TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Kawasan wisata Situ Cibeureum di Kota Tasikmalaya akhirnya bernapas lega. Polemik panjang terkait suara bising musik karaoke dari warung-warung setempat. Yang sempat viral karena disebut mirip sound horeg dan mengusik ketenangan warga resmi mereda.
Melalui musyawarah mufakat di Aula Kantor Kecamatan Tamansari pada Senin (31/8/2026), pihak pedagang dan masyarakat sepakat menempuh jalan damai.
Mediasi yang dipimpin langsung oleh Camat Tamansari Gatot Setyobudi. Turut dihadiri oleh Kapolsek Tamansari AKP Nuraeni dan Danramil 1209 Kapten Inf. Andri Mulyono.
Baca Juga: Komunitas ISTC Gelar Karnaval Sepatu Roda Kostum Unik
Pertemuan tersebut berhasil mencairkan ketegangan setelah sebelumnya sempat diwarnai mosi tidak percaya akibat lambatnya penanganan dari oknum pemangku kebijakan wilayah.
Komitmen Pedagang dan Langkah Tegas Pemerintah
Koordinator pedagang Situ Cibeureum, Iwan, menyatakan kesiapan pihaknya untuk patuh terhadap norma dan aturan yang berlaku demi menjaga ketertiban umum.
Senada dengan itu, penanggung jawab kios, Ombik, mengakui sempat terjadi miskomunikasi akibat provokasi oknum tak bertanggung jawab. Yang memperkeruh situasi di lapangan.
Menanggapi hal tersebut, Camat Tamansari Gatot Setyobudi menegaskan bahwa penyelesaian ini harus dilakukan secara komprehensif. Mencakup penataan fisik bangunan kios hingga regulasi aktivitas hiburan.
Baca Juga: Komisi I DPRD Tasikmalaya Soroti Selisih Rp4,6 M dalam Dokumen APBD Perubahan
Pemerintah kecamatan berencana membentuk Kelompok Masyarakat (Pokmas) serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk mengawasi kawasan secara berkelanjutan.
Menjaga Kondusivitas Pasca-Kesepakatan
Aparat penegak hukum turut memberikan pesan kuat agar perdamaian ini dijaga konsistensinya. Danramil 1209 Kapten Inf. Andri Mulyono mengingatkan agar momentum kemerdekaan tidak dicoreng oleh konflik horizontal
Sementara Kapolsek Tamansari AKP Nuraeni menekankan pentingnya merealisasikan poin-poin yang telah tertuang dalam resume kesepakatan tertulis.
Kini, tantangan terbesar bukan lagi meredam ketegangan, melainkan konsistensi seluruh pihak dalam mematuhi aturan baru. Agar kawasan Situ Cibeureum benar-benar menjadi destinasi wisata yang tertib, nyaman, dan ramah bagi semua kalangan.
(Abdul Latif)



