spot_imgspot_img
Senin 20 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dosen STKIP Pasundan Ciptakan Olahraga Ketangkasan Bernuansa Sunda

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dosen STKIP Pasundan, Akhmad Olih Solihin mengukir prestasi dengan menciptakan cabang olahraga baru bernama Krikago. Olahraga permainan ketangkasan melempar bola ini memadukan nilai kearifan lokal budaya Sunda dengan semangat pemberdayaan melalui gerak.

Pencipta Krikago, Akhmad Olih Solihin membeberkan bahwa penamaan cabang olahraga ini menyerap akronim dari tiga kata bahasa Sansekerta Sunda. Ketiga kata tersebut yakni Kridā (permainan/ketangkasan), Kanda (bola/bulatan), dan Gola (melempar).

Baca Juga: Pemkot Bandung Percepat Pemasangan PJU, Jalan Soekarno-Hatta Jadi Prioritas Tekan Kriminalitas

“Dari tiga unsur kata tersebut maka muncul nama Krikago yang secara harfiah berarti permainan ketangkasan melempar bola. Olahraga ini dirancang untuk mengembangkan koordinasi mata-tangan, konsentrasi, daya tahan mental, serta sportivitas setiap atletnya,” kata Olih, Senin (20/7/2026).

Secara filosofis, Olih menyuntikkan tiga prinsip luhur budaya Sunda ke dalam aturan permainan Krikago. Tiga prinsip tersebut mencakup Silih Asah (mengasah akurasi dan teknik), Silih Asih (menghargai lawan sebagai mitra tumbuh), serta Silih Asuh (saling membimbing dan menjaga keselamatan).

Olih menambahkan bahwa permainan Krikago tidak membutuhkan fasilitas arena yang rumit. Pengelola pertandingan hanya perlu menyiapkan arena lemparan linear dengan tiga zona jarak resmi, yakni 1,5 meter, 2 meter, dan 2,5 meter dari papan sasaran.

“Lapangannya sendiri tidak harus khusus dan bisa dibuat dengan mudah yang terpenting permukaan tidak licin dan harus rata, garis zona harus terlihat kontras, dan ketinggian langit-langit minimal 4 meter jika digelar di indoor,” jelas Olih.

Menggunakan Bola Khusus Berbahan Sintetis Bersertifikat

Papan sasaran Krikago menggunakan sistem lingkaran (bullseye) bertingkat dengan variasi poin dan warna. Poin tertinggi (6 poin) berada pada lingkaran pusat merah berdiameter 15 cm, sedangkan area terluar (1 poin) diwakili lingkaran biru berdiameter 90 cm.

Pihak pembuat merancang bola khusus berbahan sintetis bersertifikat dengan bobot 200–250 gram dan diameter 10–12 cm. Lapisan bahan ini membuat bola dapat menempel sempurna saat mengenai papan skor target.

Dalam setiap sesi, atlet memegang 3 bola untuk tiga kali kesempatan melempar secara berurutan dari zona jarak yang berbeda. Para pemain wajib menguasai tiga teknik lemparan resmi, yakni overhead (atas kepala), sidearm (samping), dan underhand (bawah).

“Setiap pemain bebas memposisikan badan mereka saat melempar tapi harus sesuai teknik lemparan resmi dan tidak menginjak atau melampaui garis batas zona jarak. Penghitungan skor total dari akumulasi poin dari tiga lemparan,” papar Olih.

Saat ini, tim pengembang mulai mengenalkan olahraga Krikago ke berbagai penjuru Jawa Barat. Termasuk lingkungan civitas akademika STKIP Pasundan dan Kota Bandung. Mereka optimistis cabang baru ini dapat penerimaan dari masyarakat luas.

“Saat ini kita sedang mengupayakan Krikago ini masuk sebagai anggota KORMI (Komite Olahraga Rekreasi dan Masyarakat Indonesia). Dengan organisasi POKI (Persatuan Olahraga Krikago Indonesia) sebelum masuk sebagai olahraga prestasi dan menjadi anggota KONI,” pungkas Olih.

(Ageng)

spot_img

Berita Terbaru