spot_imgspot_img
Selasa 25 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Satu Nama Sapu Bersih Dukungan 27 DPC, Musda Demokrat Jabar Mengarah ke Aklamasi

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Jawa Barat berpeluang berlangsung cepat serta berakhir secara aklamasi. Tim verifikasi mencatat hanya satu nama kandidat yang lolos persyaratan dan mengantongi dukungan penuh dari seluruh pemilik suara.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, menjelaskan bahwa panitia menggelar Musda VI melalui mekanisme Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) akibat percepatan jadwal.

Baca Juga: Tanpa Solusi Relokasi, Kebijakan Penertiban PKL Pemkot Bandung Pancing Kritik Pakar ITB dan Unpas

Kepengurusan DPD Demokrat Jawa Barat saat ini baru berjalan sekitar empat tahun empat bulan. Padahal, aturan AD/ART menetapkan masa jabatan pengurus selama lima tahun.

“Musyawarah Daerah ke-6 Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat melalui Musdalub karena ada percepatan, baru 4 tahun 4 bulan, semestinya di dalam AD/ART 5 tahun,” kata Herman Khaeron saat menghadiri Musda VI Demokrat Jabar di The Trans Luxury Hotel, Bandung, Senin (24/8/2026) malam.

Herman mengungkapkan bahwa kendala dalam konsolidasi organisasi sebelumnya memaksa pihak partai mempercepat jadwal agar pergerakan tidak semakin terlambat.

Dukungan Utuh dari 27 DPC dan Organisasi Sayap

Herman menegaskan bahwa AD/ART memberikan kewenangan penuh kepada Ketua Umum untuk menggelar Musda. Namun, mekanisme internal tetap membuka ruang pencalonan secara demokratis dengan ambang batas dukungan minimal 20 persen.

“Dalam Demokrat, pelaksanaan Musyawarah Daerah menurut AD/ART itu memang sepenuhnya menjadi kewenangan Ketua Umum. Dan pelaksanaannya tetap kami buka secara demokratis, minimal mendapatkan dukungan 20 persen,” katanya.

Hingga tahapan verifikasi selesai, panitia hanya menerima satu nama calon. Kandidat tunggal ini menyapu bersih dukungan dari 27 Ketua DPC Demokrat kabupaten/kota se-Jawa Barat serta satu organisasi sayap partai.

“Sampai terakhir kami menerima pencalonan dan terverifikasi hanya satu nama yang mencalonkan dan didukung oleh seluruh pemilik suara,” ungkapnya.

Proses musyawarah berpotensi tuntas lebih cepat karena tidak ada kompetisi antarcalon.

“Oleh karenanya, insya Allah mungkin lebih cepat Musyawarah Daerah ini karena hanya satu nama dan bisa ditetapkan secara aklamasi,” ujarnya.

Meski demikian, Herman mengingatkan bahwa keputusan akhir mengenai penetapan Ketua DPD definitif berada di tangan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Keputusannya nanti kita akan tetapkan bahwa sebagai calon tunggal dan kami akan usulkan kepada Ketua Umum sebagai calon Ketua DPD. Nanti Ketua Umum akan menetapkan pilihannya dan tentu dalam waktu satu minggu dua minggu nanti akan diputuskan oleh Ketua Umum,” jelasnya.

Targetkan Ulang Kejayaan Pemilu dan Teladani Gaya Dedi Mulyadi

Selain agenda pemilihan ketua, forum Musda VI juga memuat agenda laporan pertanggungjawaban, evaluasi kinerja, hingga penyusunan program strategis partai.

“Pada kesempatan nanti akan ada laporan pertanggungjawaban, kemudian ada refleksi terhadap perjalanan sejarah lima tahun yang lalu, dan tentu ada target-target yang ingin dicapai ke depan,” ucapnya.

Herman menyebut Jawa Barat sebagai wilayah kunci bagi Partai Demokrat. Ia mengingatkan kembali raihan manis partai saat menguasai Jawa Barat pada Pemilu 2009.

“Perlu menjadi catatan bahwa Demokrat pernah memenangkan Partai Demokrat di Jawa Barat dengan 28 kursi, baik di DPR RI maupun DPRD provinsi, dan hampir di seluruh kabupaten/kota mendapatkan pimpinan,” katanya.

Guna mengulang kesuksesan tersebut, Herman meminta seluruh kader mempererat hubungan emosional dengan rakyat, meniru pendekatan kemasyarakatan yang konsisten ditunjukkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

“Masyarakat Jawa Barat itu masyarakat yang memilih dengan hati. Oleh karena itu juga kami akan mengingatkan bahwa para kader di Jawa Barat harus betul-betul dekat dengan rakyat, seperti Pak Gubernur, Pak Dedi Mulyadi dekat dengan rakyat. Tirulah Pak Dedi sehingga juga Demokrat ke depan bisa dicintai,” ucapnya.

Herman optimis kemenangan di Jawa Barat akan menjadi barometer utama kekuatan Partai Demokrat secara nasional.

“Kalau menang di Jawa Barat, insya Allah ini juga merupakan indikator kemenangan partai di Indonesia,” katanya.

Gubernur Dedi Mulyadi Apresiasi Kemitraan Strategis Demokrat

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berharap Pemprov Jabar dan Partai Demokrat terus merawat hubungan baik yang sudah terbangun selama ini.

Dedi menganggap Partai Demokrat sebagai mitra kerja tepercaya pemerintah daerah, baik melalui saluran struktur partai maupun perwakilan fraksi di DPRD Jawa Barat.

“Harapan terbesarnya tentunya sebagaimana yang sudah terjalin selama ini, Demokrat menjadi sahabat pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui representasi partai dan fraksinya bisa terus secara bersama-sama menyelesaikan seluruh konsepsi dan teknokrasi pembangunan yang ada di Jawa Barat,” kata Dedi.

Dedi menambahkan, koordinasi bersama pimpinan DPD dan Fraksi Demokrat berjalan sangat harmonis dalam mengawal berbagai kebijakan pembangunan.

“Selama ini bisa berjalan dengan baik. Komunikasi saya dengan jajaran pimpinan partai, DPD, kemudian pimpinan fraksi berjalan dengan baik. Kita bisa melihat dinamika di DPRD selama ini juga relatif baik,” ungkapnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru