kader terbaik yang memiliki integritas, kapasitas kepemimpinan, pengalaman organisasi serta visi besar tentang masa depan Garut.

Ia harus mampu menyatukan seluruh potensi kader tanpa sekat wilayah maupun kelompok. Sekaligus menjadikan Golkar sebagai motor penggerak pembangunan Garut Raya.

“Bagi saya, ukuran keberhasilan seorang pemimpin partai bukan hanya memenangkan pemilu atau menambah jumlah kursi legislatif. Yang jauh lebih penting adalah kemampuan menjadikan kemenangan politik sebagai jalan untuk mengubah nasib rakyat, mempercepat pembangunan, memperkuat ekonomi masyarakat, membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta menghadirkan keadilan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Garut,” imbuhnya.

Musda Golkar Garut harus menjadi ruang lahirnya gagasan besar, bukan sekadar arena perebutan kepemimpinan.

Kader Golkar perlu memilih pemimpin berdasarkan rekam jejak, kapasitas, integritas, kemampuan membangun organisasi serta komitmen terhadap visi besar partai.

Golkar akan tetap menjadi partai besar apabila di pimpin oleh kader besar yang berpikir besar. Sebab masa depan Garut membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya mampu memenangkan kontestasi politik. Tetapi juga mampu meletakkan fondasi bagi perubahan nasib rakyat dan pembangunan menyeluruh Garut Raya.

(Bambang Fouristian)

Bupati Garut Perkuat Lindungi Generasi Muda dari Narkoba

0
Bupati garut Narkoba fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin pimpin apel gabungan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 di Lapangan Setda, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (29/6/2026).

Momen tersebut di rangkaikan dengan penyerahan petikan Keputusan Bupati terkait kenaikan pangkat bagi puluhan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

BACA JUGA:

Ekonomi Kreatif, Home Industri, UMKM dan Koperasi Fondasi Kemandirian Garut Utara

Bupati Garut menyampaikan arahan Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI). Menurutnya, peringatan HANI merupakan bentuk keprihatinan dunia terhadap permasalahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang terus menunjukkan tren peningkatan.

Mengacu pada data world pivot tahun 2025, hasil survey prevalensi Indonesia pada tahun 2025 adalah 2,11 persen atau setara dengan 4,15 juta jiwa.

Angka tersebut meningkat dari tahun sebelumnya (1,73 persen). Tren penyalahgunaan di dominasi oleh usia produktif umur 17 – 40 tahun.

BACA JUGA:

Pemdes Sukaluyu Garut Peringati 1 Muharam 1448 H, MUI: Jauhi Narkoba

Bupati Garut menegaskan, momentum HANI harus di jadikan refleksi dan bentuk kepedulian bersama. Sebab, dampak buruk narkotika secara nyata mengancam kesehatan, keselamatan dan masa depan bangsa.

“Tema yang di usung ‘Membangun Generasi Sehat, Cerdas dan Kuat melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045,” kata Syakur.

Pemerintah Kabupaten Garut mengajak seluruh elemen masyarakat, instansi dan penegak hukum untuk memperkuat komitmen bersama dalam melindungi anak-anak dan remaja dari jerat narkoba.

Upaya ini harus di lakukan secara komprehensif melalui tindakan pencegahan, edukasi yang masif, rehabilitasi hingga penguatan ketahanan di tingkat keluarga dan komunitas.

BACA JUGA:

Sengketa Tanah Berakhir, Mantan Kades Sukarame Garut Bersyukur

Upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika dan peredaran hukum terhadap jaringan peredaran narkotika akan mempunyai kontribusi dalam membentuk generasi kuat dan berkualitas sebagai upaya untuk mencapai bonus demografi pada tahun 2045.

Ia berharap, melalui peringatan HANI 2026, seluruh komponen bangsa dapat menyatukan komitmen untuk menyelamatkan generasi muda demi mewujudkan dunia yang bersih dari narkoba (Together We Can Take The World Drugs Problem).

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian ASN, acara di lanjutkan dengan Penyerahan Petikan Keputusan Bupati Garut tentang Kenaikan Pangkat PNS untuk periode 1 Juli 2026.

Total terdapat 66 orang PNS yang menerima kenaikan pangkat. Di antaranya, kenaikan pangkat reguler 4 orang, Struktural 5 orang, fungsional 54 orang dan kenaikan pangkat penyesuaian Ijazah 3 orang.

(Bambang Fouristian)

Ekonomi Kreatif, Home Industri, UMKM dan Koperasi Fondasi Kemandirian Garut Utara

0
fondasi kemandirian garut utara fokusjabar.id
HUmas PM Gatra, Leli Permata, MSi

GARUT, FOKUSJabar.id: Humas Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra), Leli Permata bua-bukan soal keberhasilan suatu daerah.

Menurutnya, keberhasilan suatu daerah tidak di tentukan oleh luas wilayah. Namun oleh kemampuan mengelola sumber daya yang di miliki menjadi kesejahteraan bagi masyarakat.

BACA JUGA:

Tantangan Globalisasi Harus jadi Peluang Masyarakat Garut Utara

Dalam ilmu ekonomi pembangunan, kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) hanyalah modal awal. Nilai ekonomi yang sesungguhnya lahir ketika sumber daya tersebut di olah, di beri nilai tambah, di pasarkan secara efisien dan di dukung oleh kelembagaan ekonomi yang kuat.

Dalam konteks Garut Utara, potensi tersebut telah tersedia. Wilayah ini memiliki bentang geografis yang beragam, jumlah penduduk yang besar, SDA yang melimpah serta budaya gotong royong yang masih hidup.

“Dengan modal tersebut, arah pembangunan ekonomi Garut Utara seharusnya tidak hanya mengejar pertumbuhan. Tetapi membangun kemandirian ekonomi yang bertumpu pada kekuatan masyarakat sendiri,” tegas Leli yang juga pegiat ekonomi kreatif Garut Utara.

Dia menyebut, Garut Utara memiliki karakter geografis yang sangat beragam. Kawasan pegunungan menghasilkan kopi, sayuran, buah-buahan dan hortikultura.

“Kawasan pertanian menghasilkan padi dan palawija. Perkebunan menghasilkan kelapa, aren, bambu dan komoditas lainnya. Kawasan pesisir memiliki potensi perikanan tangkap dan budidaya. Di sisi lain, terdapat potensi wisata alam, budaya dan sejarah yang dapat di kembangkan menjadi industri jasa,” ungkap Dia.

Masalahnya, sebagian besar hasil produksi tersebut masih di jual sebagai bahan mentah. Akibatnya, nilai tambah, keuntungan dan kesempatan kerja lebih banyak di nikmati oleh daerah lain yang memiliki industri pengolahan.

Ini merupakan persoalan struktural yang harus di ubah. Garut Utara tidak boleh hanya menjadi daerah penghasil bahan baku. Tetapi harus menjadi daerah penghasil produk jadi yang memiliki daya saing.

Bonus Demografi harus Menjadi Bonus Ekonomi

Penduduk Garut Utara di dominasi usia produktif. Ini adalah aset pembangunan yang sangat besar. Namun, bonus demografi hanya akan menjadi keuntungan apabila tersedia kesempatan bekerja dan berusaha.

BACA JUGA:

Sengketa Tanah Berakhir, Mantan Kades Sukarame Garut Bersyukur

Jika lapangan kerja tidak berkembang, maka bonus demografi berubah menjadi beban sosial berupa pengangguran, urbanisasi dan kemiskinan.

Karena itu, strategi pembangunan harus di arahkan untuk menciptakan sebanyak mungkin pelaku usaha baru melalui pendidikan vokasi, pelatihan kewirausahaan, akses pembiayaan dan pendampingan bisnis.

“Pembangunan ekonomi harus mengubah masyarakat dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja,” imbuhnya.

Mengubah Potensi jadi Nilai Tambah

Ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya besarnya hasil panen, tetapi besarnya nilai tambah yang tercipta dari hasil panen tersebut.

Petani kopi tidak cukup menjual biji kopi. Mereka harus mampu menghasilkan kopi premium dengan merek lokal. Petani aren tidak hanya menjual nira, tetapi juga gula semut, gula cair dan produk turunannya.

Nelayan tidak cukup menjual ikan segar, tetapi juga menghasilkan produk olahan yang tahan lama dan memiliki pasar yang lebih luas.

Inilah yang di sebut hilirisasi ekonomi. Yaitu mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai tinggi sehingga pendapatan masyarakat meningkat.

Home Industri sebagai Awal Industrialisasi Rakyat

Industrialisasi tidak selalu di mulai dari pembangunan pabrik besar. Banyak negara membangun ekonominya dari industri rumah tangga yang tumbuh menjadi usaha kecil, kemudian berkembang menjadi industri menengah.

Home industri menjadi model yang paling sesuai bagi Garut Utara karena memanfaatkan tenaga kerja lokal, modal yang relatif kecil, bahan baku setempat dan keterampilan masyarakat.

Produk pangan olahan, kerajinan, konveksi, furnitur, anyaman, gula aren, kopi, olahan ikan, makanan tradisional, hingga produk herbal dapat di produksi di desa-desa dan menjadi sumber pendapatan keluarga.

Setiap desa seharusnya memiliki produk unggulan yang menjadi identitas ekonomi.

Kerajinan bambu di Kecamatan Selaawi merupakan contoh konkret bahwa masyarakat Garut Utara memiliki kemampuan menciptakan produk bernilai ekonomi tinggi.

Selama puluhan tahun, para perajin menghasilkan berbagai produk rumah tangga, furnitur dan kerajinan seni yang di kenal luas.

Namun masih ada tantangan yang di hadapi. Yakni, desain produk, akses modal, pemasaran, standardisasi kualitas dan perluasan pasar.

Karena itu, pembangunan industri bambu tidak cukup hanya membantu perajin. Tetapi harus membangun ekosistem industri bambu yang mencakup budidaya bambu yang berkelanjutan, pusat desain dan inovasi.

Selain itu, pelatihan teknologi produksi, sertifikasi mutu, pemasaran digital, koperasi pemasaran, desa wisata kerajinan bambu serta akses ke pasar nasional dan ekspor.

BACA JUGA:

Sekolah Sungai Cimanuk Bantu 92 Siswa Kurang Mampu, Bupati Garut Kemana?

Dengan pendekatan seperti itu, bambu tidak lagi di pandang sebagai komoditas tradisional, tetapi sebagai industri kreatif yang menghasilkan nilai tambah tinggi.

UMKM Mesin Pertumbuhan Daerah

Leli mengatakan, di banyak negara pertumbuhan ekonomi justru di gerakkan oleh usaha kecil dan menengah.

Pasalnya, UMKM memiliki kemampuan menyerap tenaga kerja lebih besar di bandingkan industri padat modal. Selain itu, keuntungan usaha juga lebih banyak berputar di daerah sehingga memperkuat ekonomi lokal.

Karena itu, pemerintah daerah harus mempermudah perizinan, memperluas akses pembiayaan, membantu sertifikasi halal dan standar mutu, memperkuat pemasaran digital serta membuka akses terhadap pasar nasional.

Ekonomi Kreatif Membangun Daya Saing

Di era modern, nilai sebuah produk tidak lagi hanya di tentukan oleh bahan bakunya, tetapi juga oleh kreativitas.

Produk yang sama dapat memiliki harga jauh lebih tinggi karena desain, kemasan, cerita budaya dan strategi pemasaran.

Garut Utara memiliki modal budaya Sunda yang kaya, tradisi kerajinan, seni pertunjukan, kuliner khas serta kekayaan sejarah yang dapat di kembangkan menjadi industri kreatif.

Generasi muda harus menjadi pelaku utama dalam transformasi ini melalui teknologi digital, desain, fotografi, videografi, pemasaran daring dan inovasi produk.

Koperasi Penguat Ekosistem Ekonomi

Home industri, UMKM dan ekonomi kreatif butuh kelembagaan yang mampu memperkuat posisi mereka. Di sinilah koperasi memiliki peran strategis.

Koperasi modern bukan sekadar lembaga simpan pinjam. Tetapi menjadi pusat layanan bisnis yang menyediakan pembiayaan, pengadaan bahan baku, pemasaran bersama, pelatihan hingga distribusi produk.

BACA JUGA:

Pemdes Sukaluyu Garut Peringati 1 Muharam 1448 H, MUI: Jauhi Narkoba

Dengan koperasi yang profesional, pelaku usaha kecil memperoleh skala ekonomi yang lebih besar sehingga mampu bersaing dengan perusahaan besar.

