spot_imgspot_img
Rabu 14 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tinjau Kalibutek dan Pulo Glatik, Plt Bupati Bekasi Dorong Normalisasi Irigasi

BEKASI, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Bekasi menyiapkan sejumlah langkah untuk menangani persoalan infrastruktur dan pertanian di kawasan Kalibutek dan Kampung Pulo Glatik.

Upaya tersebut mencakup perbaikan jalan yang rusak, normalisasi saluran irigasi, hingga peningkatan pengetahuan petani dalam mengelola lahan pertanian.

BACA JUGA:

Pelaku UMKM Bekasi Bisa Urus NIB Gratis, Ini Cara dan Syaratnya

Langkah itu menyusul peninjauan yang di lakukan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Kunjungan tersebut menyasar wilayah Desa Sukaindah, Kecamatan Sukakarya, yang berbatasan dengan Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin.

Peninjauan lapangan ini menjadi tindak lanjut atas keluhan masyarakat mengenai kondisi jalan, penyempitan saluran air, serta kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Pemerintah daerah menilai penanganan persoalan tersebut perlu di lakukan secara terkoordinasi agar infrastruktur pendukung kegiatan pertanian dapat berfungsi dengan baik.

Dalam kunjungan tersebut, Asep di dampingi Plt Camat Sukakarya Bahrul Ulum dan tokoh masyarakat Ki Jaga Kali.

Mereka meninjau sejumlah persoalan yang berkaitan dengan fasilitas pendukung aktivitas warga. Terutama jalan usaha tani dan saluran irigasi yang berperan penting dalam memenuhi kebutuhan pengairan sawah.

Terkait kerusakan jalan yang terdampak aktivitas pembangunan proyek, Asep menegaskan bahwa pihak perusahaan yang berkaitan dengan kegiatan tersebut perlu bertanggung jawab atas perbaikannya.

Pemerintah Kabupaten Bekasi akan mendorong perusahaan untuk berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

“Jalan yang rusak akibat dampak pembangunan harus menjadi tanggung jawab perusahaan. Nanti kita dorong melalui CSR agar di perbaiki, supaya tidak membebani APBD dan masyarakat,” ujar  Asep.

Skema tersebut di harapkan dapat mempercepat penanganan jalan yang rusak tanpa menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dengan demikian, kontribusi perusahaan dapat di manfaatkan untuk mendukung perbaikan infrastruktur yang di butuhkan masyarakat di sekitar kawasan pembangunan.

Selain kondisi jalan, pemerintah daerah turut memberikan perhatian terhadap saluran irigasi di Kalibutek dan Pulo Glatik.

Normalisasi di perlukan untuk mengatasi penyempitan saluran yang berpotensi menghambat aliran air menuju area persawahan dan mengganggu aktivitas pertanian warga.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah keberadaan bangunan di sekitar sempadan saluran yang di duga berkaitan dengan penyempitan aliran air.

Penanganan kondisi tersebut di perlukan agar kapasitas saluran dapat kembali optimal dan distribusi air untuk kebutuhan pertanian berjalan lebih lancar.

Asep menjelaskan, penataan bangunan yang menghambat fungsi saluran akan mempertimbangkan kondisi faktual di lapangan serta aspek kemanusiaan.

Pemerintah tidak akan serta-merta melakukan pembongkaran secara menyeluruh. Tetapi menyesuaikan langkah penanganan dengan kebutuhan normalisasi dan hasil kajian teknis.

BACA JUGA:

Masinis KA Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Maut di Bekasi

Untuk mendukung pelaksanaan rencana tersebut, koordinasi akan di lakukan bersama Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK), pemerintah Kecamatan Sukakarya dan Kecamatan Cabangbungin, serta Pemerintah Desa Sukaindah dan Desa Sindangsari.

Kerja sama antarlembaga ini di perlukan agar penataan saluran dapat berjalan efektif tanpa mengabaikan kondisi sosial masyarakat setempat.

Di samping pembenahan infrastruktur, Asep menyoroti perlunya peningkatan kemampuan petani dalam menerapkan teknik budidaya padi yang tepat.

Menurutnya, perbaikan jalan usaha tani dan saluran irigasi perlu di sertai pendampingan agar potensi lahan dapat di manfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan hasil produksi.

Tokoh masyarakat Ki Jaga Kali menyambut baik kunjungan langsung yang di lakukan Plt Bupati Bekasi bersama Plt Camat Sukakarya.

Ia berharap peninjauan tersebut menjadi langkah awal bagi penyelesaian berbagai persoalan yang selama ini di hadapi warga, terutama yang berkaitan dengan infrastruktur dan keberlangsungan kegiatan pertanian.

“Masyarakat siap berkontribusi positif dalam mendukung pembangunan daerah, terutama untuk memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Ki Jaga Kali juga mendorong Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) untuk meningkatkan peran dalam memberikan edukasi kepada petani.

Materi pendampingan yang dinilai penting meliputi pemahaman mengenai tingkat keasaman tanah atau pH, kandungan unsur hara, serta penerapan teknik budidaya yang sesuai dengan karakteristik lahan di wilayah tersebut.

Peningkatan pemahaman petani mengenai kondisi tanah dan teknik pengolahan lahan diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pembenahan infrastruktur pertanian.

BACA JUGA:

Pemkab Bekasi Hentikan Aktivitas Pembakaran Sampah di Pasirtanjung

Dengan dukungan penyuluhan yang tepat, petani diharapkan mampu mengelola lahan secara lebih efektif dan menjaga produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Melalui koordinasi antara pemerintah daerah, perusahaan, penyuluh pertanian, dan masyarakat, penanganan kawasan Kalibutek dan Pulo Glatik diharapkan dapat dilaksanakan secara terarah.

Perbaikan jalan melalui dukungan CSR, normalisasi saluran irigasi dengan pendekatan humanis, serta penguatan kapasitas petani menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran pengairan sawah dan mendukung keberlanjutan sektor pertanian di wilayah utara Kabupaten Bekasi.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru