BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung menargetkan seluruh siswa SD Negeri 026 Bojongloa mulai belajar di sekolah sementara, SDN 148 Cibaduyut, pada 4 September 2026.
Persiapan perpindahan dilakukan secara bertahap. Disdik lebih dulu menggelar simulasi dengan mengajak siswa mengenali rute perjalanan dari rumah menuju sekolah sekaligus beradaptasi dengan lingkungan sekolah baru.
Kepala Disdik Kota Bandung Asep Saeful Ghufron mengatakan, simulasi dilakukan berdasarkan rombongan belajar (rombel). Pekan ini, giliran siswa kelas 5 mengikuti simulasi perjalanan menuju SDN 148 Cibaduyut.
Baca Juga: Satu Nama Sapu Bersih Dukungan 27 DPC, Musda Demokrat Jabar Mengarah ke Aklamasi
“Simulasi pertama, jadi memperkenalkan mulai dari alur. Dia kan rumahnya di sekitar sana, dipastikan tidak menyeberang,” kata Asep di Balai Kota Bandung Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, siswa juga dikenalkan dengan rute yang aman dan didorong untuk berjalan kaki dari rumah menuju sekolah. Selain menjaga kesehatan, langkah itu diharapkan membuat siswa terbiasa dengan perjalanan menuju lokasi belajar yang baru.
“Kita akan mendidik anak-anak itu coba dibiasakan jalan kaki dari rumah ke sekolah. Tidak naik kendaraan, biar sehat juga,” ujarnya.
Tak hanya rute, Disdik juga mengenalkan lingkungan SDN 148 Cibaduyut kepada siswa agar mereka tidak merasa asing saat proses pembelajaran dipindahkan ke sekolah tersebut.
“Kepindahan sementara ke SDN 148 itu kita kenalkan dengan lingkungan yang ada di SDN 148. Itu simulasi dulu, belum kepada fix,” katanya.
Respons Positif Siswa
Asep menyebut, hasil simulasi sejauh ini menunjukkan respons positif dari para siswa. Mereka dinilai menikmati suasana di sekolah yang akan menjadi lokasi belajar sementara tersebut.
“Kalau kita lihat anak-anak senang banget. Suasana tawa. Di lingkungan SDN 148, lingkungannya lebih enak dibandingkan di 026. Halamannya luas, banyak pohon-pohon. Kemarin enjoy banget anak-anak, tawa-ketawa,” ungkapnya.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan unsur kewilayahan untuk memastikan rute perjalanan siswa dari rumah menuju sekolah.
“Kemarin sudah dipetakan oleh kewilayahan, baik Pak Lurah maupun Pak Camat. Saya sangat berterima kasih kepada jajaran kewilayahan yang mendukung ini,” ucapnya.
Asep menjelaskan, perpindahan sementara dilakukan untuk menjaga kenyamanan sekaligus kondisi psikologis siswa di tengah persoalan hukum yang terjadi di SDN 026 Bojongloa.
Menurut Asep, proses belajar mengajar di SDN 026 tidak dapat dipertahankan dalam kondisi seperti saat ini. Terlebih, persoalan kepemilikan aset sekolah telah memiliki putusan hukum.
“Ini persoalan ini tidak diada-ada, tapi sudah di depan kita. Kita tidak bisa mempertahankan secara tetap berjalan di sekolah SDN 026. Secara hukum sudah clear. Ahli waris yang menang,” katanya.
Bentuk Perlindungan Terhadap Siswa
Asep menegaskan, langkah tersebut merupakan bentuk perlindungan terhadap siswa agar tidak terus berada dalam situasi yang dapat mengganggu kenyamanan dan psikologis mereka.
“Tapi kan tidak nyaman ke anak-anak. Saya kan menyelamatkan anak-anak. Jadi jangan sampai psikologis anak itu terus saja tertekan, sehingga kita evakuasi,” ucapnya.
Lebih lanjut Asepengatakan, target perpindahan seluruh siswa ke SDN 148 Cibaduyut ditetapkan pada 4 September 2026. Namun, pelaksanaan tersebut masih menunggu arahan formal dari Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.
Baca Juga: Pemkot Bandung Soroti Perubahan Status Kesejahteraan Desil 5 ke 6
“Mudah-mudahan tadi barusan beliau, Pak Wali, formalnya di tanggal 4 September. Harus sudah didorong semua,” ujarnya.
Meski kegiatan belajar mengajar dipindahkan, SDN 026 Bojongloa tidak akan dikosongkan. Disdik tetap menempatkan penjaga di lokasi serta mempertahankan aset dan barang-barang sekolah.
“SDN 026 tidak dikosongkan, ada penjaga tetap. Masih dikuasai aset itu. Karena barang-barang tidak akan saya keluarkan. Putusan masih non-real, tidak pengosongan,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni)