Pembangunan Berbasis Klaster Ekonomi

Strategi pembangunan Garut Utara tidak boleh bersifat umum. Setiap kecamatan harus di kembangkan sesuai keunggulan masing-masing.

Dengan pola ini, pembangunan menjadi lebih efisien, saling melengkapi dan menciptakan rantai nilai ekonomi yang terintegrasi.

Perjuangan membangun Garut Utara bukan sekadar membentuk DOB. Esensi pemekaran adalah menghadirkan pemerintahan yang lebih dekat dengan masyarakat dan mampu mempercepat kesejahteraan melalui kebijakan yang sesuai dengan karakter wilayah.

(Bambang Fouristian)

Tantangan Globalisasi Harus jadi Peluang Masyarakat Garut Utara

0
tantangan globalisasi garut utara fokusjabar.id
Taufik Hidayat, SH, Wakil Ketua Umum PM Gatra Bidang SDM dan Ekonomi Kerakyatan

GARUT, FOKUSJabar.id: Wakil Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra) Bidang SDM dan Ekonomi Kerakyatan, Taufik Hidayat (Kang Opik) menyebut, globalisasi telah mengubah wajah dunia.

Persaingan tidak lagi di batasi oleh wilayah geografis, tetapi oleh kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Artinya, siapa yang memiliki ilmu, keterampilan, karakter dan kemampuan beradaptasi akan menjadi pemenangnya.

BACA JUGA:

Sengketa Tanah Berakhir, Mantan Kades Sukarame Garut Bersyukur

Bagi masyarakat Garut Utara, tantangan ini harus di pandang sebagai peluang. Daerah yang maju bukan hanya di tentukan oleh kekayaan alamnya, tetapi oleh kualitas manusianya.

Oleh karena itu, membangun SDM harus menjadi agenda utama dalam menyongsong masa depan Garut Utara.

Menurut Dia, di era digital kebodohan bukan berarti rendahnya tingkat pendidikan, tetapi karena ogah belajar.

“Informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat cepat. SDM Garut Utara harus memiliki budaya belajar sepanjang hayat agar mampu mengikuti perubahan zaman,” pesan Kang Opik.

Dia menyebut, pengetahuan yang tinggi tidak akan berarti jika tidak mampu di wujudkan dalam tindakan.

Dunia kerja dan dunia usaha butuh kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, memimpin, memanfaatkan teknologi serta membaca peluang. Ilmu harus melahirkan karya, inovasi dan solusi.

Sementara dalam dunia usaha maupun pemerintahan, kepercayaan adalah modal terbesar. Kelihaiannya mungkin menghasilkan keuntungan sesaat. Tetapi kejujuran akan melahirkan reputasi, kemitraan dan keberlanjutan. Integritas adalah fondasi kemajuan yang sesungguhnya.

Orang jujur bisa kalah oleh orang bodoh

Inilah tantangan yang harus di hadapi bersama. Tidak sedikit gagasan yang baik di tolak karena cara berpikir yang sempit, keputusan yang tidak berbasis data atau kepentingan sesaat.

BACA JUGA:

Holil Aksan Umarzen Jaga Marwah Perjuangan Garut Utara

Oleh karena itu, orang jujur tidak cukup hanya berkata benar. Ia juga harus mampu menyampaikan kebenaran dengan argumentasi yang kuat, data yang akurat dan komunikasi yang bijaksana.

SDM Garut Utara yang Beruntung

Keberuntungan bukanlah hadiah. Melainkan hasil dari proses panjang.

SDM Garut Utara yang beruntung adalah mereka yang memiliki ilmu pengetahuan yang terus berkembang, menguasai keterampilan dan teknologi.

Berani berinovasi dan menciptakan peluang, menjunjung tinggi kejujuran dan integritas, punya semangat gotong royong serta kepedulian sosial dan siap bersaing secara global tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan agama.

Garut Utara memiliki modal besar untuk menjadi daerah yang maju. Namun, modal itu hanya akan bernilai apabila di dukung oleh SDM yang unggul.

Sudah saatnya kita membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual. Tetapi juga matang secara emosional, kuat secara spiritual, produktif secara ekonomi dan berkarakter dalam kehidupan bermasyarakat.

(Bambang Fouristian)

Golkar Jabar Era Daniel Mutaqien Mulai Tancap Gas

0
golkar jabar Daniel Mutaqien fokusjabar.id
Rapat Pleno Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Jawa Barat masa bakti 2025–2030

BANDUNG, FOKUSJabar.id: DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat memulai langkah awal kepengurusan masa bakti 2025–2030 melalui rapat pleno perdana yang di gelar usai pelantikan jajaran pengurus.

Dalam forum tersebut, penguatan kerja politik berbasis pelayanan serta target peningkatan elektoral menjadi fokus utama kepemimpinan baru.

BACA JUGA:

Ace Hasan: Satkar Ulama Kekuatan Elektoral Partai Golkar

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Daniel Mutaqien Syafiuddin menyampaikan, seluruh struktur yang telah di bentuk di arahkan untuk bekerja secara terukur dan memberikan dampak nyata terhadap penguatan partai di tengah masyarakat.

Kepengurusan baru Partai Golkar Jawa Barat terdiri dari 181 pengurus yang telah resmi di lantik. Struktur tersebut di sebut banyak di isi kalangan generasi milenial sebagai upaya menghadirkan organisasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman dan dinamika politik.

Antusiasme publik dan kader terhadap kepengurusan baru cukup tinggi. DPD Partai Golkar Jawa Barat mencatat lebih dari 800 orang berada dalam daftar tunggu untuk bergabung ke dalam struktur organisasi.

Daniel menegaskan, setiap bidang wajib menjalankan program kerja yang memiliki efek elektoral dan berdampak langsung terhadap peningkatan dukungan masyarakat.

“Tidak ada ruang bagi program yang hanya bersifat administratif. Setiap bidang harus memiliki kegiatan yang bersentuhan langsung dengan rakyat. Sehingga memberikan kontribusi nyata bagi kemenangan partai. Baik di Jawa Barat maupun di tingkat nasional,” kata Daniel.

Selain menargetkan penguatan suara, kepemimpinan baru juga menyoroti pembenahan tata kelola organisasi. Daniel meminta pengurus tingkat provinsi memperkuat fungsi pelayanan kepada kader di tingkat kota dan kabupaten.

BACA JUGA:

Mantan Ketua Tim Penjaringan Partai Golkar Apresiasi Langkah Bupati Garut

“Saya tegaskan, tidak boleh lagi ada pengurus tingkat provinsi yang mempersulit urusan kader atau pengurus di tingkat kota dan kabupaten. Orientasi kita adalah melayani. Kita ingin membangun sistem yang memudahkan, bukan menghambat. Pengurus provinsi harus menjadi mitra strategis bagi daerah, bukan menjadi beban,” katanya.

Rapat pleno perdana tersebut turut mengesahkan tata kerja organisasi dan penandatanganan pakta integritas sebagai bentuk komitmen menjaga tata kelola organisasi dan arah perjuangan partai.

Dengan kombinasi antara energi milenial, dukungan kader yang masif dan perbaikan sistem pelayanan, Partai Golkar Jawa Barat optimis dapat mendongkrak perolehan suara secara signifikan dan menjadi tulang punggung kemenangan dalam agenda politik nasional mendatang.

Partai Golkar Jawa Barat berkomitmen untuk menjadi motor penggerak pembangunan di Jawa Barat melalui kepemimpinan yang progresif, inklusif dan berorientasi pada kemajuan masyarakat.

(Yusuf Mugni)

Kontrak Rezaldi Hehanussa dengan Persib Bandung Berakhir

0
Rezaldi Hehanussa persib fokusjabar.id
Bek Persib, Rezaldi Hehanussa (fptp" Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Setelah 3,5 musim menjadi bagian dari Persib Bandung, Muhammad Rezaldi Hehanussa resmi berpisah seiring berakhirnya masa kontrak.

Demikian di sampaikan Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan. Pihaknya mengapresiasi atas kontribusi yang telah di berikan Rezaldi. Termasuk perannya dalam menghadirkan prestasi bagi klub.

BACA JUGA:

Miro Petric Berpisah dengan Persib Bandung

“Hatur nuhun, Rezaldi Hehanussa. Terima kasih atas dedikasi, profesionalisme, kerja keras dan seluruh kontribusi yang telah di berikan selama membela Persib,” kata Adhitia.

Menurut Adhitia, Rezaldi merupakan salah satu pemain yang turut mengantarkan skuad Maung Bandung meraih gelar juara. Sehingga, namanya akan ada dalam perjalanan sejarah Persib.

“Rezaldi akan selalu menjadi bagian dari perjalanan sejarah klub. Khususnya dalam periode penuh prestasi yang kita raih bersama,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Adhitia mewakili manajemen Persib mendoakan agar Rezaldi Hehanussa sukses dalam kariernya di klub berikutnya.

“Semoga sukses dan terus meraih yang terbaik dalam perjalanan karier berikutnya,” ujar Adhitia.

Rezaldi sendiri bergabung dengan skuad Maung Bandung pada putaran kedua Liga 1 2022/2023, di era kepelatihan Luis Milla.

BACA JUGA:

Resmi Tinggalkan Persib, Robi Darwis Sampaikan Salam Perpisahan

Ia di datangkan Luis Milla guna memperkuat sektor kiri pertahanan sekaligus menambah kedalaman skuad dalam menghadapi ketatnya persaingan kompetisi.

(Arif)

6 Tahun Bersama, Persib Bandung-Zalnando Berpisah

0
Zalnando persib bandung fokusjabar.id
Zalnando (foto: Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Setelah berakhirnya kompetisi Super League 2025/2026, Persib Bandung resmi mengumumkan berakhirnya kebersamaan dengan Zalnando.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang telah di berikan Zalnando selama memperkuat tim.

BACA JUGA:

Resmi Tinggalkan Persib, Robi Darwis Sampaikan Salam Perpisahan

“Hatur nuhun, Zalnando atas dedikasi dan kontribusi yang telah di berikan selama ini. Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan dan sejarah Persib Bandung,” kata Adhitia.

“Kami mendoakan yang terbaik untuk perjalanan karier selanjutnya. Persib akan selalu mencatat nama Zalnando sebagai bagian dari era keemasan klub pada dekade ini,” Adhitia menambahkan.

Sebelumnya, Zalnando bergabung dengan skuad Maung Bandung pada awal Liga 1 2019. Dia di datangkan dari Sriwijaya FC pada era kepelatihan Miljan Radović.

Zalnando di datangkan untuk memperkuat sektor kiri pertahanan skuad Maung Bandung. Pada musim pertamanya belum di warnai menit bermain yang banyak.

Sepanjang Liga 1 2019, Zalnando tampil dalam tujuh pertandingan. Meski demikian, ia tetap menunjukkan profesionalisme dan tekad kuat untuk terus berkembang di tengah ketatnya persaingan dalam skuad.

Perjalanan Zalnando bersama skuad Maung Bandung kemudian mengalami berbagai dinamika. Setelah kompetisi terganggu akibat pandemi Covid-19, performanya justru mengalami peningkatan signifikan pada Liga 1 musim 2021/2022.

BACA JUGA:

Piala Dunia 2026, Marc Klok Jagokan Timnas Belanda

Musim tersebut menjadi salah satu periode terbaik dalam kariernya bersama Persib. Zalnando mencatatkan 21 penampilan, 10 di antaranya sebagai starter serta menyumbangkan dua gol.

Namun, perjalanan kariernya tidak selalu berjalan mulus. Pada pertengahan musim 2022/2023, Zalnando mengalami cedera serius yang membuatnya harus menepi cukup lama.

Meski demikian, ia tetap berjuang menjalani masa pemulihan dan menjadi bagian dari tim yang berhasil meraih gelar juara Liga 1 2023/2024.

Setelah pulih dari cedera, Persib meminjamkannya ke PSIS Semarang pada paruh pertama musim 2024/2025 agar mendapatkan menit bermain lebih banyak.

Saat kembali ke Bandung pada pertengahan musim, Zalnando kembali memberikan kontribusi dengan tampil dalam 13 pertandingan dan membantu tim mempertahankan gelar juara secara beruntun.

Memasuki Super League 2025/2026, Persib kembali meminjamkan Zalnando. Kali ini ke Persita Tangerang.

Selama enam tahun membela Persib, Zalnando turut menjadi bagian penting dalam perjalanan klub. Termasuk saat meraih dua gelar juara secara berturut-turut.

Dedikasi, loyalitas dan kerja kerasnya menjadi bagian dari catatan sejarah di skuad Maung Bandung.

(Arif)