BANDUNG,FOKUSJabar.id: Di tengah dinamika perbankan dan ketidakpastian pasar keuangan, bank bjb sukses membuktikan ketangguhannya. Emiten perbankan ini menerapkan strategi growth with quality secara konsisten. Hasilnya, perusahaan mencetak kinerja cemerlang hingga kuartal ketiga tahun 2026 dengan lonjakan laba bersih yang signifikan.
Manajemen menyampaikan capaian positif ini dalam acara Earnings Call Triwulan III Tahun Buku 2026 di Bandung, Kamis (29/10/2026) lalu. Para investor dan analis pasar modal menghadiri agenda penting tersebut secara langsung.
Baca Juga: 69 Aplikasi Pemerintah Beroperasi di Pusat Data Nasional
Rapor Hijau Kinerja Konsolidasi & Penyaluran Kredit
Hingga September 2026, bank bjb bersama Grup bjb membukukan total aset konsolidasi sebesar Rp219,7 triliun. Tiga anak usaha perbankan dan dua lembaga keuangan nonbank menyumbang porsi aset yang kuat. Perusahaan anak memberikan kontribusi sebesar Rp44,9 triliun atau sekitar 20 persen dari total aset konsolidasi.
Dari fungsi intermediasi, perusahaan menyalurkan total kredit dan pembiayaan konsolidasi hingga Rp142,3 triliun. Penyaluran kredit bank only menyumbang Rp112,9 triliun. Nilai ini mencatatkan kenaikan outstanding sebesar Rp1,8 triliun secara kuartalan.
- Segmen Konsumer: Segmen ini terus menjadi motor penggerak utama portofolio. Nilai outstanding mencapai Rp74,4 triliun atau 66 persen dari total kredit. Produk digital KGB Pisan turut memacu pertumbuhan ini hingga menyentuh Rp271,4 miliar. Nilai tersebut melesat 39,4 persen secara kuartalan dan 216,6 persen secara tahunan.
- Segmen Produktif (Korporasi & Komersial): Portofolio kredit produktif mulai menunjukkan tren pemulihan positif. Segmen korporasi naik Rp1 triliun (7,0%) dan segmen komersial tumbuh Rp495 miliar (4,2%). Bank bjb mengarahkan ekspansi secara selektif pada sektor berisiko terukur. Sektor target meliputi keuangan, pinjaman daerah, perdagangan, industri pengolahan, dan konstruksi.
Likuiditas Terjaga & Efisiensi Operasional Kian Moncer
Dari sisi pendanaan, perusahaan menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) konsolidasi sebesar Rp155,6 triliun. Perusahaan menjaga rasio likuiditas Loan to Deposit Ratio (LDR) pada level sehat 86,8 persen. Sementara itu, rasio Current Account Saving Account (CASA) mencatatkan angka 44,9 persen.
Transformasi digital terbukti efektif memperluas basis nasabah baru. Kanal digital bank bjb mampu menjaring 7.000 hingga 12.000 rekening baru setiap bulan.
Langkah strategis merekomposisi aset dan liabilitas sukses menekan beban operasional hingga 2,0 persen. Efisiensi ini mendorog laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) tumbuh di atas 5,5 persen secara yoy.
Selain itu, bank bjb menerapkan prinsip kehati-hatian dengan membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) sebesar Rp692 miliar. Hasilnya, laba bersih entitas induk melesat hingga Rp1,1 triliun atau meroket 37,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Menyongsong Penghujung Tahun 2026: Fokus pada Prudence & Growth
Memasuki kuartal terakhir tahun 2026, bank bjb terus memperkuat strategi growth with quality. Fokus utama perusahaan meliputi penguatan dana murah, pengendalian biaya dana, serta optimalisasi fee-based income (mencapai Rp1,7 triliun). Bank bjb juga menajamkan kualitas underwriting dan menggeber pemulihan kredit bermasalah demi menjaga keberlanjutan bisnis.
Direktur Utama bank bjb Ayi Subarna menegaskan bahwa konsistensi strategi dan kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja perusahaan. Dengan mengedepankan tata kelola yang baik, prinsip kehati-hatian, dan orientasi pada kebutuhan nasabah, bank bjb terus memperkuat fondasi bisnis agar mampu menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang industri perbankan.
Melalui fondasi yang solid dan tata kelola transparan, bank bjb optimistis mampu memberikan nilai tambah optimal bagi nasabah, investor, dan seluruh pemangku kepentingan.
(Rilis BJB)



