spot_imgspot_img
Sabtu 18 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sate Totok Kalipucang, Kuliner Legendaris Pangandaran Berbahan Kerang Citanduy yang Diburu Wisatawan

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Sejumlah pedagang berdiri berjejer sambil membawa wadah berisi sate totok di tepi Jalan Raya Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Mereka sesekali menghampiri kendaraan yang melambat untuk menawarkan kuliner khas berbahan dasar kerang tersebut.

Pemandangan unik ini mewarnai aktivitas sehari-hari warga, tepatnya di tikungan dekat minimarket Kalipucang. Bagi para pedagang, kendaraan yang menepi bukan sekadar lalu lintas biasa, melainkan tumpuan harapan datangnya rezeki.

Baca Juga: Cara Unik Polres Pangandaran Rayakan Hari Bhayangkara, Gelar Lomba Melukis Anak Difabel

Salah seorang pedagang bernama Tutur mengaku sudah menekuni usaha sate totok selama kurang lebih 20 tahun. Demi memanjakan lidah pembeli, ia juga menyediakan lontong dan peyek udang sebagai makanan pelengkap.

“Totok itu nama kerangnya. Memang ciri khas Kalipucang karena kerangnya diambil dari Citanduy,” ujar Tutur, Sabtu (18/07/2026).

Tutur menjelaskan bahwa kerang totok mendiami aliran Sungai Citanduy yang melintasi kawasan Kalipucang. Dahulu, warga setempat kerap berburu kerang tersebut langsung ke sungai. Namun kini, Tutur memilih membeli daging kerang yang sudah bersih dan siap olah dari pasar seharga Rp40.000 per kilogram.

Proses pengolahan kuliner ini berawal dengan merebus daging kerang bersama bumbu kuning hingga meresap sempurna. Langkah berikutnya, pedagang menusuk daging tersebut menggunakan lidi sebelum menjajakannya ke konsumen.

Rasa Gurih Alami Kerang

Berbeda dengan sate ayam atau sapi pada umumnya, sate totok menonjolkan cita rasa gurih alami kerang. Kelezatan ini lahir dari perpaduan pas bumbu rempah sederhana.

Para pedagang melepas sate totok dengan harga terjangkau, yakni Rp5.000 untuk setiap empat tusuk. Penjualan kuliner ini sangat bergantung pada tingkat keramaian arus lalu lintas.

“Kalau ramai bisa habis tiga sampai empat kilogram. Kalau sepi sekitar dua kriminal,” katanya.

Pada hari-hari biasa, Tutur rata-rata mampu menghabiskan sekitar 2 kilogram daging kerang. Volume penjualan tersebut langsung melonjak menjadi 3 hingga 4 kilogram saat akhir pekan atau musim liburan tiba.

Keberadaan sate totok ini mendapat keuntungan dari posisi strategis Kalipucang sebagai pintu masuk utama menuju kawasan wisata Pangandaran. Banyak pelancong memilih rehat sejenak untuk mencicipi makanan khas ini sebelum melanjutkan perjalanan mereka.

Bagi Tutur dan rekan seprofesinya, sate totok bernilai lebih dari sekadar barang dagangan biasa. Kuliner legendaris ini merupakan warisan berharga Kalipucang yang terus bertahan sekaligus memperkuat identitas daerah.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru