GARUT, FOKUSJabar.id: Menikmati kuliner dengan latar panorama Gunung Guntur menjadi pengalaman kuliner yang di tawarkan Surabi Bakar Berlian di Jalan Ibrahim Adjie Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.
Kedai tersebut memadukan cita rasa jajanan khas Sunda dengan pemandangan alam yang memanjakan mata.
BACA JUGA:
Kapolres Garut Berganti, Laskar Prabowo 08 Ingin Penegakan Hukum Adil dan Sinergi
Meski tergolong kuliner tradisional, tempat ini dengan cepat menjadi magnet baru bagi wisatawan dalam dan luar daerah.
Berlatar panorama Gunung Guntur serta hamparan sawah yang hijau, Surabi Bakar Berlian menghadirkan pengalaman menikmati jajanan legendaris Sunda dengan suasana yang estetik.
Pemilik Surabi Bakar Berlian, Yopi Herdiana mengatakan, motivasi utamanya mendirikan kedai ini adalah rasa tanggung jawab untuk melestarikan kuliner khas Jawa Barat di tengah gempuran tren makanan modern.
Dia menegaskan, surabi khas Sunda memiliki identitas tersendiri yang berbeda dengan daerah lain. Jika di daerah lain cenderung berukuran kecil dengan kuah kinca encer. Di sini tampil lebih tebal dengan tekstur padat serta pilihan topping gurih maupun manis.
Menariknya, bisnis yang awalnya hanya menawarkan tiga varian klasik (polos, oncom dan telur) kini berkembang pesat.
Menyesuaikan selera anak muda dan wisatawan, Surabi Bakar Berlian telah menghadirkan sekitar 40 varian rasa.
Baru menempati lokasi barunya di Jalan Ibrahim Adjie selama kurang lebih empat bulan setelah sebelumnya beroperasi di kawasan Perempatan Hampor, pertumbuhan usaha ini terbilang pesat.
Kekuatan media sosial di akui Yopi menjadi salah satu pendorong meningkatnya popularitas kedai mereka.
Bahkan tanpa mengandalkan promosi berbayar, konten yang di unggah para pengunjung kerap masuk FYP di berbagai platform media sosial dan di tonton jutaan kali.
BACA JUGA:
Srikandi Garut Nadya Nurazizah Effendi Raih Emas Kejurnas Panahan Junior 2026
“Sekitar 70 persen pengunjung kami di pagi hari adalah wisatawan dari luar kota. Seperti Jakarta, Bandung dan Sumatra. Tempat kami kini jadi salah satu destinasi singgah agen travel sebelum wisatawan menuju objek wisata Papandayan atau Darajat Pass,” ungkap Yopi.
Keunggulan rasa Surabi Bakar Berlian tak lepas dari proses pengolahan yang masih di pertahankan secara konvensional.
Penanggung Jawab (PIC) Surabi Bakar Berlian, Roni Sukmawan menjelaskan, tekstur khas surabi di peroleh dari penggunaan kelapa segar dengan teknik parutan khusus.
“Yang pertama mungkin di tekstur surabinya sendiri ya, karena memang kita memakai kelapa yang fresh. Kemudian parutannya itu nggak terlalu lembut. Jadi kalau sudah bercampur dengan adonan, tekstur gurihnya itu dari kelapa kerasabanget. Cara pembuatannya setelah jadi adonan, di bakar menggunakan kayu bakar,” katanya.
Untuk varian gurih, pilihan favorit pengunjung adalah telur-oncom dan telur-abon.
Sementara bagi pencinta rasa manis, perpaduan cokelat, keju dan susu menjadi menu yang paling di minati. Harga yang di tawarkan pun terjangkau. Mulai Rp4-15 ribu per porsi.
Saat akhir pekan, kedai ini mampu menjual hingga 1.000 porsi surabi dalam sehari. Bahkan, kunjungan tokoh nasional seperti Bima Arya beberapa waktu lalu turut memberikan apresiasi dan mendorong agar produk ini di kembangkan menjadi oleh-oleh berkonsep frozen food.
Popularitas kedai ini juga di rasakan langsung oleh para pengunjung. Ani, salah seorang pelanggan menyebut, Surabi Bakar Berlian sebagai tempat yang menawarkan pengalaman kuliner sekaligus lokasi bersantai.
Ke depan, pihak pengelola berencana melakukan ekspansi ke beberapa kota. Seperti Tasikmalaya hingga Jakarta.
Mereka ingin mewujudkan cita-cita menjadikan surabi sebagai ikon oleh-oleh baru Kabupaten Garut yang dapat bersanding dengan dodol.
Kedai Surabi Bakar Berlian melayani pelanggan setiappukul 06.00–10.00 WIB dan pukul 17.00–22.00 WIB.
Selain makan di tempat, pemesanan juga dapat di lakukan melalui WhatsApp dan layanan pesan antar.
Informasi terbaru dapat di akses melalui Instagram @surabibakar.id dan TikTok Surabi Bakar Berlian.
(Bambang Fouristian)



