spot_imgspot_img
Kamis 30 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Distribusi Air Bersih di Bekasi Tembus 3 Juta Liter, 23 Desa Masih Terdampak Kekeringan

BEKASI,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Bekasi mengintensifkan penyaluran bantuan air bersih untuk warga terdampak kemarau. BPBD Kabupaten Bekasi menggandeng pelbagai pemangku kepentingan guna mendistribusikan pasokan air secara bertahap.

Langkah ini menjadi fokus Rapat Koordinasi Siaga Darurat Bencana Kekeringan 2026 di Cikarang Pusat, Kamis (30/7/2026).

Baca Juga: Sebanyak 100 Kebakaran Terjadi di Depok, Damkar Ungkap Penyebab Terbanyak

Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin memimpin langsung rapat strategis tersebut.

Endin mengapresiasi kerja cepat BPBD serta pemangku kepentingan dalam menyalurkan bantuan air.

“Koordinasi dengan perangkat daerah, pemerintah provinsi, hingga dunia usaha sudah berjalan dengan baik. Upaya-upaya tersebut sudah dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pengiriman air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan,” ujarnya.

Pemerintah daerah mengalihkan anggaran pengadaan armada menjadi dana operasional bahan bakar tangki.

Langkah efisiensi ini memastikan seluruh armada pengangkut air bersih tetap beroperasi secara optimal.

Endin mengimbau dinas pemilik kendaraan tangki dan perusahaan swasta untuk ikut berkolaborasi.

“Perusahaan-perusahaan yang selama ini sudah membantu tentu kami berterima kasih. Namun kami juga mengajak perusahaan lain agar ikut berkolaborasi meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan,” katanya.

Data BPBD mencatat bencana kemarau melanda 37.972 jiwa serta merusak 3.002 hektare lahan pertanian.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Dodi Supriadi menyebut petugas melayani sembilan kecamatan terdampak secara bergilir.

“Hingga saat ini ada 23 desa di 9 kecamatan yang menerima distribusi air bersih. Semua warga terdampak kami layani secara bergilir karena keterbatasan armada dan personel,” ujarnya.

BPBD Mendesak Percepatan Pembangunan Bendungan Hulu Bersama BBWS Citarum

Kecamatan penerima bantuan meliputi Cibarusah, Serang Baru, Bojongmangu, Cikarang Selatan, Pebayuran, Sukatani, Cabangbungin, Babelan, dan Tarumajaya.

Perumda Tirta Bhagasasi turut memfasilitasi pengambilan air gratis untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat.

Sejak Juni 2026, BPBD bersama mitra gabungan telah menggelontorkan 3.067.300 liter air bersih.

Guna solusi jangka panjang, BPBD mendesak percepatan pembangunan bendungan hulu bersama BBWS Citarum.

“Kami berharap pembangunan bendungan di wilayah hulu segera selesai sehingga air hujan dapat ditampung saat musim penghujan dan dimanfaatkan ketika musim kemarau,” katanya.

Pemerintah daerah mempertahankan status siaga darurat mengingat puncak kemarau berpotensi berlangsung hingga September 2026.

Dodi mengimbau masyarakat menggunakan air secara hemat dan aktif melaporkan krisis air melalui pemerintah desa.

“Kami mengajak masyarakat untuk hemat menggunakan air. Jika ada wilayah yang mengalami kekurangan air bersih, segera laporkan melalui pemerintah desa agar distribusi bantuan dapat segera dijadwalkan dan merata,” ujarnya.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru