BANJAR,FOKUSJabar.id: Petaka menimpa SDN 3 Batulawang, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Selasa malam sekitar pukul 19.20 WIB. Bangunan sekolah tersebut ambruk secara mendadak setelah pihak sekolah mengosongkannya selama tiga tahun akibat kerusakan parah.
Peristiwa ini beruntung tidak menelan korban jiwa karena terjadi di luar jam aktivitas sekolah.
Baca Juga: Ratusan Massa Gelar Aksi Damai di Pemkot Banjar
Kerusakan Lama yang Berujung Ambruk
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banjar, Dedi Suardi, mengonfirmasi bahwa potensi bahaya bangunan tersebut sudah terlihat sejak lama. Retakan besar di berbagai sisi membuat ruangan tidak lagi layak pakai.
Sebelum kosong total, pihak sekolah sempat memfungsikan ruangan itu sebagai ruang guru, ruang administrasi, dan gudang penyimpanan.
“Bangunan ini sebelumnya sudah terlihat retak-retak. Berdasarkan keterangan kepala sekolah, ruangan ini sudah dikosongkan sekitar tiga tahun karena kondisinya tidak memungkinkan untuk digunakan,” kata Dedi saat meninjau lokasi, Rabu (14/10/2026).
Kejelasan Usulan Revitalisasi dari Pusat
Pemerintah Kota Banjar sebenarnya telah mendaftarkan SDN 3 Batulawang ke dalam program revitalisasi pemerintah pusat. Bahkan, kepala sekolah beserta konsultan perencana telah merampungkan agenda bimbingan teknis (bimtek).
Meski demikian, proses eksekusi fisik masih tertahan dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kemendikbud. Dedi menegaskan bahwa pihaknya segera mengirimkan laporan susulan agar kementerian mempercepat proses administratif.
“Kami sudah mengajukan program revitalisasi. Sekarang tinggal menunggu perjanjian kerja sama. Kami akan melaporkan kembali kepada pihak kementerian agar bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Aktivitas Belajar Mengajar Tetap Aman
Dedi memastikan insiden ini tidak mengganggu proses pembelajaran para siswa. Pasalnya, material yang ambruk murni merupakan bangunan non-kelas.
Selain area terdampak, Disdikbud Banjar melampirkan usulan revitalisasi untuk beberapa fasilitas lain:
- Tiga unit ruang kelas
- Ruang UKS
- Perpustakaan dan ruang guru
- Toilet sekolah serta penataan lingkungan
Pemerintah pusat telah menyetujui seluruh paket usulan tersebut dan kini hanya menunggu pengesahan PKS.
Harapan Sekolah: Pembangunan Total, Bukan Sekadar Perbaikan
Di sisi lain, Kepala SDN 3 Batulawang, Tri Isnadari, mendorong pemerintah agar tidak sekadar menambal kerusakan, melainkan membangun ulang gedung dari nol.
“Melihat kondisi sekarang, bangunan ini sudah rusak total. Harapannya bukan sekadar rehab, tetapi membangunkembali dari awal. Mudah-mudahan RAB-nya bisa menyesuaikan dan pembangunan ini menjadi prioritas pemerintah pusat,” kata Tri.
Tri merasa lega karena musibah ini terjadi saat kompleks sekolah dalam keadaan sepi. Guna mengantisipasi bahaya susulan, pihak sekolah telah melarang seluruh siswa mendekati lokasi reruntuhan.
Kini, seluruh warga sekolah menantikan realisasi cepat dari kementerian demi menghadirkan fasilitas belajar yang aman dan nyaman.
(Agus Purwadi)



