spot_imgspot_img
Kamis 1 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pasien Batuk dan Demam Membludak di Puskesmas Padaherang Pangandaran

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Keluhan batuk, demam, pilek, Pegal-pegal hingga sakit tenggorokan cukup banyak di temukan pada pasien yang datang ke Puskesmas Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat (Jabar).

Demikian di sampaikan dokter umum Puskesmas Padaherang, Hilda. Menurut Dia, keluhan tersebut muncul di tengah kondisi cuaca panas dan kemarau.

‎BACA JUGA:

Jalan Rusak Sepanjang 1,5 Kilometer di Patinggen Pangandaran Butuh Perbaikan 

‎Dia menyebut, jumlah pasien dengan keluhan serupa sebenarnya tidak jauh berbeda di bandingkan kondisi sebelumnya. Pihaknya juga sudah terbiasa menangani pasien dalam jumlah cukup banyak setiap harinya.

“Sekarang pasien yang datang mayoritas mengeluhkan batuk, demam. Ada beberapa yang mengeluh sakit badan, pegal-pegal, sakit tenggorokan, terasa panas. Kalau sampai sesak tidak ada, sama pilek rata-rata,” kata Hilda kepada FOKUSJabar, di Puskesmas Padaherang, Kamis (1/10/2026).

Meski gejalanya menyerupai infeksi saluran pernapasan, dokter menyebut belum dapat memastikan apakah pasien mengalami influenza A.

Sebab, untuk memastikan jenis virus yang menyebabkan penyakit di perlukan pemeriksaan penunjang. Sementara pemeriksaan tersebut tidak di lakukan secara rutin terhadap pasien dengan kondisi yang tidak membutuhkan pemeriksaan laboratorium.

“Untuk menegakkan ini influenza A tidak bisa di pastikan karena kami tidak ada pemeriksaan penunjang. Virusnya jenis apa tidak bisa kami periksa,” katanya.

Menurutnya, berdasarkan gejala yang di temukan, diagnosis sementara lebih mengarah pada Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) yang kemungkinan di sebabkan oleh virus.

“Untuk gejalanya mengarah ke ISPA,” ungkapnya.‎

Hilda mengatakan, keluhan tersebut di temukan hampir setiap hari. Jumlahnya bervariasi karena pasien yang datang ke puskesmas juga memiliki beragam keluhan. Termasuk pasien yang menjalani kontrol penyakit kronis seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.

‎BACA JUGA:

Pasar Induk Bogor Pangandaran Sepi, Keramaian Cuma Bertahan 6 Bulan

Dalam sehari, total kunjungan pasien ke puskesmas tersebut bisa mencapai sekitar 50 orang. Jumlah kunjungan biasanya meningkat pada hari Senin.

Terkait penyebab meningkatnya keluhan batuk, pilek dan sakit tenggorokan, Dia menilai kondisi cuaca lebih mungkin berpengaruh di bandingkan faktor lain.

“Kalau dari cuaca kemungkinan besar iya. Karena kan kemarau, panas tinggi,” katanya.

Ia menjelaskan, kondisi kemarau juga kerap di sertai angin yang membawa debu. Paparan debu tersebut dapat mengganggu saluran pernapasan. Terutama bagi masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

Sementara terkait dugaan kaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau, dokter mengatakan kemungkinan tersebut tidak menjadi faktor utama.

“Kalau Krakatau kayaknya kita jauh. Kalau dari efek Krakatau mungkin tidak. Untuk kita lihat dari debunya saja kayaknya enggak sampai sini,” ujarnya.

Ia mengingatkan masyarakat tetap menjaga kondisi tubuh selama cuaca panas dan kemarau. Terutama dengan menerapkan pola hidup sehat.

Jika mengalami keluhan, pasien di sarankan memeriksakan diri dan mendapatkan penanganan sesuai gejala. Selain pengobatan, dokter juga memberikan edukasi mengenai pola makan, istirahat dan gaya hidup sehat.

“Yang pertama, ketika pasien datang kita berikan terapi sesuai dengan keluhannya. Kemudian kita kasih edukasi. Dari sisi makanannya harus yang sehat, bergizi, pola istirahatnya harus benar-benar cukup,” katanya.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru