TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Suasana Halaman Balekota Tasikmalaya tampak berbeda dari biasanya. Area yang biasanya padat oleh warga yang mengurus pelayanan publik, kini riuh oleh barisan pemain GateBall yang membawa tongkat dan bola kayu. Komunitas GateBall Tasikmalaya tengah menerima kunjungan silaturahmi dari Durma GateBall Bandung, Sabtu (18/07/2026).
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara bersama para pengurus Komunitas GateBall Tasikmalaya menyambut hangat kehadiran tim dari Kota Kembang tersebut.
Baca Juga: Bank bjb Tasikmalaya Edukasi Literasi Keuangan Pelajar, Dorong Budaya Menabung dan Cegah Pinjol
Kedatangan rombongan pecinta olahraga GateBall asal Bandung ini memiliki misi ganda. Selain menjadi ajang temu kangen, mereka juga menggelar pertandingan persahabatan (sparring partner) demi mempererat ikatan persaudaraan antaranggota komunitas.
Dalam kesempatan itu, Dicky Candra melontarkan apresiasi tinggi atas semangat dan konsistensi komunitas dalam menghidupkan dunia olahraga, khususnya GateBall di Kota Tasikmalaya.
“Kami berterima kasih sekaligus menyambut baik atas kedatangan klub Durma GateBall Bandung. Ini menunjukkan bahwa olahraga bisa menjadi wadah dan jembatan untuk menghubungkan tali silaturahmi antar daerah,” ungkap Dicky Candra Negara, Sabtu (18/07/2026).
Ia menjelaskan bahwa olahraga GateBall tergolong baru masuk ke Indonesia. Meski begitu, permainan ini sudah memikat banyak penggemar dari berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga lansia.
Tidak Menuntut Fisik yang Berat
Menurut Dicky, permainan asal Jepang ini memiliki ciri dan keunikan tersendiri karena sifatnya yang inklusif. Olahraga ini tidak menuntut fisik yang berat, namun tetap mampu mengasah strategi dan kekompakan tim secara optimal.
“Harapannya, kegiatan ini mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga, khususnya di Kota Tasikmalaya menuju Kota sports tourism,” ujar Dicky Candra.
Ia optimistis peningkatan semangat berolahraga akan mendongkrak kualitas kesehatan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini bisa melambungkan nama Tasikmalaya di kancah GateBall regional maupun nasional.
Sementara itu, Ketua Komunitas GateBall Tasikmalaya, H. Rahmat Kurnia menyebut pertemuan ini sebagai sarana latih tanding. Agenda ini penting untuk menguji kemampuan, melatih strategi, serta membangun mental dan pengalaman bertanding para pemain.
“Tujuan utama pertemuan ini bukan untuk menjadi juara, melainkan untuk mempererat persaudaraan. Sekaligus ini bagian dari ikhtiar kami mewujudkan Tasik Gemas, Tasikmalaya Gemilang dan Sejahtera, lewat pembinaan olahraga masyarakat yang berkelanjutan,” ungkap H. Rahmat.
Ia menuturkan bahwa perkembangan GateBall di Tasikmalaya terus menunjukkan tren positif. Komunitas aktif menggelar latihan rutin dan para pemain sudah beberapa kali mengikuti ajang kejuaraan.
“Sebetulnya, Banyak dari kita yang belum mengenal apa itu olahraga GateBall. Padahal ini adalah olahraga sangat gampang dan seru, penuh kesabaran dan strategi, serta tidak membutuhkan tenaga ekstra, dan cocok untuk semua kalangan. Lewat kegiatan Sparring partner seperti ini, kami ingin masyarakat menjadi penasaran sehingga mau mencoba bermain GateBall,” jelasnya.
Penyediaan Lapangan yang Representatif
Rahmat menaruh harapan besar pada dukungan pemerintah kota, terutama terkait penyediaan lapangan yang representatif agar olahraga ini makin masyarakat luas minati.
“Di musim kemarau ini, rumput lapangan latihan di sini gersang dan menguning, karenanya kami berharap bisa menyiramnya secara rutin agar rumputnya kembali menghijau,” harapnya.
Usai sesi ramah tamah, kedua tim langsung merumput. Alih-alih memunculkan tensi kompetisi yang tinggi, lapangan justru penuh dengan canda, tawa, dan sorak penyemangat setiap kali bola berhasil melewati gawang.
Kunjungan ini juga menjadi pengalaman perdana bagi sebagian anggota Durma GateBall Bandung untuk menginjakkan kaki di Kota Tasikmalaya.
“Komunitas GateBall kami terbuka untuk umum. Silakan yang mau bergabung dan latihan atau sekadar ingin tahu bisa datang. Tetap jaga kesehatan, jaga silaturahmi, dan jaga semangat kebersamaan melalui olahraga GateBall,” tandasnya.
Pembina Komunitas Durma GateBall Bandung, Maman Husen Wangsaatmaja mengaku sangat terkesan dengan kehangatan sambutan tuan rumah.
“Kami datang memperkuat silaturahmi, pulang membawa ilmu baru dan banyak teman komunitas. Mudah-mudahan ini jadi awal kerja sama yang lebih rutin untuk kedepannya,” ungkap Maman.
Maman juga memaparkan manfaat lain dari olahraga ini. Selain menyehatkan tubuh, lapangan GateBall bisa berfungsi sebagai area resapan air yang efektif untuk menanggulangi banjir. Oleh karena itu, ia menilai penyerapan olahraga ini di tiap wilayah akan membawa dampak yang sangat bagus.
Berbekal semangat kolaborasi yang kuat, Komunitas GateBall Tasikmalaya optimistis olahraga ini akan terus bertumbuh besar, baik sebagai sarana mengejar prestasi maupun wadah menjaga kebersamaan.
(Seda)



