spot_imgspot_img
Jumat 31 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Cuma Ada 83 Dokter Spesialis di Indonesia, Kuningan Gelar Sosialisasi Penanganan Kanker Anak

KUNINGAN,FOKUSJabar.id: Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menghadiri Sosialisasi Kanker Anak bagi Nakes dan kader PKK.

Dinkes Kabupaten Kuningan menggelar acara strategis tersebut di Teras Pendopo Kabupaten Kuningan, Jumat (31/7/2026).

Baca Juga: Bunda EL Imbau Sinergi Orang Tua dan Sekolah demi Tumbuh Kembang Anak pada HAN 2026

Pihaknya menghadirkan Yayasan Anyo Indonesia bersama dokter spesialis anak konsultan hematologi onkologi dr. Edi Setiawan Tehuteru.

Sosialisasi bertujuan meningkatkan pemahaman nakes dan kader PKK dalam mendeteksi gejala awal kanker anak.

Kadinkes Kuningan dr. Martono menyebut penyakit kanker anak berdampak besar terhadap ekonomi serta psikologis keluarga.

“Anak yang menjalani pengobatan kanker sering kali harus berhenti sekolah sementara, menjalani pemeriksaan dan pengobatan berulang, hingga kehilangan kesempatan bermain bersama teman-temannya. Karena itu, penanganan kanker anak membutuhkan dukungan semua pihak,” ujarnya.

Martono mengungkapkan masyarakat sering kali terlambat membawa anak berobat karena minim informasi serta rasa takut.

Ia mendorong petugas puskesmas serta kader PKK agar aktif mengedukasi warga terkait penanganan dini kanker anak.

Sementara itu, Ketua Yayasan Anyo Indonesia Pinta Manulang Panggabean mengapresiasi tinggi kepedulian Pemerintah Kabupaten Kuningan.

Ia membeberkan Indonesia saat ini hanya memiliki 83 dokter spesialis hematologi onkologi anak.

Padahal estimasi kasus baru kanker anak di Indonesia menyentuh angka 11 ribu penderita setiap tahunnya.

Bupati Dian Rachmat Yanuar mengajak peserta menyerap ilmu berharga dari dr. Edi Setiawan Tehuteru secara optimal.

“Kesempatan seperti ini sangat jarang. Dokter spesialis kanker anak di Indonesia jumlahnya sangat sedikit. Mari manfaatkan waktu ini untuk menambah ilmu demi keselamatan anak-anak kita,” ujar Bupati.

Dian menegaskan penanganan kanker anak membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, nakes, serta seluruh elemen masyarakat.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menyelamatkan masa depan anak-anak kita. Edukasi, kepedulian, dan deteksi sedini mungkin menjadi kunci agar mereka mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik,” pungkasnya.

(KuninganKab/IrfansyahRiza)

spot_img

Berita Terbaru