BEKASI, FOKUSJabar.id: Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja meminta seluruh warga sekolah menjaga fasilitas pendidikan yang telah di bangun melalui program revitalisasi.
Upaya tersebut di nilai penting agar sarana dan prasarana yang tersedia dapat menunjang kegiatan belajar mengajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan berkualitas.
BACA JUGA:
Percepat Penanganan Pengadaan, Pemkab Bekasi Luncurkan Singadon
Pesan itu di sampaikan Asep saat menghadiri kegiatan Open House di SD Negeri Bojongsari 04, Kecamatan Kedungwaringin, Jumat, 16 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut di gelar untuk memperkenalkan hasil revitalisasi sekolah kepada masyarakat sekaligus melihat langsung kondisi fasilitas pendidikan yang telah di perbarui.
Dalam kunjungan tersebut, Asep meninjau bangunan hasil revitalisasi dan berbincang dengan para guru serta warga sekolah.
Ia menekankan bahwa pemeliharaan fasilitas tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh pihak di lingkungan pendidikan.
“Adanya revitalisasi sekolah ini mohon di jaga dengan baik oleh guru, wali kelas, dan murid. Ini adalah sekolah kebanggaan kita,” ujar Asep.
Menurut Asep, pembangunan sarana dan prasarana pendidikan harus di ikuti dengan upaya menjaga kondisi fasilitas agar manfaatnya dapat di rasakan dalam jangka panjang.
Sekolah yang memiliki fasilitas memadai di harapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih mendukung kebutuhan siswa.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia atas perhatian terhadap peningkatan kualitas fasilitas pendidikan di Kabupaten Bekasi melalui program revitalisasi sekolah.
Dukungan tersebut di nilai menjadi bagian penting dalam mendorong pemerataan sarana pendidikan.
BACA JUGA:
Tinjau Kalibutek dan Pulo Glatik, Plt Bupati Bekasi Dorong Normalisasi Irigasi
Asep memaparkan, pada 2025 terdapat 35 sekolah yang menerima bantuan revitalisasi dengan anggaran sekitar Rp20,819 miliar.
Sementara itu, pada 2026, sebanyak 21 sekolah tercatat sebagai penerima bantuan dengan anggaran sekitar Rp20,819 miliar.
Dari jumlah penerima bantuan pada 2026 tersebut, sembilan sekolah telah melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan nilai sekitar Rp9,5 miliar.
Data tersebut menunjukkan pelaksanaan program revitalisasi sekolah di Kabupaten Bekasi di lakukan secara bertahap.
Untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP), pada 2025 terdapat 18 sekolah yang memperoleh bantuan revitalisasi dengan nilai sekitar Rp16,24 miliar.
Adapun pada 2026, bantuan di berikan kepada 20 sekolah dengan total anggaran sekitar Rp18,277 miliar.
Jika seluruh alokasi anggaran yang tersebut di gabungkan, nilai dukungan revitalisasi pendidikan mencapai sekitar Rp64,8 miliar.
Asep menyampaikan terima kasih kepada Presiden atas perhatian yang di berikan terhadap pengembangan sarana pendidikan di wilayah Kabupaten Bekasi.
BACA JUGA:
Pelaku UMKM Bekasi Bisa Urus NIB Gratis, Ini Cara dan Syaratnya
“Totalnya semua sekitar Rp64,8 miliar. Saya selaku Plt Bupati Bekasi bersama masyarakat Kabupaten Bekasi dan jajaran jurnalistik pendidikan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia yang telah memperhatikan pendidikan,” katanya.
Asep berharap, program revitalisasi tidak hanya menghasilkan bangunan sekolah yang lebih baik. Tetapi juga berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran.
Ia ingin fasilitas yang telah tersedia dapat mendorong siswa semakin bersemangat dalam mengikuti kegiatan belajar.
Menurutnya, sekolah memiliki peran penting sebagai tempat anak-anak memperoleh pendidikan sekaligus mengembangkan diri.
Karena itu, lingkungan belajar yang mendukung perlu di barengi dengan kedisiplinan, kepedulian, dan komitmen bersama dari seluruh warga sekolah.
“Semoga nanti belajar dan mengajarnya pun bisa berlangsung dengan baik,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman menilai ketersediaan fasilitas pendidikan yang memadai dapat mendukung terbentuknya budaya sekolah yang aman dan nyaman.
Ia mengingatkan para guru dan siswa agar menjaga bangunan serta sarana yang telah diperbaiki melalui program revitalisasi.
“Mohon bangunan ini dijaga dan dirawat dengan baik oleh para guru dan siswa untuk mengoptimalkan pembelajaran,” ucap Imam.
Plt Kepala SDN Bojongsari 04, Amih Suarsih mengapresiasi kunjungan langsung Plt Bupati Bekasi dalam kegiatan Open House tersebut.
Menurutnya, kehadiran Asep menjadi kesempatan bagi pihak sekolah untuk berdiskusi mengenai kebutuhan yang diperlukan guna meningkatkan mutu pendidikan, khususnya dalam hal sarana dan prasarana.
Dalam kegiatan tersebut, Amih menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah membangun tiga ruang kelas baru di SDN Bojongsari 04.
Penambahan ruang kelas tersebut menjadi bagian dari hasil pembangunan yang diperkenalkan kepada masyarakat melalui kegiatan Open House.
BACA JUGA:
Korban Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Bekasi Lebih 10 Orang
Selain ruang kelas, pihak sekolah masih membutuhkan sejumlah fasilitas pendukung untuk menunjang aktivitas siswa. Di antara kebutuhan yang disampaikan kepada pemerintah daerah adalah lapangan dan panggung seni yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan sekolah.
“Harapannya, apa yang sudah kami sampaikan kepada Pak Plt Bupati tadi, semoga bisa direalisasikan tahun depan,” pungkasnya.
Melalui revitalisasi sekolah, Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap peningkatan fasilitas pendidikan dapat berjalan seiring dengan perbaikan kualitas pembelajaran.
Perawatan bangunan serta pemenuhan kebutuhan pendukung kegiatan siswa juga diharapkan menjadi perhatian bersama agar lingkungan sekolah semakin nyaman untuk kegiatan belajar mengajar.
(Jingga Sonjaya)



