spot_imgspot_img
Rabu 12 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Petani Milenial Tasikmalaya Terapkan TABELA, Targetkan Produktivitas Padi hingga 10 Ton per Hektare

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, meninjau langsung penerapan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Rabu (12/8/2026). Petani Milenial yang tergabung dalam Kelompok Tani Gunung Golong menginisiasi penerapan teknologi pertanian modern tersebut.

Peninjauan lapangan ini turut mengikutsertakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya Ely Suminar, Camat Cipedes Cecep Ridwan, Lurah Nagarasari, para penyuluh pertanian, serta jajaran petani setempat.

Baca Juga: 11 Koperasi Merah Putih di Kota Tasikmalaya Siap Beroperasi, Menanti Peresmian Presiden Prabowo

Para petani muda di kawasan tersebut mulai meninggalkan metode tanam konvensional. Mereka beralih menerapkan metode Tanam Benih Langsung (TABELA) untuk memacu melimpahnya hasil panen padi.

Kepala DKP3 Kota Tasikmalaya, Ely Suminar, menjelaskan bahwa PM-AAS merupakan program strategis Kementerian Pertanian guna mendongkrak produktivitas beras nasional.

“Melalui PM-AAS kita ingin petani lebih efisien dan lebih cepat menanam dengan hasil panen yang meningkat,” ungkap Ely Suminar, Rabu (12/8/2026).

Keunggulan Metode Tabela Menggunakan Drum Seeder

Sistem TABELA mengandalkan alat dorong khusus bernama Drum Seeder. Alat ini menanam benih padi secara langsung ke hamparan sawah tanpa melalui proses persemaian maupun pemindahan bibit. Metode ini menawarkan keunggulan berupa proses tanam yang jauh lebih cepat, hemat tenaga kerja, efisien waktu, serta mampu memangkas biaya operasional.

Riset di beberapa daerah menunjukkan bahwa penerapan TABELA di lahan seluas satu hektar mampu menghasilkan lebih dari 10 ton gabah.

“Secara teknis dan perawatan pada umumnya sama dengan cara konvensional, namun bedanya yakni populasi tanaman lebih padat, sehingga potensi hasil panennya lebih banyak,” ujarnya.

Meski demikian, sistem ini membutuhkan alokasi benih dan pupuk yang lebih tinggi. Lahan satu hektar memerlukan sekitar 80 kg benih, dari yang biasanya 60 kg. Kebutuhan pupuk Urea meningkat dari 250 kg menjadi 300 kg, sedangkan pupuk NPK naik dari 300 kg menjadi 400 kg.

DKP3 Kota Tasikmalaya menargetkan perluasan sistem TABELA hingga mencapai 19 hektar sawah sampai akhir tahun 2026. Saat ini, para petani baru menggarap 8 hektar lahan menggunakan metode tersebut.

Apresiasi Inovasi Petani Muda Pembuat Alat Mandiri

Wakil Wali Kota Dicky Candra Negara menyambut positif terobosan teknologi pertanian ini. Ia menilai metode TABELA menjadi solusi tepat untuk mengatasi kelangkaan tenaga kerja pertanian sekaligus menekan biaya produksi.

Saat ini Kota Tasikmalaya masih menghadapi keterbatasan unit Drum Seeder. Dua unit bantuan dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor harus bergantian dipakai oleh sejumlah kelompok tani.

Namun,Ia mengungkap kabar menggembirakan mengenai adanya petani muda lokal yang sukses merakit dan memasarkan Drum Seeder buatan sendiri.

“Kabar baiknya, di Kota Tasikmalaya sudah ada petani muda yang berhasil memproduksi sendiri Drum Seeder dan sudah dipasarkan. Ini potensi yang harus kita dukung,” ungkapnya.

Ia mengimbau para agnia, pelaku usaha, serta sektor swasta untuk berkolaborasi membantu pengadaan alat Drum Seeder bagi kelompok tani.

“Kalau Infrastruktur alat memadai, target 19 hektar tahun 2026 ini bisa tercapai, bahkan lebih. Program ini investasi untuk mewujudkan swasembada pangan dan kesejahteraan petani,” tandasnya.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru