spot_imgspot_img
Kamis 1 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ini Pesan Bupati Garut di Acara Lawung Lingkung 2026

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin menghadiri kegiatan “Lawung Lingkung 2026” di Gedung Pendopo Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Kerja Budaya Untuk Memuliakan Bumi” di hadiri Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Republik Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat.

BACA JUGA:

Lawung Lingkung 2026 Garut Dihadiri Menteri Lingkungan Hidup RI

Wakil Ketua DPRD, jajaran Forkopimda, Persatuan Guru Besar Indonesia Provinsi Jawa Barat, perwakilan 18 perguruan tinggi di Jawa Barat, serta Ketua Forum Pelestarian Budaya Adat Tradisi Sunda/Pasundan dan para budayawan.

Kehadiran berbagai elemen masyarakat, akademisi, dan pemerintahan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi dalam memajukan daerah dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

BACA JUGA:

Disdamkarmat Garut: Kebakaran Lahan Melonjak 1447 Persen

Bupati Garut menyampaikan selamat datang kepada Menteri LH RI di Kabupaten Garut. Ia memaparkan bahwa Garut saat ini menghadapi tantangan demografi dan penataan ruang yang cukup besar.

Dengan jumlah penduduk mencapai 2.948.000 jiwa, terbanyak ke lima di Jawa Barat dan ke delapan di Indonesia, serta luas wilayah sekitar 3.100 kilometer persegi, tingginya laju pertumbuhan penduduk perlu di sikapi secara bijak.

“Artinya orang sebanyak itu semakin lama semakin banyak, tetapi ruang-ruangnya itu tidak berubah. Padahal adanya manusia itu akan memerlukan ruang-ruang untuk kegiatannya, untuk membeli kebutuhannya, untuk berinteraksi, bersosialisasi dan melaksanakan apa yang menjadi cita-citanya,” papar Bupati.

Bupati mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam memanfaatkan tata ruang agar tidak merusak lingkungan hidup.

Terlebih, Kabupaten Garut memiliki kawasan hutan yang juga berfungsi sebagai wilayah penyangga bagi kabupaten/kota lain di bawahnya. Sehingga tidak boleh di alihfungsikan sembarangan.

Bupati mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat melalui Kementerian LH/BPLH atas bantuan hibah berupa motor pengangkut sampah.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga lingkungan dan menaati peraturan terkait pelestarian lingkungan.

Menteri LH/Kepala BPLH RI, Mohammad Jumhur Hidayat, menekankan bahwa menjaga kelestarian alam Nusantara membutuhkan tekad bersama untuk memuliakan bumi.

“Karena bumi hanya satu. Semua berkepentingan, bumi itu harus di jaga,” ujar Jumhur.

Ia menegaskan bahwa menjaga kelestarian lingkungan dan melestarikan kebudayaan merupakan hal yang tidak terpisahkan. Ia mengajak seluruh kekuatan lintas intelektual, etnis, dan usia untuk bersatu menjaga lingkungan tanpa ada niat merusak.

BACA JUGA:

35 Celengan Anak TK Aisyiyah 1 Cibatu Garut Disikat Maling

Ketua Forum Pelestarian Budaya Adat Tatar Pasundan, Jajang Sanaga mengungkapkan, kearifan lokal dalam menjaga lingkungan masih di pegang teguh oleh masyarakat adat dari 49 kesepuhan di 15 kabupaten/kota.

Ia menjelaskan, masyarakat adat memiliki pilar nilai Tritangtu yang menjadi landasan harmoni dan keseimbangan dengan alam. Yakni hirup eling (kesadaran manusia sejati), hirup cicing (kehidupan layaknya tumbuhan), dan hirup nyaring (kehidupan seperti hewan), dengan prinsip dasar menghormati “Ibu Bumi Bapak Langit.”

“Kepada masyarakat agar terus menjaga lingkungan serta menanam pohon sebagai bentuk investasi ekologis dan gerakan moral untuk merawat kehidupan, serta menitipkan bumi yang sehat bagi generasi masa depan,” tutur Jajang.

Kegiatan Lawung Lingkung Tahun 2026 berlangsung khidmat dan di tutup dengan penyerahan bantuan hibah motor pengangkut sampah dari Kementerian LH/BPLH serta pembagian bibit pohon kopi.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru